PAHLAWAN GURUN (HAN HAY HIONG HONG)

PAHLAWAN GURUN (HAN HAY HIONG HONG)

Karya : Liang I-Shen
Diceritakan : Gan K.L.

Pasir ke-kuning2an terbentang luas, sinar sang surya panas terik membakar bumi laksanakan berhenti bernafas, semuanya serba diam. Yang tidak pernah diam hanya deburan pasir yang tertiup angin kencang, lalu bertaburanlah debu pasir mengabut diangkasa menyelimuti bumi.
Begitulah suasana biasanya dimusim paling ganas ditengah bulan ketujuh digurun Gobi. Akan tetapi keadaan hari itu ternyata berlainan. Ditengah debu pasir yang beterbangan itu ada seorang pemuda kekar berusia antara 23 – 24 tahun sedang melintasi gurun Gobi yang luas itu.
Rupanya pemuda itu belum berpengalaman berkelana digurun pasir. Ia datang dari Tionggoan ( dataran tengah, daratan Tiongkok ). Namanya Li Su-Lam, aslinya orang Bu-seng dipropinsi Soatang. Kedatangannya ke Mongol ini adalah atas perintah ibunya untuk mencari ayahnya.
Kota Bu-seng tatkala itu sudah seratusan tahun dikuasai kerajaan Kim (Chin, dari suku Nuchin, Manchuria), Kerajaan Song hijrah keselatan juga hampir seratus tahun lamanya.
Li Su-Lam adalah keturunan keluarga panglima perang, tapi sudah lama bertani dikampung halaman. Sejak angkatan ayahnya keadaan keluarga sudah tiada bedanya sebagaimana keluarga petani biasa. Ilmu silat keluarganya lambat laun juga musnah. Ayahnya Li Hi-ko, terhitung terpelajar, selain bertani iapun merangkap membuka sebuah sekolah pribadi sehingga kehidupannya tidaklah terlalu susah.
Pada permulaan Song-leng-cong naik tahta (tahun 1206), Timujin telah mempersatukan Mongol, Oleh kepala2 kelompok suku ia diangkat menjadi Jenghis Khan dan mulai memerangi kerajaan Kim. Pada saat itulah Li Hi-ko ditawan pasukan Mongol dan dijadikan kuli paksa. Peperangan itu kemudian tertunda karena pihak Mongol harus berurusan dengan kerajaan Sehe sehingga negeri Kim sementara menjadi aman. Namun berakhirnya peperangan itu tidak berarti dibebaskannya Li Hi-ko, besar kemungkinan pihak Mongol sangat memerlukan tenaga sehingga kuli2 paksa tawanan itu ikut terbawa pula ke Mongol.
Waktu Li Hi-ko ditawan itu usia Li Su-Lam baru 3 tahun. Namanya ~Su-lam~ berarti rindu selatan. Lantaran ayahnya tetap setia kepada kerajaan Song yang waktu itu hijrah keselatan, maka dia sengaja memberi nama demikian kepada puteranya.
Pada usia 7 tahun Su-lam mengalami sesuatu yang luar biasa. Seorang teman baik ayahnya sejak kanak2 yang belajar silat di Siau-lim-si waktu itu telah termashur sebagai seorang pendekar besar didunia Kangouw, ketika pulang pulang kampung dan mengetahui nasib malang Li Hi-ko itu, ia sangat menyesal dan terharu. Melihat Su-lam sangat pintar dan lincah, pendekar besar itu lantas mengambilnya sebagai murid kedua.
Dengan cepat 10 tahun telah lalu, Su-lam telah tamat belajar. Mengingat cita2 sang ayah, Su-lam pikir kalau ibunya yang sudah tua itu wafat, maka iapun akan menggabungkan diri keselatan.
Pada musim semi tahun itu, seorang teman ayahnya yang ditawan bersama ke Mongol tiba2 berhasil lolos dan pulang kampung, menurut keterangannya beberapa tahun yang lalu masih sering bertemu ayah Su-lam, tapi kemudian lantas putus hubungan dan tidak tahu kabar beritanya.

LIANG YU SHENG -Gan KL

  • Pahlawan Gurun –
  • HUI HONG TJIAM LIONG (Musuh Dalam Selimut)

This entry was posted in Cerita Silat, Gan KL, Liang Ie Shen, Silat Mandarin and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s