Biruang Salju

Biruang Salju
Lanjutan Sin Tiauw Thian Lam
KATA PENDAHULUAN KISAH ,,Beruang Salju” ini merupakan cerita lanjutan dari kisah-kisah ,,Hoa San Lun Kiam”, ,,Lima Iago Luar Biasa”, ,,Sia Tiauw Eng Hiong”, ,.Sin Tiauw Hiap Lu” dan “Sin Tiauw Thian Lam”,. Didalam kisah ,,Beruang Salju” ini para pembaca akan bertemu dengan seorang tokoh dg bermacam perangai yang aneh-aneh dan kepandaian yang luar biasa, para pembaca juga masih bisa bertemu dengan tokoh-tokoh lama, seperti Kwee Ceng, Oey Yok Su, dan lain-lainnya. Tetapi secara keseluruhannya, kisah..beruang Salju” ini merupakan cerita yang benar-benar menarik,dimana walaupun sebagai kelanjutan dari cerita ,,Sin Tiauw Thian Lam”, akan tetapi bisa dibaca tersendiri. Nah, silahkan para pembaca mengikuti cerita ini. Saduran : Sin ‘Liong
J i I i d I.
Pohon-pohon yang kering kerontang,, dengan tanah yang tandus, dimana tidak terlihat kehidupan pada alam disekitar perkampungan Lung-cie yang terpisah empat ratus Lie dari kota Siangyang, dimana angin tidak ber ‘ hembus, beku dan seperti mati, dan juga terik kemarau itu menambah keresahanuntk setiap rnakluk yang berada di sekitar daerah tersebut. merupakan suasana yang tidak menarik sekali.
Daerah tersebut merupakan daerah yang pernah dilanda oleh suatu peperangan yang panjang dan ganas sekali sehingga perkampungan Lung-cie merupakan daerah yang termasuk daerah bekas korban peperangan, termasuk penduduknya yang banyak mengalami kerusakan harta benda maupun jiwa dan raga.
Banyak yang berjatuhan sebagai korban peperangan, membuang jiwa terbinasa oleh peperangan antara dua, Mongolia yang menyerbu untuk rnerebut Siangyang dan kekuatan tentara Song yang bertahan di Siangyang, Kerusakan hebat yang dialami oleh penduduk perkampungan Lung-cie … rumah mereka umumnya menjadi hancur ponak poranda rata dengan bumi. malah yang lebih menderita lagi adalah kaum wanita penduduk perkampungan tersebut.
Setiap wanila yang memiliki paras cukup cantik telah menjadi korban keganasan dari para tentara Mongolia yang menculik dan memperkosa mereka sehingga tercerai berai dari suami isteri dan keluarga maupun anak2 mereka.Itulah peristiwa yang meyedihkan sekali, korban dari peperangan merupakan sesuatu yg mengerikan dan dikutuk.. walaupun dengannya peperangan pasti akan membawa korban untuk penduduk ditempat terjadinya peperangan tersebut. Segala keganasan dan kebiadaban terjadi dalam pergolakan setiap peperangan dimana saja. Lebih celaka lagi seteiah Siangyang terjatuh ditangan Kublai Khan, dan Kaisar Mongolia tersebut berkuasa didaratan Tionggoan, dengan kerajaannya yang bernama Boanciu tersebut, musim kemarau melanda daratan Tionggowan.
Kemiskinan akibat peperangan yang telah mencekam dan menyiksa penduduk disekitar daerah ini. justru hebat akibat musim kemarau yang berkepanjangan. Dan rupanya penduduk didaerah tersebut belum juga habis menderita dimana mereka beruntun harus mengalami penderitaan yang tidak berkesudahan.
Sebelum pecahnya peperangan antara pasukan tentara Mongolia dengan pasukan tentara kerajaan Song di Siangyang, Jumlah penduduk diperkampungan Lung-cie tersebut kurang lebih 1000 keluarga, tetapi setelah usainya peperangan, dan diterjang rnusim kemarau yang berkepanjangan, maka jumlah penduduk perkampungan Lung-cie tidak lebih dari I00 keluarga. perkampungan yg dulunya indah dan ramai kini menjadi perkampungan yang mati, tiada terlihat kegiatan pada penduduk perkampungan Lung-cie tersebut.
Wajah~wajah yang suram, tiada kegiatan apapun pada penduduk perkampungan tersebut. dan j uga keresahan. disamping kelesuan, telah meliputi selur uh penduduk kampung Lung-cie tersebut. Mereka meru pakan sisa2 dari manusia2 yang menjadi korban peper angan, dan yang masih tabah untuk melanjutkan hidup mereka didaerah tersebut.
Namun justru keadaan ala m yang beku dan mati. dengan tanah yang kering tandus dan juga kemiskinan yang mereka hadapi, mereka tidak ada bergairah untuk bekerja.
Jika sebelumnya diperkampungan tersebut cukup banyak bangunan gedung yang bertingkat tiga dan megah, sekarang semua itu telah menjadi reruntuhan yang rnemuakkan, disamping itu Juga gubuk2 reyot yang memenuhi perkampungan tersebut,telah banyak yang rusak disana-sininya, dengan atapnya yang terbuat dari daun2an dan bilik yang terbuat sederhana dari kyu P0h0n.
Segala apa yang terlihat pada saat itu diperkampungan Lung-cie memang me- nyedihkan, terlebih lagi jika melihat keadaan penduduknya, yang umumnya memiliki tubuh yang kurus kerempeng dan tidak terdapat. semangat hidup,lesu dan tida jauh beda dg sekeliling mereka. Kesulitan dalam penghidupan yang diderita oleh penduduk Lung-cie memang kian hari kian berat juga, dimana mereka mengalami derita yang tidak berkeputusan.
Banyak yang bersyukur jika dalam seharinya mereka bisa makan tiga kali. mengisi perut yang lapar. karena sebagian besar dari mereka justru terdapat yang hanya makan pagi tetapi tidak untuk sore, makan sore tidak mengisi perut dipagi hari: Dan keadaan yang diliputi kemiskinan seperti itu membuat sebagian pendudnk Lung-cie mengungsi keperkampungan lain, harapan mereka akan bisa membina hidup baru dengan-keadaan yang jauh lebih baik dari pada jika mereka berdiam terus. diperkampungan Lung-cie.
Dengan begitu jumlah penduduk perkampungan Lung-cie,semakin lama semakin sedikit saja. Setiap hari, yang sering terlihat hanyalah tentara-tentara Mongolia yang mondar mandir melakukan pemeriksaan disekitar daerah tersebut tetapi merekapun umumnya memperlihatkan sikap yang telah jemu melihat keadaan sekeliling mereka yang serba mati.
Manusia-manusianya yang tidak memiliki kegairahan dalam menghadapi kehidupan yang rniskin dan me , e m disekitarnya yang kering mati, beku dan tidak memiliki lagi suatu rangsangan untuk memperoleh suatu kegembiraan. Dan jika pasukan tentara Mongolia yang melakukan pemeriksaan setiap harinya disekitar daerah tersebut masih melaksanakan tugas mereka. itupun disebabkan kewajiban dari tugas mereka, guna menjaga sebaik mungkin kota Siang yang yang telah berhasil direbut dengan bersusah payah tersebut.
Kemenangan yang telah diperoleh Kublai Khan dengan berhasil menerobos terus kepedalaman daratan Tionggoan, menjatuhkan kerajaan Song, dan lalu mendirikan kerajaan Boanciu, merupakan suatu kemenangan mutlak.
Namun didaerah perbatasan tersebut, yang diliputi kemiskinan, belum memperoleh perhatian dari pemerintahan yang baru saja berdiri itu. Dan para penduduk yang terdapat diseki tar daerah yang berdekatan dengan kota Siang yang belum pula pulih dari tekanan perasaan takut dan sikap tidak acuh mereka. .,
Pagi itu, angin tidak berhembus, beku dan kering sekali, dan disekitar permukaan dari perkampungan Lung-cie. hanya tarnpak beberapa ekor ayam dan anjing yang kurus.
Jumlah binatang tersebut pun bisa dihitung dg tangan.
Dari arah utara pintu perkampungan tersebut, tampak berjalan seorang pria berusia tiga puluh tahun lebih, memakai baju yang longgar berwarna kuning gading.
Ikat pinggangnya terjuntai panjang berwarna merah daging, dengan kopiah yang melesak agak dalam menutupi keningnya.
Bahan pakaiannya itu terdiri dari bahan pakaian yang tidak mahal, namun jauh lebih baik jika dibandingkan dengan pakaian dari para penduduk perkampungan tersebut.
Debu yang memenuhi pakaian dan kopiahnya yang lusuh itu, men unjukkan bahwa pria itu telah melaku kan perjalanan yang cukup panjang didaerah yang kering dan tandus ini.
Ketika memasuki pintu perkampungan Lungcie, pria tersebut memandang sekitarnya, dan sepasang alisnya telah mengkerut dalam2 waktu melihat kemiskinan yang begitu parah meliputi perkampungan itu.
Terlebih lagi ia rnelihat beberapa orang penduduk perkampungan tersebut yang umumnya berpakaian tidak keruan dengan wajah yang pucat kurus, dengan tubuh yang kerempeng, disamping itu juga sikap mereka yang acuh tak acuh. duduk terculai menyandar dipermukaan rumah mereka , yang merupakan rumah2 yang tidak mirip lagi disebut sebagai rurnah, karena telah reyot dan rusak disana sininya dan lebih mirip dengan bangunan kandang binatang dan juga tidak memiliki perabotan rumah tangga. benar2 merupakan pemandangan yang menyedihkan sekali.
Kaum wanitanya, yang juga bertubuh kurus kering dan kenyang ditelan oleh penderltaan. hanya duduk atau berdiam diri dengan tak acuh pula, karena mereka tidak mengetahui apa yang perlu dilakukan mereka, memasak ataupun melakukan tugas sebagai semang ibu rumah tangga.
Tiada pekerjaan yang bisa mereka lakukan, pria asing yang Baru datang diperkampungan tersebut mengheia napas dalam2 waktu
menyaksikan pemandangan yang menyedihkan seperti itu. ,inilah korban peperangan yang tak mengenal kasihan kepada mahluk yang berada di tempat terjadinya peperangan tersebut laknat dan jahat sekali. .. korban2 peperangan yang patut dikasihani. . .!” dan setelah menggumam begitu, pria asing tersebut menghela napas lagi dalam2.
la menghampiri sebuah rumah gubuk yang terdapat tidak jauh dari ternpatnya berdiri tadi, dan didepan pintu rumah itu, tampak seorang lelaki tua dengan kumis dan jenggot tak teratur dan pa kaian sudah lusuh. disaat mana memainkan sebatang r umput kering yang digigitnya dengan sikapnya yang tak acuh, wajah yang pucat seperti seraut wajah mayat, dan matanya yang telah tidak merniliki sinar itu hanya rnelirik sekejap saja pada pria asing yang tengah menghampirinya.
Pria asing’itu telah merangkapkan tangannya, memberi hormat, sambil katanya dengan suara yang ramah: ,,Lopeh (paman), bolehkah aku bertanya Sesuatu ” Lelaki tua yang bertubuh kurus kering itu melirik lagi dengan sinar matanya yang 12 tidak bersemangat sekali, ia mengeluh perlahan dan membenarkan letak duduknya dengan sikap acuh tak acuh ia berkata pen-lahan: “Apa hendak kau tanyakan. anak muda” ,,Siauwte tengah mencari seseorang, mungkin Lopeh kenal padanya, kata pria asing tersebut.
Sengaja Siauwte telah berkunjung keperkampungan Lung-cie ini. untuk mcncarl Lie Tiang An, dan menurut kabar yang Siawte terima belakangan ini Lie TIang An. masih berdiam diperkampnngan Lung-cie ini. Tetapi orang tua bertubuh kurus kering telah menggele ng perlahan,dg lesu ia berkata: sayang.orang yang eng kau cari itu telah tiada …. .. ,,Telah tiada Lopeh?”tanya pria asing tersebut memperlihatkan wajah yang terkejut.
Orang tua itu telah rnengangguk perlahan dengan tidak bersemangat ia bercerita” empat bulan yang lalu ia meninggal karena suatu serangan penyakit yang dideritanya….- ,,tetapi’…. tetapi keluarganya masih berdiam diperkampungan ini, Lopeh?” tanya Pria asing itu lagi. Orang tua tersebut telah mengangguk, ia memutar duduknya kearah kanan kemudian tangan 13 kananya menunjuk kearah sebuah rumah yang terpisah kurang lebnh empat buah rumah lainnya. ,,Mereka tinggal disana. . .!”katanya. dan kemudian duduk menyandar denngan lesu. Pria asing tersebut telah memandang kearah rumah yang ditunjuk orangtua, tangannya merogoh sakunya, mengeluarlkan dua tail perak, yang diangsurkan kepada orang tua itu ,,Lopeh, terima kasih atas keterangan yang kau berikan terimalah sekedamya hadiah dariku ini . ,. .
Orang tua itu memandang ke uang ditangan pria asing itu, kemudian tersenyum sinis dengan sikap tak acuh ia berkata – ,,Uang ?’ Kukira diperkampungan Lung-Gin ini, uang tidak memegang peranan yang terlalu berarti !” Kenapa begitu, Lopeh ” tanya pria asing tersebut terkejut dan heran. Orang tua tersebut dengan sikap tak acuh telah menyahuti: “Walaupun kita memiliki uang Yang banYak, tetapi tidak ada sesuatu yang.bisa dibeli diperkampungan yang miskin seperti ‘ini …. ..yang terpenting buat kami adalah makanan dan barang-barang kebutuhan yang kami perlukan tanpa adanya barang makanan dan barang-barang lainnya yang kami butuhkan. wa laupun kita memilki uang yang banyak. tidak ada artinya, tidak bisa kita pergunakan.
Simpan lah kembali uangmu itu, anak muda …. ..mungkin engkau lebih memerlukannya!” Pria asing itu menghela napas’ dalam2. ia sudah tidak ingin berbantahan dengan orang tua tersebut, dimasukkan kemhali uangnya kedalam sakunya.iapun telah melihatnya bahwa perkampungan lungcie Merupakan perkampungan yang terlalu rniskin dan melarat, dengan demikian disitupun tidak ada toko ataupun orang-orang yang berjualan. Penduduk perkampungan tersebut hanya melewati hari-hari dengan seadanya yang masih bisa dimakan. Memangtuang tidak memiliki arti yang banyak dalam perkampungan yang serba kering dan juga miskin tersebut. Dimusim kemarau tersebut, dimana panen mereka telah tiga musim mengalami paceklik, dan juga sudah tidak bisa menanam sesuatu ditanah yang kering dan tandus tersebut, menyebabkan mereka lebih mementingkan menyimpan barang makanan dari pada uang. ltulahsebabnya, jangankan ada orang yang dagang menjual belikan barang2 keperluan pokok, seperti beras dan lain-lainnya, buat memakainya sendiri saja sudah sulit dan tidak cukup.
Setelah rnengucapkan terima kasihnya sekali lagi, pria asing tersebut meninggalkan orang tua yang kurus kerempeng itu, yang tengah duduk merenungl nasibnya dan membayangkan bagaimana hari2nya mendatang besok. ‘Waktu sampai dimuka rumah gubuk yang tadl dltUnjUk oleh orang tua itu, pria asing itu melihat betapa rumah itu sudah tidak bisa disebut sebagai rumah lagi.Segalanya sudah rusak dan tak keruan.genteng juga tak ada sebagian.
Tiang2 bangunan yang terbuat dari bambu dan batang kayu banyak yang rubuh dan rumah itu reyot sekali. Daun pintu rumah tersebut telah miring, karena sebagian pakunya telah terlepas, begitu pula lantai rumah tersebut yang terdiri dari tanah belaka, kotor sekali, penuh oleh barang2 rongsokan yang tidak terpakai. Dari celah2 pintu yang memang tergantung tidak bisa tertutup itu, pria asing itu melihatnya tidak ada satu barang apapun yang masih utuh didalam rumah tersebut. . Dengan langkah yang perlahan dan agak ragu. pria asing tersebut telah menghampiri daun pintu. ia mendorongnya. Daun pintu terbuka menimbuikan suara krekkk!” yang panjang, dan pria asing itu melangkah masuk. Dua tindak dia melangkah memasuki pintu tersebut, ia jadi berdiri terbelalak dengan sepasang rnata yang terpentang lebar2. Apa yang dilihatnya memang mengenaskan sekali, sesosok tubuh wanita menggeletak tidak bernapas lagi ,tubuh yang kurus kering sehingga seperti tinggal kerangka saja,seperti tulang dibungkus kulit saja menggeletak mati dengan pakaian yang sudah tidak bisa disebut pakaian lagi, selain compang camping, juga sudah kotor bukan main.
Wajah wanita yang telah menjadi mayat tersebut juga kotor sekali, mukanya begitu kurus dan cekung hanya tulang pipinya yang menonjol. Sepasang mata mayat tersebut juga, cekung dalam sekali mulutnya yang tipis menyeringai memperlihatkan baris2 giginya menyedihkan sekali keadaan mayat tersebut. Setelah menghela napas beberapa kali pria asing tersebut melangkahi mayat wanita itu 17 dan ia menuju kebagian dalam dari rumah tersabut. Disebelah ruang dalam, adalah sebuah ruangan sempit yang hanya berbatas dengan selapis dinding yang terbuat dari anyaman kulit kayu. Ruang itu juga sempit sekali tidak terdapat sepotong barangpun. Sebuah pembaringan juga tidak berada ditempat itu. Tetapi pria asing tersebut tertarik melihat sesosok tubuh kecil yang kurus kering. sama halnya seperti wanita yang menggeletak menjadi mayat diruang depan itu, tengah meringkuk dengan pakaian yang tak keruan,dan yang telah robek disanasininya”.
Tetapi sosok tubuh kecil yang ternyata seorang anak lelaki berusia enam atau tujuhtahun itu. belum menjadi mayat, terlihat ‘napasnya masih berjalan satu2, dimana dadanya yang tipis dan seperti jaga tulang2 paikut-tulang dada) yang dibungkus oleh kulit itu, bergerak2 lemah sekali. cepat2 pria asing tersebut berjongkok memeriksa keadaan anak itu. Ia mengbela napas Waktu memperoleh kenyataan anak leiaki tersebut masih hidup dan walaupun bernapas lemah sekali. namun anak lelaki itu tidak dalam keadaan yang menguatirkan. Hanya saja keadaannya yang lemas tidak bisa bergerak dan meringkuk ditempat tersebut mungkin disebabkan telah beberapa hari tidak makan, membuat anak tersebut jadi lemah dan tidak bertenaga.
Waktu tubuhnya diperiksa oleh pria asing tersebut, anak lelaki itu telah membuka matanya, bola matanya yang guram tidak bercahaya itu, bergerak-gerak lemah, bagaikan heran dan kaget melihat orang asing didekatnya. Bibirnya yang kering itu telah bergerak perlahan,,Mama. . . Mama. . .!” suaranya serak dan terlampau lirih sekali ‘ hampir tidak terdengar A Pria asing tersebut bersenyum penuh kasih sayang dengan hati yang teriris pedih melihat keadaan anak tersebut. Iapun telah berkata lembut sekali: ,,Anak, tenanglah. .. engkau akan segera sehat kembali. . . tenanglah. . .!” dan cepat-cepat pria asing tersebut merogoh sakunya,ia mengeluarkan sebungkusan barang yang agak besar. yang terbungkus oleh sehelai kain berwarna hijau. Ia mengeluarkan beberapa bole kecil dimana ia juga telah mengeluarkan kurang lebih delapan butir pil berwarna-warni. Dengan sabar ia memasukan sebutir demi sebutir kemulut 19 anak itu.
sambil menuangkan juga air kemulut anak kecil itu dari kantong airnya. . -pil tersebut merupakan ramuan obat untuk menyehatkan tubuh. Karena keadaan tubuh anak tersebut lelah lemah sekali, jika ia tidak segera ditolong dengan diberikan pertolongan obat2an tersebut, tentu akan menyebabkan kesehatan anak itu sulit pulih. Dan juga, dalam keadaan menderita lapar dan haus seperti itu, anak itupun tidak boleh segera diberikan makanan karena bisa mengganggu pencernaan perutnya, yang bisa membahayakannya. setelah memberikan pil pil tersebut memang anak lelaki itu merasakan tubuhnya agak segar, terlebih lagi iapun telah diberi minum air sedikit2. sehingga waktu ia bicara. suaranya jauh lebih terang dan jelas: ,.Paman. . .siapakah paman. . . dimanakah Mamaku. . .?”
Pria asing itu tersenyum dengan sabar, katanya: “Nanti akan paman jelaskan, sekarang kau makanlah perlahan-lahan makanan kering ini. . .!” sambil berkata begitu, pria asing tersebut telah membuka buutalannya, yang tadi diletakkan disampingnya, dari dalam buntalannya 20 itu, ia mengeluarkan bungkus makanan kering.
Diangsurkannya kepada anak tersebut. sepatong daging kering, dimana anak itu telah memakannya dengan lahap dan terburu-buru. ,,Makanlah per-lahan2 !” kata pria asing tersebut dengan hati yang terharu melihat betapa anak ita makan dengan lahap dan ter-buru2. ,,Lagi paman . . .. !” rninta anak lelaki tersebut sambil menjilatkan bibimya. ,,Ya, aku akan memberikan makanan kepadamu nak, lebih banyak dari ini,” kata lelaki asing itu ,,’ tapi engkau harus makan….sedikit sedikit dulu sampai nanti percernaanmu yang telah kosong itu, bisa bekerja kembali dengan baik. Nah. habislah yang sepotong ini lagi.. . . !” dan setelah berkata begitu, pria asing tersebut telah mengangsurkan sepotong daging lagi, kemudian dua potong kuwe kering. Setelah menghabiskan kedua potong kuwe kering itu, anak lelaki tersebut rupanya masih merasa lapar, ia telah memintanya pula.
Namun lelaki asing tersebut telah menggeleng sambil tersenyum. 2 .,Sekarang engkau tidak boleh makan terlalu kenyang dulu, nanti paman akan memberikan lagi. Nah, sekarang engkau ikut dengan paman untuk meninggalkan tempat ini . . . . . Anak lelaki itu telah rnemandang kepada pria asing tersebut beberapa saat lamanya, kemudian dengan suara ragu2 ia berkata : “Paman…dimana…dimana Mama-ku…?” .,Nanti paman akan menceritakannya, mari engkau ikut; dengan paman .. !” kata pria asing tersebut setelah merapihkan buntalannya yang dibungkus kembali dengan rapih dan digemblokkan pada punggungnya. ,Engkau akan paman ajak kesuatu tempat… Sambil berkata begitu, pria asing itu telah mengulurlcan tangannya bemaksud akan menggendong anak lelaki tersebut. Namun bersamaan dengan itu, terdengar suara tapak kaki kuda yang cukup ramai, menunjukkan bahwa tempai tersebut telah datang cukup banyak penung gang kuda.
Muka pria asing itu telah berobah ,dia diam sejenak memperdengarkan. Dan didengar suara tapak kaki kud a itu berhenti, lalu terdengar suara seseorang berkata d engan suara yang dalam : ,,Menurut laporan yang kuterima tadi 22 pria asing itu memasuki perkampungan ini…,!” Setelah mendengari sampai disitu, lelaki asing itu cepat menggendong anak lelaki itu ia membawa melompat kepojok ruangan. Narnun gerakannya itu rupanya sudah terlambat, karena dua orang lelaki bertubuh tinggi besar, berpakaian sebagai tentara Mongolia. telah melangkah masuk dengan kasar, mendorong daun pintu sampai terlepas dan rubuh terbanting dilantai tanah itu. rnenimbulkan suara yang berisik. ,,Hei kau…!” teriak salah seorang dari kedua orang tentara Mongolia itu.
Kemari kau..!” mengetahui dirinya bersama anak lelaki itu tak dapat bersembunyi maka lelaki tersebut telah memutar tubuhnya. Sarnbil tersenyum lebar dia menghampiri kearah kedua tentara Mongolia itu lalu berkata : ,,Rupanya tuan2 memiliki keperluau denganku?” Kedua tentara. Mongolia itu mengawasi lelaki asing tersebut dengan sorot mata yang tajam salah seorang diantara mereka yang memelihara jenggot dan kumis yang tebal, telah tertawa keras. sambil menggerakkan cemeti ditangannya. ,,Tarrr…!” suara cemeti itu menggeletar ditengah udara. ..Englau orang asing telah datang kekampung ini, tentunya ada sesuatu yang hendak kaulakukan, heh?” 23 Lelaki asing itu tertawa dengan sikap yang tenang, katanya: ,,Kebetulan saja aku melewati daerah ini dan singgah diperkampungan ini,maka aku telah menemui seorang anak yang dalam keadaan mengenaskan seperti ini. Sama sekali tidak ada sesuatu yang hendak kulakukan. Harap tuan-tuan jangan terlalu mencurigaiku.. bukankah nasib anak ini, yang dalam keadaan sekarat ini, harus dikasihani ?” Bola mata dari kedua lentara Mongolia itu mencelak berputar. mereka memperhatikan dari kepala sampai keujung kaki pria asing tersebut lalu yang berkumis dan berjenggot balik ber kata garang: ,.Siapa kau ‘ agaknya engkau bukan manusia baik baik tidak mematuhi anjuran pemerintah, untuk. mengepang rambutmu …. ..!”
Lelaki asing tersebut tertawa sabar sekali,lalu ia membungkukkan tubuhnya memberi hormat: ,,Aku bukan hendak membangkang perintah dan peraturan pernerintah, namun sungguh, aku tidak mengetahuinya hal peraturan yang baru dikeluarkan oleh pemerintah …. ..!”
Mendengar perkataan lelaki asing tersebut,kedua tentara Mongolia tersebut telah mendengus perlahan, dan yang seorang lagi telah berkata dengan bengis ,,Aku bertanya, siapa .kamu?” ..Aku she Lie dan bernama Su Han, rnenyahuti lelaki itu. Apakah ada sesuatu yang tidak beres. Luau-man?” Baru saja Lie SU Han. lelaki asing tersebut berkata sampai disitu, dari luar telah menerobos masuk tiga orang tentara Mongolia lainnya yang semuanya memiliki potungan tubuh yang tegap dan wajah yang angker mengerikan. Tentara Mongolia yang berkumis dan berjenggot itu telah tertawa dingin, ia berkata dengan suara yang bengis: ,,Engkau tidak cepat2 menghormat tuan besarmu?,, “kukira aku cukup hormat menghadapi tuan2…dan….!” Tetapi belum lagi Lie Su Han menjelesaikan perkataannya itu, justru tentara Mongolia yang seorang itu telah menggerakkan cerneti ditangannya sehingga suara ,,t.arrrl” yang keras memecahkan udara lagi. , Berlutut! Cepat berlutut Jika kau membangkang,
Berlutut! Cepat berlutut, Jika kau membangkang, hemm, hemm, batok kepalarnu itu akan karni pisahkan dari batang lehermu….!” Mendengar perkataan terakhir dari tentara Mongolia tersebut Lie Su han mengerutkan sepasang alisnya. ..Sesungguhnya apa yang dikehendaki oleh tuan-tuan ?” tanya Lie Su Han mulai memperlihatkan sikap tidak senang. karena ia merasakan betapa tentara-tentara Mongolia ini keterlaluan sekali. ..Mengapa engkau masih banyak rewel ‘?
Cepat berlutut!” bentak tentara Mongolia yang berkumis dan berjenggot itu. ,,Cepat berlutut!” . Hei” katanya “Baiklah””‘ kata lie Su Han sambil membenarkan letak tubuh anak lelaki yang ada dalam gendongannya. Ia melangkah tiga tindak kedepan, mendekati para tentara Mongolia tersebut Tubuhnya dibungkukkan sedikit ,seperti juga hendak berlutut ,tiba2 tangan kanannya telah disampokkan kearah atas, kedada dari tentara Mongolia yang berkumis dan berjenggot tersebut.,,Dukkkkk!” telapak tangan Lie Ku han telah menghantam dengan kuat dada tentara Mongolia tersebut, dan luar biasa sekali, tubuh tentara Mongolia yang berkumis dan berjenggot tersebut. telah terlempar dari tempatnya, menubruk kearah salah seorang temannya, sehingga kedua-duanya telah terlempar keluar dari dalam rumah itu dan terbanting keras diatas tanah. Ketiga tentara Mongolia yang lainnya terkejut menyaksikan peristiwa yang tidak disangka semuanya oleh mereka, mereka tertegun sejenak, tetapi kemudian waktu mereka tersadar dan hendak mencabut golok mereka masing2 yang tersoren dipinggang, waktu itu Lie Su Han sudah tidak tinggal diam, ia mengebutkan tangan kanannya lagi’maka tubuh ketiga orang tentara Mongolia tersebut terpental kembali dengan kuat, dan terbanting pula diatas tanah diluar rumah. Kelima tentara Mongolia tersebut terkejut berbareng kesakitaa namun CePat Sekali mereka rnelompat berdiri sambil mencabut goloknya masing masing. ”
Namun Lie su han tidak jeri, ia mengeluarkan Suara tertawa dingin. Dan kemudian ia melangkah menghampiri kelima tentara Mongolia tersebut,berani sekali sikapnya. Kelima tentara Mongolia tersebut memisahkan diri, mereka rnengurung Lie Su Han. Malah tentara Mongolia yang berkumis dan berjenggot itu,telah mengeluarkan suara bentakan bengis mengandung kemarahan, goloknya telah digerakan untuk membacok kearah batang leher Lie Su Han dan bacokan itu menimbulkan angin serangan ,,wuttt !” yang keras sekali. Lie Su Han menzperdengarkan suara lerlawa dingin. tahu-tahu tubuhnya telah mandek kebawah. dan membarengi clengan itu, telunjuk dari tangan kanannya Lelah menyentil. ,.’l’ringgg …. ..!” golok tentara Mongolia yang Iengah membacok tersebut telah disemilnya. se hungga golok tersebul terpental dan terlepas da ti cekalan tangan pemiliknya.
Dan belum lagi tentara Mongolia yang seorang itu mengetahui apa yang lerjadi, tahu-tahu ia merasakan dada nya salut sekali. Ternyata Lie Sn Han setelah menyenlil, ia telah membarengi mengulurkan tangan kanan nya itu, mencengkeram dada siientaza l raebut kemudian menghenfukq d 3;. an 113 5?’ sehingga tubuh tent ta ylangsse itu lerpental ketengah udara, lalu meluncur ja tuh terbanting diatas tanah dengan keras. Ten lara Mongolia tersebut hanya bisa mengeluar kan, suara erangan perlahan mengandung keszki tan yang sangat. kemudian kepalanya. terkulai lemah, ia telah pingsan.
Keempat kawan dari tentara Mongolia tersebut kaget bukan kepalang, mereka tertegun sejenak. lalu tersadar dengan murka, sambil mengeluarkan suara erangan yang menyeramkan, mereka berempat telah melompat sambil menggerakkan goloknya membacok serentak keberbagai bagian tubuh dari Lie Sun Han. Namun Lie Su Han rupanya memang bukan salah seorang pria yang sembarangan, ia memiliki kepandaian silat yang tinggi. karena begitu melihat menyambarnya keempat batang golok tersebut, ia telah rnengeluarkan suara tertawa dingin, sambi! menggumam: ,,Hemm, kalian mencari penyakit sendiri !” dan tahu2 tubuhnya telah ber-kelebat2 seperti juga bayangan, dengan tangan kanannya ia telah berhasil merampas keempat batang golok dari keempat orang tentara Mongolia tersebut.
Ketika keempat tent ara mongol yg kehilangan senjata mereka tengah terte gun kaget.Li su han telah melontarkan keempat batang golok itu telah meluncur cepat menyambar kearah seb atang pohon yang kering tumbuh tidak jauh dari tempa t itu. Kuat sekali keempat batang golok itu menancap di batang pohon tersebut. dan dalam juga menancapnya, l alu badan keempat golok tersebut telah bergoyang memperdengarkan suara mendengung.
Dan tanpa membuang waktu lagi, tubuh Lie Su Han juga telah berlompatan kesana kemari, tahu2 terdengar empat kalisuara jeritan yang beruntun, disusul dengan tubuh keempat tentara Mongolia yang telah terpental dan terbanting bertumpuk diatas tanah! Kepala mereka jadi pusing dengan mata ber-kunangl. setelah mengeluarkan suara keluhan, keempat tentara Mongolia itu tidak sadarkan diri. Pingsan. Lie Su Han telah mengebul pakaiannya dengan jari tangan kanannya. Ia memperdengarkan suara tertawa dingin memandang sinis kepada kelima tentara Mongolia yang menggeletak pingsan, tubuhnya kemudian mencelat ringan sekali keatas punggung salah seekor kuda milik kelima tentara mongol itu, ketika ia menghentak tali les kuda tunggangan itu, kuda tunggangan tersebut telah mementang kaki mereka,berlari dengan cepat sekali, meninggallcan kampung Lung-cie. . . . .**************.LIE SUN HAN sesungguhnya merupakan sorang akhli silat yang cukup ternama didalam rimba persilatan tapi akibat pecahnya peperangan antara tentara Mongolia dengan tentara Song,telah menirnbulkan kekacauan yang sangat didaratan tionggoan. Seperti juga hal dengan para orang2 gagah yang yang mencintai negeri, Lie Su han telah mendaftarkan diri dikantor Tiehu dikola Bun-cung, dimana dia bermaksud ingin ikut berjuang. Tetapi betapa kecewanya Lie Su Han melihat kenyataan bahwa tentara Mongolia dan juga kerajaan S o n g akhirnya runtuh, dimana Kublai K h a n telah berhasil merebut daratan Tionggoan dan pemerintah dengan nama kerajaan Boan-ciu., Dengan demikian, untuk mengurangi kekecewaan hatinya,lie su han telah mengembara. Disaat suasana tenang mulai terasa didaratan Tionggoan, dimana pemerintah Boan-ciu mulai berjalan lancar dengan Kubilai Khan mengeluarkan beberapa peraturan untuk rnengamankan negeri. diwaktu itulah Lie Su Han teringat kepada kakaknya yaitu Lie Tiang An.
Perasaan rindunya telah menyebabkan Lie Su Han menuju keperkampungan Lung-cie, untuk menengoki kakaknya tersebut. Berbeda dengan L i e S u H a n yang sejak kecil memang senang sekali dengan ilmu silat, yang telah melatih diri giat sekali berbagai ilmu silat dari beberapa cabang pintu perguruan tetapi Lie Tiang An justru seorang kutu buku,yang setiap hari menghabiskan waktunya untuk membaca buku, karena Lie Tiang_An memang lebih senang memilih Bun (sastera) daripada ilmu Bu (silat). Tetapi disaat negeri dalam keadaan perang seperti itu, dimana selalu timbul kekacauan, maka kekuatan dari seseorang sangat diperlukan sekali, maka ilmu silat memegang peranan penting.. Jika Lie Su Han bisa menjaga keselamatan dirinya dengan mengandalkan kepandaian silatnya, tetapi Lie Tiang An justru merupakan manusia yang lemah dan tak bardaya, ketika timbul peperangan, ia menjadi salah seorang.korban perang. dimana keluarganya, ia bersama anak dan isterinya, telah ditimpa kesulitan dan kemelaratan. Lie Tiang An hanya bisa menerima nasib saja, dan ketika perkampungan Lung-cie dilanda paceklik setelah usainya peperangan. Lie Tiang An juga tidak berdaya apa2, terlebih lagi Lie Tiang An telah terserang oleh semacam penyakit menular akibat kekurangan makan yang.mengandung zat-zat penguat tubuh, disamping itu ia pun sangat berduka dan kecewa melihat negeri Song telah porak poranda oleh serbuan tentara Mongolia, membuat Lie Tiang An mati melas. Isterinya ketika melihat kematian suaiminya yang begitu mengenaskan. telah semakin tidak bersemangat menghadapi hidup dihari hari selanj utnya. Jika ia masih bertahan hidup dalam kemiskinan seperti itu,hanya disebabkan anaknya belaka yang ber nama Lie 0 Ti, yang waklu itu berusia enam tahun. Teta pi tekanan perasaan dan juga kemelaratan dari penghi dupan ibu dan anak ini, dimana setiap harinya mereka hanya bisa makan semangkok bubur yang encer,telah menyebabkan nyonya tersebut menghembuskan napas nya yang terakhir, lida.k berdaya untuk menjagai terus anaknya menjadi dewasa. Untung saja disaat elmaut belum merenggut nyawa Lie Ko Ti. diwaktu itu Lie Su Han tiba diperkampnngan Lung-cie. sehingga jiwa keponakannya itu bisa diselamatkan oleh Lie Su Han. Dengan mempergunakan kuda rampasannya dari tentara-tentara Mongolia itu. Lie Su Han melarikan terus binatang tunggangan itu menuju ke Siangyang, dengan Lie 0 Ti berada dalam gendongannya.Jarak antara perkampungan Lung-cie dengan kota Siangyang terpisah 40 lie, dan setelah melakukan perjalanan hampir dua hari, barulah Lie Su Han tiba dikola Siangyang. Berbeda dengan keadaan diperkampungan Lung-cie. Walaupun cukup banyak bekas bangunan yang telah tinggal menjadi puing2 reruntuhan. namun kota Siangyang cukup ramai. Dan kehidupan pendudukan kota tersebut mulai berjalan normal. Dengan begitu, beberapa buah rumah penginapan yang selamat menjadi puing2 akibat peperangan beberapa saat yang lalu, mulai dengan usahanya tersebut, menerima tamu2nya kembali, jumlah tamu2 yang berkunjung sedikit sekali,jika tidak ingin disebut tidak ada sama sekali. Setiap harinya, rumah2 penginapan tersebut lebih banyak dikunjungi oleh para tentara Mongolia yg menguasai kota Siangyang. Untuk berpesta pora, dimana mereka makan minum dan menginap, lalu membayar sekehendak hati mereka. Tapi para pengusaha rumah penginapan dikota Siangyang tersebut memang tidak berdaya, karena mereka menyadarinya bahwa kini mereka menjadi rakyat Jajahan belaka. Tidak terlalu mengherankan, jika rumah penginapan yang masih ada itu,tidak keruan juga kotor tidak terurus
Waktu Lie Su Han tiba dikota Siangyang,ia meiihat orang2 yang berdagang pun sedikit sekali, disamping barang dagangan mereka yang tidak berarti sama sekali, serba sedikit. Setelah melakukan perjalanan dua hari dua malam seperti itu, Lie Su Han merasa letih, karena sepanjang perjalanannya ia jarang beristirahat. Sedangkan Lie 0 Ti yang berada dalam gendongannya, memang bisa tidur dengani baik, namun kesehatannya masih lemah sekali, dan tentunya perjalanan dua hari dua malani itu, bisa mengganggu kesehatannya anak tersebut. Maka begitu tiba dikota Siangyang segera Lie-Su Han menghampiri sebuah rumah penginapan, yang memasang merek ,Gu-an-tiam” dimana rumah penginapan tersebut rupanya merangkap membuka rumah makan. Seorang pelayan yang berpakapan kumal telah menyambut kedatangan Lie Su Han, dan menyambuti kuda tunggangan sang tamu. Sambil menggendong Lie K0 Ti, Lie Su Han telah melangkah kedalam ruangan makan penginapan 36 tersebut. la juga telah memesan sebuah kamar untuk mereka berdua, kemudian rnengajak Lie Ko Ti untuk bersantap. Sejak Ia menerima beberapa butir pil obat yang diberikan oleh Lie Su Han kekuatan tubuh anak kecil itu mengalami kemajuan yang pesat sekali. Dan begitu jnga selama dalam perjalanan dua hari dua malam itu. Lie Su Han telah beberapa kali memberikan pil obatnya tersebut kepada Lie K0 Ti, disamping memberinya makan dengan makanan kering yang berada dalam persediaannya. Sekarang selain letih. Lie K0 Ti boleh dibilang telah sehat. Begitulah dengan bernafsu keponakan dan sang paman itu telah bersantap makanan yang di pesan. Memang dirumah penginapan tersebut tak bisa dipesan masakan yang istimewa, karena dalam keadaan yang belum aman_ benar dan juga masih agak kacau oleh korban peperangan dikota tersebut. hanya masakan yang sederhana belaka yang dapat disajikan oleh pemilik rumah penginapan itu. Tetapi buat Lie lie ti anak lelaki tersebut.yang sebelumnya selain hanya dapat memakan bubur encer, masakan yang dihadapinya merupakan masakan yang paling lezat. Setelah puas bersantap, keponakan dan paman itu rnasuk kedalam kamar mereka untuk istirahat. Dengan berada dikota Siangyang, Lie Su Han bisa merawat kesehatan keponakannya itu sampai pulih benar. Berangsur2 tubuh Lie K0 Ti mulai gemuk berisi kembali. Mukanya yang semula kurus cekung dan hanya terlihat tulang pipi saja yang pucat pias itu, per-lahan2 telah berangsur memerah berisi kembali. Lie Su Han juga telah membeli beberapa perangkat pakaian untuk Lie K0 Ti.setelah berdiam sebulan lebih .kesehatan Lie 0 Ti memang berangsur2 pulih kembali. Anak itu menjadi seorang anak yang sehat dan lincah, dengan tubuh yang montok dan memili ki tubuh yang padat berisi. Lie Su Han yang melihat perkembangan kesehatan keponakannya tersebut, jadi girang dan bersyukur sekali kepada Thian, karena keponakannya itu rupanya masih dipayungi oleh Thian. Tetapi rupanya segala apapun tidak bisa selalu berjalan dengan licin, sewaktu2 akan tiba saatnya mengalami sesuatu yang diluar dugaan. Seperti halnya Lie Su Han dan Lie K0 Ti, yang selama sebulan lebih berdiam dikota Siangyang dengan tenang tenteram, pada suatu hari telah menemui suatu peristiwa yang akhirnya akan menyeret diri mereka terlibat dalam suatu kancah pergolakan yang dahyat, yang terjadi didalam kalangan Kangouw dimana mereka akhirnya harus rnengalami banyak peristiwa yang aneh2 dan menakjubkan sekali. Awal dari peristiwa tersebut begpangkal pada pagi hari itu. disaat mana Lie Su Han dan Lie K0 Ti tengah bersantap diruang makan rumah makan tersebut dan diwaktu itu ‘Lie K0 tengah mendengar cerita dari Lie Su han, bagaimana keadaan dalam rimba persilatan. Memang Lie Su Han senang menceritakan segala pengalamannya, terutama sekali pengalamannya ketika ia ikut berperang melawan pasukan tentara ~Mongolia. Lie Su Han memang telah bertekad, untuk membawa Lie 0 Ti. keponakkannya tersebut menemui gurunya. yaitu bu Siang Siansu, seorang pendeta aneh yang hidup menyendiri dipegunungan yang rnemiliki kepandaian tinggi sekali. Namun ada suatu keanehan pada tabiat dari pendeta tersebut, ia mempelajari ilmu silat untuk mengisi kegemarannya beiaka. tetapi tidak mau mempergunakannya untuk bertempur Dan juga Bu Siang Siansu selalu hidup menyendiri. tidak pernah memamerkan kepandaiannya. Jika orang tidak mengenalnya, tentu tidak akan mengetahuinya bahwa pendeta tersebut sesungguhnya merupakan seorang pendeta sakti yang memiliki ilmu tinggi sekali. Lie Su Han nienjadi murid Bu Siang Siansu itupun terjadi secara kebetulan sekali. Lie Su han seorang pemuda yang baru meningkat usia 16 tahun pada waktu bertemu bu beng siansu.pada suatu hari ia berkelahi dg belasan orang perampok dan di waktu itu ,lie su han memberikan perlawanan gigih walaupun sekujur tubuhnya telah terdapat banyak luka.Ketika li Su Han menghadapi bahaya yang bisa membahayakan keselamatan dirinya. di mana tubuhnya mulai terhuyung-huyung tldak bisa berdiri tetap dan Juga napasnya telah tersengal-sengal kehabisan tenaga, disaat itulah Bu Siang Siansu telah muncul dan memberikan pertolongannya.Hanya dua kali menggerakkan tangannya saja, Bu Siang Siansu berhasil merubuhkan belasan orang perampok itu, yang telah lari tunggang langgang.Disaat itulah lie su han telah berlutut dan memohon agar ia diterima menjadi murid bu siang siansu.Dan busiang siansu yg melihat bhw lie su han merupakan seorang pemuda yg memiliki kemauan yg keras dan hati baja disamping itu juga jujur maka ia menerimanya menjadi muridnya.dg perjanjian bu beng siansu akan menurunkan separuh dari kepandaiannya kpd pemuda tsb dan ilmu itu akan dipergunakan oleh le su han untuk dipergunkan melakukan perbuatan mulia dan adil.separuh lagi dari kepandaian bu siang siansu akan diturunkan lagi pd li su han,stlh li su han berusia 40th.di waktu itu tentunya li su han tlh menjadi seorang yg berhati sabar.dan memiliki pemikiran yg matang.dan tidak mungkin melakukan perbuatan2 dan tindakan yg ceroboh yg bisa membahayakan jiwa orang lain.menurut busiang siansu jika saat itu ia mewarisi seluruh kepandainnya kepada li su han dan pemuda tersebut yang memang masih memiliki jiwa muda yang mungkin juga cepat naik darah, hal itu akan membahayakan sekali keselamatan orang lain, dengan begitu, ia memutuskan akan mewarisi separuh kepandaiannya setelah Lie Su Han memperlihatkan bahwa ia mempergunakan ……. kepandaian Bu Siang Siansu yang separuh itu untuk melakukan perbuatan baik,bukan untuk kejahatan. 4 Itulah sebabnya Lie Su Han telah memutuskan untuk mengajak Lie Ko Ti menemui gurunya tersebut. Ia berharap semoga saja Lie K0 Ti diterima menjadi murid Bu Siang Siansu. keponakannya tersebut, yang telah kehilangan kedua orang tuanya, dan hidup sebagai anak yatim piatu, memang benar2 harus dikasihani nasib dan keadaannya, dimana Lie Su Han harus memikirkau bagaimana y agar anak! ” ini bisa berdiri Sendiri kelak dan bisa hidup di kalangan masyarakat dengan layak. Selesai bersantap, seperti biasanya Lie Su Han hendak mengajak Lie K0 Ti untuk mengelilingi kota Siangyang melihat2 tempat yang penting dimana dulu sebelum pecahnya peperangan dan sebelum Siangyang terjatuh ketangan Mongolia merupakan tempat dari pasukan tentara Song menghimpun kekuatan. Dan juga Lie Su Han sering mengajak Lie K0 Ti mendatangi tempat2 dimana dulu para orang2 gagah sepeni Yo K0, Kwe Ceng, Ciu Pek ThongIt Tang Taisu. dan jago-jago ternama lainnya itu. berkumpul ikut membantu perjuangan para tentara kerajaan Song. Terapi baru saja Lie Su Han membayar harga makanan yang telah disantap- oleh mereka. dan baru saja ingin bangkit dari duduknya disaat itulah terdengar suara langkah kaki yang ramai dibagian ruang depan rumah penginapan tersebut. Juga terdengar ramainya suara orang yang tengah bercakap-cakap. Lie Su Han telah menoleh,ia melihat dua orang tojin yang ditangan masing-masing membawa sebatang hudiim tengah melangkah masuk keruang makan tersebut.Dibelakangnya tampak delapan atau sembiian orang tentara Mongolia, yang sambil melangkah mengikuti kedua tojin tersebut memasuki ruang makau itu, tertawa-tawa dan bercakap-cakap ramai
Tetapi mata Lie Su Han yang tajam, segera dapat mengenali, diantara tentara Mongolia yang mengikuti dibelakang kedua tojin itu terdapat dua orang tentara Mongolia yang pernah dihajarnya dlperkampungan Lung-ci-e. Dari kelima tentara mongolia rupanya yg dua orang ini telah kembaii ke Siangyang. Cepat-cepat Lie Su Han menundukkan kepalanya. ia batal untuk berlalu, dan duduk sambil menarik tangan Lie Ko Ti. ,.Jangan mernandang kearah mereka,” bisik.Lie Su Han dengan suara yang perlahan. “Tundukkan kepalamu.” Lie Ko ti walaupun heran, tetapi telah menuruti perintah pamannya, ia telah menundukkan kepalanya dalam dalam.
Sedangkan kedua tojin dan tentara-tentara Mongolia itu, yang keseluruhannya ternyata berjumlah sembilan orang. telah menghampiri sebuah rneja yang besar yang letaknya diseberang meja Lie su han. Mereka bercakap-cakap ramai sekali, dan dilihat dari sikap para tentara Mongolia tersebut, mereka sangat rnenghorrnati kedua tojin itu. Mereka bercakap-cakap sambil tertawa tawa.dengan suara yang ramai. Seoran g pelayan telah segera rnelayani mereka, Waktu salah seorang tojin itu tengah memesan makanan yang dikehendakinya, tiba tiba.salah seorang diantara kedua tentara Mongolia yang pernah dihajar pingsan oleh Lie Su Han, telah melihat Lie Su Han dan Lie K0 Ti.
Mukanya seketika berobah pucat, tetapi cepat sekali pulih kembali sambil melirik kepada kedua tojin itu. Rupanya ia sangat mengandalkan kedua tojin tersebut, sehingga perasaan terkejutnya waktu melihat Lie Su Han. segera lenyap. malah ia tertawa dingin. Dengan suara yang perlahan ia telah membisiki kawannya yang seorang. lalu berbisik2 lagi dengan tujuh orang tentara Mongolia lainnya. Mereka semuanya telah memandang tajam kepada Lie Su Han dan Lie Ku Ti. dan tidak selang lama, tentara Mongolia yang seorang itu, dari kedua orang yang pernah dihajar pingsan oleh Lie Su han,yang memiliki kumis dan jenggot tebal. Telah berdiri dari duduknya, melangkah dengan langkah yg lebar langsung menghampiri meja Lie Su Han. Dengan wajah yang garang dan bengis,ia berkata dengan suara yang besar: ,,Sahabat,sepertinya kita berjodoh bertemu kembali disini!”
Melihat dirinya bersama Lie Ko Ti sudah tidak bisa menyingkirkan diri, Lie Su Han mengangkat kepalanya, tertawa lebar, iapun telah mengangguk.,,Benar tuan. siapa sangkah kita bisa bertemu lagi disini !” menyahuti Lie Su han.
Lenyap tertawanya tentara berkumis dan berjenggot tebal itu, mukanya garang sekali diiringi bentakannya : ,,Berdiri !” ,.He, berdiri ‘.? Untuk apa ?” tanya Li Su Han, tetap duduk tenang ditempatnya. Tentara Mongolia yang seorang ini telah melirik kearah rombongan kawannya, yang waktu itu tengah tertawa2 mengawasi kearahnya dan Lie Su Han bersama Lie 0 Ti.
Muka tentara Mongolia yang seorang itu jadi berobah merah Padam dan ia malu jika ia memang kalah gertak dengan Li Su han,maka ia maju ,menepuk meja dengan kuat dan keras. ,,’telah kukatakan, berdiri kau !” bentaknya dengan suara mengguntur. li Su Han tersenyum, Sikapnya sabar sekali dan ia membetulkan dua cawan yang terbalik akibal tepukan tangan tentara Mongolia yang telah menepuk dengan keras. “Jangan marah.. jangan garang2 Seperti itu_!” kata Lie Su han sambil tetap tersenyum diwajahnya, sama sekali tidak memperlihatkan rasa jeri. Ia berkata dengan suara yang sabar dan tenang ..Dan, kukira peraturan pemerintah yang ada,tentu tidak terdapat peraturan yang mengharus kan rakyat mesti berdiri jika menghadapi seorang tentara seperti tuan. . .!”
Muka tentara Mongolia itu jadi berobah merah padam, ia mendongkol bukan main. dengan muka yang tetap garang, ia rnemegang gagang goloknya :,Rupanya engkau belum merasai tajamnya golokku ini heh..! Lie Su Han tersenyum dingin. katanya:’ ,.Hemmm,apakah tuan tidak kapok hendak main2 dgsenjata tajam Seperti itu?” Tetapi tentara Mongolia tersebut rupanya sudah habis sabarnya, cepat sekali dia mencabut keluar goloknya,dan membacok kearah salah satu ujung meja. sehingg ujung meja itu seketika sempal karenanya terbacok oleh golok tersebut. Lie Su Han tetap duduk tenang ditempatnya, tidak memperlihatkan perobaban apapun pada wajahnya Sedangkan Lie Ko Ti jadi ketakutan dan tubuhnya merengket ketika melihat kegarangan tentara Mongolia itu”
,,Tuan, engkau datang ketempat ini marah2 dan merusak barang milik rumah maka ini. Apakah engkau memang merasa bahwa rumah makan ini milikmu ?” Ditanggapi dengan ejekan seperti itu oleh Lie Su Han, wajah tentara Mongolia yang seorang itu telah berobah semakin merah padam, ” ia mengeluarkan suara dengusan dengan mata yang terpentang lebar melotot kepada Lie Su Han, goloknya telah bergerak cepat sekali. . ” Melihat menyambarnya golok kearah pundaknya. Lie Su Han kini tidak berani tinggal diam. Dia mengulurkan tangan kanannya menyentil golok itu terdengar suara “.triinggg. _ _! golok tersebut telah berhasil disentilnya dan terpental! hampir saja punggung golok menghantam mukanya sitentara Mongolia tersebut, untung saja dia masih keburu memiringkan kepalanya, sehingga mukanya itu selamat dari terjangan punggung goloknya.
Lie Su Han tidak berhenti sampai disitu saja secepat kilat ia mengulurkan tangan kanan , dan telah menghantam perut tentara Mongolia itu pula. Tidak ampun lagi tubuh tentara Mongolia itu telah terjungkal rubuh dilantai. Namun bersamaan dg itu sesosok tubuh telah berkelebat gesit cepat, salah satu tangannya telah diulurkan untuk mencekal baju dipunggung tentara Mongolia tersebut, iapun berkata ,.L0nggiecu, mundur kau…..”‘ Ternyata orang yang telah menolongi si Mongolia agar tidak Sampai perlu terbanting menggelinding terlalu lama dilantai rumah makan, adalah salah seorang dari kedua imam yang datang bersama dengan para tentara. Mongolia tersebut. la merupakan seorang tojin yang berusia enam puluh tahun,dengan kumis dan jenggot yang tumbuh tipis panjang.pandangan matanya tajam dan sipit sekali, memancarkan sinar yg licik,wajahnya juga kurus berpotongan tirus seperti tikus, memperlihatkan tojin tersebut memiliki watak yang tidak begitu baik.Dengan melihat gerakan tubuhnya yang ringan dan juga dapat menyambar tubuh dari sitentara Mongolia yang terhajar rubuh oleh Lie Su han, memperlihatkan tojin ini memang memiliki kepandaian yang tinggi. li su Han hanya berdiam diri saja ditempatnya dan iapun heran dalam hatinya ia membathin . “Hemm tampaknya kedua tojin ini merupakan anjing peliharaan kubilai khan ….. Kepandaian mereka
miliki juga tinggi, aku harus hati2 dan berusaha menyelamatkan keponakanku . . . Ti-jie harus diselamatkan dari tempat ini, karena jika terjadi pertempuran, tentu para tentara Mongolia tersebut,dengan kedua tojin itu, tidak akan segan2 untuk mengeroyok diriku .!” Karena berpikir begitu, Lie Su Han telah menoleh kepada Lie Ko Ti, katanya: ,,Ti-jie (anak Ti) kembalilah dulu kekamar . . . !” Lie 0 Ti tidak rnengerti mengapa dirinya diperintahkan untuk kembali kekamarnya, tetapi ia tidak berani bertanya kepada pamannya itu, hanya mengiyakan mengangguk dan meninggalkan ruangan itu utk pergi kekamaroya.
Waktu itu tojin yang telah menolongi sitentara Mongolia yang seorang itu, mengawasi Lie Su Han. katanya dengan suara yang dingin ,,Pemuda kurang ajar, begitukah caranya meng hadapi hamba negara ?” Lie Su Han telah tersenyum sambil bangkit. .,T0tiang.. Sesungguhnya aku tidak memiliki urusan apa2 dengan para tentara kerajaan Mongolia itu …. ..tetapi mereka selalu mencari. urusan denganku l”,,Tentara kerajaan Mongolia? Hu. hu. sekarang ini terdapat berapa banyaknya tentara kerajaan lainnya? Apakah disamping Khan yang agung Kublai Khan, masih terdapat Kaisar lainnya? Apakah engkau masih bermimpi akan terbangunnya kembali kerajaan Song? Hemm,pemberontak rupanya engkau harus ditangkap untuk menerima hukuman yang setimpal!” Sambil Berkata begitu, tojin tersebut tidak berdiam diri. Dengan hudtimnya ‘ ia mengebut kearah dada sebelah kiri Lie Su Han, yaitu akan menotok jalan darah Bun-ciang-hiat nya orang she lie.
Cara mengebut dari tojin tersebut merupakan kebutan yang aneh dan juga hebat. Aneh,karena bulu hudtimnya itu telah berkumpul menjadi satu sehingga seperti bulu pit pena Tiong- boa), dan juga ujung dari gabungan bulu huddim itu. Lie Su Han menyadari apa artinya dari totokan tersebut jika sampai terkena pada sasarannya, yaitu bahaya yang tidak kecil tentu akan menerjang dirinya. akan membuat dia bercacad untuk seumur hidup. Sebab jika jalan darah,,Bun-ciang-hiai” tersebut tertotok, tenaga murni ditubuh Lie Su Han akan buyar, dan setidaknya tenaga lwekangnya, yang telah dilatihnya belasan tahun, akan buyar punah, berarti untuk selanjutnya ia menjadi manusia bercacad.
Tetapi Lie Su Han juga memiliki kepandaian yang cukup tinggi, tiada mau dirinya dibiarkan terserang seperti itu . Cepat sekali tangan kirinya telah bergerak menyambar cawan minuman didepannya, yang diangkatnya untuk menyanggapi ujung hudtim lawan. Kemudian membarengi dengan itu tangan kanannya. akan menotok jalan darah diketiak tojin. Gerakan yang dilakukan oleh Lie Su Han sangat cepat sekali, karena begitu dia mengangkat cawan minumannya, segera dia menerima serangan ujung hudtim tojin tersebut yang menimbulkan suara nyaring. ,,Treengg, …. .. !” cawan tersebut membentur keras sekali oleh ujung hudtim tersebut, dan benturan itu bukan benturan sembarangan,sebab pada waktu itu ujung dari hudtim telah diselubungi oleh kekuatan lwekang si tojin. Namun Lie Su Han juga bukan menangkis begitu saja, sebab cawan ditangannya itu jika hanya dipergunakan begitu saja untuk menangkis, cawan tersebut akan pecah berantakan. justru Lie Su Han sambil mencekal cawan tersebut. telah mengerahkan lwekangnya yang tersalurkan melin dungi cawan itu, hal mana membuat cawan itu jadi ku at dan keras melebihi besi. Itulah sebabnya, walaupun t elah dibentur oleh ujung Hudtim yang mengandung kek uatan lwekang dari si tojin, tokh cawan tersebut tidak menjadi pecah karenanya.Tojin itu mengeluarkanseruan suara tertahan ,dan lebih kaget lagi waktu melihat tan gan kanan li su han telah menyambar akan menotok j alan darah diketiaknya.
Cepat-cepat tojin tersebut menarik pulang hudtimnya, dan melangkah mundur dua tindak ia memiringkan tubuhnya sedikit kekiri, dan diwaktu tangan Lie Su Han menyambar lewat, ia telah menggerakkan hudtimnya dengan menyalurkan tenaga Im, yaitu tenaga lunak, dimana bulu bulu hudtim itu telah menjadi lemas dan akan melibat pergelangan tangan Lie Su Han.************n,Tetapi Lie Su Han cepat2 membatalkan serangannya itu, ia menarik pulang tangannya, totokannya yang batal membuat bulu2 hudtim Si tojin menyambar tempat kosong Bersamaan dengan itulah. kedua tangan Lie Su Han memegang tepian meja, dibarengi dengan suara bentakannya yang nyaring, dia melompat berdiri sambil kedua tangannya mendorong dan mengangkat tepian meja itu, dengan cepat meja tersebut terdorong dan terangkat terbalik kepada si tojin.Tojin itu mengeluarkan suara kaget dan telah melompat kebelakang.
Gerakan tojin ini memang gesit.ia berhasil meloloskan diri dari samberan meja yang diterbalikan oleh Lie Su Han. Disaat itulah, tubuh si tojin juga tidak tinggal diam. ia telah mengeluarkan suara seruan nyaring lagi, tubuhnya seperti seekor harimau, telah menerjang kepada Lie Su Han, melompat sanibl rnenggerakkan hudtimnya, untuk melancarkan totokan beruntun beberapa kali, kebagian yang mematikan ditubuh Lie Su Han.
Tetapi Lie Su Han telah bersiap sedia, ia berkelit dari kebutan Hudtiin tojin itu, lalu ia mengulurkan tangannya dan cepat luar biasa ia berhasil menangkap ujung hudtim tojin itu dan waktu itulah segera terlihat mereka saling menarik mengadu kekuatan tenaga.Disaat Li su han dan tojin saling mengadu kekuatan tenaga lewat hudtim sitojin tersebut, tiba2 tojin yang seorangnya lagi yang berusia lebih muda, telah melompat dari tempat duduknya, tubuhnya meluncur kesamping Lie Su Han, ia berkata : ,,Pinto Po San Cinjin ingin minta pengajaran dari kau juga…!” Dan tanpa menanti selesainya ,perkataannya itu,terlihat kedua tangan Po San Cinjin telah melayang akan menghantam batok kepala lie su han.walaupun saat itu li su han tengah mengerahkan tenaganya saling menarik hudtim dg tojin yg seorang itu,namun ia tidak gentar menghadapi pukulan telapak tangan dari po san cin jin.
Sambil berkelit begitu, kaki kanan dari Lie Su Han telah bekerja, menggaet kaki kirinya si tojin yang mengaku bergelar Po San Cinjin. Tidak ampun lagi tubuh Po San cinjin terjerunuk kesamping.harus diketahui bhw saat itu Po San Cinjin menepuk dengan telapak tangannya dengan kekuatan tenaga lwekangnya yg penuh maka diwaktu ia kehilangan sasarannya. tubuhnya jadi doyong kedepan, dan ber samaan dengan itu kakinya kena digaet. maka hilanglah keseimbangan tubuhnya dan dia terjerunuk menubruk sebuah meja yang berada tak jauh dari tempat berada. Tidak ampun lagi meja tersebut menjadi pecah berantakan terkena pukulan telapak tangan Po San Cinjin, yang mengandung kekuatan lwekang itu.Suara berisik dari hancurnya meja tersebut juga terdengar bising sekali. Tojin yang seorangnya yg lagi mengadu kekuatan dengan Lie Su han dg menarik hudtimnya, menjadi kaget melihat kawannya itu terguling begitu rupa. Baru saja ia ingin berkata, tojin yang berusia lebih muda darinya itu,Po San Cinjin, telah melompat berdiri dengan muka yang merah padam mengandung kegusaran yang bukan main. Dari mulutnya juga terdengar suara bentakan yang bengis: ,,Pemberontak. jika hari ini engkau tidak dibekuk, tentunya itu akan merepotkan negara Boanciu.dan juga bisa mendatangkan celaka untk kaum Boan—ciu!”
Se!esai berkata, ia telah melompat lagi, mempergunakan hudtimnya ditangan kiri untuk meyerang, tangan kanannya juga menghantam dengan kekuatan lwekang. Dengan cara menyerangnya seperti itu benar2 membuat Lie Su Han terkurung oleh tenaga kekuatan dari tiga macam gempuran kedua tojin tersebut. Waktu itu Lie Su Han tengah memusatkan tenaga lwekangnya untuk menarik hudtim tojin yang lebih tua usianya itu. tetapi justru kini telah datang serangan dari Po San Cinjin.sehingga membuat ia jadi terkepung sedemikian rupa.
Namun Lie Su Han tidak habis daya,ia mengeluarkan suara tawa,tiba2 cekalannya pada ujung bulu hudtim tojin, yang tahu2 kehilangan tenaga menariknya dan tubuhnya terhuyung kebelakang hilang keseimbangan tubuhnya, akhirnya ia terjengkang kebelakang. Mempergunakan kesempatan seperti itu. Lie Su Han telah menggerakkan kedua tangannya dibarengi dengan kedua kakinya yang ditekuk,sehingga tubuhnya berjongkok rendah, dan cepat luar biasa, dari kedua telapak tangan Lie Su Han telah menyambar kekuatan lwekang yang sangat dahsyat’.,Dukkkkk, Bukkkkk’!” terdengar dua kali suara benturan. Ternyata dua serangan dari Po San Cinjin telah berhasil ditangkisnya dengan mempergunakan tenaga lwekangnya, dengan demikian.segera juga tubuh mereka berdua tergoncang keras. Muka Po San Cinjin juga berobah pucat waktu ia telah berdiri kembali dilantai. ,,Tangkap pernberontak ini !” teriak Po San Cinjin setelah mengalur jalan pernapasannya.
Teriakannya itu ditujukan kepada para tentara Mongolia itu. segera juga sembilan tentara mongolia tsb termasuk long gicu mengurung Lie Su Han, mereka juga telah mencabut goloknya masing-masing. Melihat dirinya dikurung demikian banyak tentara Mongolia, yang umumnya memiliki bentuk tubuh tinggi tegap dan juga dengan ikut sertanya dua orang tojin yang masing-masing memiliki kepandaian tinggi tidak berada disebelah bawah kepandaiannya. membuat Lie Su Han jadi mengeluh. Tetapi para tentara Mongolia tersebut sama sekali tidak mau memberikan kesempatan kepada Lie Su Han, sembilan batang golok telah menyambar cepat sekali.
Meluncur keberbagai bagian anggota tubuh Lie Su Han.Sedangkan Po San Cinjin dan tojin yang seorangnya lagi, yang bergelar Bo Liang Cinjin,tidak berdiam dirisaja. Mereka berdua juga telah menyerbu maju dengan mempergunakan .hudtimnya menyerang Lie Su han. Lie Su Han telah dikepung dari berbagai jurusan, dan hal ini memaksa dia harus berusaha menghadapi sebaik mungkin. Tiada jalan lain baginya, ia telah mencabut keiuar pedang dari balik bajunya. Dan dengan pedang pendek tersebut, yang diputarnya cepat sekali, Lie Su Han melindungi dirinya dari setiap serang an lawan2nya. Tubuh Lie Su Han berkelebat2 cepat bagaikan bayangan saja diantara para pengepungnya itu. Segera terlihat, tentara Mongolia yang memang hanya mengerti cara bertempur dimedan perang, tetapi tidak memiiiki ilmu silat yang berarti telah terdesak mundur karena setiap kali golok mereka terbentur dengan pedang Lie Su Han, justu mereka merasakan telapak tangan mereka sakit dan pedih, sebab tenaga lwekang Lie Su Han yang menyelubungi tubuh pedangnya itu, membuat setiap serangan tentara Mongolia tersebut tidak berarti apa-apa buatnya. Yang diperhatikan sekali oleh Lie Su Han adalah kedua tojin itu, yaitu Bo Liang Cinjin dan Po San Cinjin. Kedua tojin tersebut dengan kedua hudtimnya, yang memang telah diselubungi oleh kekuatan tenaga dalamnya, benar2 merupakan tandingan yang cukup berat buat Lie Su Han. Karena itulah berulang kali Lie Su Han telah berusaha untuk berkelit dari senjata lawan2nya itu. Namun kedua tojin tsb selain mendesak dengan keras kepada Lie Su Han, terutama sekali mereka juga menerima bantuan dari kesembilan tentara Mongolia itu walaupun kesembilan tentara Mongolia tersebut tidak memiliki arti yang banyak dalam hal bantuannya. se-tidak2nya bisa memecahkan perhatian Lie Su Han.
Dan itu merupakan suatu keuntungan yang tidak kecil buat Bo LiangCinjin dan Po San Cinjin. Lie Su Han kewalahan juga menerima terjangan kedua tojin itu dengan sembilan tentara Mongolia. Terlebih lagi tidak lama kemudian Bo Liang Cinjin dan Po San Cinjin telah mencabut keluar pedang mereka masing2, yang semula tergemblok dipunggung mereka. Dua sinar putih berkelebat2 mengurung Lie Su Han, dimana kedua batang pedang kedua tojin tersebut seperti juga dua ekor naga yang tengah melingkar2 menyambar diberbagai tempat dari anggota tubuh Lie Su Han yang mematikan. Lie Su Han mengeluh juga, walaupun bagaimana tidak mungkin ia bisa menerobos kepungan itu, karena memang kepandaian kedua tojin tersebut tidak berada disebelah bawah dari kepandaiannya.
pertempuran itu berlangsung dengan seru, namun semakin lama tampak Lie Su Han telah semakin terdesak dan membuat Lie Su Han sering mengeluh. Dan sekali waktu pundaknya telah kena diserempet oleh tebasan pedang Bo Liang Cinjin, untung saja lukanya itu tidak telalu dalam dan parah. Melihat lawannya telah terluka, semangat bertempur dari Bo Liang Cinjin dan Po SanCinjin jadi terbangun, seketika itu juga mereka menambah kekuatan lwekang mereka untuk melancarkan serangan dengan sepasang pedang mereka, yang terus juga berkelebat-kelebat cepat bukan mainDengan teriuka seperti itu, bukannya takut malah Lie Su-Han semakin berani, dengan nekad ia telah mernpergunakan pedang pendeknya untuk melakukan tikaman dan tabasan maut yang berulang kali. Iapun telah berhasil melukai tiga orang tentara Mongolia, dimana mereka telah dilukai oleh tikaman pedangnya pada lengan masing2, sebingga darah mengucur deras sekali.
Tetapi kesembilan tentara Mongolia tersebut masih juga terus menyerang dengan golok masing2. Keringat telah membasahi pakaian Lie SuHan, dan ia berusaha memberikan perlawanan terus Sehingga benturan senjata tajam terdengar rarnai sekali. Diwaktu pelayan dan pemilik rumah makan, serta dua atau tiga orang tamu yang berada ditempat tersebut ketakutan dan bersembunyi dlkolong meja, justru dari arah luar telah terdengar suara : ,.ting-tong ting-tong” yang cukup nyaring, disusul dengan kata2: ,,Aha.ha. ha, ha, rupanya ada pertunjukan yang me narik disini..!”
Dan dari luar, melangkah masuk seorang pendeta yang bertubuh gemuk,dengan kepala yang licin pelontos. Hweshio tersebut mungkin berusia lima puluh tahun pakaiannya terbuat dari pada bahan cita yang kasar berwarna kuning gading. dan pada tangannya terdapat kayu bokkie bersama ketuk kannya yang terbuat dari besi, dan waktu itu ketukan bokkie tersebut bukannya mengetuk kayu bokkie itu, malah telah mengetuk pinggiran tepi kayu bokkie, yang terlapiskan oleh besi. sehingga terdengar suara ting-tong ting-tong tidak hentinya. Lie Su Han tengah sibuk sekali mengadakan perlawanan atas serangan lawan-lawannya itu. maka kedatangan hweshio tersebut tidak membuatnya menoleh, karena jika dia menoleh, tentu akan membuat pecah perhatiannya dan ia bisa menerima bahaya yang hebat. Bo liang cinjin dan po san cinjin tlh melirik sejenak, dan waktu melihat orang yang datang tersebut tidak lain dari seorang hweshio, mereka memperlihatkan wajah mengejek dan telah meneruskan pula penyerangannya pada Lie Su Han malah sekarang lebih gencar lagi, dan juga tenaga lwekang yang mereka pergunakan itu jauh lebih kuat. Kesembilan tentara Mongolia yang sebagian dari mereka telah terluka oleh tikaman maupun tabasan pedang Lie Su Han, membuat mereka sengit melakukan penyerangan dengan senjata. mereka jauh iebih garang dari semula.
Mereka rupanya bermaksud untuk membinasakan Lie Su Han, jika memang mereka tidak berhasil menangkapnya. dg demikian si hwesio seperti juga tidak menerima layanan, apa lagi memang pelayan rumah penginapan tersebut, bersama pemiliknya tengah bersembnnyi dikolong meja ketakutan bukan main. Sipendeta berkepala botak pelontos tersebut tertawa lebar waktu melihat jalannya ,pertempuran itu, iapun telah mengetuk2 terus pinggiran dari tepian kayu bokkie itu. sehingga suara ting-tong ting-tong terdengar semakin jelas dan nyaring, seperti mengiringi jalannya pertempuran tersebut.
TETAPI waktu melihat beberapa kali tubuh Lie Su Han terhuyung seperti akan rubuh si hweshio mengeluarkan suara seruan yang tiada henti-2nya : ,,Sayang. sayang… seorang diri,melawan tikus2 besar yang berjumlah begitu banyak.Inilah tidak pantas ! Inilah tidak pantas! Tidak sedap dilihat !” dan setelah berkata begitu, segera Hweshio mengetuk kayu bokkienya itu lebih gencar, sehingga terdengar suara..ting-tong. tng-tong, ting-tok. ting-tok! Ramainya suara dari terketuknya kayu bokkie tersebut, yang sekali-sekali diselingi dengan terketuknya pembalut tepian kayu bokkie itu, ramai sekali memenuhi ruangan tersebut. sehingga pertempuran yang tengah berlangsung itu seperti juga merupakan suatu pertunjukan yang benar-benar menarik hati. Lie Su Han rupanya memang telah terdesak hebat sekali. dan juga tampaknya tenaganya mu lai berkurang banyak, sehingga ia berulang kali harus terhuyung-huyung akan rubuh dan terdesak keras oleh lawan-lawannya. Namun Lie Su Han juga memiliki latihan yang cukup matang pada ilmu~silatnya, sehingga sejauh itu ia masih bisa mempertahankan diri. walaupun dengan luka-luka yang mulai memenuhi dibeberapa bagian anggota tubuhnya. Satu kali tampak Lie Su Han mengeiuarkan seruan kaget, karena mata pedang dari Bo Liang Cinjin telah menyambar dekat sekali dadanya sebelah kiri hanya terpisah kurang lebih empat dim. dan jika mata pedang itu berhasil menembusi dadanya tentu akan menembus langsung kejantung! Hal itu tentu saja berarti kematian untuk Lie Su Han.
Dengan demikian Lie Su Han jadi agak gugup juga, ia mengangkat pedang pendeknya dan mempergunakan untuk menyampok, dengan jurus ,.Menyingkap Awan Melihat Langit”. dimana pedangnya itu berhasil rnenangkis pedangnya Bo Liang Cinjin.Namun pendeta dari agama To tersebut rupanya tidak menyerang Sampai disitu saja, ia telah mernbarengi dengan kebutan-kebutan hudtimnya pada kepala Lie su Han, dimana bulu kebutan hudtimnya telah berkumpul menjadi satu dan menyambar akan menghantam hebat kepada sasarannya. po san Cinjin juga telah mempergunakan pedangnya menikam kearah pinggang Lie su han diiringi Juga dengan kebatan Hudtimnya kearah lutut Lie Su Han, dimana bulu2 hudtim itu tidak berkumpul malah berpencar Satu dg lainnya, mekar seperti sekuntum bunga. itulah serangan yang berbahaya. karena ujung dari bulu2 hudtim itu seperti juga mata jarum,bila mengenai sasarannya, jelas akan membuat jalan darah yg terletak disekitar lutut Lie Su Han akan tertotok. Belum lagi tikaman pedang dari po San Cinjin pada pinggangnya. .
Benar2 keadaan Lie Su Han terjepit. menghadapi serangan lawan2nya itu, kesembilan golok dari para tentara Mongolia juga telah menyambar kilat keberbagai tubuhnya. Tiada Jalan mundur atau berkelit bagi Lie Su Han dimana membuat ia jadi mengeluh sendirinya. ,,Habislah aku kali ini . . . . . teriak Lie Su han didalam hatinya. Kini. hwesio gemuk itu sudah tidak bisa tertawa lagi waktu melihat keadaan Lie Su Han terjepit seperti itu. Ketukan pada kayu bokkie juga berhenti. Walaupun tubuhnya gemuk. namun gerakan si hwesio ternyata lincah dan gesit sekall. Karena begitu dia menjejakkan kakinya. tubuhnya seperti sebuah bola yang melambung ditengah udara.
Dan disaat itu kayu bokkie ditangannya, berikut pemukulnya juga telah dimasukkan kedalam jubahnya, dimana kemudian waktu tubuhnya meluncur didekat gelanggang pertempuran itu, si hwesio telah menggerakkan kedua telapak tangannya dengan cepat. ,,Aduuuh!” terdengar suara jerit kesakitan, lalu disusul dengan suara jeritan lainnya lagi. Saling susul tampak sembilan tubuh telah terpental berjumpalitan dan kemudian membentur keras sekali dinding ruangan itu. Rupanya kesembilan tentara Mongolia itu telah dapat dibikin terpental satu demi satu oleh sihwesio gemuk tersebut. sehingga begitu mereka membentur dinding, tubuh mereka terkulai rubuh dilantai dalam keadaan pingsan tidak sadarkan diri.
Sesungguhnya Bo Liang Cinjin dan Po San Cinjin tengah dalam kegembiraan yang melihat bahwa lawan mereka dalam beberapa saat lagi akan berhasil mereka rubuhkan, karena mereka meiihat bahwa Lie Su Han memang sudah tidak memiliki jalan mundur lagi untuk menyelamatkan dirinya. Namun betapa terkejutnya mereka waktu melihat kejadian yang tidak pernah mereka sangka, yaitu kesembilan dari tentara Mongolia itu, masing2 telah berhasil dibuat terpental begitu rupa oleh si hweshio gemuk tersebut. Karena kedua tojin itu terkejut maka mereka menahan sedikit serangan mereka yg merandek beberapa detik. Mempergunakan kesempatan itulah si hweshio gemuk tersebut telah mengulurkan tangan kanannya mencengkeram baju dipunggung Lie Su Han, dan menghentaknya, menarik dengan cepat, sehingga tubuh Lie Su Han bisa diselamatkan dari serangan kedua tojin itu. Bukan main marahnya Bo Liang Cinjin dan Po San Cinjin, mereka telah mengawasi si hwesio dengan sorot mata yang tajam bengis.,,Kerbau…..siapa kau yang begitu lancang tangan berani mencampuri urusan kami ?” bentak Bo Liang Cinjin kemudian dengan suara bengis rnengandung kemarahan yang sangat. ,,Ya, kau rupanya mencari mampus. kerbau gundul !” teriak Po San Cinjin dengan suara yang tidak kalah bengisnya.
Si Hwehsio gemuk tertawa bergelak, ia melepaskan cekalannya pada pakaian Lie Su Han, yang waktu itu telah merasa bersyukur, karena dirinya telah diselamatkan oleh si hwesio. ..Aku sipendeta miskin yang tidak bernama.. …. ..kebetulan aka menyaksikan pertandingan yang tidak sedap dipandang, sehingga Siauw-ceng terpaksa ikut mencampurinya …. .!” rnenya huti hweshio tersebut dengan sikapnya yang tetap riang. ,,Siauwceng hanya menghendaki kalian bertempur dengan cara yang adil. seorang demi seorang. tidak seperti tadi, main meluruk begitu…..!” dan sipendeta tersebut telah tertawa bergelak. Bo Liang Cinjin dari Po San Cinjin membuka mata lebar2 dan membentak mengandung kemarahan yang sangat: ,,Engkaukah yang bergelar Bi Lek Hud Sung Ceng Siansu ?” tanya Bo Liang Cinjin kemudian. Sipendeta tertawa sambil mengangguk. Memang gelarannya adalah Sung Ccng Siansu. Tetapi disebabkan ia gemar sekali tersenyum dan tertawa tidak henti2nya setiap menghadapi lawan bicaranya, maka pendeta ini telah diberikan julukan lainnya, yaitu Bi Lek Hud, si Buddha tertawa. ,.Memang tidak salah, rupanya Totiang berdua memiliki mata yang sangat tajam…!” kata Bi Lek Hud Sun Ceng Siansu. Dan sekarang apakah totiang berdua akan meneruskan main2 dengan senjata tajam itu dengan tuan ini?” sambil berkata begitu, si Bi Lek Hud telah menunjuk kepada Lie Su Han, yang waktu itu berdiri disampingnya. Bo Liang dan Po San Cinjin berdua sesungguhnya telah cukup lama dan sering mendengar nama Bi Lek Hud Sung Ceng Siansu. yang merupakan seorang hweshio yang memiliki kepandaian tinggi dan disegani oleh jago2 rimba persilatan. Tetapi walaupun begitu Bo Li-ang Cinjin dan Po San Cinjin juga rnerupakan dua orang tojin dari pintu Kun Lun Pay yang memiliki kepandaian tinggi. Mereka juga merupakan dua orang murid tingkat ketiga, dengan demikian mereka rnemiliki nama dan tingkat derajat yang tinggi dalam bilangan pintu perguruan Kun Lun pay. Sekarang, dalam keadaan marah seperti itu,walaupun mereka telah mengetahui bahwa hwe sio gemuk tersebut adalah Bi Lek Hud Sung Ceng Siansu yang kesohor namanya didalam bilangan Kangouw, tokh mereka tidak merasa gentar. ,,Kami tidak akan memperdulikan dulu pemberontak itu,”,.Jika mernang Taisu bisa merubuhkan kami berdua, maka pemberontak itu akan kami ijinkan untuk pergi bebas kemana dia mau ….. ..!” Hebat kata-katanya yang diucapkan oleh Bo Liang Cinjin. karena itulab sebuah tantangan untuk Bi Lek Hud Sung Ceng Siansu. Tetapi Sung Ceng Siansu tidak melawan kata-kata tantangan itu dengan sikap mendongkol atau marah, ia malah tertawa. Sama seperti julukannya, yaitu Bi Lek Hud, ia telah memperlihatkan sikapnya yang selalu riang. ,,Lucu sekali,” kata Bi Lek Hud Sung Ceng Siansu kemudian. ,,Kalian membawa sikap seperti anak kecil. Jika boleh.
Siauwceng ingin sekali mengetahui gelaran yang mulia dari Jie-wie Totiang. . .!” ,,Pinto Bo Liang Cinjin dan ini adikku PoSan Cinjin,” kata Bo Liang Cinjin, suaranya tetap memperlihatkan perasaan tidak senang dan membenci kepada Bi Lek Hud Sung Ceng Siansu. ..Dan kami justru hendak .meminta petunjuk dari Bi Lek Hud Sung Ceng Siansu yang begitu terkenal namanya dikalangan Kangouw!”
“ha ha ha ,, tertawa pendeta yang selalu riang itu sambil mengusap2 perutnya yang memang membuncit, dan kemudian ia berkata ‘,,Benar2 lucu! Rupanya hari ini Siauwceng berjodoh bertemu dengan dua orang tokoh Kun Lun Pay yang memiliki nama begitu menggetarkan rimba persiiatan! Inilah namanya suatu rejeki yang besar dan keberuntungan yang tidak pernah Siauwceng berani harapkan sebelumnya! Apa lagi sekarang, Jiewie Totiang hendak mengajak Siauwceng main-main, dengan begini. itulah suatu penghormatan yang besar untuk Siauw-ceng. mana berani Siauwceng untuk menampiknya ?”Sambil berkata. tangan kanan Bi Lek Hud Sung Ceng Siansu telah mengusap2 perutnya yang memang sangat buncit itu. Mendengar bahwa tantangan mereka itu diterima dengan cara seperti itu, Bo Liang Cinjin dan Po San Cinjin tidak membuang2 waktu pula. Bo Liang Cinjin menggerakkan pedangnya ditangan kanannya menikam kearah perut si hweshio, gerakannya cepat sekali.
Dan juga Hudtim nya telah dikebutkan kekepala si hweshio. Bi Lek Hud Sun Ceng Siansu mengeluarkan suara teriakan kaget diiringi tawanya ,,celaka…,,serunya, dan tangan kanannya mengusap perutnya yang buncit lebih cepat, tangan kirinya menutupi kepalanya yang gundul itu, seperti takut kena dikemplang. Dan sambil berbuat dengan tingkah laku yang lucu seperti itu, ia juga telah mencelat kesamping, gerakannya begitu ringan dan cepat sekali. Dan gerakan dari Bi Lek Hud Sung Ceng Siansu tersebut telah membuat tikaman dan kejaran hudtim Bo Liang Cinjin jatuh ditempat kosong.Sedangkan Po San Cinjin yang melihat tikaman dan kemplangan hudtim dari saudara seper guruannya tidak berhasil mengenai sasarannya,jadi mengeluarkan suara seruan nyaring sambil menggeraklran pedang dan hudtimnya juga menikam dari mengebut kepada Bi Lek hud Sung Ceng Siansu.
Gerakan yang dilakukannya itu disertai oleh kerahan tenaga lwekang sembilan bagian. Hal ini disebabkan Po San Cinjin menyadari bahwa orang yang tengah dihadapinya ini adalah seorang lawan yang memiliki kepandaian yang tinggi sekali dengan demikian telah membuat ia melakukan tikaman dan kebutan hudtimnya itu dengan mempergunakan tenaga lwekang yang tidak kepalang tanggung. Tetapi seperti tadi, Bi Lek Hud Sung Ceng Siansu telah mengulap-ulapkan tangannya, sambil berkata: ,,Celaka perutku …. .!
Celaka perutku! Habislah kepalaku ! Ohhh, celaka! Sungguh celaka!” Walaupun Bi Lek Hud Sung Ceng Siansu berbuat tingkah laku yang jenaka seperti itu,tokh kenyataannya gerakan tubuhnya cepat dan gesit sekali. sama sekali serangan yang dilakukan Po San Cinjin tidak berhasil mengenai sasarannya, karena pedang dan hudtirnnya telah menyerang ketempat kosong. Dengan begitu. Po San dan Bo Liang Cinjin penasaran bukan main, dan mereka telah berbareng mengeluarkan suara bentakan sambil menggerakkan senjata mereka, yaitu sepasang pedang dan sepasang hudtim saling sarnber cepat sekali dari empat jurusan kepada Bi Lek Hud Sung Ceng Siansu. Tetapi Sung Ceng Siansu telah melompat kesana kemari dengan gerakan tubuh yang ringan sekali, dimana ia pula acap kali berteriak teriak ,,Celakalah aku..celakalah aku…oh enggkau..perutku tersayang, akan robeklah engkau dicium pedang Totiang ini …. ..! Sungguh celaka kalau sampai kepalaku yang gnndul ini kena dibelai oleh bulu-bulu dari Totiang-totiang itu.” dan tubuhnya telah melejit kesana kemari. Memang cukup rnenakjubkan. walaupun bentuk tubuhnya gemuk bundar seperti itu. kenyataannya Sung Ceng Siansu bisa bergerak begitu gesit dan lincah.
Malah sering sekali ia berteriak-teriak seperti orang ketakutan. tidak lupa ia menyelingi. dengan suara tertawanya. setelah lewat sepuluh jurus. semakin lama Bo Liang Cinjin dan Po San Cinjin semakin panas hatinya. Keduanya telah mengerahkan seluruh kekuatan lwekang mereka dan telah menikam dan mengebut dengan hudtim dan pedang mereka gencar sekali. Kenyataannya, kedua tojin tersebut tetap mendesak Sung Ceng Siansu. Malah setelah lewat sepuluh jurus pula disaat mana Bo Liang Cinjin dan Po San Cinjin tetap tidak berhasil unluk melukai Snng Ceng Siansu. bahkan mendesak sihwesio saja mereka tidak bisa disaat itulah Bi Lek Hud Sung ceng Siansu teiah berkata dengan suara yang sangat nyaring ‘ ‘ aa haha a a, rupanya sekarang giliran aku si gemuk untuk memperlihatkan betapa tebalnya perutku ini, dan betapa atosnya kulit kepalaku. . . hihihihi, hahahaha… ” dan sambil tertawa begitu, tahu2 Sung ceng Siansu sambil berkelit mengelakkan tikaman dari Bo Liang Cinjin yang menggerakkan pedangnya kearah pahanya, tubuh pendeta gemuk itu telah melambung keatas setombak lebih, kedua kakinya ditekuk. dan kedua tangannya dilibatkan pada kedua kakinya dimana tubuhnya yang gemuk itu benar benar jadi bulat seperti juga sebuah bola.
Dan tubuh dari Sung ‘Ceng Siansu berputaran ditengah udara. lalu kepalanya itu mennyeruduk kepada Bo Liang Cin jin, disaat tubuh hweshia tersebut meluncur turun dengan cepat. Bo Liang Cinjin yang, menyaksikan cara menyerang Bi Lek Hud Sung Ceng Siansu yang aneh dan luar biasa ini, tertegun sejenak. karena ia tidak mengerti, bahwa hwesimo ini benar-benar membuktikan ancamannya, bahwa ia akan memperlihatkan kekedotan dan keatosan kulit kepalanya. Namun Bo Liang tidak bisa berlaku ayal. karena tubuh Bi Lek Hud Sung Ceng Siansu telah meluncur cepat sekali dan kepalanya yang gundul itu hanya terpisah tiga dim dari dada Bo Liang Cinjin.
Mati-matian bo Liang Cinjin telah menjengkangkan tubuhnya kebelakang, dengan gerakan ,.Tiat-Pan-‘ko” atau jembatan besi, sehingga walaupun tubuhnya terjengkang kebelakang, ia masih bisa berdiri diatas kedua kakinya yang tertekuk dalam-dalam itu. Sikap yang diperlihatkan pada gerakannya benar-benar mirip dengan Jembatan Besi, seperti nama dari jurus itu. Karena tidak mengenai sasarannya, maka serudukan Sung Cong Siansu mengenai dinding, ia tidak bisa menahan meluncurnya tubuhnya yang berputar seperti bola itu, maka kepalanya yang gundul plontos menghantam kuat sekali dinding ruangansebelah kanan. Terdengarlah suara nmenggelegar yang sangat keras sekali, dan dinding itu jadi jebol berlobang. karena dinding itu seperti dihantam oleh sesuatu benda yang keras dan kuat sekali. ‘ Sedangkan Bi Lek Hud Sung. Ceng Siansu sendiri sambil tertawa ,,Hahaha!” telah berdiri dengan kedua kakinya, sedikitpun tidak terlihat mabok atau pusing akibat benturan kepalanya itu dengan dinding tersebut yang jadi berantakan batunya, meluruk hancur dikaki tembok.
Bo Liang Cinjm dan Po San Cinjin jadi berdiri kaku kaget dan heran, mereka tidak mengerti betapa kuatnya kepala botaknya si Buddha tertawa itu, Sung Ceng Siansu. Sambil tertawa hahahaha tidak hentinya, Bi Lek Hud Sung Ceng Siansu telah melangkah mendekati Bo Liang Cinjin dan Po San Cinjin ! Tiba2 hweshio gemuk ini duduk dilantai sambil tertawa tergelak2 tiada hentinya. kedua tangannya mengusap2 perutnya yang buncit .,Lucu sekali. .. lucu sekali. . .!” kata hweshio gemuk tersebut terus menerus dengan tertawanya yang terpingkal Seperti itu. , Sungguh menggelikan. . . Huhaha. . . sungguh lucu!” Bo Liang Cinjin dan Po San Cinjin yang telah tersadar dari tertegunnya dan berkurang perasaan kaget mereka, ketika melihat tingkah laku hweshio jenaka tersebut yang seperti juga mengejek diri mereka,keduanya jadi memandang benci.dan bo liang cinjin telah bertanya dg suara membentak,,apanya yg lucu ?,, ..Kalian berdua, lucu sekali..!” menyahuti Sung Ceng Siansu sambil terus tertawa keras terpingkal2. ..Ada apa pada kami yang lucu ?” bentak Po San Cinjin, yang jadi mendongkol bukan main. ..Kalian berdua merupakan tojin-tojin yang tidak punya guna. .. lucu sekali, seperti anak kecil yang takut menghadapi kodok. . . mengapa kalian tidak menangkis terjanganku tadi dan melainkan kalian hanya berusaha menyingkir menyembunyikan ekor ? Menyahuti sun ceng Siansu dengan diselingi suara tertawanya Yang bergelak.
Muka Bo Liang Cinjin dan Po san Cinjin jadi berobah merah padam. mereka gusar dan penasaran bukan main, keduanya menahan kemarahan mereka sampai tubuh mereka menggigil. ,,Baiklah. kata Bo Liang Cinjin dengan Suara yang keras. Pinto ingin melihat sampai berapa tinggi kepandaian dari Bi Lek Hud Sung ceng siansu yg dipuji2 orang rimba persilatan dan membarengi perkataannya tampak Bo Liang Cinjin telah mengebutkan hudtimnya kesamping, lalu pedang ditangan kanannya menyambar kearah Sung Ceng Siansu. yang, masih tetap duduk ditempatnya tanpa bergerak. Po San Cinjin juga rupanya tidak mau berdiam diri. Ia pun penasaran karena dengan maju berbareng berdua seperti itu, biasanya mereka merupakan jago yang sulit sekali ditundukkan oleh siapapun juga. Namun sekarang malah hweshio berkepala gundul yang jenaka ini bagaikan tidak memandang sebelah mata pada mereka. Dengan demikian. perasaan penasaran telah meliputi kedua tojin, sekarang turun tangan mereka rnelakukan tikaman dengan pedang masing2. juga melancarkan kebutan dengan hudtim mereka. Kedua tojin itu melalukan dengan bersungguh2 dg mempergunakan jurus ilmu pedang kun lun kiam hoat.
Ilmu pedang Kun Lun Kiam Hoat terdiri dari delapan puluh enam jurus. Dan setiap jurus dipecah menjadi dua gerakan, dengan demikian. jumlah seluruh gerakan dari Ilmu pedang itu menjadi seratus tujuh puluh bagian. Ilmu pedang kun lun juga memiliki banyak perubahan,antara jurus satu dg jurus lainnya selalu memiliki hubungan yg erat. Jika serangan pertama gagal maka jurus selanjutnya akan segera menambal kekurangan yang terdapat pad a jurus yang terdahulu itu. Dengan begitu, ilmu pedang tersebut bagaikan memiliki rangkaian yang erat dan selalu beruntun sekali jurus demi jurus mengepung lawannya. Terlebih lagi sekarang Bo Liang Cinjin dan Po San Cinjin melakukan serangan kepada si pendeta jenaka itu dengan berbareng, sekaligus maju berdua, dan juga mereka memainkan ilmu pedang Kun Lun Kiam Hoat dengan bersungguh2, dengan demikian, telah menyebabkan setiap jurus yang mereka pergunakan memiliki kekuatan yang bisa mematikan. Tetapi Sung Ceng Siansu sama sekali tidak jeri untuk berurusan dg kedua tojin kun Lun Pay tersebut, ia masih tetap duduk ditempatnya dengan tertawanya yang bergeela2 tidak hentinya.
Waktu dilihatnya kedua batang pedang Bo Liang Cinjin dan Po San Cinjin itu menyambar kearah perut dan pundaknya. Sung Ceng Siansu tetap tertawa malah iapun berseru: ..Ohh, bisa celaka aku ! Sungguh berbahaya . . . !” Lalu tubuhnya seperti bola bundar telah menggelinding dilantai, dan kemudian telah duduk pula dibagian lainnya. Dengan demikian sambaran kedua batang pedang bo liang cinjin dan po san cinjin mengenai tempat kosong. ,,Ay0 kita bermain petak . ,.!” kata hwesio jenaka tersebut. Aku gembira sekali bisa bermain2 dengan kalian bardua, jie-wi Totiang!” Muka Bo Liang Cinjin dan Po san Cinjin jadi berobah merah. karena mereka benar2 penasaran sekah. tidak disangka oleh mereka sama sekall, bahwa kini justru rnereka seperti juga dipermainkan oleh pendeta gundul yang jenaka itu, dan seperti juga ilmu pedang mereka yang sesungguhnya telah dilatih mahir, bagaikan tidak memiliki arti apa2 lagi buat sipendeta berkepala botak tersebut. .,
Baiklah lihat serangan. . ‘” bo liang cin jin telah membentak, sambil melompat pedang di tangannya digetarkan sekaligus melancarkan tikaman ketiga bagian ditubuh anggota bagian pendeta gundul tersebut yaitu lengan dada dan perut. Po San Cinjin juga rupanya tak mau ketinggalan,ia maju mendekati si hwesio jenaka itu dari arah samping kanan pedangnya digerakkan menabas kearah pinggang si hweshio. Tetapi sung ceng siansu tergelak gelak tiada hentinya.kini ia tidak menggelinding dilantai seperti biasanya tetapi tetap duduk ditempatnya, kedua tangannya telah digerakkan yang tangan kiri diulurkan untuk menjepit pedang bo Liang Cinjin dengan jari telunjuk dg jari tengahnya, kemudian tangan satunya lagi digerakkan untuk menjepit pedang po san Cinjin. Kedua tojin tersebut melihat gerakan Sung Ceng Siansu, dan mereka juga mengetahui maksud dari pendeta jenaka itu Yang hendak menjepit pedang mereka.
