<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Cerita Silat</title>
	<atom:link href="http://amhay73.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://amhay73.wordpress.com</link>
	<description>Lagenda Patriotisme dan kisah cinta para pendekar</description>
	<lastBuildDate>Sun, 19 Feb 2012 02:08:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='amhay73.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/77037c71bf70c8a000e0292177f16afe?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Cerita Silat</title>
		<link>http://amhay73.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://amhay73.wordpress.com/osd.xml" title="Cerita Silat" />
	<atom:link rel='hub' href='http://amhay73.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kisah Sun Go Kong Dalam Novel Klasik Tiongkok Shi You Ji</title>
		<link>http://amhay73.wordpress.com/2012/02/09/kisah-sun-go-kong-dalam-novel-klasik-tiongkok-shi-you-ji/</link>
		<comments>http://amhay73.wordpress.com/2012/02/09/kisah-sun-go-kong-dalam-novel-klasik-tiongkok-shi-you-ji/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Feb 2012 10:38:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gallery80</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film Silat Mandarin]]></category>
		<category><![CDATA[Silat Mandarin]]></category>
		<category><![CDATA[Novel]]></category>
		<category><![CDATA[Shi You Ji]]></category>
		<category><![CDATA[Sun Go Kong]]></category>
		<category><![CDATA[Tiongkok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amhay73.wordpress.com/?p=2973</guid>
		<description><![CDATA[Wu Ch’eng-en (th. 1500 – 1582), kelahiran Shan-yang, Huai-an (sekarang propinsi Kiangsu, Tiongkok) adalah seorang penulis novel dan puisi terkenal pada dinasti Ming (1368-1644) menuliskan suatu kisah perjalanan berdasarkan cerita perjalanan Hsuan-tsang / Tang Zhang dari bukunya Ta-T’ang Hsi-yu-chi (Catatan &#8230; <a href="http://amhay73.wordpress.com/2012/02/09/kisah-sun-go-kong-dalam-novel-klasik-tiongkok-shi-you-ji/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amhay73.wordpress.com&amp;blog=14382895&amp;post=2973&amp;subd=amhay73&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://amhay73.files.wordpress.com/2012/02/kera-sakti.jpg"><img class="size-full wp-image-2974 alignleft" title="kera sakti" src="http://amhay73.files.wordpress.com/2012/02/kera-sakti.jpg?w=640" alt=""   /></a>Wu Ch’eng-en (th. 1500 – 1582), kelahiran Shan-yang, Huai-an (sekarang propinsi Kiangsu, Tiongkok) adalah seorang penulis novel dan puisi terkenal pada dinasti Ming (1368-1644) menuliskan suatu kisah perjalanan berdasarkan cerita perjalanan Hsuan-tsang / Tang Zhang dari bukunya Ta-T’ang Hsi-yu-chi (Catatan Perjalanan Ke Barat semasa Dinasti T’ang Agung), yang kemudian menjadi terkenal dengan legenda Kera Sakti Sun Wu-khung (Sun Go-kong atau Sun Hou-zi) dengan judul Hsi-yu-chi (Catatan Perjalanan Ke Barat).  </p>
<p style="text-align:justify;">Hsi-yu-chi diterbitkan pertama kali pada tahun 1592, 10 tahun setelah kematian Wu Ch’eng-en.</p>
<p style="text-align:justify;">Cerita legenda Catatan Perjalanan Ke Barat tersebut terdiri dari 100 bab yang dapat dibagi atas tiga bagian utama <strong>:</strong> </p>
<p style="text-align:justify;">Bagian pertama dari tujuh bab menceritakan kelahiran Sun Go-kong dari sebutir telur batu dan memiliki kekuatan maha sakti yang tiada tandingannya sehingga mengacaukan kahyangan yang kemudian diturunkan dari kahyangan dan dikurung oleh Buddha Sakyamuni di dalam Wu-hsing-shan (Gunung Lima Unsur Alam) sambil menunggu pembebasannya oleh seorang bhikshu yang akan melakukan perjalanan ke Barat mengambil kitab suci.</p>
<p style="text-align:justify;"> Bagian kedua berisi lima bab yang berkaitan dengan sejarah Hsuan-tsang dan tugas utamanya dalam melakukan perjalanan ke Barat.</p>
<p style="text-align:justify;">Sedangkan bagian ketiga yang berisi 88 bab sisanya menceritakan keseluruhan perjalanan Hsuan-tsang/Tang Zhang dengan ketiga muridnya..</p>
<p style="text-align:justify;">Legenda ini mencerminkan kehidupan manusia pada umumnya. Hal ini dapat ditemukan pada karakteristik para tokohnya.</p>
<p style="text-align:justify;">1.Sun Go Kong mewakili manusia dengan keegoisan, kebencian, mudah marah, kesombongan, dan pikiran yang liar.</p>
<p style="text-align:justify;">2. Chu Pa Chie (Cu Pat Kai) mewakili manusia dengan berbagai keinginan dan keserakahan duniawi, seperti rakus akan makanan, genit suka menggoda wanita cantik (gila wanita), menginginkan kedudukan tinggi dan gila harta benda.</p>
<p style="text-align:justify;">3.Sha Ho Shang (Wu Ching) mewakili manusia dengan karakter lemah yang membutuhkan dukungan dari orang lain, lamban dalam berpikir, sulit menghapal sesuatu (sutra Kitab Suci), dan kebodohan batin.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi mereka bertiga melambangkan Lobha, Dosa, dan Moha ( Keserakahan, Kebencian dan Kegelapan / Kebodohan Bathin )</p>
<p style="text-align:justify;">4. Sedangkan Bhiksu suci Hsuan Tsang / Tang Zhang mewakili manusia yang telah terbebas dari penderitaan dan tercerahkan, memiliki keteguhan hati di dalam ajaran Buddha, Teguh dalam memegang sila, dan setia didalam Jalan Tengah dan berjuang keras demi kebahagiaan makhluk lain.</p>
<p style="text-align:justify;">5. Kuda Putih tunggangan Bhiksu mewakili ajaran.</p>
<p style="text-align:justify;">Cerita legenda kera sakti adalah dongeng mengenai perilaku manusia yang mengandung filsafat tingkat tinggi serta nasehat dan pengajaran supaya mudah dimengerti dan dipahami. Yang ini merupakan kisah nyata bhiksu tersebut yang memotivasi kita bahwa semua kesuksesan membutuhkan PERJUANGAN.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Perjuangan Biksu Kecil, Tang Zhang</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ini adalah kisah tentang seorang biksu kecil yang sejati. Pada zaman dinasti Tang, di sebuah kuil hiduplah seorang biksu kecil. Sejak kecil ia sudah menjadi biksu di kuil itu. Setiap pagi, begitu bangun tidur biksu kecil ini harus segera mulai menimba air menyapu halaman.</p>
<p style="text-align:justify;">Seusai pelajaran pagi, dia masih harus pergi ke kota yang terletak di bawah bukit belakang kuil untuk membeli barang kebutuhan sehari-hari untuk kuil itu. Setelah membeli barang yang dibutuhkan, dan tanpa adanya waktu luang dia masih harus mengerjakan sejumlah pekerjaan. Kemudian ia masih membaca kitab suci hingga larut malam.</p>
<p style="text-align:justify;">Demikianlah kegiatannya setiap hari, setiap pagi dan senja mendengar suara gendang dan lonceng pagi di kuil hingga 10 tahun berlalu sudah. Suatu ketika, akhirnya biksu kecil mendapat sedikit waktu luang. Kemudian ia segera berbincang-bincang bersama dengan biksu kecil lainnya. Akhirnya dia mendapati bahwa semua orang ternyata hidupnya begitu santai.</p>
<p style="text-align:justify;">Hanya dia seorang yang selalu sibuk setiap hari. Tugas membaca dan pekerjaan dari kepala biara kepadanya selalu yang paling berat. Dia tidak habis mengerti lalu bertanya pada kepala biara. Mengapa semua orang hidupnya lebih santai daripada saya? Mengapa tidak ada orang yang menyuruh mereka membaca kitab suci atau bekerja? Sedangkan saya harus bekerja tiada henti? Kepala biara hanya menundukkan kepala komat kamit memberi tanda Buddha dan tersenyum tidak menjawab.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada siang hari, biksu kecil ini pergi ke kota yang terletak di bawah bukit belakang membeli sekantong beras. Dalam perjalanan pulang sambil memanggul beras tiba di pintu belakang kuil, dan tampak di sana kepala biara sedang menunggunya. Kepala biara membawanya ke pintu depan kuil. Kemudian kepala biara duduk istirahat memejamkan mata. Biksu kecil tidak mengerti maksud kepala biara, akhirnya dia berdiri menunggu di samping.</p>
<p style="text-align:justify;">Biksu kecil terus menunggu dan menunggu. Mentari sudah hampir terbenam, tiba-tiba di depan jalan muncul beberapa bayangan biksu kecil. Beberapa biksu kecil ini termenung sesaat melihat kepala biara. Kepala biara membuka matanya dan bertanya pada mereka. Pagi-pagi saya meminta kalian pergi membeli garam. Jalan di depan ini begitu dekat dan rata. Kenapa kalian baru kembali sekarang? Biksu-biksu kecil ini saling berpandangan, kemudian menjawab, “Kepala biara, dalam perjalanan kami tertawa bercanda dan menikmati pemandangan, akhirnya sekarang baru sampai. Lagi pula selama 10 tahun ini memang begitu, kan!”</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu kepala biara bertanya pada biksu kecil yg berdiri di samping, “kamu ke kota yang terletak di bawah bukit belakang membeli beras, jalannya berliku-liku dan jauh, harus menapaki bukit dan lembah, bahkan harus membawa beras yang berat. Kenapa waktu kamu kembali lebih awal daripada mereka?</p>
<p style="text-align:justify;">Biksu kecil menjawab, “setiap hari dalam perjalanan saya selalu ingin cepat pergi cepat kembali. Lagipula saya berjalan harus sangat hati-hati karena memanggul barang yang berat di atas pundak, dan lama kelamaan jalannya semakin mantap dan cepat. Selama 10 tahun ini saya sudah terbiasa, dalam hati hanya ada satu tujuan tiada lagi jalanan.”</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah mendengarnya kepala biara lalu berkata pada semua biksu kecil. “Jalanan sudah rata. Tetapi hati tidak terpusat pada tujuan. Hanya dengan berjalan di atas jalanan yang berliku, baru bisa menempa tekad seseorang.”</p>
<p style="text-align:justify;">Biksu kecil inilah akhirnya menjadi “xuan zhuang fa shi” (bhiksu agung dalam Budhisme). Oleh karena tempaan sejak kecil sehingga dalam perjalanannya ke barat yang serba sulit dan bahaya untuk mengambil kitab suci itu, membuat hatinya bisa selalu bersinar menuntut cahaya Dharma ( Kebenaran Universal ). Jadi, jalan yang berliku dan sulit, bukanlah halangan untuk mencapai tujuan. Sebuah tekad dan kemauan, baru merupakan kunci sukses atau gagal.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi Sun Go Kong adalah salah satu tokoh utama dalam salah satu novel klasik Tiongkok “Shi You Ji” “Perjalanan ke Barat” karya Wu Cheng-en pada masa Dinasti Ming yang kemudian populer selama berabad2 lamanya baik di dalam maupun di luar Tiongkok. Dalam novelnya itu, Wu terlihat lebih menekankan tokoh Sun Go Kong daripada tokoh sejarah asli Pendeta Xuan Zang (Tang San-zhang/Tong Sam-Cong) dapat dilihat dari penokohan Pendeta Tong sebagai seorang yang baik hati namun lemah dan pengecut. Padahal dalam sejarah aslinya, Pendeta Tong mengadakan ekspedisi sendirian yang dapat membuktikan ketegarannya. Walaupun di tengah jalan ia bertemu dengan seorang teman bernama Shih Pan Tuo, namun temannya itu kemudian melarikan diri ketika mereka menemui kesulitan. Kesulitan yang dimaksud adalah perampokan oleh bandit2 di tengah jalan. Saya di suatu kesempatan menyimak tayangan tentang Pendeta Tong di channel Discovery. Oleh Discovery, Pendeta Tong difilmkan sedang dikejar2 oleh para bandit berparas Asia Tengah sebelum akhirnya sampai ke India dalam satu penggal cerita.</p>
<p style="text-align:justify;">Riwayat Sun Go Kong dalam novel secara sekilas adalah tinggi badan 1.33 meter, pada umur 320 tahun ia menuju Gunung Hua Guo, menjadi dewa dengan gelar “Qi Tian Da Sheng” pada umur 357 tahun. 180 tahun kemudian, karena suka membangkang, ia dihukum ditimpa di bawah Gunung Wuzhi selama 500 tahun. Setelah itu, ia berguru kepada Pendeta Tong dan menjalankan perintah untuk mengawal Pendeta Tong mengambil kitab suci ke India. Ia dikisahkan adalah perwujudan dari sebuah kera batu.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Segi Indentitas Sun Go kong</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sun Go kong Memiliki Kekuatan Luar biasa, Bisa mengakut sebuah benda seberat 6750 Kg (13.500 jīn). Memiliki kecepatan tinggi jika terbang, dapat menjelajah 108,000 li (54,000 kilometers ) dalam satu lompatan. dan mengetahui 72 transformasi binatang benda dan sebagainya. Rambutnya memiliki kekuatan magis yang luar biasa, Ia juga dapat memerintah angin.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam perkembangannya, karena Sun Go Kong terkenal akan kesaktiannya, muncul opini bahwa Wu mengambil tokoh Sun Go Kong muncul dari inspirasinya atas cerita Ramayana dari India yang mana juga ada mengisahkan tokoh kera sakti Hanoman. </p>
<p style="text-align:justify;">Di dalam kalangan sastrawan Tiongkok sendiri juga terdapat pendapat yang mendukung opini ini, namun mayoritas menolak teori ini. Juga ada yang berpendapat bahwa Wu mendapat inspirasi dari Hanoman, namun Sun Go Kong kemudian digambarkan tanpa ada kaitan sama sekali denan Hanoman India. </p>
<p style="text-align:justify;">Lu Xun (1881~1936) adalah Bapak Sastra Modern Tiongkok yang terkenal. Ia berpendapat bahwa Sun Go Kong adalah karya Wu yang mengambil inspirasi dari cerita karya Lee Gong-zuo yang hidup di zaman Dinasti Tang. Dalam novelnya berjudul “Gu Yue Du Jing”, ia menceritakan tentang siluman sakti bergelar Huai Wo Shuei Shen yang akhirnya juga berhasil ditaklukkan oleh kekuatan Buddha. </p>
