BU KEK SIANSU

Serial BU KEK SIANSU

Bu Kek Siansu Kwa Sin Liong

Bu Kek Siansu adalah seorang yang tingkat kesaktiannya dianggap nyaris sempurna. Ia memiliki kebiasaan menurunkan satu ilmu silat setiap awal musim semi, baik kepada pendekar maupun tokoh sesat. Yang beruntung bertemu dengannya akan menerima petunjuk. Nama asli dari tokoh ini adalah Kwa Sin Liong, semasa kecil dia dijuluki sebagai Sin Tong (Anak Ajaib) karena kemampuan pengobatannya yang hebat. Mewarisi kemampuan menirukan dan mengetahui kelemahan ilmu orang lain dalam sekali lihat dari suhunya Pangeran Han Ti Ong, penguasa Pulau Es. Menjadi pendekar dengan kemampuan di luar nalar dalam usia muda setelah berhasil memecahkan pemahaman mengenai intisari bela diri, kemampuan yang menyebabkannya menjadi “suhu’ bagi semua aliran dan golongan. Selama hidupnya tidak pernah terikat dengan gelimang duniawi, meski tidak pernah menjadi biksu. Ilmu-ilmu yang diciptakan ataupun disempurnakan olehnya terus bergaung dalam seluruh episode saga ini. (Kemunculan: BU KEK SIAN SU, SULING EMAS, CINTA BERNODA DARAH, …)

Kwee Seng

Kwee Seng adalah guru Kam Bu Song. Berbudi dan anti terhadap kebatilan. Sastrawan gagal ini pernah mendapat petunjuk dari Bu Kek Sian Su sehingga dia menjadi pendekar sakti yang dijuluki Kim Mo Eng (Pendekar Setan Berhati Emas). Ketua Beng-kauw Pat-jiu Sin-ong Liu Gan pernah menjodohkan dia dengan anaknya, namun ditolak mentah-mentah oleh Liu Lu Sian yang membuatnya patah hati. Pada suatu peristiwa, Kwee Seng terjatuh ke jurang lalu tiba di suatu tempat bernama Neraka Bumi. Di sana, ia memperdalam ilmu silat didampingi “istrinya” yaitu Nenek Neraka Bumi (putri kerajaan Tang yang bernama Khu Gin Lin). Sekeluarnya dari sana dia menyebut dirinya sendiri sebagai Kim-mo Taisu (Guru Besar Iblis Emas). Mempunyai seorang putri bernama Kwee Eng (Eng Eng). Meninggal terluka dalam akibat pengeroyokan beberapa tokoh sesat, diakui sebagai patriot karena membela negara melawan Khitan. Karakter ini adalah tokoh utama dalam episode Suling Emas. (Kemunculan: SULING EMAS)

Liu Lu Sian

Liu Lu Sian pendekar sakti puteri ketua partai Beng-Kauw, Liu Gan. Ia adalah istri jenderal Kam Si Ek dan ibu kandung Pendekar Suling Emas I, Kam Bu Song. Semasa mudanya dia mempunyai julukan Tok-siauw Kwi (Setan Kecil Beracun). Sifatnya sangat egois dan suka mempermainkan perasaan lawan jenis, mudah bosan, dan sangat berambisi terhadap kesaktian, meski di masanya dia adalah gadis yang diidolai banyak pria karena kecantikannya. Perempuan inilah yang sebenarnya mendapat tempat di hati Kwee Seng. Dengan kesaktiannya dia pernah menyatroni beberapa perguruan dan mencuri banyak pusaka, termasuk di antaranya Sam-po-cin-keng (3 Kitab Pusaka) milik ayahnya sendiri, Pat-jiu Sin-ong Liu Gan. Kesesatannya pudar saat dia hampir saja salah tangan membunuh putranya sendiri. (Kemunculan: SULING EMAS)

