Pendekar Cacat

Pendekar Cacat – 10 Tokoh Persilatan
Karya Khulung-Tjan ID

Lama setelah termenung, Liu Khi baru berkata lagi, “Semua peristiwa berdarah ini dapat berlangsung, sebabnya tak lain karena kau, yang telah membunuh istri sendiri. Nah, Thio Kimciok, kau sebagai sumber dari segala bencana dan musibahyang terjadi, serahkanlah jiwamu sekarang juga!”Begitu selesai mengucapkan perkataan itu, Liu Khi dengan serangan goloknya yang cepat melancarkan sebuah bacokan ke depan. Thio Kim-ciok meraung penuh amarah, pedang manusia cacatnya secepat kilat diayunkan ke muka menyongsong datangnya bacokan itu.
Pada saat itulah Pek Hu-tiap yang sedang duduk di atas rumput dengan tenang membentak, “Thio Kim-ciok, jangan kau bunuh Liu Khi.” Tubuh Pek Hu-tiap yang bulat tanpa sepasang tangan dan sepasang kaki itu segera melejit bagaikan sebutir peluru besi. Golok maut Liu Khi segera membacok pinggang Thio Kimciok secara telak. Sebaliknya tubuh Pek Hu-tiap yang gemuk bulat justru menempel di atas punggung Thio Kim-ciok. Ternyata dari bagian sepasang lengan dan kaki Pek Hu-tiap yang buntung telah muncul empat bilah pedang tajam dan kini keempat pedang yang amat tajam itu telah menembus empat bagian tubuh Thio Kim-ciok di tempat yang mematikan.
Seluruh tubuh Liu Khi mengejang keras, dengan langkah sempoyongan ia mundur tiga-empat langkah, kemudian serunya dengan pedih, “Thio Kim-ciok, ternyata gerakan pedangmu masih setengah tingkat lebih cepat daripada gerakan golokku.” Dalam pada itu Thio Kim-ciok yang ditunggangi Pek Hu-tiap telah berpaling, kemudian dengan suara gemetar dia berkata, “Akhirnya aku harus tewas di tanganmu, aku … aku mati tanpa menyesal.”
Ketika selesai mengucapkan perkataan itu, sepasang kaki Thio Kim-ciok pelan-pelan berjongkok dan akhirnya roboh terkapar di atas tanah tanpa bernyawa lagi.
Dengan cepat Pek Hu-tiap menggerakkan tubuhnya mencabut keempat bilah pedangnya dari tubuh Thio Kim-ciok, setelah itu sambil menerkam Liu Khi, serunya, “Liu Khi, kau tak boleh mati. Kau belum melaksanakan janjimu yang kedua?” Sementara itu Bong Thian-gak, Thay-kun dan Song Lenghui yang menyembunyikan diri di belakang batu besar telah
muncul.
Terdengar Liu Khi menyahut dengan suara lemah, “Pedang manusia cacat Thio Kim-ciok telah direndam dalam racun yang sangat keji. Bukankah janjiku yang kedua adalah mencari jejak putrimu? Aku … aku pun telah berhasil menemukannya.” “Mana putriku?” seru Pek Hu-tlap dengan gelisah. “Dimanakah dia sekarang? Cepat katakan, segera aka n
kukatakan letak tambang emas itu.” Tapi sayang, waktu itu sepasang mata I.iu Khi telah
membalik ke atas, katanya lirih, “Dia … dia … dia adalah…” Namun Liu Khi tidak sempat menyebutkan nama putri Pek Hu-tiap, karena jiwanya sudah keburu berangkat meninggalkan raganya. Dengan suara pilu dan sedih, Pek Hu tiap segera menjerit keras “Oh putriku, dimanakah kau berada … oh putriku … dimanakah kau berada?” Dengan suara pilu dan sedih la berteriak, suaranya makin lama semakin rendah dan melemah dan akhirnya dia harus menghembuskan napas terakhirnya dengan membawa kekecewaan.
Ternyata Pek Hu-tiap juga sudah termakan tusukan pedang manusia cacat Thio Kim-ciok, sehingga dengan demikian dia pun tak dapat lolos dari bencana kematian ini.
Memandang mayat-mayat yang bergelimpangan di hadapannya, Tio Tian-seng menghela napas panjang, gumamnya seram, “Sungguh tak disangka, aku benar-benar berhasil lolos dari musibah ini. Ai, kalau dibilang siapa yang paling tidak beruntung dalam peristiwa berdarah ini, maka orang itu tak lain adalah Pek Hu-tiap serta Thio Kim-ciok suami-istri.”
“Ya,” sahut Thay-kun sambil menghela napas sedih pula.
“Kini dunia persilatan sudah tenang kembali untuk sementara waktu dan kami pun bisa hidup mengasingkan diri di bukit terpencil dengan perasaan tenang.”

Khulung Disadur Oleh Tjan ID non Serial :==> -Pendekar Cacat

This entry was posted in Cerita Silat, Khu lung, Silat Mandarin, Tjan ID and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s