7 Senjata

Serial 7 Senjata (Qi Zhong Wu Qi Zhi)
Karya Khu Lung
Saduran Tjan ID

Berikut cuplikan masing2 episod :

PEDANG ABADI – (Zhang Seng Jian)
Di atas jalan berpelat batu itu, sembilan orang yang berpenampilan aneh muncul, semuanya memakai baju tunik dari kain rami, sepatu rami, dan anting-anting emas sebesar mangkuk di daun telinga kiri mereka. Semuanya berambut merah acak-acakan yang terurai di bahu mereka seperti bara api. Di antara sembilan orang itu, ada yang bertubuh jangkung, pendek, tua, muda; masing-masing dengan wajah yang berbeda, tapi semuanya sama-sama menampilkan ekspresi wajah seperti mayat. Mereka berjalan tanpa menggerakkan bahu ataupun menekuk lutut, persis seperti mayat hidup


Bulu Merak
Nyawa seseorang kadang seperti daun yang berjatuhan, cerita ini mengajarkan kepada kita bahwa kemenangan bukan karena kedahsyatan suatu senjata, melainkan karena kepercayaan diri


Golok Kumala Hijau
Toan Giok adalah seorang lelaki muda. Kudanya pun dari jenis Giok-bin-cing-hoa-cong (Kuda mestika bulu hijau bermuka kumala) yang dilengkapi pelana baru yang indah.Di pinggir pelana tergantung sebilah golok bertangkai putih perak, bersarung kulit ikan hiu hitam yang bertatahkan tujuh butir zamrud, sarung golok yang bersentuhan dengan tempat pijakan yang terbuat dari tembaga kuning menimbulkan suara dentingan bagai irama musik.Pakaian yang dikenakan pun dari kain yang ringan, sangat tipis, berwarna cerah dengan jahitan yang pas dengan potongan tubuhnya, dilengkapi pula dengan sebuah cambuk kuda terbuat dari kulit kerbau lemas buatan luar perbatasan


Gelang Perasa

Jika terlalu perasa, yang tinggal hanya kebencian Malam, suatu malam yang sangat larut, ada dua buah gelang berkilauan terkena sinar lampu, Ge Ting Xiang sedang menambahkan goresan huruf di atas gelang itu, sesaat kemudian dia pun tersenyum.
Dia sudah tua, tapi jari-jarinya masih putih seputih ketika dia masih muda, dengan tangannya masih cekatan dan bertenaga, apabila dia menginginkan barang apa pun, dia pasti akan mendapatkannya.
Sudah lama dia menginginkan sepasang gelang itu, akhirnya dia bisa mendapatkannya juga,biarpun yang harus dibayar dengan harga yang mahal, tapi setelah mendapatkan gelang itu terasa semua pengorbanannya tidak sia-sia S
Sepasang gelang itu tadinya adalah milik Shen Tian Ba Shen Tian Ba adalah pendiri ‘Shuang Huan Men’ (Perkumpulan Gelang Pintu) yang sudah menguasai perbatasan bagian barat selama 30 tahun.


Kait Perpisahan

“Aku tahu kait adalah sejenis senjata, berada pada urutan ke-7 dalam deretan 18 jenis senjata,
bagaimana dengan kait perpisahan?”
“Kait perpisahan juga sejenis senjata, juga sebuah Kaitan”
“Kalau memang sebuah senjata kait, mengapa dinamakan kait perpisahan?”
“Sebab kaitan ini bisa menciptakan sebuah perpisahan bila berhasil mengait mana pun, bila ia berhasil mengait tanganmu, maka tanganmu akan berpisah dengan pangkal lenganmu, jika berhasil mengait kakimu maka kaki mu akan mengucapkan selamat berpisah dengan pahamu” “Bila leherku yang terkait, benarti aku akan berpisah dengan dunia ini?” “Benar!”“Mengapa kau harus menggunakan senjata begitu kejam dan begitu sadis?” “Sebab aku tak ingin dipaksa orang untuk berpisah dengan orang yang kucintai”