Kam Si Ek

Kam Si Ek adalah seorang jenderal dari Shan-si yang tangguh, jenius, teguh hati dan anti kejahatan. Dia adalah awal dari kemunculan keluarga Kam. Di masa mudanya menikah dengan Tok-siauw-kwiLiu Lu Sian dan berputra Pendekar Suling Emas Kam Bu Song, lalu menikah lagi dengan Ciu Bwee Hwa setelah ditinggalkan oleh istri pertamanya, dan mempunyai anak Kam Bu Sin serta Kam Sian Eng. Mengangkat anak Yalina, tapi tidak pernah tahu bahwa anak angkatnya ini adalah putri mahkota kerajaan Khitan. Tidak setuju dengan langkah atasannya, dia mengundurkan diri. Meninggal bersama istri keduanya terbunuh oleh orang misterius. (Kemunculan: SULING EMAS, CINTA BERNODA DARAH)

Ban-pi Lo-cia

Ban-pi Lo-cia (Dewa Lo-cia Berlengan Selaksa) merupakan salah satu datuk sesat sakti setelah era Bu Kek Sian Su. Meski tidak sesakti Bu Kek Sian Su ataupun Bu Tek Lojin, tapi kehebatannya sejajar dengan 2 pendekar besar zaman itu, Pat-jiu Sin-ong Liu Gan dan Kim-mo Taisu Kwee Seng. Tidak tersebut secara implisit nama aslinya, mempunyai sebuah senjata sakti cambuk Lui-kong-pian (Cambuk Kilat) yang dibuat dari ekor ikan pari dan direndam dalam ramuan racun. Profil seorang antagonis yang cabul dan berangasan. Mempunyai 2 murid: Hek-giam-lo Bayisan, dan Lauw Kiat. Tokoh ini seakan menjadi sisi mata uang lain bagi Kwee Seng. Terbunuh oleh Kwee Seng saat mengeroyok pendekar itu dengan beberapa tokoh sesat lainnya. (Kemunculan: SULING EMAS)

Kam Bu Song

Kam Bu Song berjuluk Kim-siauw-eng (Pendekar Suling Emas), merupakan murid tunggal Kwee Seng dan secara langsung diwarisi ilmu sakti oleh Bu Kek Siansu. Dia adalah putra Liu Lu Sian dan Jenderal Kam Si Ek, kakak beda ibu Kam Bu Sin dan Kam Sian Eng. Dia adalah leluhur dari Pendekar Suling Emas II Kam Hong. Oleh gurunya dia digembleng dengan sastra maupun silat. Menikah dengan Lin Lin (Yalina) dan mempunyai seorang putri bernama Kam Kwi Lan (si Mutiara Hitam). Selain itu, dia juga mempunyai seorang putra bernama Kam Liong hasil hubungan cintanya yang gagal dengan Suma Ceng. Karakter ini adalah tokoh utama dalam episode Cinta Bernoda Darah. (Kemunculan: SULING EMAS, CINTA BERNODA DARAH)

Yalina

Yalina atau Lin Lin adalah putri tunggal pewaris kerajaan Khitan Tayami, ayahnya adalah seorang panglima bernama Salinga. Kedua orang tuanya terbunuh dalam perang melawan Hou-han akibat pengkhianatan pamannya. Diangkat anak oleh jenderal besar Kam Si Ek, menjadi adik angkat Kam Bu Sin dan Kam Sian Eng. Mempunyai hubungan guru-murid yang unik dengan Kim-lun Seng-jin (Manusia Suci Roda Emas) Kalisani. Menikah dengan Pendekar Suling Emas Kam Bu Song meski terpaut umur jauh dan mempunyai seorang putri bernama Kam Kwi Lan (si Mutiara Hitam). (Kemunculan: SULING EMAS, CINTA BERNODA DARAH)