Namun mereka tidak berdaya untuk mengelakkan pedang mereka dari jepitan sihweshio. karena gerakan yang dilakukan oleh Sung Ceng Siansu sangat cepat. sehingga mereka hanya bisa melihat meluncurnya kedua tangan Sung Ceng Siansu, tahu-tahu mereka telah kena dipermainkan oleh hweshio jenaka itu. dimana ketika pedang mereka masing—masing kena dijepit oleh jari tangan Sung Ceng Siansu, tahu-tahu Bo Liang Cinjin dan Po San Cinjin merasakan tubuh mereka terangkat terapung ditengah udara, berputar2 tidak hentinya. Karena dengan menjepit pedang kedua lawannya itu, Sung Ceng Siansu telah mengerahkan lwekangnya, dan kemudian lewat kedua badan pedang itu,ia mengangkat naik kedua tubuh tojin itu.
Kedua tojin itu kaget bukan kepalang, mereka mengeluarkan suara seruan nyaring, berusaha memberatkan tubuh mereka guna turun kelantai pula. Namun mereka seperti tidak berdaya lagi, tubuh mereka tetap melayang terapung ditengah udara. Kedua tojin itu menyadari, mereka baru bisa menghindarkan diri dari libatan tenaga lwekang Sung Ceug Siansu, jika saja mereka melepaskan pedang masing-masing. Namun dengan melepaskan pedang, berarti mereka telah menampar muka sendiri, karena bagi orang-orang persilatan, senjata sama dengan jiwa mereka, dengan terlepasnya senjata mereka, berarti pamor dan nama baik mereka runtuh dengan sendirinya, dan sulit untuk mengangkat kepala lagi.Itulah sebabnya. Untuk beberapa saat lamanya Bo Liang Cinjin dan Po San Cinjin jadi ragu-ragu dan bimbang untuk melepaskan senjata mereka.
Berulang kali hudtim mereka berusaha menghantam kearah kepala dan pundak si hwesio jenaka itu. Namun Sung Ceng Siansu sambil tertawa hahahahaha tidak hentinya menggerakkan dua tangannya itu ,yg jari tangannya menjepit pedang kedua lawannya itu,kepalanya Yang gundul pelontos telah digerakkan miring keklri dan kekanan cepat sekali, menghindari dengan mudah Setiap kali kebutan hudtim dari kedua tojin muda itu tiba. Memang terdapat kesulitan yang tidak kecil buat Bo Liang Cinjin dan Po San Cinjin. Pedang mereka berukuran panjang, dengan begitu, hudtim mereka yang berukuran lebih Pendek dari pedang mereka. jadi selalu gagal mencapai sasaran yang mereka kehendaki. ‘ Lie Su Han yang menyaksikan dari jarak tiga totnbak lebih, merasakan berkesiuran angin dari meluncurnya kedua tubuh tojin itu, yang tetap melayang-layang terapung ditengah udara.
Betapa kagumnya Lie Su Han. sehingga ia memuji tidak hentinya. Kepandaian yang telah diperlihatkan oleh Sung Ceng Siansu memang menakjubkan, dan menurut Lie Su Han mungkin hanya gurunya, yaitu Bu Siang Siansu yang dapat menandinginya. Sung Ceng Siansu rupanya menganggap bahwa tidak cukup mempermainkan kedua tojin itu karena setelah memutar tubuh kedua tojin itu beberapa saat lamanya pula. tahu-tahu Sung Ceng Siansu telah menghentak kedua tangannya, pedang Bo Liang Cinjin patah tiga,dan pedang Po San Cinjin patah dua. Tubuh mereka terlempar ketengah udara.
Mati-matian Bo Liang Cinjin dan Po’San Cinjin berusaha menguasai tubuh mereka, sehingga mereka jatuh tanpa terbanting, kedua kaki mereka terlebih dulu tiba dilantai. Namun karena disebabkan mereka tadi telah dl-putar2,sehingga mereka merasa pening, mata mereka juga berkunang2, begitu kaki mereka menginjak lantai, tubuh rnereka terhuyung2 lama, sampai akhirnya kedua tojin itu bisa menguasai tubuh mereka tidak terhuyung lag!-Kesembilan tentara Mongolia yang tadi telah pingsan dibanting oieh Sung Ceng siansu, kini telah tersadar dan berdiri disamping dengan hati yang kecut. nyali mereka telah pecah karena mereka rnenyadari jika mereka maju lagi, niscaya mereka akan menderita Siksaan yang jauh lebih hebat lagi dari hweshio yang kepandaiannya tinggi itu.buktinya kedua tojin yg berkepandaian sangat tigggi yg mereka andalkan, telah berhasil dipermainkan oleh hweshio tersebut. Sung Ceng Siansu telah melompat berdiri,tetapi tidak h entinya tertawa. ,,Apakah kalian masih hendak main2 dengan Siauw-ceng ?” tanya pendeta itu. Muka Bo Liang Cinjin dan Po San Cinjin berobah marah, mereka penasaran dan marah sekali, tetapi mereka juga dapat melihat keadaan,walaupun mereka penasaran, tokh disebabkan mereka menyadari tidak akan dapat melayani pendeta tersebut, mereka memutuskan untuk menyudahi pertempuran itu. Segera Bo Liang Cinjin berkata: ,,
Baiklah. kali ini kami dirubuhkan olehmu, tetapi kelak Pinto berdua akan mencarimu untuk meminta petunjuk pula…!” dan setelah berkata begitu, Bo Liang Cinjin melirik kepada Po San Cinjin, memberikan isyarat kepada kakak seperguruannya itu guna berlalu, begitu juga kedua tojin ini telah mengangkat tangannya untuk memberi tanda kepada sembilan tentara Mongolia yang tadi datang bersama mereka, untuk berlalu meninggalkan tempat tersebut. bi lek hud sung ceng Siansu tertawa bergelak2 dengan sikapnya yang jenaka, ia menoleh kepada Lie Su Han waktu Bo Liang Cinjin dan kawan2nya itu berlalu dari ruangan makan rumah penginapan tersebut. ..Anak muda, apakah engkau tidak mengalami cidera didaiam tubuh ‘.?” tanya Sung Ceng Siansu diantara suara tertawanya itu. Lie Su Han cepat2 merangkapkan kedua tangannya memberi hormat, dan ia berkata dengan sikap sangat berterima kasih : ,,Terima kasih atas pertolongan yang diberikan Taisu…,Siauwte hanya terluka luar Saja. luka yang tidak begitu berarti dan nanti setelah obat, tentu akan sernbuh dengan cepat…..” .,Bagus !” kata Sung Ceng Siansu kemudian dengan suara yang nyaring. lalu mengeluarkan kayu bhokienya yg kemudian diketuk2 ,,kukira akupun harus berlalu…..!,,
Li su han nenyatakan terimakasihnya lagi dan ia mengantarkan sung ceng siansu sampai dimuka pintu rumah penginapan tsb.tetapi waktu pendeta jenaka itu hendak berlalu sambil mengetukkan terus kayu bokhienya terdengar suara jeritan tertahan dari seorang anak kecil.cepat sekali lie su han dan sung ceng siansu menoleh mereka melihat sosok tubuh melompat kejendela dan lenyap diluar.sosok tubuh itu yang berpakaian berwarna jingga,tangannya mengempit sesosok tubuh kecil lainnya.tetapi mata sung ceng siansu dan lie su han yang tajam seketika mengenal bahwa anak kecil yang berada dalam kempitan orang berpakaian jingga itu adalah lie ko ti keponakan lie su han.
Bukan main kagetnya lie su han,gesit sekali ia melompat menyusul kearah jendela itu dimana ia melompat keluar untuk menggejar org yg menculik lie ko tie.Sung ceng siansu yg batal pergi meninggalkan tempat itu telah melayang melompat juga kejendela itu dan ia telah melayang dg ringan sekali.Empat kali menjejakkan kakinya dilantai seketika itu juga ia berhasil melampaui lie su han .orang yang berpakaian baju warna jingga itu ternyata memiliki ginkang yang tinggi sekali.walaupun ditangan kanannya mengempit lie ko ti tetapi ia bisa bergerak dg ringan sekali dimana ia telah melompat kegenting rumah penduduk lainnya.Sung ceng siansu boleh memiliki ginkang yang mahir tetapi kenyataan ia tidak bisa mengejarnya dg segera,jarak mereka masih terpisah cukup jauh.lie su han yang memiliki ginkang dibawah ginkang bi lek hud sung ceng siansu tertinggal jauh sekali.bukan main berkuatirnya lie su han.ia sampai mengucurkan keringat dingin,dan juga diwaktu itu ia seperti melupakan luka2 yang terdapat disekujur tubuhnya.
Dengau mengerahkan seluruh tenaga yang ada padanya, ia berlari cepat sekali. Dan beberapa kali. karena tergesa2 seperti itu, keseimbangan berat kedua kakinya sering tidak terkendalikan dan menginjak pecah beberapa genting rumah penduduk.
Sung Ceng Siansu yang dijuluki orang rimba persilatan sebagai Bi Lek Hud, si Buddha tertawa itu, sekarang ini jadi tidak bisa tertawa. la heran dan kaget juga didalam hatinya melihat orang yang menculik li ko ti ternyata tdk berhasil dicandaknya dg segera karena penasaran. Sung Ceng sansu’ mengempos semangatnya dan telah mengerahkan tenaganya,tubuhnya yang bulat gemuk itu beqlari secepat terbang. Orang yang berpakaiaan jingga itu berlari menuju kearah pintu Go-may. Ia brlari begutu cepat sekali, sehingga setibanya dipimu kota tersebut, dimana ada belasan orang tentara Mongolia yang menjaga pintu kota tersebut hendak menegurnya, tapi tubuh lelaki berpakaian jingga tersebut telah melesat melewati mereka dengan ringan. sehingga belasan penjaga itu hanya berdiri tertegun saja, dengan hati bertanya2 apakah mereka bertemu hantu disiang hari bolong seperti itu. dan belum lagi lenyap heran mereka, waktu itu telah berkelebat pula sesosok tubuh yang gemuk dan telah lenyap dari pandangan mata mereka dalam waktu yang singkat. Itulah Sung Ceng Siansu Yang juga mengejar lelaki berpakaian jingga keluar dari kota Siangyang.’ Lie su Han yang memiliki ginkang tidak setinggi sung ceng siansu tidak bisa melewati barisan penjaga kota tersebut begitu saja. karena diapun tengah dalam keadaan terluka napasnya juga memburu keras sekali. Belasan penjaga pintu kota itu telah menghadangnya. Lie Sn Han mengeluh, karena jika ia melayani belasan penjaga pintu tersebut. tentu akan membuang waktu saja, dan berarti juga ia akan semakin tertinggal oleh penculik Lie’K0 T1 dan Sung Ceng Siansu.
Tetapi sekarang belasan penjaga pintu kota itu telah menghadangnya. dengan demikian Lie Su Han mau atau tidak harus berusaha melewati mereka. karena jika tidak tentu banyak kerewelan. Untuk mengambil jalan memutar lewat pintu kota lainnya.tentu akan membuang waktu. ..Berhenti .. . !” bentak beberapa tentara penjaga pintu kota tersebut ketika melihat Lie su Han berlari semakin dekat. Lie Su Han tidak mengurangi kecepatan berlarinya, ia terus juga berlari dengan gesit sekali. Hanya diam2 Lie Su Han telah menyalurkan kekuatan lwekangnya pada kedua tangannya, dan waktu tiba dihadapan para penjaga pintu kota tersebut. Tangannya beruntun bergerak, maka terlemparlah lima orang dari tentara penjaga pintu kota tersebut,sisanya terkejut. Tetapi sewaktu mereka hendak mengangkat tombak dan golok mereka waklu itu Lie Su Han telah menggerakkan pula kedua tangannya. Empat orang lagi dari tentara Mongolia penjaga pintu kota tersebui terlempar keudara,sisanya dua orang. mereka semua ciut nyalinya dan tidak berani menghalangi Li su Han pula.
Maka cepat sekali Lie Su Han telah melewati mereka dan berlari terus keiuar kota Siangyang. Penculik Lie K0 Ti yang memiliki ginkang mahir itu, masih terus berlari cepat sekali, dalam waktu sekejab mata saja telah lima puluh lie lebih dilewatinya. Namun Sung Ceng Siansu yang penasaran melihat ia masih belum bisa mengejarnya. suatu kali, diwaktu jarak mereka terpisah belasan tombak. Sung Ceng Siansu mengayunkan tangan kananny, maka melesatlah besi pengetuk kayu bokkienya. Lemparan besi pengetuk kayu bokkie itu disertai dengan kekuatan lwekang yang hebat,hal mana bagaikan sebatang anak panah yang terlepas dari busurnya, maka besi pengetuk kayu itu menyambar kearah punggungnya itu.
Pcnculik Lie K0 Tie tidak menghentikan larinya, hanya tangan kirinya telah dikebutkan kebelakang’ Gerakan yang dilakukannya itu luar biasa kuatnya. karena batang besi pengetuk kayu bokkie tersebut bisa disampoknya terpental kesamping kanan. Namun disebabkan gerakannya itu, membuat larinya penculik tersebut terlambat beberapa detik saja. Dan juga pada waktu yang lainnya beberapa detik itu justru telah dapat dipergunakan sebaik mungkin oleh Sung Ceng Siansu, karena waktu itu sipendeta yang digelari orang rimba persilatan dengan julukan Bi Lek Hud tersebut, telah rnenjejakkan kakinya,tubuhnya melompat cepat sekali dan berada didekat penculik itu, hanya terpisah dua tombak lebih. Penculik Lie K0 Ti masih berusaha melarikan diri, tetapi justru diwaktu itulah Sung Ceng Siansu telah menggerakkan tangan kanannya menghantam kepada penculik itu dengan pukulan Pek Kong Ciang. sehingga walaupun mereka terpisah masih dua tombak lebih, tokh angin pukulan itu bisa menghancurkan batu. apalagi hanya punggung manusia.
Penculik Lie K0 Ti terpaksa harus mengelakkan gempuran itu dengan memandekkan tubuhnya, yang dibungkukan dan dimiringkan juga kekiri. dengan demikian ia bisa menghindarkan diri dari terjangan tenaga gempuran Sung Ceng Siansu. Namun akibat berkelitnya dia.kesempatan itu dipergunakan Sung Ceng Siansu untuk melompat kehadapan penculik tersebut menghadang jalan larinya. ,,hahahahaha. . .!” pendeta jenaka ini tertawa keras bergelak2, kini ia baru bisa tertawa karena telah berhasil mengejar penculik tersebut. ,,Rupanya engkau akhirnya harus mengakui juga, bahwa aku sung Ceng siansu masih lebih menang diatasmu ….. .. ” Sambil berkata begitu. Sung Ceng Siansu mengawasi sipenculik. ‘ternyata dia seorang lelaki yang wajahnya kurus panjang, dengan kumis dan jenggot yang tipis pendek. dan mata yang terbuka besar menclos agak keluar, seperti juga mata ikan koki, mulutnya kecil, monyong seperti mului tikus.
Usianya mungkin sudah lima puluh tahun. Waktu itu sipenculik tersebut telah berkata dengan marah: “Pendeta gundul,kau mencari mampus heh ?” penculik berpakaian jingga tersebut juga bukan hanya berkata begitu saja, dengan tangan kirinya _ia telah mendorong kepada Sung Ceng Siansu, kearah dada pendeta tersebut. Dorongan itu mengandung tenaga yang kuat sekali, menerjang seperti datangnya gelombang laut yang saling susul. Sung Ceng Siansu tertawa keras, tubuhnya yang bulat itu telah melompat ketengah udara, kedua kakinya ditekuk, dan kedua tangannya memeluk kedua kakinya tersebut, dan Seperti bola bundar. tubuh sipendeta yang gemuk itu telah berputar ditengah udara, tahu2 meluncur menyambar kearah dada sipenculik. Penculik tersebut terkejut. ia mengetahui hebatnya cara menyerang Sung Ceng Siansu, maka ia tidak bisa meremehkannya. Tetapi waktu itu ia sudah tidak memiliki waktu yang banyak guna menghindarkan diri. dan jalan satu-satunya, ia mengangkagt tubuh Lie K0 Ti yang telah dalam keadaan tertotok tidak bisa bargerak, untuk diangsurkan menerima terjangan kepala gundulnya Sung Ceng Siansu. Kaget bukan main sipendeta.._
Perbuatan licik …. ..!” berseru Sung Ceng Siansu dengan gusar, tetapi ia tidak bisa membendung meluncur tubuhnya, yang kepalanya akan menerjang penculik itu. Hanya jalan satu satunya sipendeta memusatkan kekuatan lwekangnya untuk memiringkan tubuhnya, yang segera merobah arah terjangannya. melewati Sisi tubuh penculik tersebut dan meluncur terus dimana kepalanya kemudian menghamam batang pohon yang sebesar mulut mulut mangkok sehingga menimbulkan suara yang nyaring sekali, dan yang luar biasa batang pohon tersebut segera patah dan tumbang. Sedangkan Sung Ceng Siansu sendiri seperti tidak mengalami sesuatu apapun juga, telah berdiri. Penculik Lie K0 Ti yang melihat kesempatan itu telah mengempit li ko tie dan bermaksud hendak melarikan diri lagi.
Tetapi Sung Ceng Siansu telah mengeiuarkan suara tertawa bergelak2. sambil katanya : ,.Aduh anak manis…..aduh anak manis….jangan pergi dulu. kepalaku yang alot dan atos ini belum lagi mencium tubuhmu…..!” sambil berseru’ .Sung ceng siansu telah menjejakkan kaki tubuhnya telah melompat pula dengan sikap seperti tadi. yaitu kedua kaki ditekuknya dan kedua tangan memeluk kedua kaki tersebut, tubuhnya yang berputar ditengah udara seperti sebuah bola itu telah meluncur menyerudukkan kepalanya kearah’ punggung penculik Lie K0 Ti. ‘ Penculik Lie K0 Ti rupanya jadi mendongkol juga karena didesak terus menerus seperti_itu, tahu2 ia telah melemparkan tubuh Lie Ko Ti dari gendongannya. dimana tubuh Lie K0 ti memang dalam keadaan tertotok dan tidak bisa bergerak itu, telah terlempar jatuh dibawah batang pohon yang tadi tumbang terkena terjang an kepala Sung Ceng Siansu. Rupanya pencuiik Lie K0 Ti rnempergunakan lwekangnya yang disalurkan pada kedua telapak tangannya itu, untuk menahan terjangan kepala bota knya Sung Ceng Siansu…Dukkk!” kuat sekali benturan yang terjadi. antara batok kepala Sung Ceng Siansu dengan kedua telapak angan penculik tersebut.kesudahannya memang luarbiasa karena kedua telapak tangan penculik itu tidak kuat menahan terjangan kepala botaknya sung Céng Siansu, dimana kedua tangannya itu telah tertekuk, terdorong kuat sekali oleh terja- ngan kepala Sung Ceng Siansu. Dan yang celaka lagi,kepala botaknya Sung Ceng Siansu terus menyambar meluncur kearah dadanya penculik tersebut.
Bukan main terkejutnya penculik tersebut.ia sampai rnengeluarkan suara seruan kaget, dan mati-matian ia telah mengelakkan diri dengan menjeja kkan kedua kakinya dan tubuhnya telah mélayang ket engah udara, untuk menghindarkan diri dari terjangan k epala Sung Ceng Siansu, sehingga terjangan kepala Su ng Ceng Siansu tidak berhasil mengenai sasarannya. da n hanya mengenai paha dari peculik tersebut. ,,Aduhhh. . .!” penculik tersebut telah mengeluarkan suara jeritan dan tubuhnya hampir saja terjungkal, namun ia masih bisa mengua sai tubuhnya spy tidak rubuh. Untung saja tadi terjangan kepala botaknya Sung Ceng Siansu tidak mengenai tepat pas paha dari penculik tersebut, hanya menyerempet saja.Jika naengenai tepat, jelas tulang paha penculik tersebut akan hancur karenanya. Disaat itu, segeta terlihat Sung Ceng Siansu sambil tertawa bergelak-gelak telah menjejakkan kakinya, tubuhnya telah melompat lagi ketengah udara, dan kedua kakinya ditekuk pula,-dengan sepasang tangannya dipelukkan Pada kedua kakinya itu, dengan demiklan, seperti sebuah bola bulat, ia telab menerjang pula cepat sekali. Kali ini sasaran Sung Centg Siansu tetap dada penculik tersebut. Karena telah menyaksikan betapa hebatnya kekuatan batok kepala dari Sung Ceng Siansu,penculik tersebut tidak berani berayal lagi. Tahu2 tangan kanannya telah merabah pinggangnya, dan ia telah mencabut keluar sebatang seruling perak, yang berkilauan putih menyilaukan mata. Dengan mempergunakan seruling itu dengan jurus ,.Naga Keluar dari Goa” tampak seruling itu digerakkan menotok kearah batok kepala Sung Ceng Siansu.
Serulingnya itu telah menyambar tepat dijurusan ubun2 kepala Sung Ceng Siansu. Perlu diketahui, walaupun bagamana dilatih dan kuatnya kepala seseorang yang telah dilatih dengan baik. dan juga dilindungi oleh lwekang yang kuat, namun kenyataannya batok kepala ,bagian yang paling lemah dan tidak mungkin dilatih dengan sering itu menjadi kebal dan kuat, adalah bagian ubun2 kepala, dimana merupakan bagian yang terlemah untuk setiap manusia. Melihat cara menotok dari lawannya, Sung Ceng Siansu tertawa her-gelak2 sambil menundukkan kepalanya lebih dalam, dengan demikian ia tetap menyeruduk begitu tetapi jurusan totokan ujung seruling lawannya jatuh bukan pada ubun2 kepaianya. hanya mengenai belakang kepalanya, sehingga menimbulkan suara yang nyaring ,,Tukkk!”, tetapi Kepala Sung Ceng Siansu tidak terluka dan masih tetap menyeruduk. sipenculik itu, karena tidak menyangka serangan serulingnya itu akan gagal. dan terjangan kepala pendeta tersebut, yang bisa mematikan itu. tetap meluncur kearah dadanya. tepayal, ia menggeser kedua kakinya, tubuhnya telah melompat minggir untuk meloloskan diri dari terjangan kepala si hweshio jenaka itu. Tetapi Sung Ceng Siansu begitu gagal dengan terjangannya, segera menyusul lagi dengan terjangan berikutnya.
Tubuh pendeta jenaka tersebut seperti juga sebuah bola yang melayang2 kesana kemari dengan cepat, menyambar berulang kali kepada sipenculik.Namun penculik tersebut juga cukup lihay walaupun ia terdesak tetapi tidak sampai terkena terjangan tersebut. Dengan demikian, dia masih bisa mempertahankan diri. :Mempergunakan kesempatan waktu sipenculik tengah menghindarkan diri dari terjangan ke palanya, tubuhnya Sung Ceng Siansu telah maluncur terus, dan tahu2 tangan kanannya telah menyambar tubuh Lie k0 tie yang menggeletak dibawah batang pohon yang telah tumbang itu. Sipenculik gusar sekali apalagi’ia melihat Sung Ceng Siansu telah mengempit li K0 Ti. “Lepaskan anak itu….!” bentak penculik tersebut. dan serulingnya segera menyambar berulang kali dengan gerakan yang cepat dan mengandung kekuatan lwekang yang sangat dahsyat. Tetapi Sung Ceng Siansu mengeluarkan suara tertawa terbahak2, dan tubuhnya telah melompat tinggi melambung ketengah udara, sehingga totokan seruling dari penculik. tersebut mengenai tempat kosong’. ,,’Tahan …… ..!” bentak Sung Ceng Siansu.,,siauwceng hendak bicara…….!”
Penculik itu berhenti melancarkau totokannya dengan serulingnya itu. Ia telah memandang tajam kepada Sung Ceng Siansu, kemudian tanyanya : .,Apa yang hendak kau bicarakan ?” ,.Siapa kau, mengapa engkau menculik anak ini ‘?” tanya Sung Ceng Siansu. ,,Aku Hang Ciu Kui Bian (Muka Setan dari Hang Ciu) Auwyang Bun!” menyahuti penculik tersebut. ,,Aku memiliki sedikit keperluan dengan anak itu …. ..kukira engkau tidak perlu mencampurinya…!,, .,ha ha ha ha ha, aduh aduh …. ..perutku sakit……peruTk u sakit …. ..!” kata Sung Ceng Siansu sambil tertawa dan tangan kanannya memeluki tubuh Lie k0 Ti yang dikempit dalam keadaan tertotok itu, sedangkan tangan kirinya mengusap-usap perutnya. Muka Hang ‘Ciu Kui Bian Auwyang Bun jadi berobah, ia heran melihan kelakuan sipendata, lalu katanya : ,,jika engkau sakit perut,pergilah kau meninggaikan tempat ini, aku bersedia mernberikan_pengampunan untukmu, tetapi lepaskan anak itu …. ..!”Sipendeta Sung Ceng Siansu tertawa semakin keras, iapun berulang kall berteriak-teriak ,,Aduh perutku. . . perutku sakit sekali. . . aku ingin membuang kotoran. . . aku ingin membuung air. . .!” dan sipendeta telah memutar tubuhnya untuk meninggalkan tempat tersebut. Hang Ciu Kui Bian terkejut dan marah,ia cepat-cepat menjejakkan kakinya, tubuhnya melompat menghadang didepan sipendeta. “Lepaskan dulu anak itu. . .!” katanya dengan suara membentak. ..hemmm. . . Engkau rupanya tidak melihat aku bukan? Baiklah. . . baiklah, biarlah Siauwceng menahan dulu sakit perut ini,aktt akan melayani keinginanmu. Apa yang kau kehendaki ?” “Anak itu!” menyahuti Auwyang Bun. ,,Ada uruaan apa dengan anak ini. . . dia adalah keponakan dari seorang sahabatku. . . tidak mungkin dia kuberikan. . .!” ,,hemmm,” tertawa dingin Auw an Bun….jijka engkau tidak mau melepaskan anak itu,jangan harap engkau bisa melolosknn diri dari tanganku …. ..!”
Dan tampak Auwyang Bun telah menggerakkan serulingnya. ia telah menyerang dengan cara menotok beberapa kali ketubuh sipendeta. Totokan seruling Auwyang Bun merupakan totokan2 maut. Dan in juga tahu, pendeta ini tengab sakit perut. jikk dia menghalangi terus tentu akhirnya pendeta tersebut kewalahan. sedang sung ceng Siansu sambil mengelakkan totokan Auwyang Bun berulang kali tertawa sambil ber-teriak2: ,,Aduh perutku sakit…sakit sekali, aku sakit perut. aduh aduh, tidak tahan lagi…. !” dan berkata sampai disitu, sipendeta sambil memiringkan” tubuhnya yang gemuk itu, menghindarkaa diri dari totok an yang dilancarkan Auwyang Bun pada tulang iganya disebelah kanan, tahu-tahu ia mengeluarkan angin busuk. Kentut suaranya nyaring sekali, baunya juga bukan main, Mendongkol sekali Auwyang Bun, bercampur geli di hati karena melihat kelakuan sipendeta, yang jenaka ini. Maka ia telah menunda serangan serulingnya dan iapun berkata sambil menahan tertawanya: ,,Jika engkau memang mau menyerahkan anak itu kepadaku, engkau boleh segera berlalu untuk mengurus perutmu yang sakit itu …. .. “tetapi Sung Ceng Siansu telah tertawa lagi dengan keras, tahu2 ia telah menjejakkan kakinya. tubuhnya melayang ketengah udara. ,,Awas serangan . ., . . !” kata pendeta jenaka tersebut,tahu2 tangan kirinya meluncur akan menepuk kepala Auwyang Bun,
Gerakan yang dilakukan sipendeta mengejutkan Auwyang Bun. karena waktu itu mereka terpisah tidak terla!u_jauh. dan angin serangan telapak tangan si pendeta begitu kuat, Untuk menghindarkan dlri sudah tidak keburu maka ia hanya mengangkat serulingnya untuk menangkis tangan sipendeta. Tetapi rupanya Sung Ceng Siansu hanya menggertak belaka. begitu seruling lawannya bergerak hendak menangkis, Sung Ceng siansu telah rnenarik pulang tangannya dan tubuhnya melompat menghindar dan menjauh diri dari auwyang bun. dan bermaksud menghindar diri dari auwyang bun. auwyang bun mana mau melepaskan sung ceng siansu berlalu begitu saja,maka ia mengejarnya dg cepat. sementara itu dari kejauhan tampak li su han berlari mendatang,sung ceng siansu sambil tertawa melemparkan li ko tie sambil katanya,,terimalah anak ini,, dan tubuh li ko tie meluncur cepat ke arah li su han. Lie Su Han terkejut, ia berusaha memusatkan tenaga untuk mengulurkan kedua tangannya utk menyambut tubuh LIE K0 Ti.
Memang Lie Su Han berhasil menyambuti tubuh keponakannya itu dengan baik, tetapi tubuh Lie Su Han terhuyung seperti akan rubuh. karena kuatnya tenaga lemparan yang dilakukan Sung Ceng Siansu, Untung saja Lie su Han teiah bersiap-sedia mengerahkan tenaga dan kekuatan pada kedua kakinya. sehingga hanya kuda2’ kedua kakinya saja yang tergempur tetapi tidak sampai ia terjatuh. Setelah melemparkan Lie Ko Ti Sung Ceng Siansu langsung saja menghadapi Auwyang Bun. ,,Orang she Auwyang. . . . !” bentak Sung Ceng Siansu, tidak ketinggalan suara tertawanya yang nyaring. ,.Sekarang kita boleh main-main dengan sepuas hati kita masing2. . .!” Auwyang Bun telah berkata dengan suara mengandung kemurkaan, karena ia melihat betapa Lie K0 Ti telah berhasil dilemparkan kepada Lie Su Han. ,,Pendeta celaka,” bentak Auwyang Bun dengan suara yang rn ngandung kemarahan itu, .,kau jagalah seranganku ” Dan seperti kalap Auwyang Bun telah mengerakkan serulingnya, dimana ia telah menotok beberapa bagian anggota tubuh Sung Ceng Siansu. ‘ Sekarang tanpa mengempit Lie KoTi, Sung ceng Siansu bisa bergerak dengan gesit dan leluasa. Iapun telah mernpergunakan cara bertempur dengan mengandalkan kepalanya. tubuhnya seperti sebuah bola telah melompat kesana kemari dengan gesit dan juga sangat lincah sekali. Auwyang Bun memang dapat melayani setiap terjangan Sung Ceng Siansu, tapi makin lama semakin terlihat jelas bahwa orang she Auwyang itu telah lerdesak 0leh setiap terjangan sipendeta.
Yang luar biasa,setiap kali kepala Sung Ceng Siansu kena ditotok atau diketok oleh seruling peraknya Auwyarg Bun, pendeta itu sama sekali tidak memperlnhatkan bahwa ‘ia menderita kesakitan. Auwyang Bun juga heran sekali, karena ia tidak mengerti sipendera bisa melatih kepalanya sampai begitu kuat dan keras sékali. Maka Auwyang Tiun mulai berobah cara bertempurnya, ia menotok sekujur tubuh dari Sung Ceng siansu.totokan demi totokan telah meluncur cepat sekali, dan juga juga darah yang hendak ditotoknya itu merupakan jalan darah yang mematikan dan berbahaya sekali. Lie Su Han sambil menggendong keponakkannya, telah berdiri mengawasi dengan takjub. ia heran bisa bertemu beruntun dengan orang2 yang rnemiliki kepandaian tinggi, seperti Bo Liang Cinjin, Po San Cinjin, Sung Ceng Siansu dan juga Auwyang Bun ini. Dalam waktu yang satu harian ini, telah empat orang rimba persilatan yang memiliki kepandaian tlnggi dan aneh dijumpainya. Dan Lie Su Hanseketika merasakan bahwa ilmu yang dimilikinya itu ternyata jauh dari apa yang disebut mahir dan sempurna. Karena jika ia yang bertempur dengan Orang orang tersebut. paling tidak ia hanya bisa bertahan sepuluh jurus saja. setelah itu segera ia dapat dirubuhkan. Maka dari itu. Lie Su Han telah berjanji kepada dirinya sendiri. jika nanti ia memiliki waktu yang cukup bnnyak. Tentu akan melatih diri iebih giat lagi. guna memperoleh kepandaian yang lebih tinggi.
Waktu itu Auwyang Bun penasaran sekali. _karena setiap totokannya selalu dapat dipunahkan oleh Sung Ceng siansu.maka semakin lama Auwyang Bun telah melakukan totokan-totokan yang semakin cepat dan mempergunakan tenaga lwekang yang semakin kuat. Sung Ceng Siansu sambil bertempur selalu memperdengarkan suara tertawanya yang jenaka dan diapun telah mengadakan perlawanan yang benar-benar mengejutkan Auwyang Bun. setiap kali ia selalu mengelakkan diri dari serangan Auwyang Bun tersebut. tentu Sung Ceng Siansu akan membarengi dengan serangan balasan nya sehingga telah membuat auwyang Bun harus berlaku hati-hati pula. Yang memuat Lie Sa Han jadi heran. adalah orang she Auwyang itu. mengapa ia hendak menculik Lie K0 ti. Tentu saja hal itu merupakan tanda tanya yang tidak terjawab Oleh Lie Su han. Karena setahunya. Lie Ko ti merupapakan keturunan orang anak biasa saja. dan tentu tidak aKan nanti akan jadi persoalan yang terlalu menarik untuk dipersoalkan. Tetapi kenyataannya, Auwyang Bun memang begitu gigih untuk menculiknya. Tentunyu dibalik dari semua ini. terda pat sesuatu yang agak luar biasa. sambil mengawasi pertarungan antara auwyang bun dg sung ceng siansu tampak Lie su han berdiri terpekur sambil menggendong keponakannya. sedangkan pikirannya bekerja keras untuk memecahkan persoalan tersebut. Auwyang Bun yang melihat bahwa dirinya tidak mungkin bisa merubuhkan Sung Ceng Siansu.
Akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri dari gelanggang pertempuran itu. Maka ia telah menggerakkan serulingnya mendesak pendeta itu berulang kali. dan diwaktu Sung Ceng Siansu tengah menyingkirkan diri mengelakkan serangan itu. Auwyang Bun melompat mundur beberapa langkah, dan berkata; ,.pendeta gundul…. sekarang biarlah aku tidak akan menarik panjang urusan ini. tetapi nanti jika memang kita memiliki kesempatan yang baik tentu kita akan bertemu dan main2 lagi sepuas hati,.._!” dengan berkata begitu, Auwyang Bun hendak menutupi malunya sendiri, karena ia memang tidak mungkin bisa mengalahkan Sung Ceng Siansu, maka dia bermaksud untuk meninggalkan pendeta tersebut . Sung Ceng Siansu_dan Lie Su Han yang menggendong Lie K0 T1, bermaksud kembali ke Siang Sung Ceng Siansu tertawa tergelak2. …Jika memang engkau hendak – main2 sepuas hati sekarang ‘atau nanti aku pendeta miskin selalu menuruti,siaw ceng bersedia untuk menerima ajakanmu untuk latihan, menguruskan tubuh….Hahaha….!” sipendeta tertawa sampai ber-gelak2 tubuhnya bergoncang keras. Auwyang Bun mengawasi mendelik sipendeta. kemudian menoleh kepada Lie Su Han yang tengah menggendong Lie Ko ti.. memang matanya melotot seperti mata ikan koki. Sekarang dia mendelik penuh kemarahan seperti itu. tentu saja membuat keadaan mukanya menyeramKan sekali. Tanpa mengucapkan sepatah katapun lalu Auwyang Bun rnemutar tubuhnya. ia bermaksud untuk meninggalkan tempat tersebut. Sung Ceng Siansu dan Lie Su Han hanya mengawasi saja. dimana tampak Auwyang Bun telah berlari-iari mennju kearah permukaan hutan yang terpisah tidak jauh dari tempat itu.
Setelah bayangan Auwyang Bun lenyap. Sung Ceng Siansu dan Lie Su Han yang menggendong Li Ko ti bermaksud kembali ke Siang yang.Namun baru saja mereka berjalan belasan langka h tiba2 terdengar jeritan melengking tinggi sekali dari a rah dimana Auwyang Bun tadi berlari memasukinya. Dan menyusul dengsn suara jeritan yang menyayatkan hati itu. diwaktu Sung Ceng Siansu dan Lie Su Han mbmutar tubuh mereka untuk melihat apa yang terjadi. Tampak sesosok tubuh tengah berlari mendatangi sambil mengeluarkan suara orang meraung kesakitan yang tak hentinya. Gerakan tubuhnya itu cepat sekali, berlari seperti bayangan. dan menjerit kesakitan. Cepat sekali Sung Ceng Siansu den Lie Su Han mengen ali bahwa orang tersebut tdk lain dari Auwyang Bun!ITetapi yang luar biasa sekali, muka AuWyang Bun berlumuran darah, pakaiannya telah koyak2, dan juga ia berlari mendatangi sambil menjerit2 kesakitan sekali dengan sikap yang diliputi oleh perasaan ketakutan yang bukan main !
lnilah pemandangan yang diluar dugaan dari Sung Ceng Siansu dan Lie Su Han. karena bukankah tadi Auwyang Bun masih dalam keadaan segar bugar dan juga tidak terluka sama sekali. Mengapa sekarang begitu ia memasuki hutan tersebut, belum begitu lama, ia telah keuar kembali dalam keadaan terluka parah. Dan juga,sebagai seorang yg memiliki kepandaian tinggi, yang hampir berimbang dengan kepandaian sung Ceng Siansu. mengapa Auwyang Bun jadi lari terbirit’2. dari dalam hutan sersebut, dengan sikap ketakutan begini rupa_? seperti juga ada sesuatu yang benar-benar sangat ditakutinya. Lie Su’ Han yang rnelihat keadaan Auwyang Bun seperti itu, jadi menggidik ngeri dan tergetar keras hatinya. itulah pemandangan yang benar-benar sungguh sangat mengerikan sekali. Auwyang Bun hanya berlari-lari sampai didekat Sung Ceng Siansu dan Lie Su Han, setelah melewati tiga tombak, tubuhnya terjungkal dan berkelejatan ditanah, menggelepar2 keras sea kali, mulutnya me-raung2 rnengeluarkan suara jeritan yang mengandung perasaan sakit yang bukan kepalang, dan juga sepasang matanya terpentang lebar2, wajahnya tertarik keras sekali bahkan otot mukanya itu telah mengejang memperlihaikan ia tengah dicekam oleh ketakutan yang sangat hebat. ,.Aduhhh… dia..,. dia…. akan datang… lari kalian lari….!” dalam jeritan kesakitan dan ketakutannya itu, Auwyang Bun masih sempat menganjurkan Sung Ceng Siansu dan Lie Su Han untuk meninggalkan tempat tersebut secepat mungkin. Sung Ceng Siansu berdiri mengejang kaku ditempatnya. lupa dia dengan julukannya sebagai-._Bi Lek Hud, yang selalu tertawa.
Wajahnya memperlihatkan ketegangan. Ia tidak menyangka seorang jago persiiatan yang memiliki kepandaian tinggi seperti Auwyang Bnn bisa mengalami nasib yang begini mengenaskan dan juga anehnya ia begitu ketakutan sekali. Lie Su Han juga hanya berdiri tertegun kaget dan ngeri ditempatnya, mengawasi tubuh Auwyang Bun menggelepar dengan sekujur tubuh dan wajahnya berlumuran darah. ,,Cepat lari …cepat .. , aduhhh, aduhh !” tubuh Auwyang Bun masih menggelepar2 terus keras sekali, bergulingan diatas tanah.
Sung Ceng Siansu seperti baru tersadar bengongnya, cepat2 ia melompat kesisi tubuh Auwyang Bun yang masih menggelepar begitu seperti juga menahan rasa sakit yang bukan main. Pendeta ini berjongkok dan bertanya dengan suara yang agak tergetar: ,,Apa yang telah terjadi ? Apa yang sesungguhnya terjadi ? Katakanlah .. .!’. Auwyang Bun telah mengerang2 kesakitan sambil menggelepai terus, mukanya memperlihatkan perasaan ketakutan bagaikan ada sesuatu yang benar2 membuat hatinya ngeri. ,,Lari….aduhhh….aduhhh….lari kataku……dia akan segera datang !” teriak Auwyang Bun dalam kesakitan dan ketakutannya itu, napasnya memburu keras dan tersendat2, bagaikan jantungnya tergoncang keras sekali, darah juga masih mengucur deras sekali sekujur tubuh Auwyang Bun yang terluka begitu pula wajahnya yang dilumuri darah yang memerah mengerikan.Wajah Auwyang Bun memang telah buruk. Sékarang keadaannya sedemikian rupa, sehingga menyebabkan mukanya jadi benar2 mengerikan sekali. Sung Ceng Siansu berdiam sejenak dalam kebimbangan, hatinya jadi tergetar juga. Tetapi setelah berdiam diri sejenak lamanya. ia berdiri, katanya kepada Lie Su Han. ,.Pergilah kau bawa keponakanmu itu kembali ke Siangyang, biarlah aku nanti yang akan melihat sesunggnhnya apa yang terjadi ! Pergilah, kelak Siauwceng juga akan menyusul ke Siangyang. Tetapi Lie Su Han menggelengkan kepalanya. tidak mau ia meninggalkan Sung Ceng Siansu dalam keadaan seperti itu. ,,Kalian aduhhh…uaduhhh-….kalian jangan terlambat pergi dari tempai ini….’dia akan segera datang, pergi cepat….pergi …cepat pergi…aduhhh….aduhhh….!” dan tubuh Auwyang Bun menggelepar semakin kuat, bergulingan diatas tanah. iapun akan meraung lagi untuk rnelampiaskan perasaan sakit yang dideritanya, tubuhnya mengejang2, sepasang matanya mendelik lebar-lebar. kulit wajahnya seperti tertarik mengejang membayangkan ketakutan yang sangat, mulutnya menyeringai dan akhirnya tubuhnya diam, napasnya putus. . . . dengan keadaan wajahnya yang tetap membayangkan ketakutan yang sangat.
Hati Sung Ceng Siansu jadi tergoncang juga, ia membayangkan bahwa Auwyang Bun seorang tokoh persilatan yang memiliki kepandaian tidak berada disebelah bawah kepandaiannya,tadi mereka telah saling tempur, dan Sung Ceng Siansu walaupun. tidak berhasil dirubuhkan auwyang Bun. Namun sekarang Auw yang Bun telah mengalami nasib seperti ini, dengan tubuh yang luka2 parah dan muka yang juga terluka berlumuran darah, lain dengan keadaannya yang ketakutan seperti itu. dimana akhirnya ia telah menghembuskan napasnya menemui kematian dengan cara yang begitu mengerikan, benar2 membuat sung Ceng Siansu jadi merasa tergetar juga hatinya. Entah manusia atau makhluk macam mana yang telah menyebabkan kematian Auwyang Bun dengan Cara yang begitu mengerikan sekali? Diwaktu itu Lie Su Han merasakan sepasang lututnya menggigil gemetaran, jantungnya berdegup sangat cepat, hatinya tergetar menyaksikan kematian Auwyang Bun yang begitu mengerikan dan mengenaskan sekali. Disaat mereka tengah berpikir begitu. tiba tiba Sung Ceng Siansu dan” Lie Su Han mendengar suara tertawa yang mengikik perlahan, namun tajam menusuk telinga. Bukan main terkejutnya Sung Ceng Siansu. Sebagai seorang yang telah mahir tenaga dalamnya, dengan sendirinya Sung Ceng siansu mengetahui bahwa suara perlahan dan halus itu. namun tajam menusuk’ telinga,adalah suara tertawa dari seorang yang telah terlatih baik sekali lwekangnya. Suara tertawa yang perlahan itu, walaupun didengar dari dekat atau jauh. nyaringnya tetap sama. Dari dekat didengarnya memang perlahan tetapi dari jauhpun tetap perlahan seperti itu, namun tetap terdengar jelas tidak berkurang atau lebih keras tekanan suara tertawa itu. Hal itulah disebabkan sempurnanya latihan lwekang.dari orang yang bersangkutan.
Bagi seorang yang belum sempurna lwekangnya, jika menginginkan lawannya mendengar’suara tertawanya, ia harus tertawa keras sambil mengerahkan lwekangnya, sehingga lawannya dapat mendengar suara tertawanya itu dari tempat yang jauh sekalipun. Tetapi jika didengar dari dekat, suara tertawa seperti itu tentu akan rnemekakkan dan menyakitkan anak telinga. Sebagai contoh disini bisa dikemukakan. seperti seseorang yang memainkan alat musik kecapi.
Seseorang yang belum begitu_akhli, tentu sentilan pada tali2 kecapi itu akan kasar dan terdengarnya menusuk telinga. Tetapi semakin akhli orang yang bersangkutan menguasai alat makin halus petikannya pada tali2 alat musik kecapi tersebut. Dengan demikian, bisa ditarik kesimpulan. bahwa suara tertawa yang semakin halus dan dapat didengar dari jarak yang jauh, menunjukkan orang tersebut memiliki lwekang yang tinggi sekali. Diam2 Sung Ceng Siansu mengerutkan sepasang alisnya. Apakah orang yang memperdengarkan suara tertawa itu yang seperti suara tertawa seorang wanita, yang telah melukai sampai Auwyang Bun terbinasa dengan Cara mangenaskan itu? sampai begitu tinggi dan luar biasa kepandaiannya, sehingga Auwyang Bun yang memiliki kepandaian silat yang tinggi, hanya dalam waktu sekejap mana saja, dapat dibinasakan dengan cara yang mengerikan ? sehebat-hebatnya kepandaian orang itu. tentu Auwyang Bun tidak mungkin dapat dirubuhkan dalam sekejap mata saja. Tetapi kenyataannya, Auwyang Bun baru memasuki hutan itu, dan baru saja Sung Ceng Siansu dan Lie Su Han melangkah belasan Lombak, dia telah berlari keluar Lagi dari dalam hutan, dengan keadaannya yang terluka begitu parah dan mengerikan sekali, dan akhirnya terbinasa. Inilah peristiwa yang benar benar mengejutkan sekali. ,,Sampai begitu hebatkah kepandaian orang yang mendatangi ini? berpikir sung ceng siansu dalam hatinya,yg masih saja tergoncang terpengaruh oleh suara tertawa yg sangat perlahan namun sangat tajam sekali menusuk telinga itu,,siapakah orang itu ?,,
DIDENGAR dari nada suara tertawa itu. tentunya ia seorang wanita. . .!” Dan Sung Ceng Siansu dalam waktu beberapa detik itu berusaha untuk mengingat tokoh wanita dirimba persilatan yang memiliki kepandaian tinggi tentunya orang yang tengah mendatangi itu. setidaknya lwekangnya sudah dilatih lebih lima puluh tahun. Sedang Sung Ceng Siansu berpikir begitu. suara tertawa yang halus dan perlahan itu tetap terdengar, dan akhirnya dari permukaan hutan itu muncul sesosok tubuh. Memang seorang wanita. Tetapi bukan seperti yang diduga oleh Sung Ceng Siansu. Yang muncul justru seorang wanita yang cantik jelita, paras mukanya segar. usianya tidak lebih dari dua puluh lima tahun, hidungnya mancung. sepasang alisnya melengkung seperti bulan sabit, sepasang matanya yang lentik dengan sinarnya yang gemerlapan itu seperti juga bintang Pak-tauw, dan juga bibirnya yang merah dan kecil mungil, bagaikan juga buah tho. Rambutnya yang hitam dan tebal itu, dibuntut kuda dan diikat oleh sehelai pita berwarna merah. yang berkibarl terhembus angin. Wanita cantik ini memakai gaun atas yang berwarna merah darah, sedangkan gaun bawahnya berwarna kuning gading dengan diberi hiasan berwarna-warni pada tepian bawah gaun tersebut. Iapun mengenakan cukup banyak barang2 perhiasan. pada pergelangan tangannya, leher, dirambumya.dan juga ditelinganya.
Dikedua tangannya yang dilipat pada dadanya, tampak menggendong sesuatu. Dan waktu wanita cantik jelita ini telah mendatangi dekat. barulah Sung Ceng Siansu dan Li Su.Han bisa, melihat jelas apa yg digendong oléh wanita tersebut. Dan Sung Ceng Siansu maupun Lie Su Han telah mengeluarkan suara seruan tertahan,mereka kaget tidak terkira. Ternyata yang berada dalam gendongan wanita cantik tersebut, tidak lain dari seorang bayi berusia beberapa bulan, yang matanya tengah terpejam, dan mukanya pucat pias. Langkah kaki wanita tersebut perlahan sekali, selangkah demi selangkah menghampiri Sung Ceng Siansu dan Lie Su Han, namun kenyataan ia bisa juga untuk d a p a t pula bergerak cepat luar biasa, karena hanya sekejap mata saja ia telah berada dihadapan Bi Lek Hud Sung Ceng Siansu dan Lie Su Han. Hal itu me mperlihatkan bahwa ginkang wanita cantik ini memang tinggi sekali. Lenyap suara tertawanya, terdengar senandungnya : “Anakku, tidurlah……. tidurlah esok kau bangun untuk bergembira bermain dengan ibu …. .. tidurlah anakku……. tidurlah anakku…!’ Suara wanita cantik ini halus sekali, ia pun menggerak2kan perlahan kedua tangannya,seperti tengah menimang2 anak tersebul.Tetapi bayi yang berada dalam pelukan kedua tangan wanita tersebut diam saja. dan wajahnya yang pucat itu, pias sekali. Setelah berada dekat sekali, barulah Sung Ceng Siansu dan Lie Su Han melihatnya nyata bahwa bayi tersebut ternyata sudah tidak bernapas! Bayi yang digendong oleh wanita cantik tersebut ternyata hanyalah sesosok mayat bayi belaka ! Bi Luk Hud yang biasanya gemar tertawa,seketika berobah menjadi pucat dan hatinya tergetar. Sedangkan Lie Su Han te-lab mengeluarkan suara seruan tertahan. kedua tangannya menggéndong Lie k0 Ti erat2, yang dipeluknya dengan ketat. Wanita cantik itu masih menina-bobokan bayi yang telah menjadi mayat itu, seperti juga ingin menidurkan bayi tersebut, tidak terlihat perasaan sedih. berduka. kesal, merana. maupun perasaan lainnya.
Wajahnya itu begitu polos. hanya memancarkan kasih sayang seorang ibu kepada anaknya. ,,Tidurlah anak.. ‘..tidurlah anak. ..engkau tidur yang nyenyak.,besok ‘bangun dengan riang gem ria déngan ibu…..tidurlah anak…,..!” dan suara wanita cantik tersebut semakin halus, tergetar, dan telah mengayunkan kedua tangan, seperti menimang mayat bayi itu, agar mau tertidur ! Tetapi setelah melakukan semua itu, disaat Sung Ceng Siansu dan Lie Su Han tengah berdiri bengong mengawasi keadaan dihadapan mereka yang demikian luar biasa, tiba2 wanita cantik tersebut telah menoleh kepada Sung Ceng Siansu dan Lie Su Han dengan wajah yang bengis,sinar matanya yang sangat tajam Sekali: ,,Kalian datang ketempat ini hanya mengganggu ketenangan tidurnya anakku. . !” bentaknya itu disertai dengun langkah kakinya yang mendekati Sung Ceng Siansu clan Lie Su Han. belum lagi Sung Ceng Siansu dam Lie Su Han menyahuti, tahu2 tangan kanan wanita itu telah bergerak mengebut. ,.Wuttt. . .!” serangkum. angin yang kuat sekali menerjang Sung Ceng Siansu dan Lie Su Han dengan serentak.
Dan yang luar biasa sekali adalah tubuh Sing Ceng Siansu dan Lie Su Han terpental seketika itu juga. Jika tubuh Sung Ceng Siansu hégitu terpental, dia dapat berjumpalitan dan kemudian turun ketanah dengan kedua kakinya terlebih dulu justru Lie Su Han begitu terpental, segera dia terbanting bergulingan ditanah bar-sama2 dangan keponakannya yang berada dalam gendongannya itu. Lie Su Han juga tidak bisa segera bangkit berdiri, ia merasakan kepalanya pusing tujuh keliling dan matanya ber-kunang2. Wanita canlik itu tertawa dingin. ia berkata lagi: “Kalian perlu dihajar lagi . . . !” Dan tampaklah tangan kanan wanita bergerak cepat menghantam kepada Sung Ceng Siansu.Gerakan wanita tsb sangat cepat dan kuat,tubuhnya bergerak ringan dengan mayat bayi berada dalam gendongan salah satu tangannya dan angin kebutan tangannya itu telah menyambar kearah sung ceng siansu. Tentu saja Sung Ceng Siansu tidak berani berbuat ayal dg berdiam diri,ia telah merasakan betapa kuatnya. tenaga kebutan wanita tsb.
Dg merasakan kebutan wanita tsb sung ceng Siansu telah mengetahuinya bhw lwekang Yang dimiliki’ wanita tersebut sangat dahsyat Sekali. sekarang ia diserang dengan ‘kebutan seperti itu lagi,sung ceng Siansu melompat ketengah udara tubuhnya berjumpalitan ditengah udara kemudian menekuk kedua kakinya,tangannya memeluk kedua kakinya dan tubuhnya telah meluncur turun dengan kepala menyeruduk kearah dada si wanita yg memiliki sikap aneh dan telengas itu. Dengan’ Cara menyerang menyerudukan kepalanya seperti itu. Sung Ceng Siansu bermaksud mempergunakan kekebalan dan kekuatan batok kepalanya untuk menyerang siwanita cantik tersebut. Tetapi wanita cantik tersebut memang memiliki kepandaian yang tinggi sekali; dengan kecepatan luar biasa, ia telah berkelit kesamping dan tahu2 tangannya yang satu itu telah bergerak menghantam batok kcpala Sung Ceng Siansu. ,,Dukkk !?’ hantaman itu kuat sekali mengenai sasarannya. Walaupun kepala Sung Ceng Siansu tidak sampai pecah atau retak, tokh kenyataannya begitu ia turun berdiri diatas tanah, ia merasakan pusing dan terbuyung beberapa langkah, dengan tubuh yang seperti akan jatuh terjerembab. Hebat, inilah pengalaman yang pertama kali dialami oleh Sung Ceng Siansu. Karena biasanya, walaupun dia menyeruduk dinding batu.atau batang pohon, malah korban serudukannya itu yang akan hancur berantakan, dan dia tidak merasa pusing sedikitpun juga.
Namun sekarang dia. ditolak begitu saja 0leh telapak tangan wanita tersebut. ia merasakan kepalanya seperti dihantam oleh benda keras yang kuat sekali, membuat ia merasa sangat pusing. Dengan demikian. segera dia mengetahui bahwa lwekang yang dimiliki wanita cantik yang aneh ini memang berada disebeiah atasnya- Tetapi Sung Ceng Siansu penasaran sekali ia mengeluarkan suara tertawanya, walaupun tidak secerah biasanya. namun suara tertawanya itu memang ciri khasnya. Berbareng tubuhnya bergerak lagi, dimana in telah melompat dan menyeruduk lagi cepat sekali mempergunakan kepalanya. Disaat itulah, segera tampak wanita cantik tersebut mengeluarkan suara tertawa dingin. dan segera ia menggerakkan tangannya untuk menghantarn lagi. Cepat dan tepat sekali, telapak tangannya telah mengenai sasarannya sehingga terdengar suara “dukkk!” yang keras sekali, kepala Sung Ceng Siansu kena dihantam lagi oleh telapak tangan wanita cantik tersebut,Tubuh sipendeta kali ini terpelanting bergulingan diatas tanah, karena hantaman telapak tangan wanita aneh tersebut benar2 kuat sekali. Dia mcrasakan matanya ber-kunang2 dan juga disaat itu terlihat Sung Ceng Siansu tidak bisa segera berdiri, malah mengeluarkan suara erangan perlahan, seperti mengeluh kesakitan.Sedangkan wanita cantik itu telah menimang2 mayat bayi ditangannya mulutnya masih bersenandung dg suara yg lembut,selembut seorang ibu yg tengah mencurahkan kasih sayangnya pada anaknya.
Tetapi justru mayat bayi itu diam kaku dengan wajah yang tetap pucat dan sepasang mata yang terpejam. sama sekali tidak bergerak. tidak menyahuti. dan tidak bernapas..” Sung Ceng Siansu telah meng-gedikkan kepalanya beberapa kali, dan kemudian bangkit berdiri. ‘Tetapi belum lagi ia sempat membuka mulut. Wanita aneh yang cantik itu telah berkata dengan suara yang halus, ditujukan kepada mayat bayi yang berada dalam gendongannya : ..Anakku ibumu hendak menghajar dulu seekor babi ….. .!”dan sambil berkata begitu. tanpa menoleh kepada Sung Ceng Siansu tangannya telah mengebut lagi dengan kuat. Sung Ceng Siansu-belum sempat meempersiapkan diri disaat itu serangkum angin serangan yang kuat sekali telah menyambar dengan dahsyat.kembali dengan kuat. sehingga mukanya mencium tanah.
Darah segar mengucur keluar dari hidungnya. bibirnya juga telah pecah dan mengeluarkan darah. Dan yang lebih celaka lag!. Justru giginya sudah rontok dua….l inilah pengalaman yang baru pertama kali dialami oleh Sung ceng Siansu dengan demikian. ia kaget dan penasaran Sekali.Kaget. karena ia melihat kepandaiannya kini seperti tidak ada artinya lagi dalam menghadapi wanita tersebut. dan juga penasaran. karena baru dua kali gebrak. justru dua kali itu pula wanita cantik tersebut telah berhasil membuatnya terguling seperti itu. Dengan demikian jelas wanita cantik jelita yang aneh tsb memiliki kepandaian yang sulit sekali diukur. Disaat itu Lie Su Han yang baru saja bangkit berdiri sambil berusaha mengangkat tubuh keponakannya. yaitu Lie Ko ti justru telah merasakan menyambarnya serangkum angin yang kuat sekali belum lagi Lie Su Han sempat mengangkat li ko ti diwaktu itulah Lie su han terjungkal lagi. mukanya telah menyambar. sebatang pohon. karena tubuhnya seperti terbang. terangkat dan terlempar kuat sekali. begitu mukanya menghantam batang pahon. disaat itu juga Lie Su Han pingsan tidak sadarkan diri. tubuhnya menggeletak dibawah batang pohon itu. Sung Ceng Siansu jadi mengeluh. la teringat akan anjuran Auwyang Bun agar segera melarikan diri dan meninggalkan tempat tersebut. Tanpa menanti apa2 lagi dengan sendirinya Sung Ceng Siansu jadi menyesal bukan main,karena wanita cantik jelita yang aneh. dan menggendong mayat seorang bayi tersebut.benar2 sangat tangguh sekali. dimana kepandainnya sulit sekali dijajakinya.
Tetapi Sun Ceng Siansu tidak bisa berpikir terlalu lama. diwaktu itu segera terlihat betapa wanita yang menggendong bayi yang telah menjadi mayat dalam rangkulannya itu melangkah mendekati dia. sambil mulutnya terus’ juga bersenandung: ..Anakku sebentar lagi malam tiba …tidurlah….ibu akan mengusir nyamuj jahat ini, agar engkau tidur dengan nyenyak..!” Dan mulutnya memang bersenandung seperti ingin menidurkan “bayi” yang telah menjadi mayat itu. namun tangannya yang satu telah digerakkan lagi kearah Sun Ceng Siansu. Hebat kesudahannya. tubuh Sung ceng Siansu seperti diterjang oleh gelombang laut yang hebat sekali dan sangat kuat. tanpa bisa dipertahankan lagi. tubuhnya telah terpental ketengah udara. Tetapi Sung ceng Siansu cepat-cepat mengempos semangatnya. ia menyalurkan tenaga lwekangnya pada sekujur tubuhnya. dan ia memang memiliki kepandaian yang agak aneh yaitu menyerang lawannya selalu dengan serudukan kepalanya yang kebal dan kuat itu. dimana iapun selalu berlompatan dengan sepasang kaki ditekuk dan dirangkul oleh kedua tanganya. karena iapun memiliki ginkang yang terlatih baik sekali. Sekarang tubuhnya telah melayang diudara demikian cepat akibat tenaga sampokan tangan wanita cantik jelita yang aneh dan mengerikan itu. namun Sung Ceng Siansu sekarang tidak mau tubuhnya sampai terbanting pula.,cepat sekali ia menguasai tubuhnya. lalu ia menjejakkan kakinya dan tubuhnya melompat keudara ringan sekali. ia telah menyerudukkan kepalanya itu pada si wanita cantik tersebut. Kali ini Sung Ceng Siansu berlaku hati2 sekali. dimana ia menyeruduk sambil mempersiapkan kedua tangannya, walaupun kedua kakinya tetap ditekuknya. namun kedua telapak tangannya itu dipentang. seperti juga seekor burung yang tengah merentangkan kedua sayapnya.Wanita cantik itu memperdengarkan suara tertawa dingin. dan menghantam dengan telapak tangannya kekepala Sung Ceng Sianan. Namun belum lagi tangan wanita cantik tersebut mengenai kepala sipendeta yang sesungguhnya gemar tertawa itu. tiba2 Sung Cong Siansu telah menggerakkan kedua tangannya. Hebat bulan main kesudahannya. sepasang tangan Sung Ceng Siansu telah bentrok dengan tangan wanita cantik jelita yang aneh dan bertangan telengas tersebut. Tetapi yang menderita kerugian adalah Sung ceng siansu.
Karena begitu tangan mereka saling bentur. tubuh sung ceng siansu terpental keras. dan terbanting lagi diatas tanah. bergulingan beberapa kali. Belum sempat Sung Ceng Siansn bangun berdiri. wanita cantik jelita tersebut telah melompat kesampingnya dan telah mengulurkan tangannya. ..Brettth . . . l” tahu-tahu bahu Sung Ceng Siansu kena dicakarnya. Cakaran yang dilakukan oleh wanita cantik berkepandaian tinggi tersebut bukan cakaran sembarangan. karena begitu ia mencakar. segera pakaian yang dipakai Sung Ceng Siansu bagian bahunya telah kena terobek lebar dan darah segera mengucur deras sebab kulit tangannya juga telah ikut robek. Ternyata dengan kuku2 jari tangannya yang memang runcing dan cukup panjang. wanita cantik tersebut telah mempergunakannya sebagai pengganti senjata tajam. Luka yang derita oleh Sung Ceng Sianau juga bukan luka sembarangan. sebab begitu tercakar. ::ketika itu juga sipendeta merasakan tubuhnya menjadi panas. bagaikan mengeluarkan uap. Ternyata pada jari tangan wanita tersebut terdapat racun yang bekerjanya cepat sekali. Sung Ceng Siansu kaget bukan main. Pendeta gemuk yang dijuluki Bi Lek hud si Budha’Tertawa tersebut. kini sudah tidak ada tertawanya lagi. Dengan ber-sungguh ia memusatkan pada kekuatan lwekangnyu untuk membendung racun yang mulai menjalar disetiap jalan darahnya dibagian bahunya. ia berusaha mendesak racun tersebut keluar dari permukaan kulit bahunya. ‘Tetapi rupanya racun itu memang hebatsekali. karena Sung Ceng Siansu telah berusaha mendorongnya keluar sampai mempergunakan sebagian besar tenaga ‘wekangnya, tokh racun itu tidak bisa didorong keluar keseluruhannya malah yang sebagian lagi. yang terdorong keluar oleh kekuatan lwekang sipendeta, telah berkumpul didalam lapisan kulit bagian bahu sipendeta. Dengan begitu. racun tersebut sewaktu-waktu bisa bekerja kembali. begitu daya tahan Sung Certg Siansu berkurang atau lenyap. ..Tidurlah anakku sayang.. . tidurlah ibu sedang menghajar seekor babi gemuk biar dia mampus cepat2.tidurlah…. besok engkau akan bermain dengan ibu. . . tidurlah. . .!°’ menina-bobokan wanita cantik tersebut pada mayat bayi yang berada dalam pelukannya.
Walaupun mulutnya menina bobokan bayi yang telah menjadi mayat dalam rangkulannya itu tokh tangan wanita cantik itu bekerja cepat sekali. Dimana tangan kanannya itu berkelebat kelebat cepat sekali bagaikan telah berubah menjadi sepuluh tangan. karena cepatnya setiap saat gerakan yang dilakukannya menyambar keberbagai tubuh dari sipendeta yang dijuluki Bi Lek Hud. Bukan main kagetnya Sung Ceng Siansu melihat kecepatan berkelebatnya tangan wanita cantik tersebut. dan ia sudah tidak keburu lagi untuk- mengelakkan diri. dimana tahu2 Sung Ceng Siansu merasakan dibeberapa bagian anggota tubuhnya terasa sakit dan pedih sekali. Rupanya tangan wanita cantik itu telah berhasil menggurat beberapa bagian anggota tubuh Sung Ceng Siansu seperti lengannya. pundaknya. punggungnya. dadanya dan paha dari bi Lek Hud. ‘ Darah juga telah mengucur deras sekali dari luka2 tubuh sung ceng siansu karena setiap luka yg dideritanya itu sangat lebar kulit tubuhnya terobek dan darah mengucur banyak sekali membasahi tubuhnya. menyebab- kan keadaan Sung Ceng Siansu mengenaskan sekali. Wanita cantik tersebut tidak melancarkan cakaran2nya lagi. ia melompat mundur sambil tertawa2 menina bobokan mayat bayi didalam rangkulannya: ..Tidurlah yang nyenyak anakku. …tidurlah…..tidurlah anakku …. ..!” Tetapi hebat penderitaan Sung Ceng Siansu waktu itu, ia merasakan tubuhnya sepertiterbakar oleh kobaran api. dia merasakan didalam tubuhnya seperti juga berjalan puluhan ekor kelabang atau semut yang membuat ia bergelinjang dan disusul kemudian dengan perih dan pedih pada setiap bagian anggota tubuhnya. kedua kakinya berkelejotan terus menerus tidak bisa dikendalikan dan sepasang tangannya juga seperti ingin bergerak diluar kehendaknya. Wajah Sung Ceng Siansu waktu itu mengejang kaku, karena dua guratan yang panjang terdapat dimukanya. Dan juga. darah telah melumuri wajah sipendeta gemuk itu, mulutnya jadi menyeringai diluar kemauannya. dan sepasang matanya terpentang lebar dan mengeluarkan jeritan yang panjang.tampaknya Sung Ceng Siansu sangat tersiksa dengan keadaannya seperti itu.
Lie Su Han yang waktu itu telah tersadar dari pingsannya. tengah merangkak bangun. lapun telah berusaha mengangkat Lie Ko Ti. yang dirangkulnya dan kemudian memenangkan kedua kakinya untuk melarikan diri dari tempat tersebut. Tetapi wanita cantik berkepandaian liehay itu telah tertawa renyah dengan nadanya yang seperti juga mengejek. ia telah menina bobokan terus mayat bayi dalam rangkulannya: ..Tidurlah anakku. . . . tidurlah. ibu hendak menangkap seekor nabi lainnya. . . l” dan dikala mulutnya berkata begitu dengan nada yang penuh kasih sayang ditujukan kepada mayat bayi dalam rangkulannya namun keduakakinya telah menjejak, tubuhnya melompat seperti juga terbang. dan tahu-tahu telah berada disamping Lie Su Han. dimana tangan siwanita cantik telah bergerak. dan ..breeettt l” segera juga pakaian dibagian punggung Lie Su Han kena dirobeknya. bahkan kulit punggung Lie su han juga telah robek oleh cakaran tangan wanita tsb,darah segera mengucur deras. Lie Su Han menggeliat sambil mengaduh. rangkulannya pada Lie Ko Ti terlepas. sehingga Lie Ko Ti menggelinding diatas tanah dalam keadaan masih tertotok. Kemudian tubuh Lie Su Han terjerunuk dan jatuh lemas.
Wanita cantik tersebut telah memandang Lie Su Han dengan sorot mata yang dingin. kemudian menina bobokan mayat bayi dalam rangkulannya.Lie Su Han berusaha untuk berdiri walaupun sekujur tubuhnya dirasakan pada sakit dan pedih. sepasang kaki Lie Su Han gemetaran tenaganya seperti lenyap meninggalkan raganya. dimana luka pada punggungnya itu pedih sekali seperti digerayangi oleh ribuan ekor semut. kepandaian Lie Su Han memang berada jauh dibawah Sung Ceng Siansu. dengan demikian daya tahan yang dimiliki Lie Su Han juga tidak sekuat Sung Ceng Siansii. Dengan begitu. sekali ia terluka. seluruh tenaganya telah punah Lie Su Han juga meraung keras dengan wajah yang telah bersemu hijau gelap. ia menggeliat-geliat kesakitan. Wanita cantik aneh yang memiliki kepandaian tinggi itu mengeluarkan suara tertawanya lagi yang renyai. kaki kanannya bergerak menendang tubuh Lie Su Han. sehingga Lie Su Han terlempar keudara tinggi sekali hampir tiga tombak. kemudian jatuh menggelinding diatas tanah pula. dengan begitu. penderitaan Lie Su Han jadi lebih hebat lagi. terutama kulit pada wajahnya terasa seperti mengejang kaku. “Paman …. ..l” tiba2 Lie Ko ‘ti menjerit dengan suatu yang nyaring. hati anak lelaki ini ngeri ‘melihat keadaan pamannya. la memang dalam keadaan tertotok. tetapi ia tertotok pada jalan darahTian-cie-hiat. sehingga tubuhnya saja yang kaku. dimana sepasang tangan dan kakinya tidak bisa digerakkan. Tetapi Ah-hiatnya (jalan darah gagu)nya tidak tertotok. anak lelaki ini masih bisa bicara. Karena tidak tahantmelihat penderitaan pamannya. anak lelaki she Lie ini telah menangis mengucurkan airmata. mendengar teriakan lie ko ti,wanita tsb menoleh. ia melihat Lie Ko Ti yang rebah ditanah. Semula ia memang tidak memperhatikan keadaan anak lelaki tersebut. Namun sekarang, disaat mendengar teriakan Lie Ko Ti. entah mengapa ia telah menoleh dan melihat kepada anak lelaki tersebut seperti ada sesuatu yang menarik hatinya. dengan mulut masih bernyanyi bersenandung perlahan. menina-bobokan mayat bayi dalam rangkulannya. in melangkah mendekati Lie Ko Ti
Waktu berada didekat anak lelaki itu. wanita cantik tersebut telah memperhatikan baik!Lie Ko Ti. dan setelah mengawasi sekian lama,kaki kirinya telah ditendangkan pada jalan darah ..Wut-tie-hiat” dan jalan darah ..Lung-kie hiat”. sehingga totokan pada jalan darah ..’tian cie-hiatnya” anak lelaki itu telah terbebaskan dan Lie Ko Ti dapat menggerakkan kedua kaki dan kedua tangannya kembali. Begitu terbebas dari totokannya. Lie Ko’Ti merangkak bangun dan berlari menubruk pamannya yang dirangkulnya sambil menangis. ..Paman ..paman.. Panggilnya sambil menggoncang2kan tubuh Lie Su Han. Lie Su han mengerang menahan rasa sakit yang bukan main pada sekujur tubuhnya. la pun berkata dengan suara yang susah payah :..Lari…..cepat kau tinggalkan tempat ini…”lari….l” Tetapi Lie Ko Ti bukannya lari meninggalkan tempat tersebut. malah telah berdiri dan memutar tubuhnya. menghadapi wanita cantik yang liehay itu. ..Wanita iblis….l” memaki Lie Ko Ti dengan suara yang keras dan mengandung kemarahan. Engkau memang seperti iblis yang jahat sekali yang tidak memiliki prikemanusiaan …. .. hemn…hemmm. Thian tentu akan mengutukmu!” Wanita cantik yang liehay itu semula tertegun melihat keberanian Lie Ko Ti, anak lelaki kecil tersebut. yang berani memakinya. Tetapi setelah tersadar dari tertegunnya. ia malah tertawa. “Anak, berapa usiamu?” tanyanya kemudian dengan suara yang sabar. li ko ti mendelikkan matanya. ..Tidak perlu engkau menanyakan usiaku ! menyahuti anak lelaki itu. ..Cepat keluarkan obat pemunah racun untuk menyembuhkan pamanku…” dan juga paman pendeta itu!” kata Lie Ko ti. ..Engkau tidak merasa takut kepadaku. nak? tanya wanita cantik itu. ,.Takut? Mengapa aku harus takut kepada wanita iblis jahat seperti engkau? Cepat kau keluarkan obat untuk kedua paman itu…..l” ..Jika aku menolak….?” tanya wanita cantik tersebut. yang merasa lucu didalam hatinya melihat sikap Lie Ko Ti.
Ditanggapi begitu oleh wanita cantik tersebut. Lie Ko Ti jadi berdiam diri bengong memandangi wanita cantik tersebut. la juga menyadari. jika memang wanita cantik tersebut tidak mau memberikan obat untuk pamannya dan pendeta itu. tentu ia juga tidak bisa memaksanya. karena bukankah kepandaian wanita cantik itu sangat tinggi sekali. Pamannya dan pendeta itu saja tidak berdaya apa lagi ia seorang anak kecil tak tau apa2……habis daya ia . tubuhnya menubruk kearah wanita itu sambil teriaknya :;Akan kugigit pecah kulit tubuhmu…..l” Wanita cantik tersebut tersenyum ketika melihat kelakuan Lie Ko Ti. dengan mudah ia berkelit kesamping. Tahu2 telah berada dibelakang Lie Ko Ti, ia menepuk punggung anak itu.perlahan sekali tepukannya, tetapi hebat kesudahannya. tubuh Lie Ko Ti jadi terjerambab dan kemudian bergulingan diatas tanah. Waktu Lie Ko ti bangun berdiri. mukanya telah dilumuri darah. karena dari hidungnya telah mengucur darah merah yang masih segar.bocor akibat terbentur dengan tanah. ..kau. . . kau. . . l” kata Lie Ko Ti tergagap. tetapi anak ini tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Wanita cantik itu tertawa. dengan suara yang tetap renyai dan sabar. Katanya: ..Kutanya. siapa namamu?” ..Aku she Lie. . . bernama Ko Ti. . !” menyahuti Lie Ko Ti kemudian. ,.Berapa,usiamu. . .?” tanya wanita cantik …enam tahun…..tentunya sama sebaya dengan anakku ini!” kata wanita cantik tersebut sambil menunjuk kepada mayat bayi yang berada dalam rangkulannya. melihat mayat bayi dalam rangkulan wanita itu. muka Lie Ko Ti jadi berubah pucat.
la bergidik merasa ngeri karena melihat betapa mayet bayi ‘itu pucat dan sepasang matanya terpejamkan. dan sekarang dipersamakan dengan dirinya. Melihat Lie Ko Ti berdiam diri. wanita cantik tersebut tertawa lagi. lalu katanya: ..Kemari kau mendekat. . !”Lie Ko Ti sesungguhnya tidak mau menuruti panggilan wanita cantik itu.
Ia melirik kepada Lie Su Han yg tengah mengerang2 dengan tubuh berkelejêtan kaku seperti juga tengah menderita kesakitan yang hebat. ketika itu dihati Lie ko Ti berpikir: ..Lebih baik kuturuti saja kemauan wanita iblis ini baik2. agar ia mau memberikan obat untuk pamanku dan pendeta itu. . .l dan li ko ti melangkah mendekati wanita cantik itu ..tadi kau mengatakan bhw org itu adalah pamanmu. ‘ ? Kata wanita cantik tersebut. Lie Ko ti mengangguk. ..tadi engkau juga memintaku untuk memberikan obat penawar kpd pamanmu bukan ?” tanya wanita cantik itu lagi.Lie Ko Ti telah mengangguk pula.”Baik, aku akan memberikannya- tetapi ada syaratnya!” kata wanita cantik tersebut sungguh2.,,apa syaratnya?,,kata li ko ti yang girang mendengar wanita cantik yang bertangan liebay tersebut memberikan obat kepada pamannya. dan tentunya juga kepada paman pendeta itu juga. ..Syaratnya tidak sulit. engkau pasti dapat melakukannya jika memang engkau bersedia !”menya huti wanita cantik tersebut. ..Engkau harus ikut bersamaku …… ..i Aku akan membegikan obat yang kau minta. tetapi kau ikut bersamaku. Bersediakah kau ?,, Lie Ko Ti jadi tertegun ditempatnya. Inilah syarat yang sama sekali tidak diduganya semula. ..Ikut denganmu ? Untuk ….untuk apa ‘tanya Lie Ko ti dengan suara tergagap. ..Untuk menjadi kacungku. untuk menggendong anakku ini….l” rnenyahuti wanita cantik tersebut. Lie Ku Ti jadi tambah heran. disamping ia juga bergidik ngeri…Menjadi kacungmu ?” tanya Lie Ko Ti dengan suara tergagap. ..Dan…… dan aku harus menggendong mayat bayi itu ?” Mendengar pertanyaan Lie Ko Ti, muka wanita cantik tersebut berobah merah, tampaknya ia jadi marah. ..Sekali lagi kau mengatakan bahwa anakku ini telah menjadi mayat. mulutmu itu akan kurobek l” katanya galak sekali. Lie Ko Ti terkejut. ia juga berada dalam kebimbangan. antara menerima atau tidak syarat dari wanita tersebut antara menolongi jiwa pamannya dan menggendong mayat itu tapi jika ia menolak. jelas pamannya akan celaka ditangan wanita cantik tersebut.
Waktu itu juga li ko ti mendengar suara erangan Lie Su han yg semakin lemah dan perlahan. tubuh pamannya berkelojotan tidak hentinya. dengan mukanya yang mengejang kaku menyeringai dan sepasang matanya yang mendelik terbuka lebar2 keadaannya sangat mengenaskan dan mengkhawatirkan,begitu juga ketika Lie Ko Ti melirik kepada Sung ceng Siansu.melihat Bi Lek Hud dalam keadaan sekarat juga. Namun disebabkan pendeta itu memiliki ilmu yang lebih tinggi dari Lie Su Han. maka ia memiliki daya tahan yang jauh lebih kuat, tetapi keadaan pendeta itu juga mengenaskan. keadaannya sama seperti Lie Su Han. sepasang kaki dan tangannya berkelejatan kejang kaku. dengan sepasang mata yang terbeliak lebar2 dan juga mulutnya seperti menyeringai. ..jangan engkau berlambat-lambat ,jiwa mereka tidak akan tertolong lagi. . . diwaktu itu. biarpun engkau bersedia menerima syaratku. tidak nantinya aku bi sa menolong mereka.. .!” kata wanita cantik tersebut.
Lie Ko Ti menghela napas dalam2 akhirnya ia mengangguk nekad. “Baiklah, kau berikan obat untuk kedua paman itu!” katanya. Dan sambil berkata begitu ia telah memandang kearah mayat bayi yang ada diPelukan wanita cantik tersebut,hatinya tergetar dan tubuhnya bergidik lagi.Wanita cantik tersebut tertawa. ia berkata:..Aku akan segera mengampuni kedua orang_itu dari kematian. akan kuberikan obat penawar racun yang dibutuhkan mereka. namun ingat. engkau juga boleh memungkiri janjimu yang telah menyanggupi untuk ikut serta denganku. untuk menjadi kacungku. dan menggendong anakku ini. . .!” Lie Ko Ti tidak bisa menyahuti. ia hanya mengangguk saja. Perasaan ngeri jadi mencekam hatinya. anak ini bergidik berulang kali. Namun menolong jiwa pamannya dan paman pendeta itu jauh lebih penting dari segalanya. maka ia telah memutuskan utk menahan perasaan seram dan ngerinya utk menerima syarat dari wanita tsb asalkan li su Han dan Sung Ceng Siansu bisa tertolong jiwanya. Diwaktu itu wanita cantik tersebut telah merogoh saku bajunya. ia mengeluarkan sebuah botol kecil dan mengangsurkan kepada Lie Ko Ti. katanya: ..Pergilah kau masukkan kedalam mulut kedua orang itu masing2! sepuluh butir.
Sisanya yang sepuluh butir lagi. biarkan didalam botol itu. berikan kepada mereka dan pesan jika kelak tiga bulan kemudian. mereka masing2 memakannya lagi lima butir. Pergilah kau lakukan !” Cepat2 Lie Ko Ti menerima botol tersebut dan melakukan apa yang dipesankan oleh wanita cantik tersebut. Ia mengeluarkan sepulu butir piL yang berwarna hijau dan berukuran kecil seperti tahi Cicak. dimana ia masukkan kedalam mulut Lie Su Han. ..Telanlah paman…..!” katanya kemudian. Walaupun waktu itu sekujur tubuh Lie Su Han telah kejang kaku, namun .keadaannya itu tidak menyebabkan pikirannya terganggu. la masih bisa berpikir dengan baik- Dan in telah mendengarkan percakapan li ko ti tadi waktu ltu dan tanpa dua kali Lie Ko Ti menganjurkannya agar menelan pil tersebut. ia telah mempergunakan bantuan air Iudahnya. untuk menelan sepuluh butir pil tersebut. Lie Ko Ti telah menghampiri Sung Ceng Siansu dan sama seperti tadi. ia memasukkan sepuluh butir pil obat tersebut kedalam mulut pendeta itu. dan menganjurkan agar Bi Lek Hud menelannya.
Botol obat yang berisi sisa sepuluh butir lagi telah disisipkan kedalam tangan Sung CengSiansu. sambil katanya: ..Paman pendeta didalam botol itu terdapat sepuluh bulir pil obat dan kalian harus memakannya tentangnya lima butir lagi jika telah tiga bulan mendatang nanti…-….!” ..Kemari kau. . .” baru _saja Lie Ko Ti berkata sampai disitu. ia telan dipanggil oleh Wanita cantik yang liehay tersebut. Dengan perasaan segan dan langkah kaki yang satul Lie Ko Ti telah menghampiri wanita cantik tersebut. ..Gendonglah…ktnya’sambil mengangsur mayat bayi dalam gendongannya itu ke li ko ti. Kembali anak lelaki she Lie tersebut jadi menggidik ngeri. dimana ia harus menggendong mayat seorang bayi yang telah dingin. Namun dengan menguatkan hati. Lie KO Ti telah mengulurkan tangannya menyambut mayat bayi tersebut. la merasakan betapa mayat bayi itu telah dingin. sedingin es. dan keras sekali seperti batu. Bukan main perasaanwngeri yang terbayang diotaknya dan berkecamuk kembali Lie Ko Ti. Jantungnya jadi berdegupan sangat keras sekali. kedua tangannya yang di-pakai untuk menggendong mayat bayi tersebut juga gemetaran keras. Jika saja Lie Ko Ti ti- dak mengeraskan hati. tentu ia tidak sanggup menggendong bayi yang telah menjadi mayat tersebut. tentu akan terlepas jatuh dari kedua tangannya yang gemetaran keras itu.
Sesungguhnya. wanita cantik bertangan llebay dan membawa2 mayat bayi dalam gendongannya itu adalah seorang tokoh pendekar wanita yang memiliki kepandaian sangat tinggi. namanya juga sangat terkenal didalam dunia persilatan .ia she khiu bernama Bok Lan sepuluh tahun yang lalu i a merupakan pendekar wanita yang disegani oleh jago! dari kalangan putih maupun hitam. Empat tahun laman ya ia berkecimpung didalam kalangan Kang-ouw. samp ai akhirnya ia menikah dengan seorang pemuda yang memiliki kepandaian yang tidak berada dibawahnya. y aitu Siangkoan Ting. setelah menikah. keduanya giat sekali berlatih diri terus. sehingga keduanya memperoleh ke majuan yang lebih banyak dari semula. mereka jadi semakin liehay. Setahun sejak perkawinan mereka. Khiu Bok Lan hamil dan melahirkan seorang anak laki-laki, yang diberi nama
Siangkoan Sin Lun. Namun sayang sekali. kebahagiaan pasangan suami isteri tersebut hanya berlangsung tidak lebih dari enam bulan. diwaktu mana bayi mereka itu terserang semacam penyakit dan meninggal dunia. betapa berdukanya Khiu Bok Lan dan Siangkoan Ting.
Malah Khiu Bok Lan tidak hendak berpisah dengan anaknya itu, maka dengan mempergunakan bermacam2 ramuan obat. ia telah mengeraskan tubuh mayat bayinya itu. agar tidak menjadi rusak. Memang ramuan obat yang dibuat oleh Khiu Bok Lan dan siangkoan Tlng berhasil mengawetkan mayat bayl tsb dimana khu Bok Lan selalu membawa mayat bayinya tersebut dalam gendongannya dan memperlakukan mayat bayi tersebut seperti juga masih hidup! Tetapi setahun kemudian sejak meninggalnya bayi mereka.
Siangkoan ‘ting pun terserang semacam penyakit. ditambah dengan hatinya yang memang selalu diliputi perasaan duka menyaksikan isterinya selalu meng-gendong mayat bayi mereka. akhirnya iapun mati meleras. Penderitaan yang diterima oleh Khiu Bok Lan terlalu hebat. kematian bayinya. sekarang ia kehilangan suaminya. la berduka bukan main.dan akhirnya terganggu pikirannya. ia menjadi gila ! Begitulah. setiap hari ia selalu berkeliaran kemana-mana sesenang kedua kakinya, menggendong-gendong mayat bayinya sambil selalu bersenandung. seperti juga tengah menidurkan anaknya tersebut. Tahun demi tahun telah lewat. dan Khu Bok Lan tetap dengan kelakuan gilanya itu. sehingga ia hidup dengan caranya yang tidak berketentuan. lgpun selalu ini-lakukan perbuatan2 dimana jika ia tidak menyukai seseorang ia akan membinasakannya. Kepandaiannya memang tinggi. terutama sekali disaat ia telah menjadi gila. ia telah melatih sepasang tangannya. ditambah pula pada ujung2 kuku jari tangannya diberi racun yang sangat berbisa sekali. Maka setiap korban keganasan dari Khu Bok Lan menemui ajalnya dengan cara yang mengenaskan sekali. Tetapi Khiu Bok Lan juga tidak memiliki tempat tinggal yang tetap, ia selalu muncul di mana saia tanpa berketentuan. Banyak orang2 Kangouw akhir~akhir ini yang menjulukinya sebagai ..Tok Kui Sin Jie” (Setan Racun Dengan Anak Sakti), dan ia merupakan momok yang mengerikan.
Setiap orang2 rimba persilatan yang telah mengetahui atau pernah mendengar nama ‘tok Kui Sin Jie Khiu Bok Lan. tentu jika bertemu dengan iblis wanita tersebut akan segera menyingkir jauh!. Pertemuannya dengan Auwyaug Bun dan Sung ceng Siansu maupun Lie Su Han. memang suatu pertemuan yang tidak di-sangka2. Waktu itu Tok Kui Sin J’ Klin Bok Lan sedang beristirahat didalam hutan & disaat itulah tampak Auwyang bun memasuki hutan rimba itu. sehingga ia telah turun tangan menyiksa Auwtyang Bun. dengan begitu. Auwyang Bun telah menemui kematian yang sangat mengerikan sekali. Sung Ceng Siansu dan Lie Su han justru tidak keburu menyingkirkan diri. dengan demikian. Sung Ceng dan Lie Su Han telah kena dilukai dengan cara yang mengenaskan sekali.
Dalam keadaan seperti itu. untung saja masih ada Lie Ko ‘Ti. dimana Khiu Bok Lan telah tertarik untuk mengambilnya menjadi kacungnya. Deng an demikian. segera juga jiwa dari kedua manusia jagoan dari rimba penilaian tersebut nyaris terbinasa ditangan Khiu Bok Lan. ..Mari berangkat!” kuta Khiu Bok Lan sambil memutar tubuhnya. Lie Ko Ti sambil menggendong mayat bayi Khiu Bok Lan. telah menoleh kepada Lie Su Han dan Sung Ceng Siansu. yang waktu itu telah dapat berduduk. tetapi mereka telah terluka cukup parah oleh racun yang sangat berbisa dari Khiu Bok Lan. dengan demikian. tenaga mereka seperti telah habis dan membuat mereka jadi tidak bisa segera berdiri. Hati lie Ko Ti jadi ngenas sekali melihat keadaan kedua orang itu. ia segera melangkah perlahan mengikuti Khiu Bok Lan. Lie Su Han dan Sung ceng Siansu hanya bisa menyaksikan saja kepergian Lie Ko ti. Sedangkan Khiu Bok Lan telah melangkah sambil bersenandung dengan suara perlahan: “Anakku…. kini engkau bisa tidur yang nyenyak …. .. tidurlah anakku …. .. engkau telah berada dalam gendongan kacungmu… .. tidurlah anakku.” dan ia telah melangkah terus. Lie Ko Ti juga tidak berani berayal. in telah mengikuti sampai akhirnya wanita she Khu itu bersama Lie Ko ti telah lenyap dari pandangan mata Sung Ceng Siansu dan Lie Su Han. Kedua orang tersebut menghela napas panjang. dan kemudian Sung Ceng Siansu telah berkata dengan suara yang mengandung penyesalan : ..Sayang sekali aku tidak memiliki kepandaian yang lebih tinggi,dengan begitu. aku tidak bisa melindungi keponakanmu. yang telah dibawa pergi oleh iblis wanita itu . . . !” dan setelah berkata begitu Sung Ceng Siansu menghela napas beberap kali Sedangkan Lie su han juga menghela napas dengan wajah yang murung. ..Apa yang telah dilakukan oleh Taisu lelah lebih dari cukup. karena hampir saja Taisu membuang jiwa akibat membela kami. . .!” katanya. Kedua orang ini telah berdiam diri. lalu masing2 mengerahkan lwekang mereka, untuk memulihkan semangat mereka. Dan setelah setengah harian duduk bersila ditempat tersebut.mereka berhasil memulihkan pernapasan mereka……
Keduanya telah kembali ke Siangyang. Dan diwaktu itulah mereka telah bersepakat untuk pergi menemui Bu Siang Siansu. guru Lie Su Han.untuk merundingkan cara terbaik, guna mengambil pulang Lie Ko Ti dari tangan Tok Kui Sin Jie Khiu Bok Lan. wanita iblis yang bertangan telengas tersebut. li ko Ti yg dibawa oleh wanita itu ternyata dibawa masuk kedalam hutan yang terdapat disitu. menyelusuri hutan tersebut dan tiba didepan sebuah tempat yang penuh dengan batu2 yang saling susun ditindih berukuran besar-besar. Khiu Bok Lan telah duduk disebuah batu yang tertonjol keluar kemudian menoleh kepada Lie Ko Ti. sambil tunjuknya kesebuah batu lainnya. ..Duduklah disitu.” katanya dengan suara yang sabar. dan kemudian mengawasi anaknya yang telah menjadi mayat dan berada dalam gendongannya Lie Ko Ti.Lie Ko Ti duduk dibatu yang ditunjuk oleh Khiu Bok Lan dan kemudian mengawasi mayat bayi yang berada dalam gendongannya. lalu ia berkata dengan suara yang perlahan dan ragu2: “Liehiap …. .. apakah tidak lebih baik… lebih baik… anak ini…” tetapi Lie Ko Ti tidak meneruskan perkataannya tersebut. Khiu Bok Lan memandang kepada Lie Ko Ti. ia mengawasinya menantikan anak itu meneruskan perkataannya. tetapi Lie Ko ‘It tidak berani meneruskan perkataannya itu. ..apa yg hendak kau katakan?,, ..Aku ingin menyerahkan,… agar…” agar…bayi ini..” bayi ini…!” suara Lie Ko ‘ti tergagap.
Dan diwaktu itulah. kedua tangannya gemetaran mengangsurkan bayi yang telah menjadi mayat itu. seperti ingin menyerahkan kepada Khiu Bok Lan. Tok Kui Sin Jie Khiu Bok Lan jadi mengawasi Ko Ti dengan sinar matanya yang sangat tajam. kemudian katanya: “Apa yang hendak kau katakan ?” suara Khiu Bok Lan terdengar nyaring dan keras. ..Aku ingin menyarankan. apakah tidak.., tidak sebaiknya bayi yang telah menjadi mayat ini dikubur saja……?” menyahuti Lie Ko Ti. muka Tok Kui Sin Jie Khiu Bok Lan jadi berubah merah pada m. matanya mendelik mengawasi Lie Ko Ti. ..Apa kau bilang ?” katanya dengan suara yang mengandung kemarahan. li Ko ‘Ti jadi bungkam. ia jadi ketakutan melihat Khiu Bok Lan dalam keadaan marah seperti itu. anak ini telah menundukkan kepalanya dalam2 tetapi sepasang tangannya yg menggendong bayi tersebut jadi menggil semakin keras. Khiu Bok Lan telah tertawa dingin. katanya : “Bocah, engkau bicara terlalu sembarangan…..engkau menganjurkan aku agar mengubur anakku itu ?” li Ko Ti mengangkat kepalanya. dan ia mengangguk ragu. tetapi ketika sinar matanya bentrok dengan mata Khiu Bok Lan. ia telah menunduk kembali.
Waktu itu Khiu Bok Lan telah berdiri dari duduknya. ia menghampiri Ko Ti. Sinar matanya sangat tajam, mengandung kemarahan.Li Ko Ti jadi ketakutan. dan ia menunduk saja dengan sepasang tangan yang semakin gemetaran. Ia kuatir kalau2 dirinya disiksa oleh wanita iblis tersebut. ..Bocah !” tiba-tiba Khiu Buk Lan membentak dengan suara yang keras. dimana ia telah berkata dengan sikap yang mengancam. “Rupanya mulutmu itu perlu dirobek !” li Ko Ti semakin ketakutan. sepasang tangannya yang memang telah menggigil jadi semakin menggigil keras. Dan tahu2 mayat bayi dalam gendongannya telah terlepas dimana mayat bayi tersebut telah menggelinding jatuh ditanah. ..0hnh. kau membanting anak Anakku.. anakku!” teriak Khu Bok Lan sambil melompat dan mengambil mayat bayi itu, yang digendongnya dalam rangkulannya. li Ko Ti sendiri jadi semakin ketakutan. ia telah berdiri dari duduknya. dan telah beringsut kedekat sebuah batu lainnya. maksudnya jika memang Khiu bok Lan hendak memukulnya. ia akan melarikan diri. Diwaktu itu setelah menggendong mayat bayinya. Khiu Bok Lan dengan suara bengis kepada Ko Ti : ..Bocah jahat engkau membanting anakku dan engkau harus dihajar sepuluh kali bantingan….. sambil berkata begitu. Tubuh Khiu Bok Lan telah mencelat kesamping Ko ti. dengan menpergunakun tangannya yang satu. ia telah mencengkeram pundak KO Ti. dan diwaktu itulah. Sekali menghentak tubuh Ko ‘ti telah terlempar empat tombak lebih ketengah udara. lalu anak lelaki tersebut jatuh terbanting diatas tanah. rnenim bulkan suara gedebukan yang sangat keras sekali. dan ia menjerit kesakitan. pandangan matanya berkunang2 dan juga ia merasakan pinggangnya nyeri hendak patah. wanita itu mengeluarkan suara tertawa yang menyeramkan mengandung kemarahan.ia melompat lagi. dan mengangkat tubuh Ko Ti yang hendak dibantingnya pula. Ko ti memejamkan matanya. ia yakin. begitu dlbanting sekali lagi. tentu jiwanya akan segera melayang..” Tetapi waktu tangan Khiu Bok Lan bergerak hendak melempar Ko Ti keatas udara. diwaktu itulah dari atas tiba2 telah meluncur sebungkah batu yang besar sekali. dan lalu menggelinding jatuh serta menimbulkan suara
yang berisik sekali. meluncur akan menimpa Khiu Bok Lan. hal itu benar-benar mengejutkan Khiu Bok Lan. karena ia tidak menyangka akan adanya batu yang longsor seperti itu. terlebih lagi jarak pisah antara batu dengan dirinya tidak begitu jauh. Tetapi Khiu Bok Lan yang memiliki kepandaian tinggi. mana bisa berdiam diri saja membiarkan dia bersama dengan mayat anaknya dan Ko ti tertimpah batu besar tersebut? Dengan gerakan secepat kilat. tubuhnya telah melayang jauh sekali. Dan batu tersebut telah menimpa tanah dimana tadi khu Bok Lan ber da dengan menimbulkan suara gedebukan yg sangat keras sekali. Khiu Bok Lan telah mengangkat kepalanya menengok keatas. dan dilihatnya sesosok tubuh telah bergerak cepat sekali dengan gerakan yang sangat ringan. Tubuhnya itu seringan kapas dan waktu hinggap diatas tanah tidak menimbulkan suara sedikitpun juga. Khiu Bok Lan telah menegaskan._dan dilihatnva orang yang baru turun itu tidak lain dari seorang pemuda yang mungkin berumur dua puluh tahun tiga atau dua puluh empat tahun.wajahnya tampan. dan tubuhnya tegap. dengan pakaian yang sederhana namun bersih.