Pukulan si Kuda Binal
Bola matanya terpentang lebar, wajahnya bersungut seperti amat penasaran, mengawasi orang seperti ingin mengajak berkelahi, setiap saat dia memang siap berke-lahi, maka orang memanggilnya si Kuda Binal. Kelihatannya sedang marah, bola matanya melotot mengawasi bendera hitam yang berkibar itu, tinjunya me-ngepal erat, mulut menggerutu, “Sam-yo-kay-thay, Ngo-kau-kay-hoa, lima anjing berkembang apa, seperti melihat setan saja, mengapa cucu kura-kura itu tidak dinamakan lima anjing kentut bersama? Maknya.”
Ting Si tersenyum tanpa memberi komentar mende-ngar omelan kawannya. Sudah sering dia mendengar Siau Ma mengomel, ka-lau tiap mengomel Siau Ma tidak bilang ‘Maknya’, baru Ting Si akan merasa heran. “Tapi aku tidak mengerti,” Siau Ma melanjutkan sete-lah mencaci. “Mengapa cucu kura-kura itu tidak mau men-jadi manusia, mereka justru senang menjadi anjing.” Ting Si tersenyum, katanya, “Sejak zaman dulu an-jing adalah teman manusia yang paling setia, anjing bisa menjaga pintu, menunjukkan jalan.” “Anjing kuning, anjing hitam, anjing kembang atau anjing kurap semua juga anjing, mengapa mereka justru membandingkan dirinya sebagai anjing putih?”“Putih melambangkan kebersihan dan keagungan, putih itu suci.”

Kuda Binal Kasmaran

Hidup Siau Ma alias Si Kuda Binal berantakan sejak ditinggal pergi Siau Lin, kekasihnya. Tiap hari ia sengaja berkelahi hingga babak belur untuk melampiaskan kesedihan hatinya sampai ia bertemu Lan Lan. Tanpa banyak pertimbangan, Siau Ma setuju untuk mengawal gadis kaya-raya bersama adiknya yang sakit-sakitan untuk berobat ke Se ek. Perjalanan harus melewati Long-san (gunung serigala) untuk menghemat waktu. Padahal Long-san adalah gunung angker yang dikuasai gerombolan manusia yang jauh lebih jahat, biadab dan kejam daripada serigala.

Penguasa Long-san yang dikenal dengan sebutan Cu Ngo Thay-ya adalah seorang lelaki sakti yang sangat misterius.Setelah memilih tiga gadis anak buah Lan-Lan sebagai pengawal, Siau Ma segera mengumpulkan rekan-rekannya. Thio-gong cu, si tuli bertelinga tajam yang sangat jago membaca gerak bibir, Lo-bi si pecundang yang berjiwa nekat dan Siang bu-gi, jago pedang yang suka menguliti manusia.Begitu menginjakkan kaki di Long-san, mereka dihadang dan diserang oleh banyak kelompok serigala tanpa ampun. Dari serigala malam yang sadis sampai serigala siang yang jauh lebih sadis. Ada pula gerombolan serigala muda ala hippies yang membuat suasana tegang.

Tapi yang paling berbahaya adalah empat pentolan Long-san. Yang pertama, Pok Can, kakek bersenjatakan pipa cangklong raksasa. Kedua, Un Liang-giok si hidung belang yang luar biasa licik. Kemudian Hoatsu, biksu pemakan daging manusia. Dan yang terakhir Liu toa-ga, serigala wanita berkaki besar yang ganas.Menyadari tidak dapat keluar Long-san dengan mudah, Siau Ma dan kawan-kawan bertekad berunding dengan Cu Ngo Thay-ya. Sayangnya sang raja tidak gampang ditemui. Mereka harus menghadapi beberapa rintangan sulit. Ditambah lagi Si Kuda Binal harus memilih menyelamatkan nyawa orang yang dicintainya atau nyawa teman-temannya

 berikut cuplikan….”Tidak ada,” Siang Bu-gi menjawab dari samping. “Dosa bisa ditebus, kesalahan bisa diperbaiki, betapapun besar kau melakukan kesalahan, betapapun lebar keretakan terjadi, namun cinta murni, cinta sejati dapat menghapusnya sama sekali.” Lan Lan berkata, “Pada siapa kau tujukan komentarmu itu?” Siang Bu-gi berkata, “Kepada Kuda Binal yang goblok, segoblok babi yang tidak punya perasaan.” “Siau Lin ….” mendadak Siau Ma memekik panjang, bagai kuda pingitan yang lepas, sekencang angin ia berlari ke arah barat, menyongsong sinar surya yang makin terbenam, berlari mengejar Siau Lin yang tidak kelihatan lagi bayangannya. Siau Ma harus mengejarnya, Siau Lin harus menjadi miliknya. Pemandangan alam indah permai, menjelang maghrib, sebelum sang surya menyembunyikan diri ke peraduannya, panorama nan molek ini memang tidak boleh disia-siakan, harus dinikmati, harus diresapi pula. Kalau seorang masih punya kesempatan, janganlah kesempatan diabaikan, kesempatan jangan dibuang percuma.

Baca Serial 7 Senjata lengkap sampai tamat

Khulung Seri 7 Senjata
Pedang Abadi
Bulu Merak   (Badik Merak)
Golok Kumala Hijau
Gelang Perasa  (Gelang Penuh Cinta)
Pukulan si kuda binal
Kuda Binal Kasmaran
Kait Perpisahan

This entry was posted in Cerita Silat, Khu lung, Silat Mandarin, Tjan ID and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s