Kam Sian Eng

Kam Sian Eng adalah putri dari Jenderal Kam Si Ek dari istri keduanya Ciu Bwee Hwa, adik Pendekar Suling Emas Kam Bu Song dan Kam Bu Sin. Pendekar wanita ini menjadi setengah gila setelah diperkosa oleh Suma Boan. Dari hasil perkosaan tersebut dia melahirkan anak bernama Suma Kiat. Kam Sian Eng mempelajari secara ngawur kitab-kitab yang dulunya dicuri oleh Liu Lu San. (Kemunculan: SULING MAS, CINTA BERNODA DARAH)

Suma Kong

Suma Kong adalah seorang pangeran, muncul pertama kali di episode Suling Emas. Pangeran ini adalah kepala ujian negara bagi para calon-calon ahli sastra yang akan mengikuti ujian menjadi sastrawan. Pangeran ini memiliki seorang puteri bernama Suma Ceng dan seorang putera bernama Suma Boan.

Suma Boan

Suma Boan adalah anak dari pangeran Suma Kong, kakak dari Suma Ce. Bangsawan ini supel dan pandai ilmu silat, namun tinggi hati. Mata keranjang yang suka mengganggu wanita cantik mengandalkan kedudukan dan kepandaiannya. Murid terkasih tokoh sesat It-gan Kai-ong (Raja Pengemis Mata Satu, nama aslinya Pouw Kee Lui). Pemuda ini mendapat julukan Lui-kong-sian (Dewa Geledek). Begitu mendendam pada Kam Bu Song yang dianggapnya menodai adiknya, hingga pada suatu saat dia membalas dengan menodai Kam Sian Eng hingga berputra Suma Kiat. (Kemunculan: SULING EMAS, CINTA BERNODA DARAH)

Suma Ceng

Suma Ceng adalah puteri dari Suma Kong dan adik dari Suma Boan. Sebelum dinikahkan dengan pangeran Kiang, dia menjadi kekasih Kam Bu Song hingga mempunyai seorang putera di luar nikah darinya yang diberi nama Kam Liong.

Kam Liong

Kam Liong adalah seorang bangsawan putera di luar nikah Pendekar Suling Emas Kam Bu Song dan Suma Ceng. Dia mati terbunuh bersama muridnya (ayah dari Khu Siauw Bwee, subo-nya Suma Han) saat melakukan pembelaan terhadap salah seorang keponakannya Kam Han Ki (anak dari Kam Bu Sin).

Kam Kwi Lan

Kam Kwi Lan Lebih dikenal dengan gelar si Mutiara Hitam adalah puteri dari Kam Bu Song dan puteri Yalina (Lin Lin) dari Khitan dan adik tiri dari pangeran Kam Liong. Ia juga murid dari bibinya, Kam Sian Eng.

Suma Kiat

Suma Kiat adalah seorang jenderal besar kerajaan Sung yang merupakan anak tunggal dari Kam Sian Eng dengan Suma Boan. Sifatnya kejam dan hatinya selalu dipenuhi oleh dendam dan iri hati kepada keluarga keturunan langsung dari Suling Emas, walaupun pada kenyataannya dia banyak sekali mendapatkan budi baik dari keluarga Kam mengingat dia sesungguhnya masih memiliki darah keturunan keluarga Kam dari pihak Ibu. Iri hati dan dendam yang membuta ini mengakibatkan Suma Kiat berhasil membunuh Kam Liong dan memfitnahnya sebagai pemberontak. Pada akhirnya dia tidak mengakui Suma Hoat sebagai anaknya dan mendapatkan bahwa muridnya sendiri telah berzinah dengan selir kesayangannya, dan kemudian mati oleh pukulan batin yang amat hebat. Menuai hasil dari perbuatan buruknya sendiri semasa muda.

Kam Han Ki

Kam Han Ki adalah seorang keturunan keluarga Kam yang beruntung menjadi salah seorang murid manusia setengah dewa Bu Kek Siansu yang paling sakti. Semasa muda, ia terlibat cinta segi-tiga dengan sumoi-sumoinya (Maya dan Khu Siauw Bwee). Di masa tuanya ia bergelar Koai Lojin.