Pemuda itu waktu hinggap diatas tanah telah membarengi dengan perkataannya : “Mengapa hendak menyiksa anak kecil tidak berdaya seperti itu. . . . ? Cici.. tentunya engkau tidak akan menurunkan tangan bengis kepada anak yang tidak berdaya itu. bukan ?” Khiu bok Lan telah mengawasi pemuda tersebut dengan sorot mata yang tajam. dan kemudian ktnya,,siapa kau ? Ada urusan apa kau mencampuri urusanku ?,, Khiu Bok Lan bertanya begitu karena biasanya setiap orang yang bertemu dengannya. tentu akan ketakutan. ‘tetapi pemuda yang baru muncul ini justru tidak memperlihatkan perasaan takut sedikitpun juga.
Pemuda itu dengan sikap yang sabar telah menyahuti : ..Siauwte she Yo dan bernama Him kebetulan tadi lewat ditempat ini dan melihat Ciecie yang hendak menyiksa anak tidak berdaya itu. dan mengapa mayat bayi yang telah kaku seperti itu tidak dikubur ?” Muka Khiu b0k Lan jadi berubah merah padam. ia menghentakkan tangannya. maka tubuh Ko Ti yang sejak tadi berada dalam cengkeramannya telah terlempar dan meluncur akan terbanting diatas tanah. Pemuda itu. Yo him yang melihat ini. gesit sekali telah melompat sambil mengulurkan tangannya. Gerakan yang dilakukannya cepat sekali. sehingga mudah saja ia menyambar punggung Ko ti dan ia telah berhasil mencegah Ko Ti terbanting. Dengan sabar Yo him menurunkan tubuh anak tersebut. yang berdiri disampingnya.kedua kaki Ko Ti masih menggigil krn anak ini masih diliputi perasaan ketakutan. Yo Him mengusap-usap kepala anak tersebut. ia berkata dengan sabar: ..Jangan takut.Ciecie itu tentu tidak akan mengganggumu lagi!” Tetapi Khian Bok Lan seperti juga tidak memperdulikan Yo Him::. telah menina bobokan anaknya. yang ditimang2nya. sambil bersenandung dengan suara yang perlahan :..Anak yang..baik. tidurlah kembali. tadi kau kaget terjatuh bukan ? Tidurlah kembali. . . tidurlah kembali!” dan sambil meninabobokan anak itu. ia telah mengayun-ayunkan mayat bayi tersebut dalam gendongannya. sedangkan tubuhnya telah bergerak perlahan melangkah dua tindak kedekat Yo Him.
Tahu2 tangannya yang satu dipergunakan untuk rnenjambret baju Yo Him. Gerakan Khiu Bok Lan cepat sekali. dan juga cakaran yang dilakukannya itu merupakan cakaran maut yang bisa mematikan. kalau saja kuku jari tangannya yang mengandung racun itu mengenai sasarannya. Tetapi Yo Him hanya tersenyum saja,walaupun-Khu bok lan bergerak cepat sekali.tokh pemuda itu bisa mengela kan sambaran tangan khu Bok Lan dengan mudah. dan tanpa merubah kedudukan kedua kakinya. Tampak ia telah menggerakkan tangan kanannya.akan menotok j alan darah “Bun-su-htat” didekat lengan Khiu Bok Lan. Totokan itu merupakan totokan yang biasa saja, tetapi karena dilakukan oleh Yo Him. pemuda yang memiliki tenaga dalam telah mahir.dengan sendirinya totokan tersebut bisa membahayakan orang yang menjadi lawannya. kalau saja mengenai sasaran dengan tepat.Khiu Bok Lan sendiri terkejut. belum lagi jari telunjuk Yo Him tiba. justru ia telah merasakan hebatnya sambaran angin dingin yang menyerap seperti masuk kedalam tulang lengannya.
Cepat ta menarik pulang tangannya membataltan cakarannya. dan kemudian sambil tetap bersenandung menina-bobokan anaknya yang telah menjadi mayat itu. ia berkata dengan suara yang dingin: ..Kau harus binasa de ngan keadaan yang lebih mengerikan dibandingkan dengan korbanku yang terdahulu,… l” dan tangannya itu telah berkelebat cepat sekali saking cepatnya. tangannya telah berubah menjadi beberapa tangan. yang berkelebat menyambar keberbagai bagian anggota tubuh Yo him yang mematikan. Yo Him heran juga melihat wan ti tersebut memiliki kepandaian yang demikian tinggi, namun dilihat dari kelakuannya. tampaknya seperti wanita yang kurang beres pikiranma. karena meng-gendong& dan menina-bobokan bayi yang telah menjadi mayat itu.
Tetapi Yo him juga tidak bisa berdiam diri saja. karena Khiu Bok Lan telah menyerangnya dengan cakaran2 ya ng begitu gencar dan mematikan. mengincar bagian2 a nggota tubuh yang bisa mematikan jika terkena cakaran tersebut. Juga _diwaktu itu Yo Him berhasil mengendus bau amis yang menusuk hidung waktu tangan wanita cantik yang memiliki ilmu tinggi tersebut berseliweran kearah tubuhnya. segera ia mengetahui bahwa pada kuku-kuku jari tangan wanita ini tentunya diborehkan racun. Tanpa ayal, Yo Him telah menggerakkan kedua kakinya. melangkah dengan aturan pat-kwa. Dimana kedua kakinya bergerak-gerak di-situ situ juga. namun tubuhnya telah berkelebat cepat. dan semua cakaran yang dilakukan wanita itu telah berhasil dielakkannya. malah kalau bergerak menurut aturan pat-kwa tersebut. Yo him tidak meninggalkan Ko ti.yang tetap berada disisinya. dilindunginya. kalau wanita tersebut menyerang Ko t1- Khiu Bok Lan yang melihat kejadian ini jadi penasaran bukan main, jarang sekali ia gagal dalam cakaran yang dilakukannya karena ilmu mencakarnya tersebut telah dilatihnya dengan baik.
Dan baru kali ini ia bertemu _de ngan lawan yang berhasil menghindarkan diri dari setiap cakarannya tersebut dengan tjara yang begitu amat mudah. Dengan demikian.membuat Khiu Bok Lan memusatkan tenaga dalamnya pada setiap jari tangannya. dan telah melancarkan cakaran2 yang jauh lebih cepat dan mempergunakan jurus2 yang lebih aneh. Mulutnya masih bersenandung tetapi senandungnya itu perlahan sekaii. karena Khiu Bok Lan lebih mencurahkan perhatiannya kepada lawannya. Yo Him yang telah diserang berulang kali seperti itu. tidak berdiam diri lagi. Melihat Khiu Bok Lan melakukan cakaran pula dengan gerakan yang lebih membahayakan. diwaktu itulah Yo him telah mempergunakan kedua tangannya bergerak dg cepat utk menyampok pergelangan tangan lawannya dan tangannya yg satu mendorong kuat sekali kearah bahu wanita itu.
Apa yang dilakukan oleh Yo Him merupakan gerakan yang liehay sekali. maka dalam sekejap mata saja. ia telah berhasil menangkis tangan Kiiu Bok Lan. dan tangannyayang satu telah berhasil untuk mendorong bahu Wanita yang liehay itu. Khiu Bok Lan sesungguhnya hendak mengelakkan benturan tangan yo Him. Waktu melihat pergelangan tangannya dapat ditangkis dengan begitu kuat sekali oleh Pemuda itu- ia membuat tubuhnya doyong kebelakang. Namun gerakan yang dilakukannya itu tidak mem bantu banyak. telapak tangan Yo Him tiba dipundaknya. dan tubuh Khiu b0k Lan seperti didorong oleh serangkum kekuatan yang besar sekali. yang membuat tubuhnya jadi terhuyung mundur akan terjengkang. Untung Khiu Bok Lan memang memiliki kepandaian tinggi ia telah membarengi dengan jejakkan kakinya. tubuhnya jadi melompat mundur dengan meminjam tenaga dorongan Yo Him juga. dimana tubuhnya kemudian turun dua tombak lebih diwaktu mana kekuatan dorongan telapak tangan yo Him telah lenyap. ‘ ..Anakku . tidurlah… tidurlah…ibu hendak membereskan seekor babi hutan dulu…l” walaupun tubuhnya telah terdorong seperti itu,toh Khiu Bok Lan masih bersenandung dengan suara yang perlahan. menina bobokan mayat anaknya.
Tetapi walaupun mulutnya bersenandung begitu. Ia telah melanglah maju lagi. dimana ia menggerakkan tangannya yang kanan untuk mencengkeram kearah batok kepala Yo Him. Gerakan yang dilakukannya itu seperti juga gerakan seekor harimau yang hendak mencakar lawan. cepat bukan main. karenakelima jari itu telah dipentang lebar2. dan memang kuku jari tangannya itu runcing dan tajam! sekali. yang sering dipergunakan untuk mencakar’ robek kulit bagian tubuh lawannya. Sekarang ia menyerang begitu. bagaikan hendak membenamkan kelima kuku jari tangan- nya itu dikepala Yo Him. ..Serangan yang telengas sekali..!” teriak Yo Him terkejut waktu melihat cara menyerang Khiu Bok Lan. tubuhnya menyingkir kesamping kiri dua langkah. lalu dengan gerakan yang cepat. Yo Him telah mempergunakan gerakan ..Kodok Mendorong rembulan -‘ Ilmu pukulan tangan kosong yg di perolehnya dari Ciu Pek hong. Hebat kesudahan dari dorongan tangan Yo him, karena ia telah mendorong dengan kekuatan lwenang yang benar2 terlatih baik. sehing ga dorongannya itu menimbulkan suara yang bergemuruh berisik.
Cara menyerang Yo Him memang aneh. telapak tangannya mendorong tapi waktu telapak tangan meluncur akan mendorong diwaktu itulah telapak tangan itu seperti turun naik ‘tidak menentu. Sehingga arah sasaran dari serangannya itu tidak berkepastian. Dan memang Khiu Bok Lan sendiri heran dan terkejut melihat cara menyerang Yo Him, terlebih lagi ia merasakan tenaga yang menerjang kepadanya begitu ‘kuat, membuat Khiu Bok Lan tidak berani meneruskan cakaran jari tangannya kepada kepala Yo him. ia menarik pulang tangan kanannya itu. dan menangkis tangan Yo Him.
Namun tenaga dorongan Yo Him telah tiba lebih dulu. dan tanpa ampun lagi tubuh Khiu Bok Lan telah terdorong mundur lagi beberapa langkah kebelakang. Dengan begitu terlihat. wanita cantik she Khiu tersebut telah berusaha mengerahkan tenaga dalamnya pada kukunya,telah berdiri tertegun mengawasi Yo Him. seperti juga tidak mau mempercayai bahwa pemuda yang berada dihadapannya ini memang memiliki kepandaian begitu tangguh. Yo Him telah tertawa lagi. katanya: -“Ciecie. mengapa engkau harus mendesak aku dengan serangan yang mematikan seperti itu? Bukankah diantara kita tidak terdapat permusuhan atau persoalan apapun juga?” Sabar waktu Yo him bertanya begitu. Khiu b0k Lan telah tertawa dingin. katanya: “Anakku telah terganggu tidurnya tadipun
telah terbanting oleh bocah itu. maka bocah itu perlu dihajar untuk menebus dosanya. Kau serahkan itu. dan engkau boleh angkat kaki tidak akan kuganggumu!”Yo Him tertawa. katanya ..Anak ini’ masih terlalu kecil ,ia belum bisa apa apa,belum mengerti urusan.mengapa cici harus melayaninya? Biarlah,jika engkau tidak keberatan,anak ini akan kubawa serta….!!. muka khiu bok lan menjadi merah.ia marah sekali. “apakah dengan mudah kau hendak membawa kacungku?”bentak khiu bok lan dengan suara bengis.”hemm jika tetap ingin mencampuri urusanku!.jangan harap kau meninggalkan tempat ini dengan bernapas….. “setelah berkata begitu,segera tampak tubuh khiu bok lan melompat ketengah udara,kedua tangannya berulangkali menyambar hendak mencakar dan mencengkram tubuh yo him.
Tetapi Yo Him beberapa kali mengelakkan cakaran dan cengkraman itu dengan mudah.Dan sama sekali ia tidak memperoleh kesulitan un tuk memuntahkan setiap serangan yang dilakukan Khiu .Bok Lan.Diwaktu itu,sambil mengeluarkan tawa yg menyeramk an “khiu bok lan berkata : ..Engkau rupanya memang sengaja hendak mencari urusan denganku……!” dan berbareng dengan perkataannya. ia telah melompat kesamping meletakkan mayat bayinya diatas batu. katanya dengan suara yang penuh kasih sayang pada mayat bayi tersebut : ..Anakku tidurlah dulu. Ibu hendak membereskan babi hutan itu ‘ setelah meletakan mayat bayi tersebut diatas batu. tubuh Khiu Bok lan dengan cepat telah berkelebat seperti juga sesosok bayangan. yang mengelilingi tubuh Yo Him dan Ko Ti. dimana tampak kedua tangan nya bergerak dengan cepat. saking cepatnya. kedua tangannya itu seperti telah menjadi seperti.sepuluh pasang tangan. berkelebat kesana kemari. dengan ancaman bahaya maut untuk Yo Him. ‘ terkadang juga menjurus kediri Ko Ti. Melihat serangan wanita cantik yang liehay namun memiliki tangan telengas tersebut. Yo Him tidak bisa main2 lagi menghadapinya. dengan ber-sungguh2 ia berkata: ..Cie-cie. engkau terIalu mendesakku. . .!” dan setelah berkata be- gitu, Yo Him juga bergerak cepat sekali. pertama tangan kanannya merangkul pinggang Ko Ti. yang dikempitnya dengan begitu ia bermaksud melindungi Ko Ti. sebab bisa saja terjadi Khiu Bok Lan menurunkan tangan bengis dan mengandung maut kepada anak tersebut. setelah mengempit. sambil berkelit beberapa kali. Yo him mempergunakan tangan kirinya memberikan perlawanan.
Dari telapak tangan kirinya telah berkesiuran angin hebat sekali. Khiu Bok Lan boleh lihai tapi kenyataannya ia tidak berdaya menghadapi Yo Him. karena Yo Him memiliki kepandaian yang benar-benar telah tinggi. memiliki bermacam ke- pandaian yang beraneka ragam. diperoleh dari It Teng taisu. Ciu Pek Thong. Yo Ko. Siauw Liong Lie. dan juga telah berguru kepada Oey Yok Su sahingga mewarisi seluruh kepandaian Oey Yok su. Dengan demikian. Yo Him merupakan seorang pemuda yang memiliki kepandaian sangat tinggi sekali. Setelah bertempur sepuluh jurus lebih. waktu itu Yo him mulai mengeluarkan ilmu yang diperolehnya dari Tocu th0 Hoa TO. Yaitu Oey Yok Su. Kedua kakinya bergerak2 menurut gerakan pat-kwa. dan juga tangannya telah menyambar2 cepat sekali. menindih kecepatan bergerak kedua tangan Khiu b0k Lan.
Dengan begitu. tampak tubuh Khiu_Bok Lan beberapa kali terhuyung. disamping selalu gagal untuk mencakar dan mencengkeram. juga Kbiu Bok Lan telah terkena gempuran yang dilakukan Yo Him. Dengan demikian. lewat lagi empat jurus. telapak tangan kiri Yo Him telah menghantam tepat sekali pada punggung wanita bertangan telengas itu. Tubuh khiu bok lan terhuyung kedepan beberapa langkah. dia segera memuntahkan darah segar. tubuhnya mengigil. la berdiri ditempatnya sejenak lamanya. seperti mengatur jalan pernapasannya dimana tenaga dalamnya telah tergempur. Yo Him juga tidak melakukan penyerangan lagi. ia berdiri ditempatnya Sambil d!a kempit terus Ko ti. katanya dengan sabar: ..Cie cie, apakah akan diteruskan pertempuran ini.?” Khiu Bok Lan telah memutar tubuhnya ia berkata dengan sengit. mukanya merah padam dan mengandung penasaran : ..Kali ini engkau memang menang. tetapi tunggulah,,, aku tentu akan mencarimu! Walaupun engkau lari keujung langit,tentu aku akan menemukanmu… sehabis berkata begitu tubuh Khiu Bok Lan telah melompat gesit sekali dimana ia telah melompat kedekat batu yang tadi dipergunakan meletakkan bayinya,,,
Tangannya cepat sekali menyambar mayat bayi tersebut lalu dengan bersenandung perlahan : ..Tidurlah anakku… kita pergi dari tempat ini.nanti aku akan menangkap babi hutan itu untukmu. tidurlah. .!” dan sambil bersenandung begitu. ia melangkah meninggalkan tempat tersebut. Tetapi langkah kakinya sering sempoyongan. rupanya Khiu Bok lan telah terluka didalam yang cukup berat. Dan wanita cantik yang sinting ini menyadari bahwa jika ia terus bertempur dengan Yo Him tentu yg celaka adalah dirinya.maka ia telah mengundurkan diri. dan meninggalkan tempat tersebut. melihat wanita yang tingkahnya sinting seperti itu telah berlalu. Yo Him menurunkan Ko Ti. katanya: ..Engkau tak perlu takut ! ,” , perempuan jahat itu telah pergi. Siapa namamu? … Ko Ti menyebutkan namanya- dan ia mengatakan: “terima kasih atas pertolongan yang. . diberikan oleh paman.” Yo Him menanyakan pada KO Ti, mengapa anak tersebut bisa terjatuh kedalam tangan wanita yang kejam dan bertangan telengas itu. le’ Ko Ti segera menceritakannya.Dan Yo him setelah mendengar cerita Ko ti mengajak anak tersebut untuk menuju ke Siang yang guna menemui Lie Su Han dan Sun Ceng Siansu. Namun setibanya mereka di’ Siangynng. Yo him tidak menemukan kedua orang itu. baik Lie Su Han dan Sung Ceng Siansu sudah tidak berada dirumah penginapan dimana sebelumnya KO TI diajak Lie Su Han menginap. Rupanya Lie Su Han dan Sung Ceng Siansu telah meninggalkan Siangyang. Yo Him menanyakan Ko Ti ke mana ia hendak pergi.
Anak itu sendiri jadi bingung. ia menangis dan menceritakan bahwa ia sudah tidak memiliki ayah dan ibu lagi. dan tidak memiliki sanak famili selain Lie su Han,pamannya itu.Dan kini pamannya itu sudah tidak berada di Siangyang. dengan demikian ia tidak tahu harus pergi kemana….Mendengar cerita anak tersebut hati Yo Him tergerak. ..Apa engkau bersedia ikut denganku ?” la . tanya kemudian. Ko Ti mengangguk cepat. ..Jika memang paman Yo tidak keberatan. tentu menggembirakan sekali kalau memang, aku bisa turut serta dengan kau.” Sambil berkata begitu. Ko Ti telah menekuk kedua kakinya. ia berlutut dihadapan Yo Him. Cepat! Yo Him membangunkan anak itu. ia telah perintahkan Ko Ti duduk dikursinya kembali. Yo Hum mengajak ko tie bersantap setelah itu mereka meninggalkan siangyang….
Jilid 4 .
TERNYATA Yo Him sejak meninggalkan Tho Hoa To telah mengembara didalam dataran Tionggoan. Dengan begitu Yo Him hendak menghibur hati. karena ia berduka sekali jika membayangkan betapa kerajaan Song telah terjatuh kedalam tangan Kublai Khan.
Dengan demikian. maka Yo Him semakin tak memperdulikan keadaan perkembangan pemerintahan disaat itu. dimana Kublai Khan telah mengeluarkan peraturan2. yang mengharuskan rakyat di tionggoan mengkepang rambutnya. juga harus bicara mempergunakan bahasa Mongolia. dan pula mengenai pajak! yang membebani rakyat. semua itu semakin dilihat semakin mendatangkan kesedihan dihati Yo Him. Pemuda ini hanya bertekad. jika la bertemu dengan peristiwa yang tak adil. maka ia akan membantunya. turun tangan membereskannya. tetapi sama sekali Yo him tidak bermaksud untuk mencampuri soal yang menyangkut urusan kepemerintahan.
Tentang peraturan yang juga dikeluarkan Kublai Khan. bahwa rakyat didaratan tionggoan harus mengkepang rambutnya. pun tak dipatuhi oleh Yo Him. dimana ia hanya mengikat rambutnya dan kemudian dia memakai sebuah kopyah. Dengan kepandaiannya yang ` tinggi. memang Yo Him bisa melakukan banyak sekali perbuatan2 mulia. membela yang lemah tertindas dari sikuat tetapi jahat. Dengan begitu. Yo Him bisa terhibur juga hatinya. karena dirinya memiliki kepandaian yang tinggi seperti itu. ia sama sekali tidak pernah menemui kesulitan dalam melakukan segala tindakan2nya. Dengan demikian. nama Yo Him semakin terkenal saja. dengan julukannya Sin Tiauw Thian Lam. Rajawali ‘Sakti dari Langit Selatan ‘.
Sekarang dengan ikut sertanya ko ti ,Yo Him mengajak anak tersebut ke tempat yang indah. untuk pesiar dan menikmati keindahan alam yang ada. Dengan Begitu, Yo Him berusaha untuk menghibur anak ini. agar riang gembira. Ko Ti juga melihat bahwa Yo Him sangat sayang padanya. Hanya hatinya sering merasa berduka jika ia taringat kepada Lie Su Han. pamannya. Ia menguatirkan keselamatan dan keselamatan pamannya tersebut. Serlng Ko Ti menyatakan kepada Yo Him perasaannya itu. dan Yo Him mengatakan. bahwa mereka kelak akan mencari Lie Su Han’. paman Ko Ti tersebut. ‘Tetapi Ko Ti ketika ditanya Yo Him dimana tempat Lie Su Han ini _ tidak mengetahuinya. Dan juga Ko Ti memang tidak mengetahui. dari Siangyang pamannya itu akan pergi kemana.
Selama mengajak Ko Ti melakukan perjalanan bersama dengannya. Yo Him juga telah menurunkan sejurus dua jurus ilmu silat. pada dasarnya. la juga telah melatih ilmu meringankan tubuh anak kecil itu. Ko Ti ternyata memiliki otak yang cukup terang. Walaupun tidak terlalu luar biasa. namun iapun bukan seorang anak yang bodoh. Setiap pelajaran ilmu silat yang diajarkan Yo Him dapat diterimanya dengan baik. Dengan demikian Yo Him jadi bergembira dan bersemangat mendidik anak itu. beberapa macam ilmu .’ pukulan kepalan tangan kosong. telah diajarkan juga kepada anak tersebut. Hari itu mereka berada dipropinai Kwit-cu. dimana mereka berada diluar kota Lung-an-kwan. terpisah puluhan lie disebuah tegalan rumput yang tumbuh cukup lebar. Yo Him dan Ko Ti tengah melakukan perjalanan dengan sikap yang gembira. dan juga telah bercakap2 juga. Banyak yang diceritakan Yo Him mengenai keadaan’ dirimba pensilatan.
Terutama sekali Yo Him menceritakan kepada KoTi mengenai peperangan di Siangyang. dimana saat-saat jatuhnya kota tersebut kedalam tangan kubilai Khan. Sedang mereka ber-cakap2 sambil melakukan perjalanan. diwaktu itu dari arah belakang mereka terdengar suara derap langkah kaki kuda. yang tengah mencongklang cepat sekali dan juga tidak lama kemudian. waktu Yo Him dan Ko Ti menoleh kebelakang. mereka melihat seekor kudu berbulu kuning kecoklatan tengah berlari dengan cepat dan gesit sekali. tubuh kuda itu tinggi besar, merupakan potongan kuda Mongolia.
Yo Him menarik tangan Ko Ti. yang diajaknya minggir. karena yo him melihat kuda itu mencongklang cepat sekali menuju kearah mereka. seperti juga akan menerjang mereka. Penunggang kuda tersebut seorang lelaki bertubuh tinggi besar. memelihara berewok yang tebal dan kaku. dengan kopiah yang melesak menutupi kepalanya dan juga dengan pakaian yang singset berwarna hitam. tetapi waktu itu ia melarikan kuda tunggangannya itu dengan tubuh yang agak dibungkukan, tangan kirinya memegang lali les, sedang tangan kanannya memegangi dadanya. dari mana mengucur darah mera h membasahi tangannya. Rupanya penunggang kuda it u tengah terluka pada dadanya oleh senjata tajam. Ketika kuda tunggangannya berlari cepat akan melewati Yo Him dan Ko Ti. Disaat itulah tampak lelaki berewokan tersebut sudah tak bisa mempertahankan dirinya. tubuhnya ter-goyang! dan akhirnya telah terlempar dari punggung kudanya. terbanting diatas rumput yang cukup tebaL Yo Him mengerutkan alisnya. ia cepat2 mengajak Ko ti menghampiri. Diwaktu itu. ia telah melihat lelaki berewok tersebut telah rebah terlentang diatas rumput dengan napas yang lemah sekali. wajahnya yang garang itu pucat sekali dan tangannya masih memegangi luka didadanya. mulutnya yang tampaknya kering itu telah mengeluh perlahan, keluhan kesakitan.
Kuda tunggangan orang tersebut telah berlari cepat sekala. mencongklang terus walaupun majikannya telah terbanting jatuh dirumput. sekejap mata saja kuda tunggangan tersebut telah lenyap dari pandangan mata. Yo Him berjongkok untuk memeriksa keadaan orang tersebut. ia melihat luka didada lelaki itu cukup besar. dimana dibagian dadanya itu merobek kearah dada kiri. dan juga seperti telah terluka dibagian dadanya itu oleh tabasan mata pedang. Dan waktu itu. lelaki berewokan tersebut tengah mengeluh dengan suara yang perlahan sekali: ..Air . . Air. . !” Yo’ Him cepat! mengambil kantong airnya. membuka tutupnya dan memberi minum kepada orang tersebut. setelah cukup banyak mene guk air. kesegaran lelaki berewok itu agak pulih dan ia menoleh memandang sayu pada Yo Him tanyanya dengan suara lemah: ..Siapa . .siapakah Kongcu. . !! terima kasih. . . . terima kasih atas pertolongan yang diberikan olehmu!” Yo him mengulapkan tangannya, katanya: ..jangan berkata begitu. sudah kewajiban kita untuk saling tolong menolong satu dengan yang lainnya. . . mengapa .saudara terluka demikian rupa ?” ..Aku . aku telah dilukai oleh Tok-ong Kiu-cie (raju racun berjari sembilan) aku terkena tabasan mata pedangnya yang beracun.sehingga aku. . . aku akan segera terbinasa. . . karena racun itu akan bekerja setelah lewat dua kali dua puluh empat jam. . . dan sekarang te lah lewat dua hari dua malam. dimana racun ini mulai bekerja. . . sehingga. . . . sehingga… seluruh tenagaku habis…” dan mungkin malam ini malam terakhir aku bisa hidup terus…
Karena racun itu telah mulai bekerja dan tidak ada obat yang bisa menemukannya. seluruh otot dan urat ditubuhku akan hancur. dan juga daging tubuhku akan mencair busuk..” .l” Mendengar perkataan lelaki berewok tersebut. Yo Him mengerutkan alisnya. ..Racun yang jahat sekali…” permusuhan apakah yang terdapat antara saudara dengan Tok-Ong Kiu-cie itu?” tanya Yo Him kemudian. ..Aku hanya menemuinya untuk meminta semacam obat untuk suhengku tetapi…..ia tak mau memberikannya. sehingga aku mendesaknya terus. dan kami bertempur, dimana akhirnya aku telah dilukai begini rupa..!” Yo Him menghela napas, ia meminta lelaki berewok tersebut mengangkat tangan kanannya yang memegangi lukanya tersebut. dan kemudinn memeriksa luka itu dengan teliti. Dilihatnya, sesungguhnya robekan yang terjadi pada kulit didada lelaki berewok tersebut. tidak.terlalu dalam. hanya lebar. Dan disekeliling bekas luka tersebut. tampuk sina r kehitaman.rupanya daging dibagian tempat terluka ter sebut juga mulai membusuk.
Dengan demikian. tampaknya lelaki berewo itu memang telah keracunan yang hebat. Yo Him cepat! merogoh saku bajunya ia mengeluarkan semacam Yo wan (obat pil ) yang berwarna merah darah. katanya: ..Walaupun obat ini bukan merupakan obat nomor satu di dalam dunia tetapi memiliki khasiat yang cukup ampuh untuk menyembuhkan orang yang keracunan.Memang racun yang dipergunakan oleh Tok-Ong Kiu~cie itu tidak kuketahui. entah ia mempergunakan racun apa. tetapi kukira pil ini bisa mengurangi sedikit rasa sakit dan juga bisa membendung bekerjanya racun itu sementara waktu. Tetapi lelaki berewok tersebut menggelengkan kepalanya lemh sekali. Iapun tersenyum ..
Terima kasih kongcu…terima kasih atas maksud baikmu itu …..tetapi sayang sekali racun yang dipergunakan oleh Tok-ong Kiu-cie ini merupakan racun yang bekerjanya sangat hebat. dan juga tidak mungkin bisa dipunahkan oleh obat biasa. Itulah racun ..Sam Hun Tok” yaitu racun tiga Arwah dimana jika seseorang terkena racun ini. dua hari pertama memang masih tidak mengalami sesuatu. tetapi setelah memasuki hari ketiga. arwah tidak mungkin bisa direbut kembali dari malaikat elmaut. Percuma saja,bukan aku tidak mempercayai khasiat dari obat pilmu itu. tetapi memang tidak mungkin racun yang telah mengendap didalam tubuhku ini dapat dipunahkan oleh obat itu….!”
Yo Him baru pertama kali mendengar pe-rihal Tok-ong Kiu-cie. si Raja Racun Berjari Sembilan itu. dan juga baru pertama kali ini ia mendengar perihalnya rucun ..Sam-hun-tok” tersebut. Dilihatnya napas lelaki berewok itu telah semakin perlahan. dan juga sewaktu itu. rupanya lelaki berewok tersebut telah semakin lemah. Setelah memaksa dua kali dan orang brewok itu masih menolang Yo Him menyimpan lagi obatnya itu. la masukan kembali kedalam sakunya. “Kongcu” kata lelaki berewok tersebut sambil mengawasi Yo Him. ..
Ada sesuatu permintaan yang hendak kuamat meminta pertolonganmu. entah kau akan meluluskannya atau tidak ?” “Katakanlah, jika memang aku bisa membantu. tentu aku akan membantunya… !” kata Yo Him cepat. ..Aku telah terluka oleh racun ..Sam hun Tok” dan hanya bisa disembuhkan oleh semacam obat ..obat yang luar biasa..!”. ..Obat apa itu ?” tanya Yo Him. ..Obat yang luar biasa dan sulit sekali di peroiah. . .tetapi aku telah yakin tidak mungkin aku bisa memperolehnya…..!’. menyahuti lelaki berewok tersebut dengan suara yang semakin lemah. Yo Him memperhatikan muka lelaki berewok itu yang semakin pucat dan bibirnya telah mengering kembali. tampak tergetar. ..Katakanlah…..mungkin aku bisa mencarikannya …kata Yo Him. tetapi lelaki brewok tersebut tersenyum lemah sambil menggelengkan kepalanya. ..Tidak…tidak mungkin.” katanya. ..Obat itu sukar sekali diperoleh tidak semua orang bisa memiliki dan tidak mungkin terdapat pada tabib2 biasa…..obat itu hanya dimiliki oleh seseorang…!” Berkata sampai disitu orang berewok yang tengah terluka keracunan itu menggeliat. ia mengeluh kesakitan. dan tangan kanannya telah memegangi lukanya. mukanya semakin pucat. Yo Him cepat! menotok beberapa tempat daerah sekitar lukanya untuk mengurangi perasaan
sakit yang diderita oleh lelaki berewok tersebut. tetapi usaha yang dilakukan oleh Yo Him ternyata tidak berhasil. tampaknya lelaki berewok tersebut semakin menderita kesakitan. beberapa kali ia merintih. suaranya semakin lemah dan perlahan. akhirnya pingsan tidak sadarkan diri. _ Melihat itu. Yo Him tahu ia tidak boleh berlaku ayal untuk menolong jiwa orang ini. segera ia mengeluarkan lagi obat yang tadi ditolak oleh lelaki berewok tersebut. ia memijit pil tersebut dengan mempergunakan tenaga lwekangnya. dan di waktu itu telah membuat pil tersebut terpijit menjadi bubuk halus dan memasukkannya kedalam mulut lelaki brewok tersebut.
Dan lalu menuangkan sedikit air kedalam mulut lelaki berewok itu. lalu ia memijit dibawah dagu lelaki berewok tersebut. sehingga bubuk obat itu terdorong oleh air masuk tenggorokan orang itu. Kemudian Yo Him meminta Ko Ti agar memeluk lehernya. menggemblok dipunggungnya. dan sambil menggendong Ko Ti. tampak Yo Him telah mengangkat tubuh lelaki berewok tersebut, ia berlari cepat sekali. Tujuannya adalah kota atau kampung yang terdekat dengan tempat itu. ia menggunakan ginkangnya, tubuhnya seperti terbang dimana kedua
akinya bagaikan tidak menginjak rumput. Dan disaat itu biarpun ia membawa Ko ti dipunggungnya dan juga membawa tubuh lelaki berewok tersebut dengan kedua tangannya, namun tidak mengurangi kepesatan larinya Yo Him. Tidak lama kemudian Yo Him telah melihat pintu kota Lung-an-kwan. ia mempercepat larinya. dan tubuhnya bagaikan terbang memasuki pintu kota. la berpapasan dengan beberapa penduduk kota tersebut. yang memandang heran sekali. Yo Hum tidak memperdulikannya. Ia berlari terus memasuki kota’ itu. mencari rumah obat.
Setelah melewati tiga lorong yang panjang di dalam kota itu.ia melihat sebuah rumah obat itu yang cukup besar, maka dihampirinya rumah obat itu untuk meminta tabib pemilik rumah obat tersebut memeriksa luka lelaki berewok yang digendongnya. Pemilik rumah obat itu adalah seorang tabib yang sudah lanjut usun. mungkin telah tuju puluh tahun. memakai baju thungsia dengan huncwe (pipa tembakau yang memiliki batang panjang). memelihara kumis sedikit. yang telah berubah warnanya menjadi putih. Ketika memeriksa luka didada lelaki berewok tesebut. lelaki itu mengerutkan alisnya sambil ! Meng-gelengkan kepalanya beberapa kali. lalu ia bilang dengan suara perlahan ‘ ..Sayang sekali……
telah terlambat..” ia tidak mungkin tertolong… dan tabib itu telah menghela napas lagi. ..Sianseng tolonglah..!” kata Yo Him memohon dengan sangat. ia juga sangat berkuatir sekali. Mungkin Sianseng memiliki semacam obat yang bisa memperlambat menjalarnya racun itu. ‘Tabib itu berdiam sejenak seperti berpikir lalu dia berkata dengan suara yang perlahan : ..Baiklah biarlah aku memberikan padanya ramuan dari campuran Bwee-tan. Kiok-cie, Sin-lun dan Ciuk-liu-tan. ‘Mgkin ramuan ini bisa memperpanjang namun setelah itu tidak mungkin orang ini hidup lebih lama lagi….!” Setelah berkata begitu. Tabib tersebut segera bekerja. meramu obat2an yang disebutkannya tadi. Dengan bantuan Yo him akhirnya tabib itu telah mencekcoki lelaki berewok tersebut. Dengan ramuan obatnya itu. Yo Him sendiri berpikir. jika memang ramuan obat tabib itu mujarab dan benar2 lelaki berewok itu bisa diperpanjang hidupnya selama lima hari. ia akan berusaha mencari obat yang diperlukan oleh lelaki berewok itu.
Selesai mencekoki obat itu kedalam mulut lelaki berewok tersebup segera tabib itu berkata pada Yo Him; ..Semua bahan obat2an yang telah kucampur menjadi satu untuk diberikan, kepada dia. terdiri dan bahan obat2an yang serba mahal. dengan harga seluruhnya lima belas tail perak…..l” Yo Him tidak rewel2 lagi telah membayar harga yang dimintanya tablb itu. lalu dengan mengajak Ko ti meninggalkan rumah obat tersebut. Yo him telah menggendong silelaki berewok untuk mencari rumah penginapan. Didalam kamar rumah penginapan. Yo Him melihat bah a napas lelaki berewok mulai lancar walaupun masih lemah. namun wajahnya tidak memperlihatkan ia tengah menderita kesakitan. tenang sekail tidurnya. Yo Him menghela napas dalam2 ia berpikir : …kalau dilihat dari cara berpakaiannya. tampaknya ia ‘seorang kangouw yang memiliki kepandaian ti dak rendah,namun siapakah sebenarnya Tok-ong-Kiu-cie itu ?” Yu him telah menunggui lelaki berewok tersebut bersama Ko Ti, terapi setelah hari menjelang malam. dan lelaki berewok tersebut belum tersadar dari pingsannya, Yo Him telah memerintahkan Ko ti untuk tidur.
Yo Him sendiri menunggui lelaki berewok tersebut.sampai ketika keesokan paginya. diwaktu matahari fajar mulai menyingsing memperlihatkan diri. lelaki berewok tersebut baru siuman. Dan di waktu itulah. Yo him telah memberikan kepada lelaki berewok tersebut sedikit air teh. dengan sabar Yo Him juga telah menyuapi bubur yang telah dibawakan oleh pelayan rumah penginapan tersebut. Setelah dapat menelan lima atau enam sendok bubur dengan telanan yang agak sulit. lelaki berewok itu menggelengkan kepalanya waktu Yo Him mengangsurkan sendok berikutnya. ..Bagaimana keadaan saudara..? Tanya Yo Him dengan penuh Sabar. Lelaki berewok itu telah berusaha untuk tersenyum. ia bilang dengan lemah : “Kukira aku telah berada di akherat tidak tahunya. masih berada didunia …. ..! Biasanya setiap orang yang menjadi korban racun ..Sam Hun tok”. dalam tiga hari. jiwanya tidak bisa dipertahankan…, tetapi sekarang mengapa aku masih hidup terus?” Yo Him tersenyum. ..ltulah kebesaran Thian…” mungkin memang belum tibanya saudara menemui kematian …. ..l” kata Yo Him dengan disertai senyumannya. untuk menghibur lelaki berewok tersebut.
iapun melanjutkan pula perkataannya: ..Dan obat yang pernah kau sebut itu. yang kau bilang obat itu merupakan obat yang sulit dicari. sesungguhnya obat apa? Jika memang kau bersedia menyebutkan namanya. mungkin aku bisa bantu mencarikannya. Atau jika memang obat itu hanya dimiliki oleh seorang saja. siapakah orang itu. . . biarlah Siauwte pergi menemuinya. untuk memintanya mungkin akan diberikannya!” Lelaki berewok tersebut telah tersenyum pahit. dengan suara yang lemah ia berkata: ..Orang itu aneh sekali dan hatinyapun kejam dan jiwanya jahat sekali,ia merupakan raja iblis – yang paling terkenal didalam rimba persilatan. .yaitu Sam ‘Touw LionG (naga berkepala liga) Wie Go Ciang. . .!” Yo Him sebelumnya sering mendengar perihal diri Sam Touw Liong Wie Ciang. iblis yang menguasai propinsi Souwciu, tetapi ia tak menyangka sama sekali bahwa Wie Go Ciang merupakan seorang iblis yang paling ditakuti dan disegani oleh orang! persilatan seperti silelaki berewok. karena dilihatnya bahwa lelaki berewok itu s etidaknya pasti memiliki kepandaian yang tinggi, namun buat meghlbur lelaki berewok
tersebut. Yo Him telah berkata dengan suara yang sabar -,tenanglah saudara…” aku akan berusaha untuk pergi menemuinya……!” Tetapi dimulut in berkata begitu. sedangkan dihatinya ia jadi berpikir keras. Untuk mencapai Souw-ciu dari ‘Lung-an-kwan harus memakan waktu perjalanan hampir satu bulan. dengan demikian jelas ia tidak memiliki waktu yang begitu banyak guna menemui iblis she Wie itu. bukankah lelaki berewok itu tengah dalam keadaan sekarat dan mungkin hanya bisa bertahan lima hari saja? Jelas. untuk mencapai Souwciu hanya dalam waktu lima hari perjalanan tak mungkin bisa dilaksanakan. sedangkan lelaki berewok tersebut tersenyum pahit. katanya: :,Kongcu. engkau tak perlu menghiburku lagi. aku telah mengetahui bahwa diriku juga tidak akan lama lagi hidup didunia. . . percuma saja jika engkau berusaha untuk pergi ke Souwciu. belum tentu iblis she Wie itu bersedia membagikan obatnya kepadamu. juga tidak mungkin aku bisa bertahan terus sampai satu bulan lebih. Engkau melakukan perjalanan dengan kuda jempolan yang bagaimanupun juga tentu untuk mencapai ke Souw-ciu memakan waktu hampir satu bulan. dan kembali pula kemari telah satu bulan.
Berarti dua bulan… diwaktu itu aku telah putus napas..!”. ,Jika demikian. biarlah aku mengajakmu sekalian menuju ke Souwciu untuk mempersingkat waktu. tentu jika Wie Go Ciang melihat keadaanmu seperti ini, saudara, dia tentu akan bersedia menolongnya…? Lelaki berewok tersebut tersenyum pahit Iagi. ia bilang dengan sikapnya yang sudah ber putus asa. katanya: ..Jika memang kau hendak menghiburku dengan kata2 bahwa sekarang ini aku perlu bergembira dan makan yang enak2 itu masih lebih pantas. tetapi untuk mengharapkan obat dari Wie Go Ciang itulah merupakan suatu impian yang sulit terlaksana…. sudahlah Kongcu… akupun sudah tidak berpikir untuk hidup lebih lama lagi. jika memang engkau bisa memenuhi satu permintaanku. yaitu kelak’ engkau pergi kekota Cia-leng-kwan untuk menemui orang yang bernama Kwan Po Sin. menyampaikan padanya perihal kematianku ditangannya Tok-ong Kiu-cie.
Itupun telah lebih dari cukup dan aku sangat berterima kasih…” Yo Him menghela napas. dan akhirnya ia berkata dengan disertai anggukan kepalanya. ..Baiklalh tenangkan hatimu…saudara….aku akan laksanakan pesanmu itu….l” kata Yo Him…Tetapi walaupun bagaimana kita harus berusaha untuk memperoleh obat yang kau butuhkan itu…..!” Namun silelaki berewok telah tersenyum pahit sambil katanya dengan suara yang putus asa : ..Sayang sekali aku tidak berhasil memperoleh obat untuk menyembuhkan penyakit suhengku…hai…hai. jika memang aku harus menemui kematian. Itu sesungguhnya bukan persoalan yang terlalu kusesalkan……namun sayang sekali suhengku harus membuang jiwa di sebabkan aku gagal memperoleh obat yang dibutuhkannya. …!” Dan setelah berkata begitu. Lelaki berewok tersebut menghela napas lemah berulangkali lalu katanya lagi: _ dan aku Cin Piau Ho_benar2 merupakan manusia tidak guna.
Setelah gagal memperoleh Obat yang dibutuhkan suhengku itu. justru aku harus membuang jiwa disini sehingga aku tidak berhasil menemui suhengku itu lagi …. Yo Him menghela napas juga. dan katanya kemudian sambil cepa2 tersenyum: ..Siapakah suhengmu itu Cin Heng ?” ..Suhengku she Bun dan bernama le Wan…ia telah dllukai oleh lawannya dari ‘Tibet yang telah mempergunakan racun yang sangat berbisa sekali, dan juga hanya Tok-ong-Kiu-cie yang bisa menyembuhkannya.
Telah dua kali Suhengku itu mendatangi Tok-ong Kiu-cie dimana ia mohon agar Tok-ong-Kiu-cie bersedia untuk mengobatinya tetapi dua kali itu pula Tok-ong-Kiu-cie selalu menolaknya. Sedangkan racun yang mengendap didalam tubuh Suhengku itu kian hari kian membahayakan. Racuc itu semacam racun yang agak aneh dimana bekerjanya sangat lambat. namun mengerikan sekali akibatnya, yaitu setiap korbannya akan hancur satu persatu urat dan nadi besarnya. setiap tujuh hari satu dari sekian banyak urat besar ditubuhnya akan putus’. dengan begitu, jika telah terputuskan 72 urat nadi dari sekujur tubuhnya terputus maka jangan diharap jiwanya tersebut bisa ditolong walau menerima obat dewa!. Selama berada dalam cengkeraman racun yang jahat seperti itu Bun Suheng juga sangat menderita setiap tujuh hari ia harus menderita hebat dikala mana urut besarnya putus satu. Bisa kau bayangkan Kongcu betapa menderita dan sakitnya setiap urat nadi besar Bun Suheng akan terputuskan itu…!” Sebagai seorang akhli silat yang telah memiliki kepandaian tinggi. tentu saja Yo Him mengetahui pentingnya ketujuh puluh dua urat nadi besar yang biasa dinamakan sebagai Cit-cap-jie Sin Hiat itu.
jika memang ke tujuh puluh dua urat besar ..Cit-cap-jie Sin Hiat” tersebut terputuskan, maka jangan harap orang yang bersangkutan bisa hidup wajar sebagaimana biasa. karena selain akan musnah seluruh tenaga dan kekuatannya. dimana korban tersebut akan rebah terus tanpa bisa duduk atau berdiri untuk matipun tidak bisa. hidup tidak punya guna. ltulah yang ditakuti oleh setiap korban yang akan terputuskan urat besar ..Cit-cap-jit-Sin Hiat…nya. karena korban itu akan menjadi manusia bercacad yang benar-benar tidak punya guna lagi. …Bun suheng telah berputus asa,dan waktu itu hanya tinggal menantikan saat-saatnya yang mengenaskan itu dirumahnya ge heng (saudara angkat)-ku yaitu Kwan Po Sin. dikota Cialeng-kwan..! Aku telah menjanjikan pada suhengku itu untuk pergi menemui Tok-ong Kiu cie guna memaksanya untuk membagikan obat yang diperlukan suhengku itu walaupun dengan jalan yang bagaimanapun juga… tetapi usahaku itu gagal sama sekali. bahkan aku telah dilukai sedemikian rupa dimana akupun telah terkena racun yang begitu berbahaya dari Raja Obat tersebut..! Dan hanya Wie Go Ciang. itu si Sam Touw Liong yang banyak mempelajari soal racun, karena sebagai iblis telengas,
ia memang telah merantau kemana2 mengumpulkan berbagai macam racun. dengan begitu ia mengerti banyak sekali soal racun. Sayangnya iapun merupakan seorang yang berhati kejam, dengan’ demekian harapan untuk memperoleh bantuan darinya sama juga kita mengharapkan hujan uang dari langit. . .!” Yo Him masih memaksakan diri untuk tersenyum karena hatinya sendiri telah berpikir.Memang sulit sekali untuk mencarikan obat buat Cin Piauw Ho. karena menurut tabib yang telah memberikan obat padanya kemarin itu. Telah menyatakan paling tidak daya tahan yang dimiliki Cin Piauw Ho sampai lima hari saja.Setela itu tentu ia akan terbinasa tidak bisa ditolong lagi. Namun urusan ini adalah urusan jiwa yang penting sekali, harus ditolongnya.
Yo Him akan berusaha sekuat tenaga dan kemampuan yang ada padanya. untuk mencarikan obat buat Cin Piauw Ho. walaupun hatinya sendiri tidak yakin akan bisa menolong jiwa Cin Piauw Ho dalam lima hari mendatang. dimana sekarang ini telah lewat satu hari. berarti tinggal empat hari lagi Yo Him memiliki waktu untuk mencarikan obat dan pertolongan buat orang she Cin tersebut.
Setelah menghibur Cin Piauw Ho beberapa saat lamanya. kemudian menganjurkan Cin Piauw Ho agar tidur memelihara tenaganya. Yo Him juga telah bersemedhi guna mengatur jalan pernapasannya. Sebagai seorang tokoh muda yang telah memiliki lwekang cukup sempurna dengan sendirinya cukup bagi Yo Him duduk bersamedhi selama sepertanakan nasi. kesegarannya telah pulih kembali. Waktu Yo Him membuka mata dilihatnya Lie Ko Ti telah berada didekatnya duduk mengawasi saja. ..Engkau tentu telah lapar, Ti-jie?” tanya Yo Him sambil bangkit… Tunggulah aku pesan makanan untuk kita…”. Kepada pelayan Yo Him telah memesan beberapa macam makanan dan bersama Ko ti mereka bersantap. Sedangkan Cin Piauw Ho rebah dengan mata terpejamkan, walaupun ia tidak tertidur. tokh ia berdiam diri saja, sambil menahan sakit disekujur tubuhnya. dimana racun yang mengendap didalam tubuhnya itu memang mulai bekerja. Untuk melapangkan hati. Yo Him mengajak Ko ti berjalan2 mengelilingi kota tersebut. Mereka melihat kota ini cukup ramai dimana banyak orang berdagang dan juga mereka banyak yang menyaksikan keramaian tersebut.
seperti pertunjuk2an penjual silat. ‘Sekali2 mereka berjumpa dengan rombongan tentara Mongolia, namun Yo Him tidak mau mencari urusan _dengan para tentara tersebut dan mereka telah menyingkir saja. Tetapi waktu Yo Him mengajak Ko Ti menyaksikan sebuah pertunjukan wayang orang yang terletak di tengah lapangan rumput, diwaktu itulah Yo Him melihat seseorang yang agak luar biasa keadaannya. la melihat seorang lelaki berusia empat puluh tahun lebih.
Berpakaian compana-camping dengan wajah yang kurus,kumis yang sedikit tumbuh selembar2, membawa sebatang tongkat kayu ditangan kanannya,tengah berdiri mengikuti jalan cerita pertunjukan wayang orang yang berlangsung diatas panggung. Pertunjukan wayang orang itu menceritakan kisa klasik dimana perihal cerita Hong Sin dan memang cukup menarik pertunjukan tersebut. dimana para pemainnya memiliki keakhlian yang mengagumkan. Sedangkan seorang gadis yang berpakaian baju merah dengan celana kuning gading. telah mengelilingi lapangan rumput itu. mendatangi seorang demi seorang para penonton. sambil mengangsurkan sebuah kantong yang cukup besar ukurannya terbuat dari kain meminta saweran.
Ko Ti sendiri tampaknya asyik mengikuti jalan cerita pertunjukan wayang orang tersebut. Rupanya anak ini senang sekali bisa menyaksikan pertunjukan seperti itu. Tetapi Yo Him diam2 memperhatikan terus tingkah laku dari lelaki berpakaian compang-campana itu, yang tingkah lakunya mencurigakan sekali. Yo Him melihatnya, sambil berjalan perlahan. lelaki berpakaian seperti pengemis tersebut menggerakkan tangannya perlahan kesamping kiri dan kanannya.
Tahu2 ia telah berhasil menyambar isi saku dari orang2 yang berada dekat dengannya. Hal itu ia lakukan berulang kali,dimana lelaki berpakaian sebagai pengemis tersebut juga telah pindah tempat. Sedangkan orang2 yang isi sakunya telah berpindah ketangan sipengemis. sama sekali tidak mengetahui bahwa mereka telah kecopetan.Mereka tengah asyik menyaksikan jalannya pertunjukan wayang orang tersebut. Dimana tengah berlangsung adegan pertempuran antara Lo Cin dengan pihak raja laut Hay-liong-ong. Setelah cukup mencopet uang dan barang-milik orang-orang yang berada dilapangan rumput tersebut. Lelaki berpakaian compung-camping seperti pengemis itu telah melenggang tenang2 meninggalkan tempat tersebut.
..Ti-jie. aku handak pergi sebentar ,kau tontonlah dulu. Nanti kau tunggu aku disini..!. …aku akan segera kembali dengan segera..kata Yo Him kepada Ko Ti. “Anak itu heran tetapi ia mengangguk juga, Cepat Yo him mengikuti lelaki berpakaian compang camping itu. Dimana ia melihatnya lelaki berpakaian compang camping tersebut telah meninggalkan lapangan rumput itu menuju kepiniu kota disebelah selatan. Ia terus juga menuju kekiri dan menyusuri jalan kecil berumput, tidak lama kemudian tiba dimuka kuil yang besar. Lelaki berpakaian compang-camping itu menghampiri emperan kuil tersebut,meletakkan tongkat kayunya dan kemudian merebahkan tubuhnya di situ. Rupanya ia ingin mengaso. Yo Him mengambil Sebutir batu,ditimpukkannya kebahu pengemis itu. Walaupun tidak terlalu keras. karena Yo him menimpuknya dengan perlahan tanpa mempergunakan lwekang tokh batu itu ielah menyambar mengeluarkan suara desiiran yang cukup nyaring. Yo him bermaksud mempermainkan pengemis itu.
Tetapi ia jadi kecele sendiri, karena pengemis itu menggoyangkan bahunya tanpa menggerakan tubuhnya yang rebah. Batu itu telah berhasil dielakkannya menyambar terus kedinding kuil… thuk!” menimbulkan suara benturan yang cukup nyaring. Sedangkan lelaki berpakaian compang camping itu tetap rebah ditempatnya.
Tanpa memperhatikan sekitarnya, bagaikan ia tidak mengetahui sambaran batu itu,dan ia mengelakkan sambutan baru itu seperti secara kebetulan saja. Yo Him tertegun sejenak. lalu mengambil dua butir batu lagi. dan menimpuknya. Kali ini Yo Him menimpuk mempergunakan dua bagian tenaga lwekangnya . Kedua butir batu itu telah menyambar cepat sekali kearah lutut sipengemis dan yang satunya lagi menyambar pahanya. Tetapi pengemis tersebut tiba2 mengangkat kakinya, mengulurkan tangannya, ia memperlihatkan sikap seperti menggaruk.
Kedua butir batu itu telah lolos lagi tidak berhasil mengenai sasarannya menyebabkan Yo Him jadi mengerutkan alisnya. ..Hemm rupanya dia memang memiliki kepandaian yang tinggi. . . pantas saja tangannya liehay mencopet tanpa korbannya mengetahui bahwa isi saku mereka telah berpindah ketang an pengemis ini. . . Siapakah dia?” sambil berpikir begitu. Yo Him telah mengambil lagi dua butir batu dan melontarkannya kepada sipengemis dengan mempergunakan tenaga lwekang lima bagian.
Kedua butir batu itu menyambar cepat sekali berkesiuran keras. Dan dengan demikian walaupun orang yang memiliki kepandaian tinggi jika diserang seperti itu oleh _Yo Him. tentu sulit mengelakkan diri dalam keadaan rebah seperti itu. Tetapi pengemis itu tetap rebah ditempatnya seperti juga tidak mengetahui menyambarnya kedua butir batu itu. Waktu kedua butir batu tersebut menyambar dekat pada lengan dan dadanya, pengemis itu telah menggerakkan tangan kanannya. tahu tahu dengan mudah in telah menyambuti kedua butir batu itu yang kemudian dibuangnya kesamping.
Mulutnya juga mengoceh: …Jangan jail. . . keluarlah perlihatkan dirimu anak muda!” Yo Him telah keluar melangkah mendekati pengemis itu. kemudian katanya: ..Paman pengemis, rupanya engkau seorang yang luar biasa! Tidak kusangka ditempat seperti ini aku bisa menjumpai seorang yang memiliki kepandaian tinggi seperti kau. . .!” Pengemis itu telah tertawa ..Hehehe dan melompat duduk. la memandangi Yo Him dan kemudian katanya dengan suara yang tawar : ..Pemuda tampan. tampaknya kepandaianmu tinggi sekali, dan aku tidak mungkin bisa menandinginya. . .! Hemmm. engkau memuji aku tetapi dibalik dari pujianmu itu justeru engkau hendak mengejekku, bukan?” Yo Him tersenyum. ia mengangkat kedua tangannya yang dirangkapkan kemudian memberi hormat disertai kata2nya ..Paman pengemis…aku she Yo dan bernama Him …tadi secara kebetulan aku melihat engkau telah mencopet uang dan barang mime orang2 yang tengah menyakinkan wayang orang dipadang rumput. . . maka aku telah mengikuti kemari. . .!. Kalau boleh kutahu, siapa engkau adanya, paman pengemis?” Pengemis itu mementang kedua matanya lebar2. In mengawasi Yo Him dengan sorot mata yang tajam dan wajahnya jadi bersungguh-sungguh. …Yo Him ? Engkaukah yang bergelar Sin Tiauw Thian Lam?” tanyanya kemudian.
Yo Him mengangguk. ..itulah julukan yang diberikan oleh sahabat rimba persilatan…!” menyahuti Yo Him. ‘Pengemis itu telah melompat berdiri. lalu katanya: . Bagus! Bagus! Tidak disangka akan bertemu dengan putera Sin Tiauw Taihiap Yo Ko…! Hahaha. inilah yang dinamakan jodoh.Dimana kita berjodoh bertemu….!” Yo Him heran melihat sikap pengemis itu tetapi ia mengawasi saja. Sedangkan sipengemis telah berkata lagi sambil diiringi tertawanya….Aku Sin Bok Koay Kay (Pengemis Aneh Be rkayu Sakti) Liu Ong Kiang. akulah sipengemis yang sel alu bekerja dengan kedua tanganku untuk memindahk an isi saku orang lain kesakuku …! Dan tentunya engka u telah mengetahui kebiasaan dari kami kaum pengemi s. bukan? Telah lama aku mendengar namamu, dimana banyak orang2 rimba persilatan yang memuja akan k epandaianmu yang tinggi dan beban… maka aku denga n memberanikan diri telah melakukan perjalanan meng elilingi beberapa propinsi dan puluhan kota serta ratusa n kampung untuk menemuimu.. siapa sangka. Hari ini kita berjodoh untuk bertemu!”
Yo Him jadi heran, ia bertanya dengan perasaan ingin tahu: ..Ada urusan apakah kau mencariku. Liu Lopeh (paman Liu …? Bolehkah aku mengetahui?” Pengemis she Liu itu telah tertawa. ia membungkukkan tubuhnya mengambil tongkat kayunya yang di-timang2nya. katanya kemudian …Jika aku tidak memiliki urusan penting, untuk apa aku melakukan perjalanan jauh, mendatangi berbagai tempat berusaha untuk bertemu denganmu. Yo Kongcu? Sekarang baiklah kita duduk2 dulu. Nanti akan kujelaskan…!” Yo Him telah duduk ditempat yang ditunjuk oleh pengemis she’ Liu itu sedangkan pengemis Liu Ong Kian telah duduk ditempatnya semula. sambil tertawa ia bilang: ..Aku ‘Liu Ong Kiang sesungguhnya tidak pernah mengharapkan bantuan orang lain, tetapi sekali ini justru tengah menghadapi suatu urusan yang cukup penting dan juga bisa membahayakan kami kaum pengemis. maka itu sengaja aku mencarimu Yo Kongcu, untuk meminta bantuanmu. entah kau bersedia atau tidak membantu kami?” …Katakanlah Liu Lopeh. jika memang aku bisa membantumu. tentu aku bersedia membantunya. tetapi justru sekarang ini persoalannya saja belum kuketahui..!” menyahuti Yo him.
..Tentu dengan memandang muka Oey Yong Pangcu yang pernah memimpin partai kami, partai Kaypang. tentu Yo Kongcu bersedia untuk membantu kami…! Sesungguhnya kami tengah dalam kesulitan yaitu dua orang pemimpin kami telah mengalami suatu bencana yaitu ditangkap oleh pihak kerajaan Boan-ciu,dimana mereka sesungguhnya telah berusaha menghindarkan bentrokan dengan pihak Boan-ciu, namun tanpa disengaja telah terjadi urusan yang agak aneh….! ..Urusan aneh. apakah itu Liu Lopeh ?” tanya Yo Him semakin ingin mengetahui. Pengemis itu menghela napas, ia menggerak2kan kayu ditanganinya, tongkat itu ditimang2nya sambil dipandanginya. akhirnya ia berkata dengan suara yang agak perlahan : ..Kedua pemimpin kami masing2 Sun Tianglo dan Khu ‘Tianglo.. .setengah tahun yang lalu secara kebetulan mereka berada dikota Po-sun-kwan didalam bilangan Kang-ouw. Sebagaimana biasa,mereka tidak pernah mencampuri urus an yang biasa saja. karena mereka sebagai Tianglo kami. tentu tidak sembarangan mencampuri urusan yang tidak penting. mereka baru turun tangan jika memang benar2 menyaksikan -urusan yang tidak adil. dan itupun jika memang urusan tersebut tidak bisa diselesaaikan oleh anggota Kaypang. Tetapi pada malam itu.
waktu kedua Tianglo kami tengah tidur disebuah kuil rusak, yang terdapat dikota tersebut mereka mendengar suara ribut2 diluar kuil. Keduanya sebetulnya merasa segan untuk bangun dari tidur mereka. terapi suara ribut2 itu disusul dengan bentrokan senjata tajem yang ramai sekali, menyebabkan mereka tertarik juga dan keluar untuk melihatnya. Ketika berada diluar kuil, dilihatnya seorang berpakaian hitam dengan muka yang tertutup topeng terbuat dari kain hitam juga tengah mempergunakan pedang ditangan kanannya telah melakukan perlawanan terhadap puluhan tertara Mongolia yang mengepungnya dengan rapat.
Diantara tentara Mongolia itu terdapat juga akhli-akhli silat yang memiliki kepandaian tinggi, sehingga lelaki bertopeng hitam tersebut tidak bisa melarikan diri dan memecahkan kepungan tersebut.” ..Kedua Tianglo kami yang menyaksikan jalannya pertempuran itu, jadi tergerak hatinya. Mereka telah menyaksikan ketidak adilan seperti’itu, dimana seorang diri siorang bertopeng hitam tersebut dikepung dan dikurung ketat oleh puluhan orang orang lawannya itu. Apalagi yang mengurungnya itu adalah para tentara Mongolia. dengan begitu, keduanya akhirnya menerjang maju untuk memberikan bantuannya kepada orang pertopeng hitam itu.” ..tetapi tanpa disadari oleh mereka justru kedua Tianglo kami ‘itu teiah melakukan suatu kesalahan. Dengan ‘ikut campurnya mereka dalam urusan tersebut. Merel;a telah melibatkan diri dalam urusan yang berekor panjang sekali. Memang dengan majunya kedua Tianglo kami itu, dimana Sun Titiniilo dan Khu Tianglo memiliki kepandaian tinggi. bisa memberikan kesempatan untuk orang bertopeng hitam itu bernapas karena begitu turun tangan kedua Tianglo kami berhasil melemparkan tiga orang tentara Mongolii yang mengepung orang bertopeng hitam itu. Dengan datangnya bantuan kedua Tianglo kami.
Orang bertopeng hitam tersebut semakin bersemangat. Setelah memutar pedangnya lebih cepat disertai oleh tenaga Iwekangnya yang tersalur lewat pedangnya, disamping itu ilmu Kiamhoatnya memang luar biasa telah menyambar2 dengan kuat. Dua orang tentara Mongolia telah berhasil dilukai mereka. Sambil melakukan perlawanannya terus kepada pengepungnya itu. beberapa kali orang bertopeng hitam itu mengucap terima kasihnya kepada kedua Tianglo kami, dalam suasana kesempatan, ia melompat kedekat kedua Tianglo kami.
dimana Khu Tianglo dan Sun Tianglo jadi berdiri saling memunggungi dengan orang bertopeng tersebut.” “Tentara Mongolia tersebut rupanya jadi semakin gusar melihat kawan2 mereka yang banyak berjatuhan ditangan Khu Tianglo dan Sun Tianglo, disamping itu ada beberapa orang yang telah menjadi korban ketajaman pedangnya siorang bertopeng hitam tersebut. Beberapa orang dari rombongan tentara Mongolia yang memiliki kepandaian tinggi telah memutar senjata mereka dengan ganas menyambar2 pada Sun Tianglo, Khu Tian glo dan orang bertopeng hitam itu.
Sampai akhirnya pert empuran yang berlangsung itu semakin lama jadi sema kin seru. Dua orang dari rombongan tentara Mongolia telah berhasil dirobohkan kembali oleh kedua Tianglo kami, membuat rombongan tentara Mongolia tersebut melakukan kepungan mereka semakin ganas.. Sedangkan beberapa orang diantara mereka telah berteriak kepada orang bertopeng hitam itu : ..Sebelum kau menyerahkan kembali peta itu kepada kami. kau akan kami kejar terus, kemanapun engkau melarikan diri. Walaupun engkau mengundang kawanmu,kami bisa saja meminta bantuan dari kota raja untuk melakukan pengejaran kesegala penjuru…..”‘ Sambil berkata begitu.
Segera rombongan tentara Mongolia tersebut melakukan tikaman, bacokan dan serangan tangan kosong yang semakin kuat dan mendesak. Tetapi kedua tiunglo kami memiliki kepandaian tinggi. sedangkan orang bertopeng hitam itu juga memiliki kepandaian yang tidak rendah dengan demikian rombongan tentara Mongolia tersebut, walaupun berjumlah banyak. tokh tidak banyak yang bisa mereka lakukan.” ..
Setelah bertempur sekian lama lagi. akhirnya orang bertopeng hitam itu berkata kepada Khu Tianglo. katanya: ..lnkong …… .. ada sesuatu yang hendak kami titipkan …. .. harap ln kong mau menerimanya…….!” dan sebelum Khu Tianglo sempat menyahuti,di waktu itulah orang bertopeng hitam tersebut menyusupkan sesuatu barang kedalam tangan Khu Tianglo, dan tahu2 tubuh orang bertopeng hitam itu telah melompat berjumpalitan ditengah udara dan tubuhnya seperti seekor burung telah melayang ditengah udara. tiba diluar gelanggang pertempuran itu. Dia tidak berhenti sampai disitu saja. tubuhnya telah melompat lagi dan beberapa kali menjejakkan kakinya.Ia telah terpisah puluhan tombak. Orang bertopeng hitam tersebut bermaksud melarikan diri.” ..Khu Tianglo kami telah melirik barang yang ada ditangannya. segulung kertas. rupanya benda ini yang tengah diperebutkan antara orang bertopeng hitam itu dengan rombongan ten tara Mongolia tersebut.
Melihat orang bertopeng hitam hendak melarikan diri. diwaktu itulah tampak beberapa orang tentara Mongolia telah mengejarnya. namun seorang yang berpakaian sebagai perwira dan rupanya menjadi pemimpin mereka telah membentak: “Kembali,biarkan dia pergi. . . peta yang kita kehendaki berada ditangan pengemis itu. . . !” maka tentara Mongolia yang beberapa orang itu telah kembali kegela nggang pertempuran mengepung Khu Tianglo dan Sun T ianglo.Khu Tianglo sendiri sesungguhnya tida sudi dititipi barang tersebut karena ia bersama Sun Tianglo hanya berbaik hati hendak membantu orang bertopeng hitam tersebut. ia tidak menyangka orang bertopeng hitam itu akan menitipkan barang itu dengan cara begitu. tanpa meminta persetujuannya lagi telah menyesapkan gulungan kertas tersebut ke dalam tangannya. tetapi hendak mengembalikannya juga sudah tidak keburu lagi. karena orang bertopeng hitam itu telah lenyap ditelan kegelapan malam. Khu Tianglo kami dan Sun Tianglo memberikan perlawanan yang gigih. terhadap terjangan tentara Mongolia itu. malah Sun Tianglo telah berkata perlahan pada Khu Tianglo: ..Tinggalkan mereka…!” lalu kedua Tianglo kami itu dengan gesit telah melarikan diri. Mereka memiliki ginkang yang mahir. dengan demikian mereka bisa meninggalkan para lawannya itu dengan mudah…..!’. ..Lalu bagaimana…..?” tanya Yo Him yang tertarik hatinya. Liu Ong Kiang menghela napas dalam!. lalu katanya : ..
Tetapi rupanya memang pihak orang Mongolia telah menyebar orang2 yang sangat banyak. diantara mereka juga terdapat jago2 berkepandaian tinggi yang bertugas diistana Kublai Khan. Rupanya peta yang telah berada di tangan Khu Tianglo dibutuhkan sekali oleh mereka.Benda yang sangat berharga sekali. Kedua Tianglo kami itu dikejar oleh puluhan jago2 kelas satu dari istana Kublai Khan. akhirnya dengan cara mengepung yang rapat dan juga dengan mempergunakan segala akal licik. kedua Tianglo kami itu bisa mereka tawan ….. .. Yo Him mengangguk mengerti. “Jadi maksud Liu Lopeh hendak meminta aku agar membantui pihak Kaypang guna membebaskan kedua Tianglo kalian dari tangan pemerintah Mongolia ?” tanya Yo Him.
Wajah Liu Ong kiang berubah muram. ia menunduk sejenak. lalu mengangguk perlahan dan mengawasi Yo Him. ..Jika memang hendak dikatakan sesungguhnya memalukan sekali. Kaypang sesungguhnya memiliki cukup banyak jago2 yang memiliki kepandaian tinggi. Memang harus diakui sejak di tinggal oleh Ang Pangcu. Ang Cit Kong. Kay-pang mengalami banyak kemunduran. sebab wak tu jabatan Pangcu dipegang Oey Yang Pangcu justru seluruh perhatian Oey Pangcu tidak bisa dicurahkan seluruhnya untuk kemajuan Kay pang. Disamping itu juga memang tengah pecah peperangan antara kerajaan Song dengan tentara Mongolia sehingga Oey Pangcu sibuk untuk berjuang mengerahkan seluruh tenaga dan perhatiannya guna guna mempertahankan kota Siangyang.
Setelah itu Oey Pangcu menyerahkan jabaran Pangcu itu kepada Pangcu kami yang sekarang… selama ini Kaypang belum lagi dapat memupuk kekuatan tunggal seperti dimasanya jabatan Pangcu dipegang oleh Ang Cit Kong Pangcu dimana banyak juga tokoh! Kaypang yang bermaksud memisahkan diri dari Kaypang,ada yang hendak mengambil jalannya masing2 begitu juga dengan pimpinan2 daerah tidak begitu mematuhi pula perintah dari pusat. mereka seperti berdiri sendiri-sendiri. Itulah sebabnya kini Kaypang kekurangan tenaga yang benar2 memiliki kepandaian benar2 tinggi… Yo Him menghela napas. ia ikut menyesali Kaypang yang mengalami perpecahan seperti itu. Dengan begitu, sebuah partai pengemis yang semula begitu kuat dan disegani oleh seluruh orang2 rimba persilatan, yang memiliki banyak sekali jagonya dan menguasai seluruh daratan tionggoan dengan anggota pengemisnya tersebut, kini tampaknya mulai menuju kejurang perpecahan. Dengan begitu, berarti Kaypang semakin lama semakin lemah. Dan jika tidak segera diusahakan untuk memulihkan keadaan Kay-pang.Jelas partai pengemis itu akan bertambah lemah juga. ..Lalu sekarang. apa rencana Liu Lopeh?” tanya Yo Him. Sipengemis yang bergelar Sin Bok Koay Kay tersebut menghela napas dengan sikap yang mengandung penyesalan. Katanya: ..Sesungguhnya Khu Ttanglo dan Sun Tianglo telah bersepakat untuk memulihkan keadaan Kaypang, guna membentuk beberapa pimpinan Kaypang didaerah yang barub untuk memulihkan kewibawaan Kaypang. “Tetapi itu baru merupakan rencana belaka, dan cita2 kedua Tianglo kami itu belum lagi berhasil. Mereka telah berurusan dengan peta yang diperebutkan oleh pemerintah Mongolia tersebut. Dimana akhirnya mereka telah kena ditawan oleh orang2 Mongolia. Sedangkan. orang bertopeng hitam itu, yang memang memiliki kepandaian tinggi dan telah menyerahkan gulungan peta itu kepada Khu Tianglo sampai sekarang ini belum lagi diketahui siapa adanya dia. . .! Aku telah berusaha menyelidiki. tetapi sejauh itu belum juga berhasil mengetahui siapa adanya orang bertopeng hitam itu yang merupakan sumber dari tertangkapnya Khu Tianglo dan Sun Tianglo oleh tentara Mongolia!” Waktu itu Yo him telah mengerutkan sepasang alisnya. Ia berkata ragu2 : ..Namun selama berkelana didalam rimba persilatan. aku belum pernah mendengar ada seorang tokoh persilatan dengan memakai topeng hitam sebagai penutup mukanya. . !” Liu Ong Kiang telah menghela napas. ia berkata lagi: ..Namun sebulan yang lalu justru aku telah berhasil mendengar kabar selentingan, bahwa orang yang memakai topeng hitam itu adalah seorang tokoh dari pintu pergu ruan Bu Tong Pay namun sejauh itu kebenaran berita yang kuperoleh dari sahahat rimba persilakan, belum lagi dapat dipastikan. . !”
Yo Him memperlihatkan sikap terkejut. lalu tanyanya: ..Apakah…apakah orang Bu Tong Pay akan melakukan tindakan seperti itu ? Tidak mungkin! Tidak mungkin ! Mereka tentu merupakan orang2 yang memiliki kedudukan tinggi dan terhormat, tidak mungkin karena disebabkan peta itu. Mereka lalu mencuci tangan dan menyebabkan pihak Kaypang yang berurusan dengan pihak tentara Mongolta…!’: Liu Ong Kiang mengangguk. Katanya: “Memang kaum Bu Tong Pay merupakan orang2,rimba persilaian yang memiliki kedudukan yang dihormati oleh setiap sahabat rimba persilatan. namun justru orang yang melakukan tindakan ini merupakan murid yang telah keluar daripintu perguruan tersebut. Ia bekerja hanya seorang diri. Jadi bukan maksudku bahwa ia bekerja atas nama Bu’ Tong Pay…..'” ..Siapakah orang itu Liu Lopeh ? Tahukah engkau akan namanya?” tanya YO Him. Sipengemis menggelengkan kepalanya perlahan. Lalu katanya dengan suara yang mengandung penyesalan: ..Aku belum lagi mengetahui …. ..cuma menurut kabar-kabar selentingan.Orang itu adalah salah seorang murid tingkat ketiga dari Bu Tong Pay.” ..Mengapa Lopeh tidak menanyakan langsung kepada pihak Bu Tong Pay… ?” tanya Yo Him. . ..Aku telah mengunjungi dua kali pintu perguruan tersebut. Namun sejauh itu pihak Bu Tong Pay menyatakan bahwa mereka tidak mencampuri lagi urusan murid yang telah diusir dari pintu perguruan tersebut. Dan ketika kutanyakan siapakah adanya murid Bu Tong Pay yang telah diusir dari pintu perguruan tersebut,pihak Bu Tong Pay tidak bersedia menyebutkannya. Karena menurut mereka itulah rahasia rumah tangga pintu perguruan tersebut..!” …Tetapi lopeh. ..jika memang kita langsung menemui Cianbunjin Bu Tong Pay dan menceritakan kesulitan yang dialami oleh pihak Kaypang, dimana jelas akan menimbulkan pergolakan yang tidak menggembirakan didalam rimba persilatan tentu Ciangbunjin Bu Tong Pay bersedia memberitahukan siapa2 saja murid Bu Tong Pay yang telah diusir oleh pihak pintu perguru an tersebut…..!” Liu Ong Kiang tersenyum pahit ,ia berkata:..Justru kami dari pihak Kaypang juga tidak memiliki muka yang begitu tebal untuk terlalu merendahkan diri pada pihak Bu Tong Pay. Bukankah jika mereka mengatakan bahwa Kaypang memillki banyak orangnya yang berkepandaian tinggi, dan kini ternyata tidak memiliki kesanggupan untuk menyelesaikan persoalannya dengan pihak tentara Mongolia itu, akan mendatangkan malu buat kami. ‘Terlebih lagi yang kini ditahan oleh pihak kerajaan mongolia itu adalah kedua Tianglo kami, yang memiliki kedudukan tidak rendah dalam Kaypang. Sampai mereka tidak bisa menyelamatkan diri dari tangan pihak Mongolia tersebut, huh! itu hanya akan menjadi bahan tertawa yang tidak mengenakkan hati kami pihak Kaypang …..!” Yo Him menghela napas. ..Lalu tindakan apa yang hendak dilakukan oleh pihak Kaypang dalam usaha menolong kedua Tianglo kalian itu. Liu Lopeh ?” tanya Yo Him. ..Sesungguhnya dari pihak Kaypang kami telah menyusun rencana untuk melakukan penyerbuan ketempat kedua Tianglo kami itu ditahan, guna membebaskannya dengan mempergunakan kekerasan. Namun kami masih mempertimbangkan akibat yang akan muncul, dimana akan menyebabkan goncangan yang terlalu luas untuk rimba persiiatan. Disamping itu akan menimbulkan jatuhnya korban yang tidak sedikit…… .!” dan setelah menyahuti begitu. Liu Ong Kiang menjadi serba salah. Lalu ia menghela napas berulang kali dengan Wajah yang Semakin muram. Yo Him tertawa perlahan untuk menghibur Liu Ong Kiang, pengemis Kaypang itu. Katanya kemudian ..Jika memang Liu Lopeh hendak pergi menolongi Khu Tianglo dan Sun Tianglo dari tangan orang2 Mongolia itu, tidak perlu sampai mengerahkan anggota Kaypang seperti apa yang disebut oleh Liu Lopeh tadi. cukup jika kita bersama beberapa tokoh Kaypang lainnya yang benar2 memiliki kepandaian tinggi dan bisa diandalkan untuk pergi menolongnya.” Liu Ong Kiang menghela napas lagi. Wajah masih bermuram durja seperti tengah berpikir keras,lalu berkata lagi…kalau saja memang Yo Kongcu bersedia untuk membantu kami tentu urusan akan menjadi beres dengan mudah…!’ …,Tentu saja aku mau untuk membantu pihak Kaypang terlebih lagi ini’ merupakan urusan pe nasaran dari Kaypang, bukan menipiskan urusan yang buruk.Mengapa aku harus menolak membantu Kaypang? Tetapi sayang justru kini aku tengah berusaha menolong jiwa seseorang. “Menolong jiwa seseorang….?” tanya Liu Ong Kiang terkejut. Yo Him mengangguk.
..Ya. seorang sahabat telah terkena racun yang hebat dan kini dalam keadaan yang menguatirkan sekali, maka aku harus mencari obat untuk menyembuhkannya. Waktu dan kesempatan yang ada hanya lima hari saja selewatnya dari waktu itu’ ia akan menemui kematian dengan cara yang mengerikan sekali. yaitu dengan tubuh mencair busuk !” ‘ Liu Ong Kiang memperlihatkan wajah terkejut. tanyanya: ..Racun apa yang yang telah mengendap ditubuhnya ?” Yo Him menghela napas. ..Sahabat itu dilukai Tok-ong kiu-cie yang mempergunakan racun Sam Hun Tok yang menurut katanya hanya bisa disembuhkan oleh Sam ‘Touw LionG Wie Gu Ciang. iblis yang menetap di SouwCiu. Tetapi itu tidak mungkin karena dari kota ini tidak mungkin mencapai pulang pergi hanya dalam lima hari… .Kasihan sekali nasib sahabat itu.. ..!” Mendengar disebutnya nama Tok-ong Kiu-cie dan Sam Touw Liong Wie Go Ciang muka Liu Ong Kiang jadi berobah hebat. katanya dengan suara yang terbata2 : ..Inilah urusan yang tidak main2. Tentunya sahabatmu itu Kongcu merupakan seorang rimba peralatan yang memiliki kepandaian tinggi sekali. Siapakah sahabatmu itu. Kongcu ?” ..Dia she Cin dan bernama Piauw Ho.”menjelaskan Yo Him. ..Kini ia tengah rebah tidak berdaya didalam kamar rumah penginapan …!” …Mari kita melihat keadaannya…? ajak Liu Ong Kiang sambil berdiri dari duduknya. Yo Him mengangguk. katanya: ,.Tetapi kita harus menjemput Ko Ti dulu…!” ..Ko Ti? Siapa dia ?” ..Seorang sahabat kecil..!” ‘ ..Ohh.;.!” Liu Ong Kiang dan Yo Him telah pergi ketempat pertunjukan wayang orang,waktu itu pertunjukan tengah berlangsung seru dengan adegan pertempuran. Seluruh penonton tengah asyik menyaksikan pertunjukan tersebut. Begitu juga halnya dengan Ko ti yang tengah berdiri sambil sekali-sekali bersorak girang. melihat ramenya adegan pertempuran yang terjadi diatas panggung pertunjukan itu. Yo Him segera menghampiri Ko Ti. dan mengajak anak itu untuk kembali kerumah penginapan. Lie Ko ti tidak membantah. ia bersama Yo Him dan Liu Ong Kiang telah kembali kerumah penginapan. Waktu mereka tiba dikamar penginapan.
tampak Cin Piauw Ho tengah rebah diatas pembaringnn dengan muka yang pucat kehijau-hijauan. Napasnya juga perlahan dan lemah sekali. Sepasang matanya terpejam rapat. Yo Him menghampiri pembaringan, memegang perlahan tangan Cin Piauw Ho. kemudian katama dengan suatu’ yang mengandung kekuatiran: ..Cin ‘Toako… bagaimana keadaanmu ? Apa yang engkau rasakan ?… Cin Piauw Ho membuka matanya. dan memandang dengan sinar mata lesu tidak bercahaya kepada Yo Him. Kemudian melirik kepada Liu Ong Kiang dan Ko Ti yang bersama Yo Him. ..Rasanya sulit sekali bagi aku berharap bisa hidup lebih lama lagi. paling lambat mungkin hari ini aku masih bisa bertahan. .se telah itu mungkin aku akan putus jiwa..!” kata Cin Piauw Ho dengan suara yang lemah. Yo Him memaksakan din untuk tertawa guna menghibur dan memberikan semangat kepada Cin Piauw Ho. lalu katanya: ..Kau jangan berkata begitu Cin ‘toakob aku akan berhasil untuk mencarikan obat dan usaha menolong jiwamu dari kematian… engkau tenang tenanglah beristirahat..” jangan terlalu banyak berpikir yang tidak-tidak.” Cin Piauw Ho menghela napas,ia tampaknya putus asa. Liu Ong Khang yang sejak tadi mengawasi keadaan Cin Piauw Ho. telah menoleh kepada Yo him. lalu katanya hati2: .Yo Kongcu. aku mengerti sedikit! mengenai ilmu racun. karena ‘kami kaum pengemis sering menangkap ular dan kalajengking. Dengan begitu aku mengenal beberapa jenis acun. Walaupun Kongcu tadi telah mengatakan bahwa sahabatmu ini terluka o- leh racun Sam Hun Tok, tetapi kukira ada baiknya aku memeriksa lukanya itu dulu. . !” Yo Him girang mendengar perkataannya si pengemis,ia mengangguk sambil katanya katanya ….Jika memang Liu Lopeh ingin menolongi cin Toako mengapa aku harus menghalangi? tidak ada salahnya jika Liu L0peh memeriksa keadaannya. siapa tahu Liu Lopeh bisa mengobatinya?” ..Aku hanya mengerti sedikit ‘sekali mengenai beberapa jenis racun. tetapi aku akan berusaha untuk memperpanjang daya bertahan saudara Cin itu. . .!” Sa mbil berkata begitu. Liu Ong Kiang menghampiri kedek at pembaringan lalu dengan dibantu oleh Yo Him, ia tel ah melepaskan pakaian atas Cin Piauw Ho. dimana did ekat pundaknya tersebut tampak sebuah luka yang tel ah bersemu hitam ,daging disekitarnya
luka itu mulai membusuk dan menyiarkan bau yang tidak sedap untuk hidung, juga warna hitam gelap itu telah melebur ke dekat punggung serta ketiak. Sekali lihat saja, segera bisa deketahui bahwa Cin Piauw Ho telah terluka berat dan racun mulai bekerja. Memang jika racun tersebut telah menjalar sampai kejantung,jangan harap Cin Piauw Ho mengharapkan dapat hidup lebih lama lagi dan diwaktu itu tubuhnya akan mencair dan membusuk. Liu Ong Kiang mengerutkan alisnya. Wajahnya muram ketika melihat keadaan luka yang diderita oleh Cin Piauw Ho. Malah akhirnya pengemis itu telah menghela napas dalam2,katanya dengan suara perlahan…Memang racun Sam Hun Tok racun yang sangat dahsyat…..aku baru kali ini melihat luka yang demikian hebat…” dan tidak kusangka bahwa Sam ‘Hun Tok dapat bekerja perlahan namun kesudahannya demikian hebat. Menurut Yo Kongcu, saudara Cin ini telah diberikan obat oleh tabib, tetapi obat itu rupanya hanya dapat membendung menjnlarnya racun untuk waktu yang tidak begitu lama. Menurut penglihatanku, paling lambat besok. Saudara Cin tidak akan sanggup bertahan lagi …..!” Dan Liu Ong Kiang menghela napas berulang kali. Yo Him mengawasi kuatir pada pengemis itu dan Cin Piauw Ho bergantian lalu dengan ragu2 katanya: ..Apakah ‘tidak ada jalan lain untuk menolong Cin Toako agar ia bisa bertahan lebih lama lagi ?” Liu Ong Kiang berdiam diri sejenak namun akhirnya menyahuti juga: ..bisa,jika saja memperoleh pil Swat Lian tiatTan (pil teratai emas besi). Sayang sekali obat yarg diramu dengan campuran swat Lian dari puncak thian San itu jarang sekali bisa diperoleh! Padaku terdapat pil Kim Lian Tan (pil teratai emas),tetapi aku belum tahu apalah pil yang kumiliki ini bisa mencegah menjalarnya- racun Sam Hun Tok lebih jauh. Untuk menyembuhkan dan memunahkan racun sam Hun Tok dengan mempergunakan pil obatku itu, memang tidak bisa, namun mudah2an saja bisa memperlambat menjalarnyu racun yang ganas itu. karena sedikitnya Kim Lian Tan dibuat mempergunakan campuran racun Swat Lian juga hanya sedikit sekali.” Dan setelah berkata begitu. Liu Ong Kiang merogoh sakunya. Ia mengeluarkan sebuah botol kecil berwarna merah, didalam botol tersebut terdapat dua butir pil berwarna coklat tua.Pengemis tersebut lantas saja mengeluarkan sebutir, lalu melanjutkan keterangan : ”Pil ini sesungguhnya kuperoleh dari seorang aneh dari Kun Lun yang pernah bertemu denganku secara kebetulan. la memberikan uku tiga butir. Tetapi yang sebutir telah dipergunakan untuk mengobati luka seorang anggota Kaypang. maka pil mujijat ini hanya tinggal dua butir. Tetapi kurasa luka yang diderita oleh saudara Cin itu cukup parah. untuk mencegah menjalarnya racun Sam Hun Tok lebih jauh. Ia harus memakan kedua butir pil ini. Sekarang dimakannya sebutir dan sore nanti ia baru memakannya sebutir lagi. . !” Sambil berkata begitu. Liu Ong Kiang telah menghampiri pembaringan. Memijit rahang Cin Piauw Ho meminta Cin Piauw Ho membuka mulutnya. Cin Piauw Ho yang memang telah berputus asa dan sudah tidak memiliki harapan hidup, tanpa rewel telah membuka mulutnya.Dan setelah pil Kim Lian Tan dimasukkan kedalam mulutnya. Dimana Cin Piauw Ho merasakan bau harum menyegarkan tersiar dari pil tersebut. Ia menelannya. ..Nah. sekarang kau istirahat dulu, saudara Cin. Nanti kau harus memakan yang sebutir ini lagi. Mudah2an saja pil Kim Lian Tan ini bisa memperlambat menjalarnya racun Sam Hun Tok itu. . !” kata Liu Ong Kiang kemudian. ..”Terima kasih atas pemberian pil obat itu!” kata Cin Piauw Ho dengan suara yang tidak begitu lancar. ..Pil itu merupakan obat mujijat yang tidak ternilai harganya. Dan saudara telah memberikan kepadaku. Entah bagaimana nanti aku membalas budimu…!” kata kata itu tidak bisa diteruskan. Karena Cin Piauw Ho merasakan sakit yang luar biasa pada lukanya. Ia mengerang perlahan sambil meringis. Liu Ong Kiang menghela napas. ia bilang: ..Jangan terlalu banyak bicara dan bergerak dulu. nah. tidurlah! Mungkin lebih baik lagi.Bila engkau bisa tidur untuk istirahat. Sehingga tidak banyak gerak dan obat bekerja lebih baik. saudara Cin!” Cin Piauw Ho hanya mengangguk dan memejamkan matanya rapat-rapat. Namun mukanya masih meringis menahan sakit yang luar biasa. Keadaannya mengenaskan sekali. Menyaksikan itu. Yo Him menghela napas berulang kali. sedangkan Ko Ti yang sejak tadi hanya bisa mengawas i saja. Jadi berdiri diam dengan hati yang bingung dan b erkasihan. la bingung karena memang Ko ti tidak bisa melakukan sesuatu apapun juga. Berkasihan karena m elihat keadaan Cin Piauw Ho seperti itu.
Setelah melihat Cin Piauw Ho memejamkan mata rapat2 dan akhirnya perasaan sakit yang’ dideritanya mulai berkurang. Sebab mukanya tidak meringis seperti tadi. Yo Him mengajak Ko Ti dan Liu Ong Kiang untuk keluar dari kamar tersebut. Mereka duduk diruang bawah,dimana Yo Him memesan teh dan beberapa macam makanan kecil. Banyak yang dibicarakan oleh Yo Him dan Liu Ong Kiang yaitu mengenai perkembangan dunia persilatan disaat itu. Waktu Yo Him menceritakan perihal dia menolongi Ko Ti dari tangannya wanita sinting Tok Kui Sin Jie Khiu Bok Lan. Sipengemis mengerutkan alisnya. ..Perempuan sinting itu memang banyak menimbulkan keonaran akhirà ini. Karena telah cukup banyak juga jago2 Kangouw yang menjadi korbannya. Dalam tiga tahun. Perempuan sinting dengan selalu membawa2 mayat bayi yang telah diawetkan itu memang telah dicari oleh beberapa orang tokoh Kangonw untuk ditumpas. Ia bertangan telengas dan juga menurut apa yg sering kudengar. setiap kali turun tangan selalu membinasakan korbannya dengan kejam sekali …!” Setelah berkata begitu. Liu Ong Kiang menghela napas berulang kali, baru melanjuti lagi perkataannya ..memang belakangan ini, sejak berakhirnya peperangan dan berhasilnya Kublai Khan menguasai daratan tionggoan. Cukup banyak jago! yang bermunculan ‘ di dunia Kangouw. Dan yang membuat aku heran. Mereka umumnya merupakan jago! muda yang memiliki kepandaian tidak rendahl Inilah yang merupakan ancaman tidak kecil buat rimba persilatan. Karena syukur jika jago2 muda itu mengambil jalan Pek-io. putih dan lurus. Tetapi jika mereka yang masih berusia muda dan berdarah panas itu memilih jalan Hek-io, maka akan menimbulkan bencana yang tidak kecil buat Kang-ouw …. .. Yo Him mengangguk. ”Apa yang dikatakan oleh Liu Lopeh memang tepat.” kata Yo Him. ..Dalam hal ini memang harus diperhatikan baik2. Karena sepak terjang dari jago2 muda itu yang bermunculan cukup banyak dengan kepandaian tinggi. Dibiarkan begitu saja mereka mengumbar keganasan mereka. niscaya korban-korban yang berjatuhan akan banyak sekali. sedangkan tokoh sakti yang telah kecewa dengan kekalahan kerajaan kita dan berkuasanya Kubilai! Khan didaratan Tionggoan ini benar2 mengundurkan diri dan hidup mengasingkan diri ditempat-ditempat ,sudah tidak mau mencampuri lagi urusan Kangouw….!”
Liu Ong Kiang berdiam diri sejenak. Namun akhirnya dia mengawasi Ko Ti. Dia mengawasi agak lama dan teliti sekali. seperti juga terdapat sesuatu yang menarik pada diri Ko Ti…Anak yang baik!” memuji Liu Ong ‘Kiong akhirnya. ..Tampaknya anak ini memiliki bakat dan tulang yang baik sekali untuk mempelajari ilmu silat! Apakah ia_murid Yo Kongcu ?” sambil bertanya begitu. Liu Ong Kiang juga telah menoleh kepada Yo Him. Yo Him menggeleng. ia cepat2 menceritakan siapa adanya Ko Ti bagaimana Pertempuran diantara mereka.Pula Yo Him menceritakan riwayat Ko Ti seperti apa yang pernah Ko Ti ceritakan padanya. Rupanya Liu Ong Kiang tertarik sekali pada Ko Ti yang dipujinya sebagai seorang anak yang memiliki kepandaian tinggi. Bimbingan yang’ baik dari seorang yang tangguh dikemudian hari. Namun waktu mereka bercakapc seperti itu. tiba? mereka mendengar suara ribut’ diluar rumah penginapan. Suara jerit ketakutan dan teriakan teriakan kaget. Yo Him dan Liu Ong Kiang saling pandang. Lalu keduanya cepat-cepat keluar untuk melihat apa yang tengah terja di itu. Ternyata dijalan raya tampak orang2 wanita dan laki2 berlari2 sambil ber-teriak! ketakutan, semuanya tengah mencari tempat persembunyian banyak juga yang lari menerobos-masuk kedalam rumah peginapan dengan muka yang pucat. Yo Him dan Liu Ong Kiang mengerutkan alisnya. ia melihat dari arah mana orang2 itu datang berlari ketakutan dan segera juga mereka melihat sesuatu yang mengejutkan. Karena terpisah puluhan tombak dari tempat mereka berada. tampak tengah mendatangi mahkluk yang cukup mengerikan. berbulu putih dan tinggi besar sambil melompat2 setengah berlari mengeluarkan suara erangannya yang keras sekali. menyeramkan. Makluk mengerikan itu tidak lain dari seekor beruang putih, yang bulunya bagaikan tumpukan salju..giginya yang panjang runcing itu tampak mengerikan sekali setiap kali binatang buas tersebut menyeringai. Yo Him dan Liu Ong Kiang jadi heran entah dari mana datangnya binatang buas tersebut !!! karena inilah merupakan Peristiwa yang jarang sekali terjadi bahwa di-tengah2 keramaian kota muncul makluk buas seperti itu.Sedangkan beruang berbulu putih yang tinggi besar itu telah berlari kecil sambil melompat-lompat dan mengeluarkan sekali! suara erangannya yang menyeramkan di jalan raya yang Sepi. Semua orang yang tadi berada dijalan raya telah bersembunyi dengan ketakutan. ..Entah darimana datangrya makluk itu ?” menggumam Liu Ong Kiang dengan suara yang perlahan. ..Ini tidak boleh dibiarkan saja. Terutama jika beruang itu mengamuk. tentu bisa menimbulkan korban jwa …. ..!” Yo Him mengangguk,namun belum lagi ia menyahut. Liu ong Kiang menjejakkan kakinya. Tubuhnya melompat ke tengah jalan raya, dengan beberapa kali lompatan lagi. Dia telah berada didepan beruang putih itu, menghadangnya. ingin meringkus. ….Bersambung .jilid 5….
