Anak Brandalan

Anak Brandalan, Petualangan Siauw cap it long (Siau Shiyi Lang), karya Gu Long, disadur oleh O.P.A.

Sinar Matahari pagi menmbusi kertas tipis tutup lobang daun jendala sebuah kamar mandi, menyinari tubuh seorang wanita muda yang putih halus licin bagaikan gading.

Suhu air panas yang digunakan untuk merendam tuibuhnya, mungkin sama dengan suhu sinar matahari pagi itu. Ia dengan malas malasan terlentang di dalam bak mandi berisi air panas, sepasang kakinya yang runcing halus diletakkan tinggi tinggi diatas pinggiran bak, membiarkan telapak kakiknya disoroti oleh sinar matahari pagi….ia membayangkan, itulah tangan kekasihnya yang sedang mengelus elus kakinya.

Tampaknya ia sangat senang dan gembira sekali dengan cara mandi demikian. Setelah melakukan perjalanan hampir setengah bulan lebih lamanya, cara mandi demikian telah membuat ia melupakan segala keletihan selama dalam perjalannya yang panjang itu. Sekujur tubuhnya semua terendam dalam air hangat, hanya bagian kepada dan mukanya dengan sepasang matanya yang setengah terbuka saja yang berada diatas permukaan air, dengan matanya itu memandang kearah kakinya yang indah.

Sepasang kaki itu pernah mendaki gunung yang tinggi, pernah menyebrangi sungai yang dalam, pernah melakukan perjalanan tiga hari tiga malam berturut turut digurun pasir yang panas, juga pernah melakukan perjalanan diatas air sungai yang sudah membeku menjadi salju.

Sepasang kaki itu pernah menendang sampai mati tiga ekor srigala kelaparan, seekor kucing liar, pernah menginjak sampai mati entah berapa banyak ekor ular berbisa, pernah juga menendang diri seorang kepala berandal yang banyak tahun mengganas digunung Kie lian san, hingga terjatuh kedalam jurang yang dalam.

 

Tetapi sekarang, sepasang kaku itu tampak dan masih tetap demikian runcing dan indah, demikian halus dan putih bersih, sedikit cacatpun tidak dapat ditemukan. Biarpun seorang gadis pingitan yang belum pernah melangkah keluar dari dalam kamarnya, belum tentu memiliki kaki yang demikian indah sempurna.

Dalam hatinya ia merasa puas ……..

Khulung Disadur Oleh OPA
Anak Berandalan
Pandji Wulung
Lembah Patah Hati –

This entry was posted in Cerita Silat, Khu lung, OPA, Silat Mandarin and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s