Maya

Maya adalah sumoi Kam Han Ki, jadi dia adalah murid tak langsung dari Bu Kek Siansu. Awalnya ia muncul dalam cerita Istana Pulau Es sebagai anak (angkat) dari Raja Khitan Talibu, anak PendekarSuling Emas Kam Bu Song dan Ratu Yalina. Karena terlibat cinta segi-tiga dengan suhengnya yang juga dicintai oleh Khu Siauw Bwee, Maya menantang sumoi-nya Khu Siauw Bwee untuk bertarung memperebutkan Kam Han Ki. Pertarungan yang menyebabkan Khu Siauw Bwee kehilangan sebelah kaki. Dua-duanya lompat ke laut yang sedang dilanda badai, meninggalkan Kam Han Ki sendirian diPulau Es. Di dalam cerita Pendekar Super Sakti, Maya adalah subo dari Puteri Nirahai.

Khu Siauw Bwee

Khu Siauw Bwee adalah sumoi Kam Han Ki dan merupakan murid tidak langsung dari Bu Kek Siansu melalui bimbingan suhengnya. Siauw Bwee banyak mengalami kepahitan semasa hidupnya, semenjak ayahnya yang merupakan murid kesayangan dari menteri Kam Liong, difitnah dan dibunuh oleh Suma Kiat. Siauw Bwee bersaing cinta dengan Panglima Mancu Maya yang juga merupakan suci-nya untuk mendapatkan hati Kam Han Ki, yang berakhir tragis setelah pada pertarungan akhir dengan Maya, membuat kakinya buntung. Dara cantik inilah yang sesungguhnya mendapatkan cinta seutuhnya dari Kam Han Ki. Di masa tua menjadi subo Suma Han yang kebetulan juga buntung salah satu kakinya, dan akhirnya bertemu kembali secara mengharukan dengan seteru masa mudanya,Maya, yang ternyata subo dari Nirahai.

Suma Hoat

Suma Hoat adalah kakek dari Pendekar Super Sakti Suma Han. Suma Hoat lebih dikenal sebagai Jai-Hwa-Sian, adalah salah seorang tokoh sakti yang sering terombang-ambing antara berlaku sebagai pendekar atau sebagai penggoda wanita. Hal ini dikarenakan ketidakkuatan batinnya gara-gara wanita. Nasibnya memang buruk dalam percintaan. Cinta-nya yang pertama gagal karena ditentang menteri Kam Liong. Rayuan ibu-tiri-nya membuat dia dibenci dan diusir ayahnya. Jadilah dia pembenci wanita, si Jai-Hwa-Sian. Suma Hoat jatuh cinta begitu bertemu Khu Siauw Bee danMaya, tapi gagal pula karena mereka mencinta Kam Han Ki. Setelah sempat tinggal di Pulau Es selama 5 tahun, kembali dia merajalela sebagai Jai-Hwa-Sian. Akhirnya, Suma Hoat jatuh cinta lagi. Kali ini, Kwa Bi Kiok benar-benar menjadi istrinya. Hukum karma mengejarnya, Suma Hoat harus berpisah dengan istrinya yang sedang hamil karena dikejar-kejar pendekar-pendekar yang mao membalas perbuatan Jai-Hwa-Sian. Setelah berusaha berbaikan dengan ayahnya, Suma Kiat, Suma Hoat akhirnya meninggal di lereng In Kong San, hanya didampingi teman baiknya Im Yang Se Cu. Keluarga Kwa mengganti nama marga menjadi keluarga Sie, sehingga anaknya diberi nama Sie Bun An.