<p style="text-align:justify;">Setelahnya ia berganti nama menjadi Wu Zi Qi. Lu Xun berpendapat bahwa Wu Cheng-en mengambil tokoh Sun Go Kong atas modifikasi Wu Zi Qi. Lalu, sastrawan lain juga berpendapat bahwa tokoh Sun Go Kong adalah asli Tiongkok karena ada seorang pendeta yang juga terkenal di masa Dinasti Tang bergelar Wu Kong (Go Kong = Hokkian), nama asli Che Chao-feng. </p>
<p style="text-align:justify;">Namun Hu Shi, sastrawan lain berpendapat bahwa Wu mengambil inspirasi dari Hanoman yang dikisahkan dalam cerita Ramayana. Karena ia berspekulasi bahwa tidak mungkin cerita Ramayana yang terkenal itu tidak sampai di Tiongkok. Jadi pasti ada pengaruh Hanoman pada karya Wu Cheng-en tadi. Ada pula sastrawan lain Ji Xian-lin yang berpendapat bahwa Sun Go Kong adalah Hanoman yang dimodifikasi menjadi Sun Go Kong tanpa ada kaitan sama sekali dengan Hanoman-nya sendiri kecuali sama2 merupakan kera sakti. Namun kera sakti Sun Go Kong jelas adalah perpaduan antara kepercayaan, cerita rakyat dan kreasi daripada penulisnya sendiri, Wu Cheng-en. </p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya giliran saya mengemukakan pendapat pribadi. Menurut saya, walaupun Ramayana adalah cerita lebih awal daripada Shi You Ji, namun mengatakan Sun Go Kong adalah sama dengan Hanoman adalah suatu pendapat yang tidak seluruhnya benar. Kepopuleran Ramayana yang merupakan legenda agama Hindu di Tiongkok juga tidak terbukti karena agama Hindu tidak pernah menyebar ke Tiongkok seperti halnya di Indonesia. Sun Go Kong juga bukan ciptaan dari Wu sebenarnya, karena di masa sebelumnya, Dinasti Song Selatan, telah ada dikisahkan Sun Go Kong dalam buku “Da Tang San Zang Qu Jing Shi Hua”. Bila tetap harus mengatakan Sun adalah Hanoman, maka darimana pula munculnya tokoh Zhu Ba Jie (Ti Pat Khai) ? Wu adalah seorang sastrawan dan seorang sastrawan selalu berkarya berdasarkan ilham yang muncul waktu itu.</p>
<p style="text-align:justify;"> <strong>Ada orang yang menyatakan bahwa Sun Go Kong adalah tokoh nyata yang pernah hidup di dunia dengan ditemukannya makam Sun Go Kong.</strong> </p>
<p style="text-align:justify;">Makam dengan nama Sun Go Kong memang ditemukan di Kabupaten Shunchang, Provinsi Fujian, diperkirakan berasal dari zaman Ming, sesuai dengan masa ditulisnya novel Perjalanan ke Barat. Namun kera sakti dipastikan hanya sebuah tokoh mitos dan legenda yang dipopulerkan oleh Wu Cheng-en. Sun Go Kong dikategorikan sebagai dewa kategori ke-4, yakni dewa-dewi yang berasal dari tokoh legendaris. </p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Segi sejarah dan legenda</strong> </p>
<p style="text-align:justify;">Sun Go Kong, adalah tokoh mitologi. Jadi tidak ada seorang tokoh Sun Go Kong benar-benar hidup di dunia. Pendeta Tong pergi mengambil kitab suci ke India sendirian. Ia pernah didampingi seorang lainnya, namun karena dihadang oleh sekelompok perampok, orang itu kemudian tidak berani menemaninya sampai ke India. Mengenai perampok ini, Discovery pernah mengilustrasikan dalam klip video seorang Pendeta Tong berlari2 dikejar sekelompok penjahat di perjalanan. </p>
<p style="text-align:justify;">Sun Go Kong muncul cuma dalam novel Perjalanan Ke Barat yang ditulis oleh Wu Cheng-en di zaman Ming. Darimana pula Wu Cheng-en mendapat ilham tentang Sun Go Kong? Ada 2 versi tentang ini, ada sastrawan yang yakin bahwa Sun Go Kong diadopsi dari karakter Hanoman.  </p>
<div>
<p style="text-align:justify;">Ada pula yang meyakini Sun Go Kong adalah diilhami oleh karakter Wu Zi Qi yang juga tokoh mitologi di zaman Da Yu, Dinasti Xia. Da Yu terkenal akan jasanya menjinakkan banjir di Tiongkok pada tahun 2200 SM. Wu Zi Qi ini berwujud seperti kera. Inilah yang dianggap orang-orang menjadi ilham Wu Cheng-en untuk menciptakan karakter Sun Go Kong yang berwujud kera itu</p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amhay73.wordpress.com/2973/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amhay73.wordpress.com/2973/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amhay73.wordpress.com/2973/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amhay73.wordpress.com/2973/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amhay73.wordpress.com/2973/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amhay73.wordpress.com/2973/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amhay73.wordpress.com/2973/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amhay73.wordpress.com/2973/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amhay73.wordpress.com/2973/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amhay73.wordpress.com/2973/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amhay73.wordpress.com/2973/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amhay73.wordpress.com/2973/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amhay73.wordpress.com/2973/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amhay73.wordpress.com/2973/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amhay73.wordpress.com&amp;blog=14382895&amp;post=2973&amp;subd=amhay73&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amhay73.wordpress.com/2012/02/09/kisah-sun-go-kong-dalam-novel-klasik-tiongkok-shi-you-ji/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/53fb19566a919ea233255b4b5c56b0cb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gallerysilat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amhay73.files.wordpress.com/2012/02/kera-sakti.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kera sakti</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hero</title>
		<link>http://amhay73.wordpress.com/2011/07/28/hero/</link>
		<comments>http://amhay73.wordpress.com/2011/07/28/hero/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jul 2011 11:51:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gallery80</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film Silat Mandarin]]></category>
		<category><![CDATA[Hero]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amhay73.wordpress.com/?p=2627</guid>
		<description><![CDATA[Hero (bahasa Tionghoa: 英雄; pinyin: yīng xióng; terjemahan bahasa Indonesia: Pahlawan) adalah sebuah film yang disutradarai Zhang Yimou dan dirilis pertama kali di Tiongkok pada 24 Oktober 2002. Ia merupakan film paling mahal dan paling sukses dalam sejarah perfilman Tiongkok. &#8230; <a href="http://amhay73.wordpress.com/2011/07/28/hero/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amhay73.wordpress.com&amp;blog=14382895&amp;post=2627&amp;subd=amhay73&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><em><strong>Hero</strong></em> (bahasa Tionghoa: 英雄; pinyin: yīng xióng; terjemahan bahasa Indonesia: <em>Pahlawan</em>) adalah sebuah film yang disutradarai Zhang Yimou dan dirilis pertama kali di Tiongkok pada 24 Oktober 2002. Ia merupakan film paling mahal dan paling sukses dalam sejarah perfilman Tiongkok.</p>
<div style="text-align:justify;">
<div><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/f/f2/Film_hero.jpg/200px-Film_hero.jpg" alt="" width="200" height="298" /></p>
<div>
<div><img src="http://bits.wikimedia.org/skins-1.17/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></div>
<p>Poster versi AS.</p></div>
</div>
</div>
<p style="text-align:justify;">Film ini juga meraih kesuksesan besar ketika ditayangkan di Amerika Serikat. Ia menjadi film dengan penghasilan terbesar dalam minggu pertama rilisnya di sana (US$ 18 juta) dan tetap berada di peringkat pertama pada minggu berikutnya sebelum jatuh ke posisi 4 pada minggu ketiga. Film ini juga membukukan rekor sebagai film berbahasa asing dengan penerimaan tiket terbesar di Amerika Serikat.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Hero</em> adalah film bergenre wuxia (silat). Ia dibintangi Jet Li sebagai sang pahlawan tanpa nama (<em>Nameless</em>). Sebuah kelompok pembunuh dimainkan oleh Maggie Cheung (<em>Flying Snow</em>), Tony Leung Chiu Wai (<em>Broken Sword</em>), Donnie Yen (<em>Long Sky</em>), dan Zhang Ziyi (<em>Moon</em>). Chen Daoming berperan sebagai target mereka, sang Kaisar Qin.</p>
<p style="text-align:justify;">Film ini diset pada Masa Negeri-negeri Berperang (<em>Warring States Period</em>). Ia bercerita tentang percobaan pembunuhan terhadap Kaisar Qin oleh pendekar-pendekar legendaris yang ingin membalaskan dendam mereka karena telah menaklukkan negeri mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Sang kaisar membela dirinya dengan mengatakan bahwa dengan mempersatukan Tiongkok maka rakyat Tongkok akan mempunyai sistem tulis yang satu dan seragam. Pada akhir filmnya, sang Raja disebut bernama <em>Ying Zheng</em>, yang pada 221 SM memang benar-benar mempersatukan Tiongkok dan menjadi kaisar pertamanya, Qin Shi Huang (hidup tahun 259-210 SM; berkuasa tahun 246-210 SM).</p>
<p style="text-align:justify;">Film ini adalah upaya pertama Zhang Yimou pada genre ini, dan ia menggunakan striktur yang sangat unik. Versi-versi kejadian-kejadian dalam film tersebut yang saling bertentangan diceritakan oleh tokoh-tokoh yang berbeda, dalam struktur yang mengingatkan kita pada <em>Rashomon</em> karya Akira Kurosawa (1950). Setiap bagian menggunakan skema warna yang erbeda tergantung sang narator, mirip seperti bagaimana seluruh hal menjadi berwarna hijau dalam <em>The Matrix</em>; film-film Zhang sering menampilkan skema warna yang sangat tepat.</p>
<p style="text-align:justify;">Film ini mempunyai struktur yang tragis; keenam tokoh utamanya akhirnya sadar bahwa persatuan Tiongkok bergantung pada keputusan dan kelakuan mereka sendiri. Rasa tanggung jawab patriotis ini bertentangan dengan keinginan pribadi untuk membalaskan dendam, dan dengan hubungan mereka antara satu sama lain. Pada akhirnya, film ini mempunyai akhir seperti sebuah tragedi klasik.</p>
<p style="text-align:justify;">Lokasi syuting</p>
<ul>
<li style="text-align:justify;">Lembah Jiuzhaigou, Sichuan utara.</li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amhay73.wordpress.com/2627/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amhay73.wordpress.com/2627/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amhay73.wordpress.com/2627/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amhay73.wordpress.com/2627/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amhay73.wordpress.com/2627/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amhay73.wordpress.com/2627/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amhay73.wordpress.com/2627/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amhay73.wordpress.com/2627/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amhay73.wordpress.com/2627/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amhay73.wordpress.com/2627/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amhay73.wordpress.com/2627/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amhay73.wordpress.com/2627/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amhay73.wordpress.com/2627/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amhay73.wordpress.com/2627/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amhay73.wordpress.com&amp;blog=14382895&amp;post=2627&amp;subd=amhay73&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amhay73.wordpress.com/2011/07/28/hero/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/53fb19566a919ea233255b4b5c56b0cb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gallerysilat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/f/f2/Film_hero.jpg/200px-Film_hero.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://bits.wikimedia.org/skins-1.17/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Empat Pendekar Ciremai</title>
		<link>http://amhay73.wordpress.com/2010/11/27/empat-pendekar-ciremai/</link>
		<comments>http://amhay73.wordpress.com/2010/11/27/empat-pendekar-ciremai/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Nov 2010 00:42:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gallery80</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Silat]]></category>
		<category><![CDATA[Silat Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Djair]]></category>
		<category><![CDATA[Empat Pendekar Ciremai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amhay73.wordpress.com/?p=2358</guid>
		<description><![CDATA[4 Pendekar Ciremai Keluarga Liem Boen di Krawang mengutus Bu Beng dan Chuan Chin untuk mengantar surat tantangan berpibu kepada Louw Liong San karena telah mencelakai putra mereka, Liem Boen Bie. Louw Liong San marah, kedua utusan itu disiksa dengan &#8230; <a href="http://amhay73.wordpress.com/2010/11/27/empat-pendekar-ciremai/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amhay73.wordpress.com&amp;blog=14382895&amp;post=2358&amp;subd=amhay73&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">4 Pendekar Ciremai</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://amhay73.files.wordpress.com/2010/11/4-pendekar-ciremai.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2359" title="4-Pendekar-Ciremai" src="http://amhay73.files.wordpress.com/2010/11/4-pendekar-ciremai.jpg?w=640" alt=""   /></a>Keluarga Liem Boen di Krawang mengutus Bu Beng dan Chuan Chin untuk mengantar surat tantangan berpibu kepada Louw Liong San karena telah mencelakai putra mereka, Liem Boen Bie. Louw Liong San marah, kedua utusan itu disiksa dengan dipotong hidung dan telinganya.</p>
