Pendekar Latah (Tio Deng Kan Jian Lu)

PENDEKAR LATAH
Tiao Deng Kan Jian Lu

Karya : Liang Ie Shen
Diceritakan Oleh : GKH

Menjelang musim semi didaerah Kanglam, hawa dan cuaca di sebelah utara sungai besar baru mulai berubah, maka banyaklah kaum pelancongan sama berdamawisata ketempat2 sejuk nan permai sebelum musim semi usai.
Demikianlah di Toa-bing-ouw yang terletak di selatan kota Kilam, dibawah kaki bukit Jian-hud-san, tidak sedikit kaum pelancongan sedang menghibur diri menghirup hawa segar menghabiskan waktu.
Diantara sekian banyak orang2 yang mondar mandir terdapat seorang pemuda berusia likuran tahun sedang berlenggang sambil menggendong tangan, kepalanya celingukan kian kemari. Hari masih sepagi itu, maka setelah sarapan pagi, pemuda ini menyewa sebuah perahu berkayuh ke tengah danau menuju ke seberang sana. Bangunan kelenteng dari buddha serta banyak tempat2 obyek turis di Jian-hud-san memang tidak sedikit jumlahnya, segalanya tumbuh serba alamiah sehingga keindahan alam disini jauh berlainan dengan tempat2 lain.
Pemuda ini bernama Khing Ciau, rumah tinggalnya berada di Siok-shia, kira2 seratus li dari Tiong-toh (Pakkhia), setelah Siok-shia terebut dan diduduki pasukan negeri Kim, ayahnya pernah menjabat kedudukkan cukup tinggi didalam pemerintahan. Bahwa ayah Khing Ciau terima memperbudak diri sebagai pemerintah kelas tinggi Kerajaan Kim, bahwasanya hanya sebagai kedok saja untuk menutupi rahasia pribadinya sebagai doble agent, sebagai patriot bangsa Han yang berjiwa luhur dan setia kepada negeri Song.
Agaknya kedatangan Khing Ciau di Toa-bing-ou bukan untuk bertamasya menghibur diri, karena dia sering menggosok2 kedua tangan dan celingukan kian kemari seperti sedang menunggu atau mencari sesuatu yang menggelisahkan hatinya.
Terbayang akan pengalaman hidupnya selama ini, sungguh hatinya dirundung kepedihan dan kerisauan yang tak terperikan, ibunya ajal secara penasaran dan tidak diketahui sebab musababnya, cuma dari tanda2 ibunya sendiri, yaitu putri pamannya yang bernama Cin Long-giok, berdasarkan bukti2 yang menurut keyakinannya tidak bisa disangkalnya lagi, maka dengan hati panas, ia luruk kerumah pamannya dan tanpa sadar ia kesalahan tangan membunuh pamannya Cin Jong.
Lantaran kesalahan paham satu sama lain yang serba berbelit2 ini, Khing Ciau menjadi musuh adik iparnya Cin Longgiok yang sebenarnya adalah calon istrinya pula.
Didalam usaha penyelidikan menemukan jejak sipembunuh ibunya, berulang kali Khing Ciau mengalami ujian dan gemblengan yang hampir saja mencabut jiwanya, namun memperoleh rejeki pula yang tak ternilai besarnya, untunglah beberapa kali itu dia mendapat pertolongan dari seorang perempuan yang serba misterius asal usulnya, dan sekarang Khing Ciaapun sedang dalam perjalanan untuk menepati janji pertemuannya dengan perempuan penolong itu yang belakangan sudah sumpah setia sebagai kakak beradik dengan dia. perempuan berkepandaian silat tinggi itu bernama Lian Ceng-poh.

Liang Ie Shen -GAN KH

This entry was posted in Cerita Silat, Gan KH, Liang Ie Shen, Silat Mandarin and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s