Amanat Marga (Hu Hua Ling)

Amanat Marga (Hu Hua Ling)
Karya : Khu Lung
Saduran : Gan KL

Dalam keadaan kepepet kalau dia mau melepaskan pedang dan melompat mundur, jelas dia dapat menyelamatkan jiwa sendiri. Tapi dia lantas teringat kepada pesan sang guru yang telah menyerahkan pedang pusaka Yap-siang-jiu-loh kepadanya dengan tugas membela peti sakti itu, “peti rusak orang binasa”, demikian kata terakhir amanat sang guru itu.
Diam-diam ia menghela napas, sukar diselaminya sesungguhnya ada keistimewaan apa pada peti mati ini sehingga perlu dibela matimatian, tapi apa pun juga dia harus patuh kepada amanat sang guru.
“Peti rusak orang binasa”, itulah amanat yang tidak boleh dilupakan, mendadak ia berteriak, “Baiklah, biar kita gugur bersama!” Mendadak ujung pedang menolak sekuatnya ke atas, tangan kiri terus mencengkeram ke depan, dia tidak lagi menangkis tendangan si Tojin melainkan mencengkeram dada orang. Ia menjadi nekat dan tidak memikirkan akibatnya lagi, yang
penting amanat sang guru telah dilaksanakannya.
Berubah juga air muka si Tojin melihat kekalapan anak muda itu, mendadak ia tertawa
keras, “Hahaha! Bagus, bagus, biarlah kita bertiga gugur bersama!”…………

Khulung Disadur Oleh Gan KL NON Serial==>>Amanat Marga

This entry was posted in Cerita Silat, Gan KL, Khu lung, Silat Mandarin and tagged . Bookmark the permalink.

One Response to Amanat Marga (Hu Hua Ling)

  1. cerita_silat says:

    THANK .,tlh share ebook cersil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s