<p style="text-align:justify;">Babah Louw Liong San merupakan tuan tanah di daerah sekitar Cirebon. Ia sangat dekat dengan pihak kumpeni karena jasanyalah Bajing Ireng berhasil ditangkap pihak Belanda.</p>
<p style="text-align:justify;">Siang itu, rumah Wong Kun Lun<span id="more-2358"></span> diobrak abrik para pendekar bayaran atas perintah pihak kumpeni. Rumah babah Wong disita karena akan dijadikan hadiah bagi Babah Louw. Terpaksa Babah Wong dan putrinya Mei Ling pergi meninggalkan rumah yang dimilikinya itu, ke tempat lain, mencari tempat tinggal baru.</p>
<p style="text-align:justify;">Tiga pendekar cilik, Kinong, Kataran dan Mang Pi&#8217;i tiba di daerah Sunyaragi, Cerbon. Mereka turun gunung menuju Kandanghaur. Baru saja mereka tuntaskan belajar ilmu silat kepada Ki Denggol dan Ki Luncup di pegunungan Ciremai.</p>
<p style="text-align:justify;">Ditengah perjalanan, mereka bertiga bertemu dengan Ki Sancang dan Ki Cupang, dua orang seniman topeng monyet yang sedang bersedih karena sang monyetnya meninggal. Akhirnya Kinong Cs bersepakat membantu kedua orang tua itu mengamen. Mang Pi&#8217;i yang badannya kurus dan bergigi tonggos kini mesti berakting dengan menjadi seorang waria.</p>
<p style="text-align:justify;">Kidang Talun, pendekar cilik si keris kembar, selalu berusaha membalaskan dendam atas kematian Wadul Angkara dan Dewi Seriti, orang tuanya yang mati dibunuh oleh Ki Denggol dan Ki Luncup.</p>
<p style="text-align:justify;">Kinong dan Kataran terkena racun yang dimasukkan Kidang Talun ke dalam nasi yang mereka makan.</p>
<p style="text-align:justify;">Mang Pi&#8217;i dengan jurus bebeknya berhasil mengalahkan Kidang Talun, sayang, ia berhasil kabur. Kesedihan Mang Pi&#8217;i berakhir ketika ia mengetahui Ki Secang dan ki Cupang berhasil mengobati kedua saudaranya yang terkena racun Kidang Talun, Kinong dan Kataran.</p>
<p style="text-align:justify;">Perjalanan Wong Kun Lun bersama putrinya, Mei Ling dalam mencari daerah tinggal baru sampai ke daerah Kandanghaur.</p>
<p style="text-align:justify;">Sementara di dalam benteng Kandanghaur, Karta dan Ranti sedang menghitung hari, menanti penuh kerinduan akan putra mereka, Kataran yang telah 3 tahun memperdalam ilmu silat di gunung Ciremai.</p>
<p style="text-align:justify;">Latihan silat diantara pendekar di dalam Kandanghaur terus berjalan dengan giat guna memperhebat perlawanan mereka melawan pihak kumpeni.</p>
<p style="text-align:justify;">Pihak Kandanghaur, hari itu bertambah kuat dengan masuknya babah Wong Kun Lun dan putrinya, Mei Ling. Atas jaminan Roijah, istri Parmin si pendekar Jaka Sembung, babah Wong dan Mei Ling kini menjadi bagian dari keluarga besar Kandanghaur.</p>
<p style="text-align:justify;">Karisidenan malam itu menjadi heboh atas kedatangan putra residen yang telah meninggal, Thomas. Sang putra tiri sang residen nyatanya masih hidup. Ia datang bersama paman Petrus, yang sebenarnya adalah ayah kandungnya sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Petrus adalah pacar sang nyonya residen di masa lampau. Demi mendapatkan sang nyonya, tuan residen beberapa tahun yang lalu telah menyiksa dan menghancurkan wajah Petrus. Tuan residen menyangka Petrus telah mati, nyatanya masih hidup. Bahkan anak tirinya sendiri yang dibunuh, ternyata kini ia datang kembali.</p>
<p style="text-align:justify;">Malam itu, karisidenan bermandikan darah. Tuan residen akhirnya tewas di tangan Jaka Sembung. Petrus dan nyonya residen, sepasang kekasih di masa lalu, orang tua kandung dari si Thomas, mereka harus menghembuskan nafas terakhirnya di tangan tuan residen.</p>
<p style="text-align:justify;">Thomas atas permintaan orang tuanya sebelum meninggal, ia dititipkan kepada Jaka Sembung, kini ia bergabung dengan Kinong, Kataran dan Mang Pi&#8217;i. Mereka berempat kelak akan dikenal sebagai 4 Pendekar Ciremai.</p>
<p style="text-align:justify;">Selesai pula tugas rahasia Ki Secang dan Ki Cupang yang terpaksa menyamar jadi pengamen demi menjaga keselamatan 3 pendekar muda dari gunung Ciremai itu hingga ke Kandanghaur.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana dengan Kidang Talun? Akhirnya sang bocah menyadari keadaan orang tuanya, Wadul Angkara dan Dewi Seriti yang merupakan sepasang pendekar dari golongan hitam. Berkat kesadaran yang ia telah dapatkan, kini ia bersahabat dengan 4 Pendekar Ciremai.</p>
<p style="text-align:justify;">Mereka semua melanjutkan perjalanan menuju benteng pertahanan perjuangan di Kandanghaur. Sementara itu, Jaka Sembung bersama Awom melanjutkan penyelidikan ke pihak kumpeni di selatan Cerbon.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana dengan rencana pibu antara keluarga Louw melawan keluarga Liem dari Krawang? Bagaimana nasib babah Wong Kun Lun selanjutnya? &#8230; download di <em><strong>Gallery 80</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;">Category: Books , Genre:  Comics &amp; Graphic Novels, Author: Djair, Jilid:9, Halaman: 528, Penerbit: UP Rosita, Tahun: 1976</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amhay73.wordpress.com/2358/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amhay73.wordpress.com/2358/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amhay73.wordpress.com/2358/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amhay73.wordpress.com/2358/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amhay73.wordpress.com/2358/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amhay73.wordpress.com/2358/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amhay73.wordpress.com/2358/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amhay73.wordpress.com/2358/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amhay73.wordpress.com/2358/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amhay73.wordpress.com/2358/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amhay73.wordpress.com/2358/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amhay73.wordpress.com/2358/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amhay73.wordpress.com/2358/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amhay73.wordpress.com/2358/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amhay73.wordpress.com&amp;blog=14382895&amp;post=2358&amp;subd=amhay73&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amhay73.wordpress.com/2010/11/27/empat-pendekar-ciremai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/53fb19566a919ea233255b4b5c56b0cb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gallerysilat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amhay73.files.wordpress.com/2010/11/4-pendekar-ciremai.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">4-Pendekar-Ciremai</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Imam Tanpa Bayangan</title>
		<link>http://amhay73.wordpress.com/2010/11/23/imam-tanpa-bayangan/</link>
		<comments>http://amhay73.wordpress.com/2010/11/23/imam-tanpa-bayangan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Nov 2010 05:53:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gallery80</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Silat]]></category>
		<category><![CDATA[Silat Mandarin]]></category>
		<category><![CDATA[Tjan ID]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amhay73.wordpress.com/?p=2334</guid>
		<description><![CDATA[Imam Tanpa Bayangan Karya : TJAN I.D. Bagian I 20 Jilid : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 ,16,17,18,19,20  Bagian II 51 Jilid: Jilid 1 : Runtuhlah Tiam Cong Pay oleh pengkhianat &#8230; <a href="http://amhay73.wordpress.com/2010/11/23/imam-tanpa-bayangan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amhay73.wordpress.com&amp;blog=14382895&amp;post=2334&amp;subd=amhay73&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://amhay73.files.wordpress.com/2010/11/imam-tanpa-bayangan.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2335" title="imam tanpa bayangan" src="http://amhay73.files.wordpress.com/2010/11/imam-tanpa-bayangan.jpg?w=640" alt=""   /></a>Imam Tanpa Bayangan<br />
Karya : TJAN I.D.<br />
Bagian I 20 Jilid : <a href="http://amhay73.wordpress.com/cerita-silat/mandarin/pengarang-silat-mandarin-lainnya/imam-tanpa-bayangan-tjan-id/">1</a> <a href="http://amhay73.wordpress.com/cerita-silat/mandarin/pengarang-silat-mandarin-lainnya/imam-tanpa-bayangan-tjan-id/2/">2</a> <a href="http://amhay73.wordpress.com/cerita-silat/mandarin/pengarang-silat-mandarin-lainnya/imam-tanpa-bayangan-tjan-id/3/">3</a> <a href="http://amhay73.wordpress.com/cerita-silat/mandarin/pengarang-silat-mandarin-lainnya/imam-tanpa-bayangan-tjan-id/4/">4</a> <a href="http://amhay73.wordpress.com/cerita-silat/mandarin/pengarang-silat-mandarin-lainnya/imam-tanpa-bayangan-tjan-id/5/">5</a> <a href="http://amhay73.wordpress.com/cerita-silat/mandarin/pengarang-silat-mandarin-lainnya/imam-tanpa-bayangan-tjan-id/6/">6</a> <a href="http://amhay73.wordpress.com/cerita-silat/mandarin/pengarang-silat-mandarin-lainnya/imam-tanpa-bayangan-tjan-id/7/">7</a> <a href="http://amhay73.wordpress.com/cerita-silat/mandarin/pengarang-silat-mandarin-lainnya/imam-tanpa-bayangan-tjan-id/8/">8</a> <a href="http://amhay73.wordpress.com/cerita-silat/mandarin/pengarang-silat-mandarin-lainnya/imam-tanpa-bayangan-tjan-id/9/">9</a> <a href="http://amhay73.wordpress.com/cerita-silat/mandarin/pengarang-silat-mandarin-lainnya/imam-tanpa-bayangan-tjan-id/10/">10</a> <a href="http://amhay73.wordpress.com/cerita-silat/mandarin/pengarang-silat-mandarin-lainnya/imam-tanpa-bayangan-tjan-id/11/">11</a> <a href="http://amhay73.wordpress.com/cerita-silat/mandarin/pengarang-silat-mandarin-lainnya/imam-tanpa-bayangan-tjan-id/12/">12</a> <a href="http://amhay73.wordpress.com/cerita-silat/mandarin/pengarang-silat-mandarin-lainnya/imam-tanpa-bayangan-tjan-id/13/">13</a> <a href="http://amhay73.wordpress.com/cerita-silat/mandarin/pengarang-silat-mandarin-lainnya/imam-tanpa-bayangan-tjan-id/14/">14</a> <a href="http://amhay73.wordpress.com/cerita-silat/mandarin/pengarang-silat-mandarin-lainnya/imam-tanpa-bayangan-tjan-id/15/">15</a> ,16,17,18,19,20 <br />
Bagian II 51 Jilid:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Jilid 1 : Runtuhlah Tiam Cong Pay oleh pengkhianat</strong></p>
<p style="text-align:justify;">MALAM sunyi menyelimuti se!uruh puncak gunung Tiam Cong, angin berhembus sepoi-sepoi menggoyangkan ranting serta dedaunan.<br />
Seorang kakek tua diiringi seorang pemuda lambat-lambat berjalan menuju keatas puncak dibawah cahaya rembulan yang cerah.<span id="more-2334"></span><br />
Rupanya sianak muda itu merasa tidak sabar, seraya mendongak serunya:&#8221;Ayah, berapa lama lagi jalan yang harus ditempuh?? kenapa siang ceng kan belum kelihatan juga?&#8221;<br />
&#8220;Hoei-jie! cuma berjalan saja kok kau tidak sabaran&#8221; Tegur sang ayah sambil berhenti. &#8220;Bukankah di hari-hari biasa sering ku ajarkan kepadamu bahwa jadi seorang lelaki janganlah takut menemui kesulitan? Dimana bisa sabar, sabarlah selalu. Kau cuma jalan begini dekatpun kau tidak salbar bagaimana muogkin kau bisa lakukan perbuatan besar?&#8221; &#8220;Tia sudah sudahlah, cuma karena urusan kecil kembali kau kuliahi diriku&#8230;&#8221;<br />
&#8220;Hoei-jie !&#8221; kata kakek itu dengan wajah serius- &#8220;Tahun ini kau sudah genap berusia tujuh belas tahun, kau barus tahu bagaimana caranya menjaga diri, janganlah selalu menggantungkan ayahmu. Kau harus tahu suetu saat ayah bakal tinggatkan dirimu, coba kalau kau tidak tahu apa-apa bagaiman kau bisa lanjutkan hidupmu!&#8221;. Hoei-jie membungkam dan tundukkan kepalanya.<br />
&#8220;Bocah ! kau harus tahu bahwa kita keluarga Pek adalah keturunan lelaki sejati yang tidak sudi tunduk kepada orang lain dan minta belas kasihan dari orang&#8230;..&#8221;<br />
&#8220;Aku akan selalu ingat perkataanmu ayah, akan kuingat bahwa aku adalah keturunan keluarga Pek!&#8221;<br />
Diluanya berkata begitu sementara dalam hati pikirnya: &#8220;Tidak belajar Silatpun sama saja aku dapat menjadi seorang lelaki sejati, kenapa aku harus belajar silat ??&#8221;. &#8220;Kau harus ingat pula&#8221; kembali kakek itu berkata, &#8220;Bahwa kau adalah putra sipedang penghancur sang surya Pek Tiang Hong, kau tidak beleh mencemarkan nama keluarga pek kita&#8230;&#8221;<br />