Suma Han

Suma Han yang berjuluk Pendekar Super Sakti adalah seorang keturunan keluarga Suma, putra dari Sie Bun An yang sebenarnya bermarga Suma. Berbeda dengan leluhurnya yang jahat, Suma Hanmenempuh garis hidup yang berbeda. Dia terkenal dengan tenaga lweekangnya Swat-im Sinkang dan Hwi-yang Sin-kang (yang kemudian menjadi semacam ‘trade mark’ Pulau Es), selain ilmu-ilmu silat warisan Bu Kek Sian Su. Bergelar juga Pendekar Siluman karena kemampuan sihir yang ia dapatkan tidak sengaja semasa kecil. Suma Han pada akhirnya berbuntung kaki, tetapi beristeri dua, yaituNirahai dan Lulu. Dari Nirahai dia mendapatkan sepasang putera puteri, yakni Milana dan Suma Kian Bu, dan dari Lulu dia mendapat putera Suma Kian Lee. Ilmu-ilmu silatnya diantaranya Soan-hong-lui-kun yang diwarisinya dari Khu Siauw Bwee. Dia juga menjadi pewaris ilmu Siang-mo Kiam-sut (Ilmu Pedang Sepasang Iblis) dari pasangan Can Ji Kun – Ok Yan Hwa yang dijuluki Sepasang Pedang Iblis. Sempat mewariskan banyak ilmu-ilmu hebat ke cucu-cucunya sebelum meninggal karena terluka dalam setelah menyemayamkan kedua istrinya yang gugur akibat serbuan tokoh-tokoh sesat ke Pulau Es.

Nirahai

Nirahai adalah keturunan kaisar mancu dari salah seorang selirnya. Memiliki banyak ilmu-ilmu silat tinggi, bahkan ilmu warisan dari Suling Emas Kam Bu Song. Dia juga sempat menjadi murid dariMaya, tokoh sakti murid Bu Kek Siansu. Percintaannya dengan Suma Han kandas karena perbedaan prinsip, kendati dia sudah mengandung dan melahirkan seorang puteri yang diberi nama Milana. Dia sempat menjadi pangcu Thian-liong-pang dan menculik para tokoh kangouw untuk dipelajari intisari ilmunya. Belakangan dia hidup bahagia dengan Suma Han dan madunya Lulu di Pulau Es, dan melahirkan Suma Kian Bu. Dia gugur dalam penyerbuan yang dilakukan para tokoh hitam di Pulau Es.

Lulu

Lulu adalah adik angkat yang kemudian menjadi isteri kedua dari Suma Han setelah bercerai dari suaminya yang pertama (Wan Sin Kiat). Dari suami yang pertama ia memiliki anak Wan Keng In yang menjadi ayah dari Wan Ceng dan Wan Tek Hoat. Sedangkan dari Suma Han dia berputra Suma Kian Lee. Seperti halnya Nirahai, dia juga gugur saat terjadi serbuan tokoh-tokoh sesat ke Pulau Es.

Gak Liat

Gak Liat berjuluk Kang-thouw-kwi atau Setan Botak adalah salah seorang datuk sesat, merupakan ayah dari Gak Bun Beng hasil perkosaannya terhadap seorang pendekar wanita Siauw-lim-paibernama Bhok Khim. Tewas setelah bertarung mati-matian melawan wanita yang pernah dinodainya itu.

Bhok Khim

Bhok Khim adalah salah satu pendekar wanita Siauw-lim-pai yang tergabung dalam Kang-lam Sam-eng (Tiga Pendekar Kang-lam). Enerjik, penuh dengan semangat membela kebenaran. Namun karena salah memperhitungkan musuh, dua partnernya tewas dan dia sendiri diperkosa oleh Kang-thouw-kwi Gak Liat. Dalam keadaan terguncang dan setengah gila, dia menyepi di Siauw-lim-pai dan secara tidak sengaja mencuri belajar ilmu-ilmu sakti dengan cara yang tidak sewajarnya. Melahirkan seorang anak yang diberi nama Gak Bun Beng. Dan ketika dirasa umurnya cukup, dia pergi untuk membalas dendam pada pemerkosanya. Niatnya berhasil, namun dia sendiri juga tewas dalam usahanya itu setelah sempat berpesan pada Suma Han untuk mengasuh anaknya.

