Unta Sakti

Patung Emas Kaki Tunggal – Unta Sakti-Tok Kak Cin Jin Saduran Gan KH Timbullah setitik harapan dalam benak Koan San-gwat, diam-diam ia bersyukur, “Sahabat tuaku, ternyata kau memang pintar, unta sakti tidak mengena usia tua, tenaga baru semangat tetap menyala. Cuma sayang aku tak akan kuasa menemani kau sepanjang masa….” Setelah lari sekian lamanya akhirnya ia jadi keheranan pula, sebab derap di belakangnya bukan saja ketinggalan semakin jauh malah terdengar semakin dekat, karuan hatinya menjadi gundah dan gugup. “Ayah sahabat tua, kenapa kau tidak becus lagi, di atas pasir masa kau tidak mampu menandingi kecepatan lari kuda?” Kecepatan lari unta tetap seperti sedia kala, tapi derap kaki kuda di belakang semakin kencang. Tanpa terasa ia menghela napas panjang dan gegetun, karena ia mendapati bahwa tunggangannya tidak berlari sepenuh tenaga, maka lamakelamaan terkejar oleh kuda di belakangnya. Padahal tenaga untuk angkat jari saja tak mampu dikerahkan, bila untanya berlari pesat, goncangan tubuhnya tidak akan terkendalikan lagi, bukan mustahil ia bakal terjungkal jatuh. “Sahabat tua! Jangan hiraukan aku, betapapun kita pantang jatuh ke tangan musuh …. ….” Dengan watak kekerasan seekor binatang, si unta mendengus rendah, tetapi kakinya tetap berlari dengan kecepatan sama. Kuda di belakang itu sudah mengejar dekat, dari punggung kuda tampak melesat sesosok bayangan orang meraih tali kekang yang terikat di besi dan tergigit di mulut unta, leher panjang si unta bergerak berusaha menghindar. Koan San-gwat yang berada di punggungnya tidak kuasa mengendalikan badannya lalu terjungkal jatuh. Orang yang berusaha menghentikan lari si unta cepat melompat ke belakang meraih tubuhnya. Samar-samar di antara sadar tak sadar Koan San-gwat hanya melihat seraut wajah yang putih halus dan seikal rambut panjang yang terkuncir di belakang kepala. Selanjutnya apa yang terjadi tak diketahui olehnya. Di kala ia siuman, baru dia tahu bahwa dirinya telah terbaring di tengah padang rumput yang menghijau, di sampingnya terdapat sebuah kolam air, itulah oase, sumber air di padang rumput yang tumbuh subur di tengah padang pasir.

Saduran Lepas pengarang tidak jelas : Disadur Gan KH  ==> -Unta Sakti

Saduran Gan KH lainya :
Pedang Kayu Cendana-GanKH
Tugas Rahasia- Gan K H
Patung Emas Kaki Tunggal Unta Sakti-Tok Kak Cin Jin
PEDANG DARAH BUNGA IBLIS (HIAT KIAM MO HOA)/Teror Bwe Hwa Hwe

This entry was posted in Cerita Silat, Gan KH, Silat Mandarin and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s