&#8220;Aku tahu! aku adalah Pek In Hoei putra dari siPedang Penghancur Sang Surya Pek Tiang Hong salah satu dari Tiong-goan San Siok. Tiga Bintang Daratan Tiong-goan, selama hidup aku tidak akan melupakannya, tapi .. kenapa aku harus belajar silai ??</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kali ini aku akan serahkan dirimu kepada ciangbun-jien, agar ia didik dirimu baik baik, tujuan yang terutama bukan lain ingin paksakan dirimu untuk merasakan kesunyian diatas gunung sehingga menciptakan suatu watak yang tenang bagi dirimu, nanti setelah berjumpa dengan Ciang-bun suhengmu, bersikaplah sewajarnya, jangan sampai dipandang rendah orang.&#8221; &#8220;Soal ini aku mengerti&#8221;<br />
&#8220;Nah, kalau begitu ayoh kita berangkat, mumpung sembahyang malam belum selesai kita masuk kekuil.&#8221; Berbicara sampai disitu, laksana Kilat kakek itu bergerak kembali meneruskan perjalanannya.<br />
Pek In Hoei angkat bahu, dengan perasaan apa boleh buat ia ikut dibelakang ayahnya. Mendadak&#8230;&#8230;.. terdengar bentakan keras berkumandang datang, tatkala Pek Tian Hong ayah dan anak dua orang hendak menyeberangi sebuah jembatan dari balik kegelapan muncul dua sosok bayangan manusia yang, menghalangi jalan pergi mereka.<br />
&#8220;Siapa kalian? &#8221; Bentak kedua orang berdandan too-jien itu. &#8220;Apa maksud kalian mendatangi Tiam Cong??&#8221;. &#8220;Loohu adalah Pek Tian Hong I&#8221;. Dua orang toojien itu segera memencarkan diri, seraya mempersiapkan senjata seru mereka hampir berbareng : &#8220;Pedang sakti dilangit Selatan&#8230;&#8230;..&#8221;. &#8220;Hawa menembusi Tiam Ciang!&#8221; sambung Pek Tian Hong dengan cepat badannya bergerak diikuti cahaya pedang berkilauan menciptakan delapan titik cahaya tajam yang meletik diangkasa.<br />
Kedua orang toojien itu melengak. akhirnya dengan penuh rasa hormat serunya kembali: &#8220;Tecu sekalian menghunjuk hormat buat Susiok Couw&#8221; &#8220;Ehmmmm, apakah Ciangbunjien ada didalam kuil ??&#8221; .&#8221;Tengah malam nanti Ciangbun suhu baru akan selesai dari semedinya&#8230;&#8230;&#8230;.&#8221; &#8220;Ooooouw, tidak aneH kalau penjagaan disekitar gunung malam ini begitu ketat.. .&#8221; Dalam pada itu Pek In Hoei telah loncat kesisi ayahnya, sambil memandang kedua orang toojien tadi tanyanya: &#8220;Tia apa yang telah terjadi ??&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Baca selengkapnya dari Sumber : <a href="http://www.wattpad.com/770386-imam-tanpa-bayangan-bagian-i?p=2">Wattpad</a> sampai tamat</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amhay73.wordpress.com/2334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amhay73.wordpress.com/2334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amhay73.wordpress.com/2334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amhay73.wordpress.com/2334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amhay73.wordpress.com/2334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amhay73.wordpress.com/2334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amhay73.wordpress.com/2334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amhay73.wordpress.com/2334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amhay73.wordpress.com/2334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amhay73.wordpress.com/2334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amhay73.wordpress.com/2334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amhay73.wordpress.com/2334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amhay73.wordpress.com/2334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amhay73.wordpress.com/2334/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amhay73.wordpress.com&amp;blog=14382895&amp;post=2334&amp;subd=amhay73&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amhay73.wordpress.com/2010/11/23/imam-tanpa-bayangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/53fb19566a919ea233255b4b5c56b0cb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gallerysilat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amhay73.files.wordpress.com/2010/11/imam-tanpa-bayangan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">imam tanpa bayangan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Adventure of Chor Lau Heung</title>
		<link>http://amhay73.wordpress.com/2010/11/19/adventure-of-chor-lau-heung/</link>
		<comments>http://amhay73.wordpress.com/2010/11/19/adventure-of-chor-lau-heung/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Nov 2010 02:09:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gallery80</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Silat]]></category>
		<category><![CDATA[Film Silat Mandarin]]></category>
		<category><![CDATA[Adventure of Chor Lau Heung]]></category>
		<category><![CDATA[Chu Lu Xiang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendekar Harum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amhay73.wordpress.com/?p=2314</guid>
		<description><![CDATA[Adventure of Chor Lau Heung &#8211; Pendekar Harum &#8211; Chu Lu Xiang Petualangan seorang pendekar bernama Chor Lau Heung bersama 3 sahabat wanitanya: Su Rong Rong, Li Hong Xiu dan Song Tian Er. Mereka berempat akan mendatangi perayaan ulang tahun &#8230; <a href="http://amhay73.wordpress.com/2010/11/19/adventure-of-chor-lau-heung/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amhay73.wordpress.com&amp;blog=14382895&amp;post=2314&amp;subd=amhay73&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>Adventure of Chor Lau Heung &#8211; Pendekar Harum &#8211; Chu Lu Xiang</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Petualangan seorang pendekar bernama Chor Lau Heung bersama 3 sahabat wanitanya: Su Rong Rong, Li Hong Xiu dan Song Tian Er. Mereka berempat akan mendatangi perayaan ulang tahun sahabat baik Chor Lau Heung yang berulang tahun. Dalam perjalanan mereka bertemu dengan gadis misterius yang membawa pedang pusaka giok hitam, bernama Sang Xiao Jing.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-2315" title="Chor-Lau-Heung-1984" src="http://amhay73.files.wordpress.com/2010/11/chor-lau-heung-1984.jpg?w=640" alt=""   /></p>
<p style="text-align:justify;">Dari sana, petualangan dimulai dan membawa mereka berlima terlibat dalam perseteruan 2 keluarga pendekar. <span id="more-2314"></span>Sebuah pedang pusaka ular milik raja pedang hilang dan Sang Xiao Jing pun hilang secara misterius.</p>
<p style="text-align:justify;">Kejadian berikutnya, banyak pendekar dari kedua golongan, hitam dan putih yang terbunuh oleh pedang ular yang hilang tersebut. Chor Lau Heung menjadi korban fitnah dari kejadian itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Cerita terus bergulir, Chor Lau Heung bersama ke empat sahabat wanitanya itu berusaha mengungkapkan misteri dibalik pembunuhan dan hilangnya pedang ular. Penyelidikan membawa mereka ke satu nama perkumpulan misterius, Istana Kelelawar, yang diketuai oleh Pangeran Kelelawar yang selalu menyembunyikan wajahnya dibalik cadar hitam.</p>
<p style="text-align:justify;">Para pendekar golongan lurus bersatu dibawah pimpinan Yaun Sun Yi, ketua Istana We Zheng, melawan Istana Kelelawar.</p>
<p style="text-align:justify;">Sementara itu, kerajaan pun tengah bergejolak. Istana yang kosong karena ditinggal sang baginda mencari putrinya yang senang berkelana di dunia persilatan, Pangeran ke empat sang baginda mengambil alih kekuasaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Chor Lau Heung dibantu para pendekar lainnya, menemukan keterkaitan bahwa rusuhnya dunia persilatan dan panasnya perebutan kekuasaann di istana kerajaan memiliki keterkaitan erat di satu titik, Istana Kelelawar memiliki peran besar dibelakang semua itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain kedua masalah besar tersebut, sub cerita yang melibatkan kisah asmara sang baginda 20 tahun yang lalu dengan ketua partai Ku Mei, kisah perjuangan seorang suami yang mantan pembunuh bayaran di masa lalu namun memiliki cinta dan kesetiaan yang luar biasa terhadap istrinya yang mati terbunuh, cinta seorang wanita yang membuatnya ia mau melakukan kejahatan apa saja demi kekasihnya semakin menambah seru dan penasaran.</p>
<p style="text-align:justify;">Begitu juga mengamati persahabatan 3 orang pendekar yang memiliki karakter 180 derajat berlawanan, yakni Chor Lau Heung yang selalu tampil modis, cakap dan disenangi banyak wanita; pendekar ugala-ugalan &amp; tukang mabuk, Hu Tien Hua; bersama Yi Duan Hong, mantan pembunuh bayaran yang super pendiam. Ketiganya memiliki sifat yang sangat berlawanan, namun mereka bisa menjalin persahabatan yang sangat kompak. Saling melengkapi.</p>
<p style="text-align:justify;">Chor Lau Heung berkata, “paling menyakitkan apabila kita dikhianati oleh teman sendiri”. Dan apesnya, dalam cerita ini, Chor Lau Heung, pada akhirnya diharuskan menghadapi temannya sendiri sebagai musuhnya.<br />
Satu sahabatnya yang telah meninggal ternyata muncul lagi sebagai lawannya. Namun diakhiri dengan terjalinnya kembali persahabatan yang sempat putus itu. Di saat sahabatnya diambang maut, mereka berdua sempat bersulang bersama. Selalu ada alasan besar ketika seorang sahabat bertindak tidak seperti biasanya. Mungkin saja, sebenarnya mereka sendiri tak ingin melakukannya, demikian kesimpulan yang diambil oleh Chor Lau Heung.</p>
<p style="text-align:justify;">Puncak cerita adalah membuka cadar Pangeran Kelelawar, siapakah sesungguhnya tokoh dibalik cadar ini? Kecerdikan Chor Lau Heung, sedikit demi sedikit berhasil mengungkap siapa tokoh rahasia ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Di ujung kisah, para pendekar berhasil menempatkan kembali Baginda Raja pada singgasananya yang sempat diambil alih oleh adiknya sendiri. Begitu pun Chor Lau Heung dkk berhasil menjalankan perintah baginda, melenyapkan Istana Pangeran.</p>
<p style="text-align:justify;">Film silat serial hasil adaptasi dari novel karya Gu Long ini menarik untuk dinikmati. Chor Lau Heung bisa disamakan dengan Robin Hood di dunia barat. Ia adalah seorang raja maling sekaligus pendekar yang berbudi. Ia perampok berwajah tampan yang selalu membagikan hasil rampokannya kepada kaum miskin. Hebatnya lagi, ia selalu memberitahukan jika ia berniat mencuri di malam harinya kepada calon korbannya. Pencuri gentleman.</p>
<p>Judul : The New Adventure of Chor Lau Heung (Chu Lu Xiang)<br />
Genre : Wu Xia / Silat serial<br />
Pemeran : Miu Kiu Wai sbg Chor Lau heung Barbara Yung sbg Sang Xiao Jing</p>
<p style="text-align:justify;">The New Adventure of Chor Lau Heung (Chu Lu Xiang), disini kita lebih mengenalnya sebagai Pendekar Harum. Silat serial ini produksi tahun 1984 yang diperankan oleh Miu Kiu Wai dan Barbara Yung Mei Ling. Keduanya berperan besar dalam silat serial kondang “Legend Of The Condor Heroes”. Yung Mei Ling sebagai Oey Yung (Yong Ji) dan Miu Kiu Wai sebagai Yo Kang (Yang Kang).</p>
<p style="text-align:justify;">Serial ini pernah difilmkan pula di tahun 1979 dengan bintang utama Adam Cheng dan di tahun 2001 dengan pemeran Ricky Ren.<br />
Lihat juga DVD lainnya &#8221; Pendekar Harum&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="alignnone" src="http://amhay73.files.wordpress.com/2010/08/resize-of-pendekar-harum1.jpg?w=238&#038;h=175&#038;h=232" alt="" width="238" height="232" /></p>
<p>pemesanan DVD <a href="http://gallery4u.wordpress.com/pesan-cd-dvd-film/" rel="nofollow" target="_blank">disini</a></p>
<p><strong>Download Seri <a href="http://gallery80.wordpress.com/ebook/cerita-silat-mandarin/khulung/5/" target="_blank">Pendekar Harum </a>(Chu Liu Xiang Xu Ji) :</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amhay73.wordpress.com/2314/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amhay73.wordpress.com/2314/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amhay73.wordpress.com/2314/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amhay73.wordpress.com/2314/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amhay73.wordpress.com/2314/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amhay73.wordpress.com/2314/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amhay73.wordpress.com/2314/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amhay73.wordpress.com/2314/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amhay73.wordpress.com/2314/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amhay73.wordpress.com/2314/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amhay73.wordpress.com/2314/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amhay73.wordpress.com/2314/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amhay73.wordpress.com/2314/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amhay73.wordpress.com/2314/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amhay73.wordpress.com&amp;blog=14382895&amp;post=2314&amp;subd=amhay73&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amhay73.wordpress.com/2010/11/19/adventure-of-chor-lau-heung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/53fb19566a919ea233255b4b5c56b0cb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gallerysilat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amhay73.files.wordpress.com/2010/11/chor-lau-heung-1984.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Chor-Lau-Heung-1984</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amhay73.files.wordpress.com/2010/08/resize-of-pendekar-harum1.jpg?w=125&#38;h=175" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Sword Stained With The Royal Blood</title>