Milana

Milana (atau Puteri Suma Milana) adalah puteri pertama dari pasangan Suma Han dan puteri Nirahai, istri dari Pendekar Sakti Gak Bun Beng setelah sempat berpisah belasan tahun, dan ibu dari si kembar berjuluk Beng-san Siang-eng (Sepasang Garuda dari Beng-san) yang memiliki tabiat aneh, Gak Jit Kong dan Gak Goat Kong. Semasa mudanya dia merupakan salah satu panglima kerajaan Mancu yang amat disegani seperti ibunya, namanya harum bahkan hingga ke negeri-negeri tetangga. Meninggal di usia senja akibat tekanan batin setelah tahu kedua anaknya hanya menikah dengan 1 wanita yang tidak lain adalah muridnya sendiri, Souw Hwi Lan.

Gak Bun Beng

Gak Bun Beng adalah menantu dari Suma Han dari puterinya Milana. Dia sendiri putra di luar nikah dari seorang datuk sesat bernama Gak Liat dan beribu seorang pendekar wanita Siauw-lim-paibernama Bhok Khim yang gila akibat diperkosa ayahnya. Ia telah banyak mewarisi ilmu silat yang tinggi sekali, selain ketika masih kanak-kanak dia menjadi murid seorang tokoh sakti Siauw-lim-paiSiauw Lam Hwesio, ketika menjelang dewasa dia secara kebetulan mewarisi ilmu kesaktian peninggalan seorang manusia dewa yang bernama Koai Lojin (Kam Han Ki). Bukan itu saja, bahkan pernah dia menerima warisan ilmu dari kakek sakti Bu-tek Siauw-jin datuk Pulau Neraka, dan pernah pula menerima pendidikan sin-kang dari Pendekar Super Sakti! Di waktu dia masih muda saja dia telah memiliki kesaktian-kesaktian luar biasa itu, di antaranya adalah ilmu Lo-thian Kiam-sut (Ilmu Pedang Pengacau Langit), Tenaga Sakti Inti Bumi dari Bu-tek Siauw-jin, gabungan tenaga sin-kang Swat-im-sin-kang dan Hui-yang-sin-kang dari Pendekar Super Sakti, samping ilmu silat-ilmu silat lain yang kesemuanya bertingkat tinggi!. Sempat mengelana setelah berselisih dengan Milana akibat fitnah Wan Keng In sebelum akhirnya bertemu kembali dan menikah, serta menjadi ayah dari si kembar Gak Jit Kong dan Gak Goat Kong (Beng-san Siang-eng). Di usia senjanya dia berjuluk Bu-beng Lo-kai (Pengemis Tua Tanpa Nama) dan masih sempat menjadi guru dari cucu misannya, Suma Lian, dan anak seorang pembesar kenalannya bernama Pouw Li Sian. Dia meninggal di usia seratusan setelah mewariskan seluruh sinkangnya kepada cucunya, Gak Ciang Hun.

Wan Keng In

Wan Keng In anak dari Lulu dari perkawinan terdahulunya dengan Wan Sin Kiat, sebelum menikah dengan Suma Han. Dia murid Cui Beng Koai Ong, salah satu datuk Pulau neraka. Meski menjadi bagian dari keluarga Pulau Es, dia berkembang menjadi seseorang dengan watak yang culas dan jahat, terutama sekali dengan Gak Bun Beng yang dianggap menjadi pesaing beratnya. Memperkosa banyak wanita dengan menggunakan nama Gak Bun Beng, hingga akhirnya mempunyai dua anak di luar nikah: Wan Tek Hoat (Si Jari Maut) dan Wan Ceng (Pendekar Selaksa Racun). Tewas di tangan wanita-wanita yang pernah dia sakiti kehormatannya