Waktu itu Ko Ti juga selalu menanyakan siapa2 saja yang menjadi tokoh Kaypang,dan mengapa mereka lebih rela hidup sebagai pengemis, dan`juga tidak mau hidup dengan cara yang layak, mengenakan pakaian yang tambal-tambal dan juga tampaknya kotor sekali. Padahal mereka memiliki kepandaian tinggi.Liu Ong Kiang yang mendengar pertanyaan anak ini telah tertawa, katanya: “Inilah keistimewaan Kaypang, karena memang kami umumnya terdiri dari orang2 yang ‘memeliki kepandaian lumayan, namun kami sengaja memilih kaypang sebagai perkumpulan kami, dan hidup sebagai pengemis, melakukan pekerjaan meminta belas kasihan orang. . . karena Itu pula, kamipun telah berusaha untak hidup prihatin,membuka mata dan juga memasang telinga, menyaksikan betapa didunia ini sesungguhnya banyak sekali manusia yang sengsara dan hidup menderita karena kemiskinan dan ketiadaan…! ltulah sebabnya, kami puas sebagai pengemis. karena kami tidak akan melakukan suatu kejahatan. pekerjaan kamipun kami anggap tidak hina, sebab disamping sebagai pengemis kami memiliki tugas khusus yang harus dilakukan dengan penuh kegagahan, yaitu membela setiap orang yang lemah. yang berada dalam tindasan sikuat namun busuk hatinya dan jahat ! Lebih dari itu. Kaypang merupakan sebuah perkumpulan dari manusia2 yang mulia hatinya. Aku bukan hendak memuji diri sendiri dengan membuka mulut lebar dan menepuk dada, namun memang kenyataan Kaypang telah banyak sekali melakukan perbuatan2 mulia. terlebih lagi waktu jabatan Pangcu berada ditangan Ang Cit Kong Pangcu !” Ko Ti yang mendengar cerita Liu 0ng Kiang, jadi mendengarkan dengan hati yang tertarik sekali. terlebih lagi mendengar sepak terjang mengenai Kaypang, dimana perkumpulan pengemis. yang walaupun sebagai perkumpulan dari para pengemis-pengemis itu diseluruh daratan Tionggoan tersebut, tokh kenyataannya sepak terjang yang dilakukan oleh anggota Kaypang umumnya tidak menyimpang dan tidakberbeda dengan sepak terjang yang dilakukan para pendekar Kangouw dari jalan putih dan lurus. Malah Liu Ong Kiang telah menceritakan,betapa banyak anggota Kaypang yang telah berhasil menumpas ratusan orang penjahat dengan mengandalkan kepandaiannya, telah mendirikan jasa yang tidak keçil untuk kemajuan partai mereka. Dan Liu Ong Kiang mengatakan kepada Ko Ti : “Engko kecil. engkau pun bisa kalau saja kau tekun mempelajari ilmu silat, rajin2 berlatih dan memperoleh bimbingan yang baik dari seorang guru yang liehay. Menurut pengli hatan pamanmu ini, engkau memiliki bakat dan tulang yang baik untuk mempelajari ilmu silat. Maka jika memang engkau ber-sungguh2 untuk menghayati ilmu silat, tentu engkau akan berhasil dengan baik. . .!” Ko Ti memandang Liu Ong Kiang dengan sepasang mata terpentang lebar-lebar. lalu katanya perlahan: ”Paman pengemis, sesungguhnya seseorang yang mempelajari ilmu silat. apa saja yang harus dipelajari ?” “Banyak, ..engkau harus melatih Ginkang,tenaga dalam yang disebut Lweekang atau Lwe-keh, dan juga engkau harus mempelajari ilmu pukulan tangan kosong dan ilmu pedang. Banyak sekali pelajaran yang harus engkau pelajari. Disamping itu. memakan waktu yang tidak sedikit, karena paling cepat sepuluh tahun baru engkau bisa merampungkan pelajaranmu dan memreroleh kepandaian yang tinggi, juga pengalaman dan latihan yang teratur perlu sekali, agar dapat meningkatkan kepandaianmu itu, ketingkat yang jauh lebih ‘sempurna. Maka dari itu, seseorang yang mempelajari ilmu silat jelas tidak boleh berlaku congkak dan angkuh karena orang yang pandai, masih terdapat orang yang jauh lebih pendai lagi disamping itu pula, jika seseorang menguasai benar Lwekang.yaitu tenaga dalam, belum tentu dia memiliki Ginkang yang sempurna. ltulah sebabnya, seorang jago yang memiliki serupa kepandaian,belum tentu menguasai ilmu lainnya. Semakin kita mempelajari ilmu silat, semakin sedikit kepandaian yang baru kita kuasai. Kita melihat ilmu silat itu semakin banyak ragamnya. Semakin tinggi kepandaian silat seorang. semakin keras pula keinginannya untuk mempelajari ilmu Silat yang lebih tinggi dan memperdalam kepandaianya, karena ilmu silat itu sendiri tidak akan habis dipelajari, walaupun sampai ajal kita.. . .!” Ko Ti mendengarkan keterangan yang diberikan oleh Liu Ong Kiang dengan tekun. Waktu itu tampak mendatangi seorang pelayan, yang telah menghampiri Liu Ong Kiang katanya: “Ada seorang tamu ingin bertemu dengan Yo kongcu . . .!” Liu Ong Kiang mengerutkan alisnya. ..Siapa?’ tanya pengemis ini kemudian setelah berdiam bimbang. ,..seorang bangsawan Mongolia dan seorang pendeta Mongolia,” menjelaskan pelayan itu. Muka Liu Ong Kiang jadi berobah mendengar keterangan sipelayan, sampai pengemis ini berdiam diri sejenak lamanya. Pelayan itu menantikan keputusan Liu Ong Kiang tidak sabar, tanyanya: “Apakah kedua tamu itu diundang kemari saja?” Cepat2 Liu Ong Kiang menggelengkan kepalanya. ia menggumam: ,Jangan . . .! Jangan . . . . . ! Hai, mengapa disaat-saat seperti ini muncul gangguan seperti ini ?” Liu Ong Kiang menggumam begitu, karena ia mengetahui, dengan munculnya kedua orang Mongolia itu, yang menurut sipelayan terdiri dari seorang bangsawan Mongolia dan seorang pendeta Mongolia, tentu akan menimbulkan kesulitan untuk mereka. Namun karena Yo Him memang tidak boleh diganggu disaat seperti itu, dimana selain bisa membahayakan keselamatan Cin Piauw Ho dan juga bisa membuat celaka Yo Him kalau sampai perhatiannya terpecah oleh gangguan yang tidak diinginkan disaat ia tengah memusatkan seluruh tenaga dalamnya mengobati luka Cin Piauw Ho akhirnya Liu Ong Kiang berkata: ,,’ Biarlah aku yang pergi menemui mereka…” sipengemis juga menoleh kepada Ko Ti. katanya: ”Kau tunggu disini saja, Tie-jie !’ Ko Ti mengiyakan.Bersama pelayan itu, Liu Ong Kiang telah turun dari loteng dan menuju keruang bawah penginapan itu. segera dilihatnya dua orang Mongolia, seorang yang berpakaian sebagai bangsawan Mongolia dan seorang lagi berpakaian sebagai Lhama ( pendeta), tengah duduk disebuah meja, sebelah kanan ruangan tersebut. Waktu mendengar suara langkah kaki yang menuruni undakan anak tangga, tampak kedua orang Mongolia itu menoleh. Dan Liu Ong Kiang waktu mengenali sipendeta Mongoiia tersebut, jadi kaget bukan main, karena ia segera mengenali bahwa Lhama itu tidak lain dari Koksu Mongolia. yaitu Tiat To Hoat Ong. Sedangkan yang seorang lagi yang berpakaian seorang bangsawan Mongolia itu, berusia hampir lima puluh tahun dan memiliki potongan muka persegi empat, tampaknya gagah, tidak dikenalnya. Karena telah terlanjur turun, Liu Ong Kiang juga tak`bisa menarik diri lagi, dia menghampiri dan sambil tertawa berkata’ .,Ha, tidak di-sangka2 bisa bertemu dengan dua orang mulia ditempat seperti ini!” Tiat To Hoat-ong telah mengawasi Liu Ong Kiang dengan sorot mata tajam. Sedangkan bang sawan Mongolia juga telah meneliti keadaan si pengemis,’lalu menoleh kepada pelayan yang datang bersama Liu Ong Kiang. .,Mana pemuda she Yo itu?” tegur yang berpakaian seaagai bangsawan Mongolia itu. Waktu itu daratan Tionggoan telah dikuasai oleh Kubilai Khan, dengan demikian
orang2 Mongolia merupakan orang2 yang selain dihormati dan ditakuti. Sipelayan juga telah menjura: ..Siauwjin telah menyampaikan pesan Taijin, tetapi tuan pengemis ini yang menjadi sahabat Yo Kongcu. mengatakan dia yang akan menemui Taijinl” sewaktu menyahuti begitu, tampaknya pelayan ini ketakutan sekali.Ia kuatir bangsawan Mongolia itu akan murka dan bisa celaka. ‘Tiat To Hoat-ong telah mendesis dengan suara angkuh dan sikap dingin, katanya tawar: ..Manusia seperti engkau mana ada harganya menemui kami? Suruh pemuda she Yo itu turun kemari!” Muka Liu Ong Kiang tidak berobah mendengar ejekan tersebut, dia malah tertawa.”Sabar, sabar….!” katanya kemudian. “Yo Kongcu sedang berpakaian, tidak lama lagi tentu Yo Kongcu akan turun menemui kalian. Tetapi bolehkah aku sipengemis miskin mengetahui apa maksud kedua taijin dan taisu mencari Yo Kongcu?” “Hemmmm” orang Mongolia yang berpakaian bangsawan itu telah mendengus dingin. “Ada sesuatu yang perlu kami tanyakan padanya!” “Ya, suruh dia turun untuk menemui kami!” berkata Tiat To Hoat-ong dengan suara mengandung kemendongkolan…. Rewel! banyak mulut seperti kau ini. akan kami hajar biar kau dikirim ke akherad..!” ”Galak sekali pendeta ini” berpikir Liu Ong Kiang. Hemm, dia sebagai Koksu negara, memang telah kudengar perihal kepandaiannya yang tinggi, hanya dibawah setinggkat dari kepandaian Sin Tiauw Taihiap Yo Ko. Sekarang ia bisa muncul bersama bangsawan ini, yang tidak kuketahui siapa adanya. apa yang ingin mereka lakukan…-tetapi walaupun terpikir begitu, nam un Liu Ong Kiang tahu bahwa kedua orang ini tentunya mengandung maksud tidak baik. dengan sabar ia berk ata: ,,Yo Kongcu tidak lama lagi akan turun menemui ka lian tetapi jika memang kalian memiliki urusan penting, kalian sampaikan kepadaku. biar nanti kuberitahukan pada Yo Kongcu….!” ..Oh pengemis bau yang terlalu banyak mulut!” teriak Tiat To Hoat-ong, dia juga telah menggebrak meja keras sekali, sehingga meja itu miring. Salah salah satu kakinya hampir patah menjadi dua, belum putus. Kau memang perlu dibungkamkain !” Dan Tiat t0 Hoat-Ong telah mengambil cawan didepannya, Tahu2 dia telah menyiram Liu Ong Kiang dengan arak yang berada didalam cawan itu. Arak itu bagaikan selembar benang putih,telah menyambar kemuka Liu Ong Kiang. Walaupun kepandaian Liu Ong Kiang memang tidak bisa mengimbangi kepandaian Tiat To Hoat-Ong, namun diapun tidak lemah. Saat melihat arak yang menyambar kearah dirinya disertai tenaga dalam yang tinggi. sipengemis telah menyingkir kesamping tanpa menunggu tibanya arak itu pada sasaran. Maka arak yang tidak berhasil mengenai sasaran,telah mengenai dinding ruangan itu, dan seketika dinding itu jadi berlobang sedalam lima dim!. Sipelayan yang berdiri agak jauh dari tempat itu berobah pucat, mengawasi dengan ketakutan. Ia beranggapan pendeta Mongolia ini mempergunakan ilmu siluman, karena dengan siraman arak saja ia bisa membuat dinding batu itu berlobang begitu dalam, kalau tadi sampai mengenai muka sipengemis. Tentu muka itu akan berlobang dan pasti rusaknya, juga sipengemis akan menemui kematian, sebab kepalanya akan pecah remuk oleh siraman arak tersebut. Liu Ong Kiang sendiri jadi mengeluh dalam hati. Apa yang pernah didengar bahwa Tiat To Hoat-Ong merupakan Koksu kerajaan Mongolia yang sakti, memang benar. Hanya sekarang, disaat kerajaan Mongolia telah berhasil menguasai daratan Mongolia, Koksu ini lebih bengis lagi, dimana ia selalu bertindak dengan tangan besi. Karena kekuasaan yang ada ditangannya sebagai Koksu negara membuatnya ia memiliki pengaruh yang sangat besar. ‘terlebih lagi memang tokoh2 sakti daratan Tionggoan telah hidup mengasingkan diri . Maka boleh di bilang sejak kémenangan kublai Khan merebut daratan Tionggoan, Koksu negara yang memiliki kepandaian sangat tinggi itu. Tidak pernah menemui tandingan lagi. Waktu terjadi pertempuran di Siangyang.Walaupun Liu Ong Kiang tidak ikut serta, namun sebagai seorang tokoh Kaypang, ia memang ikut mengerahkan anggota Kaypang guna bantu perjuangan dari para orang2 gagah melindungi siangyang. Dan perihal diri Koksu negara Tiat To Hoat-ong telah banyak didengarnya. Dan sekarang, begitu melihat kepada Tiat To Hoat-ong pakaiannya dan keadaannya, seketika ia telah menduga kepada Koksu yang bengis tersebut. Melihat siraman araknya gagal. Tiat To Hoat-ong jadi gusar bukan main, dengan penasaran ia telah menyambar cawan yang satunya yang masih ada isinya. Ia menyiram lagi. Namun kali ini arak tidak menyambar dalam bentuk seutas benang, melainkan terpecah dalam butir2 seperti air hujan. Liu Ong Kiang tahu apa akibatnya jika ia tidak berhasil menyelamatkan diri dari arak itu,maka ia melompat tinggi sekali.Tiga tombak,hampir saja kepalanya menyentuh wuwungan. Butir2 arak itu telah lewat dibawah kakinya, dan kembali menghantam dinding itu berlubang! bagaikan ditusuk oleh benda tajam! Hal ini memperlihatkan lwekang Tiat To Hoat-ong telah memperoleh kemajuan yang pesat se kali dan kepandaiannya itu luar biasa sekali. Muka Liu Ong Kiang jadi pucat waktu turun kelantai dan baru saja ia ingin berkata dengan sengit karena kuatir dan penasaran menjadi satu, untuk memaki sipendeta dan berusaha mencegah pendeta itu menyerang lebih lanjut, bangsa Mongolia itu telah berkata kepada Koksu negara tersebut: ,-.Koksu,biarkan dulu aku menanyakan beberapa soal kepada pengemis itu!” Tiat To Hoat-ong sesungguhnya tengah penasaran dan ingin menimpuk sekalian dengan cawan ditangannya waktu melihat serangan araknya tidak berhasil juga namun mendengar cegahan dari bangsawan Mongolia tersebut, ia mengangguk dengan perlahan. Mau ia patuh pada permintaan bangsawan Mongolia itu, tetapi patuhnya itu patuh terpaksa..! “Pengemis bau. sekarang kau katakan, kuminta kau bicara yang jujur, karena sekali saja kau berdusta,maka jangan mempersalahkan aku nanti memperlakukan kau tidak baik! Nah. pertama-tama yang ingin kuketahui, pemuda yang telah menimbulkan kegaduhandikota ini, yaiitu dengan melawan seekor Binatang dan seorang berpakaian aneh, apakah benar2 she Yo?” Sipengemis mengangguk. ,,Ya,” sahutnya. Walaupun mendongkol dan penasaran, Liu Ong Kiang tidak berani main gila dihadapan Tiat To Hoat-ong. “Dan pemuda she Yo. yang katanya memiliki kepandaian sangat tinggi, sehingga bisa mengusir beruang yang ganas dan seorang yang aneh dan memiliki kepandaian hebat itu. apakah orang she Yo yang ada hubungannya dengan Yo Ko ?” Ditanya begitu, Liu Ong Kiang berdiam diri sejenak. namun ia segera teringat, ketika Yo Him sedang barcakap2 dengan Swat Toon,semua orang yang waktu itu berada ditempat tersebut, jelas telah mendengar sendiri bahwa Yo Him adalah putera dari Sin Tiauw Taihiap Yo Ko. Percuma saja jika memang sipengemis she Liu ini menyangkal, terpaksa ia mengangguk juga. …Benar….tepat sekali..! Katanya…ada urusan apakah Taijin dan Taisu…berdua ingin bertemu dengannya ?” Bangsawan Mongolia itu telah memperdengarkan suara dingin, sikapnya ‘semakin tawar dan matanya mengawasi bengis kepada Liu Ong Kiang. ..Dimana dia berada sekarang?” tanya bangsawan Mongolia itu. ,,Ada dikamarnya… !” ”Mangapa dia tidak segera turun menemui kami, atau memang ia tengah berusaha melarikan diri ? Hemmmm, jangan mimpi, disekeliling rumah penginapan ini telah kami tempatkan orang2 kami. jangankan orang she Yo itu, seekor lalatpun tidak akan lolos dari mata kami.. .l Perintahkan dia turun menemui kami !” Liu Ong Kiang tahu, Yo Him sekarang ini tentu tengah mengerahkan tenaga dalamnya, dan tidak boleh diganggu. Permintaan bangsawan Mongolia tersebut tidak mungkin dikabulkannya. Maka sambil tertawa ia berkata : Sayang sekali Yo Kongcu belum bisa menemui Taijin dan Taisu sekarang ini. Tunggulah sebentar lagi jika memang pekerjaan Yo Kongcu selesai, ia tentu akan turun menemui kalian… …Apa yang sedang dilakukannya disana…?” Tanya bangsawan Mongolia itu dengan bengis. ,,la…..!” Tetapi Liu Ong Kiang tidak bisa meneruskan perkataannya, sebab Tiat ‘TO Hoat-ong tahu2 telah menjejakkan kakinya, tubuhnya gesit sekali telah melompat kesamping Liu Ong Kiang, diwaktu itulah tangan kanan pendeta itu diulurkan untuk membekuk Liu Ong Kiang. Walaupun kepandaian Liu Ong Kiang tidak setinggi kepandaian Tiat To Hoat-ong.
namun ia merupakan seorang tokoh Kaypang yang memiliki kepandaian boleh juga, melihat dirinya hendak dibekuk oleh pendeta Mongolia tersebut, ia telah mengelakkan diri dengan memiringkan tubuhnya kekanan dan menggeser kakinya untuk menjauhi diri dari pendeta Mongolia yang berangasan itu. Tiat To Hoat-ong melihat sipengemis berusaha menjauhi diri dari dia, cepat sekali dia membangkol mempergunakan tangannya yang lain waktu itulah cepat bukan main. Dengan gerakan yang sulit diikuti oleh pandangan mata tubuh Liu Ong Kiang telah terjerembab kena dibangkol oleh ‘Tiat To Hoat-ong.Malah belum lagi sipengemis tahu apa yang terjadi tangan kanannya telah dicekal oleh pendeta Mongolia tersebut. yang telah memijit nadinya, sehingga punahlah semua tenaga sipengemis, waktu Tiat To Hoat-ong menariknya agar sipengemis itu berdiri, dia telah tertawan tanpa daya dan hanya berdiri thdak bisa memberikan perlawanan. ,,Hemm, pengemis bau seperti engkau ini biasanya bersekongkol dengan orang2 Song itu mereka adalah para penghianat dan pemberontak. Mereka harus ditangkap semuanya!” Suara Tiat To Hoat-ong menyeramkan. ”Mereka merupakan manusia2 yang tidak tahu mampus, tidak mau mengakui kekuasaan dari Khan kami yarg agung.. .!” Liu Ong Kiang telah memandang kepada` Tiat To HOat-ong dengan sorot mata mengandung kemendongkolan, katanya : “Hemm, engkan main kasar seperti ini, apakah kau kita engkau merupakan jago yang paling gagah dan nomor satu dikolong langit! Kudengar Waktu menghadapi Sin Tiauw Taihiap. engkau sampai terkencing2 dan terkentut-kentut. ..!” Mendengar perkataan Liu Ong Kiang, bukan` main murkanya Tiat ‘To Hoat-ong, mukanya merah padam dan ia mengangkat ‘ tangan kirinya maksudnya ingiri menghantam pecah batok kepala Liu Ong Kiang. Namun bangsawan Mongolia itu telah menahan gerakan tangan Tiat To Hoat-ong, katanya tawar: ,.Koksu, kau tidak perlu membinasakan dia dulu, kita belum lagi bertemu dengan pemuda she Yo itu. . !” Tiat To Hoat-ong jadi gagal dengan maksudnya, ia tidak jadi turunkan tangan mautnya itu. Namun dengan muka yang merah padam karena masih murka, dia berkata bengis : ., jika nanti benar engkau berserikat dengan manusia2 pemberontak itu, hemm, aku akan menghantam pecah batok kepalamu ini…!” Dan setelah berkata begitu, Tiat To Hoat-ong tetap memegangi tangan Liu Ong Kiang, yang terus juga dipijit jalan darahnya. sampai pengemis itu tetap tidak memiliki tenaga untuk mengadakan perla wanan. Liu Ong Kiang tidak jeri, memang ia mengakui tidak ungkuian ia menghadapi ‘Tiat ‘To Hoat-ong, dimana tidak mungkin ia bisa mendampingi pendeta yang liehay dan berangasan itu, namun dengan diperlakukan demikian kasar oleh pendeta ia jadi ‘ gusar dan penasaran sekali. Dia telah memperdêngarkan suara tertawa dingin, katanya tawar: .,””Tiat To Hoat-ong. aku memang tidak pernah bertemu dengan mu. tetapi sebagai Koksu negara Mongolia yang engkau banyak dikenal orang. Sayang sekali, semula aku pernah membayangkan bahwa seorang Koksu dari Mongolia yang merupakan ke rajaan yang selalu diagung2kan itu tentunya seorang Koksu yang benar2 hebat dan gagah! Sayang sekali…,!””Apanya yang sayang sekali?” bentak Tiat To Hoat-ong tambah murka.
Liu Ong Kiang sengaja menghela napas,dia telah meneruskan perkataannya: “Sudah kukatakan, aku merasa sayang, bahwa apa yang telah kubayangkan itu ternyata meleset!” menyahuti begitu, Liu Ong Kiang menyeringai tertawa, sama sekali dia tidak jeri, walaupun dia telah terjatuh kedalam Koksu Mongolia. ,.Mengapa?” bentak Tiat To Hoat-ong pesasaran. ”Karena Koksu yang terkenal dari kerajaan Mongolia yang katanya begitu agung, ternyata tidak lebih tidak kurang dari pada seekor buduk yang gemar menggigit. . .!” sahut Liu Ong Kiang.Mendapat ejekan Liu Ong’ Kiang muka Tiat To Hoat-ong merah seperti dibakar. ia mengerang satu kali,dan seketika lupa diri. tangannya digerakkan, tahu2 tubuh Liu Ong Kiang telah dilemprrkan dengan sekuat tenaga, dan tubuh sipengemts menggelinding dilantai berguling-guling. Namun Liu Ong Kiang memang telah nekad.
sambil merangkak berdiri ia telah memperdengarkan suara mengejek. lalu katanya lagi mengoceh’ “Dan memang benar2 terbukti sekarang, apa yang disebut sebagai Koksu negara itu tidak lebih dari seekor anjing buduk yang gemar menggigit, jika menghadapi lawan yang lebih lemah. Memperlihatkan taringnya. tetapi jika menghadapi manusia yang memiliki kepandaian tinggi, lalu cepat2 sembunyikan ekor!. Sipengemis memang hidup dikalangan kaum pengemis, yang biasa menggunakan kata2 maki an yang kasar dan kotor, sekarang kata2 kasar itu dipergunakan untuk memaki Tiat To Hoat- ong. Koksu negara yang sangat agung dan di hormati semua orang. Jangankan rakyat, sedang kan Kaisar sendiri, Kublai Khan, menghormatinya. Bisa dibayangkan perasaan murka yang bergolak didada Tiat To Hoat-ong.
Karena terlalu murka, untuk sejenak Tiat’To Hoat-ong hanya bisa berdiam diri saja ditempatnya, dia mengawasi Liu Ong Kiang dengan sepasang mata yang terpentang ‘lebar2, bagaikan biji matanya akan melompat keluar. “Pengemis anjing, kau . .!” memaki ‘Tiat To Hoat-ong dengan murka yang tidak tertahan., Sesungguhnya bisa saja dia binasakan Liu Ong Kiang, tetapi pengemis itu terlalu menghina dan membuat dia gusar seperti itu maka pendeta Mongolia yang liehay ini justeru jadi tidak ingin membinasakan Liu Ong Kiang,diwaktu itu juga dia ingin menyiksa Liu Ong Kiang dengan cara yang hebat, agar sipengemis nanti mati dengan perlahan2, untuk hidup tidak bisa, matipun tidak dapat…. Kau akan merasakan akibatnya nanti atas perkataanmu yang kurang ajar itu..!” Dan setelah berkata begitu, Tiat To Hoat ong melangkah mendekati Liu Ong Kiang, tangan kanannya dihantamkan kepunggung Liu Ong Kiang.Sipengemis berusaha mengelakkan diri namun dia kalah cepat, telapak tangan Tiat To Hoat-Ong telah singgah dipunggungnya. Tidak ampun ‘lagi tubuh Liu Ong Kiang terjungkal rubuh bergulingan diatas lantai.
Belum lagi Liu Ong Kiang bisa bangkit dan masih mengerang sakit karena tulang punggungnya seperti akan patah akibat pukulan Tiat To Hoat-ong. diwaktu itulah tubuh TiatTo Hoat ong yang tinggi besar namun dapat bergerak lincah dan ringan telah berada disampingnya,tahu tahu kaki kanannya telah menginjak punggung Liu Ong Kiang, dia menginjak dengan kuat sekali, sampai terdengar suara “krek!” ada tulang2 punggung Liu Ong Kiang yang patah . Bukan main menderitanya Liu Ong Kiang,dia menderita kesakitan yang hebat. sampai dia mengeluh perlahan. Namun pengemis dari Kaypang ini, walaupun menderita kesakitan seperti itu, sama sekali tidak menjerit. Dan bukannya merintih malah telah membuka mulutnya untuk memaki lagi: ,.Koksu bau busuk, manusia seperti engkau, yang mirip anjing dan,babi. mana pantas menjadi Koksu ? Hemm… ‘kalau kau bertemu dengan Sin Tiauw Taihiap,aku ingin lihat, apakah engkau masih memiliki nyali untuk pentang mulut! kukira, engkau akan akan terkencing2 dan terkentut2 berlutut dihadapan Sin Tiauw Taihiap memohon2 pengampunan untuk jiwa anjingmu itu !” Bukan main gusarnya Tiat To Heat-Ong,dia sampai menggigil menahan keamarahannya itu. Dan kemudian katanya dengan berang: ..Baik, baik, aku tidak akan membunuhmu dulu, agar cital2mu itu terlaksana! Kau akan melihat nanti, bagaimana aku membekuk sibuntung Yo ‘Ko itu…! Memang kami tengah mencari jejaknya.
Tetapi engkau tidak bisa dibiarkan dalam keadaan seperti ini, terlalu enak untukmu….,!” dan setelah berkata begitu, ketika baru saja kata2nya itu diucapkan, kedua tangan Tiat’To Hoat-ong telah digerakkan, dimana dia telah patahkan kedua tangan Liu Ong Kiang. Sama sekali Liu Ong Kiang tidak menjerit,hanya menggigit bibir menahan sakit. Dan kemudian Tiat To Hoat-ong telah menginjak kedua kaki sipengemis dengan kedua kakinya,mengerahkan lwekangnya, maka dengan memperdengarkan suara “krekkk !” tulang kedua kaki Liu Ong Kiang akhirnya remuk juga ! ‘Itulah cara membuat bercacad lawan yang sangat keji sekali.
Tiat ‘To Hoat-ong memang benar2 tidak hendak membinasakan orang yang telah menghinanya ini, malah dia akan membiarkannya hidup dulu. Sampai kelak baru dia akan melakukan siksaan lagi, membuat orang sulit hidup dan sukar untuk mati..” Bangsawan Mongolia yang berdiri diam dengan sepasang alis mengkerut. Tidak mengucapkan apa-apa, hanya mengawasi saja apa yang dilakukan Koksu Negara itu, karena ia yakin
percuma ia menahan sepak terjang Koksu itu yg tengah murka sekali. . . Ko Ti yang telah dipesan oleh Liu Ong Kiang agar menunggui pintu kamar, diam2 telah mengintai dari atas tangga loteng, semua yang terjadi telah dilihatnya dengan jelas. Anak itu jadi bingung dan ngiris hatinya menyaksikan Liu Ong Kiang dianiaya seperti itu, ia tidak tahu apa yang harus dilakukannya.
Hanya satu yang diingatnya, yaitu memberitahukan pada Yo Him. Namun anak ini teringat bahwa Yo Him telah berpesan, agar tidak seorangpun dlperbolehkan masuk kedalam sebelum ia selesai mengerahkan lwekangnya méngobati Ciñ Piauw Ho.
Sedang anak itu kebingungan sendiri, dilihatnya Tiat_To Hoat-ong telah menginjak hancur tulang kaki Liu Ong Kiang, maka tidak ada pilihan lain pada diri anak ini, ia memutuskan untuk memberitahukan Yo Him, karena jika terlambat tentu Liu Ong Kiang akan disiksa jauh lebih hebat lagi. Cepat2 Ko Ti kembali kekamarnya, membuka pintu perlahan-lahan dan menghampiri pembaringan. Dilihatnya Yo Him masih duduk bersila, tengah menyalurkan tenaga dalamnya pada Cin Piauw Ho. Yo Him berdiri disisi pembaringan tanpa bisa membuka suara. Yo Him melirik padanya, ‘dan mmgisyaratkan seperti bertanya apakah terjadi sesuatu, karena dilihatnya muka Ko Ti begitu pucat. Ko Ti suara ter-bata2 akhirnya. bisa juga berkata :: ..Paman pengemis… tengah.. dianiaya orang,…!” Mendengar itu. sepasang alias Yo Him mengkerut dalam2. Entah orang liehay mana yang sampai dapat menganiaya Liu Ong Kiang? ‘tetapi waktu itu Yo Him tengah berada pada saat2 yang begitu sangat genting dan terakhir ia mengerahkan tenaga dalamnya itu dua putaran lagi. barulah selesai.
Jika disaat itu ia menyudahi pengerahan tenaga dalamnya bukan saja. Cin Piauw Ho akan celaka, karena seperti juga tenaga yang tengah beredar itu tahu2 terlepas dari libatan dan bisa menyerang bagian dalam anggota tubuh Cin Piauw Ho pun Yo Him sendiri bisa terluka didalam. Maka dengan anggukan kepala ia seperti mengatakan agar Ko Ti menunggu beberapa saat lagi. Maka iapun telah mengerahkan tenaga dalamnya- dimana ia ingin segera mengakhiri pengerahan tenaga dalamnya itu. Dua putaran tidak lama, hanya beberapa puluh detik.
Namun, belum lagi Yo Him menyelesaikan pengerahan tenaga dalamnya itu. Justru pintu kamar telah ditendang seseorang kuat sekali,sampai daun pintu kamar menyeblak keras dan tampak diambang pintu berdiri dua orang yang berpakaian sebagai bangsawan ‘Mongolia dan pen deta Lhama…,.. Yo Him juga segera mengenali salah seorang dari kedua orang yang berdiri dimuka pintu itu tidak lain dari Tiat to Hoat-ong, musuh bebuyutan dari ayahnym saudara dari Kim Lun Hoat-ong yang telah terbinasa delapan belas tahun yang lalu…
Diam-diam Yo Him jadi mengeluh juga,ia tengah berada dalam keadaan yang sulit, dimana ia tengah mengerahkan tenaga dalamnya disaat-saat yang genting seperti itu. Disamping itu pula. Ia pun telah mempergunakan banyak sekali tenaga dalamnya, ia dalam keadaan lemah. Dan yang muncul sekarang ini, yaitu Tiat To Hoat-ong, orang terpandai dari Mongolia. Koksu negara yang mempunyai kepandaian hanya sedikit dibawah kepandaian ayahnya. Jika memang dalam keadaan biasa, tentu Yo Him tidak jeri menghadapi Koksu negara Mongolia tersebut. Tetapi sekarang justru dia dalam keadaan seperti terjepit. Namun dia tabah, dia juga tidak menjadi gugup. Dengan sikap yang tenang ia telah meneruskan menyelesaikan pengerahan tenaga pada Cin Piauw Ho tanpa memperdulikan kehadiran kedua orang Mongolia itu, Tiat To Hoat-hong waktu melihat Yo Him tengah mengerahkan tenaga dalamnya pada seseorang, yang rebah dipembaringan dalam keadaan lemah. Telah memperdengarkan suara tertawa dingin, katanya :,,Oh, kiranya kau tengah berusaha mengobati seseorang.
Dan sambil berkata begitu, mulut bicara kaki melangkah mendekati pembaringan. Ia telah mengulurkan tangannya untuk mencengkeram dada Yo Him. Ko Ti ketakutan dan berkuatir melihat pendeta Lhama yang ganas berangasan itu hendak mencengkeram Yo Him, sedangkan Yo Him sendiri tahu, bahwa cengkeraman itu bukanlah cengkeraman yang ringan, bisa mematikannya. Tetapi Ko Ti maupun Yo Him, tidak bisa berbuat lain Selain berdiam, Yang seorang, Ko Ti hanya bisa menyak sikan dengan bingung tanpa dapat menolong.
Sedangk an Yo Him berdiam dengan meneruskan pengerahan te naga dalamnya menyelesaikan penyaluran tenaga mur ni itu pada Cin Piauw Ho, Dan Tiat To Hoat-ong meneru skan cengkeramannya. Tetapi waktu tangan Tiat To Hoat-ong hampir mengenai sasaran, mendadak pendeta itu mengeluarkan suara seruan tertahan, mengandung perasaan’ sakit, ia pun batal mencengkeram dan mundur menjauhi pembaringau dengan muka berobah pucat dan merah bergantian. Apakah yang terjadi?’ ‘ ‘Ternyata waktu Yo Him menghadapi bahaya yang cukup hebat. Cin Piauw Ho yang tengah rebah menerima hawa murni Ye Him, telah melihat Tiat To Hoat-ong berdiri tepat didekat kepalanya. Maka tanpa pikir panjang lagi, dengan mempergunakan seluruh tenaganya yang masih ada, walaupun ia sangat lemah, Cin Piauw Ho berhasil menggerakkan tangan kirinya menghantam selangkangan Tiat To Hoat-ong, kepada alat vitalnya pendeta Mongolia itu.
Apa yang dilakukan Cin Piauw Ho tidak disangka sama sekali oleh Tiat To Hoat-ong,mimpipun tidak. Maka alat vitalnya itu kena dihantam oleh Cin Piauw Ho. Untung saja waktu itu Cin Piauw Ho tengah terluka dan tidak memiliki tenaga, dimana ia sangat lemah, pukulannya itu perlahan. Namun karena jatuhnya ditempat yang vital sekali, juga telak, walaupun perlahan, memberikan hasil yang membuat Tiat ‘To Hoat-ong harus meringis menahan sakit dan menahan cengkeramannya. ,,Kau. . . kalian benar2 harus dimampusi..!” teriak Tiat To Hoat-ong setelah perasaan sakit’pada selangkangannya itu berkurang. Namun waktu pendeta yang menjadi Koksu negara Mongolia ini hendak menghampiri,waktu itulah bangsawan Mongolia itu telah mencekal tangannya, kata bangsawan Mongolia itu: ,Jangan ganggu mereka dulu, Koksu, biarkan saja dulu.
Kita mempunyai waktu yang banyak, sebentar lagi kau menghajar mampus mereka juga kukira belum terlambat….!” Tiat To Hoat-ong sesungguhnya ingin melampiaskan kemurkaannya itu dengan sekali hantam membinasakan Yo Him dan Piauw Ho. Tetapi atas Cegahan bangsawan Mongolia itu, seperti juga telah membuatnya tersadar. bahwa mereka belum memperoleh keterangan apapun juga.Justru yang mereka kehendaki, adalah mengorek keterangan dari Yo Him, dimana sekarang ini Yo Ko, Siauw Liong Lie dan jago2 lainnya telah menyembunyikan diri. “Baik, aku memberikan kesempatan hidup kepada mereka sampai batas waktu malam Ini.Besok walaupun bagimana aku harus membinasakan mereka termasuk juga sipengemis anjing yang diluar itu….!” berkata Tiat ‘To Hoat-ong dengan menahan kegusaran hatinya.
Waktu itu Yo Him telah selesai menyatukan seluruh tenaga dalamnya pada Cin Piauw Ho dan ia telah mengangkat telapak tangannya dari perut Cin Piauw Ho. Namun pemuda she Yo ini letih sekali. ”Orang she Yo, ada sesuatu yang ingin kami tanyakan kepadamu !” kata bangsawan Mongolia itu dengan suara yang angker’ gagah.sikapnya agung2an. Yo Him mengawasi bangsawan Mongolia tersebut, lalu ia menoleh memandang ‘Toat To Hoat ong, kemudian tertawa mengejek diiringi pertanyaan: ,,Hemm.tidak kusangka bahwa aku akan menerima kunjungan kehormatan dari dua orang tamu istana !” Tiat To Hoat-ong mengawasi mendelik saja tanpa mengatakan suatu apapun juga.
Sedangkan sibangsawan Mongolia itu telah berkata lagi dengan sipatnya yang agung2an itu: “Orang she Yo, kami telah mengetahui bahwa kau puteranya Yo Ko, yang bergelar Sin Tiauw Taihiap itu. . . maka kami ingin menanyakan sesuatu kepadamu mengenai. ..!” ..Tunggu dulu.. .!” kata Yo Him sambil tersenyum tenang, walapun saat itu otaknya tengah bekerja keras memikirkan cara yang terbaik untuk menghadapi ‘Tiat ‘To Hoat-ong. Jika sampai harus terjadi pertempuran. “Bolehkah aku tahu siapa Taijin yang menjadi tamuku terhormat ini?” Bangsawan Mongolia itu tampak ragu2. Namun akhirnya ia -menyahuti ..Aku keponakan dari Khan kami yang agung. aku bernama Galik.” Memang bangsawan Mongolia itu adalah pangeran Ghalik, yang memiliki kekuasaan sangat besar dan menjadi kepercayaan orang Kublai Khan. Dia adalah keponakan luar dari Kublai Khan, yang sejak kecil gemar sekali mempelajari ilmu silat dan gulat. Waktu delapan belas tahun yang lalu tentara Mongolia telah gagal
merebut kota Siangyang, dimana akhirnya tentara Mongolia itu telah ditarik kembali pulang kepedalaman Mongolia. pangeran Ghalik tersebut telah bertemu dengan seorang berkepandaian tinggi dan aneh, yang tidak mau memberikan keterangan mengenai dirinya. Namun orang aneh itu memiliki kepandaian yang liehay sekali, dimana ia telah mewarisi kepandaiannya pada pangeran Ghaiik ini, sehingga pangeran tersebut sekarang memiliki kepandaian yang tidak rendah. Dengan demikian, pangeran Ghaiik telah jadi kepercayaan Kubilai Khan, terutama untuk memimpin pasukan istana yang menjaga kediaman raja Mongolia tersebut. Begitulah, Ghalik dengan kekuasaannya yang tidak terbatas itu telah mencari orang2 pandai yang memiliki kepandaian tinggi dan bersedia menakluk dan juga mengejar pangkat dan harta, bekerja dibawah perintah Ghalik.
Guna menjadi pembantunya yang dapat diandalkan. Tiat To Hoat-ong sesungguhnya tidak menyukai cara dan tindakan yang dilakukan oleh pangeran Ghalik, yang menerima jago-jago dari kerajaan Song juga, di mana mereka telah ditempatkan menjadi satu dengan para jago dari Mongolia. Menurut Tiat To Hoat-ong, den gan menerima jago2 dari kerajaan Song itu. sama saja dengan memelihara anak macan, jika telah tumbuh sa yap malah bisa menerkam majikan.
Dan Tiat To Hoat-o ng justru kuatir kalau saja nanti para jago2 Song yang bekerja pada perintah pengeran Ghalik itu suatu waktu kelak akan memberontak dan menimbulkan kesulitan yang tidak kecil buat kerajaan Khan-nya yang agung, Namun pangeran Ghalik memiliki pendirian tersendiri , ia berpikir jauh sekali.
Tanpa ditariknya jago2 kerajaan Song, sulit buat mereka memberantas para jago2 bekas kerajaan Song yang menentang kekuasaannya Kaisar Kublai Khan, dengan begitu, ia bermaksud untuk rnemperalat jago2 bekas kerajaan Song tersebut, untuk mendekati para jago2 kerajaan Song yang telah hidup mengasingkan diri ditempat2 persembunyian yang sukar dicari. Dengan adanya mereka, yaitu para iago2 kerajaan Song yang telah bisa dipicuk dengan harta dan pangkat. Mereka diperalat buat menghantam dan membasmi para jago2 Sung yang menentang kekuasaan Kublai Khan. Dan kebijaksanaan yang diambil oleh pangeran Ghalik memang disetujui oleh Kublai Khan, dengan demikian Toat To Hoat-ong jadi tidak bisa memperlihatkan ketidaksenangannya itu. Dia berdiam diri saja, menindih perasaan jelusnya itu.
Sesungguhnya, yang membuat Tiat To Hoat ong tak setuju pangeran Ghalik mengambil jago2 kerajaan Song yang telah runtuh itu, ia kuatir Justru nanti mempersulit dirinya, dan sebagai Koksu negara, dan memang pernah bertempur dengan para jago2 Song seperti Yo Ko dan tokoh2 lainnya, dimana dirinya juga telah dipermainkan, ia telah menaruh dendam dan sakit hati pada setiap jago2 kerajaan Song yang telah runtuh itu. Adalah cita2nya, begitu Kublai Khan berhasil menancap kaki didaratan’Tionggoan ini, disaat mana ia telah memperoleh kekuasaan yang besar. ‘Tiat To Hoat-ong bermaksud mengadakan pengejaran pada jago2 kerajaan Song itu menumpas dan membasmi sampai ke-akar2nya. Dan kekecewaan yang diterimanya oleh tindakan pangeran Ghalik yang malah merangkul para jago2 Song itu. Diantaranya terdapat beberapa orang jago bekas ikut bertempur berdiri dipihak Yo Ko, namun sekarang terpicuk oleh harta dan pangkat. Dendam Tiat T0 Hoat ong itu tetap menyala. namun sebagai seorang Koksu, dimana ia memperoleh kepercayaan dan juga dihormati Kaisarnya, dia tidak mau bertindak terlalu ceroboh. la berpendapat berhasilnya dia untuk melampiaskan sakit hati dan dendamnya itu bukan tergantung dari waktu. Sekarang memang ia tidak bisa untuk menentang pangeran Ghalik. Tetapi jika memang telah tiba waktunya. Walaupun itu terjadinya kelak lima tahun lagi atau juga sepuluh tahun pasti ia akan melampiaskan dendamnya itu untuk membasmi para jago-jago Song, yang memang tidak disenanginya.
Tidak terlalu mengherankan begitu bertemu dengan Liu Ong Kiang ketika sipengemis salah tingkah dan salah bicara sedikit saja menyinggung hati dan perasaannya, Tiat to Hoat-ong telah turunkan tangan keji dan bengis tidak mengenal kasihan lagi. Dan juga begitu melihat Yo Him terlebih lagi dia mengetahui bahwa Yo Him itu adalah putranya Yo Ko. Musuh bebuyutannya itu. Ia ingin mempergunakan kesempatan dikala Yo Him tidak berdaya, untuk turun tangan membinasakannya. Namun kenyataannya maksudnya itu telah dihalangi oleh pangeran Ghalik,membuat Tiat To Hoat-ong tambah penasaran dan menaruh perasaan tidak senang yang kian tebal pada diri pangeran itu. Waktu itu pangeran Ghalik telah tertawa tawar kepada Yo Him, katanya: “Orang she Yo ,sekarang kau harus bicara dengan jujur ! Kami akan bertanya secara baik2, dan kuharap engkau tidak terlalu keras kepala dan juga terlalu angkuh untuk menjawab setiap pertanyaanku, karena jika terjadi hal seperti itu,tentu hanya akan mempersulit dirimu sendiri. . . !. ..
Pertanyaan apakah yang hendak diajukan oleh ‘Taijin ?” tanya Yo Him dengan sikap yang tenang. Ia memang senang jika orang hendak banyak bertanya, sebab demikian bisa membuat ia memiliki kesempatan yang banyak guna memulihkan tenaga dalamnya, agar tenaganya itu kembali pulih seperti biasa dan memperoleh kesegarannya. Pangeran Ghalik telah tertawa tawar sambil katanya dingin: “Dimanakah sekarang ini ayahmu berada?” tanyanya. Yo Him mengangkat bahu. ”Sayang sakali aku telah mengembara cukup lama, telah beberapa tahun sejak pertempuran terjadi waktu Khan kalian belum berhasil merebut Siangyang dan menguasaii daratan Tionggoan, kami berpisahan lama dan belum bertemu lagi” _
Mata pangeran Ghalik berputaran. ia tertawa tawar, ia tidak memperlihatkan kegarangan atau kegusaran, hanya tanyanya: ..Pemuda she Yo, kau masih berusia muda, apakah kau bermaksud untuk seumur hidupmu selalu merantau dan berkelana dalam rimba persilatan? Apakah kau tidak berpikir untuk hidup senang dengan harta yang banyak dan pangkat yang tinggi?” Yo Him mendengar orang bertanya itu, ia mengerti pangeran Ghalik ini telah membujuknya, berusaha untuk menariknya dengan harta dan pangkat, itu memang telah menjadi kebiasaan kuno dari pembesar Boan ini, yaitu kerajaan Mongolia yang berkuasa sekarang ini didaratan Tionggoan. Yang memicuk para jago2 Song yang ada dengan harta dan pangkat.
Tetapi Yo Him tidak memperlihatkan perasaan apapun juga pada wajahnya. dia hanya berkata tawar: ,Untuk itu belum lagi terpikir olehku. Karena sekarang ini aku masih senang mengembara untuk mendatangi tempat2 yang indah dan menikmati keindahan alam yang ada. Dengan demikian, tidak dapat dikatakan juga bahwa aku senang berkelana terus menerus. Hanya saja disebabkan memang pengalamanku belum ada dan belum puas menikmati keindahan seluruh daratan ‘Tionggoan ini, telah puas pula melihat keramaian dari keindahan alam dan pe mandangan yang ada diseluruh daratan ‘Tionggoan ini barulah aku memikirkan baik2 apakah aku akan hidup mengasingkan ‘diri’ ditempat sunyi, atau akan pergi mencari pangkat..!’ Mendengar perkataan Yo Him. pangeran Ghalik tertawa, sikapnya jauh lebih manis. ,,Yo Siauwhiap!” kata pangeran yang memiliki sipat licik itu. “Sesungguhnya aku tertarik sekali melihat kau, kau demikian muda,gagah dan tampan sekali. Jika memang engkau memiliki pikiran yang luas dan panjang demi masa depanmu yang cemerlang, maka alangkah baiknya sekarang.. ini kau mulai memikirkan perihal kedudukan didalam kerajaan.
Orang seperti kau ini memang sangat dibutuhkan sekali oleh kerajaan…! Maafkan, aku bicara demi kebaikanmu..!” Yo Him tertawa mendengar perkataan pangeran Ghalik, katanya’ ,,Ya, terima kasih untuk budi baik dan juga kemurahan Taijin, apa yang disarankan oleh ‘Taijin akan kupikirkan baik-baik…!” Waktu itu muka Tiat To Hoat-ong telah berobah merah padam mendengar Yo Him tengah dibujuk oleh Pangeran Ghalik, yang bermaksud menarik pemuda itu kepihak mereka. Tetapi karena pangeran Ghalik merupakan orang kepercayaan Kublai Khan, disamping itu juga memang pangeran Ghalik ini memiliki kekuasaan yang sangat besar walaupun Tiat To Hoat-ong sebagai Koksu negara toh sesungguhnya dia masih berada dibawah kekuasaan pangeran Ghalik itu. Karena itu Tiat To Hoat-ong hanya bungkam saja dan mengawasi Yo Him dengan mata mendelik.
Yo Him juga tahu jika dalam keadaan seperti itu dia berkeras dan mengejek pangeran Ghalik tentu akan menimbulkan kesulitan, Maka pemuda she Yo hanya bermaksud mengulur waktu
Agar dapat memulihkan tenaga dalamnya, mengatur pernapasannya. dan jika ia telah berha sil memulihkan pernapasan dan tenaganya diwaktu itulah baru ia akan mempergunakan kekerasan untuk menghadapi Tiat To Hoat-ong dan pangeran Ghalik.Sedangkan pangeran Ghalik jadi girang dia melihat usia Yo Him masih muda, dan tentunya pemuda itu akan dapat dibujuknya untuk dipicuk dengan harta dan pangkat. Dengan begitu, kalau sampai dia bisa menarik Yo Him kepihaknya, jelas ia memperoleh tambahan tenaga yang dapat diandalkan. ,Siauhiap tampaknya seorang pemuda yang memiliki pikiran luas dan bisa melihat sesuatu dengan baik dan pertimhangan yang bijaksana …kata Pangeran Ghalik. ,Justeru aku telah melihat semua itu, dan itulah pula sebabnya mengapa aku berani menawarkan padamu sedikit kedudukan. Jika memang Siauwhiap tidak menolak, tentu aku bisa menyampaikannya pada Khan kami yang agung, agar memberikan kedudukan yang setimpal dengan kepandaian yang dimiliki Siauwhiap…!” Yo Him tertawa mendengar tawaran yang manis seper ti itu,d ia berkata dengan suara yang tenang: “Terima k asih atas kebaikan Taijin yang telah begitu bermurah h ati mau bercapai lelah mengurusi diriku.
Sayangnya sek arang ini aku belum mau lagi mau terikat oleh pangkat dan kedudukan,….tentu saja tugas sebagai seorang yang memiliki pangkat dan kedudukan, akan membuat aku tidak dapat me-ngerjakannya dengan baik, karena itulah pekerjaan yang tidak mudah.Pangeran Ghalik tertawa. ,Tetapi Siauwhiap terus berpikir jauh,” katanya kemudian. “Bukankah Siauwhiap juga mengetahui bahawa ayahmu pernah terlibat dalam bentrokan dengan kami, dan juga dari pihak kami kini tengah giat2nya mencari orang2 yang dulu pernah menentang kami begitu keras. Tentu saja termasuk ayahmu. Aku bicara berterus terang demikian, agar Siauwhiap mengeta hui dengan jelas bahwa jika memang Siauwhiap mencintai orang tuamu itu, tentu engkau akan mau menerima pangkat dan harta dari kami, dengan begitu, engkaupun telah menyelamatkan ayahmu karena dengan menjadi orang kami, jelas ayahmu itu tidak akan diganggu pula dan juga malah kami akan melupakan tindakan dan perbuatanya dimasa lalu…..!”
Yo Him tertawa,katanya menyahuti perlahan: ”Terima kasih. terima kasih. Tetapi Taijin rupanya salah dalam hal ini, maksudku salah dalam menentukan sikap dan memandang terlalu rendah kepada ayahku! Ayahku itu manusia macam apa tentunya Taijin telah mengetahui, tidak mungkin ia mengharapkan belas ka aihan dari pihak Mongolia, terlebih lagi mengharapkan dengan masuknya sang putera kepihak Mongolia, mengharapkan untuk dapat lolos dari kejaranmu itulah terlalu rendah sekali untuk ayahku, dan ayahku itu tentu tidak mengharapkan belas kasihan dari siapapun juga. Melihat Yo Him tersinggung seperti itu, pangeran Ghalik telah berkata ..Jika memang begitu, Siauwhiap yang telah salah mengartikan perkataanku. Sesungguhnya, bukan maksudku ingin menyatakan bahwa Sin Tiauw Taihiap itu seorang yang rendah dan mengharapkan belas kasihan, tetapi justru dari Siauwhiap sendiri sebagai puteranya yang harus memiliki kesadaran untuk menyelamatkan orangtua yarg tengah terancam keselamatannya. Memang terus terang kuakui, bahwa aku secara pribadi merasa kagum dan salut sekali kepada Sin ‘Tiauw Taihiap,jika mungkin malah aku hendak mengangkatnya menjadi guru, itu pun jika memang Sin Tiauw Taihiap bersedia menerimanya. Namun, justru sekarang yang tengah menjadi persoalan adalah urusan negara, dimana yang menentukan untuk melakukan pengejaran2 kepada jago2 yang pernah menentang berkuasaanya kerajaan Khan ka mi yang agung itu.
Harus dibasmi dan ditumpas bukan berada dalam wewenangku. . .! Harap Siauwhiap memakluminya, tadi aku hanya ingin memberikan saran. ya, hitung2 mempêringatimu memberikan pikiran yang baik agar kau bisa Uh hauw kepada orang tua. . .!” Yo Him tertawa. Jika begitu dapatkah Taijin memberikan kepadaku kesempatan dua atau tiga hari untuk berpikir?” tanyanya. Pangeran Ghalik memang seorang yang licik mana mungkin ia bisa mengabulkan permintaan Yo Him, karena begitu ia memberikan kesempatan yang diminta pemuda itu, berarti Yo Him selain akan memperoleh semangatnya yang baru juga kemungkinan dia melarikan diri memang besar, teruta ma sekali karena dia memiliki kepandaian yang sangat tinggi. Dimana pangeran Ghalik telah mendengar Yo Him sudah berhasil menundukkan seekor Beruang yang sangat besar dan juga telah berhasil menahan tiga jurus serangan majikan siberuang yang bergelar sebagai Swat Tocu. Namun untuk menolak, pangeran Ghalikpun tidak dapat menolak dengan kasar. bukankah dia tengah membujuk pemuda itu agar dapat menarik tenaga Pemuda she Yo tersebut kepihaknya. Dimana ia mengharapkan Yo Him bisa dimanfaatkan sebagai tenaga andalannya …!” Orang she Yo itu masih muda, memiliki kepandaian yang tinggi, maka besar manfaatnya dan faedahnya untuk dia sebagai pemimpin dari pasukan istana kaisar nya. …Baiklah Yo Siauwhiap, aku bersedia untuk memberi kesempalan kepada Y0 Siauhiap untuk mempertimbangkan usul yang kau berikan itu.
Jangankan dua hari, satu bulan kau minta untuk memikirkan dan mempertimbangkan persoalan itu. Aku akan meluluskannya. Hanya saja’ sekarang kita baru bertemu. Mari kau ikut denganku keistana untuk merayakan pertemuan ini!” Itu merupakan desakan halus yang tersembunyi maksud menahan pemuda ini, yang hendak ditahan dengan Cara yang samar2 sekali. Jika memang Yo Him mengandung maksud untuk menentang dan menolak tawarannya maka pangeran Ghalik akan menangkap pemuda itu. Malah jika perlu membunuhnya. Yo Him juga menyadari akan maksud penahanan yang halus seperti itu. Ia tertawa.Waktu tadi dia ber-kata2 dengan pangeran Ghalik, ia telah berhasil memulihkan sebagian tenaga dalamnya. Dia tidak jeri berurusan de ngan pangeran Ghalik, juga tidak takut untuk berhadapan dengan ‘Tiat To Hoat-ong. Namun pemuda yang cerdik ini segera dapat menduga tentunya rumah penginapan ini telah dikepung rapat sekali oleh anak buah pangeran Ghalik tersebut. Untuk dirinya sendiri memang segala rintangan itu tidak berarti apa2, namun untuk keselamatan Cin Piauw Ho, Liu Ong Kiang dan KoTi. tentu saja Yo Him tidak bisa membawa caranya sendiri, tidak bisa ia berkeras pada pangeran Ghalik ini. Maka akhirnya ia memutuskan untuk mengambil jalan lunak saja. katanya sambil tertawa: ,Itulah suatu kehormatan yang mimpipun sukar untuk diperoleh.
Tentu saja aku tidak berani untuk menerima kehormatan sebesar itu. Begini saja Taijin, berikan kesempatan padaku dua hari untuk menyembuhkan sakitnya sahabatku ini. Jika memang sakitnya telah sembuh tentu aku akan segera pula bersedia dengan senang hati memenuhi undangan Taijin.. !” Pangeran Ghalik teisenyum sambil mengawasi Cin Piauw Ho, lalu dia berkata dergan suara yang sabar: ”Sahabatmu itu terluka? Parahkah lukanya? Ha, Yo Siauwhiap, engkau tidak perlu kuatir. Mengapa harus sulit2 begini? Kau turut serta dengan kami keistana, nanti disana banyak tabib2 pandai yang bisa menyembuhkan penyakit sahabatmu itu. Tentunya kau tidak menolak undanganku itu, bukan?” Yo Him terpojokkan, dan belum lagi ia sempat menyahuti’ ` Ghalik telah menoleh kepad Tia’t ‘To Hoat-ong memberikan isyarat kepada Koksu itu. Tiat To Hoat-ong seperti mengerti isyarat itu, dia telah melangkah dua langkah mendekati Yo Him. Kemudian Koksu Mongolia tersebut berkata dengan suara tidak sekasar tadi. “Benar Yo Siauwhiap, tentu diistana banyak sekali tabib yang bisa membantumu menyembuhkan luka sahabatmu itu. Sesungguhnya apa yang kulihat, luka yang diderita sahabatmu itu tidak parah ….. .. dan kau Yo Siauwhiap tidak perlu kuatir. Mari kita berangkat!” Yo Him melihat Tiat To Hoat-ong membujuk seperti itu.Ia berpikir keras.Ini merupakan paksaan halus kepadanya, agar ia ikut dengan mereka, yang berarti juga ditawan secara tidak langsung .Benar dia diundang oleh pangeran Ghalik, tetapi sesungguhnya dla merupakan orang tawanan.
Hanya bedanya”masih memiliki kebebasan untuk bergerak dengan hanya dibawah pengawasan belaka. Sedangkan kalau ditahan berarti ia lênyap kebebasannya’. Tapi untuk kepentingan sahabat2nya itu Yo Him akhirnya mengangguk. ….Baiklah…kata Yo Him kemudian. Jika Taijin dan Koksu telah begitu baik hati dan memberg muka kepadaku, mana berani aku menampik undangan yang diberikan Taijin dan Koksu !’ Setelah berkata begitu. Yo Him juga menjura menyatakan terima kasihnya ‘ Puas pangeran Ghalik, begitu Juga Tiat To Hoat-ong, karena dengan ikut sertanya pemuda she Yo tersebut keistana, berarti mereka lebih mudah menguasai pemuda tersebut. Sukur2 kalau pemuda she Yo itu tunduk dan patuh pada mereka.Sehingga memperalat pemuda untuk mencari dan
Yo Ko Thaihiap Sin Tiauw Taihiap yang memiliki kepandaian tinggi dan menjadi ayah pemuda ini ?! .Jika memang Yo Him kelak ada gejala kurang baik, tentu Tiat To Hoat-ong dan pangeran Ghalik bisa menawannya. . . Bukankah diistana banyak sekali jago2 handal ? Dan JIka memang Tiat To Hoat-ong tidak bisa membekuknya, tentu dengan dibantu para Jago2 istana itu. Dengan mudah ia akan dapat merubuhkan pemuda itu, Pangeran Ghalik telah rnemanggil anak buahnya yang mêngadakan Penjagaan dipintu rumah Penginapan itu. Untuk mempersiapkan kereta guna membawa Cin Piauw Ho begitu juga Liu Ong Kiang yang telah terluka cukup parah dimasukkan kedalam kereta itu. Waktu melihat keadaan Liu Ong Kiang bukan main gusarnya Yo Him. Tetapi pemuda ini menyembunyikan perasaan tidak Senangnya itu, karena ia tidak mau Jika membawa kesulitan untuk sahabat2nya itu. Bisa saja Waktu itu Yo Him mempergunadan kekerasan menghadapi Tiat To_ Hoat-ong dan pangeran Ghalik. JIka ia sampai terdesak,dengan mudah tentu ia bisa melarikan diri lolos dari mereka. Namun bagaimana nasib sahabat-sahabatnya ? Bagaimana dengan Ko Ti ?’ Karena berpikir begitu, akhirnya Yo Him hanya mengalah dan menurut saja untuk pergi keistana pangeran Ghalik, walaupun melihat keadaan Liu Ong Kiang begitu menyedihkan dan mengenaskan sekali. Liu Ong Kiang biarpun terluka cukup parah seperti itu, tokh tidak jeri, dia mengawasi dengan mata mendelik mengandung kegusaran. ,,Pendeta anjing, mengapa engkau tidak membunuhku?” waktu itu Liu Ong Kiang masih sem pat memaki pada ‘Tiat To Hoat-ong. Namun Tiat To Hoat-ong tidak melayani hanya tersenyum,begitu juga waktu Liu Ong Kiang ng berulang kali memakinya, pendeta tersebut hanya pura-pura tuli.
Begitulah Liu Ong Kiang, Cin Piauw Ho,Ko Ti dan Yo Him telah ikut rombongan pangeran Ghalik untuk pergi keistana pangeran itu. Ternyata pangeran Ghalik mengajak anak buahnya yang cukup banyak jumlahnya, tapi memang rumah penginapan itu telah dikepungnya dengan ketat. Pangeran Ghalik telah mendengar kabar dari seorang mata2nya bahwa ‘dikota tersebut terjadi kerusuhan seorang pemuda she Yo dan seorang pengemis setengah baya telah bertempur dengan beruang tinggi besar lalu pemuda yang mengaku bernama Yo Him itu .Berhasil merubuhkan beruang tersebut, malah ketika majikan binatang buas tersebut datang,berhasil dilayaninya juga, sampai akhir kesudahannya dengan kepergian majikan dan binatang peliharaannya itu.
Tentu Saja yang menarik hari pangeran Ghalik bukanlah binatang buas dan majikannya dari Pulau Salju itu, karena ia hanya tertarik pada Pemuda yang katanya bernama Yo Him anak dari Sin Tiauw Taihiap ! Inilah yang menarik hatinya, karena selama ini memang ia tengah mencari Yo Ko untuk ditangkapnya. Dan begitu Juga beberapa orang kawan2nya Sin Tiauw Taihiap- Kebetulan sekali sekarang ini ia memperoleh laporan bahwa dikota tersebut terdapat puteranya Yo Ko. . Sedangkan Pangeran Ghalik berada dikota adalah dalam rangka perjalanannya kebeberapa kota untuk melihat keamanan setempat,setelah sekian lama Kublai Khan berhasil menguasai daratan Tionggoan, dan berkuasa penuh sebagai Kaisar. Itulah sebabnya pangeran Ghalik yang didampingi Tiat TO Hoat-ong telah mengajak pasukannya kerumah penginapan.
Segera juga pengepungan dilakukan dengan ketat sekali, sehingga jangankan manusia, lalatpun sulit untuk terbang lolos dari pengawasan pasukan pangeran Ghalik yang berjumlah ra-tusan orang itu. Demikianlah, sekarang pangeran Ghalik telah mengundang Yo Him untuk datang keistananya, yang terletak tidak jauh dari kota tersebut. Setelah melakukan perjalanan dua hari.Mereka telah tiba disebuah tempat, yaitu ditanah pegunugan yang sunyi. Semula Yo Him heran dan bingung juga,ia tidak tahu entah pangeran Ghalik ini akan mengajaknya kemana. Dan waktu melihat meréka dibawa ketanah pegunungan yang begitu sunyi, Yo Him jadi heran. Entah apa yang hendak dilakukan oleh pangeran Ghalik dan Tiat To Hoat-ong terhadap mereka ditempat ini.
Cuma saja Tiat To Hoat-ong telah mengatakan kepada Yo Him: “Istana pangeran Galik terletak disebelah kanan dibalik tebing itu.”katanya. “Dan kita pergi kesana. Istana itu merupakan istana tertutup buat siapapun juga yang tidak boleh sembarangan memasukinya,dengan demikian pangeran Ghalik telah menjadikan tempat itu sebagai tempat merundingkan masalah2 yang sulit, juga tempat berkumpulnya para jago2nya!” Yo Him mengangguk baru mengerti. Rupanya memang sengaja pangeran Ghalik mendirikan istananya ditempat tersebut, bukan didekat istana Kaisar dikotaraja. Tentunya pangeran Ghalik memiliki maksud tertentu. Tetapi mengenai maksud dan tujuan pangeran Ghalik mendirikan istananya ditanah pegunungan tersebut masih belum diketahui oleh Yo Him. Waktu itu rombongan pangeran Ghalik telah tiba ditempat tujuannya, yaitu seperti sebuah lembah yang tertutup dibalik tebing, yang dikiri kanannya. Yo Him mengawasi sekitar tempat itu. Matanya yang tajam dapat melihat dibalik semak2 yang lebat dan rimbun.
Bersembunyi beberapa sosok tubuh. Hal itu ber- ulangkali dapat dilihatnya disekitar tempatitu, yang dilalui oleh mereka. Rupanya memang disekitar tempat itu telah ditempatkan penjagaan yang ketat kuat sekali. Tentu saja tidak mudah untuk orang luar sembarangan masuk ketempat ini. Karena baru saja masuk dimulut lembah, mereka tentu telah tertangkap. Pangeran Ghalik telah mengajak Yo Him dan rombongannya kesebuah pintu gerbang yang terbuat dari lapisan besi. Yang tampaknya kuat sekali. Beberapa orang tentara berpakaian lapis besi telah menyambut kedatangan mereka. Ternyata istana dilembah itu merupakan istana yang dibangun kuat sekali. karena dindingnya selain terbuat dari tembok batu yang kuat, juga semuanya dilapisi ‘besi, sehingga merupakan seperti perbentengan kuno yang keadaannya menyeramkan sekali.
Suara yang sekecil apapun akan terdengar bergema berpantulan. Keadaan seperti itu membuat Yo Him jadi berpikir keras. Waktu ia melangkahkan kaki memasuki gerbang istana tersebut dan melihat keadaan istana seperti itu. Ia segera berpikir,tentunya sulit buat dia keluar lagi. Masuk mudah, tapi untuk meninggalkan sempat itu sulit sekali. Terlebih lagi ia bersama dengan Cin Piauw Ho dan Liu Ong Kiang. yang keduanya terluka. Begitu pula Ko Ti yang masih berusia kecil dan tidak mengerti apa2 itu. Pangeran Ghalik perintahkan orang2nya mempersiapkan meja perjamuan. Yo Him tidak kuatir dirinya diracuni oleh pangeran itu. Ia bersantap dengan lahap.Karena Yo Him berpikir selama ia belum menolak tawaran yang diajukan oleh pangeran Ghalik.
Dan selama pangeran Ghalik mengharapkan dia mau tunduk dan menjadi anak buahnya tak mungkin dirinya dicelakai. Setelah selesai bersantap. dimana Cin Piauw Ho dan liu Ong Kiang telah ditempatkan disebuah kamar yang cukup luas dan diperlengkapi dengan peralatannya yang mewah, hanya saja semuanya dalam keadaan tertutup, dindingnya juga terlapis besi.Sehingg ruangan agak dingin. waktu itu Yo Him telah berkata képada Tiat’To Hoat-ong : ,,Apakah kini sudah boleh kita memanggil tabib istana pangeran Ghalik untuk mengobati luka2 sahabatku itu Koksu ?” Tiat To Hoat-ong tersenyum. ,Jangan kuatir, tanpa Yo Siauwhiap meminta, pangeran Ghalik tadi telah memerintahkan beberapa orang tabib untuk memeriksa keadaan kedua sahabatmu itu ! Sayang sekali aku tidak mengetahui bahwa kita akhirnya akan jadi orang sendiri dan telah salah tangan cukup berat pada seorang sahabatmu itu, harap kau mau memaafkan.. . . .!” Begitu sabar kata Tiat To Hoat-ong, berbeda dirumah penginapan, disana dia begitu hengis. tetapi Yo Him juga telah melihat. Betapa wajah Tiat To Hoat-ong memancarkan sikap yang licik sekali, Dan juga tidak bisa’ lolos dari mata Yo Him, beberapa kali Tiat To Hoat-ong sering memberikan isyarat dengan kedipan matanya kepada beberapa orangnya disekitar tempat yang dilalui mereka.
Waktu itu tampak Yo Him selalu bersikap tenang tidak memperlihatkan sikap menentang sedikitpun juga. Seperti juga Yo Him tertarik untuk bekerja pada pangeran Ghalik dimana hal itu membuat pangeran Ghalik dan Tiat To Hoat ong jadi memperlakukannya dengan manis. Memang benar apa yang dikatakan Tiat To Hoat-ong, bahwa Liu Ong Kiang dan Cin Piauw Ho tengah memperoleh perawatan tabib. Luka yang diderita Liu Ong Kiang walaupun tampaknya parah, tokh dalam beberapa hari akhirnya telah sembuh. Cuma saja ia belum boleh terlalu banyak berjalan, sebab kedua kakinya yang telah patah dan remuk tulangnya itu baru tersambung. jadi belum kuat untuk dipergunakan berjalan.
Cin Piauw Ho memperoleh pengobatan pagi dan sore terus menerus, karena racun yang mengendap ditubuhnya sangat berbisa sekali. Semula tabib2 diistana pangeran Ghalik ini heran juga melihat hebatnya racun yang mengendap ditubuh Cin Piauw Ho, tetapi setelah mengadakan pemeriksaan, tiga orang tabib yang merawatnya telah menentukan obatnya. Harus diketahui, sebagai seorang pangeran yang menjadi kepercayaan Kaisar Kublai Khan, dengan sendirinya pangeran Ghalik memiliki kekuasaan yang besar,terlebih lagi ia memang menjadi pemimpin dari pasukan istimewa kaisar dan menjadi pemimpin para jago2 kerajaan Song yang telah runtuh dan bersembunyi dari itu, telah runtuh dan bersembunyidari itu, melakukan pengejaran terus untuk mendesak mereka bertekuk lutut atau memang dibinasakan. Disebabkan itu pula, pangeran Ghalik menyediakan obat-obat istimewa, untuk mengobati orang2nya, jika terdapat luka parah pada mereka.
Begitu pula halnya pangeran Ghalik telah memerintahkan orang2nya mencari tabib pandai mengundangnya untuk bekerja diistananya yang _istimewa ini. Dengan demikian, Cin Piauw Ho jadi tertolong juga oleh obat isimewa yang dimiliki pangeran Ghalik . Dan walaupun ia tidak bisa disembuhkan keseluruhinnya dimana racun Sam Hun Tok tidak bisa dilenyapkan keseluruhannya, namun kini tubuh Cin Piauw Ho boleh dibilang telah sehat kembali, racun bisa dibendung berkumpul hanya dijalan darah ‘Lung-siu hiat’, dan Cin Piauw Ho akan dapat hidup selama dua atau tiga tahun lagi, diwaktu mana racun itu baru akan bergerak pula menjalar kearah jantung. Menurut tabib2 pangeran Ghalik jika tiga tahun nanti racun mulai bergerak menjalar liar pula, diwaktu itu mereka akan mengobati lagi.
Tentu saja disamping itu, ketiga tabib itu menjanjikan, bahwa mereka akan mencari obat yang lebih baik lagi selama tiga tahun ini guna melenyapkan benar2 seluruh sisa racun Sam Hun Tok tersebut. Yo Him yang melihat kesembuhan Cin Piauw Ho dan Liu Ong Kiang, diam2 jadi girang. Karena tidak percuma saja ia mengalah pada pangeran Ghalik ini, sebab sekarang Cin Piauw Ho yang menghadapi ‘kematian, bisa di sembuhkan, walaupun racun Sam Hun Tok tidak bisa dimusnahkan. Mengenai Liu Ong Kiang ,Yo Him bermaksud untuk membujuknya, agar sementara waktu itu tidak memperlihatkan sikap bermusuhannya pada Tiat “To Hoat-ong.Jarena ia tengah memikirkan daya untuk menghadapinya. Liu Ong Kiang walaupun menaruh dendam yang setengah mati besarnya pada Tiat ‘To Hoat-Ong. yang telah menyiksanya mematahkan kedua tangan dan meremukkan kedua tulang kakinya, mau juga mengerti dan tidak memperlihatkan perasaan dendamnya itu. ..Jika memang telah tiba saatnya’. Barulah kita nanti menghadapi mereka dengan kekerasan.
Sekarang ini disamping Cin Toako. Liu Lopeh juga perlu istirahat yang cukup,” kata Yo Him, ”Biarlah sementara ini kita menuruti saja setiap kata pangeran Mongolia itu, dimana kita pura2 patuh. Dengan demikian, kitapun bisa mempelajari dan mengetahui keadaan pangeran itu! Jika kulihat, ancaman yang ada memang sangat besar, pangeran itu tengah memupuk kekuatan untuk menangkap para jago2 kerajaan Song, termasuk ayah ibuku dan tokoh2 lainnya. Karena itu kita harus perlahan lahan mempelajari keadaan mereka. Syukur jika memang kita bisa mengetahui kekuatan mereka itu ….. .. Liu Ong Kiang mengangguk, ia memang mengerti akan maksud Yo Him.
Maka dari itu,diapun menurut saja apa yang diperintahkan oleh Tiat To Hoat-ang dan pangeran Ghalik. Tetapi Tiat To Hoat-ong dan pangeran Ghalik bukan manusia2 bodoh. Mereka memang melihat Yo Him dan kedua orang kawannya itu.Cin Piauw Ho dan Liu Ong Kiang, selalu patuh pada setiap perkataan mereka. Bahkan tampaknya mereka bertiga memang bersedia untuk bekerja `pada pangeran itu, kenyataannya pangeran Ghalik tidak bisa mempercayai sepenuhnya, ia hanya baru saja mempercayainya tiga bagian saja, dan diapun telah perintahkan orang2 kepercayaannya untuk selalu mengawasi gerak-gerik Yo Him, Cin Piauw Ho dari Liu Ong Kiang, Sedangkan Lie Ko Ti, anak kecil itu, karena dia masih kanak2, maka pengawasan padanya tidak seketat itu dan anak itu juga bebas untuk berkeliaran didalam istana pangeran Ghalik itu. Ti dak demikian halnya Yo Him, Cia Piauw Ho dan Liu Ong Kiang yang terbatas ruang geraknya, yang tidak diperbolehkan memasuki beberapa ruangan tertentu, dengan alasan ruangan2 terlarang itu tertutup buat siapapun’ juga, selain pangeran Ghalik sendiri.Yo Him jadi tertarik dan ingin mengetahui, entah ruangan2 yang katanya tertutup untuk siapapun juga itu, didalamnya terdapat barang-barang apakah. Maka ketika mengetahui bahwa Ko Ti tidak dilarang untuk berkeliaran didalam istana pangeran Ghalik, Yo Him telah meminta anak tersebut untuk melakukan penyelidikan. Pura2 berkeliar an disekitar istana dan ruangan2 terlarang itu. Lalu apa yang dilihatnya agar dilaporkan kepada Yo Him . Begitulah, pada sore itu, ko Ti telah mendatangi sebuah ruangan yang terdapat dibelakang istana pangeran Ghalik, pintu ruangan itu terbuat dari besi yang tebal dan kuat sekali, didepan pintu tersebut berdiri dua orang penjaga yang berpakaian sebagai tentara Mongolia. Ko Ti `pura2 tidak melihat mereka, ia bermain2 sejenak disitu seorang diri, lalu melangkah perlahan-lahan akan memasuki ruangan tersebut. ..Eh bocah, engkau tidak boleh masuk kedalam kamar itu !” teriak dua orang penjaga tersebut yang mencegahnya. Ko Ti menoleh sambil tersenyum.“Kenapa ?” tanyanya. “Siapapun juga dilarang memasuki kamar itu… .karena didalam kamar itu terdapat seekor harimau yang garang …. .. “Harimau ? Kalian menangkap dan mengurung harimau itu didalam ruangan tersebut ?” tanya Ko Ti dengan suara Yang terkejut. Kedua penjaga itu mengangguk. ,,Tetapi..,.” kata Ko ti ragu2. “Kenapa ?” tanya salah seorang penjaga itu dengan tawar. ;Pangeran Ghalik tidak pemah melarang aku untuk mendatangi tempat manapun didalam istananya ini…..!” sahut Ko Ti. ”Tetapi kami memang mendapat Perintah pangeran agar tidak mengijinkan siapapun memasuki ruangan itu !” menyahuti salah seorang pengawal tersebut dengan suara mendongkol. Jika memang kau memaksa hendak masuk. Kami tidak bisa melarangnya, tetapi jika êngkau nanti terbinasa didalam ruangan itu, kami tidak bertanggung jawab. Kami mencegah kau memasuki ruangan itu karena kami kuatir kau menerima bencana yang tidak kecil.” KoTi berdiam diri sejenak.Anak ini sesungguhnya ingin sekali masuk kedalam ruangan itu. Ia tidak percaya bahwa didalam ruangan itu terkurung harimau. ‘Tetapi untuk memaksa tentu saja tidak bisa. Karena kemungkinan kedua pengawal itu akan menolaknya dengan kasar jika ia memaksa terus. Ahirnya Ko Ti mengangguk sambil angkat bahu, katanya: , Baiklah, Jika memang begini akupun tidak ingin memaksa untuk masuk kedalam kamar itu…!” Tetapi baru saja Ko Ti berkata sampai disitu, tiba2 terdengar suara yang dalam dan parau: ..Mengapa anak itu dilarang masuk? ….bersambung jilid 7…..
KEDUA penjaga itu berobah mukanya, tetapi kemudian salah seorang diantara mereka telah berkata tawar: ,,Tidak pantas anak kecil itu melihat harimau yang sudah mau mampus seperti kau maka kami melarangnya..!” Ko Ti memandang kedua penjaga itu dengan Sepasang mata terbuka lebar2 tanyanya kemudian: ,,Itu suara manusia. . . jadi bukan harimau yang terkurung didalam Kamar itu!” Kedua penjaga itu mengangguk hampir berbareng. ,,Benar.” menyahuti salah seorang diantara mereka. “Memang yang dikurung didalam kamar ini seorang manusia. Namun ia lebih buas dari harimau. Pernah terjadi, salah seorang sahabat kami yang tidak mematuhi larangan pangeran Ghalik, mereka telah masuk kedalam kamar itu. dan tubuhnya telah dirobek-robek’ sampai hancur, menemui kematian yang mengerikan sekali. Sejak saat itulah pangeran kami telah perintahkan untuk selalu menjaga pintu kamar ini. jangan sampai terulang lagi kejadian seperti itu . . .!” “Bolehkah aku melihat sejenak orang didalam kamar itu. Didengar dari suaranya, dia tidak buas seperti yang kalian katakan!” Kedua penjaga itu tampak ragu2. tetapi salah seorang akhirnya menyahut. ,.Baiklah. tetapi jika memang kau mengalami sesuatu yang tidak diinginkan, kau tak bisa mempersalahkan kami, dan juga pada pangeran` tentu kau tidak bisa menunjuk bahwa kami yang memperbolehkan kau masuk kedalam, hanya engkau sendiri yang telah memaksa kami. . .!” Kedua pengawal itu mengalah demikian karena ia mengetahui bahwa pangeran Ghalik tengah membujuk dan bersikap manis kepada Yo Him, Cin Piauw Ho dan Liu Ong Kiang.Dan anak ini datang bersama mereka bertiga.Dengan begitu, jika menolak keinginan Ko ti,tentu menimbulkan hal2 yang tak baik untuk mereka. Salah seorang diantara kedua penjaga itu telah mengambil kunci pintu yang berukuran besar dan membukanya. Ko ‘Ti girang bukan main, ia percaya orang didalam kamar itu tentunya salah seorang tawanan pangeran Chalik. Anak ini tabah dan ia yakin tidak mungkin dirinya akan dianiaya oleh orang didalam kamar ilu. Setelah pintu berlapis besi tersebut dibuka agak lebar, Ko Ti melangkah masuk. Kamar itu tidak memiliki penerangan, apa lagi setelah Ko ti melangkah masuk, belum lagi ia bisa melihat keadaan ruangan itu, pintu itu telah ditutup lagi rapat2 oleh kedua penjaga tersebut. Lama juga Ko Ti berdiri diam, untuk membiasakan matanya ditempat gelap. Sampai akhirnya ia bisa melihat juga samar-samar keadaan dikamar itu. Ternyata ruangan itu memang sangat luas,namun merupakan sebuah ruangan kosong tanpa perabotan sama sekali. Dan belum lagi Ko Ti bisa melihat jelas, ia mendengar teguran parau dan dalam. “Anak kau memaksa masuk kemari, apakah kau tidak takut?” Ko Ti berusaha mençari orang yang berkata itu, tetapi dia belum bisa melihatnya. ”Aku berada disini, disebelah kanan sudut ruangan ini!” kata orang itu lagi. Ko Ti menoleh kearah kanannya, memang sarnar2 dia melihat sesosok tubuh yang tengah duduk. Ko Ti melangkah dan mendekatinya. Setelah berada didekat orang itu Ko Ti menjadi kaget sendiri.Ia menyaksikan pemandangan yang mengerikan dan aneh sekali. Orang yang duduk disudut ruangan itu ada seorang lelaki berusia lanjut, mungkin hampir enampuluh tahun, dengan pakaian yang telah koyak2 tidak mirip lagi. Dan yang luar biasa, karena pada pundak kiri dan kanan tampak rantai besi berukuran besar, yang ujung ujung rantai yang lainnya tergantung keatas,menancap didinding tembok itu. Kedua tangan orang tua itupun dirantai oleh rantai besar. demikian juga dengan kedua kakinya. Benar2 orang tua itu merupakan tawanan dari pangeran Ghalik yang keadaannya menyedikan sekali. Melihat dari rambut, kumis dan jenggotnya yang tumbuh begitu panjang dan tidak teratur, tentunya telah cukup lama ditahan disitu. Setelah mengawasi sekian lama akhirnya Ko Ti bisa mengendalikan goncangan hatinya. tanyanya dengan suara bergetar : ,,Siapa…paman ? Mengapa kau diperlakukan seperti itu ?’. Orang itu tersenyum. …Inilah perbuatan binatang Ghalik itu…! Dia kuatir aku akan melarikan diri dan membunuhnya ! Maka dia berpikir, dengan memperlakukan aku seperti ini tentu bisa membuat aku tidak berdaya. Hemmm, hemmm, tetapi suatu saat kelak aku tentu akan membunuh pangeran biadab itu,…!” suara lelaki tua itu terdengar parau dan juga mengandung dendam yang sangat. Sepasang matanya ber-sinar2 dalam kegelapan yang ada, seperti juga mata harimau. ,Apakah paman musuh dari pangeran Ghalik ?’ tanya Ko Ti lagi. Orang tua itu berdiam sejenak, lalu menghela napas, sikap garangnya seperti tadi telah lenyap. Lalu katanya : ..Jika memang kujelaskan engkau pun tidak akan mengerti karena kau masih kanak2 ..!” ..Apakah aku bisa membantu paman untuk membukakan rantai yang menyiksamu itu ?” tanya Ko Ti lagi. Namun orang tua itu telah menggelengkan kepalanya perlahan lesu sekali. ,Jangankan engkau sedangkan aku sendiri tidak berdaya untuk melepaskan rantai itu…? katanya kemudian, Hemm, kau berusia demikian kecil, namun engkau berani dan baik hati. Siapakah kau nak? Dan mengapa bisa datang ketempat seperti ini?” ‘ ..Aku ikut dengan paman Yo, dan akhirnya bertemu dengan pangeran Ghalik, ,dimana kami telah dibawa kemari, Begitu juga dengan paman Cin dan paman Liu, mereka berdua dibawa kemari juga…? menyahuti Ko Ti. ”Apakah paman2mu itu sahabat dari pangeran Ghalik?” tanya orang tua itu lagi, dia mengawasi tajam pada Ko Ti.
