Kaki Tiga Menjangan (Lu Ding Ji)

Kaki Tiga Menjangan (Duke Of Moon Deer-Pangeran Menjangan) (Lu Ding Ji)

Sejak masa purbakala, kota Yang-ciu sudah terkenal sebagai daerah istimewa.
Apalagi sekarang, sepanjang hari kota Yang-ciu selalu ramai, Berbagai toko memenuhi
sepanjang jalan.
Tahun pertama kedudukan kaisar Kong Hi dari dinasti Ceng, Di samping telaga Siu Sai, Yang-ciu, ada sebuah bangunan besar tempat hiburan. Saat ini baru masuk musim semi, lentera-lentera tergantung menerangi seluruh tempat itu.
Bangunan yang bernama Li Cun Goan mengumandangkan berbagai jenis suara. Ada ketukan bambu, ada suara teriakan para laki-Iaki yang sedang bertaruh kepalan tangan. Ada pula suara tertawa cekikikan.
Maklumlah, Li Cun Goan memang menyediakan banyak wanita penghibur. Ada juga yang sudah setengah mabuk sehingga bernyanyi-nyanyi dengan suara sumbang, Pokoknya suasana bising sekali sampai di taman pun terdengar jelas. Tiba-tiba, dari arah utara dan selatan terdengar suara bentakan serentak.
“Para sahabat yang ada di dalam gedung, para nona-nona cantik dan teman-teman yang sedang menghamburkan uang, harap dengarkan: Kami ingin mencari seseorang! Tidak ada urusannya dengan kalian semua. Siapa pun tak boleh berkoar-koar atau ribut-ribut, siapa yang tidak mendengar perintah kami, jangan salahkan apabila kami mengambil tindakan keras!”
Suasana hening seketika. Tetapi sesaat kemudian terdengarlah suara jeritan beberapa orang wanita dan suara teriakan laki-Iaki yang keras. Keadaan di tempat itu jadi kacau tidak karuan.
Di tengah-tengah ruangan Li Cun Goan itu ada belasan laki-laki yang duduk mengitari tiga buah meja, Di samping masing-masing ditemani seorang wanita penghibur. Mendengar suara bentakan tadi, wajah mereka semuanya berubah.
“Ada apa?”
“Siapa?”
“Apakah ada pemeriksaan dari pihak kerajaan?” Berbagai pertanyaan tercetus serentak.
Dalam waktu yang bersamaan terdengar suara ketukan keras di pintu, para pelayan dan wanita penghibur jadi bingung. Untuk sesaat mereka tidak tahu apa yang sebaiknya dilakukan. Apakah harus membuka pintu atau membiarkannya saja? Terdengar suara benturan yang keras, rupanya pintu ruangan itu sudah didobrak sehingga terbuka. Disusul dengan masuknya belasan laki-laki bertubuh kekar. Para laki-laki itu mengenakan pakaian yang ringkas, kepala diikat dengan selendang putih. Tangan masing-masing membawa golok yang berkilauan menandakan tajamnya. Ada pula beberapa orang yang membawa pentungan besi.

Kaki Tiga Menjangan (Lu Ding Ji)

About these ads
This entry was posted in Cerita Silat, Silat Mandarin, Yin Yong and tagged . Bookmark the permalink.

One Response to Kaki Tiga Menjangan (Lu Ding Ji)

  1. rumingkang says:

    seru ceritanya, cerita silat yang ga biasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s