Lembah Tiga Malaikat (San Seng Men)

Lembah Tiga Malaikat -San Seng Men

Ya, terpaksa kita harus berbuat demikian sebab tindak  tanduk kita telah  menimbulkan perhatian dari lawan.”
“Kau maksudkan orang-orang dari lembah tiga  malaikat?”   “Sampai saat ini kita belum bisa menemukan bukti yang  nyata, tapi yang pasti  mereka telah lama mengejar kita berempat..”  “Apakah diantara pengejar kita terdapat seorang gadis  berbaju putih yang  menunggang kuda putih?” sela gadis berbaju hijau.
“Kalian berjumpa dengan mereka?” tanya Nyo Hong ling.  “Aku berjumpa dengannya ketika mereka sedang  menanti kedatangan nona  ditempat pertemuan yang telah nona tentukan itu.” jawab lelaki bertubuh kekar.
Lelaki ini she Tong bernama Thian hong, dia cukup tersohor dalam dunia  persilatan. Gadis baju hijau yang mendampinginya tadi she Khi bernama Li ji,  sedangkan pemuda sastrawan yang berwajah tampan itu bernama Buyung Im seng.  Mereka bertiga telah mengadakan suatu kontak rahasia untuk bertemu di suatu  tempat untuk menyelidiki letak dari lembah tiga malaikat yang belakangan ini  meraja lela dalam dunia persilatan.
Terdengar Nyo Hong ling bertanya lagi. “Tindakan apa yang dilakukan oleh  perempuan berbaju putih itu?”  “Ia bertanya kepada kami sekalian, mengapa ditengah malam buta begini duduk  ditengah pegunungan yang sepi.”  “Lantas apa jawabanmu?”  “Aku lantas membohonginya, aku bilang kami akan pergi ke kota Kay-hong untuk  berkunjung ke rumah Be toa sianseng, oleh karena kuda kami terluka pada  kakinya, maka terpaksa beristirahat di sana.” Setelah berhenti dan termenung  sejenak, dia melanjutkan. “Agaknya perempuan itu cukup memahami persoalan  dunia persilatan, setelah ku singgung nama Be toa sianseng dari Kay hong, dia  lantas membalikkan kudanya dan pergi.”  “Kalau begitu, urusan sudah amat jelas sekarang, sudah pasti mereka berniat  untuk menguntit jejak kita berempat.”
“Apakah kalian berdua juga telah berjumpa dengan gadis yang berbaju putih itu?”  Tong Thian hong balik bertanya kemudian. “Ya, kami telah berulang kali berjumpa  muka dengannya, malah sudah mengalami beberapa kali penghadangan ditengah  jalan yang memaksa terjadinya pertarungan, itulah sebabnya Tong Siau pocu  terpaksa harus menunggu agak lama.”  “Aku sih tak menjadi soal,” jawab Tong Thian hong sambil tertawa. “Yang pantas  dikasihani adalah nona Ki, ia merasa amat gelisah sekali

Karya Wo Lung Shen/Wolong Shen
Saduran : Tjan ID :

  • Pena Wasiat -Tjan ID
  • Lambang Naga Panji Sakti
  • Pedang Dan Golok Yang Menggetarkan – Wo Lu Sheng – Boe Beng Tjoe
  • Lembah Tiga Malaikat Tamat -San Seng Men – Tjan ID
  • Cincin Maut -Cing Mo Ce- Tjan ID
This entry was posted in Cerita Silat, Silat Mandarin, Tjan ID, WO LUNG SHEN. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s