Ko ti menggeleng. ..Paman Yo bilang, malah mereka membenci pangeran Ghalik. Dan jika sekarang mereka memenuhi keinginan pangeran Ghalik hanyalah disebabkan paman Yo kuatir nanti pangeran Ghalik menyiksa paman Liu dan paman Cin yang yang tengah terluka itu….maka paman Yo telah mengalah !” ..Siapakah nama paman Yo mu itu?” tanya orang tua itu lagi. ..Paman Yo bernama Him ,Apakah paman pernah mendengar tentang paman Yo ?.,. Orang tua itu menggeleng. ..Tidak hanya mendengar paman Yo mu itu she Yo. Aku jadi teringat-kepada seseorang yang she Yo juga. Seorang pendekar budiman yang memiliki kepandaian luar biasa tingginya berhati mulia dan sakti sekalian!” Setelah berkata begitu. Orang tua tersebut menghela napas dalam. Lalu menggumam perlahan : ..Sayang sekali sekarang ini pendekar budiman she Yo itu telah hidup mengasingkan diri. Aku yakin jika saja pendekar sakti she Yo itu mendengar keadaanku seperti ini. Tentu akan datang menolongi aku !”..Siapakah pendekar sakti yang paman sebut itu?” tanya Ko Ti tertarik. Orang tua itu menghela napas lagi. ..Pendekar budiman yang memiliki kesaktian tiada duanya ditolong langit inl bernama Yo Ko. bergelar Sin Tiauw Taihiap, dia adalah . . . . . !” ..Tunggu dulu. paman.!” potong Ko Ti. orang tua itu berdiam sambil mengawasi Ko Ti. Sedangkan dia telah melanjutkan perkataannya lagi: ..Tadi paman mengatakan bahwa pendekar sakti yang budiman itu adalah Sin Tiauw Taihiap Yo Ko,bukan …?!. -Benar…! Mengangguk orang tua itu.,,Kau pernah bertemu dengannya?” setelah bertanya begitu, orang tua itu ini mengawasi Ko ti dengan sinar mata yang tajam sekali. Ko ti menggeleng. ..Tidak. . . . . . . . !” sahutnya. Semula orang tua itu yang menduga Ko Ti pernah bertemu dengan Sin Tiauw Taihiap Yo Ko. Tetapi mendengar jawaban Ko Ti. Ia jadi lesu kembali. Waktu itu Ko Ti telah melanjutkan perkataannya’ ..Tetapi aku pernah mendengar perihal pendekar sakti yang budiman itu, belum lama yang lalu.. .!” menjelaskan Ko Ti. Muka orang tua yang keadaannya menyedihkan dengan rantai seperti itu jadi ber-seri2 lagi, lalu tanyanya: .Dimana kau mendengar perihal pendekar sakti Yo Taihiap itu? Kapan kau mendengar perihal diri Yo Taihiap itu?” “Belum lama yang lalu, sebelum bertemu dengan pangeran Ghalik. . . itupun dari percakapan antara paman Yo dengan Swat Tocu!” Segera Ko Ti menceritakan pertemuan Yo Him dengan beruang salju dan Swat Tocu pemilik pulau salju itu…!,, Mendengar hal itu, orang tua itu jadi girang bukan main, ia sampai memukul pahanya berulang kali, dimana rantai ditangan dan juga kakinya bergerak2 gemerincing. ..Benarkah itu? Oooh, benarkah paman Yo-mu itu putera dari Yo Taihiap? Dan.. . oooh,aku tidak menyangka sama sekali tokoh sakti seperti Swat Tocu akhirnya muncul didalam Kang-ouw lagi, kukira ia telah meninggal dunia. . . !” Setelah berkata begitu, tiba-tiba orang tua tersebut menangis terisak isak….(stop dulu bro…sy yg edit teksny a….sempat tersumbat tenggorokan dilanda keharuan di eps ini…ini cerita benar2 hidup…bagaimana dg sobat?… monggo dilanjut..). Ko Ti jadi heran melihat sikap arang tua itu.,,Paman apakah ada sesuatu yang tidak menyenangkan hatimu!” Orang tua itu menghapus air matanya, ia mengangkat kepalanya memandang Ko Ti, katanya: ..Anak… sesungguhnya aku gembira sekali, putera Yo ‘Taihiap berada ditempat ini, didalam istana pangeran Ghalik, karena aku masih memiliki harapan akan tertolong. . . . ?” Setelah berkata begitu, orangtua itu menghela napas dalam2 dan mulai menceritakan perihal dirinya yang sebenarnya: .,Aku sesungguhnya she Wang dan bêrnama Put Liong. Aku bergelar Sin Hauw Ciang-hiap (Pendekar Pukulan Harimau Sakti), dimana dulu waktu terjadinya pertempuran di Siangyang antara tentara Mongolia dengan tentara Song aku ikut bertempur dan membantu pihak Song’. Namun aku telah tertawan oleh mereka. Tetapi walaupun mereka memaksa agar aku mau tunduk dan bekerja pada mereka,aku menolak dengan keras, sehingga akhirnya aku diperlakukan demikian. Semula hanya dikurung d idalam tahanan yang kuat belaka, ketika aku membinasakan tiga orang Mongolia yang datang kedalam kamar tahananku, pangeran Ghalik telah perintahkan orang2nya untuk merantai diriku seperti ini. Kedua tulang pipeku ini telah ditembusi rantai besi. yang ujung rantai telah ditanamkan pada dinding, dengan begitu selain tenagaku lenyap,juga aku tidak mungkin bisa meloloskan diri la gi, sepasang tangan dan kakiku juga telah dirantai, dengan demikian. keadaanku sama seperti binatang. Mereka pun hanya memberikan aku makan satu kali setiap harinya memberikannya dengan melemparkan dari luar pintu seperti juga memberi makan seekor anjing belaka. .. aku kencing dan buang kotoran disini,sehingga kau tentu bisa- merasakan betapa ruangan ini demikian bau. . .!”‘ Ko Ti mengangguk. Memang sejak tadi dia memasuki ruangan yang luas tanpa penerangan ini, begitu bau dan tidak sedap untuk hidung.Semula dia menduga bau itu hanya merupakan bau-bau yang tidak sedap dari ruangan yang tidak pernah dilalui udara segar. ,Tetapi sekarang aku yakin, dengan adanya putera Yo Taihiap, tentu aku ‘masih bisa memperoleh kebebasanku, tentu putera Yo Taihiap itu akan mau menolongku. membebaskan aku!” kata Sin Hauw Ciang-hiap (Pendekar Pukulan Harimau Sakti ) Wang Put Liong dengan suara bersemangat. Jika memang aku bisa lolos dari tempat ini. Walaupun hanya satu hari, aku akan mempêrgunakannya , untuk berusaha membinasakan pangeran itu, seratus hari aku bisa hidup, selama seratus hari pula aku akan membinasakan pangeran biadab itu..!” Setelah berkata begitu, dengan berapi2 dan disertai dengan kemurkaan yang sangat, tampak orang tua she Wang tersebut telah menghela napas berulang kali, katanya lagi: Tetapi yang mengalami nasib seperti aku ini bukan hanya aku seorang, cukup banyak jago-jago lainnya yang telah terjatuh kedalam tangan pangeran biadab itu… Hemm, jika saja aku bisa membinasakan pangeran biadab itu, untuk mati aku puas dan tentunya bisa mati dengan mati yang meram. Wang Put Liong sesungguhnya bukan jago sembarangan, didalam rimba persilatan ia memiliki nama yang cukup disegani, karena ia merupakan seorang perdekar dari aliran lurus dan putih. Waktu pecah peperangan antara kerajaan Mongolia yang menyerbu kedaratan Tionggoan ke Siangyang, maka waktu itulah Wang Put liong telah ikut memperjuangkan tanah airnya untuk mempertahankan dari serbuan musuh. Tapi dengan jatuhnya Siangyang dan berhasilnya Kublai khan merebut kota2 lainnya, dimana akhirnya daratan Tionggoan terjatuh dalam genggaman Kublai Khan, maka Wang Put Liong juga dalam suatu kesempatan, dimana. ia tengah dalam keadaan terluka parah, telah ditangkap oleh beberapa orang jago Mongolia yang jadi anak buah dari pangeran Ghalik. Maka selanjutnya Wang Put Liong jadi tawanan pangeran itu. Malah memperoleh perlakuan yang tidak selayaknya, dimana ia disiksa tanpa hentinya, selain untuk dikorek keterangannya, juga untuk memaksa dia menakluk. Namun sebagai seorang gagah yang membenci kejahatan, dan juga cinta pada tanah air. Wang Put Liong tidak mau menyerah pada musuh. Walaupun ia disiksa ia tidak mau menyerah. Ia bahkan lebih rela mati dari pada harus berbalik bekerja untuk musuh. Dengan demikian, Wang Put Liong telah disiksa hebat, dan boleh dibilang, hampir sebagian besar kepandaiannya telah termusnahkan oleh siksaan2 yang dilakukan orang2nya pangeran Gha lik, para algojo yang memiliki kekejaman melebihi binatang buas itu. Namun Wang Put Liong tidak hendak menyerah, hanya saja sulit buat dia, mati sukar untuk hiduppun tidak bisa, karena biarpun masih bernapas dan juga masih hidup, tetap saja sudah tidak ada artinya lagi. dimana dia sudah merupakan seorang manusia bercacad yang tidak ada gunanya lagi, kepandaiannya juga telah termusnahkan… Mendengar cerita Wang Put Liong, Ko Ti jadi mengawasi orang tua itu dengan
perasaan kasihan. Ia juga merasa kagum untuk kekerasan hari jago ini. Yang tidak mau menakluk pada pihak musuh, walaupun telah mengalami penyiksaan seperti itu. Sedangkan Wang Put Liong telah berkata lagi: ,Engko kecil..maukah kau memberitahukan kepada paman Yo mu itu, bahwa aku ingin sekali bertemu dengannya?” Ko Ti mengangguk cepat. ..Nanti akan kusampaikan pesan paman…tentu paman Yo bersedia untuk datang kemari !” kata Ko Ti. Orang tua She Wang itu mengangguk gembira dan mengucapkan terima kasih. ”Aku pun ingin menyampaikan sesuatu yang penting sekali kepada paman Yo-mu itu, dimana menyangkut keselamatan dari beberapa orang tokoh sakti dari daratan ‘Tionggoan, yang Keselamatan mereka terancam sekali oleh kebuasan tentara Mongolia ini dan kelicikan dari Kaisar yang sekarang berkuasa yaitu Kublai Khan !” Ko Ti mengangguk, dan Wang Put Liong tidak mau menyebutkan rahasia apa yang disebutnya penting itu. Karena ia beranggapan Ko Ti masih terlalu kecil. Diwaktu itu, Ko Ti telah menyatakan dia akan kembali ketempatnya. Sebelum berlalu Ko Ti telah bertanya: “Apakah paman Wang ingin makan sesuatu! Biar nanti aku mengirimkannya?” Wang Put Liong tersenyum pahit, katanya:,,Tidak, percuma makanan itu tidak akan sampai padaku! Jika memang aku bisa bertemu muka sekali saja denga an paman Yo-rnu itu, putera Sin Tiauw Taihiap Yo Ko, tentu aku telah puas, dan jika memang akhirnya aku harus menemui ajalku, akupun puas!” Ko Ti mengangguk dan meminta diri. Dia mengetuk-ngetuk pintu berlapis besi itu dengan gedoran yang cukup keras,dimana pengawal diluar têlah membukanya. Waktu melihat Ko Ti. Salah seorang diantara mereka telah berpesan: ,,Apa yang telah kau lihat tidak boleh diceritakan kepada orang lain. Kau mengerti ?’ Ko Ti sudah tidak banyak rewel lagi dengan kedua pengawal tersebut, ia hanya mengangguk saja dan berlalu dari tempat itu. Ketika bertemu dengan Yo Him.. anak ini menceritakan apa yang telah dialaminya. ,,Wang Put Liong? Ohh, dia seorang pendekar yang baik dan cukup terkenal didalam kalangan Kangouw, kepandaiannya juga tidak rendah. Telah banyak perbuatan mulia yang dilakukannya, tidak kusangka ia mengalami nasib buruk seperti ini!” Setelah berkata begitu. Yo Him menghela napas dalam2, kemudian waktu mendengar pesan Wang Put Liong yang disampaikan Ko Ti,bahwa orang she Wang itu bermaksud untuk bertemu dengan dirinya, pemuda ini telah mengangguk saja. sedangkan otaknya telah bekerja keras berusaha mencari jalan untuk datang ketempat itu. Guna menemui Wang Put Liong. Ia juga jadi memikirkan, entah rahasia apa yang ingin disampaikan oleh Wang Put Liong yang di katakannya rahasia penting itu. Menjelang malam, Yo Him, perintahkan Ko Ti pergi tidur dikamar mereka, disamping itu Yo Him juga periksa keadaan Cin Piaw Ho dan Liu Ong Kiang. Keadaan Liu Ong Kiang memang telah jauh lebih baik, hanya Cin Piau Ho yang belum bisa terlalu banyak bergerak. Mereka berdua masih harus rebah beristirahat beberapa hari, namun Yo Him puas melihat keadaan kedua orang kawannya itu. Setelah memikirkan sekian lama, akhirnya Yo Him buru2 mendatangi kamar tahanan Wang Put Liong segera diam2. Begitulah, menjelang tengah malam, Yo Him telah keluar dari kamar. Keadaan sepi dan sunyi sekali. Namun Yo Him memiliki mata yang awas sekali, ia telah melihat beberapa sosok tubuh bersembunyi ditempat2 tertentu. Tentu saja, mereka itu adalah anak buah pangeran Ghalik yang mengadakan pengawasan terhadap gerak-gerik Yo Him dan kawan2nya. – Yo Him memiliki ginkang yang sempurna sekali.Ia tidak kuatir dengan adanya orang2 itu. Dengan diam2 ia keluar dari kamarnya dan’ mempergunakan sebutir batu kecil ia menimpukkan kearah kanan. Suara jatuhnya batu2 itu membuat orang2 pangeran Ghalik yang tengah bersembunyi disekitar tempat tersebut telah menoleh kearah datangnya suara tersebut,mempergunakan kesempatan waktu mereka menoleh seperti itu, Yo Him telah menjejakkan kakinya, tubuhnya telah melompat ringan dan cepat bukan main ia telah meninggalkan tempat itu menuju kearah belakang dari istana tersebut. Memang istana ini sangat luas. Terbagi dalam ,beberapa kelompok ruangan. Tetapi Yo Him tadi telah bertanya jelas pada Ko Ti. Sehingga ia tahu kearah mana yang harus diambilnya Banyak pengawal2 istana yang melakukan penjagaan, memang ketat sekali. Namun Yo Him memiliki ginkang yang tinggi dan Sempurna, ia bisa bergerak lincah dan juga ia berlaku hati2 dengan demikian. Ia bisa melewati semua penjagaan itu dengan mudah, tak jarang Yo Him juga harus mengambil jalan diatas genteng.Akhirnya setelah melewati beberapa lapis penjagaan, Yo Him tiba ditempat yang ditujunya. Dilihatnya lima orang tengah mengadakan penjagaan ditempat tersebut, dua didepan pintu, tiga lainnya berada tidak berjauhan dari mereka berdua, disebelah kiri. Yo Him berdiam diri sejenak ditempat bersembunyinya mengawasi mereka. Jika melihat cara pengawalan yang ketat seperti itu terhadap diri Wang Put Liong, tentu orang she Wang itu merupakan tawanan yang cukup penting. Dalam hal ini tentu saja Yo Him tidak boleh berlaku ceroboh, oleh karena apa bila gagal ia menemui Wang Put Liong, mungkin dirinya tidak akan diperlakukan keras oleh pangeran Ghalik. Paling tidak hanya ditegur, tetapi yang kasihan adalah Wang Put Liong yang akan menerima perlakuan dan siksaan yang membuat dia lebih menderita. Setelah mengawasi sekian lama, Yo Him menjejakkan kakinya, tubuhnya mencelat cepat sekali disaat ketiga orang pengawal lainnya tengah mengadakan pemeriksaan disamping ruangan itu. Gerakan Yo Him sangat ringan, begitu ia hinggap dilantai, ‘ia telah berada didekat kedua pengawal dipintu itu.Kedua pengawal itu hanya melihat berkelebat sesosok bayangan .Belum lagi mereka bisa melihat jelas siapa orang yang datang dengan ringan itu seperti bagaikan seekor burung rajawali belaka yang terbang turun disamping mereka tahu2 keduanya merasakan punggung mereka telah kena dicengkeram kuat bukan main,dan kepala mereka telah dibenturkan satu dengan yang lainnya. Dimana keduanya segera pingsan tidak sadarkan diri. Suara benturan kepala dan jatuhnya tubuh kedua pengawal itu, telah didengar oleh ketiga pengawal lainnya. Mereka menoleh terkejut dan kemudian menghampiri dengan setengah berlari. Salah seorang diantara mereka telah membentak: ”Apa yang terjadi.. ?” Baru bertanya sampai disitu, justru Yo Him telah mendatangi, memapak mereka. ,.Aku ingin bicara pada kalian. sahabat…!” katanya tenang. Ketiga orang pengawal itu merandek dan heran, salah seorang diantara mereka telah berkata: ,,Yo Siauwhiap. . . kau. . .?” Waktu itu Yo Him telah mendatangi deka sekali. Sambil tersenyum2 ia menggerakkan tangannya, liehay tangannya, Ia telah sekaligus menotok dua orang pengawal itu, sampai mereka rubuh tertotok tidak berdaya lagi, karena jalan darah “Tiam-sie-hiat masing2 telah tertotok telak sekali. Pengawal yang seorang lagi jadi kaget, ia telah dapat berpikir cepat dan menduga adanya sesuatu yang tidak beres, maka ia telah memutar tubuhnya sambil membuka mulutnya untuk berteriak. ,,Ada. . . !”baru saja ia berteriak begitu,tangan kanan Yo Him telah bergerak, dimana Yo Him telah memukul dari jarak jauh kearah punggung pengawal itu, sampai pengawal tersebut terjerembab dan kemudian pingsan tidak Sadarkah dlri. Karena pukulan pada punggung pengawal itu kuat sekali, Yo Him melakukan hal seperti itu, karena tidak keburu dia mengejar pengawal itu. dimana tentara tersebut juga ‘telah mementang mulutnya untuk berteriak. Maka jalan satu2nya agar pengawal yang seorang itu tidak menimbulkan keributan yang bisa mengundang pengawal2 lainnya, Yo Him terpaksa menyerangnya seperti itu. Setelah membereskan kelima pengawal tersebut.Yo Him menghampiri salah seorang diantara mereka,mengambil anak kunci yang tergantung dlpinggañgnya. yang kemudian dipergunakan untuk membuka pintu kamar itu,Keadaan didalam ruangan itu tetap gelap pekat, namun Yo Him telah berkata perlahan: “Wang Kiesu (orang gagah she Wang)..’”panggilnya perlahan. “Apakah Yo Siauwhiap…?” terdengar sahutan. ..Ya, Boanpwe Yo Him datang untuk memenuhi panggilan Wang Kiesu…!” “Aku berada disudut kanan ruangan itu…”
Menjelaskan Wang Put Liong, karena ia tahu disebabkan ruangan yang gelap pekat ini, tentu Yo Him tidak bisa Segera melihatnya. Yo Him memiliki penglihatan yang tajam setelah berdiam sejenak mengawasi sekitar tempat tersebut, ia mulai bisa melihat dengan baik. Maka dihampirinya Wang Put Liong’. “Wang Kiesu, kudengar dari Ti-jie, kau memiliki suatu rahasia penting yang ingin disampaikan padaku…..aku telah memenuhi panggilanmu untuk datang kemari. Rahasia apakah itu ?”..Yo Siauwhiap…berkata Wang Put Liong terharu, “Tak disangka akhirnya aku bisa bertemu dengan putera Yo ‘Taihiap.,…..! Haii hai jika akhirnya aku harus menemui ajal disini, aku akan mati dengan puas….!” ”Wang Kiesu, rahasia apakah yang ingin kau sampaikan itu. Kita tidak boleh terlalu banyak membuang waktu karena tidak lama lagi tentu kedatanganku kemari akan diketahui oleh orang2nya pangeran Ghalik.. …!”..Ya ya. memang aku hendak menyampaikan sesuatu pada Yo Siauhiap….itu hal mengenai ancaman terhadap para orang2 gagah yang menentarg Kaisar Mongol tersebut. Pangeran Ghalik telah berhasil menghimpun kekuatan, yang memang terdiri dari tenaga campuran, tenaga jago2 Mongolia dibawah pimpinan Tiat To Hoat-Ong, dan jago2 golongan kita yang telah bertekuk lutut bekerja pada mereka demi harta dan pangkat. Semuanya akan dikerahkan untuk melakukan pengejaran terhadap jago2 yang pernah membantu Perjuangan tentara Song menghadapi kerajaan Mongolia..malah diantara jago2 yang hendak dicelakai mereka terdapat nama2 Yo Taihiap suami isteri, Oey Yok Su Locianpwe dan beberapa tokoh lainnya. Jika memang hal ini tidak Cepat diberitahukan pada meraka agar bersiap sedia, tentu mereka akan dicelakai dengan berbagai akal bulus. Juga yang terancam bahaya tidak kecil adalah Toan Hongya. dimana In Lam akan dijadikan arena pertempuran lagi.Karena Kublai Khan akan merebut Tailie menangkap Toan Hongya dan membinasakan jago2 Taili lainnya. Harap Yo Siauwhiap setelah berhasil meninggalkan tempat ini, segera memberitahukan hal itu pada mereka…!“ Yo Him mengangguk dengan sikap yang tenang. katanya: ”Perihal itu memang telah kami ketahui, ayah dan ibuku serta tokoh2 lainnya pun telah menduga sebelumnya bahwa pihak Mongolia pasti akan memusuhi mereka dan melakukan pengejaran, karena itu mereka telah pergi menetap ditempat-tempat yang sulit dicari. Harap Wan Kiesu tidak terlalu kuatir….!,, ..Tetapi Yo Siaohiap,diantara jago2 Song yang telah berkhianat dan berpaling muka, dimana mereka lebih rela menyerah dan memeluk pangkat. Bekerja untuk penjajah tersebut, mereka telah membongkar dan memberitahukan dimana tempat2 berdiamnya dari tokoh2 sakti itu. . . ! Memang rokoh-tokoh sakti itu tidak jeri berurusan dengan penjajah,mereka memiliki kepandaian tinggi. Namun yang kukuatirkan justeru pangeran Ghalik telah menyusun rencana yang licik sekali,mereka akan mempergunakan tipu daya yang kotor sekali untuk dapat menangkap dan membinasakan para tokoh sakti dan jago2 kerajaan Song. Di’samping itu masih ada sesuatu yang penting sekali yaitu padaku terdapat peta tempat penyimpanan harta karun dari kerajaan Song. Aku yang telah memperoleh tugas untuk mnyelamatkan peta harta karun itu, yang kelak harus diberikan kepada orang yang bermaksud mengusir penjajah, dimana harta yang tidak ternilai harganya itu, yang bisa’diselamatkan dari kemusnahan ditangan penjajah itu. Telah disembunyikan disuatu tempat yang dirahasiakan sekali…..! Sebelum Kublai Khan berhasil merebut kotaraja, Kaisar kita telah mempersiapkan orang orangnya mengangkut seluruh harta kekayaan kerajaan yang bisa diselamatkan dan disembunyikan disuatu tempat…” Mendengar perkataan Wang Put Liong itu,Yo Him jadi tertarik, ternyata rahasia penting yang hendak disampaikan Wang Put Liong itu benar-benar merupakan suatu urusan yang penting sekali, bukan hanya sekedar rencana pangeran Ghalik yang ingin mencelakai para jago-jago yang masih setia pada kerajaan Song yang telah musnah itu. “Mengenai rencana pangeran Ghalik, bagaimana cara dan akal licik apa yang hendak dipergunakan olehnya untuk mencelakai jago2 yang setia pada negara yang telah dimusnahkan oleh kaum penjajah itu, telah kuketahuidan kucatat dan kusimpan disuatu tempat yang tersembunyi …. ..karena jika kubawa serta jelas sudah terjatuh ditangan pangeran Ghalik. Kau bisa mengambilnya harta karun itu dan menyelamatkannya.Bersediakah Yo Siauhiap melakukan tugas mulia ini ?’ Yo Him berdiam sejenak. lalu tanyanya ..Wang Kiesu. engkau baru saja bertemu denganku sekali ini. Tetapi mengapa urusan yang demikian penting kau telah segera mempercayai begitu saja padaku ? Bukankah sekarang ini justru aku tengah menjadi orang undangan pangeran Ghalik ?” Wang Put Liong tersenyum pahit, katanya: ..Walaupun benar aku telah mendengar dari engko kecil yang tadi telah menemui aku, namun aku percaya, sebagai putera dari seorang pendekar besar seperti Yo Taihiap, Jelas Yo Siauwhiap tidak akan melakukan hal hal Yahg bisa mendatangkan aib untuk keluargamu..,..itulah sebabnya mengapa aku segera percaya bahwa hanya engkau satu-satunya orang yang akan sanggup melaksanakan tugas ini, karena ‘téntunya engkaupun memiliki kepandaian tinggi yang telah diwarisi orang tuamu,diSamping tentunya pula kau sebagai seorang Ho Han yang bisa dipegang kata2nya…..” Yo Him tersenyum. ,,Tentu saja Boanpwe tidak akan mengecewakan harapan Wang Kiesu,, kata Yo Him. .Dan .dimanakah peta harta karun yang tidak ternilai harganyaitu bisa diperoleh Boanpwe i?” _ Wang Put Liong mengangkat tangannya..dia menunjuk dadanya. ..Didadaku ini….!” sahutnya. -Didadamu. Wang Kiesu ?” Melihat Yo Him terkejut seperti itu, Wang Put Liong mengangguk. Aku telah menyembunyikannya dibalik kulit dadaku. Kau pergunakan pedangmu untuk mengambil kulit dadaku ini. Didalamnya terdapat peta harta karun itu. Sengaja aku menyimpannya secara istimewa seperti ini. karena memang untuk mencegah jangan sampai terjatuh ketangan penjajah!” Yo Him mengangguk mengerti. “Baiklah, jika memang peta harta karun itu telah disimpan yang begitu baik sekali oleh Wang Kiesu, tidak perlu aku mengambilnya sekarang. Yang terpenting, kini cara bagaimana meloloskan Wang Kiesu dari tempat ini…! Wang Put Liong tersenyum pahit. ”Kau telah melihat keadaanku ini bukan ?” katanya kemudian. ..Kedua tulang piepeku telah dilobangi dan dirantai seperti ini. juga seluruh otot2ku telah diputuskan oleh algojo2nya pangeran busuk itu, dimana aku kini menjadi manusia bercacad, selain kepandaianku telah musnah, j ga mereka membuat aku menjadi manusia yang sudah tidak punya guna. Kalau memang Yo Siauwhiap bersusah payah berusaha menyelamatkan aku, itupun hanya sia2 belaka, tidak seimbang dengan tenaga dan bahaya yang akan kau hadapi. Karena itu, aku sudah tidak mengharapkan untuk hidup lebih lama, kalau memang peta harta karun ini bisa diselamatkan, aku telah bisa berlapang dada dan puas. Semula memang aku masih mengharapkan bisa ditolong seseorang untuk melarikan diri dari tempat ini. Mengharapkan Yo Taihiap mengetahui keadaanku dan datang menolongiku. Hal itu hanyalah disebabkan aku tidak mau peta harta karun itu untuk terkubur bersama aku, jika sampai aku menemui kematian.Sehingga selamanya tidak ada orang yang akan mengetahui perihal peta harta karun tersebut. Tetapi setelah`bértemu dengan kau Siauwhiap dan engkau juga menyanggupi untuk melaksanakan tugas mulia itu. Melindungi peta harta karun ini, yang merupakan harta peninggalan kerajaan Song kita, aku telah puas. Untuk matipun aku bisa dengan mata terpejam dan tenang……!° Namun Ya Him telah menggelengkan kepalanya. “Wang Kiesu, dalam hal ini aku harus berusaha menyelamatkan kau….! Biarlah sekarang, aku harus berusaha untuk memutus kan rantai itu….!” Yo Him berdiri, dia mencekal rantai yang tertanam didinding tembok itu
“Kita tidak memiliki waktu terlalu banyak.Maka dari itu kita harus bekerja cepat……!.. Setelah berkata begitu Yo Him mengerahkan tenaga dalamnya menarik rantai itu, agar terlepas dari dinding. Namun rantai itu benar-benar tertanam dalam sekali disamping sangat kuat’. Waktu Yo Him menariknya dengan mempergunakan Lwekangnya. Hanya sedikit sekali tembok yang meluruk namun rantai itu tidak terlepas juga. Yo Him mencoba beberapa kali menariknya,ia penasaran karena tidak bisa melepaskan rantai itu dari dinding. Wang Put Liong tersenyum pahit. katanya:“Sudahlah Yo Siauwiap, percuma kau mengelurkan tenaga seperti itu, akan sia-sia belaka usahanya. Aku berterima kasih atas maksud baikmu yang ingin menolongi aku. Tetapi dalam hal ini, aku telah yakin, rantai itu tidak mungkin bisa melepas dari ‘tanamannya ditembok itu. Karena ujung rantai itu ditanam sedalam lima tombak lebih. Yang dibuat melingkar-lingkar didalam tembok itu, sehingga tidak mungkin bisa ditarik terlepas . . . . .. Yo Him masih ingin coba menarik rantai itu, waktu mana ia mendengar suara ribut2 diluar kamar tersebut. “Orang2nya pangeran terkutuk itu telah datang, mereka mungkin mengetahui kau berada didalam kamar ini. Yo Siaohiap. Kau harus cepat2 menyingkirkan diri. Sekarang juga kau harus mengambil peta harta karun itu didadaku.Dan didalam peta itu kujelaskan, dimana aku menyimpan rencana pangeran Ghalik untuk membasmi para jago2 yang mencintai negara song kita…..cepatlah Yo siauwhiap, sebelum mereka datang, kau harus segera dapat menyelamatkan dirimu bersama peta harta karun itu !” Suara langkah kaki dan suara hentakan diluar kamar terdengar ramai sekali. Malah terdengar juga saling benturnya senjata tajam. Yo Him mengerutkan alis. Ia harus cepat2 melakukan apa yang dikatakan oleh Wang Put Liong. Dan kemudian menerobos keluar. Tetapi hatinyapun tidak begitu tega untuk membedah kulit dada Wang Put Liong, malah kemudian meninggalkannya. Maka Yo Him terdiam ragu-ragu. Dalam keadaan seperti itu, diluar kamar terdengar suara ribut-ribut itu bertambah ramai.Namun tidak ada seorangpun yang membuka pintu dan masuk kedalam ruangan ini. Setelah berdiam diri sekian lama, Yo Him bisa menduga: “Mungkin tengah terjadi sesuatu diluar kamar. …Mereka masih belum mengetahui perihal beradanya aku disini Wang Kiesu .. “ Wang Put Liong tengah berpikir serupa, ia mengangguk. ..Entah siapa yang telah datang kemari?” katanya mengguman. ,,Tentunya seorang yang gagah dan sakti berani mengacau diistananya pangeran Ghalik itu…..,.!” Belum Yo Him rnenyahuti, waktu itu ia telah mendengar suara bentakan bengis :,,Bangsat dari mana yang datang mengacau disini?” Itulah suaranya pangeran Ghalik. Terdengar suara tertawa yang nyaring dan tinggi sekali, Yo Him seperti pernah mendengar’ suara tertawa seperti itu, namun ia tidak ingat lagi, entah dimana ia pernah mendengarnya. “Aku yang ingin membeset tubuh dan mematahkan tulang leher dari manusia yang bernama …..!” menyahuti seseorang. kemudian disusul dengan suara teriawanya lagi yang nyaring meninggi. Wang Put Liong waktu itu jadi sibuk sekali, katanya: ,,Yo Siauwhiap. Cepat kau ambil harta karun itu dari dalam lapisan kulit dadaku……!” Yo him menggerakkan kedua tangannya mengisyaratkan agar Wang Kiesu berlaku tenang. Lalu dia memegang rantai itu yang ditariknya dengan sekuat tenaganya. Betotannya itu memang lebih kuat dari sebelumnya. karena tembok itu kembali berguguran. Yo Him mengempos semangatnya dan tenaganya lagi, dimana dia menarik lebih kuat lagi. Kali ini berhasil, karena rantai itu telah berhasil ditariknya keluar dari dinding sepanjang tiga dim. Walaupun sedikit, itu merupakan harapan yang besar untuk Yo Him. Pemuda ini mengerahkan tenaga dalamnya lagi, ia memang memiliki latihan lwekang yang sempurna, maka setelah menarik dua kali. rantai itu teiah berhasil ditarik keluar dari benaman tembok sepanjang empat dim pula, Mempergunakan kesempatan diluar tengah terjadi kericuhan seperti itu, waktu orang2nya pangeran Ghalik tengah sibuk menghadapi orang yang datang mengacau diistananya itu, maka Yo him ingin memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyelamatkan Wang Put Liong. Melilhat rantai itu hanya bisa ditariknya sedikit demi Sedikit, akhirnya Yo Him tidak sabar,ia mengempos tenaganya menyalurkan tenaga murninya pada telapak tangannya digerakkan menghantam tembok ? Kuat bukan main pukulan yang dilakukan pada tembok itu!. Sampai dinding itu tergetar dan akhirnya meluruk tembok yang jadi sempal tersebut oleh pukulan tapak tangan Yo Him’ini. Berulang kali YO Him melakukan pukulannya itu. Sehingga beberapa bata terhajar menjadi hancur. Dan rantai telah dapat ditarik lebih Panjang lagi. Lewat sesaat lagi, rantai itu telah berhasil terlepas dari tembok itu, setelah Yo Him mengerahkan seluruh tenaganya dan menarik kuat sekali. Namun Yo Him masih perlu menarik keluar rantai yang satunya lagi. Ia melakukannya dengan cara yang sama seperti tadi. Yang membawa hasil yang cukup baik, dimana rantai yang satunya itu telah bierhasil ditarik terlepas dari benaman ditembok itu. ”Akhirnya kita berhasil, Wang Kiesu!” kata Yo Him sambil menghapus keringatnya. ,Tetapi kita tidak bisa keluar dari tempat ini, mereka berada diluar. . .!“ menggumam Wang Put Liong dengan terharu mengandung kegembiraan yang tiada tara, karena melihat rantai yang mengikat tulang pipenya itu telah berhasil ditarik terlepas dari benamannya didinding itu. “Jangan kuatir. Nanti aku akan mengusahakannya dengan cara bagaimanapun, agar kau bisa diselamatkan, Wang Kiesu . . . . yang terpenting engkau harus diselamatkan dulu…. Wang Put Liong hanya menganguk disamping girang, iapun sangat kagum sekail terhadap kekuatan tenaga lwekang yang dimiliki Yo Him. Tadi dia telah melihatnya betapa pemuda itu telah berhasil menarik terlepas kedua rantai itu, yang tentu saja tidak mudah dilakukan oleh sembarangan orang. Waktu itu Y0 Him telah melompat kedekat pintu. Ia mengintai keluar. Segera juga dilihatnya pertempuran yang tengah berlangsung diluar’ruangan itu. Dua sosok tubuh. yang satu bertubuh pendek kecil dengan seorang lagi seorang yang bertubuh agak langsing tengah bergerak2 lincah sekali. Dikepung oleh orang2 pangeran Ghalik. Sedangkan pangeran Ghalik telah berdiri diluar gelanggang pertempuran dengan sebatang golok tajam tercekal ditangannya mengawasi kejadian itu dengan sepasang mata yang terpentang lebar karena setiap saat bisa saja ia melompat ikut menyerang kedua sosok tubuh itu. Waktu Yo him menegaskan ternyatai yang bertubuh pendek itu adalah seorang pemuda yang berparas cukup tampan mungkin usianya dua puluh tahun lebih. Hanya bentuk tubuhnya yang pendek sekali. Bagaikan seorang anak belasan tahun. Gerakan tubuhnya begitu cepat dan lincah, karena tampaknya pemuda bertubuh pendek kecil itu memiliki ginkang yang luar biasa. Dan sosok tubuh seorangnya’lagi, adalah seorang wanita yang telah berusia cukup tua, seorang nenek yang memiliki rambut masih hitam. Gerakan nenek itu juga lincah sekali, dimana ia telah melompat2 kesana kemari dengan gerakan yang sangat cepat, setiap tangannya menyarnbar, tentu`senjata dari salah seorang pengepungnya dapat dirampas. Tentara Mongolia yang merupakan jago2 pilihan dari pangeran Ghalik, telah menyerang hebat dengan senjata masing2, mengepung kedua orang itu. Dan jumlah mereka hampir lima puluh orang. Namun semuanya tidak berdaya untuk mendesak sinenek dan pemuda itu. Sedangkan yang membuat Yo Him tambah kaget disebelah kanan diluar kalangan, berdiri seseorang, yaitu seorang yang bertubuh tinggi besar, dengan muka yang memerah, yang tidak lain dari Swat Tocu…..
.Suara teriakan yang nyaring tinggi yang didengar Yo Him ternyata tidak lain dari teriakan Swat Tocu. Ia selalu berteriak teriak dengan Suara yang nyaring, dimana ia tidak ikut bertempur, hanya menganjurkan sinenek dan pemuda bertubuh Pendek itu, agar mereka bisa menghadapl para pengepungnya lebih baik lagi. Yo Him juga héran, mengapa Swat Tocu berada diistana pangeran Ghalik. Dan juga tanpa beruangnya. Beruang Salju peliharaannya. Tetapi yang membuat Yo Him girang.Dengan adanya Swat ‘Tocu ia mendapat bantuan tenaga ‘yang tidak kecil untuk menghadapi pangeran Ghalik. Bukankah mereka telah pernah bertemu dan tampaknya Swat Tocu memang bersikap baik padanya? Lagi pula kepandalan Swat Tocu begitu sempurna dan tinggi. Cepat-cepat Yo Him menghampiri Wang Put Liong… katanya – Wang Kiesu, mari ikut keluar. Kebetulan sekali Swat Tocu datang bersama dengan dua Orang temannya. Tampaknya kedua temannya itupun memiliki kepandaian tinggi. Swat Tocu memiliki kepandaian yang sulit diukur, mungkin juga kita memiliki kesempatan untuk meloloskan diri. Wang Put Liong bimbang, namun akhirnya mengangguk. ..Yo Siauwhiap. jika memang kau yakin kita bisa meloloskan diri, hal itu memang menggembirakan. tetapi yang kukuatirkan, justru dengan mengajakku, tentu akan mempersulit dirimu. Karena aku sudah tidak memiliki tenaga…belum lagi kau nanti harus melindungi kedua orang temanmu. Yang katanya pun terluka dan juga engko kecil yang pernah bertemu denganku…!? Yo Him bersenyum sabar, katanya dengan tenang: “Kau jangan berpikir terlalu panjang seperti itu, karena dengan adanya Swat Tocu.Kau tidak perlu kuatir. Tentu Swat Tocu bersedia membantuku untuk melindungimu. dan akupun akan segera memanggil kedua orang sahabaiku itu, yaitu Cin ‘Toako dan Liu Lopeh serta ti-jie…!,, Wang Put Liong mengangguk, dan ketika Yo Him menggendong, dimana Wang Put Liong didulukan pada pundaknya, dia juga menurut saja.
Dengan menggendong Wang Put Liong,tampak Yo Him menghampiri pintu. Dia mementang mata mengawasi keadaan diluar, karena jika telah tiba kesempatan yang memungkinkan dia membawa lari Wang Put Liong, barulah pemuda ini akan keluar dari dalam ruangan itu. Disaat seperti ini memang pertempuran tengah berlangsung diluar ruangan, terjadi lebih seru. Pemuda bertubuh pendek itu tengah melompat gesit sekali, sebentar kekiri dan sebentar lagi tubuhnya melompat kekanan, dan kedua tangannya telah digerakkan dengan lincah dimana kedua tangannya terdapat sebatang pisau yang pendek kecil, yang tersembunyi ditelapak tangannya jika tidak diperhatikan dengan benar. Tentu tidak akan terlihat jelas, Maka setiap kali dia berhasil menggores lawannya, lawan itu mengeluarkan suara jeritan dan lukanya mengucurkan darah. Demikian tidak ada lawannya yang berani terlalu mendesaknya. Sedangkan sinenek yang rambutnya masih hitam itu. Juga tidak kalah tangguhnya. Karena telah memberikan perlawanan yang sangat gigih sekali. Setiap lawan men desaknya tentu akan dihajarnya, sehingga itu harus mu ndur dengan menderita kesakitan. Pangeran Ghalik merupakan orang kepercayaan kaisar Kublai Khan, ia memiliki banyak sekali jago-jago pilihan. Dan jago2nya yang tengah mengepung sinenek dengan pemuda bertubuh pendek tersebut semuanya merupakan jago jago yang memiliki kepandaian tinggi. Maka aneh sekali, walaupun jumlah mereka begitu banyak. Tokh mereka tidak bisa berbuat apa2,pada kedua lawan mereka itu, yang tangguh bukan main, ‘dimana mereka hanya bisa mengepung belaka. Pemuda bertubuh pendek itu rupanya telah habis sabarnya melihat jumlah lawan demikian banyak dan tetap saja dia bersama nenek yang terkurung seperti itu. Maka dalam suatu kesempatan dia telah memasukan pisau kecil ditangannya itu kedalam sakunya. Setelah mendesak mundur dua orang lawannya, tahu-tahu dia telah berjongkok, dan kedua tangannya digerakkan perlahan dari mulutnya terdengar suara kodok, suara “kroukk, kroookk seperti suara kodok lalu kedua tangannya didorongkan kedepan kuat sekali.
Cepat cara menyerang pemuda bertubuh pendek tersebut, karena seketika itu juga tubuh tiga orang jago dari pangeran Ghalik terpental keras, rubuh kejengkang dan kemudian rebah tidak bernapas lagi! Pemuda bertubuh pendek tersebut juga bukan hanya satu kali melaksanakan serangannya yang aneh seperti itu, ia tetap berjongkok, dan waktu mulutnya memperdengarkan suara “Krookk, krookkk?! pula dan kedua tangannya digerakkan seperti tadi. maka terpentallah empat orang jago yang menjadi lawannya.. ‘..Meeka kejengkang rebah pingsan dengan luka parah, dan yang seorang seketika juga langsung putus jiwanya. Menyaksikan keadaan seperti itu, dimana pemuda itu mempergunakan ilmu yang aneh namun hebat itu, semua lawannya jadi kaget dan memandang ragu2 untuk maju menyerang lagi. Pangeran Ghalik juga telah memandang kaget dan dia sampai mundur dua tindak kebelakang, mengawasi tegang kepada pemuda yang tangguh itu. ‘ Swat Tocu yang berdiri dipinggir telah tertawa nyaring, suaranya tinggi, lalu katanya: “Bagus ! Bagus! Memang apa yang pernah kalian katakan ibu dan anak memang benar, bahwa kalian masih memiliki hubungan erat dengan Auwyang Hong, sibisa bangkotan itu! Itulah Ha-mo-kang!” Yo Him kaget mendengar disebutnya cara serangan yang dilakukan oleh pemuda itu disebut sebagai ilmu mujijat ini. Sejak kematian Auwyang Hong. dan sama sekali Yo Him tidak menyangka bahwa sekarang ia bisa menyaksikan ilmu mujijat itu ilmu pukulan kodok Auwyang Hong yang pernah menggetarkan rimba persilatan. Memang Yo Him juga sering mendengar dari ayah dan Ibunya. mengenai sepak terjang Auwyang Hong dimasa lalu, dimana sempat juga Yo Ko menjadi ,.murid” dari Auwyang Hong. Namun karena ilmu itu terlalu ganas, setelah memiliki kepandaian yang sempurna,Yo Ko jarang sekali bahkan hampir sama sekali tidak pernah mempergunakannya. Begitu juga kepada Yo Him dia tidak menurunkan ilmu Hi-mo kang tersebut, hanya memberikan penjelasan singkat saja. Begitu halnya juga dengan Oey Yok Su, waktu Yo Him telah menjadi muridnya, Oey Yok Su menceritakan kepadanya, bahwa Ha-mo-kangnya Auwyang Hong sesungguhnya merupakan ilmu ‘kodok yang sangat hebat sekali, dan Oey Yok Su sendiri mengakui. jika saja -Auwyang Hong tidak sampai terbinasa. Tentu akan dapat melatihnya lebih sempurna. Benar ilmu Ha-mo kang tersebut tidak bisa merubuhkan Oey Yok Su, tetapi buat Oey Yc-k Su juga sulit menghadapi dari merubuhkannya. Maka dari itu Yo Him telah megetahui akan kehebatan ilrnu Ha-mo-kang itu. Namun kini yang membuat Yo-hi m heran, pemuda berusia muda dan bertubuh pendek i tu, dapat menjalankan ilmu tersebut dengan baik, dima na setiap gerakan dari kedua tangannya itu, yang diper gunakan untuk menyerang lawannya, selalu berhasil d engan memuaskan. Dengan demikian membuat Yo Him memandang tertegun sejenak lamanya . Sedangkan sinenek telah tertawa nyaring,katanya : “Untuk apa aku mendustaimu? Justru karena kami pernah menerima pesan dari Auwyang Hong. Kami juga berani menjelaskan
duduk persoalannya padamu! Kami memang tidak ingin mempergunakan pengaruh dari auwYang Hong untuk meminta bamuanmu, itu terserah Padamu . . tetapi kukira tertunya dengan memandang pada Auwyang Hong tentu engkau bersedia untuk membantu kami menyelesaikan suatu urusan . . . !” Dan setelah berkata begitu, sinenek yang rambutnya masih hitam telah mengeluarkan suara siulan yang nyaring, dimana dia telah menggerakkan kedua tangannya, maka telah dua orang lagi lawannya yang tergempur mundur. ” Namun serangan si nenek berambut hitam itu tidak sehebat seperti pemuda bertubuh pendek tersebut karena dia masih ka lah tenaga Ilmu yang digunakannya tidak sehebat Ha-mo-kang yg dipergunakan pemuda bertubuh pendek itu. Yo Him jadi menduga-duga siapakah pemuda bertubuh pendek yang liehay ini? Juga Siapa nenek itu yang masih memilik rambut yang hitam . dan sisa-sisa dari kecantikan masih berbekas diwajahnya walaupun usianya telah lanjut. Dan mereka tampaknya memiliki hubungan yang cukup akrab dengan Swat Tocu, malah disebut-sebut mereka memiliki hubungan dengan Auwynng Hong, malah sekarang pemuda bertubuh pendek itu telah membawakan ilmu Ha-mo-kang, ilmu andalan Auwyang Hong. Sesungguhnya. sinenek dan pemuda bertubuh pendek itu adalah ibu dan anak. Mereka adalah Cek Yian dan.. Phu-jie, yang pernah kita kenal dalam kisah SIN TIAUW THIAN LAM , yang pernah mengakui sebagai isteri Auwyarig Hong. dan Putera sebagai puteranya Auwyang Hong. Sejak peristiwa di Hoa-san, dimana mereka mendapatkan kenyataan kuburan Auwyang Hong dan Ang Cit Kong dibongkar orang. dan Cek Tian telah bertempur dengan Yo Ko, maka akhirnya ia mengajak Phu-jie untuk mengernbara, menyelidiki dan mencari orang yang telah membongkar kuBuran Auwyang Hong, tetapi tahun demi tahun usaha mereka itu tidak berhasil samasekali sampai sekarang, sesudah puluh tahun lebih, waktu Phu-jie, pemuda yang memiliki pertumbuhan tubuh yang pendek itu telah dewasa, barulah mereka mengendus tentang peristiwa pembongkaran kuburan. .Auwyang Hong yang terjadi hampir dua puluh tahun lebih yang silam! Sesungguhnya Phu-jie memang putera Auwyang Hong namun putera tidak resmi dimana Phu-jie dianggap merupakan sianak haram! Pek-to-san dimana ia berdiam disana sebagai juga seorang raja’ dengan Pelayan pelayannya terdiri dari gadis gadis cantik. See ‘Tok Auwyang Hong merupakan seorang jago luar biasa dari keempat jago lainnya. karena See tok merupakan tokoh sakti yang kepandaiannya tidak berada di bawah kepandaian Oh Yok Su Ong Tiong Yan g Ang Cit Kong maupun It Teng Taisu. Karena sibuk me mpersiapkan ilmu untuk menghadapi keempat jago2 lu ar biasa itu maka Se Tok telah mencurahkan seluruh pe rhatiannya untuk melatih ilmu tersebup perhatiannya d an tidak mau menikah. Sebagai seorang manusia, tentu saja Auwyang Hong tidak bisa terlepas dari kodrat manusia dimana ia sebagai seorang pria yang dikelilingi oleh para pelayan yang ratusan orang Jumlahnya semua terdiri dari wanita2 cantik hampir semua pelayan wanitanya itu memang dijadikan semacam isteri tidak resmi, tidak ada seorangpun yang diambil secara sah sebagai isterinya. Dengan demikian,mereka disamping menjadi ,,isteri”, juga marangkap sebagai ,,pelayan” dan juga ,,murid” dari Auwyang Hong yang bernama mie San Lie,diperoleh seorang anak. hasil hubungan gelap mereka, dimana telah terlahir seorang bayi laki! yang kemudian diberi nama Auwyang Kongcu. Namun disebabkan malu untuk mengakui anaknya sebagai putranya Auwyang Hong menceriterakan bahwa auwyang Kongcu adalah keponakannya. Tetapi Auwyang Hong sangat mencintai Auwyang Kongcu, dimana seluruh kepandaiannya telah diturunkan pada putera merangkap keponakan tersebut, sehingga Auwyang Kongcu jadi liehay namun bernasib sial yang akhirnya harus terbinasa muda….. Jika memang hendak diturutkan, tentu Auwyang Hong akan memiliki ratusan anak haram atas hubungan gelapnya dengan para pelayan wanita yang berjumlah ratusan orang itu.
Namun setiap kali pelayannya hamil, tentu Auwyang Hong memberikan semacam obat sehingga kandungan itu gugur. Dan setelah Auwyang Kongcu binasa, saat itulah auwyang Hong baru berhasrat untuk memiliki seorang anak lagi. Maka atas hubungannya dengan seorang pelayan Wanitanya yang bernama Cek Lian, Ia berhasil memiliki seorang anak pula, diberi nama Auwyang Phu. Hanya saja disebabkan telah tiba waktunya untuk diselenggarakan pertemuan di Hoa-san antara Auwyang Hong dengan keempat jago2 lainnya yaitu Oey Yok Su, Ong Tiang Yang, Ang` Cit Kong dan It ‘Teng ‘Taisu, See Tok telah kembaii kedaratan ‘Tionggoan, meninggalkan puteranya yang pada saat itu baru berusia sembilan bulan. Hanya sebelum berangkat, See Tok telah meninggalkan sejilid kitab ilmu silat dengan pesan jika memang ia tidak beruntung memperoleh kemenangan dalam pertemuan di .Hoa-san dan terbinasa’ maka Cek ‘lian harus mendidik Phu-jie sebaik mungkin mendidik ilmu silatnya yang terdapat didalam kitab warisannya itu.
Dengan demikian, Cek Lian telah mematuhi perintah suami tidak resmi yang merangkap menjadi gurunya. Memang sejak diculik Auwyang Hong.Cek Tian bekerja sebagai pelayan merangkap istri.Dia juga memperoleh didikan ilmu silat dari Auwyang Hong sehingga memiliki kepandaian yang tinggi sekali.Sekarang menanti sekian tahun,waktu phu-jie telah berusia 7 tahun,Auwyang Hong belum kembali.Cek Tian mengajak phu-jie ke daratan Tionggoan untuk mencari ayah anaknya itu disamping mengajari ilmu silat yang dimilikinya. Karena memang Phu-Jie putera See tok. yang licin dan cerdik itu membuat anak itu pula memiliki otak yang encer’ pula. Dia bisa mempelajari ilmu warisan See Tok dengan baik. Namun sayangnya,.ketika mereka ibu dan anak melakukan pengembaraan didaratan Tionggoan. Dimana waktu itu Cek Tian telah berusia Setengah baya, karena See Tok baru mau memiliki anak darinya setelah ia berusia pertengahan tahun seperti itu. ibu dan anak ini mendeagar berita atas kematian Auwyang Hong dan Ang Cit Kong. Maka Cek Tian mengajak Phu-jie ke Hoa-san untuk menyambangi kuburan See Tok. Kejadian yang ada, kuburan itu telah bongkar” Orang. Waktu ibu dan anak itu tiba disana, malah telah salah paham dengan Yo Ko dan Lo Ban Thong. . .karena hampir dua puluh tahun lamanya tidak berhasil mencari jejak pembongkar kuburan Auwyang Hong. Cek Tian bermaksud hendak mengajak Phu-pe kembali ke Pek ‘to san, namun anak itu malah lebih senang mengembara didaratan ‘Tionggoan. yang memiliki keindahan alam yang permai dan indah. Disamping itu,kini phu-jie telah menjadi seorang pemuda yang kepandaiannya tangguh sekali. Hanya ada satu kekurangan padanya, bentuk tubuhnya yang pendek tak bisa membesar. tampaknya seperti anak belasan tahun belaka. sang ibu yang sangat mencintai anak tunggalnya itu, yang kini telah berusia lanjut, menuruti saja kemauan Auwyang Phu-jie. mereka telah mengembara terus dalam daratan Tionggoan_ _ soal Penyerbuan tentara Mongolia, tak menarik perhatian ibu dan anak tersebut, karena mereka lebih mementingkan pribadi mereka. tanpa memperdulikan keadaan disekitar mereka. Waktu peperangan telah usai, dimana daratan Tionggoan telah berhasil dikuasai Kublai Khan, waktu itulah Cek Tian bersama Auwyang phu baru memperoleh berita bahwa peristiwa pembongkaran kuburan ayahnya itu, yang terjadi telah puluhan tahun lalu, memiliki hubungan dan sangkut paut dengan pangeran Ghalik, keponakan dari Kublai Khan. Maka mereka ibu dan anak telah mencari pangeran Ghalik. Semula mereka mengacau diistana kaisar kubilai khan,namun setelah tidak berhasil menemukan jejak pangeran Ghalik, dan setelah dikepung oleh perwira istana Kublai Khan yang umumnya memiliki kepandaian tinggi itu. akhirnya mereka melarikan diri dari istana. dan menyelidiki lagi mencari jejak pangeran Chalik. Selama menyelidiki, mereka juga selain main bunuh dan membinasakan tentara2 Mongol yang mereka jumpai dan mendesak mereka untuk memberi keterangan. Karena tangan ibu dan anak yang begitu telengas. maka suatu kali seorang tentara Mongolia yang takut mati.
Telah menceritakan bahwa pangeran Ghalik sesungguhnya memiliki istana yang tersembunyi disebuah lembah…..tidak urung setelah memberikan keterangan tentara yang nasibnya sial ini digempur batok kepalanya sampai lumat oleh pukulan tangan Auwyang Phu, Begitulah Cek Tian bersama puteranya telah berangkat menuju kelembah ..Sam-cie-kok” di Pegunungan Liang-san. Tempat itu memang tersembunyi letaknya. namun ibu dan anak ini memang memiliki kepandaian yang tigggi dan Juga memang ginkang mereka sempurna,sehingga mereka bisa menemukannya dan waktu tiba di istana yang m erupakan perbentengan itu. Ibu dan anak ini juga telah bertemu dengan seseorang yang tengah mengamuk h ebat membinasakan beberapa orang tentara Mongolia yang melakukan penjagaan diluar istana, Orang itu tida k lain Swat Tocu yang ingin masuk kedalam iStana. Na mun telah ditahan, sehingga Swat Tocu bersama berua ng saljunya mengamuk dimana setiap kali ada tentara Mongolia yang tercekal oleh beruang salju Pek-swat-jie. tentara itu akan terbinasa dengan tubuh yang di-robek 2 oleh binatang buas tersebut!. Juga Swat Tocu sendiri telah membinasakan belasan tentara penjaga. Sisanya segera melarikan diri kedalam istana. Cek Tian dan Auwyang Phu telah berkenalan dengan Swat Tocu. Waktu mendengar nyonya itu mengakui sebagai isteri Auwyang Hong dan Auwyang Phu sebagai putra Auwyang Hong. Swat ‘Tocu jadi tidak mempercayainya. Tetapi nyonya itu mengatakan, nanti setelah mereka tiba didalam istana. Ia akan mem buktikan kebenaran dari perkataan mereka. Memang kedatangan mereka keisiana ini untuk mencari pangeran Ghalik, guna memperhitungkan sakit hati mereka terbadap pembongkaran kuburan Auwyang Hong. Nyonya Cek Tian tidak berani bersikap kurang ajar pada Swat ‘Tocu, karena dari Auwyang Hong ia pernah juga mendengar terdapat seorang tokoh yang memiliki kepandaian sangat lihay, tidak berada dibawah kepandaian Auwyang Hong, yaitu Swat Tocu, Dan tidak disangkanya bahwa kini mereka bisa bertemu. Malah tanpa segan2 Cek Tian memohon agar Swat Tocu membantu mereka untuk membalas sakit hati mereka pada pangeran Ghalik. Swat Tocu menyatakan dengan memandang muka See Tok yang telah terbinasa dan diperhina dengan pembongkaran kuburannya oleh pangeran Ghalik. Ia bersedia membantu, terlebih lagi ia tertarlk melihat Auwyaug Phu merupakan seorang pemuda yang memiliki bakat dan tulang baik untuk mempelajari ilmu silat. walaupun tubuhnya begitu pendek dan cebol. . . Memang kedatangan Swat Tocu kelernbah ini kebetulan saja. Sejak berpisahan dengan Yo him,ia me ngajak beruang saljunya meninggalkan kota itu dan tib a dilembah ini,tak disangka mereka juga tiba dilembah Sam-cie kok tersebut. Sehingga Swal Tocu melihat istan a yang megah.Sebagai seorang tokoh sakti yang memil iki adat sangat aneh. is ingin sekali mengetahui,entah a pa isinya istana tersebut dan siapa penghuni istana yan g aneh terletak didalam lembah tersembunyi itu- Denga n berani dia hendak memasuki istana itu. siapa tahu ia ditegur dan dicegat Oleh para penjaga diluar istana. Me mbuat Swat Tocu memaksanya dan setelah dicegah terus,ia mengamuk bersama beruang saljunya. Begitulah Swat Tocu bersama dengan Tek Cian dan Auwyang phu telah masuk ke istana tersebul. sedangkan Pek-swat-jie, menanti diluar istana,untuk berkeliaran di lembah itu menangkap burung dan binatang kecil lainnya……Jago-jago yang mengurung Cek Tian dan Auwyang Phu semakin ganas, mereka melihat banyak kawan mereka yang telah menjadi korban. Dan karena itu. mereka telah bertekad untuk membinasakan Auwyang Phu dan Cek Tian. Mereka memperketat kepungan, dengan senjata mereka bersama meluruk melancarkan serangan yang hebat. Cek ‘Tian melihat bahwa ia mau atau tidak harus mempergunakan kekerasan membuka jalan berdarah. Maka wanita setengah baya itu telah berjongkok dan kemudian mulutnya mengeluarkan suara “krookk, krook”, dimana kemudian kedua tangannya digerakkan kedepan memotong. Sama sikapnya seperti yang dilakukan oleh Auwyang Phu, karena memang Cek Tian mempergunakan ilmu ha-mo-kang. Hebat kesudahannya, sebab tampak tiga orang lawannya telah terpental keras dan seorang terbinasa. dua pingsan dengan luka didalam yang hebat. Ibu dan anak telah mempergunakan Ha-mo-kang._ Ilmu warisan Auwyang Hong, yang tercatat didalam kitab warisannya itu, memang telah diwarisi seluruhnya pada Auwyang Phu. Auwyang Phu memiliki kepandaian yang sangat tinggi. Dengan demikian, Cek Tian dan Auwyang Phu seperti juga dua orang momok yang mengerikan bagi semua lawannya. Pangeran Ghalik yang sejak tadi melihat bahwa kedua orang ini berbahaya sekaii, dan juga belum lagi Swat Tocu yang tampaknya memiliki kepandaian yang jauh lebih lihai belum turun tangan, maka diam2 pangeran Ghallik telah membisiki seorang anak buahnya,meminta agar memanggil Tiat To Hoat-ong secepatnya. Memang waktu itu Tiat To Hoat-ong belum lagi meninggalkan istana pangeran ini, belum pulang keibu kota. ‘ Dan waktu itu. pangeran Ghalik sendiri telah melompat kehadapan Cek Tian, bentaknya: “Wanita tua tidak mengenal mampus, kau berani mengacau diistanaku. h eh?” ‘Dan golok ditangannya, dipunggung goloknya yang bergigi seperti gergaji itu telah digerakkan untuk membacok Cek ‘Tian. Namun Cek ‘Tian »mempergunakan ilmu Hamo-kangnya menghantam pangeran itu. Pangeran Ghalik memang pernah menerima pelajaran ilmu silat dari seorang aneh, yang kosen dan memiliki kepandaian luar biasa tingginya, ia berkelit cepat dan gesit sekali. Dimana pukulan Ha-ino-kang yang dilancarkan oleh Cek Tian gagal mengenainya, hanya menyambar dinding dibelakang pangeran Ghalik, sehingga dinding jebol berlubang, Pangeran Ghalik jadi terbang semangatnya. Dia boleh liehay kepandaiannya. tetapi menghadapi wanita kosen ini, ia jadi menggigil juga. Sedangkan Swat Tocu telah tertawa ber-gelak2 dengan suara yang nyaring: “Bagur- bagus, manusia bertingkah seperti dia memang harus dimampusii”. Cek Tian juga telah berseru bengis: . Bukan’kah engkau pangeran Ghalik?” Pangeran Ghalik telah berhasil mengumpulkan semangatnya, dengan mellntangkan goloknya didada. ia telah menyahuti: ,,Benar!” Tetapi disaat itu terdengar tiga jeritan lagi, tiga sosok tubuh lerpental oleh pukulan Ha-no-kang Auwyang Phu. “Bagus! Memang kau yang tengah kami cari!” kata Cek Tian. “Ada urusan apa kalian mencariku dan sekarang mengacau disini ?” bentak pangeran Ghalik ragu2, lenyap kebengisannya dan keagungannya sebagai seorang pangeran, walaupun ia masih hendak bersikap ke-agung2an. “Aku hendak ‘menanyakan soal pembongkaran kuburan suamiku !” menyahuti Cek Tian.,Siapa suamimu..?,, .,,Auwyang Hong…,,yang kuburannya di Hoa-san telah kau bongkar!”.
MUKA Pangeran Ghalik jadi berubah. ,,Ini . . . Ini . . . .!” katanya dengan suara tarbata-bata. “Hmmm, dalam hal ini kau. mengakuinya bukan, bahwa yang perintahkan orang2mu untuk membongkar kuburan Auwyang Hong dan Ang Cit Kong adalah kau sendiri?” tanya cek Tian tambah bengis!. Pangeran Ghalik memandang ragu. Memang peristiwa pembongkaran kuburan di Hoa-san. yaitu kuburan Auwyang Hong dan Ang Cit Kong, yang sampai saat itu masih merupakan teka teki buat Yo Ko, Lo Boan Thung Ciu Pek tong dan lokoh2 lainnya. ternyata dilakukan oleh orang2nya pangeran Ghalik. Sebelum penyerbuan kedaratan Tionggoan,Kublai Khan memang perintahkan Tiat To Hoat ong untuk berusaha membinasakan jago2 daratan Tionggoan, jika dapat membujuk mereka dan menguasai jago2 daratan Tionggoan agar mau bekerja untuk pihak Mongolia. Memang Tiat To Hoat-ong berhasil menjalankan tugasnya dengan baik, banyak juga jago2 Tionggoan yang berhasil ditarik kepihaknya. Disamping Tiat To Hoat-ong, Kublai Khan telah perintahkan pangeran Ghalik. agar pangeran itu menyelusup pula kedaratan Tionggoan membawa jago2 pilihannya. guna menimbulkan kekacauan dan mengadu domba satu dengan yang lainnya dari sekian banyak para jago jago Tionggoan. Memang pangeran’ Ghalik memiliki otak yang cerdas sekali sehingga setelah mempelajari selama setahun lebih, dia telah mengetahui siapa saja yang terpandai diantara para jago Tionggoan,diapun menyebar orangnya untuk mencari jejak dari para jago’ tersebut. dan perintahkan jago2 Tionggoan yang telah berpihak pada Mongolia untuk mengantarkan surat palsu kepada Yo Ko, It Teng ‘Iaisu dan juga jago lainnya, dengan memalsukan surat2 mereka, Dengan demikian pangeran Ghalik ingin mengadu domba mereka. Dan Untuk menimbulkan kecurigaan satu dengan yang lainn ya diantara para jagol itu..Sengaja pangeran Ghalik tela h perintahkan orang orangnya untuk membongkar kub uran Auwyang Hong dan Ang Cit Kong dipuncak Hoa-s an,dan para tokoh sakti yang diundang dengan undang an palsu itu. Diminta berkumpul di Hoa-san. Memang pangeran Ghalik berhasil dengan tipunya ini, sehingga Yo Ko dan -tokoh2 sakti lainnya hanya tercurah perhatiannya pada urusan terbongkarnya kuburan Auwyang Hong dan Ang Cit Kong oleh orang2 yang tidak diketahui siapa adanya. Dengan begitu perhatian mereka terhadap urusan negara berkurang banyak. Dan itu sangat besar artinya buat Kublai Khan. Tetapi siapa tahu sekarang ini justeru telah muncul Cek Tian dan Auwyang Phu, yang ingin menuntut balas, setelah lewat puluhan tahun, dimana Kublai Khan telah berkuasa sebagai seorang Kaisar yang berdaulat diseluruh daralan Tionggoan. soal pembongkaran kuburan dipuncak Hoa-san itu timbul lagi. “Sekarang kedatangan kami ibu dan anak ingin meminta pertanggungan jawab dari kau pangeran Ghalik!” kata Cek Tian dengan suara berang, dilihatnya pangeran Ghalik berdiri bengong saja dengan golok melintang didepan dadanya.Malah Cek Tian bukan sekedar berkata begitu saja. sepasang tangannya dengan kedua kaki di tekuk berjongkok. telah didorongkan kuat sekali, mulutnya memperdengarkan suara “krokkk, krookk yang nyaring, karena memang dia telah menyerang dengan mempergunakan Ha-mo-kang. Pangeran Ghalik seperti baru tersadar, cepat ia mengelak. Gerakannya terlambat sedikit. pergelangan tangan kirinya terkena serempetan angin pukulan yang hebat itu”. Malah belum lagi pangeran Ghalik sempat untuk mengadakan persiapan di waktu itu Cek Tian telah menyerang lagi dengan Ha-mo-kangnya. Hebat cara menyerang Cek Tian, karena ia benar2 bersakit hati atas dibongkarnya kuburan suaminya itu, yaitu suami tidak sah, yang merangkap sebagai majikan dan guru itu. Berulangkali pangeran Ghalik berusaha menghindarkan diri. berulang kali pula ia diserangnya. Karena memang Cek Tian telah menyerang secara bertubi2 dengan hebat. pangeran Ghalik jadi terdesak hebat. Sama sekali pangeran Ghalik tidak bisa memberikan perlawanan, dimana ia main mundur. Dalam keadaan terdesak seperti itu, tampak berkelebat sesosok bayangan dari ruangan dalam,disusul dengan teriakan seorang wanita, yang didengar dari suaranya tentu seorang wanita tua,yang berkata ,, Pangeran, jangan kuatir, biar kuhajar perempuan kurang ajar itu …. .. . malah menyusul dengan perkataanyya itu, berkelebat juga tiga sinar putih, yang menyambar kearah Cek tian. Tiga sinar putih itu adalah sinar dari senjata rahasia berbentuk jarum`yang halus, yang menyebar ketiga bagian anggota tubuh yang mematikan didiri Cek Tian. ‘Tentu saja Cek ‘Tian tidak mau membiarkan tubuhnya dijadikan sasaran dari serangan senjata rahasia tersebut,ia telah menunda serangan Ha-mo-kangnya pada Pangeran Ghalik dan melompat berdiri, menghindarkan diri dari ketiga jarum rahasia itu. sesosok bayangan itupun telah tiba pula dihadapan Cek ‘Tian. tanpa banyak rewel telah menggerakkan tangan kanannya untuk mencengkeram. Sekali melihat cara bergerak wanita itu dan juga cara melepaskan ketiga batang jarum rahasia itu, yang mengandung maut, Cek Tian segera mengetahui bahwa lawannya kali ini merupakan lawan yang berat dan memiliki kepandaian tinggi. Dia mengelakkan diri cepat sekali. ‘tetapi lawan yang baru ini telah melakukan penyerangan yang gencar. sampai Cek Tian berulang kali harus menghindarkan diri. Dia baru bisa melihat bahwa penyerangnya itu adalah seorang nenek yang telah tua sekali,jauh lebih tua dari dia sendiri. Ternyata nenek tua yang baru muncul ini,yang usianya telah “lanjut sekali, dan rambutnya yang putih itu bagaikan perak berkilauan adalah sinenek yang telah dijumpai Yo Ko dimuka kuil dipuncak Hoa-san dua puluh tahun yang lalu, dialah yang telah melukai Sin Tiauw milik Yo Ko dengan jarumnya itu, dan juga dia telah bertempur dengan Yo Ko ratusan jurus, dengan mempergunakan ikat pinggangnya- Dan ia. membantu pangeran Ghalik membongkar kuburan Auwyang Hong dan Ang Cit Kong dimana dia merupakan seorang tokoh berkepandaian tinggi yang mau bekerja untuk kerajaan Mongolia. Dan setelah Kublai Khan berhasil menguasai daratan Tionggean. pangeran Ghalik mengangkat nenek tua itu mengadi penasehatnya, pembantunya yang bisa dipercaya., Kini waktu mendengar suara ribut2, ia telah keluar dari kamarnya dan kebetulan melihat pangeran Ghalik tengah mengalami ancaman bencana yang tidak kecil. Itulah sebabnya dia segera maju menyerang. Nenek tua itu she Liong bernama Tie Siang.Dia merupakan seorang wanita yang memiliki kepandaian yang sangat tinggi sekali. Waktu dulu terjadi pertempuran yang seru antara dia dengan Yo Ko dipuncak Hoa-san.Képandaiannya hanya terpaut sedikit saja dari Sin Tiauw Taihiap Yo Ko. (baca SIN TIAUW THIAN LAM ). Setelah melihat Cek Tian berhasil mengelakkan beberapa serangan cengkeram tangannya,tampak sinenek tua Liong Tie Siang telah melepaskan ‘ikat pinggangnya, bagaikan seekor naga yang ber-gulung2, ikat pinggang
itu telah menyambar-nyambar akan menyerang Cek Tian. ‘ Auwyang Phu melihat ibunya didesak oleh wanita tua itu yang memiliki kepandaian sangat tinggi. Segera mengeluarkan bentakan bengis merubuhkan dua orang lawannya lagi, lalu melompat akan membantu ibunya. Jago-jago lain melihat munculnya Liong Tie Siang, telah melompat menyingkir. Untuk menyaksikan saja, kerena mereka mengetahui bahwa Liong Tie Siang merupakan nenek liehay ya ng memiliki kepandaian bukan main tinginya.Dimana tentu nenek she Liong ini tentu akan dapat menghadapi Cek Tian dan Auwyang phu. ` Tanpa membuang-buang waktu, angkin Liong Tie Siang telah berputar-putar. Memang Liong Tie Siang mengandalkan senjatanya yang istimewa ini. Dengan angkinnya ini entah telah berapa banyak jago-jago rimba persilatan yang berhasil dirubuhkannya. sedangkan dulu dipuncak Hoa-San. Yo Ko sendiri agak repot menghadapi angkin sinenek, walaupun akhirnya Liong ‘Tie Siang telah melarikan diri karena tidak berdaya menghadapi Sin Tiauw Taihiap. Sedangkan Cek Tian dan Auywang Phu Walaupun memiliki kepandaian warisan Auwyang Hong yang hebat bukan main, tetapi karena mereka berlatih diri tanpa bimbingan dari Auwyang Hong secara langsung, melainkan melatih sendiri sedapat dan sebisa mereka, dengan demikian, kependaian mereka itu tidak sempurna. Hebat ilmunya, namun latihannya yang kurang sempurna, arti dari ilmu yang hebat itu menurun banyak. Sekarang menghadapi angkin Liong Ti Siang yang hebat. Tentu saja Cek ‘Tian dan Auwyang Phu jadi ripuh sendirinya, mereka ibu dan anak jadi sibuk sekali. Ujung angkin itu sebentar menyambar kekiri,menyambar kepinggang’ menyambar kebawah,menyambar kedaerah yang mematikan. Malah angkin itu sebentar keras dan kaku sekali, seperti juga tongkat yang menyerang untuk menggemplang, dilain saat berobah lagi menyadi lemas dan lunak, akan melibat dan mengikat ibu dan anak itu. Auwyang Phu beberapa sekali berusaha mempergunakan Ha-mo-Kangnya untuk menghadapi Liong Tie Siang, Namun sejauh itu ia masih belum sempat juga mempergunakan ilmu tersebut. Begitu juga dengan Cek Tian yang tidak berhasil untuk mempergunakan ilmu andalannya itu. Ia bersama puteranya selalu main mundur saia. Melihat keadaan seperti itu, Swat Totu jadi tertarik. Dia merupakan seorang tokoh sakti dan kini melihat nenek tua itu memiliki kepandaian tinggi sekali, disamping itu juga memang tampaknya Cek ‘Tian dan Auwyang Phu tidak berdaya dibawah serangan angkin nenek tua she Liong itu. Dengan demikian ia telah bermaksud untuk maju main2 dengan Liong Tie Siang,terlebih lagi ia pun ingat waktu diluar istana. ia telah menjanjikan ibu dan anak itu bahwa ia akan membantu mereka menghadapi pangeran Ghalik dan orang2nya. Setelah berdiam diri sejenak lamanya, akhirnya Swat Tocu telah tertawa nyaring. katanya: “Kalian ibu dan anak’ mundurlah, biarlah aku yang main dengan nyonya itu….!” Dan walaupun `mulutnya perintahkan Cek Tian dan Auwyang mundur. tidak menanti sampai Cek Tian dan anaknya itu mundur, tubuh Swat Tocu telah melompat maju ketengah gelanggang, Gerakan tubuhnya itu gesit sekali,Sehingga tidak bisa dilihat jelas cara bergeraknya. ‘Tahu2 ia telah berada dihadapan Liong Tie Siang. Sambil melompat begitu. Swat Tocu juga telah menggerakkan tangan kirinya. katanya : ..mundurlah dulu, nyonya. mari kita bicara…!” Waktu itu Liong ‘Tie Siang tengah melancarkan serangan angkinnya dengan cepat dan mengandung kekuatan yang bisa mematikan kepada Cek Tian dan Auwyang Phu. Namun waktu merasa samberan angin kibasan tangan Swat Tocu. yang aneh sekali, dimana menyambarnya angin dingin bukan main dan tubuhnya seperti terbungk us oleh lapisan es, Liong Tie Siang mengeluarkan suara jeritan tertahan, karena heran dan kaget. Gesit bukan main, tampak Liong Tie Siang telah melompat mundur dua tindak kebelakang. Mempergunakan kesempatan itu. Cek Tian dan Auwyang Phu telah mundur. Dengan mata mendelik. Liong Tie Siang telah mengawasi Swat Tocu. …Siapa kau, manusia edan i?” tegurnya,tegurnya. dia menyebut Swat Tocu dengan sebutan manusia edan, karena melihat pakaian Swat Tocu yang aneh dan terbuat dari kulit binatang buas. Swat ‘T’ocu tertawa. “Aku Swat Tocu.. tentu kau pernah mendengar…” ‘ sahutnya sambil tertawa terkekeh-kekeh. Tubuh Liong Tie Siang jadi menggigil. Kagetnya tidak terkira mengetahui bahwa orang aneh ini adalah Swat ‘Tocu. tokoh sakti dari Pulau Salju yang terkenal itu. Namun melihat muka Swat Tocu yang masih begitu muda, paling tidak hanya lima puluh tahun lebih,sedang kan menurut perkiraannya,dimana Swat Tocu telah terk enal sejak delapan puluh tahun lalu tentu usianya kini telah seratus tahun lebih. , Liong Tie Siang jadi ragu dan tidak mempercayainya. Maka setelah mengawasi beberapa waktu lamanya, ia telah tertawa dingin. ..Heemm engkau ingin menggertakku dengan mempergunakan nama Swat Tocu?” ejeknya. Swat Tocu tidak melayani ejekan itu, melainkan dia menggerakan kedua tangannya. “Terimalah seranganku ini. engkau akan mengetahui apakah aku ini Swat Tocu” Dia membarengi dengan perkataannya dan tampak dia telah menyerang dengan tenaga Inti Esnya. Liong Tie Siang seketika merasakan tubuhanya seperti dikurung oleh hawa dingin, bagaikan dirinya telah dikuasai oleh lapisan es. dingin sekali. Cepat tanpa berayal sedikitpunjuga, Liong Tie Siang telah menggerakkan angkinnya. Maksudnya dia ingin mendesak dia dengan Pukulan Inti Esnya terlebih jauh. Waktu itulah Swat Tocu agar orang itu tak mundur sama sekali, dia mengulurkan tangan kanannya. dan mencekal ujung angkin. “Kemari kau….!” bentaknya menarik dengan kuat sekali. Swat Tocu memang telah memiliki latihan lweka-ng yang sempurna sekali. Begitu angkin ditarik, begitu tubuh Liong Tie Siang terbetot keras. Kepandaian Liong”Tie Siang juga tidak lemah . Dia sesungguhnya memiliki iwekang yang sempurna juga. Namun karena ia tidak menyangka akan diperlakukan seperti itu, malah Swat Tocu menarik nya dengan tiba2 dan mempergunakan lwekang yang kuat sekali, dengan sendirinya tubuh “’- Liong Tie Siang terbetot melayang menghampiri Swat Tocu. Disaat tubuh Liang ‘Tie Siang akan menubruk kepadanya diwaktu itulah tampak Swat Tocu telah menghajar dengan telapak tangan kanannya memapaki kearah dada nenek tersebut. Liong Tie siang kaget bukan main, itulah berbahaya untuk dirinya’.Pukulan yang dilakukan Swat Tocu bukanlah pukulan biasa. Dia memukul dengan mempergunakan Pukulan Inti Esnya, dengan demikian, jika terkena serangan itu, berarti darah disekujur tubuhnya akan beku, dan ia juga akan terbinasa. Tetapi dirinya tengah berada ditengah udara, malah menghampiri kearah Swat Tocu, bagaikan tengah menghampiri Dengan demikian, Liong Tie Siang menghadapi bahaya kematian..” Tetapi seperti yang dijelaskan bahwa kepandaian yang dimiliki Liong Tie Siang memang!. merupakan kepandaian yang tidak rendah. Walaupun belum bisa disejajarkan dengan kepandaian Yo Ko’ ,It Teng Taisu ataupun Oey Yok su
Namun di waktu itu dalam jamannya itu,’mungkin Liong Tie Siang merupakan jago wanita yang kedua setelah Siauw Liong Lie.Karena itu,walaupun tengah menghadapi ancaman bahaya seperti itu. sama sekali ia tidak jadi gugup. Setelah menetapkan goncangan“hatinya, waktu melihat telapak tangan Swat Tocu tengah menyambar kearah dirinya, dan hawa dingin juga telah menyelubunginya,ia telah keluarkan suara seruan nyaring seperti pekik tikus. Kemudian cepat bukan main dia menggerakkan kedua tangannya. dia telah menyampoknya dengan seluruh kekuatan yang ada. Malah tubuh Liong Tie Siang juga terpental kebelakang. Berjumpalitan dan berhasil hinggap ditanah kembali dengan selamat. tidak urung dia menggigil kedinginan. Ketika tadi Telapak tangannya itu bentrok dengan
telapak tangan Swat Tocu. Dia merasakan dari telapak tangan Swat Tocu bagaikan mengalir me:nerobos hawa yang dingin sekali. Melebihi dinginnya es. Dan juga sekarang, walaupun dia telah berhasil menyelamatkan diri dari kematian ditangan Swat Tocu. Tidak urung ujung angkinnya masih dipegang oleh Swat Tocu. Begitulah, ujung angkin yang satu dicekal oleh Swat Tocu, ujung yang lainnya dicekal oleh Liong Tie Siang, mereka berdiri saling mengawasi. Walaupun tubuh mereka diam, tidak bergerak sama sekali, begitu juga halnya dengan kedua tangan dan kedua kaki mereka masing masing tidak saling bergerak, kenyataannya memang mempelihatka bahwa mereka sebetulnya tengah mengadu lwekang tingkat tinggi. Sebab tadi begitu Liong Tie Siang terpental,dan telah hinggap diatas lantai tanpa kurang suatu apapun juga. disaat itulah Swat Tocu tanpa membuang waktu telah mengerahkan ilmu Inti Esnya. Melalui ujung dari angkin yang masih dicekalnya itu. Segulung hawa dingin yang luar biasa telah tersalurkan ketangan Liong Tie siang. Sedangkan Liong Tie Siang waktu merasakan menerobosnya hawa dingin dari ujung angkinnya, telah cepat2 mengerahkan seluruh kekuatan lwekangnya. Ia mempergunakan hawa Yang. hawa panas untuk melawan hawa dingin tersebut. _ Memang baru Liong Tie Siang berhasil,dia bisa menghadapi hawa dingin,namun perlahan2 hawa dingin itu menindih hawa Yang yang dikerahkannya, dan juga hawa dingin mulai menerobos ‘perhatiannya, sehingga berangsur2 tubuh Liong Tie Siang muiai mengigil Semakin lama semakin keras, menggigil ‘Semakin kuat bagaikan dia berada di-tengah ‘danau es yang dingin sekali…. Liong Tie” Siang mengeluh didalam hatinya dia yakin bahwa lawannya ini memang Swat Tocu adanya, yang sangat terkenal itu, yaitu tokoh sakti yang kepandaiannya memang tidak berada dibawah kepandaian kelima jago luar biasa lainnya. Dengan demikian. Liong ‘Tie Siang mati2an mengadakan perlawanan. Memang masih ada terdapat satu jalan yang bisa menyelamatkan dirinya.Yaitu dengan melepaskan ujung angkin’ yang dicekalnya. sehingga dia terlepas dari pengaruh Inti Es-nya Swat ‘Tocu. dan dia bisa menyelamatkan dirinya. Tetapi Liong Tie Siang tidak rela jika harus melepaskan angkinnya itu terjatuh ditangan lawannya. Setelah berpikir sekian lama dan merasakan pertahanan dirinya kian tergempur dan tidak lama lagi jika dia bertahan seperti ini,tentu dirinya akan terluka oleh Inti Esnya Swat Tocu, Liong `Tie Siang jadi nekad dan dia mengeluarkan suara peklkan yang mirip dengan suara pekikan seekor tikus. Kemudian dengan cepat ia menjejakkan kedua kakinya lagi, bukan menerjang kepada lawannya, hanya melompat mundur. Dan sambil melompat mundur itu, dia menarik sekuat tenaga angkinnya, maka karena Swat Tocu bertahan juga dengan cekalan yang kuat. angkin itu yang jadi korban terputuskan ditengah, menjadi dua potong. Yang sepotong dicekal oleh Swat Tocu,sedangkan yang sepotong lagi dicekal oleh Liong Tie Siang. Waktu itu, tampak Liang Tie Siang setelah berhasil melepaskan diri dari libatan tenaga dingin lawannya, dia telah mengatur jalan pernapasannya,dan sisa hawa dingin yang menguasai tubuhnya itu telah lenyap, dia berka ta dengan suara yang tawar: “Swat Tocu, diantara kita tidak terdapat permusuhan, dan juga engkau dengan pihak Mongolia tidak tersangkut paut hubungan dan urusan apapun juga. Malah engkau sebagai seorang tokoh sakti yang hidup dipulau Esmu dan juga sebagai seorang tokoh sakti yang dihormati oleh semua jago2 rimba persilaran, sekarang mengapa engkau memusuhi kami…?. Swat Tocu tertawa. “Aku tidak memusuhi kalian, aku juga tak mau tahu apa yang ingin kalian lakukan, karena aku hanya tahu jika diriku tidak diganggu,akupun tidak akan mengganggu dan tidak mau tahu urusan kalian! Sekarang aku hanya tertarik untuk main2 beberapa ratus jurus dengan kalian, terutama dengan kau!” Mendengar jawaban yang diberikan oleh Swat Tocu, bukan main mendongkolnya Liong Tie Siang. Karena walaupun Swat Tocu mengatakan bahwa dia tidak mau mencari urusan dengannya dan pihak kerajaan Mongolia, namun dilihat dari sikapnya, memang ia tengah mencari urusan dan gara2” …. .. “Baiklah… !” kata Liong Tie Siang kernudian. .Jika memang kau tetap ingin mengadu kepandaian denganku, akupun tidak bisa menolak. Biarlah aku akan mempertaruhkan jiwa tuaku ini, akupun ingin mengetahui berapa hebat sih kepandaian Swat Tocu yang terlalu dipuji2 dan dibesar2kan itu….. Memang Liong Tie Siang merupakan seorang wanita yang tidak mau mengalah menghadapi siapapun.Sejak mudanya dia selalu bersikap keras pada siapapun juga. sekarang dia mau bertekuk lutut bekerja dibawah perintahnya pangeran Ghalik, pangeran yang memiliki kepandaian lebih rendah dari dia, karena pangeran itu memperlakukannya dengan baik dan menghormat. Seperti terjadi dipuncak Hoa-san, Liong Tie Siang tidak mau selangkahpun mengalah pada Yo Ko, malah tanpa kenal takut. dia telah bertempur dengan Yo Ko (baca SIN TIAUW THIAN LAM jilid 4). Maka terlebih lagi sekarang, diwaktu dia telah melatih diri lebih jauh”selama dua puluh tahun dan kepandaiannya telah mengalami banyak kemajuan, Walaupun memang Liong Tie Siang menyadarinya bahwa kepandaian Swat Tocu sangat luar biasa, tokh dia tidak jeri karenanya. Diwaktu itu, Swat Tocu telah tertawa. ,,Itulah yang kuhendaki, yaitu engkau menemaniku main2 untuk beberapa jurus…!” Dan setelah berkata begitu cepat Swat Tocu telah melangkah maju. ` Tampaknya Swat Tocu melangkah dengan tindakan kaki yang perlahan namun tubuhnya tiba dihadapan Liong Tie Siang begitu cepat tahu-tahu dia telah berada dihadapan wanita she Liong tersebut. Tangannya juga digerakkan, didorong kearah Liong ‘Tie Siang, menyerang dengan gerakan seperti main2 dan ayal2an. Tetapi hebat dari cara menyerang seperti itu. Karena memang Swat Tocu telah mempergunakan pukulan Inti Es-nya tingkat pertengahan. Berbeda dengan tadi, dimana ia mengerahkan tenaga Inti Esnya baru dua bagian saja. Dengan begitu, bisa dibayangkan betapa hebatnya hawa dingin yang telah mengurung Liong Tie Siang. Waktu menghadapi Yo Him beberapa waktu yang lalu. Dimana Swat Tocu tiga jurus melakukan penyerangan kepada Yo Him. Diapun mempergunakan lima bagian tenaga dalamnya dari Inti Esnya itu.
Setiap’ kali Yo Him mengelak dan benda2 yang terkena pukulan itu jadi terbungkus oleh lapisan es. Kali inipun tenaga Inti Es yang dipergunakan oleh Swat Tocu sama tingginya seperti waktu menghadapi Yo Him.ketika Liong Tie Siang mengelakkan diri dimana angin pukulan itu menyambar terus dan mengenai seorang jago yang berdiri dibelakang Liong Tie Siang, dia mengeluarkan suara teriakan kaget. kemudian tubuhnya menggigil, lalu diam kaku. Dan tubuhnya telah terbungkus oleh lapisan es! Swat Tocu tertawa keras waktu melihat Liong Tie Siang berhasil meloloskan diri dari serangannya itu. Dia telah mengulangi lagi serangannya. Dalam keadaan seperti ini, tampaknya”,Swat Tocu tidak mau memberikan kesempatan sedikitpun juga kepada Liong Tie Siang, Liong Tie Siang mendongkol bukan main,tetapi dia mendongkol tanpa daya, karena dia harus sibuk mengelakkan diri berulangkali, kalau memang tubuhnya tidak mau sampai terbungkus oleh lapisan salju. Tetapi Liong Tie Siang juga tidak tinggal diam, walaupun dia sibuk mengelakkan diri, beberapa kali dia masih berusaha membalas menyerang dengan tenaga Yangnya. walaupun selalu gagal. Setelah bertempur belasan jurus, Liong Tie Siang jadi mengeluh. Sekarang dia baru mengakuinya, bahwa tidak percuma bahwa Swat ‘Tocu dikenal oleh jago-jago rimba persilatan sebagai tokoh sakti yang kepandaiannya kat anya tidak berada dibawah kepandaian Oey Yok Su be rlima. Kenyataan yang sekarang dihadapinya memang membuktikan bahwa kepandaian yang dimilik! Swat Tocu memang benar2 luar biasa.
Dalam keadaan seperti itu, Liong Tie Siang juga baru menyadari, jika memang mereka meneruskan pertempuran seperti ini sebanyak sepuluh jurus lagi tentu yang rugi adalah dirinya, dimana dia tidak akan sanggup menghadapi Swat Tocu lebih jauh. Maka sambil mengelakan diri dari-serangan Swat Tocu berikutnya, Liong Tie Siang telah memeras otak memikirkan jalan yang sebaikmungkin untuk meloloskan diri. Diwaktu itulah, tampak Swat Tocu telah tertawa nyaring. dengan sikap ayal-ayalan, telah menggerakkan kedua tangannya ,katanya ” Nah…sekarang kau terimalah jurus seranganku`ini.. aku hendaki engkau menjadi boneka nenek-nenek ‘dari es. Benar benar hebat serangan yang kali ini dilancarkan oleh Swat Tocu. _ Karena dari kedua telapak tangannya yang digerakkan dengan berbareng itu telah mengalir hawa yang dingin bukan main. _ Jangankan Liong Tie Siang, sedangkan para jago jago lainnya yang telah berkumpul disekitar” tempat tersebut menggigil keras sekali. Tapi mereka ada yang bercatrukan dan juga muka mereka pucat. Walaupun mereka telah mundur beberapa langkah kebelakang menjauhi diri dari gelanggang, tokh tidak urung mereka kedinginan juga. Begitu juga halnya dengan pangeran Ghalik, tubuhnya sampai menggigil. Walaupun ia menggigil tidak hebat, namun semakin lama tubuhnya semakin menggigil lebih keras, menunjukkan bahwa dia menderita kedinginan yang hebat. Yo Him dan Wang Put Liong yang berada didalam ruangan dibalik pintu berlapis besi itu juga merasakan hembusan angin Yang dingin sekali. Jika Yo Him tidak terpengaruh oleh hawa dingin itu. sebab begitu dia mengerahkan tenaga lwekangnya dia bisa menguasai diri dan telah mengusir hawa dingin tersebut. ‘Tetapi yang hebat adalah Wang Put Liong, walaupun ia terpisah ditempat yang jauh, tokh terkena sambaran angin itu. tubuhnya telah menggigil. Yo Him tersenyum, dia mengulurkan tangan kanan mencekal tangan Wang Put Liong dikêrahkan tenaga dalamnya dia lalu menyalurkan tenaga Yang-nya pada orang she ` Wang ini,maka seketika rasa dingin yang mempengaruhi tubuh Wang Put Liong jadi berkurang dan akhiinya lenyap. Yo Him mengangguk. ..Berbahaya ! Sungguh berbahaya!” mengeluh Wang Put Liong kemudian dengan suara gumaman yang perlahan. ` Yo Him sendiri kagum bukan main terhadap Ilmu Inti Es yang dimiliki oleh Swat Tocu. ..Dia adalah Swat ‘Tocu dari pulau Salju ,kepandaiannya memang tidak berada dibawah Locianpwe Oey Suhu,It Teng Taisu dan Ayahku. wang Put Liong telah mengangguk,,Ya, aku baru melihat pertama kali ini ilmu yang luar biasa ini, mengerikan sekali . . . !” . menyahut orang she Wang tersebut. Yo Him tersenyum. “Tetapi Swat Tocu Sahabatku_ dia tentu .berdiri dipihak kita. . . . !” kata Yo Him. Tetapi yang aneh adalah nenek dan pemuda pendek itu. mengapa mereka bisa membawakan ilmu Ha-mo-kang ada hubungan apa mereka dengan Auwyang Hong Locianpwe?… Wang Put Liong jadi terkejut. “Auwyang Hong?” tanyanya, Yo Him mengangguk. “Ya, ilmu yang tadi mereka pergunakan untuk menghadapi orang2nya pangeran Ghalik adalah Ha-mo-kang, ilmu pukulan kodoknya Auwyang Hong Locianpwe yang sangat terkenal dan tadi wanita tua itu juga telah menyebut’- nyebut bahwa Auwyang Hong Locianpwe ada suaminya,,, yang kuburannya telah dibongkar oleh pangeran Ghalik.Ayahku pernah menceritakan peristiwa dibongkarnya kuburan Auwyang Hong dan Ang Cit Kong Locianpwe. yang telah dibongkar orang yang tidak diketahui siapa …. .. sampai sekarang masih tidak diketahui apa maksud dari pembongkaran kuburan itu dan siapa yang melakukannya. Namun didengar dari perkataan nenek tua itu dengan pangeran Ghalik, tampaknya peristiwa dua puluh tahun yang lalu tentang pembongkaran kuburan Auwyang Hong dan Ang Cit Kong ‘Locianpwe dilakukan pangeran Ghalik. tapi yang aneh lagi, yang kuketahui Wang Kiesu, justeru Auwyang Hong Locianpwe tidak memiliki isteri,Jika nenek itu mengakui dia sebagai isteri Auwyang Hong Locianpwe, apakah pemuda itu adalah puteranya Auwyang Hong Locianpwe?” Sambil menggumam begitu, Yo Him telah mengawasi terus dan memperhatikan keadaan’sinenek dan pemuda bertubuh pendek itu, yaitu Auwyang Phu. Untuk sementara perhatiannya pada pertempuran yang tengah berlangsung antara Liong Tie Siang dengan Swat `Tocu itu telah beralih kepada diri ibu dan anak it u, dimana Yo Him lebih tertarik untuk mengetahui siapa kah adanya wanita tua itu dan Auwyang Phu. Wang Put Liong juga mengawasi kepada Cek Tian dan Auwyang Phu. Sedangkan Liong Tie Siang yang tengah sibuk menghadapi serangan Swat Tocu. Mulai keripuhan sendir.Hatinya mulai goncang dimana dia yakin tidak mungkin bisa lebih lama lagi menghadapi tocu dari Pulau Salju itu. Tetapi sebagai seorang wanita yang memiliki kepandaian tinggi, tentu saja Liong Tie Siang tidak mau menyerah begitu saja. Dia telah mempergunakan seluruh kekuatan tenaga lwekang yang ada padanya. Harus diketahui, jika seseorang mempergunakan seluruh kekuatan tenaga lwekangnya, sepenuh tenaga, malah akan membuat dia terluka didalam. Walaupun pertempuran itu bisa dimenangkannya, tetapi tetap saja setelah pertempuran itu, dimana orang tersebut telah rnempergunakan seluruh kekuatan lwekangnya, tentu akan menderita sakit. Dengan demikian Liong Tie Siang sendiri telah menyadari bahwa dengan mengerahkan seluruh kekuatan lwekangnya ini menghadapi Swat Tocu. Dimana dia malu untuk menyerah dan mundur mengakui kekalahannya dihadapan pangeran Ghalik, bahwa dirinya jika tokh berhasil menghadapi serangan Swat Tocu itu.Kesudahannya dia yang akan jatuh sakit parah atau juga mungkin terluka didalam yang berat. Namun disebabkan memang Liong Tie Siang nekad, dan dia juga mengeluarkan seluruh kekuatan lwekangnya, tanpa memperdulikan akibatnya. Begitulah, tenaga Yang yang dikeluarkan oleh Liong Tie Siang telah berbentur keras dengan hawa dingin yang dikerahkan ol h Swat Tocu. Dengan begitu, tampak tubuh Licng Tie Siang telah ber-goyang2 seperti akan mundur,namun Liong ‘Tie Siang berusaha bertahan terus.Sedangkan Swat Tocu tidak mengalami sesuatu apapun juga, sambil tertawa keras. dia menarik pulang kembali kedua tangannya,kemudian tanpa henti dia telah mendorong lagi,kembali menyerang dengan Pukulan Inti Esnya. Hawa dingin yang lebih kuat telah menerjang Liong Tie Siang dengan hebat. Kali ini Liong Tie Siang tampaknya tidak bisa mempertahankan diri lagi. Dengan mengeluarkan suara perlahan mengandung perasaan kaget, tubuh Liong Tie Siang telah terhuyung dua tindak kebelakang,tergempurlah tenaga dalamnya dan juga perbentengan pertahanan dirinya. Karena diwaktu itu dia telah terserang hebat. Diwaktu bersamaan dengan itu, waktu Liong ‘Tie Siang tengah menghadapi ancaman bahaya maut yang tidak kecil. Telah berlari2 seseorang, diiringi dengan suara bentakannya : ,,Ohh. makluk kurang ajar yang ingin mengacau disini tanpa kenal malu .. biar aku yang menghajar mampus.., !” dan orang itu bukan hanya berlari sambil berteriak tangannya digerakkan, dia memegang pundak Liong Tie Siang ..menahan agar tubuh itu tidak mundur lebih jauh. Malah dari telapak tangannya telah keluarkan kekuatan lwekang yang hebat sekali dimana telah disalurkan masuk kedalam tubuh Liong Tie Siang. Untuk sejenak Liong Tie Siang memperoleh tenaga tambahan’, tenaga lwekangnya yang telah tergempur tadi, bisa disatukan kembali, dau ia jadi bisa berdiri tegak kembali! Malah hawa dingin yang seperti mangurung diri Liong Tie Siang telah lenyap. tidak bisa menguasai cirinya lagi. Dengan buyarnya hawa dingin iti, maka Liong Tie Siang bisa bergerak lebih leluasa. Berulang kali dia mengeluarkan suara erangan itu Untuk
memusatkan tenaganya, dengan tambahan tenaga dari orang yang menempelkan telapak tangannya pada punggungnya, maka Liong Tie Siang menggerakkan kedua tangannya, mendorong kepada Swat Tocu. Swat Tocu tertawa, ia melihat orang yang muncul membantu Liong Tie Siang, sehingga nenek itu tidak terjungkal! adalah seorang mongolia berpakaian sebagai pendeta. Ia tidak mengenal pendeta yang telah berusia cukup lanjut itu. Hanya ia heran juga bahwa kepandaian pendeta itu demikian tinggi. Karena Liong Tie Siang telah rnendorong kearahñya dengan kekuatan yang berlipat dari tenaganya yang semula.Swat Tocu juga mempergunakan tenaga Inti Esnya jauh lebih kuat. ..Aduhhh…..!” teriak Liong ‘lie Siang sambil menggigil keras. Karena Waktu tenaganya bentrok dengan tenaganya Inti Es yang dipergunakan Swat ‘Tocu, ia merasakan tenaganya itu buyar dan tenaganya itu bagaikan lenyap tidak berbekas. Malah tubuhnya seperti dibungkus oleh lapisan es lagi, ia menggigil dengan sekujur tubuhnya terasa nyeri. Pendeta Mongolia yang muncul membantu Liong ‘Tie Siang tidak lain dari Tiat To Hoat Ong. Waktu melihat keadaan Liong Tie Siang seperti itu. Dia pun terkejut, karena walaupun berdiri dibelakang Liong Tie Siang. tokh Tiat To Hoat-Ong merasakan sekujur tubuhnya dingin sekali terkena sambaran pukulan Swat ‘Tocu. Cepat2 pendeta Mongolia itu menyambar tubuh Liong Tie Siang, dia juga melompat kesamping. Sehingga Liong Tie Siang bisa diselamatkan dari pengaruh tenaga dinginnya Swat Tocu. ,,’Toanio, kau beristirahat dulu. biar aku yang menghadapinyan..!” kata Koksu Mongolia tersebut sambil melompat ketengah gelanggang menghadapi Swat t`ocu. Matanya mengawasi bengis, sambil bentaknya garang: ..Siapa kau? Mengapa berani mengacau di istana pangeran?” Swat Tocu tertawa dingin, ia tidak memandang sebelah mata pada pendeta ini, Walaupun dilihatnya Tiat To Hoat-ong memiliki kepandaian yang tinggi. Malah lebih tinggi dari kepandaian Liong ile Siang, tokh Swat Tocu tetap tidak menganggapnya sebagai lawan yang perlu dihadapi dengan sungguh!. Sebagai seoang tokoh sakti, tentu saja Swat Tocu merasa bahwa dirinya yang tertinggi kepandaiannya dikolong langit ini, karena Oey Yok Su, salah seorang dari kelima jago luar biasa didaratan Tionggoan yang pernah bertempur dengannya,tidak berdaya untuk merubuhkanuya, Maka, mana dipandang sebelah mata Tiat To Hoat-ong ini? ”Kemana aku ingin datang, tidak ada seorangpun yang bisa melarangku ingin datang kemari, engkau tidak bisa melarangku, jika memang engkau hendak mengurus diriku, nanti kuberikan kau surat undangan dari Giam Lo Ong. . . . l” suara Swat ‘Tocu dingin sekali. Tiat To Hoat-ong merupakan Koksu negara ia dihormati oleh rakyat dan Kaisar Mongolia, bahkan kepandaiannyapun tinggi luar biasa.Tidak biasanya ia dilayani dengan sikap seperti yang diperlihatkan Swat Tocu. Walaupun telah dilihatnya tadi betapa Swat Tocu membuat Liong ‘Tie Siang jadi kelabakan seperti itu. Namun sama sekali Tiat To Hoat-ong tidak Jeri. Malah dengan gusar ia mengebutkan ujung Jubahnya, dimana kemudian kedua tangannya dirangkapkan, dengan sikap siap menyerang. .Swat Tocu tetap berdiam saja mengawasi sikap Tiat ‘To Hoat-ong, ia merasakan sambaran dan dorongan kuat sekali dari ujung jubah Tiat To Hoat-ong. Namun Swat Tocu hanva dengan memusatkan kuda-kuda kedu a kakinya. lalu balas mendorong `dengan tenaga Inti Esnya. ” Tiat To Hoat-ong jadi terkejut, ia merasakan tubuhnya disambar angin yang dingin sekali, melebihi dinginnya es dan juga tubuhnya seperti terbungkus oleh lapisan es. Tetapi sebagai seorang yang memiliki kepandaian tinggi, disamping itu juga memang telah menguasai ilmu Yoga dengan sempurna, Tiat To Hoat-ong tidak jeri dengan hawa dingin tersebut, ia telah merangkapkan kedua tangannya. Kemudian memusatkan tenaga murni ditantiannya, lalu menggerakkan kedua tangannya itu,dengan demikian tampak ia telah mengeluarkan hawa Yang (panas) yang bukan main. Dua kekuatan yang berlainan sifatnya itu. Yang satu dingin melebihi es, dan yang satunya lagi panas melebihi panasnya api `telah saling bentur. Untuk orang2 yang berkepandaian rendah.Tentu mereka tidak mengetahui hebatnya `bentroken yang terjadi itu. Maka mereka hanya mengetahui bahwa kedua orang itu hanya mengadu kekuatan tenaga dalam. Tetapi Liong Tie Siang dan juga pangeran Ghalik, telah melihat bahwa Koksu negara itu tengah berusaha untuk membendung serangan hawa dingin dari tenaga inti Es yang dilancarkan Swat ‘Tocu. Begitu juga halnya dengan Swat Tocu, yang telah berusaha untuk menindih dan memunahkan tenaga “Yang” yang dikeluarkan oleh Tiat To Hoat-Ong. Kedua orang’ itu masing2 berdiri berhadapan dengan terpisah jarak setombak lebih, mereka mengawasi dengan muka yang terpancar kekerasan dan juga urat2 dimuka mereka mulai tampak. Begitu keadaan menjadi sunyi, keduanya telah bergerak lagi dengan kedua tangan digerakkan, hampir bersamaan dengan bentur an yang terjadi, tubuh mereka juga bergoyang goyang. Yang seorang diselubungi oleh hawa dingin, mukanya memerah,tubuhnya dingin bagaikan darah disekujur tu buhnya menjadi beku.Sedangkan yang seorang lagi, Swat Tocu. Mukanya mulai merah. keringat mengucur keluar deras sekali dari sekujur tubuhnya. Dilihat dari keadaan seperti ini,tampaknya Swat Tocu juga tengah dikuasai hawa “Yang” yang luar biasa panasnya. Tiat To Hoat-ong sama sekali tidak menyangka bahwa Swat Tocu ini merupakan tokoh sakti yang mungkin su dah tidak ada duanya dikolong langit ini.. . l, ‘Tadi mem ang ia’ telah melihatnya bahwa Swat Tocu bukan orang sembarangan, namun sebagai Koksu negara yang memiliki kemuliaan., tentu saja dia harus turun tangan membela pangeran Ghalik. Hanya saja ia tidak menyangkanya bahwa Swat Tocu demikian tangguh, dalam beberapa kali gebrakan dengan saling menggebrakkan tangan,mengadu tenaga dalam yang berlainan sifatnya itu tanpa saling bentur itu, Tiat To Hoat-Ong telah mengetahui bahwa lawannya ini sesungguhnya masih menang setingkat dari dirinya. Tetapi ‘Tiat-To Hoat-ong tentu saja tidak mau menyerah begitu saja,tebih lagi ia memang merupakan seorang Koksu, yang dianggap paling mulia, disamping Kaisar mereka. Walaupun harus mempertaruhkan jiwanya. Tiat To Hoat-Ong tetap melindungi pangeran Ghalik. Setelah merasakan bahwa tenaga Yang nya itu semakin lama semakin tertindih oleh hawa dingin dari lawannya. ‘Tiat ‘To Hoat-ong mengeluarkan suara bentakan nyaring, dimana tubuhnya telah digetarkan dan bulu2 disekujur tubuhnya seperti berdiri tegak, pendeta ini telah mengeluarkan ilmu andalannya. yaitu .oboc”, semacam ilmu yang telah diciptakannya dari intisari Yoga dan intisari Lwekang didaratan Tionggoan ini, dimana sepuluh tahun lebih belakangan ini Tiat To Hoat-ong memang telah merampungkan ilmunya tersebut. Waktu ilmu itu belum rampung benar, Tiat To Hoat ong tidak pernah mempergunakannya. Dan baru kali ini ia ingin mencobanya untuk dipergunakan menghadapi ilmu Swat Tocu. ,,0boc” ternyata merupakan ilmu tenaga dalam yang luar biasa. Karena Tiat T0 Hoat-ong telah berhasil melatih rampung, ia telah mencapai tingkat yang tinggi sekali, dimana ia bisa mempergunakan tenaga murninya sekehendak hatinya. Setiap kali ilmu tersebut digunakan. Bu|u2 disekujur tubuh Tiat To Hoat ong berdiri, dari seluruh pori2 kulitnya menguap semacam kekuatan, dimana munculnya tenaga itu bergelombang. Mula2 perlahan, namun semakin lama semakin menjadi kuat. Yang lebih luar biasa lagi, jika tenaga tersebut memperoleh perlawanan, semakin kuat tenaga lawan,semakin kuat daya tolaknya,semakin lunak serangan lawannya. semakin ketat pula libatan tenaga dalam Tiat To Hoat-Ong. Dengan begllu, baik lawan yang berkepandaian tidak begitu tinggi atau memang lawan yang memiliki kepandaian yang tinggi sekali, jika telah terkena serangan itu..niscaya akan mengalami suatu bencana yang tidak kecil. Kini Tiat To Hoat ong memang bermaksud mencoba ilmunya itu. Yang memang sebelumnya tidak pernah dipergunakan. Dengan tubuh menggigil. la telah menggerakkan per-lahan2 kedua tangannya. Soboc memang hebat, karena tidak lama kemudian hawa dingin yang mempengaruhi tubuh pendeta itu ber-angsur2 telah berkurang. Swat Tocu sendiri terkejut. Berulangkali ia mengem pos semangat dan tenaganya untuk mengirim tenaga Inti Es nya. Na mun setiap kali pula tenaganya itu seperti terbendung oleh suatu kekuatan. Dan akhirnya lenyap tidak berbekas, sama sekali tidak memberikan hasil, kepada lawannya yang seorang itu tenaga Inti Es-nya seperti tidak memiliki keampuhan lagi. Diam2 Swat Tocu kaget bukan main. Ia penasaran. Karena sejak ia telah melatih Sempurna tenaga Inti Es-nya itu. Tidak pernah ada yang sanggup menghadapi nya. Terlebih lagi jika ia telah mempergunakan sampai tingkat kedelapan. Namun sejauh itu Swat Tocu mema ng tidak mempergunakan sampai ketingkat delapan
begitu juga sekarang, dikala ia menghadapi Tiat To Hoat ong. baru mempergunakannya sampai tingkat keenam. Namun melihat tenaga lnti Esnya itu tidak berpengaruh apa2 terhadap Tiat To Hoat-ong . Swat Tocu menambah lagi kekuatan Inti Esnya itu. Dimana ia telah mempergunakan kekuatan tingkat ketujuh. Maka hawa dingin yang mengurung Tiat To Hoat-eng semakin dingin dan lapisan es yang seperti akan membungkus tubuh Tiat To Hoat-ong semakin tebal juga. Namun Tiat To Hoat-ong dengan ilmu Soboc-nya itu juga telah mengerahkan kekuatan murninya, dimana ia menggetarkan “tubuhnya semakin cepat juga,dan di saat itu tampak Tiat To Heat-Ong tengah berusaha mem uyarkan seluruh pengaruh hawa dingin yang menerjang dirinya. Jika memang ia berhasil memunahkan hawa dingin itu, dan juga berhasil membendung kekuatan tenaga Inti Es yang dipergunakan Swat Tocu,” berarti ia akan dapat segera membalas menyerang dengan ilmunya kepada Tocu pulau salju itu. Dengan semakin cepat dan kerasnya tubuh Tiat To Hoat-Ong yang menggigil itu, dan juga bulu2 disekujur tubuhnya yang semakin tegak berdiri dengan pori-pori kulit yang semakin besar terbuka. Telah menyebabkan hawa yang muncul menguap dari tubuhnya itu semakin tebal, daya pertahanannya semakin kuat, sehingga hawa dingin dari Swat Tocu tidak bisa mendekatinya walaupun Swat ‘Tocu telah mempergunakan ilmunya itu sampai tingkat ketujuh!. Yo Him dan Wang Put Liong yang tengah menyaksikan jalannya pertempuran itu dari tempat’ persembunyian mereka, memandang kagum.Itulah suatu pertempuran yang jarang sekali terjadi didalam Kangouw. Begitu juga Cek Tian dan Auwyang Phu.Dimana ibu dan anak ini mengawasi takjub dan kagum. Cek Tian dan Auwyang Phu memang telah melatih ilmu warisan Auwyang Hong. Seperti diketahui bahwa Auwyang Hong adalah salah seorang dari kelima jago luar biasa juga. Dengan diwarisinya kepandaian tersebut, yang tertulis seluruh kepandaiannya dikitab yang telah diberikan kepada Cek Tian, berarti Cek ‘Tian maupun puteranya itu telah melatih dengan baik. Hanya saja, yang kurang buat Auwyang Phu adalah latihan dan pengalaman. Dan bagi Cek Tian. dia memang telah berusia cukup lanjut pula ia seorang wanita. Waktu Auwyang Hong menciptakan ilmunya itu untuk dipergunakan oleh laki2, maka tidak sesuai dipergunakan oleh wanita. Itulah sebabnya Cek Tian tidak bisa melatih diri lagi dengan sempurna. Pangeran Ghalik yang memiliki kepandain yang tidak rendah. walaupun tidalr setinggi kepandaian Tiat To Hoat-ong. Namun dia merniliki kepandaian yang tidak sembarangan. ia juga memiliki pengetahuan yang luas, pengalaman yang cukup, melihat jalannya pertempuran seperti itu. Ia jadi kagum bukan main. Diam2 dihatinya berpikir; ..Orang aneh itu yang menjadi lawan Koksu itu memang benar2 hebat. Kepandaiannya itu jarang sekali terdapat didalam rimba perailatan. Jika saja dia bisa kutarik kedalam tanganku. Dia dapat diberikan kedudukan sebagai wakil atau pun sebagai pemimpin dari seluruh jago2 yang bekerja dibawah perintahku ” Berpikir seperti itu, Pangeran Ghalik telah mengawasi jalannya pertempuran yang luar biasa itu dengan sikap ber-sungguh2. Namun hati kecilnya terus juga berpikir : .,Memang belakangan! ini kulihat ada gejala kurang baik pada Koksu.Sikapnya padaku tidak seperti beberapa waktu yang lalu. Walaupun dia selalu bersikap manis, namun dibalik sikapnya yang manis itu lewat sinar matanya, tampak jelas dia seperti juga membenciku.. … Malah menurut laporan terakhir dari orang` kepercayaanku. bahwa Koksu kemungkinan tengah menghimpun jago2 dibawah kekuasaannya untuk melakukan sesuatu. Yang jelas dia ingin menindih pengaruhku!” Karena berpikir begitu, maka_ pargeran Ghalik telah mengawasi Koksu Tiat `To Hoat-ong yang tengah memusatkan seluruh kekuatan tenaga ‘ “Soboab” nya untuk membendung hawa dingin lawannya dimana Swat Tocu memang tengah mengerahkan tenaga Inti Esnya tersebut pada tingkat ketujuh. Tubuh Tiat To Hoat-ong tergetar cukup keras, karena disamping dia mengerahkan tenaga, lagi pula dia pun menerima gempuran yang hebat mengandung hawa dingin yang luar biasa. Jika memang Swat ‘Tocu hanya menyerang dengan gempuran tenaga biasa’ tentu Tiat To Hoat-ong akan dapat menghadapi dengan mudah mempergunakan “S o b o c”-nya ini, tetapi justeru dibalik kekuatan tenaga dalam setiap gempuran Swat Tocu, mengandung hawa dingin yang melebihi dinginnya es, sehingga tubuh Tiat To Hoat Ong seperti juga akan dibungkus oleh lapisan es, yang tidak tampak sangat namun dingin sekali. Swat Tocu juga tampaknya penasaran bukan main,berulang kali tangannya itu telah diulurkannya, dia berulangkali mengempos hawa dingin untuk membungkus tubuh ‘Tiat To Hoat-ong,agar Koksu negara ini tidak bisa untuk memberikan perlawanan lebih lanjut. Namun yang membuat Swat Tocu memperoleh kesulitan tidak kecil. Justru dari sekujur tubuh ‘Tiat To Hoat ong telah menguap semacam uap tipis yang membuyarkan setiap hawa dingin yang menyelubungi sekujur tubuhnya, dimana hawa dingin yang dikirim Swat Tocu lewat pukulan pukulannya itu seperti telah buyar sendirinya. Pangeran Ghalik waktu itu masih berpikir lebih jauh:” Beberapa orang-orangku telah berhasil menyelidiki juga , bahwa Koksu berusaha untuk merebut kedudukanku dan mengambil alih Pengaruhku. Telah ada beberapa ja go “ dibawah perintahku yang telah di pengaruhinya Dia memang liehay dan memiliki kepandaian yang sempurna, dia merupakan saingan yang be rat jika memang dia memiliki maksud2 yang tidak baik. Disamping aku harus hati2 mengawasinya dengan ketat, akupun harus berusaha menyelidiki terus-apa yang dilakukan oleh Koksu akhir-2 ini, karena belakangan ini. Dia jarang hadir dalam rapat2 yang kuadakan, dimana dia sering tidak berada diistana, dan telah pergi kesuatu tempat yang tidak ingin disebut tempatnya!”. Dan setelah berpikir begitu, tanpa dikehendaki pangeran Ghalikn telah menghela napas berulang kali. Tetapi perhatiannya terhadap pertempuran yang tengah berlangsung dengan hebat antara Swat “Tocu dan Tiat ‘To Hoat-ong tetap tercurahkan dengan baik. Dan diapun merasakan me-nyambar2nya hawa dingin yang terpancarkan dari setiap pukulan yang dilakukan oleh Swat Tocu pada Tiat To Hoat-ong. Sehingga sipangeran tersebut harus mundur menjauhi diri dari kalangan tiga tindak…” Tiat To Hoat-ong sendiri heran bercampur kaget.Heran karena dia tidak menyangka ada ilmu seperti itu, yang demikian luar biasa, ..memiliki hawa yang demikian dingin menggigilkan tubuh. Waklu dia mulai melatih “Soboc”nya, hal itu tidak pernah terpikirkan olehnya. Dia memang melatih tenaga lwekangnya yang bisa dipergunakan dengn leluasa, yaitu jika lawannya menyerang keras,maka perlawanan dari tenaga latihan ‘Soboc’-nya akan menolak lebih kuat dan keras. Jika lawan menyerang mempergunakan cara yang lunak, perlawanan itu akan melibat dengan lunak pula. sehingga tenaga lawan bisa dilibatkan dan dibalikkan untuk menghantam lawanitu sendiri. Namun sama sekali Tiat To Hoat Ong tidak menyangka bahwa ‘sekarang ada orang yang bisa menyerang dengan begitu kuat, disamping dalam tenaga gempurannya itu terkandung hawa yang demikian dingin, yang melebihi dinginnya es….! Memang tenaga pukulan lawannya bisa dihadapinya, ditolaknya, namun hawa dingin itu yang seperti juga ingin membungkus tubuhnya. tidak bisa dilenyapkan oleh Tiat ‘To Hoat-Ong, karena hanya hawa panas yang menguap dari sekujur tubuhnya. Lewat tenaga latihan ‘Soboc’ nya, maka hawa dingin itu bisa dibuyarkan. ltu hanya Untuk sedikit., Kemudian hawa dingin itu mengurung tubuhnya lagi. Buyar lagi. dan datang lagi. Begitu seterusnya . Tentu saja telah membuat Tiat To Hoat ong harus memutar otak mencari jalan untuk dapat menghadapi ilmu ‘yang aneh seperti itu. Sedangkan Swat Tocu sendiri semakin lama semakin penasaran. Semakin cepat dia menggerakkan kedua tangannya semakin hebat hawa dingin yang berhamburan menerjang ketubuh ‘Tiat To Hoat-ong. Dimana tampak Swat Tocu berusaha untuk membungkus sekujur tubuh Tiat To Hoat ong dengan pengaruh hawa dinginnya itu. Memang Swat Tocu juga ‘merasakan betapa uap tubuh Tiat To Hoat Ong sering menolak padanya tenaga yang kuat sekali, mengenmbalikan tenaga gempurannya. Dengan demikian Swat Tocu juga kagum untuk kekuatan tenaga dalam yang dimiliki Koksu negara tersebut. Namun sebagai tokoh sakti yang memikili ilmu yang luar biasa. yang seumurnya belum pernah bertemu tandingan, Swat Tocu mana mau menerima keadaan seperti ini begitu saja? Setelah gagal beberapa dengan serangannya. Swat Tocu merubah cara menyerangnya, ‘Sekarang sambil menggerakkan terus kedua tangannya yang silih berganti menyerang
kepada ‘Tiat Yo Heat-Ong, juga kedua kakinya telah melangkah menghampirinya, jarak mereka terpisah semakin dekat. Tiat To Heat-ang mengkerutkan alisnya. “Manusia aneh, ini memiliki ilmu yang hebat luar blasa’ siapakah dia? Tampaknya dia telah menguasai pusat inti bumi’ yang bisa dilatihnya dan bisa menyalurkan hawa yang demikian dingin,… aku harus berusaha merubuhkannya dengan segera, ‘karena jika tidak, sekali saja dia bisa menguasai diriku, dimana tubuhku terkurung Oleh hawa dinginnya. Peredaran darahku membeku, sehingga tidak leluasa aku menggerakkan kedua tangan dan sepasang kakiku ini ,dia segera bisa mencelakaiku”.Mereka tampaknya bertempur dengan seru tapi hati mereka berpikir terus berusaha untuk mencari jalan guna merubuhkan lawan masing-masing, pikiran mereka pun bekerja terus. Sedangkan mata mereka telah memandang dengan sorot yang bengis dan mereka telah bertekad untuk menyelamatkan jiwa masing2 .Dalam pertempuran ini, bukan lagi dipersoalkan kalah atau menangnya, karena justeru dengan terjadinya pertempuran antara dua orang tokoh yang memiliki kepandaian yang begitu hebat dengan sendirinya sekali saja mereka lengah dan dapat termakan oleh lawan. jelas mereka akan tercelakai. ! Waktu itu, Swat Tocu telah beberapa kali melangkah maju mendekati Tiat To Hoat ong, jarak pisah mereka semakin dekat juga, mereka telah berhadapan tidak lebih terpisah dari setombak. Wang Put Liong telah berbisik dipinggir telinga Yo Him. Katanya: ,,’Tiat To Hoat-ong merupakan Koksu negara dari Mongolia, dia seorang luar biasa. kepandaiannya juga terlalu dahsyat….Sedangkan lawannya itupun bukan lawan yang ringan,maka jika memang mereka bertempur dengan cara seperti itu,tentu akan membuat mereka celaka bersama2. Yo Him mengangguk. ,.Ya, Swat Tocu seorang tokoh yang memiliki kepandaian luar biasa juga. ‘Tetapi tampaknya, mereka akan segera menghentikan pertempuran karena keduanya rupanya berimbang jika tidak ada salah seorang yang terluka tentu mereka akan menghentikan pertempuran itu dengan segera,jika tidak mereka akan terlibat dalam pertempuran yang tak berkesudahan Selama berhari-hari, itu bisa mencelakai diri mereka masing-masing. Dimana tenaga lwekang mereka akan punah sebagian!” Wang Put Liong menghela napas. `.,Jika melihat kedua orang itu, segera aku menyadari bahwa kepandaian yang kumiliki sesungguhnya tidak memiliki apa-apa…” dengan demikian, berarti untuk dapat malang melintang dalam kalangan kangouw, memang tidak pantas untukku. Hai, aku telah dua puluh tahun lebih berlatih diri namun kepandaian yang kami miliki tidak Seujung kuku kedua orang itu “setelah berkata begitu. Muka Wang Put Liono jadi guram. ` Yo Him tertawa. ”Mereka merupakan tokoh2 yang hebat. sedangkan aku sendiri belum tentu bisa menghadapi mereka, Cianpwe !” kata Yo Him. “Kepandaian mereka mungkin berimbang dengan kepandaian ayah ibu…. Wang Put Liong menghela napas lagi’ ‘ “Ya. jika saja sekarang ini ada Yo ‘tayhiap tentu mereka bisa dipisahkan.. aku perlu diselamatkan keluar dan tempat ini….-” Yo Him tersenyum. “Walaupun ayah tidak mau mencampuri lagi urusan dalam dunia persilatan. Tetapi aku sebagai anaknya tentu tidak akan membiarkan cianpwe terlama2 disini…! Jangan kuatir, walaupun pangeran Ghalik memiliki banyak pahlawan pahlaiwannya yang gagah, nanti aku menolongmu keluar dari tempat ini!” Wang Put Liang tersenyum pahit, katanya. ..Sesungguhnya aku tidak memikirkan perihal keselamatan diriku, hanya yang membuatku jadi tidak tenang adalah tempat penyimpanan harta karun ini, ..jika sampai terjatuh kedalam tangan pangeran Ghalik, maka sia2 belaka usahaku, selama ini. .!” Beberapa kali Wang Put Liong menghela napas lagi, wajahnya Waktu itu Yo Him ingin menghiburnya lagi, tetapi dia dikejutkan oleh suara teriakan Tiat To Hoat ong diluar ruangan, dimana tampak Tiat To Hoat- ong sambil memutar kedua tangannya itu berulang kali untuk mendesak Swat Tocu, dia telah mengeluarkan pekik yang mengguntur. Hebat cara dia menyerang, demikian dahsyat cara dia mendesak, sehingga tenaga gempuran yang disalurkan oleh Swat Tocu bagaikan terbentur dengan lapisan dinding yang tebal sekali, dan berbalik malah menghantam Swat Tocu sendiri!”. Pemilik pulau Es itu tidak berdiam diri saja, dia telah mengeluarkan suara tertawa ber gelak2 yang nyaring kemudian katanya: “Memang hebat sekali kepandaian lawanku ini…” sungguh menggembirakan! Sungguh menggembirakan ” dan sambil berkata begitu, tampak Swat Tocu telah mengempos semangatnya, dia telah menerjang lagi dengan kedua tangan dimajukan lurus kedada lawannya disamping itu tenaga gempuran yang dipergunakannya semakin hebat. ‘Tiat ‘To Heat-Ong juga mengempos semangatnya. Kedua jago yang memiliki kepandaian begitu luarbiasa, telah berhadapan dengan tubuh menggigil. Jika Tiat To Hoat-ong mulai dikuasai oleh hawa dingin yang membuatnya menggigil. Namun muka dan tubuhnya basah oleh butir2 keringat akibat pengerahan hawa tenaga murni ,,Soboc”nya, maka waktu itu Swai Tocu juga ter-huyung2 dengan tubuh bergoyang2 se akan2 ingin jatuh. Tapi kedua kakinya tidak berobah kedudukan, dimana dia tetap berada ditempatnya. Dengan demikian, kedua orang ini memang tengah saling memusatkan seluruh kekuatan mereka yang terhebat,berusaha untuk saling menindih lawannya. Dalam keadaan tegang seperti itu, dimana dua orang tokoh sakti tengah mengadu kekuatan untuk mempertaruhkan mati hidupnya jiwa mereka,dari dalam ruangan terdengar suara seruan tertahan seorang gadis. Kemudian tampak berlari keluar seorang gadis berusia tujuh atau delapan belas tahun, dimana gerakan tubuhnyanya gesit sekali, dan dia telah melangkah mendekati pangeran Ghalik. Dia pun telah memanggil: ,,Ayah . . .!” Pangeran Ghalik telah menoleh dan tersenyum, katanya: ..Kau Sasana? Pergilah kau masuk kembali,disini ada orang jahat… nanti jika urusan telah selesai, aku akan segera menemuimu..! Tetapi gadis cantik jelita itu, seorang gadis Mongolia, yang ternyata merupakan puteri dari pangeran Ghalik, yang bernama Sasana itu telah tersenyum dengan manis. ,.Tidak ayah!” katanya menggeleng perlahan. ..Justeru aku ingin menyaksikan keramaian! Jika memang ayah memaksa aku masuk keistana, maka biarlah untuk selanjutnya aku tidak mau makan dan minum….!”