		<link>http://amhay73.wordpress.com/2010/11/19/sword-stained-with-the-royal-blood/</link>
		<comments>http://amhay73.wordpress.com/2010/11/19/sword-stained-with-the-royal-blood/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Nov 2010 01:58:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gallery80</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Silat]]></category>
		<category><![CDATA[Film Silat Mandarin]]></category>
		<category><![CDATA[Bi Xue Jian]]></category>
		<category><![CDATA[Crimson Sabre]]></category>
		<category><![CDATA[Sword Stained With The Royal Blood]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amhay73.wordpress.com/?p=2311</guid>
		<description><![CDATA[Sword Stained With The Royal Blood  Bi Xue Jian , Crimson Sabre Yuan Cheng Zi (Yen Cheng Chen). Ayahnya, komandan dinasti Ming. Ketika ayahnya dihukum mati secara tidak adil oleh Kaisar Chong Zen, Yang Cheng Chen disembunyikan dan tumbuh besar di &#8230; <a href="http://amhay73.wordpress.com/2010/11/19/sword-stained-with-the-royal-blood/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amhay73.wordpress.com&amp;blog=14382895&amp;post=2311&amp;subd=amhay73&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:justify;"><strong>Sword Stained With The Royal Blood</strong></div>
<div>
<div>
<div style="text-align:justify;"><strong> Bi Xue Jian , Crimson Sabre</strong></div>
<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft" style="border-width:0;" src="http://multiply.com/mu/inikomikku/image/2/photos/upload/300x300/SkmFnQoKCDUAADxxUHU1/poster.jpg?et=3Q4vWsmkqKnM4SH%2BE0u6mg&amp;nmid=261551477" alt="" width="197" height="270" border="0" /></p>
<p style="text-align:justify;">Yuan Cheng Zi (Yen Cheng Chen). Ayahnya, komandan dinasti Ming. Ketika ayahnya dihukum mati secara tidak adil oleh Kaisar Chong Zen, Yang Cheng Chen disembunyikan dan tumbuh besar di gunung Hoasan. Disana ia mempelajari ilmu silat langsung dibawah bimbingan tetua Mu Ren Qing.<br />
Ketika usai mempelajari ilmu Hoasan, ia turun gunung dan memasuki dunia persilatan, dengan tujuan utamanya membalas dendam kematian ayahnya.<span id="more-2311"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam petualangannya, ia menemukan makam pendekar Pedang Ular Emas yang akhirnya mengarahkan dirinya untuk bertemu dengan mantan istri dan anak putrid sang pendekar tersebut. Melalui tragedy keluarga, sang putri pendekar, Xia Qing Qing, selanjutnya menemani perjalanan Yuang Chengzi memburu Kaisar Chong Zen.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika Yuang Chengzi sedang mengantarkan harta karun yang akan diserahkan pada kaum pemberontak melawan Kaisar Chong Zen, Yuan Chengzi berkenalan dengan Ah Jiu. Yang ternyata kemudian adalah putri Chang Ping, anak sang kaisar.</p>
<p style="text-align:justify;">Yuan Cheng Zi yang juga sebagai ketua dunia persilatan memiliki 3 senjata pusaka yang diketemukan di makam Pendekar Pedang Ular Emas, yakni kitab silat, pedang dan mustika penghisap racun. Ketiga pusaka yang aslinya berhasil dicuri oleh pendekar pedang ular emas dari perguruan Hu Tu.</p>
<p style="text-align:justify;">Latar belakang ketiga pusaka yang ada ditangannya membawa Yuang Chengzi berurusan dengan partai Hu Tu yang dipimpin oleh seorang wanita muda, He Tie Shou.</p>
<p style="text-align:justify;">Kebaikan hati, keluguan dan kehebatan ilmu pedang Yuan Chengzi membuat kekasihnya, Xia Qing Qing seringkali cemburu buta ketika Ah Jiu yang juga sang Putri, He Tie Shou, dan lainnya juga menaruh hati kepada Yuan Chengzi.</p>
<p style="text-align:justify;">Sedikit membuat heran ketika mengikuti sepak terjang Xia Qing Qing ini. Rasanya mustahil penulis besar semacam Jin Yong membentuk karakter tokoh utama wanita yang secengeng ini. Sangat kekanak-kanakan dan begitu ego. Dalam banyak hal, perilaku Xia Qing Qing, lebih banyak merepotkan kekasihnya. Disamping awal hubungan mereka berdua yang hanya berdasarkan permintaan sang ibu Xia Qing Qing ketika menjelang ajalnya. Terlalu simpel.</p>
<p style="text-align:justify;">Kaisar Chongzen akhirnya berhasil digulingkan oleh Chuang Wang. Sang kaisar mati dengan menggantung diri. Putri Chang Ping yang kini berlengan tunggal, setelah sebelah lengannya dipotong oleh ayahandanya untuk mencegah ia menjadi kebuasan para pemberontak yang menyerbu istana, pada akhirnya menjadi sorang bhiksuni.</p>
<p style="text-align:justify;">Momen besar ketika putri Chang Ping mewartakan dirinya menjadi bhiksuni, sama sekali tak tergarap dengan baik. Yuan Chengzi hanya menunjukkan wajah sedih, tanpa kata dan ekspesi yang cukup. Rasanya terlalu banyak adegan asli dinovelnya yang dihilangkan atau tak digarap detil dalam film ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Tentang satu tokoh wanita lagi, Hsiao Shu Shen sebagai He Tie Shou, ketua perguruan Hu Tu yang tersingkir dan akhirnya menjadi murid Yuang Chengzi, berhasil menjalankan perannya dengan sangat cantik. Peran yang menuntut ia sebagai pendekar wanita yang hebat sekaligus memikat berhasil ia tampilkan secara sempurna. Perfect !!!</p>
<p style="text-align:justify;">Diluar itu, film ini menyajikan adegan pertarungan pedang dan aneka senjata lainnya dengan cukup baik. Pemilihan lokasi yang out door pun menambah semaraknya film ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Bintang 5 untuk permainan Bobby Dou Zhi Kong sebagai Yuan Chengzi.<br />
Bintang 3 untuk Eva Huang sebagai Xia Qing Qing<br />
Bintang 4 untuk Sun Fei Fei sebagai Ah Jiu / Princess Chang Ping<br />
Bintang 4 untuk Hsiao Shu Shen sebagai He Tie Shou</p>
<p style="text-align:justify;">Sebuah kisah silat yang menarik untuk dinikmati, walau awalnya sempat membuat bingung karena begitu banyak tokoh karakter yang terlibat dalam cerita ini. Namun secara kualitas dan isi cerita, masih dibawah Xiao Ao Jiang Hu (Pendekar Kelana) dan atau Heaven Dragon-nya Qiao Feng.</p>
<div style="text-align:justify;">Judul Asli: Bi Xue Jian, dikenal juga sbg: Crimson Sabre, Genre: Wuxia<br />
Episodes: 35, Disc DVD: 8, Broadcast network: CTV, Ditayangkan Pertama kali: Feb 2007<br />
Opening theme song: Hao Nan Er by Han Lei, Ending theme song: He Ni Zai Yi Qi with You by Sun Nan</div>
<div style="text-align:justify;">Pemeran:<br />
Dou Zhi Kong &#8211; Yuan Cheng Zhi (Yen Cheng Chen)<br />
Eva Huang &#8211; Wen Qing Qing<br />
Sun Fei Fei &#8211; A Jiu (Putri Chang Ping)<br />
Hsiao Shu Shen &#8211; He Tie Shou<br />
Ma Su &#8211; An Xiao Hui (An Sha Hui)<br />
Guo Jin &#8211; He Hong Yao<br />
Gao Hu &#8211; Emperor Chong Zhen<br />
Vincent Jiao &#8211; Jin She Lang Jun<br />
Cheng Hao Feng &#8211; Li Yan<br />
Wang Wei Guo &#8211; Chuang Wang / Li Zi Cheng<br />
He Qing &#8211; Wen Yi<br />
Yu Cheng Hui &#8211; Mu Ren Qing<br />
Han Xiao &#8211; Sun Zhong Jun</div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;">
<p>Pemesanan DVD (Teks Indonesia ) <a href="http://gallery4u.wordpress.com/pesan-cd-dvd-film/" target="_blank">diini</a></p>
</div>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amhay73.wordpress.com/2311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amhay73.wordpress.com/2311/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amhay73.wordpress.com/2311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amhay73.wordpress.com/2311/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amhay73.wordpress.com/2311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amhay73.wordpress.com/2311/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amhay73.wordpress.com/2311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amhay73.wordpress.com/2311/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amhay73.wordpress.com/2311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amhay73.wordpress.com/2311/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amhay73.wordpress.com/2311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amhay73.wordpress.com/2311/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amhay73.wordpress.com/2311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amhay73.wordpress.com/2311/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amhay73.wordpress.com&amp;blog=14382895&amp;post=2311&amp;subd=amhay73&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amhay73.wordpress.com/2010/11/19/sword-stained-with-the-royal-blood/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/53fb19566a919ea233255b4b5c56b0cb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gallerysilat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://multiply.com/mu/inikomikku/image/2/photos/upload/300x300/SkmFnQoKCDUAADxxUHU1/poster.jpg?et=3Q4vWsmkqKnM4SH%2BE0u6mg&#38;nmid=261551477" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Benteng Mataram &#8211; Ki Ageng Mangir</title>
		<link>http://amhay73.wordpress.com/2010/11/19/benteng-mataram/</link>
		<comments>http://amhay73.wordpress.com/2010/11/19/benteng-mataram/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Nov 2010 01:37:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gallery80</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film Silat Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Silat Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Benteng Mataram]]></category>
		<category><![CDATA[Ki Ageng Mangir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amhay73.wordpress.com/?p=2305</guid>
		<description><![CDATA[Benteng Mataram &#8211; Ki Ageng Mangir Ki Wanabaya sebagai Ki Ageng Mangir muda menerima wasiat dari leluhurnya untuk membangun kembali kejayaan Majapahit dengan berbekal tombak pusaka Ki Baru Klinthing. Tanah perdikan Mangir terus berkembang pesat. Perkembangan tanah perdikan itu tak &#8230; <a href="http://amhay73.wordpress.com/2010/11/19/benteng-mataram/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amhay73.wordpress.com&amp;blog=14382895&amp;post=2305&amp;subd=amhay73&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Benteng Mataram &#8211; Ki Ageng Mangir</p>
<p>Ki Wanabaya sebagai Ki Ageng Mangir muda menerima wasiat dari leluhurnya untuk membangun kembali kejayaan Majapahit dengan berbekal tombak pusaka Ki Baru Klinthing.</p>
<p><a href="http://amhay73.files.wordpress.com/2010/11/banteng-mataram-1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2306" title="Banteng-Mataram-1" src="http://amhay73.files.wordpress.com/2010/11/banteng-mataram-1.jpg?w=640" alt=""   /></a>Tanah perdikan Mangir terus berkembang pesat. Perkembangan tanah perdikan itu tak pernah lepas dari pengamatan para prajurit kerajaan Mataram, mengingat selama ini Ki Wanabaya tak pernah mau menghadap Panembahan Senapati, sang raja Mataram. Ada kekuatiran bahwa suatu saat tanah perdikan Mangir tersebut akan memberontak dan menjadikan dirinya sebagai kerajaan tersendiri.<span id="more-2305"></span></p>
<p>Namun begitu, Panembahan Senapati tak menemukan alasan kuat untuk menyerang daerah Mangir karena sejauh ini Mataram tak pernah menemukan bukti bahwa tanah perdikan itu membentuk ataupun memiliki prajurit. Yang ada hanyalah sebatas pengawal sebagaimana kademangan pada umumnya.</p>
<p>Atas nasihat para sesepuh, dimana lebih baik mencegah sang harimau selagi masih bayi dari pada menunggu besar dan lebih menyulitkan lagi, disusunlah strategi mengalahkan Mangir tanpa pertumpahan darah dari kedua belah pihak. Lebih utama lagi adalah bagaimana membawa pusaka tombak Ki Baru Klinthing tersebut ke bumi Mataram.</p>
<p>Panembahan Senapati membentuk satu kelompok seniman yang bisa mementaskan dari wayang kulit hingga tarub dengan lakon utama sang putri keraton sendiri, Ni Pembayun, anaknya sendiri.</p>
<p>Pembayun di tugaskan untuk mengikat hati Ki Ageng Mangir muda, alias Ki Wanabaya, serta mendapatkan tombak pusaka andalan tanah perdikan Mangir tersebut.</p>
<p>Ketika Ni Pembayun telah hamil, atas nama cinta yang sesungguhnya, Ni Pembayun menceritakan latar belakang dirinya, putri kedaton kerajaan Mataram, putri dari Panembahan Senapati.</p>
<p>Ki Ageng Mangir muda yang sedemikian cinta kepada istrinya, kini dalam persimpangan jalan. Haruskan ia mempertahankan cita-cita leluhurnya, yakni membangun kembali kejayaan kerajaan Majapahit di masa lalu, atau menghadap dan mengakui tanah perdikan Mangir sebagai bagian dari kerajaan Mataram yang dipimpin oleh bapak mertuanya sendiri.</p>
<p>Banteng Mataram, Ki Ageng Mangir ini bisa disebut sebagai salah berlatar belakang sejarah yang rapi dan teliti pengerjaannya. Dari sisi penceritaan, tampaknya Hasmi sebagai penulis cerita &amp; skenario berhasil menuangkan semuanya sedemikian cair. Film berlatar belakang sejarah Nusantara lama yang layak untuk dinikmati sekaligus di simpan sebagai koleksi.</p>
