Pedang Ular Mas

PEDANG ULAR MAS

*Kim Coa Kiam*

Judul Asli : Bi Xue Jian

Karya : Yin Yong

Disadur : OKT

Dimuka terowongan masih ada melintang sepotong batu, yang agak menyulitkan untuk orang merayap keluar, iseng-iseng Sin Tjie gunai pedangnya akan bacok batu itu. Untuk keheranannya, untuk kegirangannya, begitu ditabas, batu itu sapat! “Aha!” berseru pemuda ini. Itulah sebatang pedang mustika! Ketika ia coba menusuk, batu pun dapat ditikam bagaikan kayu saja! Bukan main girangnya pemuda ini, maka itu, ketika ia telah kembali kerumah, tidak buang tempo lagi, ia terus berlatih pula dilapangan peranti dia belajar silat. Mulanya ia jalankan ilmu pedang Hoa San Pay ajaran gurunya, nyata pedang aneh itu cocok untuk dipakai, akan tetapi kapan ia telah mencoba Kim Coa Kiam-hoat, kegirangannya meluap.
Selanjutnya, untuk belasan hari, tak ada bosannya, Sin Tjie yakinkan semua pengajaran dalam kitab dari Kim Coa Long-koen, pelajaran senjata rahasia Kim-Coa-tjoei pun tak dilupakan, yang tak kalah liehaynya dengan ajaran Bhok Siang Toodjin.
“Mungkin Kim Coa Long-koen tersesat tapi ia harus dikagumi,” pikir Sin Tjie, jang jadi menaruh harga kepada jago yang telah marhum itu.
Mempelajari kitab terlebih jauh, tiga halaman yang terakhir membuat Sin Tjie pusing kepala. Ia membaca, ia melatih, tidak juga ia ketemu jalan. Ia memahami, ia tidak berhasil.
Toh ia merasa, ia tak salah mengertikannya. Begitu beda itu dengan pelajaran gurunya… Malamnya, selagi rebahkan diri diatas pembaringannya, Sin Tjie pikirkan kitab rahasia itu.
Ia lihat sinar rembulan yang indah masuk dari jendela. Ia menghitung-hitung. Duapuluh delapan hari telah lewat dengan lekas sejak pergi gurunya.
“Lagi dua hari, aku mesti susul soehoe,” ia pikir. Tiba-tiba ia ingat sikap Thio Tjoen Kioe yang telengas. “Kitab ini sangat luar biasa, apabila ini terjatuh dalam tangan orang jahat, bahayanya untuk umum besar sekali. Kenapa aku tidak bakar saja?” Sin Tjie tidak berpikir lama dan segera ia ambil putusan. Ia turun dari pembaringan, akan sulut lampu, lalu ia ambil Kim Coa Pit-kip, tidak sangsi lagi, ia bakar itu.
Sekian lama, api menyala, membakar kitab, akan tetapi aneh, selagi semua lembaran habis hangus menjadi abu, adalah halaman kulitnya utuh, cuma hitam saja.
“Aneh,” pikir pemuda ini, apapula ketika ia coba beset, ia tak berhasil, sedang kedua tangannya kuat. Karena ini, ia perhatikan lebih jauh kulit buku itu, dipencet-pencet, disentil-sentil.
Segera ternyata, kulit buku itu terbuat dari tembaga campur emas dan dilapis entah dengan bulu apa dan juga lapis dua, mirip dengan baju kaos pelindung diri dari Bhok Siang Toodjin, hanya ini ada terlebih tipis.
Dengan gunai pisau, Sin Tjie coba korek akan buka kedua lapisan kulit buku itu. Untuk keheranannya, didalam situ ia dapatkan dua lembar kertas, yang ia lantas tarik keluar.
Dihalaman depan, ia lihat tulisan bunyinya : “Gambar dari barang berharga.” Dipinggiran itu ada peta-bumi serta banyak tanda-tanda. Dibelakang peta itu terdapat tulisan yang sebagai berikut bunyinya : “Siapa dapatkan harta, diminta dia pergi ke Tjio-liang di Kietjioe, Tjiatkang, untuk cari Oen Gie, untuk dihadiahkan uang sepuluh ribu tail.”

Pedang Ular Emas

 

This entry was posted in Cerita Silat, OKT, Silat Mandarin, Yin Yong and tagged , , . Bookmark the permalink.

One Response to Pedang Ular Mas

  1. unang gunawan says:

    banyak terima kasih, jadi ingat waktu masih sekolah di sma

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s