Wan Tek Hoat

Wan Tek Hoat semasa mudanya terkenal dengan julukan Si Jari Maut. Mula kisahnya muncul di Kisah Sepasang Rajawali. Ia anak di luar nikah dari Wan Keng In (putera Lulu) dan Ang Siok Bi (puteri bekas ketua Bu-tong Pai, Ang Thian Pa atau dipanggil juga Ang Lojin). Ilmunya banyak, diantaranya gabungan Pat-sian-sin-kun dan Pat-mo-sin-kun yang dipelajarinya dari Sai-cu Lo-mo (mantan anak buah Nirahai), juga mendapatkan ilmu dari dua datuk pulau Neraka, Cui-beng Koai-ong dan sutenya, Bu-tek Siauw-jin. Senjatanya yang terkenal adalah Cui-beng Kiam (Pedang Pencabut Nyawa). Mencintai seorang putri kerajaan Bhutan bernama Syanti Dewi yang akhinya menjadi istrinya, dan mempunyai seorang putri bernama Gangga Dewi (Wan Hong Bwee). Di masa tuanya ia menjadi hwesio bergelar Tiong Khi Hwesio dan bertiga dengan suami istri Naga Sakti Gurun Pasir mengambil murid Tan Sin Hong (Pendekar Bangau Putih). Gugur bersama suami-istri itu saat diserbu oleh tokoh-tokoh sesat yang dipimpin oleh Sin-kiam Mo-li.

Wan Ceng

Wan Ceng yang berjuluk Pendekar Selaksa Racun adalah puteri di luar nikah dari Wan Keng In dengan Lu Kim Bwee. Secara kebetulan diambil murid oleh Si Setan Selaksa Racun Ban-tok Mo-li dan diwarisi pedang pusaka mengerikan Ban-tok-kiam (Pedang Selaksa Racun). Ia merupakan isteri dari Kao Kok Cu Si Naga Sakti Gurun Pasir dan ibu dari Kao Cin Liong. Ia juga punya nama Candra Dewi, pemberian saudari angkat sekaligus iparnya Syanti Dewi. Di usia senja sempat mewariskan ilmunya kepada Can Bi Lan (istri Sim Houw Pendekar Suling Naga) dan Tan Sin Hong (Pendekar Bangau Putih), sebelum akhirnya gugur bersama suami dan saudaranya saat diserbu oleh tokoh-tokoh sesat pimpinan Sin-kiam Mo-li.

Kao Kok Cu

Kao Kok Cu berjuluk Pendekar Naga Sakti Gurun Pasir, merupakan putera Jenderal Kao Liang yang hilang terdampar di padang pasir Go-bi, tetapi beruntung menjadi murid terkasih dari Dewa Bongkok Bu-beng Lojin. Muncul pertama kali dalam cerita Kisah Sepasang Rajawali. Ilmu simpanannya adalah Sin-liong-hok-te (Naga Sakti Mendekam di Atas Tanah) yang dahsyat sekali, dan baru dapat ia mainkan secara sempurna setelah ia kehilangan sebelah tangannya. Pernah sesat dalam pelajaran khi-kang hingga secara tidak sadar memperkosa Wan Ceng (yang kelak menjadi istrinya), hingga selanjutnya dia mati-matian menjadi pelindung wanita yang dicintainya itu dengan memakai topeng untuk menebus kesalahannya. Mempunyai seorang putra bernama Kao Cin Liong. Masa tuanya dihabiskan di gurun pasir, meski begitu masih sempat mewariskan ilmu-ilmunya kepada Can Bi Lan dan Tan Sin Hong. Gugur bersama istri dan iparnya Tiong Khi Hwesio saat menahan serbuan Sin-kiam Mo-li dan komplotannya.