<p>Cerita &amp; Skenario: Hasmi<br />
Sutradara: Bay Isbahi<br />
Produksi: Kanta Indah Film<br />
Penata Silat: Boy Cancero &amp; Uji Salto<br />
Diperkuat oleh: Teater Alam, Akademi Teater Film, Perg. Silat Tapak Suci</p>
<p>Pemeran:<br />
- Teddy purba<br />
- Minati Atmanegara<br />
- Hendra Cipta<br />
- Sitoresmi Prabuningrat<br />
- Bay Isbahi<br />
- Hasmi</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amhay73.wordpress.com/2305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amhay73.wordpress.com/2305/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amhay73.wordpress.com/2305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amhay73.wordpress.com/2305/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amhay73.wordpress.com/2305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amhay73.wordpress.com/2305/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amhay73.wordpress.com/2305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amhay73.wordpress.com/2305/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amhay73.wordpress.com/2305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amhay73.wordpress.com/2305/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amhay73.wordpress.com/2305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amhay73.wordpress.com/2305/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amhay73.wordpress.com/2305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amhay73.wordpress.com/2305/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amhay73.wordpress.com&amp;blog=14382895&amp;post=2305&amp;subd=amhay73&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amhay73.wordpress.com/2010/11/19/benteng-mataram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/53fb19566a919ea233255b4b5c56b0cb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gallerysilat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amhay73.files.wordpress.com/2010/11/banteng-mataram-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Banteng-Mataram-1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Trilogi Rajawali</title>
		<link>http://amhay73.wordpress.com/2010/11/19/trilogi-rajawali/</link>
		<comments>http://amhay73.wordpress.com/2010/11/19/trilogi-rajawali/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Nov 2010 01:00:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gallery80</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Silat]]></category>
		<category><![CDATA[Film Silat Mandarin]]></category>
		<category><![CDATA[Condor Heroes]]></category>
		<category><![CDATA[golok pembunuh Naga]]></category>
		<category><![CDATA[Heaven Sword Dragon Sabre]]></category>
		<category><![CDATA[kembalinya pendekar rajawali]]></category>
		<category><![CDATA[Pendekar memanah rajawali]]></category>
		<category><![CDATA[sepasang pendekar rajawali]]></category>
		<category><![CDATA[Sia Tiauw Eng Hiong]]></category>
		<category><![CDATA[Sin Tiaw Hiap Lu]]></category>
		<category><![CDATA[To Liong To]]></category>
		<category><![CDATA[trilogi rajawali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amhay73.wordpress.com/?p=2298</guid>
		<description><![CDATA[Film Trilogi Rajawali ini diangkat dari cerita silat karya Chin Yung (Jin Yong) : To liong To (golok pembunuh Naga), Sia Tiauw Eng Hiong , Sin Tiaw Hiap Lu Golok Pembunuh Naga (To Liong To 1986) Thn Produksi: 1986 Produksi: &#8230; <a href="http://amhay73.wordpress.com/2010/11/19/trilogi-rajawali/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amhay73.wordpress.com&amp;blog=14382895&amp;post=2298&amp;subd=amhay73&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Film Trilogi Rajawali ini diangkat dari cerita silat karya Chin Yung (Jin Yong) : To liong To (golok pembunuh Naga), Sia Tiauw Eng Hiong , Sin Tiaw Hiap Lu</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Golok Pembunuh Naga<br />
(To Liong To 1986)</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft" src="http://multiply.com/mu/inikomikku/image/4/photos/upload/300x300/Sha2bgoKCDUAACWWPWU1/TLT-1.jpg?et=Tn%2C3sYctDRTGq%2CrLhrY15w&amp;nmid=245852275" alt="" width="219" height="300" />Thn Produksi: 1986<br />
Produksi: TVB International<br />
Episode: 24 @ 60 menit</p>
<p style="text-align:justify;">Pemeran:<br />
Tony Leung sbg Zhang Wu Ji<br />
Kitty Lai sbg Zhao Min<br />
Sheren Tang sbg Zhou Zhi Rou<br />
Maggie Siu sbg Zhiao Zhao</p>
<p style="text-align:justify;">Ini versi lama dr review film sama yang berjudul &#8220;Heaven Sword &amp; Dragon Sabre (HSDS)&#8221;. 1986 ini sbg film To Liong To (HSDS).</p>
<p style="text-align:justify;">Namun secara keseluruhan, bila membandingkan antara versi 1986 dengan 2003, saya pribadi lebih menyukai versi 1986. pada versi 2003, utamanya adalah tokoh Zhao Min muncul lebih awal. Dramatisasi masalah cinta antara Zhao Min dengan Zhang Wu Ji pun lebih tergarap rinci.<span id="more-2298"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Namun, sebaliknya di versi 1986, tokoh Kwe Siang (Guo Xiang) diceritakan lebih detil di awal-awal kisah film ini dimulai. Jadi keduanya sama-sama memiliki nilai lebih. Untuk lebih mantapnya, lebih baik tonton kedua versinya saja</p>
<p><strong>Pendekar Pemanah Rajawali (The Eagle Shooting Heroes &#8211; 2008)</strong><br />
<img src="http://multiply.com/mu/inikomikku/image/16/photos/upload/300x300/SgIa9AoKCDUAADbToj01/DVD-Eagle-Shooting.JPG?et=EcNYP2na47heIo%2C9Svnzrw&amp;nmid=240327001" alt="" width="217" height="300" /></p>
<p>Pemeran: Hu Ge: Guo Jing, Ariel Lin: Huang Lung<br />
Tahun: 2006<br />
Episode: 50 x 44 menit</p>
<p>Cerita silat yang lebih kita kenal dengan judul &#8220;Legenda Pemanah Rajawali&#8221; atau &#8220;Legend of The Condor Heroes&#8221;, memiliki judul asli &#8220;Sia Tiauw Eng Hiong), merupakan masterpiece dari Chin Yung (Jin Yong, Louis Cha) dengan tooh sentral sepasang pendekar bernama Kwee Ceng (Guo Jing) dan Oew Yung (Huang Lung, Huang Rong).</p>
<p>Kisah ini kini menjadi satu kisah yang paling sering dibuatkan film serialnya, yakni 5 kali, di tahun 1983 (versi TVB), 1988 (CTV/ATV), 1994 (TVB), 2003 (China Central TV) &amp; 2008 (Shanghai TV). Versi pertama pernah begitu populer ditanah air melalui rental-rental video VHS/Beta di era 1985-an melalui pemeran Wong Yat Fa dan Ung Mei Ling<br />
Shanghai TV kini mendapuk Hu Ge sbg pemeran Guo Jing. Seorang bintang yang belum banyak dikenal diluar daratan China negerinya. Namun di dalam negerinya, ia sudah cukup populer.</p>
<p>Sementara pemeran Huang Lung, yakni Ariel Lin, seorang aktris dari Taiwan. Pertama kali melihat penampilannya yang imut cukup mengagetkan karena saya merasa sedikit terlalu gemuk dari bayangan terhadap tokoh yang diperankannya.</p>
<p>Namun semakin lama mengikuti kisahnya, semakin menarik dan memikat bagaimana Ariel ini memerankan sang tokohnya. Terakhir kali, baru saya mengetahui, ternyata sang aktris telah berhasil menurunkan berat badannya sebanyak 5 kg. Sebuah tanggung jawab besar telah ia jalankan demi peran Lung Er.</p>
<p>Kisah Legend of Condor Heroes sendiri terakhir dibuat tahun 2003 silam dengan bintang Li Yapeng dan Zhao Xun dan tercatat cukup sukses. Di versi kali ini, yang terpilih sebagai pemeran Guo Jing dan Huang Rong adalah dua bintang muda yang sedang bersinar namanya. Yang pertama adalah Hu Ge dari RRC dan dipasangkan dengan Ariel Lin si artis serba bisa dari Taiwan.</p>
<p>Ariel saya anggap berhasil memerankan tokoh Huang Lung, sepertinya ia memiliki aura khas yang sama dengan sang pemeran terdahulu almarhum Barbara Yung. Bagaimana dengan Hu Ge sendiri? Ternyata aktor kelahiran 1982 itu bekerja sangat keras supaya bisa menyelami tokoh Guo Jing, salah satunya dengan menambah berat badan dan menghitamkan kulit.</p>
<p>Hu Ge sendiri berpendapat bahwa tokoh Guo Jing sebenarnya bukanlah orang yang bodoh melainkan lugu dan memiliki pikiran sederhana sehingga baginya karakter tersebut tidak mudah untuk diekspresikan.</p>
<p>Hu Ge tetap memfavoritkan Wong Yat Fa sebagai aktor paling pas untuk memerankan tokoh Kwe Ceng atau Guo Jing tersebut. Jawaban yang diberikan bisa jadi mewakili sebagian besar penikmat film seri ini, yakni: versi pertama yang dimainkan Felix Wong.</p>
<p>&#8220;Aku benar-benar kagum dengan cara Felix memerankan Guo Jing di versi tahun 1983, menurutku dia benar-benar sempurna.&#8221;</p>
<p>Sepanjang perjalanan film, banyak dibumbui kisah roman antara pemuda yang lugu, jujur dan sedikit bloon yang diimbangi dengan kecerdasan dan kenakalan sang wanita. Menurut saya, mereka sama nikmatnya jika dibandingkan dengan pasangan Wong Yat Fa dan Ung Mei Ling yang saya saksikan di era 85-an dulu.</p>
<p>Satu hal yang menarik, dalam kisah ini, diceritakan bagaimana Yo Kang (Yang Kang) pada akhirnya menemukan jati dirinya sendiri. Di akhir perjalanan hidupnya, ia akhirnya berhasil menuntaskan dendam keluarga dengan membunuh Wanyan Ho Lie. Setelah kekalahannya dalam peperangan melawan Mongol yang dipimpin oleh Guo Jing, Yang Kang kembali ke rumahnya, hidup sederhana bersama istri dan anaknya, Yo Kuo (tokoh sentral dalam kisah selanjutnya kelak). Yang Kang dengan ikhlas menanti datangnya hari kematian yang ia yakini akan pasti datang melalui tangan si Racun Barat.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pedang Langit &amp; Golok Naga (Heaven Sword &amp; Dragon Sabre &#8211; 2003)</strong><br />
<img class="alignleft" src="http://multiply.com/mu/inikomikku/image/16/photos/upload/300x300/ShJjLQoKCDUAACkN6ys1/HSDS-2003-A.JPG?et=N4jYyoB4oVDxH%2B5FmROvpg&amp;nmid=244708879" alt="" width="243" height="300" />Judul Asli: Yi Tian Tu Long Ji<br />
Genre: Wuxia<br />
Episodes: 40 @ 45 menit<br />
Disiarkan pertama kali oleh: CTS / BTV-4<br />
Tahun: 2003</p>
<p style="text-align:justify;">Pemeran:<br />
Alec Su sbg Zhang Cui Shan &amp; Zhang Wu Ji<br />
Shi Xiao Long sbg Zhang Wu Ji muda<br />
Alyssa Chia sbg Zhao Min<br />
Gao Yuan Yuan sbg Zhou Zhi Ruo<br />
Florence Tan sbg Xiao Zhao<br />
Chen Zi Han sbg Zhu Er<br />
Phyllis Quek sbg Yin Su Su<br />
Tsui Kam Kong sbg Xie Xun<br />
Zhang Guo Li sbg Cheng Kun / Yuan Zhen<br />
Berdasarkan novel yang populer oleh Jin Yong (Kam Yung, Chin Yung, Louis Cha). Ia populer juga dengan kisah Legend of the Condor Heroes (Legenda Pendekar Rajawali) and Return of the Condor Heroes (Kembalinya Pasangan Pendekar Rajawali).</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="alignnone" src="http://img214.imageshack.us/img214/3533/folderop3.jpg" alt="" width="250" height="237" /><img class="alignnone" src="http://sharecentral.net/wp-content/uploads/icons/Heavenly%20Sword%20and%20Dragon%20Saber%20(2003).jpg" alt="" width="270" height="237" /></p>
<p style="text-align:justify;">The Heavenly Sword and Dragon Sabre mengambil masa di abad 14 semasa China dibawah Dinasti Yuan Mongolia, kurang lebih 100 tahun setelah kisah Kembalinya Pasangan Pendekar Rajawali (Return of the Condor Heroes &#8211; Yo Ko &amp; Siauw Liong Lie).<br />
Dalam dekade perjuangan, kelaparan dan kepahitan warga Cina pada Dinasti Yuan, kalangan pendekar mulai memberontak. Pangeran Ru Yong meminta Cheng Kun, seorang psikopat gila yang bersembunyi sebagai seorang biarawan Shaolin untuk mengadu domba dan menghancurkan dunia persilatan yang mulai bersatu untuk melawan penjajahan Mongol.</p>
<p style="text-align:justify;">Mengangkat kisah seorang pendekar muda tanpa tanding, Zhang Wu Ji. Cerita dimulai dengan perjalanan kisah orang tua dan kelahirannya (episode 1-3), masa ia remaja (episode 4-8), kisah selanjutnya, Zhang Wu Ji berhasil menjadi Pemimpin Partai Ming di usia sangat muda, membongkar rahasia Hilangnya Pedang Langit &amp; Golok Pembunuh Naga, serta perjalanan hidupnya yang dikelilingi oleh 4 wanita yang mencintainya.</p>
<p style="text-align:justify;">Pedang Langit dan Golok Pembunuh Naga merupakan sepasang senjata yang dibuat oleh Pendekar Legendaris Guo Jing &amp; Huang Rong (Kwee Ceng &amp; Oey Yong), berbahankan golok besar milik Pendekar Tampa Tanding Berlengan Satu Yang Gou (Yo Ko). Di dalamnya disembunyikan kitab silat 18 Jurus Penakluk Naga (milik Hong Chi Kung/Guo Jing), Kitab 9 Bulan dan Kitab Strategi Perang. Rahasia inilah yang menjadikan sepasang senjata ini jadi rebutan para pendekar.</p>
<p style="text-align:justify;">Sementara itu, Partai Ming yang dipimpij oleh Zhang Wu Ji, biasa disebut sebagai Partai Sesat oleh golongan putih justru menjadi pemimpin paling depan melawan penjajahan Mongol. Perwira perang Mongol memiliki seorang putri yang juga seorang pendekar hebat dan sangat cerdas. Pada akhirnya, ia meninggalkan kehidupan kraton, keluarganya demi cintanya kepada Zhang Wu Ji yang nota bene adalah musuh ayahnya sendiri.<br />