Ayah itu kewalahan, dia memang sangat memanjakan puterinya tersebut yang merupakan Puteri tunggalnya, jadi terlalu manja. Akhirnya pangeran Ghalik telah mengangguk….Baiklah, tetapi jika memang keadnan tidak mengijinkan. Engkau harus meninggalkan tempat ini, Sebab bisa membahayakan dirimu” katanya. Sasana mengangguk. ,,Ayahku Seorang pahlawan raja, memiliki pengaruh dan kekuasaan besar. Juga gagah perkasa! Siapa yang berani menghina aku ?-, menyahuti puteri itu dengan manja dan memperlihatkan sikap jenaka dengan meleletkan lidahnya. Pangeran Ghalik tersenyum, dia menarik tangan puterinya agar berdiri disampingnya. Kemudian ayah dan gadisnya itu telah menyaksikan lebih lanjut pertempuran yang tengah berangsung antara Swat Tocu dengan ‘Tiat To-Hoat-ong. Sedangkan Auwyang Phu waktu melihat munculnya gadis itu, telah memandang dengan mata tidak berkedip. Memang baru pertama Kali ini dia telah melihat gadis secantik itu dimana selain pakaiannya yang reboh, juga demikian cantik jelita.Matanya yang gemerlapan, bagaikan kerlap kerlipnya bintang2 dilangit, sikapnya yang manja dan luwes itu. disamping dengan kejelitaannya yang memukau benar2 merupakan seorang gadis yang sempurna kecantikannya. Lama dia memandang kearah gadis itu, sampai suatu kali Sasana telah menoleh kepadanya. dan telah tersenyum pada pemuda bertubuh pendek kecil itu ! Hati Auwyang Phu tergoncang keras, .mukanya merah, dia juga balas tersenyum, namun segera membuang pandang kearah pertempuran ditengah gelanggang. Jantungnya berdegup keras Sekali. Ibunya Cek Tian ,telah melihat sikap putranya.Ia menarik lengan baju anaknya itu, bisiknya’. “Dia puteri musuh besar kita, matamu jangan jelalatan seperti itu !” Auwyang Phu hanya mengiyakan dengan pipinya yang berobah merah lagi, dia jengah ibunya mengetahui lagaknya tadi. Waktu itu Tiat To Hoat-ong telah mengeluarkan suara bentakan lagi, tangan silih berganti menguber kearah depannya, pada Swat Tocu. Setiap kali dia menggerakkan salah satu tangannya, yang digerakkan perlahan dan lambat sekali
Lambat Sekali bagaikan tangannya itu berat bukan main, kedua kaki Tiat To Hoat-Ong telah melesak beberapa dim dilantai. Dan lantai yang,terdiri dari batu hijau itu telah hancur, Kemudian kaki itu semakin melesak kedalam. Setiap kali Tiat To Hoat-ong menggerakkan kedua tangannya setiap kali itu pula. kedua kakinya melesak semakin dalam sampai akhirnya telah melesak sebatas betisnya . Swat Tocu waktu itu keadaannya tidak separah Tiat To Hoat-ong Namun diapun tidak kurang berbahayanya. karena dirinya seperti juga terancam oleh kekuatan lwekangnya Tiat To Hoat ong .Setiap kali jika ia memang lengah . Tentu dirinya akan terluka parah.Serangan hawa dingin yang terpancar dari setiap pukulannya itu seperti juga sudah tidak memiliki pengaruh apa2 untuk Tiat To Hoat-ang lagi, sekujur tubuh Tiat To Hoat-Ong bagaikan telah terlindung dan terlapis oleh kekuatan Sobocnya yang menguap hawa panas yang semakin tebal juga. Tetapi Swat Tocu tidak mau menerima keadaan seperti itu. Karena dia penasaran bukan main. Beberapa kali dia telah mengempos semangatnya .Walaupun memang terlihat dia menang dalam satu tingkat itu dari Tiat ‘To Hoat ong, namun sulit sekali baginya untuk dapat merubuhkan Koksu negara itu dalam waktu yang singkat sekali. Sedangkan Tiat To Hoat-Ong sendiri memang telah menyadari, tidak mungkin dia bisa merubuhkan lawannya, namun diapun tidak mungkin bisa dirubuhkan lawannya. Yang jelas dan pasti. jika memang mereka bertempur terus menerus seperti itu tentu akan menyebabkan mereka terluka didalam, sama2 bisa bercelaka.Kemungkinan ‘besar merekapun akan binasa bersama sama. Yo Him yang menyaksikan jalannya pertempuran seperti itu berpikir : ..Alangkah sayangnya jika kedua orang itu sampai terluka…..mereka merupakan dua orang tokoh rimba persilatan yang memiliki kepandaian yang luar biasa, tentunya dilatih dan diperoleh tidak dengan mudah….alangkah sayangnya jika sampai mereka berdua tercelaka …. Sedang Yo Him berpikir seperti itu, tiba2 mata pemuda itu jadi terpentang lebar2, karena waktu itu dilihatnya muka Tiat To Host-Ong bengis bukan main, mimik mukanya keras sekali, yang heran, kedua kakinya biarpun terendam dalam tanah, tokh tubuhnya itu telah bergoyang goyang, sebentar kedepan sebentar kebela kang, dengan demikian dia seperti juga orang yang akan rubuh kedepan atau kejengkang kebelakang .Sedangkan tubuh Swat tocu tetap berdiam dari ditempatnya. namun mukanya sebentar merah, sebentar hijau, sebentar kuning pucat.. , Kedua orang itu benar2 tengah menghadapi detik2 yang menentukan dalam pertempuran itu. Semua orang orang hadir ditempat itu jadi memandang dengan tegang. Sedangkan Swat Tocu dan Tiat To Hoat ong masing2 mengerahkan seluruh kekuatan yang ada pada mereka, untuk mengatasi keadaan yang demikian membahayakan jiwa masing masing. . . . Dalam kesunyian seperti itu, tiba2 berkelebat sesosok bayangan hijau, gerakannya begitu ringan dan cepat sekali. Disusul dengan teriakan kaget pangeran Ghalik. “Sasana…,!” Rupanya diwaktu Tiat To Hoat Ong dan Swat Tocu dalam keadaan terancam seperti itu dimana keduanya terlibat dalam pertempuran yang menentukan. Dengan secara tiba2 Sasana telah melompat dengan gesit sekal i. Gerakannya begitu ringan yang tahu-tahu telah melo mpat ketengah gelanggang. Tentu saja perbuatan Sasana membuat pangeran Ghalik jadi terkejut bukan mati. Dia berkuatir sekali. Untuk mencegah perbuatan putrinya yang selalu dimanjakan itu, sudah tidak keburu lagi. Jika memang Sasana menyelak ditengah-tengah kedua orang yang tengah saling mengadu kekuatan untuk mati dan hidup HU, tentu tubuh Sasana akan hancur tergempur dua kekuatan tenaga raksasa……! Tetapi apa yang dikuatirkan oleh pangeran Galik tern yata berlebihan. Sebab waktu itu,Sasana yang tiba dipi nggiran Tiat To Hoat-ong dan Swat Tncu, .tidak berdiam diri. Dia memang menyelak ditengah, namun kedua tangannya digerakan cepat sekali. ‘Tanga kirinya diulurkan untuk menyampok tangan Tiat To Hoat Ong. Sedangkan tangan kanannya telah mengebut perlahan tangan Swat Tocu. Gerakan yang didilakukannya seperti juga tidak mempergunakan tenaga. Kedua jago yang tengah mengadu ilmu itu telah letih sekali. Walaupun mereka bertempur belum setengah harian, namun mempergunakan kekuatan tenaga mereka itu yang berlebihan, sebab merekapun memang menemukan tandingan yang setimpal, dengan kepandaian yang sama2 tinggi dari sempurna. Hebat, kesudahan dari dorongan kedua tangan Sasana. karena tubuh Swat ‘Tocu telah terdorong melangkah mundur satu tindak kebelakang dan Tiat To Hoat ong terdorong dengan tubuh seperti ,akan terjengkang. Karena kedua kakinya telah ‘tertancap kedalam bumi, dengan sendirinya, hanya tubuhnya itu ‘saja yang seperti ingin kejengkang. Kemudian, Sasana telah melompat menjauh dua tindak, sambil berkata:…Hentik an…!! Swat Tocu dan Tiat To Hoat Ong yang terpisah dari libatan kekuatan tenaga masing2,telah berdiri tertegun sejenak Apa yang dilakukan oleh Sasana sesungguhnya berbahaya, dia meminjam kekuatan kedua tenaga dalam dari kedua orang yang tengah bertarung, dengan Cara “setail melontarkan seribu kati” sehingga dengan Cara yang tepat.Walaupun dengan tenaga yang tidak begitu besar sigadis bisa memisahkan kedua tokoh persilatan yang lihay itu., jika memang harus menghadapi salah seorang dari kedua jago itu Sasana tidak akan sanggup, karena kepandaiannya masih berada ditingkat bawah terpaut jauh sekali. Semula mereka menduga orang yang menyelaj diantara mereka. untuk melepaskan mereka dari libatan dua kekuatan yang tengah saling bentur itu adalah seorang tokoh persilatan yang telih lanjut usia tetapi kenyataannya .Seorang wanita yang demikian cantik jelita, juga masih berusia muda sekali. Dan yang paling terkejut adalah Tiat To Hoat-ong. segera saja ia mengenali orang yang telah memisah dia dengan Swat Tocu adalah puteri dari pangeran Ghalik. ‘ Sama sekali dia tidak menduga bahwa Sasana memiliki kepandaian yang hebat! Semua orang juga jadi berdiri bengong mengawasi gadis itu. Demikian halnya juga dengan pangeran Ghalik. Semula dia kuatirkan keselamatan puterinya itu, tetapi setelah melihat apa yang terjadi dia jadi lebih kaget dan bercampur girang, karena kaget mengetahui puterinya itu memiliki kepandaian yang demikian hebat. sedemikian girang. Dia sama sekali tidak pernah mengetahui bahwa puterinya itu sesungguhnya merupakan salah seorang pandai yang memiliki kepandaian siiat jauh diatasnya? Jangankan untuk memisahkan Tiat To Hoat-ong dengan Swat ‘Tocu yang tengah terlibat dalam suatu pertempuran yang seru dan menentukan itu, sedangkan untuk ikut maju ketengah gelanggeng saja, berdiri didekat kedua orang itu mungkin pangeran Ghalik sudah tidak sanggup! Tetapi puterinya itu… . Sasana justeru telah berhasil memisahkan kedua orang yang memiliki kepandaian yang luar biasa tingginya itu dengan hanya satu gerakan! Setelah tersadar dari bengongnya, pangeran Ghalik telah berlari memburu kepada Sasana. tegurnya: ..Sasana kau membuat aku hampir mati kaget’!” _ Tetapi Sasana yang cantik jelita itu telah tersenyum manis. ..Ayah, sudah ku katakan, kau tak perlu berkuatir atas diriku .. . . aku sudah besar ayah!.
AKU bisa jaga diri baik2!” kata Sasana. ,.Tapi…, kepandaianmu itu… siapa yang telah rrewarisinya? Siapa gurumu?” tanya pangeran Ghalik. ‘ Sasana tersenyum’. ”Tidak ada orang yang mengajari, akupun tidak memiliki kepandaian apa2, ayah!” menyahuti Sasana sambil tertawa lebar, sehingga terlihat jelas betapa barisan giginya yang putih berkilauan itu. ‘Tiat To Hoat-ong telah menghapus keringat dikening dan mukanya. lalu dia membungkukkan sedikit tubuhnya. Sambil tangan kanannya diletakkan didada. katanya: “Terima kasih atas pertolongan Kuncu (puteri)! Hebat sekali tenaga lwekangmu itu, hampir saja aku tidak sanggup menerima tolakan tanganmu itu!” Sasana tersenyum. “Koksu, itu hanya kebetulan saja. kau telah letih, maka mudah saja aku mendorong untuk memisahkan kalian, bukan?” menyahuti Sasana.
Sedangkan Swat Tocu berbeda dengan Tiat To Hoat ong!. Dia gusar sekali. penasaran bukan main.Dialah Seorang tokoh yang memiliki kepandaian luar biasa. Tak sembarang orang menerima tangannya dan serangannya. Tetapi kêtika diwaktu dia tengah memusatkan kekuatan hebat untuk menindih Tiat To Hoat-ong. Si gadis Yang muda usia itu, didengarnya telah dipanggilnya ole h Tiat To Hoat Ong.Sebagai Kuncu (Puteri). .dengan sekali gerakan tangannya berhasil mendorongnya sampai mundur satu langkah kebelakang,kuda2 kedua kakinya juga tergempur. Inilah pengalaman pertama yang pernah dialaminya. ..Siapa kau ?” tanyanya bengis. ..Atau kau memang ingin menggantikan orang Mongolia Si gundul itu untuk berurusan denganku ?” Sasana tersenyum manis. ‘ “Maaf, maaf paman !” katanya cepat dengan sikap yang jenaka. ..Jangan paman marah !’ Aku hanya ingin memisahkan kalian saja! Mana berani aku bersikap kurang ajar padamu ? . . Swat Tocu mengetahui jika memang dia tadi bisa mengerahkan tenaganya seperminuman teh lagi kemungkinan besar dia bisa merubuhkan Tiat To Hoat ong . Karena dia merasakan tenaga dalam Koksu itu telah terguncang tidak karuan, daya lawan dan daya bendungnya tidak sekuat semula. Dalam keadaan seperti itu Tiat To Hoat-ong memang telah jatuh dibawah angin. Tapi siapa sangka, gadis ini telah memisahkan mereka. Dengan demikian, jelas sigadis bukan memisahkan mereka, hanya sengaja menolongi `Tiat ‘To Hoat-ong, rupanya Sasana juga mengetahui, jika pertempuran itu berlangsung beberapa saat lagi lamanya. Tentu Tiat ‘To Hoat ong akan bercelaka… ‘ Swat ‘Tocu mendengus dingin. Dia merupakan golongan tua, tidak bisa dia turun tangan terhadap gadis muda jelita itu yang termasuk golongan muda. Namun hatinya mendongkol dan penasaran sekali, maka dia menggerakkan tangan kanannya. plakk” batu gunung yang ada disampingnya telah ditamparnya semplak besar sekali, meluruk jadi abu! Itulah tamparan yang mengandung tenaga yang luar biasa kuatnya. “Hem, beritahukan siapa gurumu?” kata Swat Tocu dingin. Suruh dia keluar untuk bertemu denganku!” Karena melihat gadis ini memiliki lwekang yang luar biasa, jelas gurunya itu seorang liehay yang memiliki kepandaian sangat tinggi sekali.
Sasana telah bersenyum. “Maafkan aku telah berlaku kurang hormat, guruku itu jarang sekali muncul dalam Kangouw, maka itu jarang sekali orang mengetahui namanya dan diapun tidak ingin namanya disebut-sebut..” maafkan!” dan Sasana te lah merangkapkan sepasang tangannya, dia telah menjura memberi hormat. Sedangkan Swat Tocu telah mengawasi dengan mata mencilak, tahu2 dia mengebut dengan tangan kanannya. Dari mana muncul angin yang menerjang kuat sekali kepada Sasana. Sasana menundukkan tubuhnya sedikit,yang membung kuk kedepan ,maka lewatlah serangan Swat Tocu. Dia hanya merasakan hawa dingin yang mempengaruhi pu nggungnya, ‘tetapi itu tidak lama, kemudian lenyap. ”Hebat kepandaianmu, usiamu masih muda namun engkau bisa memunahkan serangan itu dengan mudah ! Baiklah, suatu saat kelak, aku ingin sekali berkenalan dengan gurumu itu..!” Setelah berkata begitu, dengan masih mendongkol, Swat Tocu telah bersiul nyaring. Dari luar istana yang mirip perbentengan itu telah terdengar s uara mengerang aneh sekali, kemudian berkelebat sesosok bayangan putih. yang melompat masuk. Ternyata itulah seekor beruang. yang tak lain dari beruang salju peliharaan Swat Tocu, kemudian dengan gerakan yang ringan sekali,Swat Tocu telah melompat kepunggung beruang itu. Dia duduk dipunggung beruang tersebut yang membawanya melompat dinding yang tinggi itu. Meninggalkan tempat tersebut! Sedangkan Pangeran Ghalik telah menghela napas dalam2 kemudian menoleh kepada Auwyang Phu dan Cek Tian. tanyanya: “Kalian telah menimbulkan kekacauan ditempat ‘ini, dosa kalian tidak ringan! Tangkap kedua orang itu! ”Dan perintah yang terakhir itu ditujukan kepada anak buahnya. Cek Tian telah tertawa dingin. sama sekali dia tidak takut. Malah katanya: “Hmmm. kami berani datang kemari berarti kami memang bersedia untuk menerima apa yang akan terjadi pada diri kami! Kami akan mempertaruhkan jiwa kami untuk kebinasaanmu ini” Tetapi Auwvang Phu mengambil sikap lain dengan ibunya. Walaupun tubuhnya bercacad.Ukurannya yang pendek seperti anak kecil itu,namun otaknya tidak demikian dangkal, dia cerdik sekali. Dilihatnya, disamping pangeran Ghaiik yaag memang memiliki kepandaian yang tidak rendah, juga terdapat pahlawan pahlawannya pangeran itu yang.semuanva memiliki kepandaian sangat tinggi dan terutama sekali juga terdapat Tiat To Hoat-org yang lihay dan puteri pangeran itu yang tampaknya memiliki kepandaian yang luar biasa, Maka Auwvang Phu tidak berlaku nekad, dia menarik tapgan ibunya, katanya; ”Ibu mari kita pergi..,! Ibunya telah menoleh kepada anaknya itu dengan sorot mata yang taJam. “Apa kau bilang?” tanyanya. diapun telah melihat pahlawan2nya pangeran Ghalik telah mengurung mereka. ”Kita pergi meninggalkan tempat- ini” jika memang kelak kita memiliki kesempatan lagi tentu kita akan berkunjung lagi untuk bertemu dengan si Ghalik itu!” “Hm, apakah kau takut menghadapi mereka?” tegur Cek Tian jadi gusar bukan main. Aiwyang Phu menggeleng. “Tidak ada gunanya menghadapi mereka dalam keadaan seperti sekarang…!” menyahut Auwyang Phu. ..Kalian menyerahlah untuk kami ringkus…bentak salah seorang pahlawan pangeran Ghalik sambil melintangkan goloknya dan mengeluarkan rantai borgolan. Jangan kalian mempersulit diri kalian sendiri . . .. Dan pahlawan yang seorang ini melangkah maju untuk memborgol kedua tangan Auwyang Phu. Mendongkol Auwyang Phu oleh sikap pahlawan pangeran yang seorang tersebut tahu2 dia angkat kaki kanannya dan mendupak. Pahlawan yang seorang ini merupakan pahlawan yang memiliki kepandaian cukup tinggi, tidak mudah dia didupak seperti itu, dia telah mengelakan diri dari tendangan sipemuda bertubuh pendek bulat kecil itu. Tetapi dia jadi kaget, karena Auwyang Phu begitu gagal menendang ,justru dia telah menekuk kedua kakinya setengah berjongkok dan tahu2 tangannya mendorong kearah sipahlawan tersebut. “Bukk!” tubuh pahlawan itu terpental seperti daun kering. kemudian terbanting dikejauhan tiga tombak lebih. Auwyang Phu tanpa memperdulikan korbannya itu telah menarik tangan ibunya. ..Mari kita berangkat bu!” Cek ‘Tian tidak membantah lagi. hanya matanya mendelik bengis mengawasi selintas pada pangeran Ghalik penuh dendam, kemudian melangkah akan ikut puteranya meninggalkan tempat itu dengan jalan melompati tembok yang tinggi itu.
Namun balasan orang pahlawannya pangeran Ghalik telah melompat untuk mengurung. ‘Hat ‘To Hoat Otg juga telah melompat untuk menbekuk pemuda bertubuh pendek she Auwyang tersebut. Sasana menoleh kepada ayahnya. .Biarkan mereka pergi. ayah….!” kawa gadis itu. Pangeran Ghalik bimbang, namun akhirnya dia berseru: ”Biarkan mereka pergi! Jangan diganggu!?. Perintah Pangeran Ghalik tidak berani dibantah oleh para pahlawannya itu,yang segera mengundurkan diri membuka kepungan mereka. rela. Demikian juga Tiat To Hoat Ong yang sebetulnya waktu itu baru saja mengulurkan tangan kanannya guna menjambak punggung Auwyang Phu namun mendengar teriakan Pangeran Ghalik, ia telah menarik pulang tangannya. Namun dari mukanya terlihat dia tidak puas. ..Hmm. mereka hendak mencelakaimu, mereka mengandung maksud buruk padamu, tetapi kau seenaknya membiarkan mereka pergi!”.Berpikir Tiat-to Hoat-ong didalam hatinya. Tetapi Koksu negara ini tidak mengutarakan pikirannya itu. dia hanya berdiam diri. Namun hatinya semakin tidak puas kepada pangeran ini. Auwyang Phu bersama ibunya telah melompat dengan ringan, dan mereka telah berlalu lenyap dari pandangan mata semua orang. Sedangkan pangeran Ghalik telah menoleh kepada puterinya, tanyanya: “Mengapa kau minta agar mereka dibebaskan begitu saja? Tentunya kau mempunyai alasan tertentu, Sasana?” Sasana tersenyum. Mereka merupakakan orang2 Kangouw yang memiliki kepandaian yang tidak rendah juga tadi aku telah melihat pemuda pendek itu mempergunakan jurus ilmu silat Ha-mo-kang ilmu silat kodok yang merupakan kepandaian tunggal Auwyang Hong yang terkenal, yang kuburannya pernah dibongkar oleh ayah belasan tahun yang lalu! Kita sementara ini tidak boleh mencari bentrokan dengan orang2 Kangouw karena bukankah baru beberapa tahun kita menancapkan kaki didaratan Tionggoan dan Kaisar kita berkuasa belum lagi tn ntap. Jika memang kita mencari urusan dengan orang2 Kangouw, sehingga mereka selalu mengganggu pihak kita, bukankah kita memperoleh kesulitan yang tidak kecil? Hrnrn. bukankah ayahpun menerima tugas untuk menghimpun para jago2 untuk tunduk bekerja dibawah perintah ayah untuk memusuhi mereka ?!” Ayah itu telah menepuk keningnya. “Ai, kau benar! Memang ayah telah melupakan hal yang penting itu! Mereka telah datang untuk memusuhi ayah, tanpa pikir panjang lagi ayah ingin mempergunakan tangan besi. Tetapi memang itu keliru, suatu kekeliruan yaug tidak kecil! Seharusnya ayah menyambutnya dengan baik2. merangkulnya agar mereka tunduk dibawah perintah ayah. karena tampaknya mereka anak dan ibu memang memilki kepandaian yang tidak rendah….!” Puteri itu telah tersenyum ..Namun belum lagi terlambat,biarlah nanti puterimu yang pergi mempengaruhinya! Yang menarik sekali. tampaknya mereka ibu dan anak itu memiliki hubungan yang dekat dengan Auwyang Hong, jelas warisan dari Auwyang Hong telah diperoleh mereka. Karena ilmu tunggal yang Sakti dari Auwyang Hong tampaknya dikuasai dengan baik oleh pemuda itu!” “Tetapi Sasana …” pangeran Ghalik tampaknya ragu-ragu sekali. ,Apakah ayah ingin menyatakan kekuatiranmu terhadap keselamatan diriku?” tanya puterinya sambil tetap tersenyum. Pangeran Ghalik telah tertawa. “Tidak, justru kulihat engkau memiliki kepandaian yang luar biasa, dan tidak pernah kuduga sebelumnya! Sama sekali ayah tidak mengetahui bahwa engkau memiliki kepandaian yang begitu hebat. Anak, siapakah sebenarnya gurumu, mengapa kau tidak memperkenalkan kepada ayah ?” . “Dia seorang tokoh rimba persilatan yang memiliki kepandaian luar biasa ! Yang bisa menandinginya bisa dihitung dengan jaritangan. Tetapi maaf ayah, seperti pesan yang diberikan oleh guru. maka sementara ini anakmu belum bisa memberitahukan siapa adanya guruku itu – Apakah dia berada dalam istana ini. berSama2 kita?” tanya pangeran Ghalik lagi. Puterinya mengangguk. “Ya, tetapi ayah jangan sekali2 coba menyelidikinya. karena jika guruku itu tersinggung dan pergi, bukankah anak yang akan menderita rugi. karena untuk selanjutnya tidak memperoleh bimbingaanya lagi?_Itu masih belum seberapa. karena jika Sampai guruku gusar dan menegur aku, jelas aku bisa celaka, karena telah melanggar pesannya……’; Pangeran Ghalik mengangguk, dia mengerti kesulitan puterinya ini. Walaupun masih diliputi keheranan yang bukan main, namun pangeran Ghalik tidak banyak bertanya lagi, dia hanya girang mengetahui bahwa puterinya ternyata telah memiliki kepandaian yang luar biasa hebatnya. Walaupun menghadapi Tiat To Hoat-ong,belum tentu puterinya itu dengan mudah dirubuhkan oleh Koksu negara itu, Tiat To Hoat-ong sendiri sejak tadi hanya mendengarkan saja percakapan antara anak dan ayahnya. Dia pun ikut heran dan nenduga2, entah siapa guru Puteri dari pangeran Ghalik ini. Tetapi Tiat To Hoat ong tidak menanyakan hal ini hanya dalam hati dia berpikir : ..Kelak aku akan menyelidikinya “‘ Waktu itu pangeran Ghalik telah mengibaskan tangannya. Semua pahlawannya segera mengundurkan diri. Begitu juga halnya dengan Liong Tie Siang dan yang lainnya telah meninggalkan tempat itu. Tiat To Hoat ong telah membungkukkan tubuhnya sedikit, diapun telah mengundurkan diri. Waktu pangeran Ghalik mengajak puterinya untuk kembali keistana mereka.Puteri itu mengatakan bahwa , dia ingin berangin2 ditempat ini dulu. Ayahnya tidak mencegah, dan pangeran Ghalik telah melangkah pergi meninggalkan puterinya. Sasana melangkah perlahan-lahan kesana kemari dengan sepasang alis mengkerut. Tampaknya ada sesuatu yang tengah dlplkirkannya. Kemudian dia telah melangkah kearah barat, kearah tempat dimana Yo Him dan Wang Put Liong berada. Gadis itu telah mengawasi tajam sekali, karena dia melihat tidak ada pengawal didepan pintu ruang tahanan itu. Kemudian terdengar dia tertawa dingin. _ _ ..Apakah kau ingin berdiam terus disitu sampai tua?” tegurnya dengan suara tawar. ”Mengapa ‘tidak keluar memperlihatkan diri!. Yo Him memang sejak tadi telah merasa kagum akan kepandaian nona itu. Terutama kecantikan si puteri itu yang begitu menawan hati. Sekarang melihat bahwa Sasana mengetahui mereka berdua bersembunyi didalam ruang tahanan itu, dia tambah kagum lagi. _ “Ternyata matanya tajam sekali!” Pikir Yo Him. Namun pemuda ini sama sekali tidak jeri, dia telah menarik tangan Wang Put Liong, lalu digendongnya untuk dibawa keluar. Sasana mengawasi mereka. kemudian kataanya dengan tawar: “Apakah kau anggap mudah untuk keluar dari perbentengan ini?” Yo Him tersenyum, sabar sekali. .,Nona….. rupanya memang nona señgaja ingin membiarkan kami pergi tanpa memperoleh gangguan, karena nona sama sekal’ tidak memberitahukan kepada ayahmu perihal kami walaupun nona rupanya telah mengetahui sejak tadi…..!” ,.Yo Kongcu !” kata Sasana kemudian dengan sikap ber-sungguh; ”Ayahku telah demikian baik padamu, mengundang kemari. Untuk dijamu dan diberikan kedukukan yang laik buatmu, namun engkau seperti mencari kesulitan untuk dirimu sendiri ! Sesungguhnya, apakah kau memang tidak mau menerima kebaikan` ayahku itu? Atau memang pertolongan yang telah diberikannya menyembuhkanl luka yang diderita oleh kawanmu itu dianggap oleh kau sebagai perbuatan yang tiada artinya ?” Yo Him tersenyum tawar. “Nona, tentu saja aku siorang she Yo tidak akan melupakan budi kebaikan dari pangeran Ghalik. tetapi…_. jelas dalam persoalan ini, aku pun tidak bisa bekerja dibawah perintahnya!” ,Jika memang engkau tidak bersedia menerima tawaran ayahku guna memegang pangkat dan kedudukan. Mengapa kau menerima dan menyanggupi? Apakah itu perbuatan seorang laki laki gagah ?’ Hmm ucapan seorang gagah tidak akan ditarik pula, walaupun apa yang terjadi ! Apakah demikian rendah harga derajat dan dirimu?” Muka Yo Him berubah merah.
Diapun mendongkol. Sebetulnya dia hendak mengatakan bahwa dia jelas tidak bisa tunduk pada Pangeran Ghalik. karena pangeran itu hanyalah bermanis budi untuk merangkul guna ‘mencapai maksud dan tujuannya, jadi bukan Sesungguhnya berbaik hati padanya. Tetapi akhirnya Yo Him batal untuk rnengutarakannya.Dia hanya bilang: “Aku memiliki suatu kesulitan yang sukar sekali kujelaskan padamu….! “Hml” tertawa dingin gadis itu. Lalu kau maksudkan kau dengan membawa-bawa Orang She Wang yang menjadi tawanan kami itu..! – Kami adalah sahabat2, dan kulihat dia menerima perlakuan demikian macam, perlakuan yang demikian manis dari ayahmu. hmm.jelas tidak dapat aku melihat saja tanpa berbuat sesuatu pada keadaannya ini . Sasana telah tertawa dingin lagi. “Apakah kau yakin bisa membawa pergi orang she Wang itu? tanyanya. Akan kuusahakan…..!” menyahut Yo Him berani. Tiba2 Sasana telah tertawa keras dan nyaring, namun suara sangat merdu. “Kau memandang rendah pada kami, kau meremehkan kami. Tahukah kau, Jangankan untuk membawa keluar dari perbentengan ini, sesungguhnya untuk membawanya keluar dari pintu ruang tahanan itu saja tidak mudah. jika memang aku tidak sengaja membiarkannya, tidak perlu aku atau guruku yang mencegah. cukup’Jika Koksu kami atau beberapa orarg pahlawan ayahku yang merintangi, “seumur hidup kau jangan harap bisa keluar dan meninggalkan kamar tahanan itu !’. Setelah berkata begitu. Sasana memandang dengan sorot mata yang tajam. Kemudian dia berkata lagi dengan sikap yang dingin waktu melihat Yo Him berdii am diri saja; ,.Sesungguhnya seluruh perihal keadaanm u telah ‘kuketahui’ Begitu kau menjejakkan kaki di tem pat ini. Telah Kuperhatikan gerak gerikmu. Hanya saja YO Kongcu, karena aku memandang muka terang ayahmu yaitu Yo ‘Tayhiap yang masih memiliki hubungan dengan guruku maka aku berlaku lunak padamu. Tidak kulakukan hal2 yang sama merugikan kau!” Y0 Him tidak jeri, walaupun gadis itu telah menggertaknya secara halus, malah ia telah tertawa sambil tetap menggendong Wang Put Liong. Tanyanya dengan suara yang tetap sabar walaupun hatinya mendongkol sekali. Bolehkah aku mengetahui nama dan gelaran guru nona yang mulia.,?. “Hmm jangankan kau. Sedangkan ayahku saia _tidak akan kuberitahukan! Cuma disini dapat kutegaskan bahwa guruku memiliki hubungan yang cukup dekat ayahmu! Karena itu jika memang kau berbuat sesuatu yang bisa merugikan kedudukan ayahku, hmmm, hmmm. tentu akupun tidak Pisa selalu berpegang pada memberi muka terang pada ayahmu, jelas aku akan bertindak! Maaf, bukan aku bermaksud hendak mem persulit dirimu, tetapi janganlah engkau mencari kesulit an untuk dirimu sendiri !” Setelah berkata sampai disini, Sasana berdiam diri sejenak,mukanya jadi bersungguh2 waktu dia meneruskan lagi berkata dengan suara yang tegas : ..Kembalikan Wang Put Liong keruang tahanan itu !” Yo Him tertawa dingin, katanya : ..Maafkan nona, bukan aku orang she Yo tidak mau mematuhi perintah seorang puteri agung seperti kau …Wang Put Liong harus kubawa Pergi dari tempat ini.!.dla telah disiksa demikian mengenaskan sekali. Maka harus diselamatkan dari Tangan2 manusia biadab seperti ayahmu ‘nona.. …!” Muka sigadis telah berubah merah Padam’ tetapi itu hanya sejenak. Kemudian dia telah tertawa dingin dengan sikap tidak acuh,dan memandang remeh pada Yo Him, tanyanya: ”Apakah engkau telah memikirkan duakali akan maksud hatimu itu, Yo Kangcu ?” “Ya, apapun yang terjadi, Wang Put Liong harus dibawa keluar dari perbentengan ini ! Dan perihal maksud ayahmu nona yang ingin menarik menjadi orangnya, itu bisa dibicarakan nanti dibelakang hari !” Sasana tiba2 tertawa keras lagi ber-gelak2 lalu katanya : ”Baiklah! Baiklah Yo Kongcu! Yo Tayhiap merupakan tokoh rimba persilatan yang memliki kepandain tinggi” sekali!. Aku memang telah banyak dengar dari keterangan guruku…! Kebetulan disini ada kau sebagai puteranya, maka ingin meminta petunjukmu !” dan puteri pangeran Ghalik yang nampaknya begitu lincah dan gesit, telah bersiap2 untuk mengirimkan satu serangan kepadaYo Him. Tapi Yo Him tidak jeri, ketika dia mendengar Sasana berkata : ,,Bersiaplah, Yo Kongcu, aku akan segera meminta petunjukmu !” Yo Him juga telah memusatkan kekuatan lwekangnya pada kedua tangannya. Dia telah menggendong Wang Put Liong ditangan kiri,sedangkan tangan kanannya telah diluruskan turun kebawah, setiap detik bisa dipergunakan untuk menghadapi segala kemungkinan. Sasana melangkah dua tindak’ mendekati Yo Him, dan tangan kanannya tahu2 bergerak menotok kearah ketiak Yo Him. Gerakan yang dilakukannya itu lambat dan perlahan sekali.Bagaikan gadis itu memang bermaksud hanya menunjuk belaka, tetapi dari ujung jari telunjuknya itu telah meluncur keluar angin yang tajam sekali. Yo Him terkejut. Semula melihat cara menyerang gadis itu, dia menduga bahwa Sasana itu mempergunakan ilmu It Yaug Cie, ilmu turunan raja raja Tayli, yang dimiliki oleh Toan Hong It Teng taysu. Namun setelah memperhatikan dengan seksama. walaupun memang sama2 menyerang dengan mempergunakan jari telunjuk. Namun ilmu yang dipergunakan oleh Sasana bukanlah It Yang Cie. Angin yang tajam itu seperti juga mata pedang yang menerobos pertahanan Yo Him. Sebagai seorang pemuda yang memiliki kepandaian yang tinggi sekdi, Yo Him cepat mengelak kesamping. Tapi untuk kagetnya, jari telunjuk gadis itu bergerak cepat sekali, tahu2 ujung jarinya itu telah ikut miring kesamping dan menempel dibaju Yo Him!
Itulah gerakan yang luar biasa cepat dan gesitnya. Tapi memang Yo Him telah menyaksikan, betapa Sasana berhasil memisahkan Tiat To Hoat-ong yang tengah bertempur hebat dengan Swat Tocu, hal itu membuktikan bahwa tenaga dan kepandaian gadis ini memang luar biasa. Karena itu, Yo Him pun berlaku hati2. Menghadapi keadaan seperti ini. Yo Him sama sekali tidak gugup Cepat sekali dia telah menggerakan tangan kanannya. Dia bukan ingin menangks, hanya akan mencengkeram muka sigadis.Sasana menarik pulang serangannya,gadis itu mundur dua langkah,menghindarkan mukanya dari cengkeraman Yo Him. , kemudian tanyanya: “Bagaimana,apakah dalam satu jurus ini kau telah bisa berpikir dengan baik untuk maksudmu membawa pergi orang she Wang itu?” Yo Him tertawa tawar. katanya: “Memang nona memliki kepandaian yang mengagumkan sekali! Tapi maafkanlah. aku orang she Yo terpaksa harus mengiringi kemauan nona….! ‘ Setelah berkata begitu, Yo Him kembali ber-siap2, dia menantikan serangan lagi. Sasana tidak segera menyerang. Tadi Dia telah menyerang dangan mempergunakan jurus yang sesungguhnya merupakan jurus yang berbahaya sekali. Jarang orang bisa menghindarkan serangan seperti itu. jika memang kepandaiannya tanggung”. Tapi Yo Him, dengan mudah bisa menyelamatkan dirinya. Ini memperlihatkan bahwa Yo Him pun bukan lawan yang ringan. ,,Yo Kongcu, ayahku bermaksud baik, dan engkau diperlakukan baik pula !” kata Sasana. ”Apakah engkau tidak mau melihat sebelah mata terhadap semua itu ….?” `sayang sekali kami memiliki pandangan yang berlainan terlebih lagi yang harus di ingat, ayah nona seorang pangeran yang memiliki kedudukan mulia dan agung ,. sedangkan aku ini ? Hmm, tentu aku tidak pantas menerima kebaikan2nya itu.. !” ”Tetapi bicara soal bangsa. banyak juga jago2 dari daratanTionggoan yang bersedia bekerja pada ayahku !’ menyahuti sigadis. .,Janganlah Yo Kongcu berpandangan’ bahwa ayah seorang pangeran Mongolia. maka terputus hubungan antara kalian! Tidakkah Jika memang Yo Kongcu menerima uluran tangannya. maka diantara kita ini akan terikat pula hubungan tali persahabatan yang menggembirakan.” Yo Him menghela napas. ..Satu tawaran yang menarik…..!” katanva.. “..Apakah Yo Kongcu bersedia untuk mengambil sikap baik2 dalam memutuskan persoalan ini ?’ tanya Sasana lagi sambil tajam sekali “Nona… menyahuti Yo Him. “Nona adalah puteri dari pangeran Ghalik, jelas engkau akan berdiri dipihak ayahmu. Kepandaianmu juga tidak rendah! Engkau seorang wanita yang luar biasa, memiliki segala-galanya ! wajahmu cantik, kepandaianmu tinggi benar2 mengagumkan sekali, jarang ada seorang wanita yang sehebat engkau! Tapi Sekaang aku ingin bertanya padamu, jika-saja aku menawarkan padamu nona bahwa engkau akan diberikan kcduuukan yang tinggi dalan suatu pemerintahan didaratan Tionggoan, oleh bangsa Han kami, apakah kau akan menerimanya denga meninggalkan ayah dan juga bangsamu ?,, Disanggapi seperti itu, muka Sasana telah berobah jadi merah, dia telah berkata dengan tawar.Jika memang kedudukan yang ditawarkan itu memang menggembirakan dari menguntungkan, mengapa harus ditolak `? Tetapi sayang …sayang sekali..__justru untuk kedudukan mulia telah kumiliki. ingat. aku adalah puteri dari seorang pangeran. Pangeran Ghalik yang merupakan tangan kanan dari Kaisar kami, dan memiliki kekuasaan yang besar tidak terbatas! Jadi kau salah alamat jika bertanya seperti itu padaku…..!” dan setelah berkata begitu, sigadis tertawa dengan sikapnya yang angkuh sekali. ‘ke-agung an. Yo H-m tertawa tawar, katanya: ..Tetapi pertanyaanku tadi adalah jawaban yang hendak kuberikan ! Jika nona menjawab dengan jujur hati atas pertanyaan itu, maka demikian pula jawabanku.,!. . ,Jadi benar2 Yo Kongcu memang tidak bersedia bekerja sama dengan ayahku ?” tanya Sasana. ”Kita bicara kesana kemari mutar2, tetapi. akhirnya tujuannya satu, yaitu nona berusaha untuk mendesak agar aku menerima tawaran ayah nona bukan ?” Sasana tidak rnenyahuti, dia mengawasi Yo Him beberapa saat lamanya, sampai akhirnya mukanya berohah guram,dia menunduk sejenak. Wang Put Liong yang berada dalam gendongan Yo Him telah berbisik : ,,Yo Siauwhiap.
biarlah kau kembalikan aku kedalam ruang kamar tahanan itu, tapi kau ambillah dulu peta harta karun didadaku, setelah itu kau berusaha untuk meloloskan diri dari tempat ini….!” Yo Him tidak menyalami, dia hanya menggelengkan kepalanya .Dan matanya mengawasi Sasana dengan tajam. Waktu itu Sasana telah mengangkat kepalanya, dia menghela napas, .Sesungguhnya Yo Kongcu,” kata Sasana kemudian. ” Kau masih belum mengerti duduknya hal…..!” ,Jika memang boleh kutahui, persoalan apakah itu nona?” tanya Yo Him dengan sikap yang tenang. Sasana menghela ‘napas , wajahnja tetap muram, seperti juga ada sesuatu yang mengganjel hatinya. ,.Kau tentu menduga, bahwa ayahku bekerja dengan setia menyerahkan jiwa dan raganya untuk Kaisar, bukankah begitu ?’ Yo Him mengangguk. ,Memang seorang pangeran yang telah menerima kekuasaan dan kepercayaan dari Kaisarnya tentu akan melakukan tugasnya sebaik mungkin …..!” ,Memang benar, tapi ayahku tengah menghadapi kesulitan yang tidak kecii.!” “Apakah nona ingin mengatakan bahwa ayah nona akan berhadapan dengan kami, para kesatria daratan Tienggoan ?’ tanya Yo Him dengan sikap mengejek. ”Bukan !” menggeleng Sigadis ,,Lalu?” tanya Yo Him. Justru ayahku tengah mengalami gangguan dalam dari orang2hnya sendiri !.. kata Sasana. Yo Him mengerutkan alisnya, kemudian tertawa tawar. ”Kukira itu tidak ada perlunya diceritakan nona !” katanya kemudian. “Tetapi, tahukah Yo Kongcu. bahwa sekarang ayahku dalam keadaan terancam !’ Bukan kami ayah dan anak memberatkan kedudukan kami,tetapi justru keselamat an karni…..! Dimana orang kepercayaan ayah. yang san gat diandalkan, ternyata merupakan musuh dalam seli mut… Yo Him diam saja. “Kongcu tentu kenal dengan Koksu kami, yaitu Tiat ‘To Hoat-Ong bukan ?” tanya Sasana’. Yo Him mengangguk. “Dialah Koksu negara kalian yang tangguh berkepandaian tinggi sekali. Ayahpun telah beberapa kali beradu tangan denga Hiat To Hoat Ong?! menyahuti Yo Him. Sasana menghela napas lagi, diapun telah memperlihatkan wajah yang murung
,Justru Tiat To Hoat-ong sekarang ini tengah berusaha menghimpun suatu kekuatan, untuk menggeser pengaruh ayahku!” kata Sasana. Yo Him memandang tertegun pada sigadis tetapi kemudian kalanya tawar: “ltulah urusan diantara kalian. Tentu tidak dapat aku memberikan komentar..!” “Benar !” mengangguk sigadis. “Ayahkupun tidak menge tahui maksud buruk dari Tiat To Hoat-ong. Baru aku seo rang yang telah berhasil mengetahui dengan jelas mak sud koksu kami itu yang ingin menggeser dan meruntu hkan ayahku, menindih pengaruhnya, mempengaruhi K aisar kami agar ayah terpojokkan….sejauh itu…..Koksu k ami itu te ah berhasil menghimpun banyak sekali jago2 silat didaratan Tiongguan, diapun telah mendatangkan beberapa orang jago! liehay dari negeri kami Yaitu Mon golia…! Aku yang mengetahui kedudukan ayahku teran cam, sebagai puterinya,apakah tidak layak jika memang akupun berusaha untuk menghimpun suatu kekuatan, yang akan membantu dan melindungi ayahku ?” Yo Him tertawa tawar. “Memang dikalangan atas. Sering terjadi permainan saling caplok seperti itu, ‘saling makan satu dengan yang ‘lainnya.,,menyahuti Yo Him. “Aku sebagai rakyat jelata,tentunya tidak mengetahui dan tidak mengerti dengan persoalan seperti itu!” Sasana telah menghela napas &Waktu wajahnya memperlihatkan kesungguhan waktu dia berkata lagi: “Tetapi Yo Kongcu adalah maksud dan tujuanku agar kau bersedia mau membantu ayah, dengan adanya kau yang kuketahui memiliki kepandaian tinggi serta Sempurna, tentu keselamatan ayahku bisa terjamin! .Dalam hal ini yang memberatkan hatiku, bukanlah kedudukan ayah! Walaupug ayah dicopot gelar kebangsawanannya dan menjadi rakyat jelata biasa, aku rela,….! Namun justru dari golongan Tiat To Hoat-Ong ‘terkandung maksud buruk yang ingin membasmi kami sekeluarga… Yo Him jadi memandang tertegun pada Sigadis. Dia tidak mengerti, mengapa puteri dari pangeran Ghalik, yang baru pertama kali ini bertemu. Telah dapat membuka urusan yang penting tersebut padanya. “cukup jika memang Yo Kongcu menyanggupi untuk membantu melindungi ayahku. Maka budi Yo Kongcu tidak akan kulupakan.Mengenai Wang Put Liong. juga persoalan lainnya, dimana mengenai sahabat Yo Kongcu aku tentu tidak akan mempersulit mereka, akan kuusahakan agar mereka bisa meninggalkan tempat ini dengan aman tanpa memperoleh gangguan apapun juga…..!” Yo Him memandang tajam pada sigadis. ”Apa maksud nona ?” tanyanya. ”Begini saja, kita adakan jual beli !” menyahuti sigadis. “Untuk sekarang ini Yo Kongcu membantu kami, untuk menghadapi Tiat To Hoat- Ong dan orang2nya itu. Dan kawan2 Yo Kongcu akan kami lepaskan….!” Yo Him ragu2. Itulah tawaran yang menarik.Bisa saja Yo Him segera menyanggupi permintaan sigadis, agar Wang Put Liong serta Liu Ong Kiang dan Cin Piauw Ho bisa meninggalkan perbentengan ini tanpa memperoleh gangguan su atu apapun juga. Tetapi tentu saja Yo Him tidak mau berdusta, karena itu dia tidak dapat mengiyakan tawaran itu. Dia hanya bilang. ..Jika memang nona telah menawarkan bantuan seperti itu padaku, inilah hal yang menggembirakan sekali’. Begini saja, bebaskan dulu sahabat2ku, jika mereka telah meninggalkan perbentengan ini, barulah nanti kita bicarakan pula persoalan ini . Bagaimana pendapatmu ?” Sasana telah mengawasi bimbang. Namun akhirnya mengangguk. “Baiklah, mereka akan dibebaskan dua hari lagi. Jika besok, tentu akan mendatangkan kecurigaan pada Tiat To Hoat-ong, Koksu negara kami. Maka, mereka harus meninggalkan perbentangan ini secara diam2, sedangkan Koksu kami itu besok akan menerima perintah dari ayah untuk pergi memberikan laporan pada Kaisar. sehingga terbuka kesempatan yang luas. Yo Him mengangguk. “Tetapi Yo Kongcu. _kata Sasana lagi. Kuharap saja kau tidak merubah pikiranmu lagi….!,, ” Setelah berkata begitu. puteri pangeran Ghalik telah bersenym, manis sekali. Yo Him hanya mengawasi kepergian puteri dari pangeran Ghalik. Lama sekali Yo Him berdiri ditempatnva itu, sama sekali dia tidak menyangka bahwa pangeran Ghalik memiliki seorang puteri selain demikian cantik rupawan,juga memiliki kepandaian yang demikian tinggi. Entah siapa gurunya, yang dirahasiakannya itu ? Setelah bayangan sigadis lenyap dari pandangannya. Yo Him menghela napas. Disaat itulah Wang Put Liong telah berkata menyadarkan Yo Him dari lamunannya? “Gadis itu memiliki kepandaian yang begitu tinggi. Dia juga puteri dari pangeran Ghalik, kau harus waspada menghadapinya. Yo Siauwhiap!”. Yo Him mengangguk. “Jangan sampai kau terkena tipu, dayanya… !” kata Wang Put Liong lagi’. ..Entah yang diceritakannya itu mengenai Tiat To Hoat-ong benar atau memang hanya merupakan karangannya belaka?” menggumam Yo Him. Dengan menggendong Wang Pal Liong, Yo Him telah kembali kekamarnya. Dilihatnya Cin Piauw Ho dan Liu Ong Kiang tengah menantikannya.Ko Tie juga tampak bergelisah sekali. Satu hari telah lewat. Tidak terjadi suatu apapun juga. Hanya mendekati sore terlihat beberapa orang pahlawan pangeran Ghalik yang lewat dengan sikap ier-gesa2. Merekapun seperti tengah membicarakan sesuatu, namun Yo Him tidak mengerti bahasa mereka. Malam itu keadaan diperbentengan terssebut sunyi sekali. Yo Him bulak-balik dipembaringan dengan pikiran yang agak resah. Dilihatnya kesehatan Cin Piauw Ho dan Liu Ong Kiang telah mengalami kemajuan yang pesat, malah Cin Piauw Ho, walaupun tidak bisa disembuhkan keseluruhannya dari lukanya. Dan racun yang mengendap ditubuhnya itu tdak bisa dilenyapkan, namun Cin Piauw Ho telah dapat berjalan dengan langkah perlahan2. Yang diperlukan oleh Cin Piauw Ho adalah obat penawar racun yang bisa memunahkan seluruh racun yang mengendap ditubannya itu. Tapi dengan memperoleh pengobatan dari tabib2nya pangeran Ghalik, racun itu untuk sementara bisa dibendung daya kerjanya sehingga Cin Piauw Ho mungkin bisa hidup tiga empat bulan selama belum memperoleh obat penawar racun yang tepat. Dalam kesunyian malam seperti itu. YO Him memikir keras. Banyak teka-teki yang dihadapinya diperbentengannya pangeran Ghalik. Karena segala yang dialaminya demikian beruntun dan belum bisa dipecahkan rahasianya. Seperti munculnya Swat Tocu, Cek Tian dan puteranya, yaitu Auwyang Phu, dan juga putri dari pangeran Ghalik. yaitu Sasana, yang memiliki kepandaian tinggi serta sempurna itu.
Juga Yo Him jadi teringat akan cerita Sasana mengenai niat busuk Tiat To Hoat-ong yang ingin menindih pengaruh dari pangeran Ghalik. Memang urusan itu bukan menjadi urusannya,karena itu persoalan dari orang2 Mongolia tersebut. Malah membawa suatu keuntungan yang tidak kecil untuk orang2 Han. Yaitu dari kerajaan Song yang telah musnah, namun masih tersebar diseluruh daratan Tionggoan, dengan harapan suatu saat bisa membangun negeri mereka lagi. Jika terjadi perpecahan didalam pemerintahan penjajah itu, niscaya akan menyebabkan mereka lemah dan kelak mudah untuk dirubuhkan dan diusir dari tanah mereka. Namun Yo Him kini menghadapi persoalan yang tidak ringan. Karena selain Tiat To Hoat ong sendiri memiliki kepandaian yang tinggi bukan main, juga pangeran Ghalik bersama dengan para pahlawannya itu bukan lawan yang enteng, apa lagi dibantu oleh Sasana, puterinya pangeran tersebut, yang memang memiliki kepandaian sangat tinggi. Yo Him juga mengetahui maksud pangeran Ghalik membujuknya agar mau tunduk dan bekerja dibawah perintahnya. Hanyalah ingin dimanfaatkan untuk mengorek keterangannya dimana adanya para jago2 yang membantu kerajaan Song, yang hendak ditumpas Oleh pangeran Ghalik ini. Sedang Yo Him rebah gulak gulik dlpembaringannya itu. tiba2 dia mendengar suara yang ringan sekali diluar jendela kamarnya dibarengi kemudian dengan ketukan perlahan. ,,Yo Kongcu. mari kau ikut aku…!” terdengar suara yang halus diluar jendela. Yo Him terkejut, dia telah melompat turun dari pembaringan. Liu Ong Kiang dan Cin Piauw Ho pun telah terbangun dari’ tidur merka, rupanya kedua orang inipun telah mendengar suara ketukan dijendela itu, dan keduanya sedang memandang pada Yo Him dengan sorot mata ‘tanda tanya. Ko ti dan Wang Put Liang waktu itu tengah tertidur nyenyak. Yo Him mengangguk pada Liu Ong Kiang dan Cin Piauw Ho dia mendekati jendela. Dia mengenali bahwa suara orang diluar jendela itu adalah suaranya Sasana puteri dari pangeran Ghalik yang telah bertemu dengannya malam kemarin. Didorongnya daun jendela itu dengan waspada karena dia kuatir nanti Sasana berlaku licik membokongnya.Tetapi hanya angin malam menghembus, Tampak sesosok bayangan tengah berlari-lari dengan tangan dilambaikan padanya. Yo Him hanya bimbang sejenak, kemudian katanya pada Cin Piauw Ho dan Liu Ong Kiang. ”Aku akan pergi sebentar , segera aku kembali!” dan tubuh Yo Him gesit sekali melompat keluar dari jendela itu. Sosok tubuh yang tengah berlari-lari itu yang tidak lain dari Sasana, berlari gesit dan cepat sekali. Dibawah sinar cahaya rembulan,tampak tubuh yang langsing itu bagaikan selembar daun yang melayang2 ditengah udara. Yo Him mengejarnya. Tetapi Sasana tidak menghentikan larinya. Yo Him telah merangkapkan tangannya tanyanya “Ada urusan apakah dimalam larut seperti ini nona mengundangku datang ketempat ini? ‘. Sasana mengawasi Yo Him sejenak, kemudian dia menyahut: “Ada sesuatu yang penting ingin kubicarakan denganmu YO Kongcu!” “Urusan apakah itu?” tanya Yo Him heiran. “Apakah tidak lebih baik jika memang besok siang saja nona menyampaikannya?” Sasana menggeleng perlahan. ,Inilah untuk keselamatanmu juga Yo Kongcu juga kawan2mu itu….!” menjelaskan Sasana. dia berlari terus meñuju kearah timur dan akhirnya tiba disuatu tempat yang banyak sekali ditumbuhi oleh polion2 bunga beraneka warna. Itulah taman dari istana atau perbentengannya pangeran Ghalik tersebut, Yo Him pun telah tiba dengan cepat. Sasana sudah tidak berlari lagi, dia berdiri begitu agung dari cantik sekali. Pakaiannya yang reboh dengan paras mukanya yang cantik dan rambutnya yang disanggul dua, tampak dia bagaikan seorang dewi yang baru turun dari kahyangan yang tengah menantikan Yo Him dengan bibir tersungging senyuman yang manis. Apa maksudmu dengan mengatakan untuk keselamatan kami?” Sasana menghela napas. Sesungguhnya aku sebagai puteri dari ayahku, tidak dapat aku memberitahukan rahasia ini kepadamu, tetapi kemarin malam aku telah menjanjikan padamu akan bantu membebaskan kawanmu itu…. karena itu aku terpaksa harus memberitahukan juga urusan ini padamu…” Yo Him berdiam saja mendengarkan dengan penuh perhatian, dan diam-diam hatinyapun memuji akan kecantikan gadis dihadapannya ini yang memang memiliki kecantikan yang luar biasa. _..Sesungguhnya, ‘Tiat-to Hoat-eng telah diperintahkan ayah untuk pergi kekotaraja guna memberikan laporan kepada Kaisar mengenai perkembangan dunia Kangouw belakangan ini dan dia memang menerima tugas itu, namun mêminta pengunduran waktu keberangkatannya itu selama tiga hari!” menjelaskan Sasana. ..Kukira urusan Koksu negara kalian itu tidak ada hubungannya dengan kami!” kata Yo Him. Sasana mengangguk. ”Seharusnya memang begitu menyahuti Sasana. ,Tetapi sekarang ini lain urusannya.Tiat To Hoat-ong rupanya mengajukan permintaan untuk pengunduran hari keberangkatannya itu, rupanya memang memiliki rencana sendiri yang ingin dilakukannya diluar tahu ayahku!” ..Urusan apakah yang nona maksudkan?” tanya Yo Him akhirnya. “Rupanya Tiat To Hoat-ong tidak puas atas sikap ayahku yang berusaha untuk memperlakukan kau dengan baik juga telah perintahkan tabib2 ayah untuk mengobati penyakit dan luka dari kawan-kawanmu itu dia me miliki maksud yang terkandung dihatinya,maksud yang jahat dan buruk sekali… dimana Koksu negara kami itu ingin membinasakan kalian semua, yang telah diatur sedemikian rupa agar tampaknya kalian terbinasa karena kecelakaan…..!“ Muka Yo Him berobah. Sedangkan Sasana telah meneruskan ceritanya. “Kebetulan sekali sore itu aku tengah berada diruangan belakang istana ayah. Aku melhhat Sesosok bayangan yang berkelebat” gesit sekali, aku mengejarnya secara diam2 untuk membuntutinya.Dia adalah Lonang Shing.Orang kepercayaan Tiat To Hoat Ong.Dia baru sebulan lebih tiba di Tionggoan ini datang dari Mongolia atas undangan `Koksu. Aku mengikuti terus, dimana Lonang Shing menuju kekamarnya Tiat To Hoat-ong._ mereka bicara kasak-kusuk. Aku tidak berani menghampiri terlalu dekat jendela kamar Koksu karena itu aku tidak bisa mendengar jelas percakapan mereka, hanya tidak lama kemudian kulihat Lunang Shing telah keluar pula dari kamar Koksu dan menuju ketempat berkumpulnya para pahlawan ayah …… ..! Lonang Shing telah menemui beberapa orang Pahlawan secara diam-diam, aku telah berhasil Pula mendengar percakapan mereka, ternyata mereka mengandung maksud buruk terhadap kalian. Yang akan dibinasakan besok menjelang magrib, dimana kalian akan diundang untuk menghadiri jamuan perpisahan atas keberangkatan Tiat To Hoat-ong dalam perjamuan itu, kalian akan diracuni . . !” “Ah!” berseru Yo Him kaget. Sasana menghela napas dan katanya lagi. ”Inilah memang kebetulan sekali, kuketahui maksud buruk mereka! Itu belum hebat,ternyata rencana mereka bukan hanya sekedar membinasakan kalian berempat yaitu kau bersama she Cin dan Liu beserta si bocah kecil yang bersama kalian._ tetapi urusan ini memilili ekor yang tidak singkat buat ayahku karena Tiat-To Hoat ong pun telah mempersiapkan laporan yang akan disampaikan kepada Kaisar, bahwa ayahku telah berserikat dengan kau untuk melakukan pemberontakan! Itulah fitnahan yang dilontarkan kepada ayahku!” Yo Him jadi heran berbareng kaget. “Bukankah pangeran Ghalik itu merupakan orang kepercayaan Kaisar kalian? Ayahmu memiliki kekuasaan penuh untuk seluruh angkatan perang Mongolia…” Sasana mengangguk mengiyakan, namun dia menerangkan.
“Benar apa yang kau katakan itu, Yo Kongcu.
Tapi Tiat lo Hoat-ong pun bukan manusia tolol. Dia mengerti dan yakin bahwa Kaisar tentu tidak akan mempercayai begitu saja laporannya. Tentu Kaisar kami akan mengirim orang2nya untuk melakukan penyelidikan. Tetapi Tiat To Hoat-ong telah memiliki bahan yang cukup kuat untuk fitnahnya itu,dimana dia jika berhasil membinasakan kau bersama ketiga orang kawanmu itu, bukankah dia dapat saja meyakinkan Kaisar bahwa memiliki hubungan dengan Sin Tiauw Taihiap Yo Ko dan para pendekar bekas kerajaan Song kalian? Bukankah kau terbunuh didalam istananya ayahku? Dan engka upun telah diperlakukan demikian manis oleh ayahku, y ang telah mengundang dan menjamu kalian, dimana h ampir seluruh penghuni istana ini melihatnya? Jika mem ang utusan Kaisar datang melakukan penyelidikan, tent u Tiat To Hoat-ong menang angin, sedikit banyak cerita dari penghuni istana ini akan memperkuat fitnahnya itu. …!” Yo Him hanya berdiam diri’ saja dengan mengerutkan sapasang alisnya. Dia tidak menyangka Sama sekali diantara ‘pangeran Ghalik dengan Koksu negara Mongolia tersebut terdapat bentrokan seperti ini, saling cakar demikian rupa padahal, Yo Him pernah melihat bahwa Tiat To Heat ong merupakan jago andalan dari pangeran Ghalik. Maka agak luar biasa jika terjadi pangeran Ghalik dengan Tiat To Hoat-Ong cakar-cakaran merebut pengaruh. ..Mengenai urusan ini,” kata Sasana lagi. “Ayahku belum lagi mengetahuinya.Ayahku baru dapat menduga-duga tentang maksud buruk ‘Tiat To Hoat-ong namun belum mengetahui keseluruhn ya, Hanya aku yang secara keseluruhan mengetahui re ncana busuk dari koksu itu. ..Lalu apa yang ingin nona lakukan ‘.?” tanya YO Him. ,Tentu saja, tanpa bukti tidak bisa aku bertindak,” kata Sasana. “Tiat To Hoat Ong setelah mencelakai kalian segera akan meninggalkan tempat ini untuk pergi kekotaraja. Racun yang dipergunakanrya itu adalah racun yang bekerja lambat sekali. Dimana baru bekerja selewatnya lima hari. Biarpun bekerja lambat, racun itupun merupakan racun yang tidak ada penadapat ditarik jiwanya dari genggaman elmaut!. Racun itu diolah dari nyalinya ular berbisa,nyali kelabang, nyali kalajengking, nyali kodok hitam,dan juga beberapa macam nyali dari binatang-binatang berbisa lainnya. sehingga merupakan racun yang luar biasa…” Yo Him tercekat hatinya. Walaupun bagaimana dia tak menyangka bahwa Tiat-to Hoat ong akan mengambil tindakan sekeji itu. ,Jika memang Tiat To Hoat-ong telah berangkat kekotaraja. Lewat beberapa hari racun itu baru bekerja., dengan demikian pihakmu akan menduga bahwa ayahku yang telah meracuni kalian dan itu merupakan suatu keuntungan buat Tiat-To- Hoat-Ong. karena dia berhasil mengadu domba antara pihakmu dengan ayahku? Sedangkan pada Kaisar dia bisa menyampaikan bahwa itu adalah jasanya dan juga akan melontarkan fitnah yang berat sekali pada ayahku!” ..Jadi maksud nona?” tanya Yo Him. “Seperti yang telah kukatakan padamu bahwa aku ingin mengadakan jual beli denganmu. Persoalan ini belum diketahui oleh ayahku maka dari itu, aku yang memberikan janji padamu, bahwa ketiga orang sahabatmu akan kubebaskan, setelah itu kau sendiri harus membantu aku untuk melindungi ayahku, menghadapi orang2nya ‘Tiat To Hoat-Ong . Yo Him berdiam diri sejenak lamanya ,tidak memberikan jawaban terhadap tawaran istimewa gadis tersebut. Sasana mengawasi Yo Him dengan sinar mata yang berkilauan. Dibawah sinarnya rembulan yang menerangi tempat itu, dengan berada di taman bunga yang penuh pohon2 bunga beraneka warna ,Sigadis demikian cantik. Sinar matanya itupun menggoncangkan perasaan Yo Him. Cepat sekali Yo Him bisa mengendalikan perasaannya. dia mengangguk ,.Baiklah, jika memang benar apa yang dikatakan oleh nona mengenai rencana busuk Tiat To Hoat-Ong terhadap diriku dan kawan2 itu, aku bersedia membantumu ! Tetapi perlu kutegaskan disini. bahwa aku tidak menjanjikan untuk membantu ayahmu jika sekarang aku menyanggupi itupun hanya untukmu, dengan adanya jual beli diantara kita! .Itu juga hanya terbatas melindungi ayahmu dari tangan jahat Tiat To Hoat-ong aku tidak mengatakan akan melindungi keseluruhannya, sebab diluar dari urusan ayahmu dengan Tiat T0 Hoat-ong, bukanlah menjadi urusanku lagi !”. “Itupun telah lebih dari cukup!” kata Sasana sambil tersenyum dan wajahnya berseri2. Terima kasih Yo Kangcu dengan kesediaanmu untuk membantuku, maka semua urusan tentu dapat dibereskan dengan baik! Jiwa ayahku tentu bisa terhindar dari bencana!” Yo Him mengawasi sigadis beberapa saat lamanya, dimana tampak wajah Sasana berseri seri dan dibawah cahaya rembulan begitu cantik, senyumnya pun menawan sekali. Pemuda ini jadi menghela napas. katanya _dengan suara yang agak perlahan: “Nona, mengenai janjiku itu memang akan kutepati. “tetapi aku tidak berani memastikan akan berhasil membantumu menghadapi Tiat To Hoat-Ong dengan orang2nya. Aku hanya berjanji akan membantumu sekuat tenaga dan engkau juga akan membebaskan kawan2ku, sedangkan mengenai kekuatan Tiat To Hoat-ong dengan orang2nya itu hanya engkau juga yang mengetahuinya, “Benar, itu adalah urusanku. Tapi yang kubutuhkan adalah bantuanmu. Yo Kangcu’ karena hanya engkau yang pasti dapat ‘menghadapi Tiat To Hoat-ong, sedangkan orang2nya ituadalah urusanku dan ayahku dimana kami akan sanggup menghadapinya. Asal memang kau sedia membantu kami dan menepati janjimu. Semuanya akan beres.” Setelah berkata begitu, Sasana telah mengerling sejenak pada Ye Him, lalu melanjutkan lagi perkataannya : “Besok malam kawan2mu itu akan kubebaskan…..dan Yo Kongcu kau boleh memberitahukan pada mereka agar ber-siap2 !” Yo Him mengangguk. Sasana telah’ memutar tubuhnya untuk berlalu. Yo Him pun telah kembali kekamarnya. Dia menceritakan semuanya ini pada Cin Piauw Ho dan Liu Ong Kiang. Sedangkan Wang Put Liong yang waktu itu telah terbangun juga mendengarkan cerita tersebut. Tampaknya Wang Put Liong jadi gelisah sekali. ..Wang Locianpwe, kau boleh menungguku dimarkas Kaypang bersama dengan Liu Locianpwe !” kata Yo Him. Kemudian dia menoleh kepada Cin Piauw Ho, katanya: ”Kesehatanmu telah pulih walaupun racun yang mengendap ditubuhmu belum bisa dilenyapkan, Cin Toako ! Maka jika memang kau berhasil meninggalkan tempat ini, tentu kau bisa pergi ke Cia Leng Kwan. Mudah2an saja kau bisa memperoleh penawar racun yang tepat dalam waktu2 yang dekat, namun disamping itu akupun akan mencari obat untukmu Cin Toako. Jika urusan disini telah selesai, aku akan segera menyusulmu ke Cia Leng kwan.” Cin Piauw Ho menghela napas dalam2.Kemudian katanya: “Baiklah, terima kasih atas bantuan yang selama ini diberikan Yo Siauwhiap!” Yo Him juga telah berpesan kepada Liu Ong Kiang untuk mambawa serta Ko ti meninggalkan tempat itu, dimana Yo Him menjanjikan dalam beberapa bulan mendatang nanti ia akan mengunjungi markas Kaypang untuk menjemput Ko Ti kembali, disamping itu tentu karena pada orang tersebut terdapat urusan yang penting sekali. Juga Yo Him telah berkata kepada Liu Ong Kiang, agar setelah nanti keluar dari istana pangeran Ghalik ini Liu Ong Kiang boleh menyelêsaikan urusan Kaypang yang tengah goyah mengalami perpecahan itu. Liu 0ng Kiang tidak membantah, hanya saja yang memberatkan hatinya ia kuatirkan keselamatan Yo Hm. Sebab dengan berada seorang diri didalam istananya pangeran Ghalik ini sama saja Yo Him dengan berada dikandang harimau , yang sewaktu-waktu bisa menerkamnya. Malah Liu Ong Kiang meragukan Sasana, yang dikuatirkannya justeru tengah memasang penangkap untuk Yo Him dimana pangeran Ghalik memang sengaja memperalat puterinya yang jelita itu untuk menjebak Yo Him’. Namun Yo Him telah tetap dengan keputusannya. Keesokan malamnya, dalam kesunyian malam yang telah begitu larut dan juga kepekatan disekitar istananya pangeran Ghalik, tampak beberapa sosok tubuh tengah bergerak perlahan-lahan menuju kepintu istana pintu gerban yang’besar dan megah itu. Dua orang penjaga yang melihat sosok tubuh itu segera membentak dengan suara yang keras ” Siapa?”. ..Aku ! cepat buka pintu !” menyahuti salah seorang sosok tubuh itu dengan suara yang nyaring. Suara seorang wanita. Salah seorang penjaga pintu istana itu mengangkat tinggi2 pelita tengloleng ditangannya. Sehingga dia dapat melihat jelas orang didepannya. Seorang gadis yang cantik jelita sedangkan dibelakangnya tampak empat orang lelaki yang di kenalnya sebagai “tamu istimewa.,dari pangeran Ghalik, bersama mereka juga tampak seorang anak lelaki. “Oh Kuncu?” seru mereka kaget. Dan tanpa banyak rewel lagi mereka segera membuka pintu gerbang istana.
Ternyata gadis yang cantik jelita itu tidak lain dari Sasana bersama2, dengan Yo Him,Cin Piauw Ho, Liu Ong Kiang, Wang Put Liong dan Ko Ti. Setelah pintu gerbang terpentang Yo Him merangkapkan tangannya memberi hormat kepada Cin Piauw Ho Liu Ong Kiang dan Wang Put Liong, dimana waktu itu Wang Put Liong yang sepasang tangannya masih terborgol oleh rantai besi, tengah digendong oleh Cin Piauw Ho, sedangkan Ko Ti digendong oleh Liu Ong Kiang. ,,…Cin Toako, Wang Locianpwe, selamat jalan! Juga kau Ko Ti, selama dalam perjalanan, kau tidak boleh nakal. ya?! Kau tunggu aku ditempatnya Liu Locianpwe.Nanti aku akan datang menjemputmu!’. Ko Ti mengiyakan. padahal dihati bocah itu merasa berat untuk berpisah dengan Yo Him, namun dia tidak berani mengemukakan perasaannya. Begitulah, Cin Piauw Ho, Wang Put Liong Liu Ong Kiang dan Ko Ti telah meninggalkan istana yang mirip perbentengan tersebut. Namun baru saja mereka melangkah beberapa tindak tiba-tiba dari arah belakang mereka telah menyambar angin yang berkesiuran cepat sekali kepunggung Liu Ong Kiang.Ternyata itulah beberapa batang jarum yang tengah menyambar kejalan darah-jalan darah yang mematikan ditubuh Liu Ong Kiang dan Cin Piauw Ho. Yo Him yang mengetahui itu, jadi terkejut. Dilihatnya jarum2 itu menyambar dengan tenaga timpukan yang sangat kuat sekali. Maka Yo Him telah mengebut dengan lengan bajunya, dimana jarum2 itu telah runtuh ketanah sebelum tiba pada sasarannya. ‘Mau pergi kemanakah,tuan?” tegur Suara yang dingin, namun bengis sekali ,,Apakah pelayanan kami selama ini kurang baik sekali !’ hingga kalian ingin meninggalkan tempat kami secara diam2 seperti ini?!`” Semua orang menoleh, tampak beberapa sosok tubuh berdiri didekat tembok istana ini,di tempat yang agak terhindar dari penerangan api tenglonglengnya sipenjaga pintu gerbang tersebut. Salah seorang diantara mereka yang berdiri paling depan, yang memiliki bentuk tubuh yang tinggi besar, dan juga dilihat dari cara berpakaiannya itu tidak lain dari Tiat To Hoai-ong!. Muka Sasana jadi berobah ketika melihat Koksu negaranya itu, dia telah mengawasi sejenak, namun puteri pangeran Ghalik ini cepat dapat menguasai perasaannya, dia telah berkata dengan disertai senyumnya: ,.Oh, Koksu? Kebetulan Sekali, ada sesuatu yang ingin kusampaikan?” Tiat To Hoat-eng melangkah maju beberapa langkah kedepan, membungkukan tubuhnya sedikit memberi hormat lalu dengan muka yang bengis dan dingin. Dia bilang. “Kuncu, kebetulan sekali aku lewat di tempat ini dan melihat kalian…^ tetapi yang membuatku jadi heran. Mengapa mereka ini, tamu2 kita yang terhormat tampaknya ingin meninggalkan istana ayahmu. Merekapun tampaknya semuanya membawa perbekalan seperti juga akan melakukan suatu perjalanan yang jauh….!”. Sasana mengerti, itulah kata2 sindiran dari Koksu negara. Tetapi Sasana telah tersenyum .Katanya dengan sikap yang tenang. “Mereka telah menemui ayahku, telah meminta ijin untuk meninggalkan tempat ini!” ,.Lalu pangeran telah mengijinkan mereka pergi?” tanya Tiat-to Hoat-Ong sambil memperdengarkan suara tertawa dingin. ,,Ya!” Sasana mengangguk:,.Memang ayahku telah memberikan ijin….!”
“Hmmm sepeti Kuncu ketahui, setiap orang didalam istana ini. kecuali pangeran dan aku, maka yang hendak keluar dari istana ini harus memiliki ..surat jalan” yang ditandatangani oleh pangeran ! Tentu peraturan yang, dikeluarkan oleh ayah Kuncu diketahui jelas olehmu, bukan !?!” Muka sigadis jadi berobah merah. ternyata Tiat To Hoat-ong memang mendesaknya terus, dan belum lagi sigadis sempat mencarikan jawaban yang tepat. Tiat To Hoat-ong telah menoleh kepada Yo Him dengan sorot mata yang tajam bengis sekali, namun ia membungkukkan sedikit tubuhnya dengan agak memberi hormat, dia bilang dengan suara yang dingin. ..Hawa udara dimalam selarut ini dingin sekali, harap tuan! kembali ketempat kalian. Karena salah2 nanti kesehatan kalian terganggu.” Yo Him memandang pada Sasana. Dia seperti menantikan keputusan dari puteri pangeran Ghalik tersebut. Sedangkan Sasana waktu itu telah mengambil keputusan, diapun berkata dengan suara yang nyaring: ..Koksu ! Kau dengarlah ! Untuk sekali ayah ter-gesa2, sehingga ayahku lupa untuk memberikan surat jalan yang seperti Koksu katakan tadi! Memang merekapun adalah merupakan tamu-tamu istimewa, sehingga mereka tidak memerlukan segala macam peraturan seperti itu! Mereka adalah ksatria ternama, maka jika memang harus ikuti peraturan yang ada itu tentunya kukira kurang begitu menyenangkan untuk mereka,… ..Begini saja Kuncu ,kita kembali dulu kedalam, dimana kita pergi menghadap pada ayah Kuncu, dan nanti setelah pangeran menyatakan mereka memang tidak perlu surat jalan untuk keluar dari istana ini, akupun tentu tidak berani untuk merintanginya…! Terlebih lagi _selama berada disini, aku bertugas untuk menjaga keselamatan pangeran dan juga seluruh istana ini berada dalam penguasaanku,itu semua untuk keselamatan kalian juga’. Tidak bisa aku bersikap sembarangan, se-tidak2nya setiap peraturan yang telah diadakan oleh pangeran jelas tidak bisa dilanggar oleh siapapun juga. semua ini untuk keselamatan dari seluruh penghuni istana ini juga! Maafkanlah Kuncu aku hanya sekedar menjalankan tugas…” Muka Sasana berubah merah. Biasanya Tiat To Hoat-ong tidak pernah membantah perkataannya, sabagai puteri dari pangeran Ghalik,yang menjadi orang kepercayaan utama dari kaisar dan memiliki kehidupan yang mutlak
mutlak terhadap angkatan perang kerajaan, tentu saja Sasana merupakan orang yang agung dan dihormati sekali. Namun malam ini. Tampaknya Tiat lo Hoat-ong memang ingin mencegah kepergian dari Cin Piauw Ho dan yang lain-lain tersebut, tanpa memperdulikan Sasana . “Koksu !” .kata Sasana dengan suara yang nyaring. “Apa yang kukatakan adalah yang sebenarnya ! Apakah memang Koksu tidak mempercayai perkataanku ? Jika memang kita pergi menemui ayahku. akan sama pula jawabannya. Tiat To Hoat-Ong tersenyum dengan sikap tawar.,,Tetapi jika memang aku mendengarnya langsung dari pangeran,tentu hal itu berarti aku tidak menyalahi tugasku ini..!,. Menyahuti Tiat To Hoat Ong. Melihat keadaan semakin runyam seperti ini, tiba2 Sasana teringat sesuatu maka katanya sambil mengawasi Tiat To Hoat ong..” Koksu kudengar malam ini seharusnya Koksu sudah berangkat kekota raja untuk memberikan laporan kepada Kaisar! Tapi mengapa Koksu belum berangkat ?Lagi pula kekuasaan untuk keamanan istana mi, seluruhnya telah diserahkan kepada Gochin Talu!” Koksu negara tersebut tersenyum. ..Kebetulan sekali kesehatanku terganggu? “
memang benar perkataan Kuncu bahwa keberangkatanku kekota raja ditunda dua hari lagi Sampai kesehatanku pulih!” menyahuti Koksu tersebut. Karena itu walaupun seluruh wewenang mengadakan penjagaan untuk keamanan istana ini telah diserahkan kepada Gochin Talu ..tokh aku tetap bertanggung jawab penuh akan keamanan ditempat ini selama aku berada disini? Bukankah Gocin Talu ini’ hanyalah memang merupakan wakilku semata jika aku tidak berada ditempat?” Tiat To Hoat-Ong tersenyum. Sasana terdesak lagi. sedangkan Yo Him telah melihat keadaan semakin tidak beres. sedangkan tujuh orang anak buah Tiat To Hoat Ong,tujuh orang pendeta Mongolia yang berpakaian sama dengan Tiat To Hoat Ong,hanya usia mereka semuanya mungkin baru tiga puluhan tahun,telah menghampiri berdiri di belakang Tiat To Hoat Ong,menahan kepergian Cin Piauw Ho dan yang lainnya,mempergunakan jarum rahasianya itu,maka memperlihatkan bahwa Tiat To Hoat ong tidak main2 untuk mencegah kepergian mereka,jelas walaupun bagaimana koksu negara itu akan berusaha menahan kepergian Cin Piauw Ho dan lainnya. “Kuncu,!..kata Yo Him kepada Sasana. Jika memang urusan yang dikatakan oleh Taisu itu merupakan suatu peraturan disini, apa salahnya jika Kuncu tolong pergi mengambilkan “surat jalan” yang dimaksudkan oleh Taisu ”. Bukankah Kuncu bisa pergi menemui ayahmu dan meminta ..surat jalan” itu ?” Tiat To Hoat-ong tertawa menyeringai, katanya “Ya, jika memang Kuncu bersedia untuk pergi menghadap pangeran hanya seorang diri, itupun tidak ada halanganrya. Tetapi kuharap tuan?! kembali dulu ketempat kalian !’Kukira alangkah baiknya jka kalian meninggalkan tempat ini besok pagi, dengan melakukan perjalan ditengah malam begini bukankah merupakan perjalanan yang menyebalkan.,, Setelah berkata begitu Tiat T0 Hoat-Ong mengambil sikap seperti mempersilahkan Yo Him dan yang lainnya untuk kembali kedalam istana. Sedangkan Sasana mengawasi Koksu itu dengan sepasang alis yang mengkerut, otaknya bekerja keras sekali, untuk mencari jalan guna menyingkirkan Koksu tersebut. Dilihatnya ketujuh pendeta muda, yang diketahui oleh Sasana merupakan kawan2 Tiat To Hnat ong, yang baru datang dari Mongolia belum lama yang lalu, telah memperlihatkan sikap ber-siap2 untuk menghadapi sesuatu. Merekapun tampaknya memiliki kepandaian yang tidak rendah. Diam2 dihati Sasana juga telah menimbang2 menakar kekuatan. Yo Him memang bisa menghadapi Tiat To Hoat-Ong Walaupun belum dapat dipastikan Yo Him bisa merubuhkan Koksu negara yang sangat lihay itu dimana kepandaiannya tinggi sekali. Namun sedikitnya Tiat To Hoat-ong juga tidak bisa berbuat banyak pada Yo Him. “sedangkan yang diragukan Sasana adalah ketujuh orang anak buah ‘Tiat To Hoat-ong itu. Sasana mungkin bisa menghadapi dua orang diantara mereka. Lalu yang lima orang lagi siapa yang menghadapinya? Cin Piauw Ho baru saja sembuh dari keracunan itupun belum sembuh keseluruhan.Dimana racun yang mengendap ditubuhnya belum lagi bisa dipunahkan. Dengan demikian, tenaga dalamnya belum lagi dipergunakan karena tidak bisa Jikerahkan. Sekali saja Cin Piauw Ho mengempos semangat dan tenaga Lwekangnya, sehingga hawa murninya bergolak, berarti bisa membahayakan keselamatannya, racun yang mengendap dalam darahnya akan menerjang kejantung. Begitu pula Liu Ong Kiang, diapun tengah terluka, walaupun lukanya itu telah mulai pulih tokh semangatnya tidak bisa dipergunakan penuh keseluruhannya.
