Jiang Long You Hu Gong (Hawa Penakluk Naga Penangkap Harimau)

Jiang Long You Hu Gong (Hawa Penakluk Naga Penangkap Harimau), tehnik tenaga dalam warisan keluarga Wang sejak tahun 1812, tehnik ini mempelajari tenaga dalam dasar dari langit, bumi dan manusia yang pada dasarnya ada dalam kitab Perubahan (Yi Jing) dari aliran Dao. Jurus dasar dari tehnik kung fu ini adalah Tendangan 18 Penakluk Naga yang meniru atau memodifikasi dari kung fu paling keras pada Dinasti Song sampai Dinasti Ming milik partai Pengemis (Gay Bang) yaitu, 18 Telapak Penakluk Naga yang di padu dengan dasar tenaga 8 tingkat langit hitam (Hei Tian Ba).

Kung fu ini di ciptakan oleh Wang Yue Yuan yang dikala itu merupakan murid berbakat dari Shaolin Selatan dalam usia yang ke 35tahun berhasil menciptakan 17 jurus Tendangan Penakluk Naga, dan pada usia 45tahun beliau menciptkan pernafasan Penakluk Naga Penangkap Harimau sebagai dasar dari jurus ke-18 Tendangan Penakluk Naga yaitu Serangan Naga Geledeg. Dari semua jurus yang ada di bawahnya, jurus terakhir inilah yang paling kuat, daya hancurnya 5x lebih kuat dari 17jurus yang ada dan juga paling menguras tenaga, bisa dikatakan apabila hanya dengan tenaga dalam warisan keluarga Wang ini, jurus Serangan Naga Geledeg ini hanyalah jurus bunuh diri secara perlahan, karena sedikit demi sedikit akan mengurangi hawa murni tubuh, dan mempercepat kematian karena berkurangnya kinerja organ tubuh akibat pemaksaan pemakaian tenaga dalam yang sangat berlebihan.

Untuk dapat memainkan 18 jurus Tendangan Penakluk Naga secara sempurna dan tidak membahayakan kesehatan, dianjurkan seseorang melatih kung fu sakti Pamungkas Shaolin yaitu Kitab Sutra Pengubah Otot yang diciptakan oleh biksu Da Mo dari India, atau bisa juga melatih dasar Tenaga Dalam Kung Fu Sakti Sembilan Matahari dari aliran Quan Zhen, ciptaan biksu Wang Zongyang pendiri aliran itu. Hanya kung fu itulah yang tenaganya dapat di sejajarkan dan dapat dilatih secara umum pada saat ini, sebab masih banyak kung fu lain yang dahsyat dan sukar diukur kekuatannya, seperti kata pepatah “Di atas langit masih ada langit, di atas gunung masih ada gunung yang lebih tinggi”

Kung fu ini sangat bagus bagi para atlit Wushu saat ini tanpa perlu melatih kekuatan pamungkas seperti para ahli kung fu yang berniat bertarung sampai mati dengan kekuatan puncak seperti pada zaman dahulu yang mementingkan pertempuran bukan hanya pertandingan belaka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s