Menariknya film ini, disini, kita bisa menyaksikan kembali tampilnya jurus silat hebat andalan milik Guo Jing, 18 Jurus Penakluk Naga, juga kehadiran pendekar wanita misterius. Tercatat, dalam kisah ini, Zhang Wu Ji diselamatkan nyawanya 2 kali oleh pendekar wanita misterius tersbut. Ketika ditanya siapa dirinya, dengan singkat ia menjawab,</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Di balik gunung Con An, terdapat Kuburan Kuno. Dari sanalah sepasang pendekar rajawali menghilang&#8230;.&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Jelas, dari kalimat itu, pendekar wanita misterius ini memiliki hubungan erat dengan pasangan super pendekar Yang Guo dan Xu Lung Nu (Siau Liong Lie).<br />
Film Serti HSDS Pernah dibuat dlm bbrp versi sbb:<br />
1. Thn 1978 &#8211; TVB Hongkong &#8211; Adam Cheng, Liza Wang &amp; Angie Ciu<br />
2. Thn 1984 &#8211; TTV Taiwan &#8211; Lau Kai Tak, Lau Yuk Pok &amp; Yu Kexin<br />
3. Thn 1986 &#8211; TVB Hongkong &#8211; Tony Leung, Kitty Lai &amp; Sheren Tang<br />
4. Thn 1994 &#8211; TTV Taiwan &#8211; Steve Ma, Cecilia Dengking &amp; Kathy Chow<br />
5. Thn 2000 &#8211; TVB Hongkong &#8211; Lawrence Ng, Gigi Lai &amp; Charmaine Sheh<br />
6. Thn 2003 &#8211; CCTV China + TTV Taiwan + Mediacorp Singapore &#8211; Alec Su, Alyssa Chia &amp; Gao Yuanyuan<br />
7. Thn 2009 &#8211; CCTV China &#8211; Deng Chao, Ady An &amp; Liu Jing</p>
<p style="text-align:justify;">Selain itu, seri ini telah di layar-lebarkan sejak tahun 1963 sd 1993 sebanyak 6 kali. Versi terakhir, tahun 1993 diperankan oleh Jet Li, Sharla Cheung dan Gigi Lai dengan judul Kungfu Cult Master, di produksi di Hongkong.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kembalinya Pendekar Rajawali (Return Of The Condor Heroes &#8211; 1983)</strong><br />
<img class="alignleft" src="http://multiply.com/mu/inikomikku/image/4/photos/upload/300x300/SgrHBQoKCDUAAEnn1S41/DVD-ROTCH84-1.jpg?et=LJ%2CGurNunfyqaHMgzknxGw&amp;nmid=242787939" alt="" width="223" height="300" />Pemeran Utama:<br />
- Andy Lau (Liu Tek Hua): Yo Ko<br />
- Idy Chan (Chen Ie Lien): Siauw Liong Lie<br />
Episode: 50 @ 45 menit<br />
Produksi: TVB<br />
Tahun Rilis: 1983</p>
<p style="text-align:justify;">ROTCH 1983 merupakan salah satu serial TV terbaik yang pernah ada. Rating yang dicapai pernah mencapai rekor 90% dan pada penghujung tahun 1999 mendapat penghargaan dari TVB sebagai “Drama TV Paling Dikenang Sepanjang Abad 20” berdasarkan polling internet.<br />
Serial ROTCH sendiri telah diproduksi beberapa kali dlm rentang waktu yang tak terlalu lama. Hebatnya, walau masing-masing tahun produksi memliki plus minus sendiri-sendiri, namun secara umum, kesemua seri tersebut mendapat sambutan dari penonton dengan rating yang bagus.</p>
<p style="text-align:justify;">Tercatat, serial ini pernah diproduksi dlm tahun-tahun berikut ini:<br />
1. Thn 1983, dgn pemeran: Andy Lau &amp; Idy Chan<br />
2. Thn 1995, dgn pemeran: Louis Koo &amp; Carmen Lee<br />
3. Thn 1998, dgn pemeran: Richie Ren &amp; Wu Cien Lien<br />
4. Thn 2005, dgn pemeran: Huang Xiao Ming &amp; Crystal Liu</p>
<p style="text-align:justify;">Jika versi Richie Ren disebut banyak orang sebagai versi yang pali merusak karena banyaknya penyimpangan dr versi buku aslinya, sebaliknya, versi thn 1983 ini sering diberi sebutan sebagai film klasik yang paling mengesankan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sementara itu, pasangan Andy Lau dan Idy Chan sebagai Yo Ko dan Liong Lie merupakan pasangan yang paling pas dan tak terlupakan oleh banyak penggemar film serial ini.<br />
Ketika ditayangkan oleh salah satu stasiun televisi swasta nasional di tahun sekitar 1995 an, film ini mengangkat pula nama Yuni Shara sebagai pelantun theme songnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pendekar Rajawali (New Condor Heroes &#8211; 2006)</strong><br />
<img class="alignleft" src="http://multiply.com/mu/inikomikku/image/20/photos/upload/300x300/SgdqjAoKCDUAABRtNfk1/DVD-New-Condor.jpg?et=P09Eejx2Yv1GBhhe0InWbQ&amp;nmid=241831109" alt="" width="206" height="300" />* Produksi: CCTV China<br />
* Tahun: 2006<br />
* Episode: 41 @ 45 menit<br />
* Audio: Mandarin<br />
* Genre: &#8211; Drama, Sejarah, Martial Arts, Wuxia<br />
DVD serial Ini merupakan remake dari serial silat yang sebelumnya yang berjudul &#8220;Return Of The Condor Heroes&#8221;, dimana dalam serial tersebut mengangkat pasangan Liu Tek Hua (Andy Lau) -Yo Ko- dan Chen Ie Lien (Idy Chan) -Liong Lie- sebagai pasangan aktor dan aktris terbaik dan legendaris.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;The Return of the Condor Heroes&#8221; yang diproduksi oleh CCTV mulai premier di Cina pada bulan Maret 2006. TV drama berdasarkan populer sama judul novel oleh Jin Yong (aka Louis Cha).</p>
<p style="text-align:justify;">Ini bukan yang pertama kalinya serial Condor Heroes dibuat menjadi film dan drama TV, hampir setiap 2 atau 3 tahun yang akan kita lihat versi baru itu, dan fans selalu mendapat banyak dukungan dari permirsanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kisah serial silat yang menceritakan kisah hubungan cinta terlarang Yang Guo &#8220;Yo Ko&#8221; (diperankan oleh Huang Xiao Ming) dan sang guru Xiao Long Nu (diperankan oleh aktris Crystal Liu Yi Fei ). Dengan dibantu tokoh rekaan, seekor rajawali super besar, kisah ini mengambil seting waktu di sekitar akhir masa Dinasti Song di Cina.</p>
<p style="text-align:justify;">New Condor Heroes ini merupakan kisah lanjutan dari Legend of Condor Heroes (Eagle Shooting Heroes) dan prequel Heavenly Sword dan Dragon Sabre.</p>
<p style="text-align:justify;">Seri serial ini dibuka dengan sebuah tembang pembuka yang sangat cantik yang dinyanyikan oleh seorang penyanyi wanita dgn vokal luar biasa, yakni Jane Zhang Liang.<br />
Yong Gor merupakan tipikal seorang pendekar yang rendah hati. Sang bocah yatim piatu ini lebih banyak menjalani hidup penuh derita sejak kecil. Namun karena sifatnya, ia banyak bertemu dan berkenalan dengan para master dunia persilatan, walau tidak satupun dari mereka yang benar-benar dijadikan sebagai guru kung fu.</p>
<p style="text-align:justify;">Keluar dari pengalaman di bawah penyiksaan guru di perguruan Quan Zhen, Zhao Zhi Jing, ia bertemu dengan Xiao Long Nu yang kemudian menjadi guru kungfu dan kasih sejati dalam hidupnya. Hubungan cinta antara guru dan murid merupakan satu pantangan dan pelanggaran adat China dimasa itu. Demi cinta mereka,Yong Gor dan Xiao Lung Nu harus menghadapi tentangan dari dunia pendekar.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain trik kamera dan spesial efek yang sangat cantik, dalam film ini kita disuguhi pemandangan mata akan kecantikan alam negeri Cina yang sangat indah sekali. Duh, kapan bisa melihat langsung kesana ya?<br />
* Huang Xiaoming &#8211; Yang Guo<br />
* Liu Yifei &#8211; Xiao Long Nü<br />
* Chao Liang &#8211; Zhou Bo Tong<br />
* Kong Lin &#8211; Huang Rong<br />
* Wang Luo Yong &#8211; Guo Jing<br />
* Meng Guang-mei &#8211; Li Mo Chou<br />
* Yang Mi &#8211; Guo Xiang<br />
* Chen Zihan &#8211; Guo Fu<br />
* Huang Xiao Lei &#8211; Sha Gu Huang<br />
* Chou How Dong &#8211; Qiu Chuji</p>
<p style="text-align:justify;">Satu hal yang menarik dari kisah pembuatan seri panjang ini ternyata hanya memerlukan waktu 2 tahun saja. Dimulai produksi tahun 2006 dan dituntaskannya episode terakhir di tahun 2008. Hebat.</p>
<p style="text-align:justify;">Kembali ke kisah dahsyat ini, ternyata hanya memerlukan waktu beberapa tahun saja untuk dibuatkan se-makenya. Bandingkan dengan film-film Hollywood yang bisa memerlukan waktu puluhan tahun untuk membuat kembali re-makenya.</p>
<p style="text-align:justify;">Terlepas dari itu, Jin Yong memang dahsyat, kisah sepanjang ini telah dibuatkan remake sebanyak 5 kali hanya dalam rentang 25 tahun (1983 sd 2008).</p>
<p style="text-align:justify;">Informasi, Semua VCD-DVD (koleksi pribadi) ==== Pemesanan DVD (Teks Indonesia ) <a href="http://gallery4u.wordpress.com/pesan-cd-dvd-film/" target="_blank">diini</a></p>
<p style="text-align:justify;"> Download eBooknya <a href="http://gallery80.wordpress.com/ebook/cerita-silat-mandarin/chin-yung-yin-yong/" target="_blank">disini</a></p>
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amhay73.wordpress.com/2298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amhay73.wordpress.com/2298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amhay73.wordpress.com/2298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amhay73.wordpress.com/2298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amhay73.wordpress.com/2298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amhay73.wordpress.com/2298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amhay73.wordpress.com/2298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amhay73.wordpress.com/2298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amhay73.wordpress.com/2298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amhay73.wordpress.com/2298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amhay73.wordpress.com/2298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amhay73.wordpress.com/2298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amhay73.wordpress.com/2298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amhay73.wordpress.com/2298/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amhay73.wordpress.com&amp;blog=14382895&amp;post=2298&amp;subd=amhay73&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amhay73.wordpress.com/2010/11/19/trilogi-rajawali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/53fb19566a919ea233255b4b5c56b0cb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gallerysilat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://multiply.com/mu/inikomikku/image/4/photos/upload/300x300/Sha2bgoKCDUAACWWPWU1/TLT-1.jpg?et=Tn%2C3sYctDRTGq%2CrLhrY15w&#38;nmid=245852275" medium="image" />

		<media:content url="http://multiply.com/mu/inikomikku/image/16/photos/upload/300x300/SgIa9AoKCDUAADbToj01/DVD-Eagle-Shooting.JPG?et=EcNYP2na47heIo%2C9Svnzrw&#38;nmid=240327001" medium="image" />

		<media:content url="http://multiply.com/mu/inikomikku/image/16/photos/upload/300x300/ShJjLQoKCDUAACkN6ys1/HSDS-2003-A.JPG?et=N4jYyoB4oVDxH%2B5FmROvpg&#38;nmid=244708879" medium="image" />

		<media:content url="http://img214.imageshack.us/img214/3533/folderop3.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://sharecentral.net/wp-content/uploads/icons/Heavenly%20Sword%20and%20Dragon%20Saber%20(2003).jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://multiply.com/mu/inikomikku/image/4/photos/upload/300x300/SgrHBQoKCDUAAEnn1S41/DVD-ROTCH84-1.jpg?et=LJ%2CGurNunfyqaHMgzknxGw&#38;nmid=242787939" medium="image" />

		<media:content url="http://multiply.com/mu/inikomikku/image/20/photos/upload/300x300/SgdqjAoKCDUAABRtNfk1/DVD-New-Condor.jpg?et=P09Eejx2Yv1GBhhe0InWbQ&#38;nmid=241831109" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>The Smiling Proud Wander</title>
		<link>http://amhay73.wordpress.com/2010/11/19/the-smiling-proud-wander/</link>
		<comments>http://amhay73.wordpress.com/2010/11/19/the-smiling-proud-wander/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Nov 2010 00:34:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gallery80</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Silat]]></category>
		<category><![CDATA[Film Silat Mandarin]]></category>
		<category><![CDATA[Pendekar Hina Kelana]]></category>
		<category><![CDATA[The Smiling Proud Wander]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amhay73.wordpress.com/?p=2293</guid>
		<description><![CDATA[Xiao Ao Jiang Hu; The Smilling Proud Wanderer; Hina Kelana; State of Divinity; The Magic Swords of Ling; Laughing In The Wind &#8211; Cerita: Jin Yong (Chin Yung) Dalam era terjadinya cerita ini, dunia persilatan terpecah dalam dua golongan. Golongan &#8230; <a href="http://amhay73.wordpress.com/2010/11/19/the-smiling-proud-wander/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amhay73.wordpress.com&amp;blog=14382895&amp;post=2293&amp;subd=amhay73&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Xiao Ao Jiang Hu; The Smilling Proud Wanderer; Hina Kelana; State of Divinity; The Magic Swords of Ling; Laughing In The Wind &#8211; Cerita: Jin Yong (Chin Yung)</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam era terjadinya cerita ini, dunia persilatan terpecah dalam dua golongan. Golongan Kebenaran yang didukung oleh Shaloin, Wudang, Haushan, Sanshan dll. Berlawanan dengan golongan hitam atau iblis, seperti partai Suci, Peri dll.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://amhay73.files.wordpress.com/2010/10/laughing-in-the-wind1.jpg"><img class="size-full wp-image-2291 alignleft" title="Laughing-In-The-Wind" src="http://amhay73.files.wordpress.com/2010/10/laughing-in-the-wind1.jpg?w=640" alt=""   /></a>Lima partai putih di persatukan oleh Perkumpulan 5 Partai Kebenaran terus memiliki ketegangan dengan golongan iblis yang dipimpin oleh partai Suci.</p>
