Kesatria Baju Putih

Seri Kesatria Baju Putih

Sepatah kata dari pengarang
Yi Bai Bu Zhan Cheng (Baju putih yang tidak berdebu)
Baju putih Fang Zhen Mei’ selalu menjadi “pikiran yang bersemayan di dalam hatiku, dan aku selalu ingin menuliskan kisahnya. Baju putihnya seperti salju, dan baju putihnya tidak pernah terkena noda darah—
Karena dia tidak pernah menggunakan kekerasan untuk memecahkan semua masalah. Di dalam cerita silat orang-orang persilatan biasanya selalu bertarung, dan darah menjadi ciri khas dalam buku silat manapun. Tapi ini bukan suatu kebaikan karena walaupun hal ini bisa membuat pembaca merasa tegang, tapi cerita dalam buku silat kadang-kadang terlalu dibesar-besarkan. Buku Bai Yi Fang Zhan Mei’ berusaha untuk tidak berlaku seperti buku silat biasa, dalam buku Bai Yi Fang Zhen Mei’ dijelaskan cara penyelesaian dan membereskan suatu masalah tanpa menggunakan kekerasan dan darah.
Karena itu pada tahun 1973 aku mulai menulis cerita silat panjang yang bernama Long Hu Feng Yun’ (Naga Harimau, Angin Awan) tapi sayang, pada akhirnya cerita ini diacak-acak oleh orang lain. Aku sendiri bersifat seperti kerbau, selalu mengingat suatu persoalan ini dan sulit untuk melupakannya.
Mengapa tanpa alasan orang-orang itu telah membuat karanganku di acak-acak dan di hapus? Karena itu pada akhir tahun 1974, aku terpaksa menulis ulang cerita Long Hu Feng Yun’, dan mengganti judulnya menjadi ‘Jian Shi Tian Xia (Pendekar Sejagat)’.
Pada tahun 1975, aku menulis cerita kedua Bai Yi Fang Zhen Mei’ dengan judul ‘Chang An Yi Zhan’ (Pertarungan di kota Chang An), aku berusaha menulis dengan adil dan benar, membereskan hujan darah yang berbau amis.
Pada tahun 1976, aku menulis Luo Re Da Qi’ (Panji Akbar Matahari Terbenan), buku ini menceritakan semua harapanku dan rasa cintaku kepada negara dan bangsaku. Akupun sangat menyukai puisi-puisi Li Bai dan Xin Qi Ji. Akupun sangat menyukai puisi-puisi Shi Ji.
Tahun 1977, aku telah menyelesaikan cerita ke-4 yaitu Shi Jian Shan Zhuang’ (Wisma Pedang). Semua orang tahu waktu menulis cerita ini, aku sedang berada dalam dunia nyata yang sulit dan kejam, tapi aku berusaha menceritakan Shi Jian Shan Zhuang seperti cerita-cerita dalam dongeng yang tidak pernah ada.
Setelah menyelesaikan cerita ke empat ini, sepertinya aku dan Fang Zhen Mei sudah tidak berjodoh lagi. Lalu aku menulis cerita ‘Da Zhong Shi’, ‘Shen Zhou Qi Xia’, dan ‘Si Da Ming Pu tidak ada kesempatan untuk aku menceritakan tentang si Baju putih lagi.
Setelah lewat beberapa tahun, baju putih telah dipenuhi debu, baju putih, baju putihku yang kucintai, baju putih yang sering muncul di bukuku, dia sudah menemaniku melewati beberapa kali kesuksesan dan juga kematian.
Akhirnya pada tahun 1981 di Hong Kong, aku menulis lagi cerita Bai Yi Fang Zhen Mei’ memasuki cerita ke-5 yang berjudul Xiao Xue Chu Qing’ (Putri Es). Tapi sayang, akibat pengalaman 3 tahun yang lalu, keadaanku yang kacau dan sulit. Sebenarnya “Xiao Xue Chu Qing’ bisa ditulis lebih bagus, akhirnya Xiao Xue Chu Qing’ bisa juga ku selesaikan juga. Proses penulisannya agak singkat dan tidak begitu teliti pada saat menuliskan ceritanya.
Seorang Fang Zhen Mei adalah sosok yang sangat lucu, ilmu silatnya tinggi, tapi dia jarang mengeluarkan kemampuannya, dia seorang yang sangat perasa tapi tidak banjir dengan cinta asmara, dia selalu memperhatikan perempuan tapi dia tidak pernah menunjukan perasaan romantisnya. Berpandangan lurus tapi tidak monoton, membela keadilan secara tidak terang-terangan, jujur tapi bukan orang yang naif, percaya diri tapi tidak sombong…. yang lucunya lagi dia hanya mempunyai beberapa teman yaitu Wo Shi Shui yang selalu ingin menjadi pahlawan, Shen Tai Gong yang selalu ingin membuat orang tahu tentangnya, Xiao Xue (Es Kecil) yang pengertian…. Sifat-sifat dari orang-orang ini adalah sifat dari teman-teman yang ada di sekelilingku.

Walaupun banyak yang tahu, di antara teman-temanku itu ada yang telah melukai bahkan merusak namaku tapi aku tidak pernah mengingat orang yang telah melukai perasaan atau merusak nama baikku. Aku hanya ingat kalau aku pernah berteman dengan mereka. Dan aku selalu menganggap kalau mereka adalah teman baikku.
Bukankah kita harus berlaku demikian?
Di dalam kehidupan ini, kalau tidak mempunyai teman dan mengarang cerita, kita akan merasa kesepian, karena itu Fang Zhen Mei menjadi sosok yang ramah dan hangat. Fang Zhen Mei yang berbaju putih, muncul dan bercahaya di dalam cerita silatku

Seri Kesatria Baju Putih

  • Pendekar Sejagat -Jian Shi Tian Xin
  • Pertarungan di Kota Chang An – Chang An Yi Zhan
  • Panji Akbar Matahari Terbenam – Luo Re Du Qi
  • Wisma Pedang – Shi Jian Shan Zhuang
  • Puteri Es – Xiao Xue Chit Qing

 

This entry was posted in Cerita Silat, Silat Mandarin, WEN RUI AN and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s