Dan yang paling utama Liu Ong Kiang tidak dapat bergerak dengan leluasa. Wang Put Liongpun dalam keadaan terborgol. Sedangkan Ko Ti tidak memiliki kepandaian apa2. Jika memang Sampai terjadi pertempuran diantara mereka berarti yang akan menderita kerugian adalah pihaknya. Maka Sasana akhirnya mengambil sikap lunak. katanya: “Baiklah, jika memang Taisu menghendakinya begitu, biarlah nanti aku akan memberitahukan pada ayah. Agar ayah bisa memberikan apa yang dikehendaki oleh Taisu! Nah Yo Kongcu, marilah ajak kawan2mu untuk kembali ….!” Tiat To Hoat ong memperdengarkan tertawa dingin, sikapnya sinis sekali. “Kuncu, jika memang beberapa hari mendatang nanti aku telah berangkat kekota raja,kuharap saja, tidak terjadi peristiwa seperti sekarang ini. dimana pangeran lupa memberikan “Surat jalan” yang diperlukan para tamu2 kita itu. Engkau yang harus mengingatkannya.Karena kukira Gochin Talu tidak akan mengambil Sikap seperti yang kulakukan, dia seorang yang memiki sifat vang kasar dan tidak mengenal kesopanan, dikuatirkan nanti dia melakukan sesuatu yang bisa mendatangkan malu untuk kita….dimana dia bertindak kurang hormat pada tamu2 kita ini !” Sasana mengerti, itulah ancaman yang diberikan oleh Tiat To Hoat-ong. Sama saja arti perkataannya itu dengan ingin mengatakan bahwa Gochin Talu adalah anak buahnya juga, kemungkinan besar jika terjadi Sasana berusaha meloloskan “tawanan istimewa” tersebut, berarti Gochin Talu akan mengambil tindakan tegas dengan meperlakukan mereka dengan tindakan yang agak kasar. Untuk kata2 itu Sasana telah tertawa tawar. Kemudian ber-sama2 Yo Him serta yang lainnya telah kembali kedalam. Sedangkan Tiat To Hoat Ong telah mengawasi kepergian Sasana Bersama dengan tamu2 istimewa” tersebut, setelah mereka lenyap dari pandangan mata Koksu negara itu telah menoleh kepada ketujuh pendeta Mongolia katanya : “Kalian berdiam disini, larang tetiap orang keluar dari pintu gerbarg ini. tidak seorangpun diijinkan untuk meninggalkan istana ini, siapa yang bersikeras dan memaksa, kalian boleh menangkapnya dan menahannya !”. “Kami menerima perintah Koksu !” rnenyahuti ketujuh pendeta itu. Merekapun memperlilihatkan sikap Yang menghormat sekali.Tiat To Hoat ong bergegas menuju ketempat kediaman pangeran Ghalik, yaitu didekat bagian tengah istana itu. Dimana penjagaan di Istana tersebut ketat sekali. Tetapi karena Koksu yang masuk, maka tidak ada seorang penjaga yang mencegahnya. Ketiga sampai di ruangan dalam. Tiat To Hoat-ong melihat dimuka sebuah kamar, berdiri dua orang, yang tidak lain dari Liang Tie Siang dan seorang pendeta Mongolia berusia empat puluh tahun. Kedua Orang tersebut yang melihat Tiat To Hoat-ong segera menghampirinya dengan Segera. Malah Liong Tie Siang telah mengedipkan matanya,tangannya menunjuk kedalam kamar. ..Pangeran Ghalik berada dikamarnya, tampaknya ada sesuatu yang tengah menyusahkan hatinya ..! Bisik Liong Tie Siang perlahan pada Koksu negara itu. Tiat To Hoat-ong mengangguk, dia menoleh kepada Mongolia yang berusia empat puluh tahun lebih, katanya: “Lengky Lumi sejak sekarang kau memiliki tugas baru l Awasi manusia She Yo itu dan kawan2nya. Jika memang mereka melakukan sesuatu yang mencurigakan,segera laporkan kapadaku. Jika memang terpaksa ‘engkau boleh segera turun tangan untuk menangkap atau membinasakan mereka! Tadi ada seorang kawan kita yang telah melaporkan maksud mereka yang hendak meninggalkan istana secara diam-diam, untung aku masih keburu menghalanginya, sehingga mereka tidak sampai keburu meninggalkan tempat ini. ‘tampaknya Kuncu Sasana berdiri dipihak mereka. dan juga putri dari pangeran Ghalik itu telah mengetahui maksud kita. Dia yang berusaha meloloskan orang orang itu! Rencana yang telah kita atur sebelumnya berjalan sebagaimana telah ditetapkan ….. .. Lengky lumi telah merangkapkan tangan memberi hormat,diapun berlalu meninggalkan tempat itu. Lengky Lumi adalah seorang pendeta Mongolia yang tangguh. ia memiliki latihan Yoga yang tinggi sekali’ terutama sekali ilmu gulatnya. Memang baru empat bulan lebih dia datang kedaratan Tionggoan, untuk diperbantukan pada pangeran Ghalik .Namun diam-diam,dia pun telah berhasil dipengaruhi oleh Tiat To Hoat-ong, dimana Lengky Lumi akhirnya bekerja untuk Tiat To Hoat-ong, bukannya mengawal keselamatan pangeran Ghalik, malah Lengky Lumi merupakan mata-mata yang selalu mengawasi pada setiap gerak geriknya pangeran tersebut yang selalu melaporkan sesuatunya kepada Tiat To Hoat ong. Setelah Lengky Lumi pergi, Tiat To Hoat ong berkata pada Liong Tie Siang: “Dan kau tetap diam disini. Nanti jika ada sesuatu yang peñtiñg aku akan Segera memanggilmu. Aku hendak pergi menemui pangeran..!”” Liong Tie Siang mengangguk, dilihatnya Tiat To Hoat Ong dengan langkah lebar telah mendekati pintu kamar. Kamar itu adalah kamar pribadi pangeran Ghalik. Dimana pangeran tersebut memang berada didalamnya. Tadi pangeran Ghalik telah perintahkan Liong Tie Siang dan Lengky Lumi untuk mengadakan penjagaan dimuka kamarnya, siapapun dilarang mengganggunya. Tetapi justru sekali yang ingin masuk kedalam kamar itu adalah Tiat To Hoat-ong dengan demikian Liong Tie Siang berdiam diri saja. Tiat To Hoat-Ong telah sampai didepan pintu kamar, Koksu ini telah berdiam sejenak mendengarkan. Dia mendengar suara langkah kaki yang berat satu2. Tampaknya pangeran Ghalik memang belum tidur. Tengah berjalan mondar-mandir dalam kamarnya. Setelah mendengarkan sekian lama akhir-nya Tiat T0 Hoat-ong mengetuk pintu itu. “Siapa ?’ terdengar suara pangeran Ghalik yang bertanya dengan mempergunakan bahasa Mongolia. ..Ada sesuatu yang penting hendak dilaporkan. Apakah aku boleh mengganggu sebentar ?!” menyahuti Tiat To Hoat-Ong. ,,’Hmm,!’ terdengar suara pangeran Ghalik disusul kemudian dengan suara dibukanya pintu, lalu daun pintu terpentang. Tampak pangeran Ghalik sendiri yang membuka pintu tersebut. “Ada urusan penting apakah malam selarut ini koksu menghadap !?” Tiat To Hoat Ong membungkukkan sedikit tubuhnya, katanya: ,Baru saja tadi aku dapat menyelesaikan suatu urusan yang mungkin ‘tidak kecil, dan ingin memperoleh keterangan dari pangeran mengenai keadaan yang sebenarnya !” kemudian Tiat To Hoat-ong melangkah masuk. Pangeran Ghalik mempersilahkan Koksu negara yang memiliki kepandaian tinggi itu untuk duduk disebuah kursi dihadapannya. Dipandanginya Tiat To Hoat-ong dengan sorot mata menyelidik, kemudian tanyanya : ..Urusan’apa yang ingin dilaporkan Koksu hingga tampak ` Koksu begitu tergopoh2 dan hendak melaporkan sendiri ?!” ‘Tiat To Hoat ong memperlihatkan senyum tawar. Dia bilang dengan sikap sinis: ”Tadi Kuncu Sasana ingin mengijinkan orang she Yo dan beberapa orang tawanan lainnya, termasuk orang she Wang yang Kita tahan dikamar khusus itu, untuk meninggalkan istana ini, menurut Kuncu, semua itu adalah atas persetujuan dari pangeran ! Tetapi, karena seperti peraturan,yang telah dikeluarkan oleh pangeran, selain pangeran dan aku berdua. Maka setiap orang yang hendak meninggalkan istana harus membawa surat ijin keluar dari pangeran, namun mereka tidak memiliki surat ijin keluar itu’ ,maka telah kularang mereka meninggalkan istana. Sekarang, yang ingin kuketahui, apakah semua itu benar atas perintah pangeran ?!”.
Jelas bahwa Wie Liang Tocu memang sengaja mengejek Tiat To Hoat-ong.
Waktu itu napas Tiat To Hoat-ong telah memburu keras dan cepat, mukanya pun sebentar pucat sebentar merah. Dia merasa terdesak hebat sekali. Namun mendengar ejekan Wie Liang Tocu,dia jadi murka bukan main.
Dan koksu negara ini jadi nekad.Dengan mengeluarkan suara bentakan, tahu2 dia mementang kedua tangannya. dia telah mempergunakan seluruh sisa tenaganya, dimana dia bermaksud akan mengadu jiwa dengan Swat Tocu.
Disaat itu Swat Tocu telah mengeluarkan bentakan juga. karena dia telah menyerang dengan hebat sekali, dia pun memang tengah ingin merubuhkan Tiat To Hoat-ong pada jurus ini.
Hebat benturan dua kekuatan raksasa itu,yang satu mengandung hawa dingin bagaikan es juga satunya lagi tenaga dengan h awa panas melebihi api. Dan benturan itu menimbulkan suara yang menggeleger..
Semua orang yang menyaksikan itu jadi memandang tertegun. sebab kesudahannya benar benar menakjubkan sekali.. Tubuh Tiat-to Hoat-ong tidak tergeser dari tempatnya berdiri.Cuma saja diseluruh tubuhnya telah terlapis oleh lapisan es. yang lapisannya retak dan pecah, malah beberapa potong es telah berjatuhan kelantai menimbulkan suara ‘ting. ting’ yang cukup nyaring.. Swat Tocu sendiri memang masih berdiri ditempatnya. Namun sama sekali tidak bergerak. sepasang matanya terpejamkan. karena waktu itulah dia merasakan dadanya sesak sekali dan hawa murninya tergoncang sekali sehingga dia menyadari bahwa tenaga’ dalamnya tergempur hebat. Yang parah adalah keadaan Tiat-to Hoat-ong.. setelah berdiri diam beberapa saat dengan tubuh yang diselubungi lapisan es itu, akhirnya rubuh kejengkang kebelakang dengan mengeluarkan suara keluhan pendek, pendeta itu merangkak untuk duduk. lalu duduk bersemedhi mengatur pernapasannya.. Pendeta2 Mongolia yang sejak tadi menyaksikan jalannya pertempuran itu dengan hati yang kebat-kebit berkuatir, dan beberapa kali gagal untuk menerjang maju memberikan bantuannya pada Tiat To Hoat-eng telah melompat kedekat Tiat ”to Hoat-ong untuk membantu Koksu itu dengan menempatkan telapak tangan mereka berlima dipunggung Tiat To Hoat ong. Mereka masing2 telah mengempos lwekang yang mereka salurkan kedalam tubuh Tiat To Hoat-ong. Waktu itu sesungguhnya Tiat To Hoat ong tengah tergempur tenaga dalamnya oleh tenaga inti es yang membuat ratusan jalan darah ditubuhnya membeku. Jika memang terlambat untuk membuka seluruh sumbatan dari jalan2 darah yang membeku itu, jika memang tidak menemui kematian tentu Tiat To Hoat-ong akan jadi bercacad seumur hidupnya. Namun berkat kelima pendeta mongolia yang menyalurkan lwekang mereka kepada Tiat To Hoat- ong, jalan darah yang membeku itu jadi bisa lancar kembali karena hawa panas dan gabungan para pendeta Mongolia itu banyak membantu semedinya Tiat To Hoat-ong. Swat Tocu sendiri setelah berdiri diam dengan sepasang mata terpejamkan itu. Telah berhasil mengatur jalan pernapasannya yang menjadi lurus kembali. Dia membuka matanya dan berkata perlahan: ..Ternyata memang cukup hebat tenagamu. pendeta gundul !”.
Tiat To Hoat-ong tidak melayani perkataan Swat Tocu. Dia tetap duduk diam dengan sepasang mata terpejamkan mengerahkan seluruh sisa tenaganya,untuk mengatur pernapasannya dan mempergunakan tenaga “Soboc”nya, untuk menghangatkan tubuhnya agar jalan darah di sekujur tubuhnya yang telah membeku itu bisa beredar lancar kembali.
Sedangkan Swat Tocu telah tertawa bergelak2, seakan2 keadaan disekitar tempat itu jadi tergetar oleh suara tertawa Swat Tocu,yang tertawa dengan disertai tenaga lwekangnya.
Sedangkan pangeran Ghalik yang melihat keadaan sudah sampai seperti itu,mengerling memberi isyarat kepada kedua orang pengawalnya itu, yang hitam dan putih itu.
Dan juga kepada belasan orang pahlawannya yang lain sehingga mereka yang mengetahui akan arti dari isyarat tersebut, telah melompat mengurung Swat Tocu.
Malah, orang yang bermuka hitam seperti pantat kuali itu, telah berkata dengan dingin: “Kami Hek Pek Siangsat ingin meminta pengajaran dari kau, orang pandai!”.
“Hmmm, Hek Pek Siangsak? Dua orang jago dari Persia yang banyak disebut-sebut oleh sahabat2 rimba persilatan ?! _Hem ! Hem ! Majulah, aku Swat Tocu tentu tidak akan mengecewakan harapan kalian.!” Dan Swat Tocu walaupun tadi telah mempergunakan tenaga yang banyak sekali dan masih letih.
Namun diwaktu itu telah bersiap` untuk melakukan pertempuran lagi dengan Hek Pek Siangsat.
Dikala itu Hek Pek Siangsat telah saling memandang satu dengan yang lainnya, lalu Hek pek Siangsat telah berkata kepada belasan pahlawan pangeran Ghalik yang lainnya “Biarlah kami berdua yang menghadapinya untuk meminta beberapa petunjuknya!.
Belasan orang pahlawan itu telah mengiyakan dan telah melompat mundur kedekat pangeran Ghalik lagi.
Sedangkan Hek Pek Siangsat telah ber-siap2 untuk bertempur. Dikala itu tampak Hek Pek Siangsiat mengeluarkan suara erangan, tubuh kedua tergetar keras sekali. karena mereka tengah memusatkan dan mengempos semangat Serta hawa murni merek, Cepat sekali mereka telah menyalurkan hawa murni kepada telapak tangan masing-masing.
sesungguhnya semangat swat Tocu belum lagi terkumpul semua, karena ‘Waktu itu dia boleh dibilang belum berhasil untuk mengerahkan dan mempersatukan tenaga dalamnya yang tadi telah tergempur dan dipergunakan untuk merubuhkan Tiat To Hoat-ong. Namun sebagai tokoh persilatan yang memiliki nama sangat disegani setiap jago rimba persilatan.
Dengan sendirinya Swat ‘Tocu tidak mau memperlihatkan kelemahannya, dia menerima tantangan Hek Pek Siangsat.
Kedua jago hitam dan putih itu memang merupakan jago2 yang hebat sekali, memiliki latihan tenaga Yoga yang digabung dengan ilmu dari Barat, dimana mereka berasal dari Persia.
Dan sudah cukup lama membantu pemerintah Mongolia terutama mereka bekerja dibawah perintah pangeran Ghalik.Mengenai Hek Pek Siangsat ini bisa pembaca jumpai dalam -Sin Tiauw Thian Lam” jilid 7).
Tetapi disaat Swat ‘Tocu akan segera bertempur dengan Hek Pek Siangsat. waktu itulah terdengar seseorang berseru: Tahan.!”. Lalu tampak dua sosok bayangan yang melompat keluar dari balik batu gunung2an yang tidak lain dari Sasana dan Yo Him. Mereka telah melompat kedekat pangeran Ghalik. Semula belasan orang pahlawannya pangeran Ghalik terkejut dan serentak mencabut senjata untuk melindungi pangeran Ghalik’ ketika kedua sosok tubuh itu melompat kedekat junjungan mereka.
Namun setelah mengenali kedua sosok tubuh itu tidak lain dari Sasana dan Yo Him. mereka telah memasukan senjata tajam mereka kedalam kerangkanya masing2.
Ayah !” kata Sasana kepada pangeran Ghalik yang memandangi puterinya dengan heran. “Perintahkan Hek Pek Siangsat Locianpwe agar mundur.!” ,.Kenapa?” tanya pangeran Ghalik setelah tersadar dari tertegunnya.
Swat Tocu secara tidak langsung telah membantu ayah mengapa harus dipersulit oleh ayah.Cepat perintahkan Hek Pek Siangsat Locianpwe agar mundur.Nanti akan kujelaskan semuanya.!,,Pangeran Ghalik bimbang sejenak namun akhirnya dia telah perintahkan Hek Pek Siangsat agar kembali kedekatnya.
Swat ‘Tocu telah memperdengarkan suara tertawa dingin waktu Hek Pek siangsat menarik diri kedekat pangeran Ghalik pula.
“Ayah !, Koksu telah berserikat dengan beberapa orang pahlawan ayah yang berkhianat,mereka adalah.!” tetapi baru saja Sasana berkata sampai disitu telah terdengar seseorang berseru dengan suara yang nyaring ,,”Dusta ! Dusta !”.
ltulah suaranya Tiat-to hoat-ong. yang telah membuka kedua matanya dan melompat berdiri.
walaupun mukanya masih pucat narnun seluruh jalan darahnya telah terbuka dan darah bisa beredar kembali dengan lancar. .Semua yag dikatakan itu dusta pangeran.!. Dan tadi telah menyusup kemari Tocu keparat itu. Dia berusaha untuk rnencelakai pangeran.
Namun telah kepergok denganku. maka niatnya itu jadi gagal. Dimana kami jadi bertempur!”. Sasana tertawa dingin.
Semua rencana busukmu telah siang2 diketahui oleh ayah !! Mengapa engkau harus pengecut seperti itu. Tak tahu malu, berusaha untuk menutupinya .”.
Mendengar ejekan Sasana, muka Tiat-to Hoat-ong jadi herobah merah padam. katanya:.Lalu apa yang diinginkan Kuncu?”. Tidak banyak, hanya menghendaki pengakuanmu yang jujur. Koksu ! Bukankah kau berusaha untuk menindih pengaruh ayah dan juga akan melontarkan finah yang keji kepada ayah?.
Hmm, tidakkah kau mengakui semua itu?”.Muka Tiat-to Hoat-onu tambah merah padam, dan belum lagi dia sempat rnenyahutt, waktu itu Sasana telah berkata lagi: Dan di kamar rahasia itu terdapat Liong Tie Siang ,Lengky Lumi dan Gochin talu serta beberapa orang pahlawan ayah yang telah berkhianat itu!”.
Rupanya Tiat ‘to Hoat-ong terdesak oleh kata2 Sasana, akhirnya dia jadi nekad. “Kuncu , disini aku yang memegang kekusaan keamanan pangeran dan seluruh penghuni istana,tak mungkin aku hendak mencelakai pangeran. Jika memang aku memiliki niat tidak baik, mengapa aku harus milih bertempur dengan manusia keparat itu untuk berusaha membekuknya ? Hemm. Kuncu kau telah bicara dengan memutar lidah,, sesungguhnya,, sesungguhnya !”.
‘Sesungguhnya, sesungguhnya apa?,,bentak Sasana berani sekali. ‘ justru waktu Swat Tocu Locianpwe itu tiba disini. Kalian tengah berunding untuk melakukan sesuatu yang bisa mencelakai ayahku ! Nah sekarang mari kita mendengar keterangan Swat ‘Tocu. Karena sebelum bertempar dengan kau. Kebetulan sekali Swat Tocu juga telah mendengar Perihal rencana jahat kalian!”.
Muka Tiat To Hoat-ong sebentar merah. Dia gusar bercampur penasaran namun, dia juga tidak berdaya dalam keadaannya seperti itu. Maka dia hanya berdiam diri..
Sasana telah menoleh kepada Swat Tocu.Tanyanya dengan suara nyaring disertai senyumnya ,,Swat tocu Locianpwe. Bukankah apa yang kukatakan tadi itu memang benar dan tidak ada sepatah kata yang kutambahi atau kukurangi? ‘.
Swat Tocu mengangguk sambil memperdengarkan tertawa dinginnya.-,,Memang benar sigundul itu tengah merencanakan sesuatu bersama kawan2nya untuk mencelakai junjungannya ! Tetapi aku tak mau mencampuri urusan ini dan aku hanya ingin menguji kepandaian si gundul itu ‘saja’ “.
Muka pangeran Ghalik berobah walaupun tadi dia telah mendengar segala sesuatunya dari Sasana, puterinya tokh pangeran Ghalik masih bertanya “Koksu benarkah apa yang dikatakan oleh puteriku?”.
Tiat to Hoat ong tidak menyahuti hanya matanya memandang dengan bengis kepada Sasana. Kemudian baru menyahutl pertanyaan Pangeran Ghalik: .
Jika memang benar apa yang dikatakan puterimu, mengapa aku harus takut mengakuinya ? Hmm. terserah kepadamu.Kau ingin mempercayai perkataannya itu atau tidak terserah kepadamu ! Besok aku akan pulang kekota raja dan akan kulaporkan segala sesuatunya yang terjadi disini dengan sebenarnya!”.
Pangeran Ghalik menghela napas. “Koksu, ada sesuatu yang tidak dimengerti olehku. kata pangeran itu. Mengapa Koksu bermaksud untuk mencelakaiku, malah menurut laporan2 yang masuk padaku menyatakan bahwa Kokau bermaksud melemparkan fitnah kepadaku yang akan meruntuhkan kedudukanku ini, yaitu dengan memberikan laporan! yang tidak benar kepada Kaisar!” .
Muka Tiat to Hoat-ong berobah semakin tidak enak dipandang. sampai akhirnya dia berkata .,Jika memang pangeran mempercayai segala omongan kosong dari puterimu itu dan aku tidak bisa bilang sesuatu apapun juga ! Terserah kepada pangeran! Jika memang pangeran menuduh aku bermaksud melakukan sesuatu yang tidak baik untuk kedudukanmu. Akupun tidak bisa membantahnya, karena percuma saja dan akan sia2 belaka kalau tokh aku bermaksud untuk membantahnya!”.
Hemm,, mendengus pangeran Ghalik,, Tetapi apa maksud Koksu dengan selalu sering mengadakan perundingan2 dengan beberapa orang tertentu. seperti Lengky Lumi, Gochin Talu dan Liong Tie Siang? Begitu juga dengan beberapa orang pahlawan lainnya yang telah ikut berunding dengan Koksu dan kabarnya me reka telah berdiri dipihak Koksu untuk menentangku ! Benarkah itu ? Coba Koksu jelaskan agar persoalan menjadi jelas. “‘.
Tiat To Hoat-ong tampak guaar bukan main namun dalam keadaan seperti itu jelas dia tidak bisa berbuat sesuatu terlebih lagi dengan pangeran Ghalik ada pahlawan2 pilihan, seperti Hek Pek Siang Sat dan disitu juga terdapat Swat Tocu.
Maka akhirnya Tiat To Hoat-ong hanya menyahuti: Sesungguhnya aku tengah berunding dengan mereka mengenai keamanan di istana ini. karena setelah aku berangkat kekota raja bukankah tampuk pimpinan disini’ akan dipegang oleh Gochin Talu ? Aku tengah memberikan petunjuk2 pada mereka sepeninggal aku kekota raja agar mereka dapat mengadakan pengawalan yang ketat dan rapi untuk keselamatan pangeran juga ?”.
Pangeran Ghalik telah menghela napas beberapa kali. Baru saja dia ingin berkata. saat itu tampak Yo Him tela h melompat kedekat Wie Liang Tocu. Waktu itu memang Wie Liang Tocu tengah memandang bengong kepada Yo Him.
Sejak Yo Him muncul berdua dengan Sasana dari tempat persembunyian mereka. Pengemis tersebut telah mengawasi tertegun seperti juga dia kenal dengan Yo Him. sampai akhirnya Yo Ham telah melompat kedekatnya sambil berseru: Toako!”.
Ahh benar2 kau. Yo hiante !” berseru Wie Tocu. Keduanya telah saling rangkul dan berpelukan melepaskan rindu.,,Telah lama sekali kita berpisah dan tidak bertemu. Ternyata sekarang engkau telah menjadi pemuda yang gagah dan tampan sekali!” Kata Wie Liang Tocu dengan senyum lebarnya.
Bagaimana ? Apakah kau telah bertemu dengan ayahmu ?” Yo Him mengangguk. .Ya Toako ! sahutnya. Malah aku telah bertemu dengan mereka berkumpul beberapa lamanya.” Mengapa kau berada disini. Yo Hiante?” tanya Wie Liang `Tocu lagi. Inilah urusan yang panjang sekali ceritanya. Wie Toako ! Nanti setelah persoalan Koksu itu selesai baru kita bicarakan lagi persoalan tersebut. Dan tentunya Toako pun memiliki urusan yang penting datang kemari ?”..
Ya. mencari seseorang sahabat kami, seorang Kay pang yang telah lenyap ,kabarnya berada disini !” menyahuti Toako itu yang mendadak mukanya jadi guram.
Siapakah orang yang Toako cargi Itu ?” tanya Yo Him ingin mengetahui. Wie Liang Tocu tidak segera menyalami.Hanya matanya telah mencilak melirik kearah pangeran Ghalik : Sejak dulu waktu kau masih kecil. Orang2 rimba persilatan didaratan’ tionggoan telah di-acak2 dan diadu domba oleh dia !”.
Dan tangan wie Liang ‘Tocu telah menunjuk kepada pangeran Ghalik. Dan sampai sekarang diapun masih tetap dengan usahanya yang ingin menimbulkan kekacauan dan tak segan2 satu dengan yang lain juga didaratan tionggoan yang tidak berhasil dibujuknya untuk bekerja dibawah kekuasaan Kaisarnya, telah diadu domba. agar jago2 daratan ‘Tionggoan menjadi lemah dan diwaktu itulah akan di tumpas olehnya .
Berkata sampai disitu Wie liang Tocu telah berhenti sejenak. Kemudian baru meneruskan perkataannya lagi: Dan Kaypang juga tidak terlepas dari tipu busuknya itu. Dimana dia mengutus beberapa orang kepercayaan untuk menyusup kedalam Kaypang. Menjadi anggota kami. dan akan selalu mengadakan pemberontakan diberbagai Kaypang cabang daerah, sehingga selama puluhan tahun ini Kaypang menjadi kacau balau, ada yang berusaha untuk meruntuhkan perkumpulan kami itu!.
Hemm,, semula kami tidak mengetahuinya.Namun setelah menyelidiki dengan seksama. Rupanya memang semua itu hasil pnbuatan dari dia itu !” Yang dimaksudkan ,oleh Wi Liang Tocu dengan perkataan “dia itu adalah pangeran Ghalik.
Pangeran Ghalik mendengar perkataan Wie’ Liang Tocu telah melirik kepada Hek Pek Siangsat, maksudnya agar orang-orangnya itu berwaspada.
Sedangkan Wie Liang Tocu telah melanjutkan perkataannya : Sesungguhnya usiaku telah lanjut. dan akupun tidak lama lagi tentu akan masuk liang kubur .Tapi malam hal ini. Aku tentu harus dapat menyelesaikan persoalan yang terjadi di Kaypang. Karena itu walaupun hatiku sesunggguhnya berat sekali harus kembali berkecimpung dalam kangouw, tokh keselamatan Kaypang lebih penting.
Terlebih lagi akhir2 ini kami menerima laporan bahwa salah seorang angota kami berada ditangan pangeran busuk itu yang ditawannya !”.
Siapa orang Kaypang itu. Toako ?” tanya Yo Him tidak sabar.
Dia Liu Ong Kiang bergelar Sn Bok Koay Kay ‘Pengemis Aneh Berkayu Sakti!” sahut toako itu. “Oh, kiranya Liu Ong Kiang Locianpwe!” kata Yo Him Sambil tertawa. Memang Liu Locianpwe berada bersama2 denganku ,Toako !.
Jangan kuatir kesehatannya baik dan dia tidak mengalami sesuatu apapun juga!” Wee Liang tocu tampak terkejut bercampur girang. Benarkah Yo Hiante?” tanyanya kemudian sambil mencekal tangan Yo Him.,, Dimana tentang adanya Liu Ong Kiang?”.
Die berada ditempat yang aman, Toako tidak perlu kuatir tentang keselamatannya sekarang yang terpenting kita lihat penyelesaian yang bagaimana akan dilakukan pangeran itu terhadap Koksu yang ingin mengkhianatinya?”.
Wie Liang ‘Tocu telah mengangguk saja sambil tersenyum. Kemudian melirik kepada pangeran Ghalik dan memperdengarkan suara tertawa dinginnya beberapa kali.
.
Hmm Hmm !” waktu itu Tiat to Hoat ong juga telah mendengus ,.Bagus ! Rupanya p angeran telah mengundang keistana manusia-manusia berandalan dan pengemis busuk seperti itu!”.
&nbs p; Mereka bukan diundang olehku!” kata pangeran Ghalik cepat. ,,Baiklah ! Memang bagus juga. dengan berkumpulnya mereka disini manusia2 yang menjadi musuh kerajaan tentu pangeran memang mengandung maksud2 tertentu ! Tetapi Kuharap saja tidak benar dugaanku, bahwa pangeran memiliki maksud tertentu ingin memberontak terhadap kaisar !”.
Dan setelah berkata begitu. Tiat To Hoat-ong mendengus tertawa dingin beberapa kali !. Muka pangeran Ghalik berobah. dia memandang mendelik pada Tiat To Hoat Ong dengan sorot mata yang tajam lalu katanya : “Koksu, kau ‘jangan bicara sembarangan !’ Justru aku datang kesini karena mendengar keributan disini sedangkan dengan mereka aku sama sekali tidak memliki hubungan apapun juga.
‘Namun Tiat To Hoat-ong telah tertawa dingin. ,,Lihatlah betapa mesranya hubungan Kuncu dengan pemuda she Yo itu. Mungkin juga pangeran memang mengandung maksud untuk berbesan dengan Sin Tiauw Tayhiap Yo Ko?. Syukur jika memang dugaanku tidak benar !” Mata pangeran Gbalik jadi bertambah semakin merah padam dimana dia telah berkata dengan murka :”Koksu, kau terlalu lancang sekali ” Baiklah, perlu kujelaskan disin bahwa telah lama aku mengawasi gerak-gerikmu Koksu,terutama sekali dengan rencana jahatmu yang ingin meruntuhkan kedudukanku !.
Mengenai maksudmu yang hendak melontarkan fitnah padaku kepada Kaisar, itupun telah kuketahui . Namun Tiat To Hoat-ong tidak mau kalah bicara, dia telah bilang dengan suara yang nyaring :”Pangeran ! Justru menurut apa yang kusaksikan disini, dan juga menurut laporan-laporan dari Orang2mu seperti Lengky Lumi,Gochin Talu dan Liong Tie Siang, begitu juga dengan beberapa pahlawanmu yang lainnya di mana mereka bersedia memberikan kesaksian mereka apa yang dilihat dan juga apa yang dilakukan oleh pangeran selama ini yang hendak berserikat dengan para jago2 Tionggoan, untuk melakukan sesuatu yang merugikan kedudukan Kaisar !”.
Bukan main gusarnya pangeran Ghalik, karena sudah jelas Tiat To Hoat ong yang hendak meruntuhkan kedudukannya dan menindih pengaruhnya dengan mempengaruhi pahlawan2nya. Namun sekarang justru Koksu itu telah melemparkan fitnahnya yang menyatakan pangeran Ghalik ingin memberontak pada Kaisar mereka.
Inilah tuduhan tidak bisa diterimanya. Baru-saja dia ingin membentaknya. Disaat itulah terdengar ‘Tiat To Hoat-ong telah berteriak dengan suara yang nyaring:.’keluarlah kalian, mari kita buka kartu dihadapan pangeran !”.
Segera dari balik batu gunung-gunung itu telah melangkah keluar beberapa orang ternyata mereka adalah Lengky Lumi, Gochin Talu dan Liong Tie Siang serta beberapa orang pahlawan lainnya.
“Nah, mereka telah berada disini !” kata Tiat To Hoat-Ong dengan suara yang nyaring. Dan merekapun bersedia untuk memberikan kesaksian merekd mengenai apa yang mereka ketahul perihal maksud dan apa yang telah dilakukan oleh pangeran.”.
Kemudian Tiat To Hoat ong telah menoleh kepada lengky Lumi. Katanya :”Lengky Lumi’ sekarang coba kau katakan apa yang telah kau laporkan kepadaku “.
iLengky Lumi, Gochin Talu. Liong Tie Siang’dan yang lainnya waktu berdiam diruangan rahasia itu telah mendengar semua percakapan Tiat To Hoat-Ong dengan pangeran Ghalik, maka sekarang Lengky Lumi diperintahkan seperti itu oleh Tiat To Hoat-ong maka segera dia mengerti apa yang diinginkan oleh Koksu tersebut. dia dengan lancar telah berkata dengan suara yang nyaring “Pangeran Ghalik telah berusaha untuk mengadakan kontak dengan jago2 daratan Tionggoan yang pernah membantu kerajaan Song melawan raja kita! Dan Pangeran Ghalik juga merencanakan agar semua jago2 daratan ‘tionggoan, yang menjadi musuh kerajaan kita itu untuk mengganggu keagungan dan keangkeran Kaisar kita .
itulah rencana busuk. kami tidak berani mencegahnya, kamipun tidak berani memberikan saran, karena jika kami mencegahnya, tentu pangeran akan turun ‘tangan bengis pada kami maka jalan satu2nya yang ada pada kami karena tidak rela jika pangeran Ghalik dengan maksudnya untuk mengganggu kewibawaan dan keangkeran Kaisar kita, kami hanya bisa memberikan laporan selengkapnya kepada Koksu negara agar bisa disampaikan kepada Kaisar !.
Itulah yang telah membuat kamipun meninggalkan pangeran Ghalik, jadi kami bukan berkhianat atau coba2 berontak padanya, namun demi kewibawaan dan keangkeran Kaisar, untuk keselamatan Kaisar juga, kami rela dicap sebagai pemberontak oleh pangeran Ghalik!.
Namun kami yakin bahwa Kaisar kami seorang yang biijaksana, tentu Kaisar lebih mengetahui segalanya dengan baik!”.
Setelah berkata begitu, Lengky Lumi” menoleh kepada Gochin Talu dan Liong Tie Siang tanyanya “Bukankah kalian pun mengetahui hal itu juga?”.
Gochin Talu, Liong ‘Tie Siang telah mengangguk serentak. Demikian juga halnya dengan beberapa orang pahlawan lainnya yang telah menjadi pengikutnya Tiat To Heat-Ong. dengan serentak telah membenarkan keterangan Lengky Lumi.
Bukan main gusarnya pangeran Ghalik, mukanya sampai merah padam dan tubuhnya menggigil keras dimana dirasakan dadanya hendak meledak.
Demikian juga Sasana. karena gadis ini diliputi kemarahan yang sangat.,,Ngaco balau!” teriak gadis itu. “Aku sendiri yang telah mendengarnya kalian telah mengatur rencana busuk yang hendak mencelakai ayahku!”.
”Kuncu bisa berkata begitu, karena pangeran Ghalik adalah ‘ayahmu ! Adakah seorang puteri yang hendak memberatkan dosa dan kesalahan ayahnya? Kuncu berusaha untuk meringankan dosa ayahmu maka telah melemparkan semua kesalahan kepunggung kami !.
Hmm, dengan memutar balik urusan bahwa kami yang ingin memberontak. Kuncu bermaksud melindungi ayahmu dengan niatnya yang buruk terhadap Kaisar ?”.
Dan setelah berkata begtu. Tiat To Hoat-Ong tertawa bergelak-gelak.
Pangeran Ghalik sudah tidak menahan kemarahan hatinya, dengtn suara bengis dia membentak :Tangkap penghianat itu !”.
Hek Pek Siangsat merupakan dua orang jago Persia yang memang telah lama bekerja dibawah kekuasaan pangeran Ghalik, dengan demikian, mereka telah banyak melakukan pekerjaan untuk kebaikan pangeran. Tentu saja merekapun bersetia pada pangeran tersebut’.
Sekarang mendengar perintah pangeran dengan sendirinya mereka telah meloncat dengan serentak kepada Tiat To Hoat-ong, yang ingin dibekuknya.
Waktu itu TiatTo Hoat-ong tengah dalam keadaan lemah sekali, kerena mukanya selain masih pucat, juga memang seluruh kekuatan hawa murninya belum lagi pulih semuanya. Karena itu jika Hek Pek Siangsat menyerang di waktu itu, tentu Tiat To Hoat-ong tidak bisa berbuat banyak untuk menyelamatkan dirinya.
Tapi Lengky Lumi, Gochin Talu maupun LiongTie Siang tidak berdiam diri, Dengan gesit sekali kitiga orang itu telah berdiri disekelilingnya Tiat To Hoat-ong.
Waktu Hek Pek Siangsat ingin melompat menyerang Tiat-to Host-Ong, Lengky Lumi telah menggerakkan tangan kanannya, dimana dia menangkis gempuran yang dilakukan oleh Hek Siangsar. si Hitam itu.
Benturan terjadi dengan kuat, suara yang keras sekali terdengar. Tubuh Lengky Lumi terhuyung dua langkah demikian juga dengan Hek Siangsat telah melangkah mundur setindak lebih.
Memang selama ini, Lengky’ Lumi berada dibawah perintal Hek Pek Siangsat, dan ini tidak’ memuaskan hati Lengky Lumi. sejak lama karena dia menghendaki dia hanya berada dibawah perintah langsung pangeran Ghalik.
Sekarang dia memiliki kesempatan untuk jadi pengikut Tiat-to Hoat-ong yang menjanjikan padanya, jika berhasil meruntuhkan pangeran Ghalik sehingga kelak keamanan negara dan seluruh kekuasaan atas angkatan perang Mongolia berada ditangan Koksu ini, Lengky Lumi akan diangkat sebagai panglima perang untuk angkatan darat sedangkan Gochin Talu jadi panglima angkatan lautnya dan Liong Tie Siang akan diangkat sebagai panglima keamanan kotaraja dengan janji-janji muluk seperti itulah ketiga orang tersebut
‘yang semula adalah pahlawannya pangeran Ghalik, akhirnya telah menjadi pengikutnya Tat-to Hoat ong,.
Lengky Lurni bertiga Gochin Talu maupun Liong Tie Siang masing2 memang memiliki banyak sekali anak buah.. Maka dengan berpalingnya mereka menjadi pengikutnya Tiat-to Hoat ong dengan sendirinya merekapun telah mengajak semua anak buah mereka untuk berpihak pada ‘Tiat-to Hoat-ong…
Sedangkan hek Siangsat mendongkol bukan main tidak berhasil serangannya yang dirintangi lengky lumi.Beruntun dia menyerang beberapa kali.namun Lengky Lumi telah menghadapinya dengan gagah sekali, mati2an berusaha melindungi Tiat-to Hoat ong Demikian juga halnya dengan Gochin talu dan Liong Tie Siang yang menghadapi pek Siangsat si Putih, dimana mereka telah bertempur dengan seru..
Tiat to hoat-ong yang melihat perkembangan telah terjadi seperti itu, segera menyingkir kepinggiran, kedeka para pahlawan yang jadi pengikutnya, yang semuanya telah mencabut senjata mereka masing2 untuk bersiap-siap menghadapi segala kemungkinan dan melindungi keselamatan Tiat-to Hoat-ong..
waktu itu tampak pengeran Ghalik sendiri telah mencabut senjatanya, goloknya dengan itu diapun telah melompat kedekat Tiat t0 hoat-ong karena dia penasaran sekali dituduh hendak memberontak pada Kaisarnya…
Maka pangeran Ghalik bernafsu sekali untuk membinasakan Tiat to Hoat-Ong. Pangeran Ghalik juga menyadari bahwa kepandaiannya memang ‘masih berada’ dibawah kepandainnya tiat To Hoat-ong..Namun sekarang lain. Tiat to Hoat ong tengah terluka dan tenaga dalamnya belum pulih kembali dan biarpun jalan darah disekujur tubuh berjalan lancar, tokh semangatnya itu belum bisa dikumpulkan buat dipergunakan bertempur..
Golok pangeran Ghalik menyambar CePat sekali dan bertenaga sangat kuat sekali. Di waktu itu para pahlawan yang melindungi ‘Tiat To Hoat ong pun ragu2 karena mereka sebelumnya memang merupakan anak buah pangeran Ghalik walaupun kini mereka telah berkhianat dan berdiri dipihaknya Tiat To Hoat-ong. Tokh melihat pangeran Ghalik yang berada’ dalam keadaan murka seperti itu mereka terpengaruh juga dan memandang ragu 2.
Hanya beberape orang saja yang menggerakkan senjata mereka berusaha menangkis bacokan pangeran Ghalik.
Pangeran Ghalik menarik kembali goloknya dengan muka merah padam dan mata mendelik dia membentak : Kalian mundur tinggalkan Koksu sendiri !”.
Bentakan itu berpengaruh para pahlawan itu ragu2 dan senjata mereka diturunkan Sebagian ada yang menundukkan kepalanya.
Namun disaat Itulah Tiat To Hoat-ong berkata nyaring: Kalian hadapi dia. jika ada yang bisa menangkapnya tentu jasanya tak akan dilupakan oleh kaisar dan akan kuberitahukan jasanya pada Kaisar agar memperoleh Imbalan yang setimpal. dengan jasanya itu !” .
Perkataan tiat to Hoat-ong memilikin pengaruh yang tidak kecil karena waktu itu empat orang pahlawan telah melompat kedepan tiat To Hoat-ong untuk melindungi Koksu itu. mereka menghadapi pangeran Ghalik dengan sikap menantang dan sernjata terhunus .
Bulan main murkanya pageran Ghalik. dia melompat akan membacok lagi. namun Sasana telah berteriak : Ayah tahan., .,!”.
Pangeran ghalik menahan goloknya yang melayang di tengah udara melirik pada puterinya “Kenapa ?” .
Biarlah aku yang menghadapi mereka ! Kata Sasana dengan suara yang nyaring.Tubuhnya telah melompat kedekat ayahnya. Pangeran Ghalik memang pernah melihat kelihayan puterinya, dia mengangguk.
“Mari kita membereskan mereka bersama sama !” dan setelah berkata begitu tampak tubuh pangeran Ghalik telah melompat dengan gesit, goloknya berkelebat membacok seorang pahlawan yang menghalangi di depannya Tiat to hoat ong.
Golok itu bergerak cepat, pun mengandung tenaga yang kuat sekali, angin bacokan itu menderu deru.
Pahlawan itu mengangkat goloknya menangkis keras beradu senjata itu. Namun disertai dengan suara ,, trang.! Golok pahlawan itu tertebas putus menjadi dua potong dan potongan golok itu jatuh ke lantai dan menimbulkan suara berkeriangan nyaring sekali.
Pangeran ghalik tidak membuang2 kesempatan lagi, dia menyusul dengan bacokan melintang dari samping kiri menebas kekanan, pun bacokan itu cepat sekali.
Pahlawan yang seorang itu tengah terkesiap kaget karena goloknya tertebas putus dan kini dia diserang lagi dengan bacakan yang hebat dengan sendirinya telah membuat pahlawan tersebut jadi mengeluh dan berusaha mengelakkan diri.
Walaupun dia mengetahui terlambat baginya untuk menghindarkan diri dari bacokan.
Tapi belum lagi serangan pangeran ghalik tiba. diwaktu itulah pahlawan yang seorangnya lagi telah menangkis golok pangeran Ghalik dengan kuat.
Kembali golok pahlawan itu telah tertabas putus. karena golok yang dipergunakan oleh pangeran Ghalik ternyata merupakan golok mestika.
Walaupun begitu tokh pahlawan yang seorang itu telah tertolong jiwanya dari kematian.
Dan disaat seperti ini pula. Sasana telah menjejakkan ‘kakinya tubuhnya telah mencelat ringan sekali sambil mengulurkan tangan kanannya untuk menotok Jing kin-hiat dari pahlawan yang seorang itu.
Pahlawan tersebut berusaha untuk mengelakkan diri dengan melompat kesamping. tapi dia berlaku kurang cepat dari jari telunjuk sasana telah menotok tepat sekali Jing-kin-hiat-nya. sehingga tubuh pahlawan itu seketika terkulai lemas tidak bertenaga dan tidak bisa bergerak lagi.
Sasana tidak berhenti hanya sampai disitu saja karena dengan gerakan yang cepat luar biasa tampak dia telah menyerang lagi dengan bacokannya beberapa kali, dua kali mengenai sasaran dimana dua orang pahlawan lain telah dilukai tidak berkutik lagi karena telah tertotok jalan darahnya sedangkan dua totokan lainnya yang dilancarkan Sasana kepada Tiat to hoat ong mengenai tempat kosong.
Waktu itu keadaan memang tidak menguntungkan buat Tiat to hoat ong . Dimana koksu tersebut juga menyadari bahwa dia harus cepat2 meloloskan diri dari tempat itu.
Pangeran ghalik yang memang diliputi kegusaran yang sangat telah meloncat lagi dengan goloknya yang membacok kearah kepala koksu itu, gerakannya cepat ,dia yakin bacokannya kali ini tentu akan berhasil sebab koksu telah terluka dalam jelas tak mungkin bisa menghindarkan diri dari bacokannya itu.
Tapi disaat golok tengah meluncur dengan tenaga yang kuat dan koksu dalam keadaan terancam maut, dan memang koksu itu tidak memiliki kesempatan untuk berkelit lagi, tampak sesosok bayangan yang bergerak cepat dan gesit sekali sambil menangkis golok pangeran ghalik dengan pedangnya sehingga berbunyi nyaring sekali dan golok Golok pangeran ghalik tersampok kesamping.
Rupanya orang yang menolong koksu tak lain dari liong tie siang.Diam2 Liong tie siang yang mencekal sebatang pedang mestika, setelah ditangkisnya yang pertama berhasil menyelamatkan koksu .
dia telah membarengi lagi dengan tusukan yang beruntun sampai tiga kali mengincar tiga tempat yang mematikan di tubuh pangeran Ghalik.
Tikaman2 maut seperti itu memaksa pangeran ghalik harus mengelakkan diri dengan melompat mundur dua tindak kebelakang .
dia juga memutar goloknya untuk melindungi tubuhnya dari tikaman selanjutnya dari Liong tie siang.
Kemudian dengan suara yang bengis pangeran ghalik telah membentak ,Liong tie siang apakah engkau benar2 hendak memberontak ? Tahukah kau hukuman apa yang bisa kau terima jika semua persoalan disini kulaporkan pada kaisar?.
Tapi rupanya Liong tie siang memang telah nekad.Dia tertawa dingin.katanya – Pangeran ghalik, kau jangan memutar balik persoalan.Engkau yang ingin memberontak dan bermaksud hendak mengganggu keselamatan kaisar.Tapi sekarang engkau menuduh kami yang ingin memberontak! Terimalah tikaman ini! Nanti dihadapan Kaisar, akupun ingin melihat, apakah kau ya ng dapat menuduh kami atau memang Kaisar lebih me mpercayai keterangan Koksu!”.
Membarengi dengan terkamannya itu, tampak Liong Tie Siang bergerak cepat sekali pedangnya beruntun telah menikam dan menusuk dengan cepat dan juga jurus yang dipergunakan begitu luar biasa, pedangnya itu berkelebat kelebat cepat bagaikan secercah sinah perak yang bergulung! disekitar pangeran Ghalik seperti juga seekor Naga putih yang tengah mengamuk.
Pangeran ghalik sendiri sesungguhnya memiliki kepandaian yang cukup tinggi, dimana diapun memiliki ilmu silat yang boleh diandalkannya.
karena waktu Kaisar Mancu meninggal ditangan Yo Ko, dan pasukan tentara Morgolia telah ditarik mundur pulang ketanah air mereka, waktu Itu pangeran Ghalik memang telah berguru pada seorang aneh yang memiliki kepandaian tinggi.
namun sejauh itu nama gurunya itu tidak diketahuinya, karena guru tersebut. seorang Han. tidak mau memberi tahukannya. Namun seluruh kepandaian dan ilmu dari gurunya telah diwariskannya.
Kini disaat dia tengah marah seperti itu maka pangeran Ghalik telah mengeluarkan ilmu goloknya.
Goloknya juga menderu deru menyambar dahsyat sekali. mengimbangi pedang Liong Tie siang yang ber-gulung2 Sangat hebat.
Keduanya sama2 mempergunakan Senjata mustika, karena itu mereka dapat bertempur dengan seru, tidak ada salah seorang diantara mereka yang terdesak.
Malah semakin lama tampak mereka seperti tidak mem,erdulikan keselamatan jiwa mereka lagi.
telah terkurung 0leh gulungan! sinar pedang dan golok tubuh mereka hanya berkelebat seperti bayangan belaka.
Sasana yang bertempur dengan tubuhnya yang lincah, telah menghadapi beberapa Orang Pahlawan pengikut tiat-to HOat-Ong, tangan sigadis berkelebat kelebat cepat dari berbahaya karena biarpun dia mempergunakan jari telunjuknya namun setiap totokan yang dilancarkan bisa melumpuhkan lawannya.
Malah jika saja totokan itu mengenai jalan darah yang mematikan tentu lawannya itu akan menemui kematian, atau sedikitnya akan bercacad.
Waktu itu Hek Pek Siangsat juga telah mementang mata mereka lebar-lebar mengawasi jalannya pertempuran antara pangeran Ghalik dengan Liong Tie Siang.
Karena jika junjungan mereka terancam bahaya, keduanya akan segera turun tangan menolonginya.
Gochin Talu yang menyaksikan pertempuran telah dimulai, dimana keadaan kacau seperti itu, telah melompat kesamping Tiat To Hiat ong hatinya pun berpikir: .
Yang terutama sekali Koksu yang harus diselamatkan dulu.
Tangan kanannya juga cepat sekali melingkari pinggang Tiat To Heat-Ong, dia telah berkata perlahan sekali: “Mari kita menyingkir, Koksu ,.!” dimana Gochin lalu telah menjejakkan kakinya, tubuhnya ‘mencelat ringan membawa kabur Tiat to hoat ong.
Koksu itu girang bukan main karena dia melihat Gochin Talu memang tetap berdiri dipihaknya, bahkan sekarang tengah berusaha untuk menyelamatk an dirinya .
Dia yakin, Gochin Talu tentu akan dapat membawanya pergi keluar dari istana yang menyerupai perbentengan itu.
Tapi Gochin ‘talu belum lagi bergerak jauh baru beberapa tombak, telah berkelebat sesosok tubuh dengan gerakan yang gesit bukan main.
Belum lagi tubuhnya berhasil menyandak, Gochin Talu yang ingin melarikan Tiat To Hoat Ong, diwaktu itu telah berkesiuran angin pukulan yang dingin luar biasa, seperti juga selapis ‘es dingin membungkus Gochin Talu dan Tiat to Hoat-ong.
Tapi Gochin Talu telah cepat2 melompat kepinggir untuk menghindarkan diri dari pukulan itu.
Namun gerakannya jadi terhambat oleh pukulan tersebut, dan juga orang yang menghalanginya telah berada dihadapannya. orang itu tidak lain dari Swat Tocu! .
` Hmm!” .mendengus Swat Tocu dengan suara yang dingin. Hendak dibawa lari kemana si gundul itu?,.
Swat tocu bukan hanya mengejek melainkan tangan kanannya telah digerakkan untuk menghantam Gochin talu menyusul tangan kirinya menyambar lagi a kan menghantam lebih kuat.
Cara menyerang Swat tocu merupakan Serangan yang mengandung tenaga yang dahsyat sekali.
karena itu sekujur tubuh Gochin ‘talu dan Tiat To Hoai-Ong telah diliputi oleh selapis uap dingin yang luar biasa.
Gochin talu yang mengetahui bahwa Swat Tocu bukan’ orang sembarangan, dan menyadari Walaupun dia mengerahkan seluruh kepandaiannya tidak mungkin bisa menghadapi Swat tocu.
hanya memikirkan cara untuk meloloskan diri. Karena diserang dahsyat seperti itu oleh Swat Tocu, dan dalam keadaan terdesak dengan membawa2 Tiat To Hoat-ong yang membuat gerakan Gochin ‘talu kurang begitu leluasa.
dia berusaha untuk menyingkir kepinggir kiri kemudian menjejakkan kakinya pula, untuk melarikan diri lagi.
Melihat orang ingin menyingkir, Swat Tocu tertawa dingin. katanya: “Jangan harap kau bisa angkat kaki seenakmu begitu saja! ‘tinggalkan sigundul itu!” dan tangan kanannya telah bergerak cepat sekali, kembali segumpal uap dingin yang menusuk tulang menyambar lagi kearah Gochin Talu.
Tiat to hoat ong tengah terluka didalam walaupun dia telah berhasil membuka“ jalan darahnya yang semula membeku itu. tokh dia tidak bisa mempergunakan “Soboc”nya lagi.
karenanya, begitu gochin talu disêrang beruntun dengan pukulan tenaga Inti Es dari Swai Tocu, tiat To Hoat-ong dalam gendongan Gochin talu jadi mengigil keras sekali karena dia merasakan hawa yang dingin melebihi es itu bagaikan menyusup kedalam tulang sumsumnya, membuat tubuhnya menggigil dan giginya berceratukan menahan hawa dingin yang meliputi sekujur tubuhnya.
Tiat To Hoat-ong juga menyadari, jika keadaan seperti ini berlangsung terus. niscaya akan menyebabkan dia terluka didalam lagi berarti dia akan mengalami luka yang tidak ringan dan kemungkinan besar akan membuat dirinya jadi bercacad.
Tapi GochinTalu memang tidak berdaya untuk cepat2 menyingkirkan Tiat TO Hoat-ong dari tempat tersebut, terlebih lagi memang Swat Tocu, tokoh rimba persilatan yang liehay luar biasa itu tidak mau melepaskannya dan telah melancarkan pukulannya berulang kali. sehingga hawa dingin itu semakin tebal dan `juga semakin mengigilkan tubuh .
Gochin ‘talu sendiri telah menggigil menahan dingin dan ia masih berusaha untuk bertahan agar dirinya tidak rubuh karena hawa dingin itu.
Swat Tocu memang tidak ingin membiarkan Tiat to Hoat-ong dibawa pergi Gochin Talu.
karena dia telah menyerang terus dengan pukulan Inti Esnya itu. “Tinggalkan sigundul. Kau boleh angkat kaki!” bentak Swat Tocu dengan suara yang dingin.
Waktu itu Gochin Tolu, yang sesungguhnya memiliki kepandaian yang tinggi, tengah memutar otak untuk mencari jalan meloloskan diri.
Jika menghadapi jago2 biasa, tentu Gochin Talu tidak memperoleh kesulitan. Cuma saja, sekarang justru yang merintanginya adalah Swat ‘tocu. seorang tokoh rimba persilaian yang memiliki kepandaian yang luar biasa dan Sulit diukur tingkatannya.
Dengan nekad, akhirnya Gochin Talu mempergunakan tangan kiri untuk menyerang kepada Swat Tocu, dia bermaksud begitu Swat Tocu mundur menghindarkan pukulannya itu.
dia ingin mempergunakan kesempatan itu untuk berusaha melarikan diri lagi.
Namun yang membuat Gochin Talu jadi kaget bukan main. disaat itu tampak Pukulannya seperti lenyap tidak berbekas dan tidak memberikan hasil apa2 malah Swat Tocu telah menyerang lagi dengan tangan kanannya, segumpal hawa sangat dingin menerjang kediri Gochin talu dan Tiat To Hoat-ong.
Gochin talu mengeluh, dia berusaha membuang diri bergulingan ditanah bersama Tiat To Hoat-ong.
Swat Tocu tertawa tawar. katanya dengan dingin: ,,Hemmm, mengapa engkau tetap hendak melarikan si gundul’. Tinggalkan dia dan engkau boleh pergi dari sini !”.
Tapi Gochin Talu yang telah bergulingan dilantai, tetap merangkul Tiat To Hoat ong.yang dipeluknya kuat sekali. kemudian mengerahkan tenaga dalamnya pada kedua tangannya.
tahu2 dia melontarkan tubuh Tiat To Hoat-ong sejauh empat tombak lebih sambil katanya ‘ “Menyingkiilah lebih dulu Koksu !”.
Walaupun tubuh ‘tiat To Hoat-Ong tinggi besar, namun dia telah berhasil dilontarkan begitu jauh, membuktikan tenaga dalam Gochin Talu memang tidak lemah.
Tiat To Hoat-ong sendiri walaupun dalam keadaan terluka namun masih bisa turun ditanah tanpa terbanting.
Sebagai seorang yang licik dan cerdik, tentu saja Tiat `to Hoat-ong pun kenal bahaya.
begitu kedua kakinya menyentuh tanah, segera dia menjejakkan lagi kédua kakiñya tubuhnya telah melompat sejauh dua tombak lebih, dia berusaha untuk melarikan diri.
Swat `t0cu tidak memperdulikan Gochin ‘talu, tahu2 tubuhnya telah berkelebatan dan berdiri dihadapan Koksu itu.
kemudian katanya. dengan tawar: “Kau hendak menyingkir kemana ?!”.
Muka Tiat To Hoat ong berobah merah padam. dia telah menatap Swat tocu dengan bola mata terpentang lebar! mendelik pada Swat Tocu.
Jika kau ingin membunuhku, bunuhlah Aku tak takut! Lakukanlah, jangan menghinaku terlebih jauh!” keras sekali suara Tiat tO Hoat Ong.
Swat tocu tertawa mengejek.
Hemm. jika memang engkau berani untuk menerima kematian. tentu sejak tadi tidak ada niatan untuk melarikan diri! Baik ! baik. jika memang engkau meminta aku mengirimmu menghadap ke Giam Lo Ong aku tentu tidak akan mengecewakanmu, aku akan meluluskan keinginanmu itu.
Dan setelah berkata begitu, Swat tocu menggerakan kedua tangannya, yang siap akan dihantamkan kepada Tiat~t0 Hoat-ong.
Sedangkan Tiat-to Hoat-ong telah mengawasi dengan hati mengeluh, karena dia yakin dirinya segera akan terbinasa.
Begitu hawa Inti Es dari Swat tocu menerjang dirinya. tentu tubuhnya akan membeku dan dia menemui kematian. Namun dia tidak memiliki jalan lain untuk meloloskan diri, untuk memberikan perlawananpun dia sama sekali tidak berdaya, karena tengah terluka seperti itu, Dengan sendirinya Tiat to Hoat ong hanya menantikan tibanya kematian.
Cuma yang membuat dia menyesal, dirinya ‘harus menerima kematian dengan cara yang mengecewakan seperti ini.
Tahan swat tocu Locianpwe!” tiba2 ada suara yang berteriak nyaring. disusul sesosok tubuh yang melompat kesamping Swat tocu.
swat tocu menahan gerakan tangannya yang telah berada ditengah udara setengah terangkat itu. dia melirik. Dilihatnya orang yang mencegahnya itu tidak lain dari Yo Him.
”Kenapa ?!” tanya Swat tocu dengan suara yang dingin.
Locianpwe !” kata Yo Him cepat. Kumohon agar kau jangan membinasakannya !” kata Yo Him itu disusul dengan tubuhnya yang membungkuk memberi hormat.
Swat tocu telah mendengus lagi, ,Sigundul itu terlalu bertingkah, jika memang aku hendak membunuhnya.Siapa yang berani melarangku ?.
Yo Him tersenyum sabar. diapun telah menyahut; “tapi Locianpwe, jika memang dia dibinasakan tentu akan menimbulkan badai yang tidak kecil dalam kalangan Kangouw, karena Kaisamya Jelas akan mengerahkan seluruh pahlawannya untuk melakukan penangkapan dan membinasakan jago2 daratan Tinggoan dimana ,jêlas yang akan menjadi korban kelak nanti orang2 yang tidak bersalah! Karena bisa saja Kaisarnya menuduh bahwa yang telah mencelakainya adalah kita orang2 Han!”.
Swat tocu berdiam sejenak. namun akhirnya dia tertawa dingin. Aku tidak perduli semua itu !” katanya.
Ada hubungan apa denganku? AkU hanya berurusan dengan si gundul ini!.
“Tapi Locianpwe! akibatnya sangat besar sekali buat orang2 Han yang lemah . Untuk keselamatan mereka, bebaskan pendeta itu. Nanti boanpwe akan menjelaskan lagi urusan yang jauh lebih penting !”.
Swat tocu ragu2, tapi akhirnya dia telah mengangguk juga. .
Baiklah ! katanya. ,memandang muka terang ayahmu Sin ‘Tiauw tayhiap. mau juga aku memenuhi permintaanmu ini !. waktu itu tiat to hoat-ong tertawa dingin.
”Mengapa kau belum turun tangan juga ?” ejeknya.
Jika memang kau ingin membinasakanku , ayoh turun tangan cepat. aku ingin melihat apakah engkau memiliki keberanian untuk membunuhku !”.
Muka Swat-tocu jadi berubah merah Padam karena gusar, tadi telah menyanggupi permintaan Yo Him untuk tdak membunuh ‘tiat-to Hoat ong, namun sekarang pendeta ini menantang sedemikian rupa, maka matanya memancarkan sinar yang sangat tajam sekali. dia bermaksud akan menyerang lagi pada Tiat to Hoat-ong.
Biarlah Swat Tocu Locianpwe.
jangan locianpwe membunuhnya. kita akan mengurus suatu urusan yang jauh lebih penting.
Kemudian Yo Him berkata kepada ‘Tiat to Hoat ong katanya dengan tawar : ”Pergilah !. jika memang kelak ternyata engkau mencelakai orang2 Han yang ‘tidak berSalah. aku tentu akan mengajak Locianpwe2 lainnya untuk mencarimu ! waktu itu biarpun engkau berlutut sambil menangis memohon pengampunan tidak akan kami layani .!”.
Tiat To Hoat-ong tertawa dingin. dia mengebutkan lengan jubahnya!`, bocah,,, apakah engkau tidak menyesal ?”.
Pergilah ! menyahuti Yo Him. Tapi Tiat ‘to Hoat-Ong tidak segera berlalu.
Waktu itu Swat Tocu telah melangkah dua tindak kedepan, dia bilang dengan bengis : “Jika memang aku tidak ingin memberi muka terang kepada Sin Tiauw Tayhiap Yo Ko, tentu jiwamu itu telah kukirim pergi menghadap pada giam Lo ong ! Sekarang kau bertingkah pura2 tidak takut mampus dan tidak mau segera angkat kaki! Hmmm. inilah tanda mata dariku !”.
dan tangan kanan Swat Tocu bergerak menghantam Toat To Hoat-ong, dan dia menghantam jalan darah Lung jin hiatnya sipendeta. untuk membuat sipendeta bercacad seumur hidupnya menjadi manusia lumpuh.
Yo Him terkejut, namun dia tidak bisa mencegahnya karena Swat Tocu melakukan pukulan itu cepat sekali.
Tapi disaat Tiat ‘to Hoat-Ong terancam bahaya. terdengar suara orang tertawa hahaha hihihi, disusul dengan sesosok tubuh yang berkelebat sangat gesit sekali.
Malah telah menghadang didepan Swat’ Tocu, mempergunakan tangan kanannya untuk menyanggahi pukulan tangan Swat tocu.
Plakk ! Terdengar suara benturan yang sangat kuat sekali.
Di waktu itulah tampak jelas tubuh Swat tocu bergoyang2 akan terhuyung kebelakang, namun kuda2 kedua kakinya masih tetap ditempatnya. Begitu juga orang yang baru datang itu tubuhnya bergoyang2.
Swat tocu lalu mementang matanya lebar2 dilihatnya yang berdiri dihadapannya adalah seorang lelaki tua dengan keadaan yang luar biasa. Sebab selain rambutnya yang telah putih itu tumbuh panjang menutupi bahunya. juga ‘kumis dan jenggotnya yang telah berwarna putih itupun tumbuh panjang sampai ujungnya menyentuh tanah.
Yo Him pun terkejut, tidak terkecuali ‘tiat To-Hoat ong.
Karena mereka segera. mengenalinya bahwa orang yang keadaannya luar biasa itu tidak lain dari Ciu Pek Thong!.
.
Ciu Locianpwe!” berseru Yo Him girang bukan main.
Situa berandalan telah tertawa dengan sikapnya yang jenaka. dia pun membalas sapaan Yo Him: ”Yo Hiante.,! Ai, ai kau menimbulkan kerusuhan disini, sehingga aku terpaksa harus memperlihatkan diri! Ai. engkau telah membuat aku jadi salah tingkah, semua ini adalah gara2mu. Berdiam ditempat persembunyian salah. keluar juga salah harus berhadapan dengan begundal ini!” dan sambil berkata begitu Ciu Pek Thong. Situa berandalan itu telah menunjuk kepada Tiat To Hoat-Ong.
Muridku telah menceritakan segalanya. memang sigundul ini jahat sekali! Dulu, waktu engkau belum terlahirkan. sigundul inipun telah mengganggu ayah ibumu sehingga ibumu’ melahirkan tanpa didampingi ayahmu!”.
dan setelah berkata begitu, Ciu Pek Thong mementang matanya lebar2 memperlihatkan sikap jenaka, katanya lagi meneruskan bicaranya tadi ,Dan akhirnya terlahirkan seorang. bocah nakal seperti kau yang sekarang memiliki kepandaian yang tinggi dan disebut sebut selalu oleh muridku.
hua ha haa haaa!” Ciu Pek Thung tertawa ‘bergelak dengan suara yang nyaring sekali. Loo Boan Tong tampaknya tidak memperdulikan bahwa ditempat itu berkumpul banyak sekali orang, dan juga ada beberapa orang tengah bertempur hebat sekali mempertaruhkan jiwanya.
Yo Him girang bukan main, dia telah maju untuk memberi hormat pada Loo Boan Tong kemudian bertanya dengan perasaan heran: .
Mengapa Ciu Locianpwe meninggalkan Tho Hoat- to?!” .
“Aku bosan menemani Oey Lo Shia!” sahut ciu pek`thong.,Setiap hari hanya main catur diam seperti patung, akhirnya aku ingin pesiar, Oey lo Shia juga tidak melarang keinginanku ini. maka aku telah meninggalkan pulau.
”Apakah puteri pangeran Ghalik. nona ‘Sasana, murid Ciu Locianpwe?” tanya Yo Him.
“Tepat, tidak salah!” mengangguk situa berandalan itu.
waktu itu Sasana yang tengah dikepung oleh beberapa orang pahlawan yang jadi pengikut Tiat-to Hoat-ong telah berseru girang: ”Suhu, akhirnya kau mau juga keluar.!”.
Ciu Pek Thong mendengar seruan muridnya dia tertawa ter-bahak2 kemudian menyahuti: “Muridku, teruskan menghajar kurcaci itu.!.
Aku sendiri akan mengikir kepala gundul Tiat To Hoat-ong ini jadi lebih licin!”.
Swat Tocu waktu itu gusar bukan main karena pukulannya telab ditangkis oleh Ciu Pek Thong.
‘Walaupun dihatinya dia mengakui bahwa kepandaian dan tenaga dalam Ciu Pek Thong bukan sembarangan, kemungkinan juga lwekangnya itu tidak berada disebelah bawah kepandaiannya. namun dia penasaran sekali sebab Ciu Pek Thong telah begitu lancang’ menghalangi untuk turun tangan pada tiat ‘to Hoat ong.
sedangkan Ciu Pek ‘Thong sendiri tidak memperdulikannya dan berjenaka seenaknya.
Hai tua bangka jenggotan?” bantak Swat Tocu dengan suara yang dingin. “Apakah engkau ingin maIn2 denganku ?”.
Ciu Pek Thong telah menoleh memandang tajam pada Swat Tocu. kemudian berkata dengan tertawa jenaka: “Ha, galak benar?! Mengajak aku main2 kok galak seperti itu? Apakah kau hendak mengajakku main kelereng atau ` main catur? Main kelereng aku mau. tapi kalau memang main catur aku menyerah saja !”.
Swat locu telah memandang bengis Sekali pada Ciu Pek ‘thong. ,,Aku bukan tengah bergurau denganmu,, katanya dengan suara yang dingin: .
AkU tahu engkau memang memiliki kepandaian yang lumayan, dan engkaupun tentu Loo Boan Tong, adik seperguruan dari Ong liong Yang bukan ?”.
Ciu Pek Thong mengangguk sambil tetap tertawa jenaka, dia bilang: Ya ya ya benar apa yang kau bilang! Tapi! Jika mengajak orang untuk main2. Jangan ajak2 seperti itu. aku Loo Boan ‘tong paling tidak enak jika dibentak bentak seperti itu.
Jika kau dibentak2 apa yang akan kau lakukan,, tanya swat tocu dingin.
,,Aku tidak sudi menemani kau main2! menyahuti Ciu Pek Thong.
‘ ”Kalau aku memaksanya apakah kau tetap bisa menolaknya?” tanya Swat tocu dengan mendongkol berbareng geli juga melihat lagak situa berandalan yang jenaka ini.
”Oh tentu, tentu, jika aku bilang tidak mau, biar kau sampai terkencing2 disitu. tetap aku tidak mau!” menyahuti Ciu Pek Thong.
Muka Swat tocu jadi merah, dia tambah mendongkol. Aku hendak melihat apakah kau bisa menolak ajakanku untuk main?” katanya.
yang disusul dengan gerakan tangan kanannya.
Tapi Ciu Pek Thong bersikap acuh. cuma saja dikala tangan Swat ‘tocu hampir tiba disaat itulah dia telah mengeluarkan suara bentakan yang nyaring dan tangan kirinya menolak.
Ternyata dia telah mempergunakan “kong Beng Kun”. dimana dia memang bisa memecah kedua tangannya itu seperti menjadi dua. yang bisa digerakan setiap tangannya dengan jurusnya masing-masing.
tolakan Ciu Pek Thong tidak keras. tapi hebat kesudahannya. Ciu Pek Thong memang telah mencapai kesempurnaan ilmunya.
Coan Cin Kauw merupakan pintu ‘perguruan yang lurus dan bersih terutama sekali Ong- Tiong Yang memang selalu mengutamakan kelurusan dan kebersihan dalam pintu perguruannya yang ilmu silatnya merupakan golongnn lurus dan juga kebersihan pikiran. yang mengutamakan pula kejujuran dan ciu pek thong setelah berhasil memecahkan pelajaran Coan cin Kauw menembus sampai puncak kesempurnaan.
kini boleh dibilang jarang ada orang yang bisa menandinginya hanya beberapa orang saja yang setanding dengannya itupun bisa dihitung dengan jari tangan.
jika memang lawannya terdiri dari jago biasa saja, dengan menggerakan tangannya yang satu itu.
tentu lawannya akan terpental hebat. jika memang tidak terbinasa, tentu sedikitnya terluka parah sekali.
Namun justru sekarang yang menjadi lawannya adalah Swat tocu. yang juga kepandaiannya tidak rendah.
maka tangkisan Ciu Pek Thong itu cuma dapat membendung serangan ‘swat tocu tidak mampu menggempur kuda2 Swat tocu.
.
Hm rupanya memang aku bertemu teman bermain yang hebat sekali!” berseru ciu pek thong. .
Sungguh menyenangkan sekali! Sungguh menyenangkan sekali !”.
Memang Loo boan tong merupakan seorang yang menuruti sifat berandalan. namun juga jenaka. Iapun memang senang sekali untuk menekuni pelajaran silat. Semakin aneh dan hebat kepandaian yang dihadapinya semakin bersemangat si tua jenaka ini untuk mempelajarinya.
Namun walaupun demikian, disamping senang mencari utusan dengan orang diapun seorang yang jujur dan polos. Karena itu walaupun dia seorang yang berandalan namun dihormati oleh orang2 rimba persilatan.
jika memang bertemu dengan lawan yang ‘tangguh dan memiliki kepandaian yang tinggi Ciu Pek Thong semakin tertarik dan semakin bersemangat untuk berkelahi.
Sekarang melihat Swat tocu memiliki kepandaian yang tinggi sekali. walaupun dia tidak kenal entah siapa adanya swat tocu.
namun Ciu Pek Thong tertarik sekali, semangatnya terbangun dan diapun tertawa telah melompat ke sana kemari dengan gerakan yang gesit.
beruntun dia melakukan totokan, pukulan dan jambretan.
semua gerakannya itu sangat cepat sekali. tangannya berkelebat2 cepat seperti juga kilat dan waktu itu Swat tocu untuk menghindarkan ketiga jurus serangan Ciu pek ‘thong harus menyingkir kesamping. guna melewatkan pukulan-pukulan itu. . Ciu Pek thong jadi heran dan merasa aneh sekali melihat bahwa’ ketiga jurus serangannya itu tidak berhasil mengenai sasarannya.
eh, benar2 engkau memiliki kepandaian yang bolehan !”serunya. Diapun bersiap-siap untuk melancarkan pukulan2 berikutnya, maka dalam keadaan seperti itu, diapun telah mengempos semangatnya.
karena Ciu Pek ‘Thong memang semakin girang bertemu dengan lawan tangguh.
Swat tocu semakin mendongkol. Orang itu telah menyerangnya tiga kali. maka kini adalah gilirannya untuk membalas menyerang tentu Swat Tocu juga tidak mau berdiam diri saja.
Dengan serentak kedua tangannya digerakan “Wuss” angin yang dingin sekali menyambar kearah Ciu Pek Thong.
ih.dingin !” Ciu Pek Thong tiba! berseru sambil menggigil. dia tertawa2. ‘sungguh dingin! Seperti aku tengah mandi diair salju !”.
Tetapi sama sekali Ciu Pek Thong tak terpengaruh lama oleh hawa dingin itu. Karena tubuhnya sudah tidak menggigil lagi. Dikala situa berandal yang jenaka itu mengêmpos lwekangnya untuk memberikan perlawanan membendung hawa dingin itu.
Ayo seranglah lagi.,.enak,,, nyaman. ayo serang lagi. yang lebih dingin! berseru Ciu Pek Thong dengan suara yang nyaring disertai tertawanya berulang kali.
swat Tocu berdiri tertegun. karena dia tak menyangka bahwa Ciu Pek Thong sanggup menghadapi serangannya yang dahsyat itu. karena tadi dia telah menyerang dengan menggunakan kekuatan enam bagian dengan demikian jika jago biasa tentu tubuhnya seketika itu juga akan membeku kaku.
tapi Ciu Pek Thong hanya menggigil sejenak. kemudian malah minta dipukul lagi Baik. coba kau terima ini !” berseru ‘Swat Tocu dengan suara yang nyaring.
diliputi oleh kegusaran dan kedua tangannya telah digerakkan.
Swat tocu dalam keadaan penasaran seperti itu kali ini telah menyerang dengan mempergunakan delapan bagian dari Inti es, jelas hawa dingin yang menyambar kepada Ciu Pek Thong juga semakin hebat dibandingkan dengan yang tadi. dimana jika memang orang biasa yang menerima serangan seperti itu. selain akan segera terbungkus lapisan es dan menjadi beku, pun segera terbinasa karena seluruh darah ditubuhnya akan ikut beku.
Tapi Ciu Pek Thong menerima serangan itu dengan tubuh menggigil sebentar, diapun berseru2 jenaka: ,Nyaman sekali! Ohhh, sungguh nyaman !” dan sebentar kemudian. tubuhnya sudah tidak menggigil lagi, malah Ciu Pek ‘thong telah mereruskan seruannya sambil menggerakkan kedua tangannya bergantian seperti. tengah mengupas : ,.Ohhh, ayo serang lagi., mana hawa dinginmu sungguh panas, sungguh hawa udara yang buruk demikian panas.,.,.! Mana hawa dingin yang nyaman itu ?”.
Swat tocu jadi penasaran bukan main.
ia mengeluarkan suara bentakan tanpa memberikan tanggapan suatu apapun juga atas perkataan ciu Pek Thong. dia telah menyerang lagi dengan dua kali pukulan.
Cara memukul Swat tocu kali ini merupakan Pukulan yang benar2 dahsyat. karena selain kedua tangannya digerakan serentak dan tenaga dalamnya yang dipergunakan delapan bagian.
tubuhnya juga berputar2, karena dia hendak mengincar bagian yang mematikan ditubuh Ciu Pek Thong.
Hebat tenaga serangan dari Swat Tocu membuat Ciu Pek Thong kali ini tidak bisa main2.Dia telah melompat keatas setinggi empat tombak.
Gerakan yang dilakukan oleh Ciu Pek Thong membuat angin pukulan dari Swat tocu jatuh ditempat kosong. dan malah menghantam sebuah patung singa2an yang terdapat tak jauh dari batu gunung2an itu.
Seketika itu juga singa2an terbungkus oleh’ lapisan es. den kemudian terdengar ‘suara ‘kretek, yang perlahan, ketika lapisan es telah mencair, patung singa2an itu telah hancur menjadi bubur.
dikala itu tampak Swat tocu yang penasaran bukan main telah mulai memukul lagi’.
cara memukulnya juga lebih hebat dari tadi.
ciu pek thong tiga kali harus menghindarkan diri dan tiga kali pula pukulan yang dllakukan 0leh Swat ‘tocu menghantam batang pohon dan dinding ditempat itu, yang seketika menjadi hancur setelah terbungkus oleh lapisan es.
Ciu Pek thong meleletkan lidahnya.
dia berseru berulang kali ,, Hebat! Berbahaya sekali! Hebat bukan main! Hebat!”.
Namun pujian yang diberikan Ciu Pek thOng dengan sikap Jenaka seperti itu telah membuat Swat Tocu tambah mendongkol `karena dia merasakan bahwa pujian itu merupakan ejekan untuknya, bukankah dia menyerang selalu tanpa berhasil?.
Dengan mengeluarkan suara erangan yang nyaring. tampak Swat tocu bertubi2 telah menyerang lagi kepada Ciu Pek-thong.
Sedangkan Yo Him dan Sasana yang telah berhenti dari bertempurnya dengan pahlawan.
Terus mengawasi dengan hati yang berkuatir sekali. Begitu juga dengan para pahlawan yang menjadi anak buah serta kaki tangannya ‘tiat- to Hoat-ong telah berdiri mematung memandang kehebatan kedua orang yang tengah bertempur itu.
Yang membuat mereka jadi menggidik, karena setiap kali Swat Tocu gagal me nyerang Ciu Pek Thong, barang2 yang ‘menjadi korban dari pukulan Swat Tocu akan hancur setelah dilapis es. Itulah pemandangan yang baru pertama kali disaksikan mereka. karena inilah cara bertempur luar biasa.
Ciu Pek Thong sendiri juga tidak berdiam diri, situa yang berandal ini tidak mau kalah.
karena diapun telah memperlihatkan kehebatannya. Setiap kali dia berhasil menghindarkan diri dari pukulan Swat Tocu, Ciu Pek Thong mengayunkan salah satu tangannya, dia menghantam.
Memang Ciu Pek Thong telah meyakinkan Kiu Im Cin Keng, karena itu tidak terlalu mengherankan lagi, , tokoh persilatan dari Coan Cin Kauw yang memiliki kepandaian tinggi, inipun membuat Swat Tocu jadi kewalahan juga.
Mereka seperti berimbang, hanya saja kepandaian mereka belaka yang berlainan sifat, tapi untuk kesempurnaan ilmu silat masing-masing, mereka telah mencapai puncaknya.
Beberapa kali Ciu Pek Thong berhasil memukul membuat Swat Tocu jadi terdesak hebat.
oleh angin gempurannya yang bagaikan gunung runtuh itu.
Dan Swat tocu jika memang bukannya memiliki kuda2 kaki yang benar2` tangguh dan sempurna jelas siang2 telah berhasil dirubuhkan oleh Ciu Pek-thong.
Dengan demikian tampak Swat-tocu juga mulai berpikir dua kali untuk menyerang dengan membabi buta.
karena itu dia telah memperhitungkan tiap serangannya.
Sedikit saja dia melakukan suatu kesalahan dalam melontarkan pukulannya. nisc aya dirinya sendiri yang akan menerima bahaya tak ke cil ditangan Ciu Pek-thong.
Karena itu sekarang tampak ke dua orang tua itu telah saling menerjang bukan dengan cara yang cepat ,mereka menggerakkan kedua ` tangan dan tubuh mereka dengan perlahan dan teratur.
namun tenaga dalam yang mereka salurkan dalam setiap pukulan mereka mengandung kekuatan yang dahsyat yang bisa membinasakan. ltulah pertempuran yang bukan main lagi seperti yang dianggap oleh Ciu Pek-thong pada mulanya.
Ciu Pek-thong sendiri walaupun berandalan dan jenaka. namun otaknya tidak dungu, ia merupakan seorang yang cerdas juga hanya saja terlalu jujur. Sekarang melihat Swat-tocu te lah mendesak dirinya bertubi tubi seperti itu, dengan setiap serangan yang bisa mematikan.
Ciu Pek thong telah merobah cara bertempurnya. Hanya saja mulutnya tidak hentinya mengucap2 ,Sungguh mengagumkan! “sungguh mengejutkan’ 0 o bukan main! Sungguh mengagetkan sekali! Ai ai, mengapa menyerang seperti kalap begitu ! O, o. menyeramkan sekali !”.
Ciu Pek Thong yang mengoceh, namun yang panas hatinya adalah Swat tocu. sampai tokoh persilatan yang memiliki kepandaian hebat itu mengeluarkan suara erangan penasaran dan gusar .
sambil menyerang semakin hebat. Karena penasaran Swat tocu bertekad untuk dapat merubuhkan ciu pek Thong.
memang sudah ‘lama ia mendengar akan hebatnya kepandaian Ciu Pek ‘thong. yang menurut sebagian dari tokoh2 Rimba Persilatan bahwa kepandaian yang sekarang dimiliki Ciu Pek Thong telah berimbang dengan kepandaian Ong Tiong Yang.
‘tetapi karena baru mendengar nama dan belum pernah bertemu muka, dengan sendirinya. baru kali inilah Swat tocu mengetahui dan melihat sendiri bahwa kepandaian ciu Pek ‘thong, memang merupakan kepandaian yang luar biasa.
kepandaian dan ilmu dari situa berandalan tersebut. yang berasal dari kitab Kiu lm Cin Keng itu benar2 merupakan kepandaian yang sulit sekali untuk dihadapinya.
Walaupun ilmu Inti Es-nya telah mencapai tingkat yang sempurna, namun Swat Tocu tidak bisa berbuat banyak.
Swat Tocu menyadari juga bahwa pertempuran mereka kali ini bukanlah pertempuran sembarangan, karena sekali saja salah satu dari pukulan mereka terkena pada sasarannya. niscaya lawannya akan segera terbinasa, begitu juga dengan keadaan dirinya, jika sekali saja dia berayal untuk mengelakkan diri, niscaya dia akan menemui bencana yang tidak kecil.
Waktu itu Ciu Pek thong mengerutkan sepasang alisnya waktu melihat Betapa Swat Tocu telah menyerang semakin hebat dan dahsyat belaka.
Ciu Pek Thong pun merasakan betapa napasnya mulai sesak, karena hawa dingin yang mengurung dirinya semakin tebal, membuat dia sulit untuk bernapas.
,,Inilah berbahaya, aku harus dapat membuyarkan hawa dingin yang mengurung diriku! ” demikian pikir Ciu Pek Thong.
Karena situa berandal jenaka itu menyadari, walaupun Swat Tocu tidak mungkin bisa merubuhkan dirinya, tokh jika memang terus menerus dirinya terkurung oleh lapisan hawa dingin itu, sehingga dia sulit bernapas. tohk akhirnya akan membuat dirinya lemas sendirinya.
dan akan, membuat geraknya jadi lambat, maka itu bisa membahayakan dirinya. yang kemungkinan besar dirubuhkan dan dibinasakan swat Tocu.
Setelah berpikir begitu, Ciu Pek Thong mengeluarkan su ara seruan nyaring, tubuhnya tahu2 melompat-lompat t idak hentinya, dan kemudian dia telah menggerakkan kedua tangannya mendorong dengan kuat sekali.
Hingga berkesiuran angin yang menderu-deru menerjang Swat Tocu.
Dengan cara mendorong seperti itu, ciu pek thong’ telah membuyarkan hawa dingin yang mengurung dirinya. Dan dikala Swat Tocu menyambuti tenaga derongan itu dengan berdiri tegak, dengan kedua tangan diulurkan kedepan, maka terjadi benturan yang kuat sekali.
Ciu Pek Thong maupun Swat Tocu jadi berdiri kaku tegak ditempatnya sama sekali tidak bergerak. Karena keduanya tengah mengempos semangat dan tenaga murni mereka untuk berusaha menindih lawannya.
Dengan demikian walaupun tubuh mereka tidak bergerak dan tangan mereka teracung dua-duanya ketengah udara dan tetap seperti sikap mendorong.
tokh inilah pertempuran yang menentukan sekali.
Karena sekali saja tenaga dalam dari salah seorang di antara mereka berkurang dan menjadi lemah, tentu akan celakalah dia, sedikitnya terluka dan musnah seluruh ilmu maupun tenaga dalamnya. malah kemungkinan akan menemui kematian!.
Pangeran ghalik sendiri telah berdiri memandang meñgawasi Jalannya pertempuran itu.
Tadi dia telah mendengar puterinya, Sasana telah memanggil orang tua yang jenggot kumisnya begitu panjang dan membawa lagaknya edan2an, sebagai gurunya.
Dengan begitu pangeran ghalik telah menduga, tentu guru puterinya itu tidak lain dari Ciu Pek-thong. situa berandalan jenaka tersebut.
Memang Pangeran Ghalikpun mengetahui perihal Ciu Pek Thong yang sering didengarrya sebagai seorang tokoh terkemuka diantara Oey Yok Su. Yo Ko. Kwee Ceng dan lain2nya.
Namun baru kali ini dia melihat keadaan situa itu. Malah tak disangkanya tokoh rimba persilatan tersebut menja di guru dari puterinya!.
Beberapa hari yaig lalu, waktu pangeran Ghallk mengetahui puterinya memiliki ilmu Silat yang tinggi sekali, dia menduga bahwa guru dari muridnya itu adalah seorang tokoh dunia Kangouw, tapi ia menyangka seorang wanita yang sangat liehay sekali.
Tidak di-duga2nya sama sekali, bahwa yang menjadi guru puterinya itu tidak lain dari Ciu Pek-thong. situa berandalan jenaka tersebut.
Setelah menyaksikan sekian lama jalannya pertempuran itu. pangeran Ghalik menghela napas.
Kedua orang itu benar2 memliki kepandaian yang luar biasa sekali, dan melihat ini pangeran ghalik merasakan bahwa kepandaian dan ilmu silat yang dimilikinya merupakan kepandaian yang tiada artinya.
Jika memang harus menghadapi salah seorang antara Ciu Pek thong atau pun juga swat-tocu, maka beberapa jurus saja dia bisa dirubuhkan terbinasa.,.!.
Benar2 didaratan tionggoan terdapat banyak sekali tokoh2 Kangouw yang memiliki kepandaian luar biasa!.
Sesungguhnya tugas yang kuterima dari Kaisar merupakan tugas yang sangat berat!.
Dua puluh tahun aku telah berusaha mengacaukan jago2 Tionggoan itu, mem pengaruhi satu dengan yang lainnya dengan mengadu domba.
tapi ternyata tugasku itu sampai sekarang memberikan hasil yang belum begitu jelas !.
Kini Koksu malah telah memfitnah aku ingin memberontak pula .
itulah ,fitnah yang berat sekali ! Jika memang Kaisar mempercayai fitnahan dari Koksu, inilah yang benar-benar mengecewakan sekali .
Setelah berpikir begitu, beberapa kali pangeran Ghalik menghela napas.
Hek Pek Siangsat menghampiri pangeran Ghalik, berdiri dikedua sisi dari pangeran, karena mereka hendak mengadakan penjagaan untuk keamanan pangeran tersebut.
Malah Hek Siangsat telah berkata dengan suara yang perlahan :”‘Pangeran, terlebih baik kau meninggalkan tempat ini, biarlah kami yang mengurusnya ,ini demi keselamatan pangeran dan urusan berat tidak terbengkalai !.
HEK SIANGSAT memang meminta pangeran Ghalik untuk menyingkir, karena dia sesungguhnya berkuatir kalau dirinya bersama Pek Siangsat dan pahlawannya pangeran Ghalik yang laln tidak sanggup mengatasi keadaan ditempat ini, berarti dengan menyingkirnya pangeran Ghalik terlebih dulu, mereka tidak usah terpecahkan perhatian mereka pada keselamatan pangeran itu junjungan mereka.
Pangeran Ghalik memang mengerti bahaya yang tengah mengintai dirinya.
Jika sampai pecah pertempuran diantara mereka yang terbagi dalam tiga golongan, yaitu golongan “tiat To Hoat-ong, golongan pangeran Ghalik sendiri juga para pengemis dari Kaypang dengan Swat ‘tocu serta Ciu Pek Thong , dengan demikian keadaan akan kacau balau dan kemungkinan besar dirinya yang akan tercelakakan.
karena bukan hanya Tiat to Hoat-ong dan anak buahnya akan menindih dan mendesak dirinya, pun para pengemis Kaypang itu pun tentu memusuhinya.
Setelah ‘berdiam diri sejenak, pangeran Ghalik mengangguk, katanya: “Baiklah !” dan pangeran ini melambaikan tangannya memanggil Sasana.
“Mari kita pergi dari tempat ini nak.,.,. biarlah Hek Pek Siangsai Losianseng yang akan menyelesaikan urusan ini kata pangeran Ghalik.
Tapi sasana menggeleng perlahan.
Ayah pergilah sendiri, aku ingin menyaksikan Suhu mengajar Swat Tocu .,., .,kepandaian mereka sangat tinggi sekali. dengan demikian bisa membuka mataku dan menambah pengalaman ,sahut Sasana.
Pangeran Ghalik mengerti, bahwa dirinya memang merupakan orang yang sangat penting’ dan memiliki tugas yang berat, jika dia tercekal dalam kekalutan ditempat ini. jelas hanya akan membuat urusan besar jadi pikiran.
Setelah berpesan agar puterinya itu baik2 dan bisa menjaga diri, malah dipesankan jika keadaan tidak memungkinkan agar Sasana segera pergi ményingkirkan diri, pangeran ghalik telah memutar tubuhnya, dengan diiringi beberapa orang pahlawannya ingin meninggalkan tempat itu.
Namun baru saja pangeran Ghalik melangkah beberapa tindak, disaat itulah terdengar seorang telah membentak: “Tahan, jangan pergi dulu!”.
Orang yang’ membentak itu tidak lain dari Wie Liang Tocu, yang juga telah melompat kedepannya pangeran Ghalik, gerakannya gesit sekali.
Hek Pek Siangsat yang menyaksikan ini. jadi terkejut dan mendongkol.
Terkejut karena dia melihat Wie Liang Tocu tidak mau membiarkan kepergian junjungan mereka dan juga dilihat dari gerakannya itu, Wie Liang tocu memang merupakan tokoh Kaypang yang memiliki kepandaian tidak rendah.
Malah kelima orang pengemis lainnya telah melompat juga kedepan pangeran ghalik berdiri dibelakang wie Liang Tocu dengan keadaan bersiap sedia untuk menyerang.
Para pahlawannya pangeran Ghalik telah mencabut senjata mereka bersiap akan mengadu jiwa guna melindungi junjungan mereka.
semuanya mengelilingi pangeran Ghalik berdiri dengan tegak, bagaikan memagari pangeran Ghalik.
Wie Liang Tocu waktu itu telah tertawa dingin, katanya: “Bukankah engkau pangeran ghalik?”.
Pangeran Ghalik mengangguk sahutnya: “Benar ! Ada urusan apa engkau menyusup kedalam istanaku ?.
Dan pangeran Ghalik. walaupun hatinya tengah bekuatir, tokb membawa sikap yang agung dan tidak memperlihatkan perasaan jeri sedikit diwajahnya. “Jika memang kalian tidak cepat2 angkat kaki, apakah kalian tidak kuatir nanti dicap sebagai pemberontak yang hendak mencelakai diriku?!”.
Wie Liang Tocu tertawa dingin lagi, sikapnya mengejek.
Memang kedatangan kami kemari hendak membunuhmu!” katanya terus terang.
“Hemmm, banyak orang2 kami yang telah bercelaka ditanganmu! Sekarang kau jawab yang jujur, bukankah Liu Ong Kiang juga ditawan olehmu ?”.
Pangeran Ghalik tertawa dingin .
Hernmm, orang she Liu itu adalah tamuku bersama2 dengan Yo Siauwhiap!” menyahuti pangeran Ghalik.
“Hal itu memang telah kudengar dari Yo hiante! Tapi yang ingin kutanyakan kepadamu apakah benar engkau yang telah menawan Liu Ong Kiang?!”.
Sama sekali aku tidak menawannya. dia bebas kemana dia ingin pergi!.
Malah. selama berada didalam istanaku ini, dia memperoleh rawatan yang baik pada lukalnya itu.
Bagaimana bisa dibilang dia ditawan olehku?”.
Wie Liang Tocu telah tertawa dingin sedangkan kelima pengemis lainnya telah bersiap siap hendak maju kedepan.
Hek Pek Siangsat yang menyaksikan hal ini juga telah bersiap2 ‘untuk melindungi junjungan mereka, serta beberapa orang pahlawan pangeran Ghalik telah ”bersiap untuk menerjang juga.
“Pangeran Ghalik !” kata Wie Liang Tocu dengan suara yang nyaring. ,telah belasan anggota Kaypang kami yang terbinasa ditangan anak buahmu .,., .,! Sejauh itu, kaki tanganmu menjalankan berbagai jalan yang licik dan usaha yang benar2 busuk sekali, dengan menyusup jadi anggota Kaypang pusat dengan ‘cabang daerah !.
Hemm demikian juga dengan beberapa orang kaki tanganmu yang telah menyusup menyamar jadi anggota Kaypang !.
Tetapi semua akal licikmu dan tipu muslihatmu yang busuk yang ingin meruntuhkan Kaypang telah berhasil kami bongkar !.
Karena itu, sekarang kedatangan kami ini hanya memperhitungkan semuanya itu !”.
Pangeran Ghalik sama sekali tidak memperlihatkan perasaan takut atau jeri pada Wie Liang Tocu, malah dia memperdengarkan suara tertawa dinginnya.
Namun waktu dia ingin buka mulut, belum lagi dia ber-kata2 waktu itu dari arah belakang istana terdengar suara teriakan yang gaduh, waktu semua orang menoleh, maka mereka melihat warna merah yang membubung naik dibagian belakang istana, asap dan api berkobar sangat tebal sekali. diiringi oleh suara pekik dan jerit pria dan wanita : “Api ! Api ! Kebakaran ! Kebakaran !”.
Pangeran Ghalik kaget bukan main. namun dia tidak menjadi gugup.
Semuanya siap dan tetap berada ditempat .,., .,!” teriaknya.
&nb sp; Berteriak sampai disitu, pangeran Ghalik telah menyaksikan suatu pemandangan yang benar2 luar biasa.
Karena dari empat penjuru tampak telah berlompatan muncul orang2` yang bersenjata tajam terhunus ditangan, disertai pekik teriak mereka yang ganas dan bengis.
Pangeran Ghalik mengerutkan alisnya, mereka itu orang yang baru muncul dengan senjata tajam dari seluruh bagian istana itu, merupakan orang2 yang bercampur aduk antara pasukan istana pangeran Ghalik, pendeta Mongolia dan jago2 daratan Tionggoan yang memang telah bersedia bekerja untuk kerajaan Mongolia.
Namun yang membuat marah pangeran Ghalik, dimana orang2 itu yang seharusnya merupakan kaki tangannya, malah berteriak teriak: “Hukum mati pemberontak Ghalik! MampuSi Ghalik! Pengkhianat Ghalik pancung kepalanya! Hukum mati Ghalik!”.
Ternyata semua orang itu telah menjadi pengikut Tiat To Hoat-ong.
Pangeran ghalik juga tersadar dengan cepat, karena segera dia mengetahui bahwa Tiat to Hoat ong memang berhasil menghimpun kekuatan yang tidak kecil, sebagian besar dari pengikut dirinya telah berhasil dipengaruhinya.
Malah pangeran Ghalik segera menduga. yang membakar istananya di bagian belakang itu tentunya dilakukan orang orang ini.
Bukan main murkanya pangeran ghalik, keadaan waktu itu sangat kacau balau karena orang2 tersebut menyerbu maju dengan senjata tajam mereka yang dibolang balingkan menyerang membabi buta.
Mereka merupakan pengawal pengawal istana, yang memiliki kepandaian tidak begitu tinggi tapi juga sedikitnya mereka memang memiliki ilmu silat dan pandai mempergunakan senjata tajam.
Pertempuran yang kacau terjadi, dengan Wie Liang-tocu dan kelima pengemis lainnya terlibat dalam pertempuran yang sulit untuk ditentukan pula. mana kawan mana lawan itu.
Hanya saja Wie Liang-tocu telah membinasakan Iima orang pengawal istana.
berusaha untuk mengejar pangeran Ghalik. yang waktu itu telah melarikan diri untuk menyingkir bersama2 dg dengan Hek Pek Siangsat yang mengawalnya juga beberapa orang pahlawan yang jadi pengikut pangeran tersebut telah berlari meninggalkan tempat itu.
Api berkobar sangat tinggi dan semakin besar, anginpun waktu itu berhembus sangat kencang api seperti dikipasi menyebab kan menyala tambah besar dan langit menjadi merah karenannya.