<p style="text-align:justify;">Linghu Chong, murid tertua dari partai Huashan, berjiwa pendekar sejati, memiliki hubungan yang sangat luas dengan para pendekar dari berbagai golongan, menyebabkan ia dihukum oleh gurunya di satu gua di puncak gunung Huashan. Masa hukuman setahun lamanya, dimana ia menemukan gua rahasia yang mengajarkan ia jurus pedang anti Huashan yang diciptakan oleh para tetua partai Suci. Ia sempat bertemu pula oleh sesepuh pemegang jurus pedang magic.<span id="more-2293"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Ketua Perkumpulan 5 Partai Kebenaran memiliki agenda politik sendiri, ingin menguasai dunia persilatan. Biro perjalanan Fu Wei yang merupakan pewaris ilmu pedang murni, tumpas olehnya. Putra tunggalnya diangkat murid sebagai adik seperguruan dr Linghu Chong. Kitab pedang murni ketika ditemukan, saat itu pula hilang dicuri.</p>
<p style="text-align:justify;">Partai Suci, kini dipimpin seorang pendekar pemegang jurus pedang murni. Ketua yang lama telah hilang dr dunia persilatan 12 tahun yang lampau.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketua perkumpulan 5 partai kebenaran tewas di tangan Yu Buqun, ketua partai Huashan yg menjadikannya sbg ketua baru perkumpulan 5 partai kebenaran. Hubungan dengan istrinya semakin memburuk. Istri Yue Buqun membunuh dirinya sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Ren Woxing, ketua partai suci, 12 tahun terkurung di tahan oleh Yue Buqun, meninggalkan catatan ilmunya, tenaga ajaib yang akhirnya dipelajari secara tak sengaja oleh Linghu Chong.</p>
<p style="text-align:justify;">Lingpi Zhi, anak lelaki akhirnya berhasil menemukan kitab pedang murni yang hilang, di hari menjelang pernikahannya dengan Yue Lingshan, putri ketua partai Huashan. Penemuan kitab yang mengharuskan ia meninggalkan istrinya setelah malam pengantin.</p>
<p style="text-align:justify;">Ren Woxing berhasil merebut kembali jabatan ketua partai suci yang direbut oleh Dongfang, waria penguasa jurus pedang murni.</p>
<p style="text-align:justify;">Lingpi Zhi muncul kembali setelah menghilang dengan jurus pedang murni sebagai andalannya untuk membalas dendam kematian orang tuanya. Sifatnya menjadi kebanci-bancian.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah menguasai perkumpulan 5 partai kebenaran, Yue Buqun menyerang partai suci. Ren Woxing kini berhadapan dengan Yue Buqun yang telah memenjarakannya selama 12 tahun. Jurus bintang, pukulan inti salju, tenaga ajaib milik Ren Woxing tak mampu menahan gempuran jurus rahasia Huashan yang menyatu dengan jurus pedang murni milik Yue Buqun.</p>
<p style="text-align:justify;">Lingpi Zhi, membunuh istrinya sendiri ketika matanya menjadi buta dalam satu pertempuran. Akhirnya ia harus menebus pula dengan nyawanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Pendekar tersisa, Yue Buqun, mantan guru, yang kini berhadapan dengan Linghu Chong, mantan muridnya sendiri. Jurus pedang murni, kini harus berhadapan dengan pedang sihir.</p>
<p style="text-align:justify;">Sampai dgn tiga per empat film ini, kita tak pernah menyangka, Yue Buqun, ketua Huashan, guru dari Linghu Chong dan Lingpi Zhi yang sangat santun itu adalah biang dr segala keonaran. Gaya permainannya keren hingga sangat sebal melihatnya. Suatu pemeran tokoh yang sangat baik menurut saya.</p>
<p style="text-align:justify;">Pedang murni yang telah menggegerkan dunia persilatan ditangan pemiliknya, Dongfeng, ketua partai suci; lingpi zhi; dan Yue Buqun ternyata mensyaratkan satu hal untuk menguasainya, mengkebiri dirinya sendiri. Pantas saja ketiganya &#8220;mendadak&#8221; menjadi kebanci-bancian semua.</p>
<p>Judul Asli: Xiao Ao Jiang Hu; The Smilling Proud Wanderer; Hina Kelana; State of Divinity; The Magic Swords of Ling; Laughing In The Wind<br />
Cerita: Jin Yong (Chin Yung)<br />
Produksi: CTPC (China Teklevision Production Center)<br />
Tahun: 2001<br />
Episode: 40 @ 45 menit<br />
Pemeran: Li Ya Peng; Wei Zi; Miao Yi Yi; Li Jie; Liu Dong; Zhao Fu Yu</p>
<p>Pemesanan DVD (Teks Indonesia ) <a href="http://gallery4u.wordpress.com/pesan-cd-dvd-film/" target="_blank">diini</a></p>
<p style="text-align:justify;">unduh eBook <a href="http://www.ziddu.com/download/11063151/Hina_Kelana.doc.html">Hina Kelana</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amhay73.wordpress.com/2293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amhay73.wordpress.com/2293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amhay73.wordpress.com/2293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amhay73.wordpress.com/2293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amhay73.wordpress.com/2293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amhay73.wordpress.com/2293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amhay73.wordpress.com/2293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amhay73.wordpress.com/2293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amhay73.wordpress.com/2293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amhay73.wordpress.com/2293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amhay73.wordpress.com/2293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amhay73.wordpress.com/2293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amhay73.wordpress.com/2293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amhay73.wordpress.com/2293/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amhay73.wordpress.com&amp;blog=14382895&amp;post=2293&amp;subd=amhay73&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amhay73.wordpress.com/2010/11/19/the-smiling-proud-wander/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/53fb19566a919ea233255b4b5c56b0cb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gallerysilat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amhay73.files.wordpress.com/2010/10/laughing-in-the-wind1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Laughing-In-The-Wind</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Masa kejayaan Majapahit</title>
		<link>http://amhay73.wordpress.com/2010/10/24/masa-kejayaan-majapahit/</link>
		<comments>http://amhay73.wordpress.com/2010/10/24/masa-kejayaan-majapahit/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Oct 2010 11:59:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gallery80</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Gaah Mada]]></category>
		<category><![CDATA[Majapahit]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Nusantara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amhay73.wordpress.com/?p=2262</guid>
		<description><![CDATA[Kira-kira pada suatu waktu dalam kurun pemerintahan Jayanegara, seorang pendeta Italia, Odorico da Pordenone mengunjungi keraton Majapahit di Jawa. Pada tahun 1328, Jayanegara dibunuh oleh tabibnya, Tanca. Ibu tirinya yaitu Gayatri Rajapatni seharusnya menggantikannya, akan tetapi Rajapatni memilih mengundurkan diri &#8230; <a href="http://amhay73.wordpress.com/2010/10/24/masa-kejayaan-majapahit/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amhay73.wordpress.com&amp;blog=14382895&amp;post=2262&amp;subd=amhay73&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Kira-kira pada suatu waktu dalam kurun pemerintahan Jayanegara, seorang pendeta Italia, Odorico da Pordenone mengunjungi keraton Majapahit di Jawa. Pada tahun 1328, Jayanegara dibunuh oleh tabibnya, Tanca. Ibu tirinya yaitu Gayatri Rajapatni seharusnya menggantikannya, akan tetapi Rajapatni memilih mengundurkan diri dari istana dan menjadi bhiksuni. Rajapatni menunjuk anak perempuannya Tribhuwana Wijayatunggadewi untuk menjadi ratu Majapahit. Pada tahun 1336, Tribhuwana menunjuk Gajah Mada sebagai Mahapatih, pada saat pelantikannya Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa yang menunjukkan rencananya untuk melebarkan kekuasaan Majapahit dan membangun sebuah kemaharajaan. Selama kekuasaan Tribhuwana, kerajaan Majapahit berkembang menjadi lebih besar dan terkenal di kepulauan Nusantara. Tribhuwana berkuasa di Majapahit sampai kematian ibunya pada tahun 1350. Ia diteruskan oleh putranya, Hayam Wuruk.</p>
<h3 style="text-align:justify;">Kejayaan Majapahit</h3>
<div style="text-align:justify;">
<div><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/00/Golden_Celestial_Nymph_of_Majapahit.jpg/170px-Golden_Celestial_Nymph_of_Majapahit.jpg" alt="" width="170" height="439" /></div>
<div><em>Bidadari Majapahit</em> yang anggun, ukiran emas <em>apsara</em> (bidadari surgawi) gaya khas Majapahit menggambarkan dengan sempurna zaman kerajaan Majapahit sebagai “zaman keemasan” di kepulauan nusantara.</div>
</div>
<div style="text-align:justify;">
<div> </div>
</div>
<p style="text-align:justify;">Hayam Wuruk, juga disebut Rajasanagara, memerintah Majapahit dari tahun 1350 hingga 1389. Pada masanya Majapahit mencapai puncak kejayaannya dengan bantuan mahapatihnya, Gajah Mada. Di bawah perintah Gajah Mada (1313-1364), Majapahit menguasai lebih banyak wilayah.</p>
<p style="text-align:justify;"> Begitu hebatnya Majapahit dizaman Kerajaan Hindu-Budha, sehingga di zaman modern ini banya sekali legenda, sejarah Majapahit dituangkan dalam Novel maupun film.</p>
<h3>Roman/novel sejarah</h3>
<ul>
<li><a href="http://amhay73.wordpress.com/2010/09/04/damarwulan/"><em>Sandyakalaning Majapahit</em> </a>(1933), roman sejarah dengan <em>setting</em> masa keruntuhan Majapahit, karya Sanusi Pane.</li>
<li><em><a href="http://gallery80.wordpress.com/ebook/cerita-silat-mandarin/kho-ping-hoo/">Kemelut Di Majapahit</a></em>, roman sejarah dengan <em>setting</em> masa kejayaan Majapahit, karya Asmaraman S. Kho Ping Hoo.</li>
<li><em>Zaman Gemilang</em> (1938/1950/2000), roman sejarah yang menceritakan akhir masa Singasari, masa Majapahit, dan berakhir pada intrik seputar terbunuhnya Jayanegara, karya Matu Mona/Hasbullah Parinduri.</li>
<li><a href="http://gallery80.wordpress.com/ebook/cerita-silat-indonesia/penulis-muda-indonesia/"><em>Senopati Pamungkas</em> </a>(1986/2003), cerita silat dengan <em>setting</em> runtuhnya Singhasari dan awal berdirinya Majapahit hingga pemerintahan Jayanagara, karya Arswendo Atmowiloto.</li>
<li><em><a href="http://amhay73.wordpress.com/2010/09/29/dyah-pitaloka/">Dyah Pitaloka </a>– Senja di Langit Majapahit</em> (2005), roman karya Hermawan Aksan tentang Dyah Pitaloka Citraresmi, putri dari Kerajaan Sunda yang gugur dalam Peristiwa Bubat.</li>
<li><a href="http://gallery80.wordpress.com/ebook/cerita-silat-indonesia/langit-kresna-hariadi/"><em>Gajah Mada</em> </a>(2005), sebuah roman sejarah berseri yang mengisahkan kehidupan Gajah Mada dengan ambisinya menguasai Nusantara, karya Langit Kresna Hariadi.</li>
</ul>
<h3>Film/Sinetron</h3>
<ul>
<li><em><a href="http://amhay73.wordpress.com/2010/09/03/tutur-tinular/">Tutur Tinular</a></em>, suatu adaptasi film karya S. Tidjab dari serial sandiwara radio. Kisah ini berlatar belakang Singhasari pada pemerintahan Kertanegara hingga Majapahit pada pemerintahan Jayanagara.</li>
<li><em><a href="http://amhay73.wordpress.com/2010/09/03/saur-sepuh/">Saur Sepuh</a></em>, suatu adaptasi film karya Niki Kosasih dari serial sandiwara radio yang populer pada awal 1990-an. Film ini sebetulnya lebih berfokus pada sejarah Pajajaran namun berkait dengan Majapahit pula.</li>
<li><em>Walisongo</em>, sinetron Ramadhan tahun 2003 yang berlatar Majapahit di masa Brawijaya V hingga Kesultanan Demak di zaman Sultan Trenggana.</li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amhay73.wordpress.com/2262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amhay73.wordpress.com/2262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amhay73.wordpress.com/2262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amhay73.wordpress.com/2262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amhay73.wordpress.com/2262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amhay73.wordpress.com/2262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amhay73.wordpress.com/2262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amhay73.wordpress.com/2262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amhay73.wordpress.com/2262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amhay73.wordpress.com/2262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amhay73.wordpress.com/2262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amhay73.wordpress.com/2262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amhay73.wordpress.com/2262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amhay73.wordpress.com/2262/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amhay73.wordpress.com&amp;blog=14382895&amp;post=2262&amp;subd=amhay73&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amhay73.wordpress.com/2010/10/24/masa-kejayaan-majapahit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/53fb19566a919ea233255b4b5c56b0cb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gallerysilat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/00/Golden_Celestial_Nymph_of_Majapahit.jpg/170px-Golden_Celestial_Nymph_of_Majapahit.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
