ASMARA PEDANG DAN GOLOK

ASMARA PEDANG DAN GOLOK
Karangan : Suma Leng
Terjemahan : Liang J Z

Hoyan Tiang-souw, seorang pemuda kasar, tinggi besar, kalau berbicara suaranya seperti geledek menggelegar, dia mengembara dari utara ke selatan (Kang-lam), dengan sebilah Mo-to (Golok setan) dia telah membunuh banyak sekali ahli-ahli golok. setiap bertarung cukup satu jurus saja maka tubuh lawannya akan terbelah menjadi dua bagian.

Li Poh-hoan seorang pemuda tampan, cerdik, berilmu tinggi, keturunan seorang jago yang sangat terkenal di dunia persilatan, dia adalah Pangcu Thi-pian-tan (Perkumpulan pikulan besi), dengan sebilah pedang dia belum pernah mendapat tandingan, dia berambisi ingin menguasai dunia persilatan.

Cui Lian-hoa seorang wanita lemah lembut dengan kecantikannya yang tiada tara, telah membuat siapapun yang melihat akan jatuh cinta dan ingin memilikinya. Dia mempunyai saudara kembar yang bernama,

Cui Lian-gwat, kecantikannya tidak kalah oleh kakaknya, dia belajar ilmu sesat dari aliran barat, sehingga prilakunya menjadi sesat dan selalu ingin melakukan pembunuhan.

Karena kecantikan dua saudara kembar itu maka terjadi kemelut, setiap orang baik tua maupun muda, penjahat, pembunuh sampai mempertaruhkan nyawanya ingin memiliki wanita yang kecantikannya tiada tara ini.

Hoyan Tiang-souw dan Li Poh-hoan pun terlibat percintaan yang unik ini, sehingga dua jago muda yang tiada lawan ini menjadi bermusuhan dan melakukan pertarungan mengadu jiwa

Siapa yang akan berhasil mendapatkan wanita cantik ini..?

Yang menarik dari buku ini adalah selain isi ceritanya juga penggunaan bahasa yang puitis hingga membacanya harus perlahan dan memerlukan pemahaman yang dalam, gaya bertarungnya pun tidak banyak bervariasi, begitu golok menyerang maka kepala / tubuh lawan segera terpotong jadi dua
Berikut cuplikan ceritanya:

Kenyataannya memang tidak salah, karena Li Poh hoan bersujud mengaku kalah, maka gerakan golok selanjutnya tidak bisa membunuhnya?
Kenapa dia tidak meneruskan gerakan golok-nya. Di saat yang kritis itu, apakah Hoyan Tiang-souw tidak mengalami kesulitan mengambil keputusan?
Hanya seorang Enghiong sejati, baru bisa dalam keadaan kritis ini mengambil keputusan mengampuni.
Juga hanya dada seorang Enghiong sejati, baru bisa rela mengorbankan sebelah tangannya.
Seorang wanita cantik dan satu negara. Walau ambisi menguasai dunia masih tetap harapannya, tapi kadang ingin melepaskannya, lebih sulit dibandingkan dengan terus memperjuangkannya.
Dunia persilatan selalu ditempa oleh berbagai macam perasaan ini.
Di antaranya ada darah ada air mata, ada muncul ada menghilang……

Unduh Asmara Pedang dan Golok

This entry was posted in Cerita Silat, Karya Penyadur Lainnya, Silat Mandarin and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s