Sebagian dari penghuni istana juga sibuk sekali berusaha untuk memadamkan api itu. Waktu itulah Sasana telah menoleh kepada Yo Him. katanya dengan suara yang berbisik :” inilah kesempatan baik untuk meloloskan kawan~kawanmu.,.”.
Yo Him mengangguk menyetujui pendapat puterinya dari pangeran Ghalik tersebut.
Segera mereka telah berlari2 keistana dimana Cin Piauw ho dan yang lainnya berada.
Namun di tempat itu Yo Him hanya menemui Cin Piauw HO. Wang put Liong dan Liu Oig Kiang.
Ko Ti tidak dilihatnya. Segera juga dia menanyakan perihal anak itu.
Cin Piauw Ho bertiga juga menyatakan, ketika mereka melihat terjadinya kebakaran dibagian belakang istana pangeran Ghalik, mereka tidak melihat Ko-Ti, mereka telah mencari2nya. tetapi anak itu tidak juga berhasil mereka temui.
Yo Him dan yang lainnya telah mencari beberapa saat. namun Ko Ti tetap tidak berhasil ditemui jejaknya.
Sedangkan Sasana telah mendesak agar mereka cepat2 berangkat.
Akhirnya, setelah tidak berhasil mencari Ko-Ti,_dengan hati yang masih bingung, terpaksa Yo Him mengajak kawan2nya itu untuk meninggalkan tempat tersebut, pintu gerbang istana tertutup dan disitu terdapat pengawalan yang ketat sekali.
Namun Yo Him dan Sasana berhasil menotok tubuh semua pengawal ditempat itu.
Yo Him yang telah membuka pintu gerbang. sedangkan Sasana telah mengambil tiga ekor kuda. dimana kuda2 tersebut yang sesungguhnya milik para pengawal pintu gerbang tersebut telah diserahkan kepada Cin Tiauw Ho. Wang Tut Liong dan Liu Ong-kiang.
Yo Him hanya berkata: ,Wie Liang-tocu berada disini, kau tidak perlu kuatir Liu Locianpwe, jika urusan disini telah selesai, tentu aku bersama sama deñgan Wie Liang Tocu akan rnenyusul kemarkas Kaypang,”.
mendengar Wie liang Tocu berada didalam istana Pangeran Ghalik ini.
Liu Ong Kiang jadi ragu2 untuk pergi, dia ‘menyatakan ingin berdiam disini menemui Wie Liang Tocu.
Namun Yo ‘him telah mendesaknya agar mereka segera menyingkir agar tidak menjadi beban yang cukup berat baginya.
Sebab jika memang Liu Ong kiang gagal meloloskan diri berarti perhatian Yo Him akan terbagi, antara membantu Sasana dengan melindungi keselamatan kita orang.
Akhirnya Liu ong Kiang mengerti juga.
ketiga kuda itu telah dillarikan dan larinya kuda itu tidak dapat cepat karena wang Put liong dalam keadaan lemah. dan tangannya dalam keadaan terborgol.
Cuma saja sebentar kemudian kuda itu telah cukup jauh meninggalkan istana tersebut, Cahaya api yang ke merah2an terlihat bayangannya.
tampak dlbelakang ketiga orang itu ketika mereka berada dimulut lembah.
Yo him dan sasana sendiri setelah melihat liu ong kiang bertiga bersama Cin piauw ho dan wang put liong lenyap dari pandang mereka.
segera keduanya kembali kebelakang istana.
Di tempat itu terjadi kekalutan beramai2 Orang tengah berusaha memadamkan api.
Yo Hirn dan Sasana membantu mereka untuk memadamkan kobaran api.
Akhirnya, seperminuman teh. apipun berhasil dipadamkan walaupun masih terlihat disana sini kobaran api yang kecil, tokh itu sudah tidak membahayakan lagi.
Sedangkan ditempat pertempuran masih terjadi pertempuran yang kalut sekali.
Swat- tocu sudah berapa banyak membinasakan Orang2nya ‘Tiat To Hoat-ong.
Koksu itu sendiri telah menyingkir entah kemana.
Yang masih Gochin Talu, yang masih melakukan perlawanan yang gigih pada dua orang pengemis anak buahnya wie liang tocu, mer eka bertempur dengan menpergunakan senjata tajam.
Pakaian Gochin Talu telah koyak2.< br/> Pangeran Ghalik pun sudah tidak terlihat Hek Pek Siangsat yang mengawalnya pun tidak terlihat bayangannya.
Anak buah ‘tiat To Hoat-ong sangat banyak mereka berada dimulut lembah mereka mungkin lebih dari seratus orang semuanya membekal senjata tajam.
Dengn demikian, mereka pun mengandalkan jumlah yang banyak.
walaupun kepandain mereka tidak berapa. tokh berhasil utuk mendesak kelima pengemis anak buahnya Wie Liang-tocu.
Dan di waktu itu mereka bertempur dengan membabi buta.
Lengky Lumi sendiri telah mempergunakan goloknya untuk menyerang dengan hebat pada swait Tocu, dibantu oleh belasan orang pahlawan Yang menjadi anak buahnya Tiat To Hoat 0ng.
Namun karena kepandaian Swat Tocu mengebutkan tangannya. para pahlawan itu tidak, bisa mendesak untuk mendekatinya. karena mereka terserang hawa Yang Sangat dingin, membuat tubuh mereka menggigil keras dan ada jago yang telah terbungkus oleh lapisan es.
dan Keadaan seperti ini telah berlangsung terus dengan korban2 berjatuhan tidak terhitung .
tidak lama kemudian tampak wie tocu telah ber-lari2 mendatangi, tampaknya wie Liang tocu gagal untuk membekuk pangeran Ghalik.
setelah mengejarnya sekian lama. dia kehilangan Jejak pangeran Ghalik.
Menyaksikan pertempuran yang kalut itu dan kelima Pengemis yang datang bersamanya ada yang terluka.
Segera Wie Liang Tocu berseru: “Angin keras.,.,.!”.
Kelima pengemis itu mengiyakan, mereka mendesak Pengepungnya lalu melompat telah kedekat wie Liang Tocu.
Wie Liang Tocu sendiri menoleh kepada Yo Him: “Yo Hiante, kau ikut serta ?”.
Aku nanti menyusul Wie Toako., .!” menyahuti Yo Him.
“Liu Locianpwe telah berhasil menyingkir dari istana ini, dia tengah menuju kemarkas Kaypang!”.
Mendengar penjelasan itu. Wie Liang Tocu girang, dia menyahuti: “Baiklah, kami menantikanmu dimarkas Kaypang, Yo Hiante !”.
Yo Him mengiyakan.
Begitulah, keenam pengemis ,itu telah berlalu, mereka bekerja sama dan juga memiliki kepandaian yang tinggi, mudah buat mereka menyingkirkan diri dari tempat itu.
Sedangkan anak ‘buah Tiat To Heat-Ong telah menyerbu kepada Yo Him dan Sasana. mereka telah menyerang dengan senjata’ yang tajam masing2.
Yo Him dari Sasana telah memberikan perlawanan sejenak. waktu memperoleh kenyataan pangeran Ghali k telah berhasil menyingkirkan diri dari tempat itu.
Yo Him dan Sasana pun beranggapan tidak ada gunanya antuk berdiam terus ditempat ini.
Setelah merubuhkan dua orang lawannya lagi. Sasana dan Yo Him telah meninggalkan tempat itu untuk mencari pangeran Ghalik.
Swat tocu masih mengamuk terus bersama Ciu Pek Thong Situa jenaka yang berandal itu tampaknya gembira sekali, dia main tarik dan cabut rambut maupun kumis dari lawannya sambil tertawa hahaha, hehehe tidak hentinya.
Waktu itu korban yang berjatuh ditangan Swat Tocu banyak sekali.
Namun disaat dia hendak mengamuk terus.
waktu itulah didengarnya suara pekik yang menyerupai erangan panjang suara dari biruang saljunya yang berada di luar istana.
Swat `tocu jadi balik pikir. Setelah menghantam hancur dua batok kepala lawannya , dia menjéjak tanah, tubuhnya melesat bagaikan anak panah cepatnya meninggakan tempat tersebut.
Tinggal Ciu Pek Thong yang dikeroyok semakin ketat oleh kaki tangannya Tiat ‘t0 Hoat ong.
karena tinggal dia seorang dan semua senjata telah menyambar2 kearahnya.
Ciu Pek Thong ter-tawa2 sambil katanya kemudian: “Sudahlah ! Sudahlah ! Semua telah pergi! Kakek kalian juga tidak memiliki selera untuk main-main dengan kalian!” lalu Ciu Pek Thong menggerakan kedua tangannya maka ‘tampak lima sosok tubuh terpental jauh sekali.
terbanting ditanah sambil mengeluarkan suara jeritan yang keras sekali.
Lawan-lawannya yang lain jadi terdiam tertegun sejenak lamanya. Ciu Pek Thong Sendiri sambil _tertawa ha ha haha, hehehehe. dengan gerakan tubuh yang lincah dan gesit sekali. hanya beberaPa kali loncat telah meniggalkan tempat tersebut dan lenyap dari penglihatan semua orang.
Disitu bergelimpangan sosok2 tubuh yang terluka dan mati mereka ada yang merintih. dan juga yang mengerung-gerung sebab menahan sakit yang luar biasa.
setelah melihat tidak ada lawan yang harus diserarg lagi.
para Pahlawan istana pangeran Ghalik yang telah menjadi pengikutnya Tiat To Hoap ong itu menolong’ kawan2 mereka.
Lengky Lumi juga cepat2 mengeluarkan obat luka, dimana dia memakaikan pada luka2` tubuhnya se diri kemudian membagikan kepada anak buahnya.
Gochin Talu sendiri telah perintahkan agar mereka meninggalkan tempat tersebut untuk pergi menemui Tiat To Hoat-ong.
Dalam waktu sekejap saja. tempat itu jadi sepi dan sunyi.
dimana tempat yang semula begitu ramai dengan pekik dan teriak yang Mengandung nafsu membunuh, sekarang sunyi sepi seakan hanya terdengar suara kutu malam belaka.,.
,.!.
Namun dengan terjadinya peraempuran seperti tadi, kini telah jelas batas2 lawan dan kawan dan Pangeran Ghalikpun telah memperoleh bukti2 Yang jelas mengenai pengkhianatan Tiat To Hoat ong.
Dengan demikian hanyalah bagaimana Pangeran ghalik mengatur langkah2 untuk mengatasi semua itu untuk menumpas pengkhianatan Tiat to Hoat-ong dan orang2nya yang sebagian besar jadi ‘pengikut-nya si Koksu itu.
Dañ juga’ pangeran Ghalik ingin segera berangkat kekota raja.
Untuk memberikan laporan Selengkapnya pada Kaisar.,.”.
. SASANA dan Yo Him telah berhasil bertemu dengan Pangeran Ghalik disebuah ruangan rahasia. yang rahasia cara membuka ruangan itu cuma diketahui oleh pangeran ghalik dan Sasana berdua.
Tadi waktu melihat pangeran Ghalik telah meninggalkan tempat terjadinya pertempuran.
Sasana segera menduga bahwa ayahnya tentu telah pergi bersembunyi dlruangan rahasia bawah tanah yang terletak di-tengah2 istana, ditempat yang agak tersembunyi.
Karena itu Sasana telah mengajak Yo Him pergi keruangan rahasia tersebut, dan memang dugaannya tepat.
dimana mereka bertemu dengan pangeran Ghalik, yang waktu itu didampingi oleh Hek Pek Siangsat dan enam orang pahlawan istana yang tetap setia pada ` pangeran ini.
Sesungguhnya terdapat ganjalan antara Yo Him dengan pangeran Ghalik, namun melihat pangeran Ghalik yang biasanya memiliki kekuasaan besar agung dan berwibawa kini harus mengkeret bersembunyi di ruangan rahasia dibawah tanah ini, Yo Him jadi merasa kasihan juga, terutama sekali, pangeran inipun telah dikhianati oleh sebagian besar pengikutnya.
,,Yo Kongcu telah memberikan janjinya ayah, bahwa dia akan membantuku untuk melindungimu .!”.
Sasana telah menjelaskan pada pangeran Ghalik.
Pangeran Ghalik mengucapkan terima kasihnya, sedangkan didalam hatinYa dia berpikir?.
”Apakah pemuda she Yo ini memang benar2 ingin bekerja dibawah perintahku, atau memang ia hanya pura2 untuk melakukan penyelidikan perihal diriku, bukankah sekarang ini dalam keadaan lemah ? Tidakkah mudah baginya jika memang dia hendak mencelakaiku ? tapi apa yang dipikirkannya itu tidak diutarakan pada wajahnya, pangeran Ghalik tersenyum manis dan ramah sekali.
Apa rencana ayah berikutnya untuk menghadapi keadaaan sep rti ini ?’ tanya Sasana lewat beberapa saat lagi.
,Aku ingin berangkat kekota raja, mungkin perjalanan kesana memakan waktu dua bulan, jika memang kita bisa tiba lebih dulu dari Koksu maka. kita bisa membeber semua ini pada Kaisar.,.,. namun jika koksu tiba dikotaraja terlebih dulu dari kita , inilah yang benar2 sulit, karena dia tentu telah melontarkan fitnah. sehingga berarti kita mmperoieh kesulitan yang tidak kecil.,.,.!”.
Setelah berdiam sejenak dan menghela napas, pangeran Ghalik meneruskan perkataannya: ,tapi aku yakin. Kaisar tentu tidak akan mempercayai sepenuhnya fitnah Koksu !”.
Sasana mengangguk.
Kukira pagi ini ‘tiat To Hoat-ong bersama pengikutnya akan berangkat meninggalkan istana Ini, dan kita boleh segera meninggalkan tempat ini jugaaa.,. !”.
Tetapi !” pangeran Ghalik tampak ragu2, dia melirik kepada Yo Him. baru melanjutkan perkataannya: .
Bagaimana Yo Kongcu?.
,Aku telah memberikan janjiku pada puterimu untuk melindungimu, maka kupikir Setiba dikota raja, selesailah tugasku!” menyahut Yo Him.
Pangeran itu tersenyum getir.
Dia tidak bilang apa-apa, hanya menoleh kepada puterinya tanyanya: ,lalu bagaimana dengan gurumu?”.
Yang dimaksudkan pangeran Ghalik adalah çiu Pek Thong” situa berandalan yang jenaka itu.
Tadi kami tinggalkan dia disaat pertempuran masih berlangsung entah sekarang dia telah kembali ketempatnya apa belum’.
“Selama ini dimana kau sembunyiakan gurumu sehingga aku sendiri tidak mengetahui bahwa kau diam2 tengah mempêlajari ilmu silat yang tinggi dari orang she ciu itu? tanya pangeran Ghalik.
di kamarku !” menyahut Sasana terus terang.
Suhu gemar sekali mendengari cerita2, maka jika aku telah menceritakan sebuah dongeng padanya, maka dia menghadiahkan aku satu jurus ilmu silatnya. begitu seterusnya ‘!.
Hemmm. bagaimana cara kalian bertemu ? tanya panyeran Ghalik lagi.
Itulah terjadi secara kebetulan sekali, waktu itu aku bersama dengan beberapa orang dayang tengah berada diluar istana untuk menangkap burung dilembah.
Ternyata dilembah itu burung2 telah jadi jinak sekali, entah mengapa.
Padahal hari2 sebelumnya burung2 tersebut merupakan burung2 yang liar.
Hal ini mengherankan ,kami menyelidikinya. Setelah setengah harian menyelidiki, ternyata burung2 tersebut dipelihara oleh seseorang, yang melatihnya dengan baik, sehingaa boleh dibilang burung di lembah jinak semuanya.
Orang itu tidak lain adalah suhu,Loo Boan ‘Tong.”’.
Diapun senang bersahabat denganku. dia menanyakan apakah aku memiliki cerita2 yang menarik.
Karena melihat dia bukan orang sembarangan yang tentunya memiliki kepandaian yang tinggi, aku telah menceritakan dua buah dongeng padanya.
Ternyata dia puas. Dan minta diceritakan lagi dongeng lainnya.
Tapi aku bilang padanya, aku letih dan ingin istirahat. Maka dia telah ikut ke istana.
selanjutnya setiap kali aku selesai berdongeng, dia menghadiahkan aku satu jurus ilmu silatnya, dan secara berangsur-angsur, akhirnya seluruh kepandaiannya telah ! diwariskan kepadaku!.
Cuma saja, ilmu Suhu demikian luar biasa. latihanku yang belum begitu sempurna tentu sulit untuk menguasainya dengan baik.
Suhu mengatakan, sedikitnya aku masih memerlukan waktu lima tahun untuk berlatih.
Jadi kalian angkat guru dan murid itu tidak secara resmi ?” tanya pangeran Ghalik.
“Waktu itu memang tidak,” menyahuti Sasana. “Tetapi ketika Suhu ingin menuturkan ilmu Kong Beng Kun ” dia mengatakan ilmu ini tidak bisa diturunkan pada orang yang bukan muridnya dan selamanya diapun memang tidak pernah menerima murid secara resmi.
Setelah kubujuk. akhirnya dia bersedia diangkat menjadi guruku, maka resmilah aku sebagai muridnya, ayah !.
Pangeran Ghalik mengangguk sambil menghela napas. “Tapi sama sekali tidak kusangka bahwa akan terjadi penghianatan Tiat To Hoat- ong seperti sekarang ini !.
Sayangnya. aku mengambil tindakan yarn kurang cerdik sehingga dia bisa menghimpun kekuatan yang tidak kecil.
jika dulu waktu aku menerima laporan menngenai maksud dan rencana busuknya yang ingin menindih pengaruhku itu, dan segera aku bertindak.
tentu tidak akan terjadi peristiwa seperti sekarang ini !`”.
dan pangeran Ghalik telah menghela napas beberapa kali.
Hek Pek Siangsat waktu itu telah ikut berkata suara mereka parau. “Pangeran, apakah tidak lebih baik jika kita berangkat sekarang saja?” .
Pangeran Ghalik mengangguk.
,Pergilah kalian menyelidiki keadaan diluar dulu!” perintah pangeran Ghalik. “Apakah Koksu dan kaki tangannya telah meninggalkan istana atau belum “.
Hek Pek Siangsat terima perintah dan segera mereka berlalu.
Tidak lama kemudian mereka tglah kembali mengatakan bahwa istana sangat sepi boleh dibilang menyerupai istana kosong belaka.
Karena Tiat o Hoat-ong telah mengajak semua kaki tangannya meninggalkan istana.
Pangeran Ghalik menghela napas. Dia pun perintahkan untuk mempersiapkan kuda dan perbekalan.
Karena mereka begitu fajar menyingsing akan segera berangkat menuju kekota raja.
Selama itu Yo Him sendiri tenggelam dalam pikirannya sendiri karena dia tengah memikirkan entah kemana perginya Ko ‘ti.
Waktu sasana menanyakan padanya, mengapa dia hanya melamun belaka.
pemuda ini telah menceritakan perihal lenyapnya Ko Ti membuat dia tidak tenang, karena dia yakin bocah itu tentu masih berada disekitar istana ini.
,Jika begitu, mari kita pergi mencarinya!” ajak Sasana.
Yo Him setuju. maka sambil menantikan keberangkatan mereka meninggalkan istana.
Sasana berdua Yo Him telah mencari Ko ti disekitar istana ini.
Dan mereka memperoleh hasil yang nihil karena memang Ko Ti seperti lenyap masuk kedalam perut bumi.”.
Dengan muka muram, akhirnya Yo him dan sasana kembali kekamar rahasia dibawah tanah.
Waktu itu Hek Pek Siangsat telah mempersiapkan perbekalan mereka.
Dan rombongan itupun berangkatlah meninggalkan istana tersebut, yang telah sunyi sekali.
Beberapa orang pengurus dapur dan juga pelayan! wanita telah dipesan oleh pangeran Ghalik agar mengurus istana ini baik2 selama pangeran tersebut meninggalkannya.
Perjalanan kekota raja bukanlah perjalanan yang dekat harus memakan waktu dua bulan lebih.
Dan juga perjalanan menuju kekota raja harus melewati dua propinsi Siamsay dan Kiangpo.
Waktu itu, pangeran Ghalik boleh dibilang sudah lenyap setengah semangatnya karenan ia memikirkan betapa sebagian besar dari pengikutnya dan orang2 kepercayaannya telah bêrplhak pada Tiat To Hoat-Ong.
Bahkan beberapa orang tawanan penting pangeran Ghalik teiah dibebaskan oleh Tiat ‘to Heat-ong. dan mengambil orang2 itu untuk dijadikan kaki tangannya.
Sasana berulang kali menghibur ayahnya, dan puterinya itu mengatakan, jika mereka telah menghadap Kaisar, tentu pengkhianatan tiat ‘to Hoat-Ong dapat dibeber dan nanti. Kaisar akan mengambil tindakan yang semestinya pada Koksu negara itu.
sepanjang perjalanan pangeran Ghalik lebih banyak berdiam diri saja.,.”.
KEMANAKAH perginya Ko Ti. yang tidak berhasil ditemui jejaknya oleh Yo Him?.
Ternyata, ketika Swat Tocu memasuki istana pangeran Ghalik. dia meninggalkan beruang Saljunya diluar istana.
Dan setelah menantikan sekian lama.
Swat Tocu masih belum kembali. Biruang Salju itu tampaknya jadi tidak sabaran, diapun jadi iseng dan dengan lompat yang ringan telah masuk kedalam istana.
Setelah mutar kesana kemari, kebetulan dia melihat Ko ‘ti yang tengah berdiri didepan pintu dari ruangan. dimana dia bersama Cin Piauw Ho dan yang lainnya ditempatkan.
Ko Ti mengenali beruang saljunya swat Tocu. anak ini jadi girang, dia menghampirinya dan bermain2 dengan beruang salju itu.
Tapi tidak disangkanya, si’ biruang salju telah melibat pinggangnya dan anak itu dibawa berlari2 keluar istana lagi ! .
Semula Ko Ti memang merasa takut, tapi setelah tiba diluar istana, beruang salju itu meng-gesek2kan kepalanya pada punggung ko ti, tampaknya bersahabat sekali.
Ko ti pun gembira bisa bermain dengan beruang salju yang luar biasa ini.
Mereka berdua, biruang dan sibocah, sama sekali tidak mengetahui bahwa didalam istana tersebut sesungguhnya tengah berlangsung pertempuran yang hebat sekali, dan juga Swat Tocu waktu itu tengah mengamuk hebat.
Hanya saja akhirnya mereka melihat kobaran api, yang menunjukkan bagian belakang istana pangeran Ghalik tengah terbakar.
Beruang Salju semula hendak melompat masuk kedalam istana. namun akhirnya dia batal sendirinya, hanya mengeluarkan suara erangan perlahan sekali menggerakkan kepalanya dipunggung Ko Ti Lama mereka menanti, Swat Tocu belum kembali.
Sampai akhirnya beruang salju itu memekik dengan suara erangan yang panjang dan keras sekali.
Suara erangan itulah yang telah menyebabkan Swat Tocu meninggalkan lawan lawannya. dan telah keluar dari istana tersebut.
Ketika melihat beruang salju tidak mengalami sesuatu, hatinya jadi lega’ karena semula waktu -mendengar suara erangan binatang peliharaannya itu, dia menduga bahwa beruang saljunya tengah menghadapi bahaya.
Dan dia jadi heran dan girang ketika melihat ko ti berada bersama sama dengan beruang `saljunya.
“Merekapun segera berangkat meninggalkan tempat itu, dimana Ko ti sudah tidak bisa (tawar menawar lagi harus ikut serta bersama Swat Tocu.
Beberapa kali Ko Ti berusaha untuk memberikan penjelasan pada Swat Tocu bahwa dia harus pamitan dulu pada Yo Him dan yang lainnya, namun Swat ‘tocu tidak mengacuhkan permintaan sibocah, yang telah digendongnya terus dan dibawa berlari dengan çepat sekali.
beruang salju itu pun sebentar2 mengeluarkan pekiknya, pekik girang karena selanjutnya dia akan memperoleh “sahabat yaitu Ko Ti.
Swat Tocu ternyata menyukai Ko Ti yang dilihatnya bahwa anak ini selain memiliki bakat yang baik, pun merupakan seorang bocah ajaib, yaitu Sintong, yang jarang terdapat pada bocah-bocah lainnya.
karena Ko TI selain memiliki tulang yang bagus, otot! yang berisi dan padat sekali, juga memiliki bahan yang baik untuk digembleng ilmu silat.
Swat Tocu sering me-rabah2 dan mengurut tubuh Ko Ti agar seluruh jalan darah anak itu terbuka dan lancar, karena selama merabah itulah, Swat Tocu jadi memperolen kenyataan Ko Ti memang memiliki tulang yang bagus sekali.
Dengan demikian Swat tocu jadi tambah menyukai ko ti.
Ko ti sendiri selama dalam perjalanan selalu merengek minta pada Swat Tocu agar di pertemukan lagi dengan Yo Him.
Begitu juga ketika mereka berada disebuah pinggiran kampung yang sunyi, Ko Ti telah berkata: ,,Paman. mengapa aku di-bawa2 oleh mu ? tidakkah kau kasihan padaku. nanti paman Yo tentu bingung dan men-cari2ku ! Satu kali saja kau pertemukan kami setelah memberitahukan paman Yo. maka selanjutnya engkau hendak mengajakku kemana saja aku tentu tidak akan banyak rewel lagi!”.
Swat Tocu telah tertawa sambil katanya : “Engkau terlalu rewel ! Hmm apakah kau kira mudah seorang anak yang ingin ikut serta bersama2 denganku?.
Tidak mudah! Tidak semudah ‘itu Banyak syarat2nya !”.
Ko Ti yang waktu itu berada dipunggung beruang salju. telah menoleh.
,,syarat2?” tanyanya. Syarat2 apakah itu?.
Swat tocu memperdengarkan tertawanya.
”Tentu saja syarat2 yang kuberikan. dengan demikian, jika seorang anak bisa memenuhi syarar2ku itu tentu ia baru bisa ikut bersamaku!” sahutnya.
; “Apakah syaratnya itu. paman?” tanya Ko-ti.
Tidak berat, tapi yang pertama2 anak itu harus merupakan seorang Sintong seorang anak ajaib!” menyahuti Swat-tocu.
.
Sintong? Apakah itu, paman?” tanya Ko-ti tambah tidak mengerti.
Lalu apa bedanya seorang anak biasa dengan seorang Sintong?”.
“Bedanya besar sekali !” menyahuti Swat Tocu.
Ayo kau turun dulu. duduk disini. aku akan menceritakan segalanya padamu, sambil kita beristirahat!”.
Sedang biruang salju itu telah menurunkan Ko-ti dari punggungnya waktu Ko-ti menepuk bahunya sambil katanya: Turunkanlah aku, sahabatku !.
Setelah duduk didekat Swat Tocu. yang waktu itu telah duduk dibawah sebatang pohon.
Ko Ti bertanya lagi :”Coba paman tolong jelaskan. apa bedanya seorang anak biasa dengan seorang anak yang disebut Sintong !”.
Swat Tocu mengangguk. Sesungguhnya tOkoh persilata n yang awet muda dan memilki kepandaian yang tingg i sekali dan memiliki ilmu andalan tenaga Inti Es itu me miliki adat yang aneh sekali, kukoay bukan main.
Namun terhadap Ko Ti. entah mengapa sifat kukoaynya itu jadi hilang`dan senang sekali dia bercerita pada anak ini yang memang disukainya.
Seorang anak sintong tentu saja memiliki tulang dan bakat seperti halnya anak2 biasa lainnya, tetapi Sintong. seorang anak ajaib. tentu memiliki kelainan, selain tulangnya yang bagus. juga otot-ototnya yang baik. dan memiliki bakat yang sangat baik untuk menerima pelajaran ilmu silat !”.
,,Hammmm. jika memang demikian. tentunya anak itu seorang anak yang sangat luar biasa sekali !” kata Ko Ti.
Swat Tocu mengangguk.
Ya,.,.! Memang begitu . Memang begitu!” menyahuti Swat Tocu, Itulah memang anak yang luar biasa dalam segala galanya.” Lalu mengapa aku diijinkan oleh paman untuk ikut serta. malah paman yang telah membawaku dan tidak mengacuhkan permintaanku agar memnertemukan dulu antara aku dengan paman Yo ?!”.
Swat Tocu tersenyum, katanya sabar : ,Justru engkau seorang anak yang patut disebut Sintong !”.
“Apa, paman kata?” tanya Ko Ti heran dan agak terkejut. ,,Aku.,.,.aku seorang Sintong ?!”.
Swat ‘tocu mengangguk.
,,Ya. memang demikian adanya kata Swat Tocu “Kulihat engkau memiliki tulang yang bagus, memiliki otot2 yang baik dan bakat yang sangat cemerlang, jika memang engkau memperoleh bimbingan yang baik, tentu engkau akan memperoleh kemajuan yang pesat untuk mempelajari ilmu silat tingkat tinggi !”.
Ko Ti jadi memandang bengong kepada Swat Tocu. sampai akhirnya dia bertanya : ”Tapi paman dalam hal ini.,.,.!”.
”Dalam hal ini apa ?!” tanya Swat Tocu sambil memandangi anak itu.
”Menurut pendapatku, apa yang paman duga mengenai diriku tentunya tidak tepat. Aku seorang anak yang biasa saja, seorang anak yang tidak memiliki keluar biasaan .,., .,akupun merupakan seorang anak yang berasal. dari keturunan yang miskin, anak yatim piatu, dimana kedua orang tuaku sudah tiada, dan aku hidup terlunta-lunta mengandalkan belas kasihan !.
Dulu aku telah ditolong oleh pamanku. yang diajak untuk berkelana. sampai akhirnya aku bertemu dengan seorang wanita-sinting yang selalu menggendong gendong mayat bayi. yang menurut keterangan pamanku bergelar Tok Kui Sin Jie Khiu Bok Lan Sampai akhirnya aku telah dipaksa untuk menjadi pelayan, untuk menggendong-gendong mayat bayinya yang telah dikeraskan dan diawetkan itu.
Sungguh menyeramkan sekali ! Untung saja datang paman Yo yang segera menolongku, dimana akhirnya untuk selanjutnya aku hanya mengikuti saja kemana paman Yo Him pergi. kesanalah aku pergi !.
Maka tidak benar apa yarg dikatakan oleh paman. bahwa aku adalah seorang Sintong yarg memiliki keluar biasaan-keluar biasaan yg paman katakan tadi !”.
Swat Tocu tersenyum. KO Ti,” katanya Engkau bicara sebenarnya.
itu dapat kumaklumi. Tapi engkau mana mengetahui keadaanmu yang sebenarnya? Justru aku yang telah melihatnya. bahwa engkau memang merupakan seorang Sintong.
seorang anak mujiiat yang ajaib sekali. yang memiliki banyak keluar biasaan yang tidak terdapat pada anak-anak lainnya !”.
Ko Ti jadi terdiam.
tampaknya anak ini tengah berpikir.
“Apa yang kau pikirkan?? tanya Swat-tocu sambil tertawa.
“Aku sedang teringat pada keadaan ayah dan ibu. yang telah meninggal dunia. keadaan kami waktu itu pun miskin sekali ! Hai. hai. betapa aku seorang anak yang malang sekali tapi meñgapa paman mengatakan bahwa aku seorang anak yang memiliki bakat yang bagus, tulang yang baik, dan juga sebagai Sintong!.
Sungguh membuat aku benar2 tidak mengerti !”.
Mengapa kau tidak mengerti?!”.
Seorang anak yang malang nasibnya. apakah memang benar dapat merupakan seorang Sintong yang memiliki keluar biasaan seperti yang dikatakan oleh paman?”.
Tentu saja bisa terjadi. Memang tidak dalam sepuluh ribu anak terdapat seorang “Sintong. karena itu, kau merupakan seorang anak yang baik, jika engkau memperoleh bimbingan seorang guru yang pandai, tentu engkau kelak’. akan manjadi manusia yang sangat berguna sekali!”.
Ko Ti telah mengawasi Swat Tocu beberapa saat lamanya.
sampai akhirnya anak ini telah berkata lagi dengan sikap yang ragu2: “Paman ada sesuatu yang ingin kutanyakan pada paman entah boleh kutanyakan’ atau tidak dan kau akan marah atau tidak, paman?”.
mengapa aku harus marah? Pertanyaan apa yang ingin kaa ajukan?” tanya Swat Tocu sambil tertawa lebar.
‘Nah, kau tanyalah, jika memang mengetahui tentu aku akan menjawab dengan sebenarnya.
“Paman, sesungguhnya ,sesungguhnya, apakah maksud paman mengajaku selalu bersamamu?” tanya Ko Ti.
Swat Tocu tidak segera menyahuti, dia menunduk memandang pada pakaiannya. yang diperhatikan sesaat lamanya, kemudian baru mengangkat kepalanya mengawasi Ko ti.
Tanyanya: “Ko Ti. kau lihat pakaianku ini?”.
Ko Ti mengangguk.
Tentu engkau melihat aku berpakaian seperti ini yang tidak karuan macam. tentunya kau beranggapan bahwa aku seorang yang tidak mempunyai harta dan benda seorang yang miskin, dan juga sampai pakaian saja. tidak ada.
Itukah yang memberatkan hatimu Selama ini untuk ikut bersamaku?.
Ko Ti menggeleng.
.,Bukan!” sahutnya- aku hanya tidak mengetahui mengapa paman justru mengajakku bersama2 denganmu, sedangkan tampaknya paman tengah memiliki urusan yang penting diistananya pangeran Ghalik!.
Swat Tocu tersenyum.
”Memang aku telah datang kembali keistananya pangeran Ghalik ingin menghajar si pendeta gundul yang menjadi koksu negara.
Dia memang memiliki kepandaian yang tinggi dan ilmu andalan yang agak ‘aneh. namun sayangnya kurang latihan. dimana ilmunya yang luar biasa itu belum dilatih sempurna.
“Apakah paman bermusuhan dengannya ? tanya KO-ti.
“Tidak !” Swat tocu menjawab.
Aku hanya ingin mengetahui berapa tinggi kepandaian yang dimiliki Koksu itu! Dan sesungguhnya aku memang tidak mempunyai urusan lainnya lagi , karena itu, melihat kau, aku jadi tertarik dan membawamu serta.
apa kau tidak senang dengan maksudku hendak mengajakmu pesiar kesebuah tempat yang indah, yang tidak mungkin dilihat oleh sembarangan orang?`!”.
Paman hendak mengajakku pesiar kesuatu tempat yang indah? Tempat apakah itu, paman ?” tanya Ko Ti.
Hmm nanti akan kujelaskan!” kata Swat Tocu.
Dan waktu itu mukanya telah berubah keren sekali, Swat Tocu juga menggeser duduknya. jadi tegak menghadapi Ko Ti dengan tatapan mata yang tajam sekali. bagaikan dari bola matanya itu memancar kilatan api.
Sekarang kau katakan yan jujur, jika ada orang yang pandai dan memiliki kepandaian tinggi yang hendak mengambil kau sebagai muridnya untuk dididik agar kau menjadi seorang yang berguna dan memilik kepandaian yang tinggi, apakah kau bersedia menerima maksud baik orang itu atau memang akan menolaknya?.
Ko Ti bingung menghadapi pertanyaan seperti itu, dia telah mengawasi Swat tocu beberapa saat.
sampai akhirnya dia telah menundukkan kepalanya.
“Aku._ aku seorang anak yang berasal dari keluarga miskin dan juga tidak memiliki sanak saudara.
sebagai anak yatim piatu apakah bisa memiliki keberuntungan sebagai itu?!”.
“Hmmm, kau ‘bukannya menjawab pertanyaanku, malah mengoceh yang tidak!” kata swat tocu.
“Sekarang kau jawab dulu pertanyaanku!” .
‘ Ko ti bersenyum. katanya: “Tentu saja aku akan berterima kasih sekali jika ada orang yang menaruh kasihan dan sayang Padaku seperti itu ” perhatian yang diberikannya tentu saja harus dihargai!” .
Swat Tocu tersenyum, tampaknya dia puas oleh jawaban yang diberikan Ko Ti.
“Baiklah, sekarang kau jawab pertanyaanku!” kata Swat Tocu.
“Apakah kau bersedia untuk menjadi muridku. ?!”.
Apa __ apa paman ?- tanya Ko Ti kemudian dengan suara tergagap.
,.Aku bertanya kepadamu. apakah engkau bersedia menjadi muridku ?”.
Ko Ti memang cerdik. tapi Walaupun dia mengetahui Swat Tocu adalah tokoh persilatan yang memiliki kepandaian yang tinggi Sekali’.
dia juga pernah menyaksikan Yo Him bersikap hormat sekali pada Swat tocu. ‘dan biarpun telah sanggup menerima tiga jurus serangan Swat Tocu, tokh Yo Him sesungguhnya berada dibawah tingkat kepandaian Swat Tocu.
Sekarang Swat Tocu hendak mengangkat dirinya menjadi murid bukankah hal itu menggémbirakan sekali?.
Namun yang membuat Ko ti jadi berat perasaannya. yaitu dia belum bertemu dengan Yo Him.
swat tocu mengawasi tajam pada anak ini dia melihat anak itu hanya bengong saja, tidak menjawab pertanyaannya.
Maka akhirnya Swat Tocu telah bertanya: “Bagaimana ? Apakah engkau menerima tawaranku itu?”.
ko ‘ti akhirnya mengangguk.
tahu2 dia telah menekuk kakinya ‘berlutut dihadapan Swat Tocu.
katanya: “Jika memang paman memandangku demikian tinggi, tentu saja aku berterima kasih sekali. Sedangkan untuk meminta saja agar diterima menjadi muridmu aku tidak berani , tapi paman sekarang telah menawarkan, bukankah itu merupakan suatu yang sangat sulit sekali untuk dibalas walaupun sampai menjelang akhir hidupku?!”.
“Ha, engkau bicara seperti seorang kakek2 saja!” kata Swat tocu. “Ayo bangun! Ayo bangun! Akupun menyukaimu, maka jika engkau bersedia menjadi muridku tentu aku senang menerima kau menjadi muridku!”.
Ko Ti telah bangun dari berlututnya, dia berkata dengan ragu2. ”Tadi paman telah mengatakan bahwa untuk selamanya bersama denganmu seorang aku harus memiliki syarat2 tertentu. syarat pertama telah paman sebutkan lalu syarat2 apa lagi yang lainnya ?”.
“Hmm, itulah syarat2 yang mengharuskan seorang anak memiliki-bakat yang baik, tulang yang baik dan sebagai seorang Sintong. Disamping itu juga, harus memiliki kecerdasan yang baik. dapat menghormati guru sebagai pengganti orang tua, tidak boleh membantah perkataan guru, tidak boleh mengkhianati pintu perguruannya. Dan’ jika memang melanggar salah satu dari larangan yang telah kusebutkan itu. maka murid itu tentu akan menerima hukuman yang berat. Untuk urusan lainnya, mengenai tidak boleh melakukan tindak kejahatan. belum kau mengerti walau kujelaskan disini, maka jika kelak kau sudah lebih dewasa. aku akan menyebutkannya satu demi satu lebih terperinci.
Ko Ti mengangguk.
,Jika memang demikian syarat2 yang paman katakan itulah demi kebaikan. kata Ko Ti kemudian.
,,Ya. memang begitu maksudnya!” menyahuti Swat-tocu. Lalu, kau bersedia untuk mema tuhi semua syarat2 itu?!”.
Ko Ti mengangguk. dan berlutut lagi. dia memanggil: .,Suhu !” dan anak itu telah mengangguk2kan kepalanya sembilan kali.
Waktu itu,Swat tocu telah mengangkat Ko ti agar berdiri ,Ya- ,,Mulai sekarang kau telah menjadi muridku dan kaupun akan mewarisi kepandaianku! Seumur hidupku belum Pernah menerima murid, jadi engkau merupakan muridku yang pertama juga yang terakhir sebab memang aku hanya menghendaki seorang murid tunggal belaka!.
Secara kebetulan sekali aku menemukan bahan yang baik seperti kau, maka aku puas!.
Asal kau harus rajin2 dan tekun belajar. dan kita akan kembali kepulauku, disana kita akan hidup dengan tenang dan kau bisa mempelajari ilmu silat yang akan kuwarisi sebaik mungkin.
KO Ti mengucapkan terima kasihnya dan juga berjanjl akan belajar dengan rajin.
sedangkan Swat Tocu telah berdiri dia memberikan ‘iSyarat kepada beruang saljunya yang menghampirinnya.
Kemudian Ko-ti diangkat oleh swat-tocu, dimana anak tersebut telah didudukkan dipunggung beruang salju itu.
”Mari kita meneruskan perjalanan kita untuk mencapai pulau tempat kediamanku, mungkin akan memakan waktu perjalanan selama dua bulan lebih.
Ko Ti yang duduk dipunggung beruang salju telah meñgiyakan.
Dan waktu Swat tocu berlari dengan cepat. kala itu biruang salju itupun telah berlari dengan gesit mengikuti dari belakangnya.
Begitulah, Swat Tocu telah melakukan perjalanan dengan mengajak biruang salju dan Ko Ti untuk kembali kepulau tempat kediamannya.
dimana Swat Tocu memang bermaksud untuk mendidik Ko Ti agar anak itu telah kelak menjadi seorang pendekar yang memiliki kepandaian yang tinggi dan sakti.
Sepanjang perjalanan yang dilakukan olah pangeran Ghalik ternyata tidak selancar apa yang diduga sebelumnya.
karena mereka selalu menemui berbagai kejadian yang menghambat perjalanan mereka.
Seperti pada waktu itu. rombongan pangeran Ghalik, yang terdiri Hek Pek Siangsat, Sasana, Yo Him dan enam orang pahlawan pangeran Ghalik tengah beristirahat disebuah rumah penginapan dikota Kiu-san-kwan.
Kota itu memang tidak terlalu besar, namun cukup penting, karena banyak para pedagang dari daerah Hopak dan Holam yang ingin menuju ke Siamsay harus melewati daerah tersebut.
Memang terdapat jalan lain, yang lebih jauh dan harus memutar, disamping itu jalur jalan yang satu itu pun tidak aman ‘sering terjadi perampokan.
Karena itu, banyak sekali para pedagang yang memilih jalur jalan dikota Kiu-san-kwan sebagai jalur lintas mereka yang lebih dekat dan aman.
Dengan demikian. jelas betapa kota itu selalu kebanjiran para pengunjung yang terdiri dari para Pedagang keliling maupun juga para pelancong yang Ingin pesiar keberbagai daerah yang berdekatan.
Pangeran Ghalik sendiri telah berpakaian sebagai rakyat jelata untuk menghindarkan ‘perhatian dari orang disepanjang jalan.
Terlebih Iagi perjalanan menuju kekota raja memang dilakukan mereka dengan cepat.
jika tidak perlu tentu mereka tidak beristirahat. Kalau memang kuda2 mereka telah lelah dan juga Para penunggangnya itupun letih sekali, barulah mereka singgah disuatu tempat untuk beristirahat.
Adalah keinginan pangeran Ghalik, untuk tiba dikotaraja dalam waktu yang se-cepat2nya. agar dapat melaporkan segalanya peristiWa yang terjadi pada Kaisar.
Yang terutama Sekali pangeran Ghalik kuatir kalau Tiat To Hoat-ong dapat tiba terlebih dulu dikota raja.
Sehingga Koksu itu bisa lebih dulu memberikan laporan palsu memfitnah pangeran Ghalik.
Dikota Kiu-san-kwan mereka beristirahat disebuah rumah penginapan yang cukup bagus bertingkat dua.
Mereka mengambil empat buah kamar.
Pangeran Ghalik bersama para pengiringnya yang terdiri dari Hek Pek Siangsat mengambil sebuah kamar yang besar.
sedangkan Yo Him memperoleh sebuah kamar dan Sasana pun sebuah kamar.
Sedangkan keenam orang pahlawannya pangeran Ghalik memperoleh sebuah kamar juga.
Mereka bermaksud Untuk bermalam satu malaman dikota ini untuk melepaskan ‘lelah karena besok menjelang fajar mereka segera akan melanjutkan perjalanaa mereka.
Tetapi malam itu’telah terjadi suatu Peristiwa.
Waktu itu pangeran Ghalik dan Hek Pek Siangsat belum lagi tidur, dan mereka tengah merundingkan untuk menghadapi Tiat TO Hoat-Ong, jika memang kelak mereka telah berdekatan dengan kota raja, karena pangeran Ghalik yakin.
Tiat To hoat-ong pasti akan menempatkan orang2nya untuk menghadang mereka ditengah jalan.
Waktu pangeran Ghalik tengah membicarakan segala sesuatu rencananya itu untuk menghadapi Tiat To Hoat-ong, diluar rumah penginapan terdengar suara tambur yang dipukul nyaring sekali.
`Seorang pelayan ‘telah mengetuk pintu’ kamar pangeran Ghalik , apakah toaya bisa memberitahukan bersama kalian terdapat pangeran Ghalik?”.
pelayan itu bertanya waktu Pek Siangsat membuka pintu kamar.
Muka Pek Siangsat jadi berubah dia terkejut dan heran pelayan itu mengetahui bersamanya ada pangeran Ghalik.
“Siapa kau ?” bentak Pek siangsat sambil menjambak baju didada sipelayan yang dicengkeramnya dengan kuat.
“Darimana kau mengetahui bersama kami ada pangeran Galik ?.
Ampun Toaya’- __ aku hanya diperintah oleh taijin di bawah itu.
”Taijin itu ‘ mengaku dirinya datang dari istana Kaisar dikotaraja mencari pangeran Ghalik.
Muka Pek Siangsat jadi berubah, dia melepaskan cengkeramannya. Kemudian menutup pintu kamar melaporkan segalanya pada pangeran ghalik.
Pangeran Ghalik sendiri jadi heran dan kaget.
Heran karena adanya utusan Kaisar yang datang mencarinya, sehingga dia ingin menduga apakah Kaisar telah menerima laporan Tiat To Hoat-ong? Dan juga dia kaget karena menduga tentunya utusan Kaisar itu tidak mengandung maksud baik padanya.
Jika memang utusan Kaisar itu datang untuk menyambut dirinya atas perintah Kaisar. jelas akan membawa pasukan dan penyambutan tidak dilakukan dirumah penginapan seperti sekarang ini.
“Pergi kau tanyakan dulu siapa pembesar yang menjadi utuaan Kaisar!” kata pangeran Ghalik kemudian pada Pek Siangsat.
Pek Siangsat mengiyakan, segera dia meninggalkan kamar itu.
Sedangkan Hek Siangsat telah ber-siap2 berdiri disamping pangeran Ghalik, untuk menjaga segala kemungkinan guna melindungi junjungannya ini kalau terjadi hal yang tidak diinginkan.
Sedangkañ keenam pahlawannya pangeran Ghalik telah mendengar ribut2. segera keluar dari kamar mereka.
Dan juga mereka telah bersiap2 berdiri disamping junjungan mereka. Untuk menjaga suatu kemungkinan yang tidak mereka inginkan.
Pangeran Ghalik telah menoleh kepada salah seorang pahlawannya itu.
katanya: “Pergi kau memanggil Kuncu dan Yo Kongcu!”.
Pahlawan itu mengiyakan. dia pergi memanggil Sasana dan Yo Him, yang telah datang dengan cepat.
Belum lagi pangeran ghalik sampai menceritakan suatu apapun pada Sasana, Pek Siangsat telah kembali dengan wajah yang guram.
Yang datang berkunjung Sim ‘theykam dari istana, pangeran !” melapor Pek Siangsat.
Muka pangeran Ghalik berubah.
Sim ‘Thaykam atau, orang kebiri she Sim itu, yang biasanya dipanggil dengan sebutan Sim Kong-kong merupakan Thaykam yang selalu mendampingi kaisar dan juga orang kepercayaan Kaisar’.
sekarang thaykam itu menemuinya dirumah penginapan.
Inilah urusan luar biasa dan jarang terjadi.
Malah_sim thaykam’ mêmbawa firman , melapor Hek Siangsat lebih Jauh.
Hmm membawa firman ? ‘tanya pangeran ghalik yang perasaannya semakin tidak tenang.
Pek siangsat membenarkan.
Sim thaykam perintahkan agar pangeran segera keluar menyambut firman ! Kata pek siangsat lebih jauh.
Pangeran Ghalik menghela napas, kemudian dia manggumam : Hmm, jika dilihat demikian, tentunya Tiat To Heat-Ong telah mendahului kita tiba dikotaraja !” tetapi pangeran Gbalik dengan langkah lebar telah keluar dari kamar itu.
Ketika dia tiba diruang bawah, benar saja dilihatnya Sim Thaykam tengah berdiri megah dengan sikap yang keagung-agungan.
dipinggir kiri kanannya tampak dua orang Thaykam muda yang masing2 memegang sebuah tambur berukuran tidak begitu basar.
Pangeran Ghalik segera menghampiri Thaykam itu, dia telah membungkukkan tubuhnva menjura kepada Sim ‘thaykam.
Katanya : ”Ada perintah apakah dari Kaisar sampai Sim Kong kong menemuiku kemari ?.
Tetapi muka Sim Thaykam tetap dingin karena dia hanya memperlihatkan senyuman ketus dan matanya memandang tajam sekali berbeda dengan sebelumnya.
Dimana sim thaykam sangat menghormati pangeran ghalik. Karena jika ingin dibandingkan dengan pangkat, sim thaykam berarti banyak buat seorang pangeran yang memiliki kekuasaan yang sangat besar terhadap angkatan Perang Mongolia seperti pangeran ghalik.
“Apakah kau tidak mau segera berlutut untuk menerima firman Kaisar `?!” bentak Sim thaykam dengan suara yang dingin’.
Tentu saja hal ini-tidak diduga oleh pangeran Ghalik, bahwa Sim Thaykam akan bersikap kurang ajar seperti Itu padanya.
“Hmm, menerima firman Kaisar ?!” tanya. pangeran Ghalik dengan suara yang dingin juga tidak senang oleh sikap Thaykam tersebut.
“Baik ! Mengenai penerimaan firman aku tentu mengetahui cararya harus bagaimana berlutut untuk menerima Firman kukira tidak perlu Sim Kongkgng menjelaskan lagi kepadaku !.
Tapi sekarang yang ingin kutanyakan kepada Sim Kongrong. apakah demikian Sikap seorang Thaykam yang tengah berhadapan dengan seorang Panglima Terbesar dari seluruh angkatan perang?”.
sim Thaykam memperdengarkan suara mendengus dingin- katanya: “Panglima Terbesar dari seluruh angkatan? katanya dengan lantang sekali.
dan berulang kali mendengus tertawa dingin, baru kemudian melanjutkan perkataannya lagi , Firman kaisar akan segera dibaca, berlututlah !.
membarengi dengan perkataan sim thaykam, segera juga kedua orang Thaykam muda berdiri disisi kiri dan kanan Sim Thaykam ‘telah menabuh tambur nyaring sekali’ suaranya bertalu2.
Sedangkan Sim Thaykam telah mengeluarkan segulungan kertas. diangkat tinggi2.
teriak Sim Thaykam dengan suara Yang lantang: “Firman Kaisar akan segera dibacakan. Harap diterima sebagaimana la yaknya ”.
Walaupun mendongkol dan gusar, tokh pangeran Ghalik tidak berani main2 dengan firman Kaisar.
Dia telah menekuk kedua kakinya berlutut untuk menerima Firman.
segera juga Sim ‘thaykam telah membacakan firman itu dengan suara yang nyaring! ”Kaisar telah memutuskan seluruh kekuasaan yang berada ditangan Pangeran Ghalik diambil alih keseluruhannya sampai persoalannya dapat diselesaikan dan pangeran Ghalik, diperintahkan untuk segera menghadap keistana !, firman ini dikeluarkan untuk menjaga keamanan negara dan jika pangeran Ghalik menolak firman ini akan segera diambil tindakan yang jauh lebih tegas.
& nbsp; Lantang dan nyaring sekali suara Thaykam itu.
sedang tubuh pangeran Ghalik yang tengah berlutut itu bergemetaran.
Walau didalam firman tersebut tidak di-sebut2 mengenai salah dan dosanya pangeran tersebut, tapi jelas dengan dicopot seluruh kekuasaannya oleh Kaisar, untuk selanjutnya dirinya akan mengalami peristiwa yang tidak menyenangkan.
Thaykam waktu itu telah betkala lagi: ”Dan kami harap pangeran bersedia untuk ikut bersama kami tanpa menimbulkan kerusuhan!”.
Muka pangeran Ghahk berubah pucat.
Diapun mendongkol dan penasaran bukan main, karena seumur hidup dia berjuang bersungguh2 untuk negeri dan Kaisar.
bahkan atas usahanya, Mongolia kinipun telah berhasil menduduki Tionggoan, semua ‘itu merupakan jasanya yang tidak kecil karena pangeran Ghalik berhasil untuk mengadu domba para jago2 daratan ‘Tionggoan disamping itupun berhasil mempengaruhi para pembesar Kerajaan Song.
sehingga mereka bersedia bekerja untuk Mongolia yang akhirnya membawa keruntuhan untuk kerajaan song tersebut tapi sekarang’, justru pangeran Ghalik telah difitnah oleh Tiat To hoat-ong. dimana Kaisar begitu saja mengambil keputusan mempercayai laporan”. palsu Tiat To Hoat-Ong.
Betapa Urusan ini membuat pangeran Ghalik jadi penasaran bukan main.
Sim Thaykam yang melihat pangeran ghalik hanya berlutut berdiam diri dengan muka yang pucat.
segera berkata lagi: Pangeran Ghalik. ini adalah perintah Kaisar engkau benar2 hendak membangkang ?” .
Pangeran Ghalik bangkit dengan lesu. tanyanya: “Sesungguhnya Sim Kong kong, apa dosa dan kesalahanku. sehingga Kaisar mengeluarkan firman seperti itu.?.
Itu akan kau ketahui jelas jika telah bertemu dengan Kaisar.
sekarang kau harus ikut bersamaku untuk kembali kekotaraja !”.
Tunggu dulu Sim Kongkong. apakah memang kongkong dapat menjelaskan.
semua ini mungkin disebabkan oleh Koksu yang telah kembali kekota raja l Bukankahh begitu ?” kata pangeran Ghalik lagi.
Sim Thaykam tersenyum tawar, sikapnya sinis sekali. dia menyahuti “Untuk urusan ini aku tidak mengetahuinya dengan jelas, Karena aku hanya menerima tugas untuk membawa firman. dan untuk itu harap pangeran mau memberi muka padaku,- tidak mempersulit kedudukanku”.
Pangeran Ghalik tersenyum tawar kemudian tanyanya lagi , kalau memang ini menyangkut persoalan Tiat To Hoat-ong. aku hendak menjelaskan kepada Kaisar semua duduk persoalannya.
Ya ! Jika memang pangeran Ghalik telah sampai dikotaraja, tentu kau dapat menjelaskan segala2nya kepada kaisar, karena itu sekarang harap bersedia untuk ikut bersama dengan kami kekotaraja!”.
“Tapi tidak bisa dengan cara seperti ini. dimana statusku sebagai tawanan ! kata Pangeran Ghalik.
Pangeran.? .
Pangeran Ghalik menggelengkan kepalanya perlahan, wajahnya muram sekali.
”Didalam Urusan ini tersangkut penasaran,karena itu tak dapat aku menuruti begitu saja untuk ikut kekota raja bersama dengan Sim Koñgkong !.
Maafkan. bukan aku membangkang terhadap firman Kaisar, namun aku sekarang tengah menuju kekotaraja. dan aku akan menghadap Kaisar, bukan sebagai tawanan.
Jika memang Kaisar telah mendengar seluruh keterangan dan laporanku, tentu Kaisar akan dapat mengambil kesimpulan lain, bahwa apa yang telah dikeluarkan dalam firmannya adalah tidak tepat !”.
Muka Sim Thaykam jadi berubah.
“Pangeran Ghalik. kau berani mencercah dan mempersalahkan Kaisar ?” tanyanya dengan suara yang dingin.
dan itu engkau berani mengatakan tidak ingin menerima firman.Apakah engkau menyadari dosa berat apa yang telah kau perbuat ?!”.
Pangeran Ghalik tersenyum tawar, kemudian katanya “Jika memang aku harus menghadap kepada Kaisar sebagi tawanan, jelas aku tidak bersedia. Bukan membangkang. Tapi jika memang Kaisar memerintahkan Sim Kong untuk meñyambutku untuk berSama2 menghadap Kaisar, itu lain lagi urusannya terlebih lagi. aku tidak pernah melakukan suatu pekerjaan yang bisa merugikan negeri dan Kaisar, .aku merasa tidak dosa apapun juga, maka dari itu. aku akan menghadap pada Kaisar sebagimana biasanya.
Muka sim ‘thaykam berubah merah, dia tertawa ber-gelak2, kemudian dengan bengis dia bilang: “Pangeran Ghalik, dengarlah! Dosamu telah bertambah dengan sikap membangkangmu ini! Ketahuilah, memang Kaisar kita yang maha agung telah menduga akan terjadi hal seperti ini,’ maka ketika akan berangkat.
aku telah diberikan hak sepenuhnya serta kekuasaan untuk menghadapi kejadian seperti sekareng ini, kalau memang terjadi pembangkangan dari kau !”.
Pangeran Ghalik. telah berdiri tegak.
Telah berpuluh tahun aku menjabat kedudukanku pangkat dan kebesaran serta kekuasaan yang kumiliki . kujalankan dengan baik dimana tugas yang diberikan oleh Kaisar selalu kulaksanakan dengan sebaik mungkin!.
Tidak pernah satu kalipun aku berusaha untuk membangkang atau memang memiliki pikiran untuk berkhianat maupun memberontak!.
Tapi mengapa aku harus menerima perlakuan seperti ini ? Mengapa ?!” Semakin lama suara pangeran Gbalk semakin meninggi.
Melihat ini Sim kongkong telah tertawa dingin. tapi hatinya sesungguhnya jeri karena dia mengetahui bahwa pangeran Ghalik memiliki kepandaian ilmu silat yang tinggi disamping itu juga memang pangeran Ghalik masih memiliki kekuasaan yang besar dan pengaruh yang tidak kecil pada angkatan perang Mongolia.
Jika memang terjadi sesuatu pada diri pangeran Ghalik. sehingga berita itu tersiar, jelas akan menimbulkan kerusuhan diantara angkatan perang Mongolia.
inilah yang tidak dikehendaki oleh kaisar.
Dan sebelum sim thaykam berangkat untuk membawa Firman, memang telah dipesan agar mengundang pangeran Ghalik secara baik2.
dan baru mengambil tindakan kekerasan jika keadaaan memaksa sekali.
Pangeran Ghalik ! soal dosa dan kesalahan apa yang telah kau lakukan semua itu belum lagi jelas, sebab itulah jika memang kau menghadap Kaisar, kemungkinan besar urusan ini bisa diselesaikan !.
Karena itu, janganlah pangeran menimbulkan kesulitan untuk dirimu sendiri. alangkah bijaksananya jika bersedia ikut bersama denganku secara baik2 !”.
,Sim Kongkong! Kau kembalilah kekotaraja dan sampaikan kepada Kaisar, dalam beberapa hari mendatang, akupun akan segera menghadap pada Kaisar.
Kukira, tidak perlu dengan cara pemanggilan seperti ini. aku tidak akan menyingkirkan diri! Karena memang akupun memiliki laporan yang Penting untuk kaisar.
muka sim thaykam jadi berubah tak enak dilihat. Kemudian katanya dengan suara yang tawar: Hmmm’ jika memang demikian.
baiklah! Terpaksa aku tidak berani’ melanggar Perintah yang diberikan oleh kaisar. Aku harus kembali menghadap kaisar bersamamu !”.
Waktu itu sasana telah keluar dari kamarnya.
tanya sigadis dengan wajah berubah pucat ketika melihat Sim thaykam’ ‘ ”Ada apa. ayah?!”.
Pangeran ghalik telah memandang sejenak pada puterinya,kemudian katanya perlahan.
koksu telah tiba lebih dulu dikotaraja,’ Inilah utusan Kaisar,.
kini pucat Muka Sasana jadi berobah Semakin pucat.
ia mengerti apa yang telah terjadi. Kemudian ia telah berkata dengan suara tergagap: Ayah ini ,, ini .
”Kau kembalilah kekamarmu. Biarlah kuhadapi semua ini! ‘ kata pangeran ghalik.
Tidak ayah! Kau harus dapat menjumpai kaisar. Jika memang êngkau harus ikut dengan Sim Kongkong tentulah perkaramu ini akan ditangani orang lain-“.
Akupun bukan hendak ikut bersama Sim Kongkong! kata pangeran Ghalik ,Aku telah meminta pada Sim Kongkong, bahwa aku akan pergi sendiri menghadap pada Kaisar !”.
Tapi ayah !”.
Pangeran Ghalik tersenyum getir, katanya.
Hemmmmm. engkau ingin mengatakan, begitu aku tiba dikota raja tentu aku akan disergap dan ditawan oleh orang2nya Kaisar. Bukankah begitu ?!”.
Sasana mengangguk.
”Ya ! sekarang urusan telah menjadi lain lagi, ayah ! Jika belum lama yang lalu, kita memang bermaksud untuk kekotaraja guna menghadap Kaisar.
Jika memang keadaan telah berubah’ jadi demikian, dimana Kaisar telah dipengaruhi Koksu. lalu tidaklah sangat bahaya jika memang ayah tetap datang kekotaraja untuk menghadap Kaisar ?’.
Sim Kongkong waktu itu telah berkata dengan suara yang nyaring :”Pangeran Ghalik, apakah tetap kau tidak mau turut serta dengan kami ‘? Atau memang aku terpaksa harus memaksamu ?!”.
Pangeran Ghalik telah tersenyum pahit. katanya :” Sim kongkong, seperti yang telah kukatakan. engkau kembali kekotaraja dan aku akan menyusul segera menghadap Kaisar. Percayalah aku tidak akan melarikan diri.
Namun Sim Thaykam telah telah menggelengkan kepalanya, dia telah mendengus dingin kedua tangannya digerakkan. bertepuk tangan.
Dari luar penginapan. tampak masuk kedalam puluhan tentara berpakaian lengkap.
Mereka semua memiliki tubuh yang tinggi tegap dan juga memang merupakan pasukan istana Kaisar. dimana mereka diperbantukan Pada sim Kongkong.
Melihat itu, alis pangeran Ghalik telah mengkerut dan telah memandang tajam. katanya dengan tawar. Apakah Sim ‘Kongkong memang ber-sungguh2 hendak menangkapku??.
Hmm ,apakah perintah Kaisar dapat dilalaikan ? Sahut sim Thaykam.
Waktu itu pangeran Ghalik menyadari bahwa dirinya tidak mungkin bisa meloloskan diri lagi dari thaykam ini, karena jika dia mengadakan perlawanan, berarti dirinya bisa di cap sebagai pemberontak. dan untuk selanjutnya Kaisar lebih mempercayai kepada Koksu negara. karena itu dia telah mengawasi Sim ‘thaykam beberapa saat lamanya.
Sampai akhirnya dia telah berkata dengan suara Yang mengandung kedukaan: Sim Kongkong baiklah dari pada timbul kerusuhan disini aku ikut bersamamu kekotaraja.
Sasana terkejut mendengar keputusan ayah nya.
Ayah ! kau tidak boleh ikut serta dengan mereka. karena engkau bisa dicelakai oleh mereka !” teriak Sasana.
Pangeran ghalik telah merangkul puterinya katanya dengan suara yang perlahan mengandung kedukaan: Anakku pergilah kau kembali keistana kita. kau nantikan aku. Jika memang aku tidak kerumah dalam “waktu tiga bulan. untuk selanjutnya kau tidak perlu memikirkan aku.,karena telah terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan ‘ tapi jika memang diwaktu itu pula aku telah bisa memberikan pengertian pada kaisar ‘ dengan laporan yang sebenarnya` !”.
Sasana jadi menangis ,air matanya mengucur deras sekali. Dan disaat itu Yo Him yang juga telah keluar dari kamarnya. melihat betapa ayah dan anak itu saling merangkul bertangis2an.
Pangeran Ghalik telah melirik kepada Yo Him. lalu katanya : Yo Kongcu. kutitipkan putriku ini agar dapat kau lindungi dengan baik “‘.
Sim ‘thaykam telah mendengarkan suara tertawa dengan katanya tawar : 0. kiranya Yo Kongcu yang merupakan putera dari Sin Tiauw Tayhiap Yo Ko berada bersama2 dengan kalian dan melakukan perjalanan bersama denganmu juga. pangeran Ghalik .
Sungguh suatu persahabatan yang akrab sekali !.
sehingga engkaupun mempercayai puterimu untuk dijaga baik oleh pemuda itu!”.
Jelas kata Sim ‘thaykam itu memang mengejek Yo him dan terutama untuk memojokkan pangeran Ghalik.
Waktu itu sebagai seorang pangeran yang telah lama berkecimpung dan juga memimpin angkatan perang Mongolia. otak pangeran Ghalik telah bekerja cepat sekali.
segera ia berpikir dia’ telah melakukan suatu kesalehan yang paling besar sekali. karena bukankah kelak Sim thaykam bisa saja melaporkan kepada Kaisar bahwa dia menjalin hubungan yang erat dengan Yo Him. puteranya Sin tiauw tayhiap Yo Ko tapi semua itu telah terjadi dan pangeran Ghalik hanya menghela napas saja.
Mari kita berangkat pangeran Ghalik!” ajak Sim thaykam dengan suara yang tawar.
Pangeran ghalik menghela napas.
Dia bersedia untuk ditawan oleh Shm ‘thaykam dan orang2nya untuk dibawa kekotaraja karena dia mengetahui. jika sampai terjadi pertempuran antara Hek Pek Siangsat dan para pahlawannya tentu akan jatuh korban.
Dan`itu akan menambah buruknya pandangan Kaisar padanya.
Karena itulah. akhirnya dia memilih jalan mengalah untuk ikut serta dengan Sim thaykam untuk pergi kekota raja menghadap Kaisar.
Hal itu juga menyangkut akan keselamatan puterinya. jika sekarang ini pangeran ghalik memberikan perlawanan. untuk selanjutnya ia ‘akan dicap sebagai pemberontak. dan tentu saja seluruh keluarganya akan disapu bersih memperoleh hukuman juga.
Dan Selanjutnya tentu’ tak akan terhindar dari mati juga.
Hek Pek Siangsat mendengar bahwa pangeran ghalik bersedia untuk ikut bersama Sim Thaykam. segera melompat kesamping pangeran.
Kedua jago yang setia pada pangeran ghalik ini juga menyadari. memang junjungan mereka sulit sekali untuk menolak firman Kaisar.
Namun disamping itu karena hek Pek Siangsat mengetahui junjungan mereka itu tengah mengalami peristiwa penasaran. mereka bersedia untuk membela mati2an pada pangeran ini.
Kala itu hek Siangsat telah berkata dengan dingin pada Sim Thaykam: .
Sim Kongkong jika memang kau mengetahui urusan yang sesungguhnya. tentu tidak demikian sikapmu.
Junjungan kami memang benar2 menerima urusan penasaran. Koksu telah memfitnahnya .
Tapi Sim Kongkong telah tertawa dingin katanya: .
Aku hanya menjalankan tugas ”.
Hmm!” mendengus pek siangsat, jika memang pangeran memerintahkan kami untuk menerjang, jangankan utusan Kaisar. sekalipun utusan giam Lo Ong akan kami hadapi”.
Setelah berkata begitu pek Siangsat mendengus beberapa kalu dengan sikap menantang sekali’ .
Sasana telah menghampiri Yo him katanya: .
Yo Kongcu. apa yang harus dilakukan?! Ayah tidak boleh dibiarkan ikut bersama mereka .
Benar nona. mereka adalah utusan kaisar dan sesungguhnya mereka tentu hanya menjalankan tugas belaka. Tapi didalam persoalan ini . Kaisar telah dipengaruhi oleh koksu sehingga memiliki pandangan yang salah terhadaP ayahmu.
Aku telah berjanji untuk bantu melindungi ayahmu. dan ini merupakan tugasku.
. bagaimana kalau kita melarikan ayahmu dengan jalan kekerasan saja.?.
Tapi , apakah kekuatan kita cukup-?!” tanya Sasana ragu2.
“Dan urusan ini bukan urusan biasa, juga bukan urusan kecil, sekali’ saja kita keliru mengambil langkah, berarti kita akan bercelaka semua !”.
Itu adalah urusan belakangan yang perlu dipikirkan sekarang !.
Yang terpenting kita harus memikirkan bagaimana caranya agar dapat meloloskan diri dari orang2 itu! Namun ingat, kita tidak boleh melukai salah seorang diantara mereka, karena jika diantara mereka ada yang terbinasa. tentu pandangan Kaisar terhadap diri ayahmu akan tambah buruk lagi .
(BERSAMBUNG Jilid 13)
=================================
SASANA mengangguk.
, Sayang guruku tidak ikut sertaml” menggumam sigadis.
“Aku berada disini!” tiba2 terdengar suaara orang berseru sambil tertawa hahahahihi.
Sasana dan orang2 lainnya yang berada di tempat tersebut terkejut , mereka telah menoleh keatas darimana asal suara itu.
Terlihat seorang tengah duduk diwuwungan dengan sikap seenaknya sambil ter-tawa2. Orang itu memiliki kumis dan jenggot yang telah memutih, yang tumbuh panjang sampai menutupi seluruh tubuhnya. Rambutnya juga dibiarkan tumbuh panjang. Ternyata orang tersebut tak lain dari Ciu Pek Thong’.
”Suhu !” teriak Sasana dengan perasaan girang yang meluap luap.
,,Ciu Locianpwe !” berseru Yo Him yang ikut girang juga.
Dengan adanya siberandai jenaka ini, tentu urusan jadi lebih mudah diatur, Waktu itu Ciu Pek Thong telah berkata dengan suara yang riang, diantara suara tertawa nya yang hahaha, hihihi, bilangnya: Aku telah tinggal selama beberapa tahun didalam istananya pangeran Ghalik, selama itu aku makan dan tidur gratis tanpa perlu bayar !.
Hmm .walaupun dia adalah pangeran mongolia, namun aku berhutang budi pada pangeran. Adalah pantas jika sekarang aku membalas budi kebaikan pangeran Ghalik .!” membarergi dengan habisnya perkataan Ciu Pek Thong, tampak tubuh Ciu Pek Thong telah melompat turun dengan gerakan yang ringan sekali.
kala itu sim thaykam dan para pahlawannya istana kaisar telah memandang dengan bengis dan semuanya dengan memegang senjata tajam.
dengan mengeluarkan suara tertawa yang nyaring hahaha. hihihi. ciu Pek Thong telah sampai disamping pangeran Ghalik dimana dia telah mengulurkan tangannya dan ketika Pangeran Ghalik tengah berdiri bengong , dia telah merangkul pinggang Pangeran ghalik.
Dalam waktu yang singkat sekali, ciu pek Thong telah mencelat membawa kabur pangeran. Gerakan Ciu Pek Thong begitu gesit dan cepat sehingga tak bisa dirintangi.
Ketika melihat tubuh Ciu Pek Thong meluncurkan turun menyambar kebawah, mereka jadi terkejut dan segera juga beberapa orang pahlawan telah meiyerbu maju untuk menyerang Ciu Pek ‘thong dengan senjata tajam mereka.
‘tapi Ciu Pek Thong tetap meluncur turun dengan cepat sekali. kedua tangarnya telah digerakkan untuk mengebut lima orang pahlawan itu terpental, tubuh Ciu pek ‘thong tetap meluncur, dengan perlahan dia mendorong pundak nya Sim Thaykam, sehingga membuat orang kebiri itu terguling2 dilantai sambil ber-seru2. dengan suara yang mengandung kemarahan bukan main dan juga perintahkan para pahlawan istana Kaisar agar segera mengepung Ciu Pek Thong untuk membekuknya.
Tapi mereka semua itu mana bisa menghadapi situa berandalan yang Jenaka “.
kala itu sim thaykam dan para pahlawannya istana kaisar telah memandang dengan bengis dan semuanya dengan memegang senjata tajam. dengan suara yang mengandung kemarahan bukan main dan juga perintahkan para pahlawan istana Kaisar agar segera mengepung Ciu Pek Thong untuk membekuknya.
Tapi mereka semua itu mana bisa menghadapi situa berandalan yang Jenaka “.
Dalam keadaa seperti inilah. tampak Para pahlawan istana Kaisar telah ber-lari mengejar sambil ber-teriak2 “tangkap pemberontak Tangkap pemberontak!”.
Namun ketika tiba diluar rumah penginapan Cin Pek Thung dan pangeran Ghalik lenyap dari pandangan mereka.
Sim Thaykam jadi mengamuk penuh kemarahan juga membentak para pahlawan istana itu perintahkan mereka untuk menangkap Yo him dan Sasana, serta Hek Pak Siangsat dengan para pahlawannva pangeran Ghagik yang berjumlah enam orang itu.
Namun Yo Him dan Sasana memiliki kepandalan Yang tinggi. mereka mudah sekali menerobos kepungan itu Sampai diluar rumah penginapan.
sedangkan Hek Pek Siangsat pun telah mempergunakan kepandaianya merubuhkan para pahlawan Kaisar yang merintangi jalan mereka.
Pek Siangsat Sendiri Yang tengah murka terhadap sim Thaykam. ketika lewat disamping sim thaykam. telah mengayunkan tangannya.
“Bukk !” tubuh Sim Thaykam telah terpental keras sekali dan ‘ ambruk di lantai bergulingan tidak bisa berkutik lagi karena telah pingsan. “.
‘ Begitulah. Yo Him, Sasana, Hek Pek Siangsat dan keenam Pahlawannva Pangeran Ghalik telah menyingkirkan diri berlari-lari gesit sekali keluar kota.”.
tidak ada seorangpun para pahlawan Kaisar yang dibawa oleh Sim Thaykam yang dapat menghalangi mereka.
Bukan ‘main marahnya Sim Thaykam dia telah mencaci maki beberapa saat lamanya sampai akhirnya mengajak para pahlawan Kaisar untuk itu kembali kekotaraja guna memberikan laporan pada Kaisar.
Sesungguhnya, jika saja Kaisar mau mendengar petunjuk Tiat To Hoat-ong, tentu sulit buat pangeran Ghalik terlolos dari tangan mereka.
Karena Tiat To Heat-eng telah meminta kepada Kaisar agar mengikut sertakan para pahlawannya, jago2 silat yang memiliki kepandai an tinggi. Namun Kaisar telah menolak permintaan Koksu tersebut. Menurut Kaisar. pangeran Gnalik. yang masih terikat darah sebagai saudara sepupunya, tentu tidak akan membangkang terhadap firmannya.
Karena itu, Kaisar hanya perintahkan para pahlawan Kaisar untuk ikut serta mengiringi sim Thaykam.
Tapi hasil yang diperoleh adalah kegagalan belaka. Tapi inipun cukup menggembirakan Koksu negara itu. karena Tiat To Hoat-ong segera bisa menyebar racun yang lebih hebat pada Kaisar. dimana ia melaporkan hal2 yang tidak benar pada Kaisar mengenai sepak terjang pangeran Ghalik, yang dikatakannya telah berserikat dengan Sin Tiauw Tayhiap dan para pendekar yang pernah membantu kerajaan Song ingin melakukan suatu pemberontakan pada Kaisar.
Karena hasutan seperti itulah, maka kaisar telah mengambil tindakan seperlunya.
Para panglima dan jenderal yang diketahui merupakan orang2nya pangeran Ghalik yang memimpin berbagai pasukan angkatan perang telah dicopot dan dipecat dari jabatannya, digantikan oleh orang2 kepercayaan Kaisar lainnya. yang menjadi kaki tangan Koksu.
Terlebih lagi dengan terjadinya peristiwa dimana pangeran Ghalik tidak mau menerima firman dan telah melarikan diri ditolong oleh kawan2nya. dimana Sim Thaykam juga menceritakan d idalam rombongan pangeran Ghalik itu terdapat juga Yo Hlm putera sin tiauw taihiap Yo Ko.
hasutan koksu negara makin termakan oleh Kaisar. yang semakin mempercayai keterangan palsu Koksu tersebut.
Karena itu. setelah Sim Thaykam melaporkan kegagalannya menunaikan tugas untuk ‘ menangkap” dan membawa pangeran Ghalik kekota raja. Kaisar telah bersungguh2 menghadapi masalah ini.
Dikerahkannya beberapa orang pahlawan pilihan dari istana Kaisar untuk memimpin pasukan melakukan pengejaran menangkap pangeran Ghalik .
Juga disamping itu kaisar telah memerintahkan pada ‘tiat To hoat ong agar koksu ini memimpin jago-jago yang berada dibawah kekuasaannya untuk Segera melakukan pengejaran padaa pada pangeran Ghalik. guna menangkapnya.
tentu saja perintah itu menggembirakan Koksu tersebut. dimana dia telah dapat memiliki kekuasaan yang penuh untuk menangkap pangeran Ghalik.
Malah dua hari kemudian. Tiat ‘ To Hoat ong telah berangkat diiringi oleh Gochin Talu. Lengky Lumi dan lain2nya melakukan pengejaran pada pangeran Ghalik.
Selama berada d istana Kaisar., memang Tiat To Hosat-ong telah menyembuhkan luka dalamnya. Dimana semangat dan tenaga murninya telah terkumpulkan kembali. Sehingga pendeta Mongolia yang menjadi koksu negara tersebut bersemangat sekali.
.Dia yakin dengan dibantu oleh jago ‘nya tentu dia bisa menangkap pangeran Ghallk. Hanya yang dikuatirkan oleh tiat To Hoat ong cuma Swat Tocu saja. Jika memang Swat Tocu merupakan orangnya pangeran Ghalik, tentu Koksu ini menemui kesulitan yang tidak kecil guna menangkap pangeran itu. yang telah dicap sebagai pemberontak.
TERNYATA Ciu Pek Thong memang telah mengikuti rombongan pangeran Ghaiik diam2 Sasana ketika ingin berangkat telah memberi tahukan maksudnya yang ingin ikut serta kekota raja mengiringi ayahnya.
Dan Ciu Pek Thung hanya ter tawa2 saja tidak memberikan sambutan apa2. Namun setelah tiga hari keberangkatan muridnya itu dimana Ciu Pek Thong, d layani oleh para pelayan wanita istana pangeran Ghalik dengan baik sekali menimbulkan ke’ bosanan juga pada situa berandalan yang jenaka ini.
Dia memang seorang yang jenaka dan gemar bermain, maka lewat tiga hari tanpa muridnya, tanpa mendengar dongeng2, membuat. dia jadi bosan berada terus meneru. diistana pangeran Ghalik.
Akhirnya ia pergi meninggalkan istana Karena memang Ciu Pek Thong memiliki ginkang yang sangat sempurna sekali. sampai Oey Yuk Su, Aiwyang Hongpun sulit untuk menandingi Ginkangnya itu.
dia bisa menyusul rombongan pangeran Ghalik dengan cepat. (Perihal kehebatannya Ginkang Ciu’ Pek Thong dapat diikuti dalam cerita ”Asmara Rajawali”}.
Tapi Ciu Pek thong` memangnya berandalan dan jenaka, dia tidak segera memperlihatkan diri hanya mengikuti terus rombongan pangeran Ghalik.
Dia ingin mengejutkan muridnya, Siapa tahu, justru terjadi urusan sim Thaykam yang membawa firman Kaisar. yang hendak menangkap pangeran Ghalik.
Dengan demikian memaksa Ciu Pek Thong harus memperlihatkan diri menolongi pangeran Ghalik.
Ciu Pek Thung-memang memiliki kepandaian yang telah mencapai tingkat yang tinggi dan puncak kesempurnaan, dengan mengandalkan kepandaiannya itu.
dia telah berhasil menyelamatkan pangeran Ghalik, yang telah dibawa lari keluar kota tersebut. pangeran Ghalik sendiri yang berada dalam kempitan Ciu Pek Thong telah berseru” :.,Ciu locianpwe ! Berhenti dahulu ,ada yang hendak kukatakan padamu !”.
Namun Ciu Pek Thong lari terus dengan ‘tidak mengurangi kecepatannya. malah dia telah menyahutinya: ,.Hernmrn. apa yang hendak dibicarakan lagi ‘? Engkau memang ingin mengantikan puterimu untuk menceritakan Sebuah dongeng kepadaku ?”.
,Aia urusan yang penting sekali yang perlu kukatakan padamu !” sahut pangeran Ghalik.
“Nanti jika kita telah tiba ditempat yang aman. barulah kita ber-cakap2. Syukur jika menang engkaupun memiliki banyak cerita dongeng yang bisa ceritakan kepadaku !”.
Dan Ciu Pek Thong telah berlari terus dengan cepat sekali. Dalam waktu yang singkat hampir lima puluh lie dilaluinya.
Waktu itulah Ciu Pek Thong baru menghentikan larinya dimuka sebuah rumah penduduk, dia menurunkan pangeran Ghalik dari kempitannya.
Kita mengasoh disini!” kata Ciu Pek-thong. ”Tapi kau telah membawaku ketempat sedemikian jauh. Tentu !” kata pangeran Ghalik.
Dia melihat walaupun berlari cepat dalam jarak begitu jauh, Ciu,Pek-thong tetap tenang. Dañ napasnya tidak memburu sama sekaii. Sedangkan pangeran Ghalik sendiri, yang sejak tadi hanya berada dalam kempitan Cia Pek-thong. namun karena dibawa lari sehingga tubuhnya terguncang terus menerus. merasakan napasnya memburu.
Maka diam2 pangeran Ghalik tambah menaruh perasaan kagum pada jago tua tersebut.
Tentu. tentu apa?!” tanya Ciu Pek-thong sambil tertawa.
“Tentu mereka tidak bisa menyusul kita!” menyahuti pangeran Ghalik.
Ciu Pek-thong tertawa tergelak2. ,Apakah memang kau menginginkan manusia-manusia busuk itu bisa mengejar kita ?!”tanyanya kemudian setelah puas tertawa.
Bukan begitu maksudku!” menyahuti pangeran Ghalik cepat. Maksudku Yo Kongcu dan yang lain-lainnya itu bersama dengan puteriku , tentu mereka tidak mencari kita. karena kita berada ditempat yang demikian jauh, terlebih lagi ginkang mereka tentunva tidak sehebat yang dimiliki Ciu Locianpwe!”.
Mendengar perkataan pangeran Ghalik, Ciu Pek Tlbong jadi berhenti tertawa dia memandang bengong. Kemudian dia mengangkat tangannya mencabuti kumisnya itu dengan sikap seperti sedang berpikir keras.
Benar juga. apa yang kau katakan pangeran!” kata Ciu Pek-thong kemudian. Kita telah meninggalkan kota itu terlalu jauh. ai, ai, tentu mereka tidak akan dapat menyusul kemari sebab setelah mencari2 kita belasan lie jauhnya. mereka akan mengambil arah lain! Celaka! Sungguh celaka!” sambil berkata begitu.
Ciu Pek-thong telah berjingkrak2. Waktu Ciu Pek thong berjingkrak-jingkrak seperti itu dan pangeran Ghalik ingin berkata lagi, pintu rumah penduduk itu terbuka, dari dalam keluar seorang lelaki tua, karena dia mendengar suara ribut~ribut diluar rumahnya.
“Ohnhh, ada tamu !” kata tuan rumah itu dengan ramah. “Silahkan masuk silahkan masuk !”.
‘Tapi Ciu Pek Thong telah menggelengkan kepalanya berulang kali dia berkata :”Tidak, tidak, aku ada urusan penting! Celaka! Celaka! Sungguhcelaka .”.
Tuan rumah yang sudah lanjut usia itu jadi bengong saj a mengawasi tamu`2nya yang agak isnmewa ini ,,A.panya yang celaka ?’ tanya tuan rumah.
Ada yang celaka ! Ada y a n g celaka !’ menyahuti Ciu Pek ‘thOng.
”Siapa yang celaka !” tanya tuan rumah itu tambah tidak mengerti.
”Aku dan pangeran !” menyahuti Ciu Pek Thong.
Kau dan pangeran ‘? Pangeran mana?” tanya tuan rumah tambah heran.
“Aku dan pangeran Ghalik celaka. Apakah kalian bertemu perampok ?” tanya tuan rumah lagi.
“Tidak ! Bukan !” menyahuti ‘Ciu Pek ‘thong. Tapi kami justru telah melarikan diri terlalu jauh !”.
Melarikan diri? Melarikan diri untuk menghindarkan apa ?!” tanya tuan rumah itu lagi, tambah heran. juga sangat tertarik sekali.
”Apakah tidak lebih tuan2 singgah dulu untuk beristirahat sambil minum teh ?!”.
Ciu Pek Thong menggelengkan kepalanya berulang kali. kemudian katanya: Tidak, aku sedang menghadapi urusan yang bisa membuat aku celaka !”.
Apakah memang jiwa kalian tengah terancam -bahaya ?!” tanya orang tua itu.
Jika memang benar. apakah tidak lebih baik kalian bersembunyi dirumahku.
Ciu Pek thong berhenti berjingkrak kemudian memandang tuan rumah itu dengan sepasang mata terpentang lebar?.
”Bersembunyi dirumahmu ‘? Ohhh, justru aku tengah ingin kembali untuk menemui orang2 itu ! Karena Jika tidak berhasil bertemu dengan mereka. celakalah aku.
karena aku tidak bisa mendengar dongeng2 lagi.cerita2 yang menarik itu !”.
Tuan rumah jadi bengong bercampur heran dan lucu, dia telah bertanya dengan suara yang serius .
Tidak bisa mendengar cerita saja merupakan hal yang celaka ? Ohhhhhh, benar-benar merupakan urusan yang mengherankan sekali!”.
”Aku telah meninggalkan muridku cukup jauh, jika itu murid-muridku itu tidak bisa menyusul kemari. Karena itu, jika memang kami ‘tidak bisa bertemu lagi, jelas aku bisa celaka, nasibku jadi buruk, karena untuk selanjutnya aku tidak bisa mendengar muridku bercerita, menceritakan dongeng-dongeng yang sangat menarik sekali!”.
,Jika begitu kalian bisa menunggu disini saja, aku akan menyediakan air teh pada kalian. untuk beristirahat dulu! Bagaimana? Bukankah nanti jika rnuridmu. telah menyusul kemari.
,,Tidak, aku harus kembali menemui mereka!” menyahuti Ciu Pek Thong.
Dan baru saja perkataannya itu habis diucapkan, mendadak dia mengulurkan tangannya, tubuhnya telah melompat dengan gesit sekali, dia berlari-lari meninggalkan tempat itu.
Tuan rumah itu jadi bengong, karena tahu tahu tubuh Ciu Pek Thong yang mengempit pangeran Ghalik. telah lenyap dari pandangan matanya, menghilang begitu cepat, bagaikan setan saja yang berkelebat lenyap.
Setelah tersadar dari tertegunnya orang tua empunya rumah bergidik sendirinya, dia menyangka telah bertemu hantu disiang hari bolong.
maka dia cepat-cepat menutup pintu rumahnya. untuk segera dipalangnya kuat-kuat! ….. ..
@ o o o
ClU PEK THONG telah membawa pangeran Ghalik berlari-lari cepat sekali. kembali kejurusan dari mana tadi mereka mendatangi.
Berlari-lari sekian lama. sampai tiga-puluh lie lebih mereka masih belum bertemu dengan rombongan Yo him . Apakah mereka telah ditawan oleh Sim Thaykam?” menggumam pangeran ghalik dengan suara mengandung kekuatiran.
..Apa kau bilang !” tanya Ciu Pek Thong sambil menahan larinya.
..Aku kuatir… aku kuatir…..!” kata pangeran ghlik dengan wajah muram.
..Kau kuatir. kuatir apa?” tanya situa berandalan jenaka itu. ..Apa yang dikuatirkan pangeran!”
..Aku kuatir mereka tidak bisa meloloskan diri dari orang2nya Sim Kong-kong!” menyahuti pangeran ghalik.
..Sim kongkong. orang kebiri itu !” tanya. Ciu Pek Thong.
Dan kau kuatir para’ pahlawan yang jadi pengiringnya itu akan berhasil menangkap muridku dan juga pemuda she Yo itu…..?!”
Ya….. tentu sudah tarjadi pertempuran yang hebat diantara mereka! Sedangkan Hek Pek Siangsat dan keenam orang pahlawanku itu mereka merupakan pengikutku yang setia. tak mungkin berkhianat dan menyerah pada Sim Kongkong.
Namun keselamatan puteriku itu….’ “Mari kita kembali kesana saja. …..!’. kata ciu pek thong.
.Jika terjadi sesuatu pada muridku atau yo him. Hem . Hem. biarlah Sim Kongkong itu kucabuti seluruh bulu ditubuhnya!”
Hei tunggu dulu. lihat itu ! apakah bukan mereka!” kata pangerun ghalik sambil menunjuk kearah kanannya.
Ciu Pek Thong menoleh dan melihat serombongan orang yang tengah berlari-lari dengan cepat sekali.
Ciu Pek Thong berjingkrak kegarangan, diapun telah melepaskan kempitannya pangeran ghalik dan berseru: “Benar ! itulah muridku!
Hai muridku. cepat kau kemari untuk menceritakan dongeng-dongeng menarik untukku!”
Teriakan terakhir dari Ciu Pek Thung sangat nyaring sekali karena dia berteriak dengan mempergunakan Lwekangnya.
Rombongan yang tengah berlari-lari itu mendatangi memang tidak lain dari pada Yo Him, Sasana, Hek Pek Siangsat dan keenam orang pahlawannya pangeran Ghalik!
Rombongan pangeran ghalik setelah berunding untuk mencari jalan keluar yang baik nanti menghadapi Tiat-to Hoat-Ong dan orang-orangnya. akhirnya mereka melakukan perjalanan kekota raja..
Memang pangeran.Ghalik menyadarinya jika dalam waktu-waktu sekarang dia menghadap Kaisar. tentu Kaisar yang tengah berada dalam pengaruh Tiat-to Hoat-Ong akan menjatuhkan hukuman mati padanya tanpa mempertimbangkan lagi akan hal itu dan tidak memperdulikan benar atau tidaknya dosa pangeran ghalik seperti yang difitnah oleh ‘tiat-to hoat ong.
Namun sebagai seorang pangeran dan panglima yang memiliki kekuasaan atas semua angkatan perang Mongolia, Boanciu. jelas dia memiliki bawahan2 yang bekerja dibawah perintahnya. .jita dianggap sebagai pengkhianat dan pemberontak. jelas bawahannya itu akan ‘bercelaka juga.
Demikianlah ancaman bahaya untuk semua orang2 bawahannya itu. dan pangeran Ghalik tidak bisa membiarkan begitu saja.
walaupun harus menempuh bahaya yang tidak kecil. tokh dia mengajak rombongannya untuk ‘pergi kekota raja. dan disamping nanti mencari jalan untuk bertemu dengan kaisar dan memberikan pengertian kepada rajanya itu.
ciu Pek Thong sibocah tua bangkotan yang jenaka yang semakin tua semakin jadi keberandannya itu. hanya menyetujuinya saja. Malah dia gembira bukan main, karena melakukan perjalanan kekota raja yang menurut dia dikota raja tentu din akan menyaksikan banyak keramaian.
Sasana dan yo Him sesungguhnya tidak menyetujui keinginan pangeran Ghalik. karena menurut mereka dengan pergi kekota raja berarti mereka menghampiri maut. sedikitnya men cari kesulitan untuk mereka. Sasana beranggapan, sekarang ini bukanlah waktunya yang tepat untuk menghadap Kaisar.
Puteri pangeran ghalik ini berpendapat, jika keadaan telah reda dan dalam kesempatan tertentu yang tepat sekali. barulah ayahnya itu menghadap kaisar untuk menjelaskan duduknya perkara
Pangeran ghalik tetap dengan keinginannya itu. dimana dia bersama rombongannya akan pergi kekota raja.
untuk menjelaskan duduknya persoalanya pada Kaisar. karena menurut pangeran ghalik. jika peristiwa yang menimpa dirinya itu dibiarkan berlarut-larut. tentu segalanya akan berubah jadi semakin hebat.
Disamping dia benar2 akan dituduh sebagai pemberontak dan pengkhianat bangsa. juga orang2 bawahannya akan menerima bencana tidak kecil.
Akhirnya Sasana maupun Yo Him telah menuju kekota raja, dengan harapan disana mereka akan memiliki kesempatan yang baik untuk menyelesaikan urusan pangeran Ghalik.
agar dia terlepas dari fitnahan yang dilontarkan oleh Tiat To Hoat-ong . Dengan adanya ciu pek Thong bersama mereka. memang rombongan pangeran Ghalik tidak perlu jeri terhadap siapanun juga, karena loo Boan Tong ini seorang tokoh yang memiliki kepandaian pada puncak kesempurnaan dan boleh dibilang sudah tidak ada tandingannya lagi dijaman ini selain beberapa tokoh Rimba Persilatan lainnya yang jumlahnya bisa dihitung dengan jari tangan dan mereka semua umumnya telah mengundurkan diri hidup mengasingkan diri ditempat- tempat yang sunyi.
‘Begitulah. rombongan pangeran Ghalik telah melakukan perjalanan kekota raja. Untuk mencapai kota raja .sesungguhnya tidak memerlukan waktu perjalanan yang terlalu lama.
Sebab memang mereka telah beradu dalam jarak yang cuma dua hari perjalanan guna men capai Kotaraja… ..
@ 0 0 O
BINTANG BINTANG yang memenuhi permukaan langit yang tersebar puluhan ribu. mungkin ratusan ribu atau jutaan, yang kerlap kerlip dengan sinarnya. dan juga rembulan yang waktu itu tidak bersinar penuh.
dalam bentuk seperti perahu mayang dengan sinarnya yang tidak begitu terang, dan awan2 yang bersih hanya dibeberapa bagian saja. dipermukaan langit yang dilaluinya merupakan malam yang sangat cerah dan bersih sekali indah ‘bukan main. dengan siliran angin yang lembut mempermainkan permukaan air laut.
sehingga permukaan laut beriak perlahan saling susul tidak henti2nya sambung menyambung bagaikan tengah bercumbu satu dengan yang lainnya. kesunyian yang langgeng memenuhi sekitar lautan itu.
tidak terlihat lainnya lagi. hanya laut yang terhampar begitu luas. Sejauh mata memandang hanya air laut yang bergelombang perlahan itu yang terlihat.
Tapi dikejauhan tampak sebuah titik, yang tengah melayang-layang meluncur dipermukaan laut. Semakin dekat, barulah jelas bahwa itulah sebuah perahu yang tidak begitu besar. bahkan tidak memiliki layar atau peralatan lainnya.
Perahu itu merupakan perahu yang kosong, dan tidak ada sepotong barang apapun juga. selain tiga sosok tubuh manusia yang tengah rebah terlentang didalam perahu tersebut.
Dua sosok tubuh merupakan orang dewasa dan sosok tubuh yang lainnya adalah seorang anak kecil berusia antara empat tahun lebih ‘belaka.
jika sosok tubuh kecil itu rebah terlentang tertidur nyenyak dan pipinya yang memerah, rambutnya yang dikepang dua tampaknya dia merupakan seorang gadis kecil yang manis sekali.
Dia tertidur dengan bibir seperti tersenyum. rupanya tengah bermimpi indah dan lucu, dia juga tengah bermimpi bergembira diantara pohon! bunga yang indah.
Tidak demikian halnya dengan kedua sosok tubuh orang . dewasa itu. yang ternyata seorang lelaki berusia antara lima puluh tahun dengan kumis tipis. Wajah tampan dan gagah.
Walaupun telah berusia cukup tinggi seperti itu. Tokh masih tersisa kecakapan dan kegantengannya dimasa muda yang lalu.
Matanya terbuka lebar2 tengah mengawasi bintang2 yang bertaburan di permukaan langit. Dan yang seorang lagi seorang wanita berusia empat puluh tahun dan rupanya juga seorang wanita yang Cukup cantik
walaupun Usianya melewati empat puluh tahun, raut paras mukanya masih Cantlk. rambutnya dikonde dua. Walaupun agak kusut.
Wanita ini tentunya diusia mudanya merupakan Seorang gadis yang Cantik jêlita. Hanya saja. pada garis bibir dan mukanya terlihat dia adalah seorang wanita yang keras hati
Sama halnya seperti lelaki yang rebah diam. wanita itupun rebah diam mengawasi ribuan bintang yang bertaburan dilangit sepertinya juga tengah berpikir keras.
Kesunyian benar2 menguasai sekitar mereka. hanya suara riak gelombang kecil diair laut yang terdengar menyentuh2 mencium tubuh perahu yang mereka tumpangi itu.
Dilihat dari keadaan ketiga orang ini rupanya mereka telah mengalami suatu peristiwa hebat ditengah lautan.
Karena muka sepasang manusia dewasa itu yang rupanya ayah dan ibu dari sigadis kecil sangat letih Sekali’.
Bersambung , Maaf sementara prosessssssss….