Syanti Dewi

Syanti Dewi adalah seorang putri dari kerajaan Bhutan, ayahnya adalah raja Bhutan kala itu. Pada mulanya dia dikirim ke kerajaan Mancu sebagai tanda persahabatan, namun mengalami gangguan di tengah perjalanan sehingga dia malah mengalami petualangan dan bersahabat dengan keluarga Pulau Es serta mengangkat saudara dengan Wan Ceng atau Candra Dewi. Dalam petualangannya itu pula dia bertemu dengan orang yang kelak menjadi suaminya, si Jari Maut Wan Tek Hoat, yang sedianya adalah penculiknya namun justru berubah menjadi pelindung sejati karena mencintainya. Hidup tentram di Bhutan dan mempunyai seorang putri bernama Wan Hong Bwee atau Gangga Dewi. Meninggal dengan damai dalam usia lanjut.

Suma Kian Bu

Suma Kian Bu atau Pendekar Siluman Kecil adalah putera Suma Han dan Nirahai, adik dari Milana. Ia bersama dengan saudara seayahnya Suma Kian Lee tenar dengan julukan Sepasang Rajawali. Menikah dengan Teng Siang In yang ahli menggunakan hoat-sut (sihir). Ia memiliki seorang putera yang bernama Suma Ceng Liong. Muncul di dalam cerita Kisah Sepasang Rajawali, Jodoh Rajawali dan Suling Emas dan Naga Siluman. Riwayat hidup terakhirnya tidak diceritakan dengan jelas.

Suma Kian Lee

Suma Kian Lee adalah putera Suma Han dan Lulu, bersama Suma Kian Bu dia terkenal dengan sebutan Sepasang Rajawali. Menikah dengan Kim Hwee Li yang mempunyai kemampuan mengendalikan ular, putri angkat dari salah satu datuk sesat Pulau Neraka bernama Hek-tiauw Lo-mo, serta memiliki 2 anak: Suma Hui dan Suma Ciang Bun.

Hek-tiaw Lo-mo

Hek-tiauw Lo-mo adalah datuk sesat sakti yang pernah menguasai pulau Neraka, dia sangat membenci semua hal yang berhubungan dengan Pulau Es. Akan tetapi, puteri angkatnya, Kim Hwee Li, malah menikah dengan salah satu keturunan Pulau Es, Suma Kian Lee.

Teng Siang In

Teng Siang In adalah istri dari Suma Kian Bu, ibu dari Suma Ceng Liong. Sejak muda sudah mahir menggunakan hoat-sut (sihir) yang diajarkan oleh ayah angkatnya. Meninggal di usia senja akibat tergores pedang mengerikan Ban-tok-kiam (Pedang Selaksa Racun) saat bertarung melawan Sai-cu Lama yang menculik cucunya Suma Lian. Nenek ini pula yang membuat Gu Hong Beng blingsatan karena sebelum meninggal sempat menyuruhnya berjanji untuk menjadi cucu mantunya.

Kim Hwee Li

Kim Hwee Li adalah anak angkat dari datuk sesat sakti penguasa pulau neraka, Hek-tiauw Lo-mo. Keahliannya yang unik adalah kemampuannya untuk menguasai binatang berbisa, terutama ular. Meski berasal dari kalangan sesat, tapi dia lebih condong ke arah pembela kebenaran. Berjodoh dengan salah satu keturunan Pulau Es, Suma Kian Lee, putra Pendekar Super Sakti Suma Han. Mempunyai dua orang anak: Suma Hui dan Suma Ciang Bun.

Kam Hong

Kam Hong berjuluk Pendekar Suling Emas II merupakan seorang sasterawan keturunan pendekar Suling Emas I Kam Bu Song. Secara kebetulan ia menemukan ilmu suling emas dari pembuat suling emas yang asli. Ilmu silatnya yang terkenal diantaranya Kim-siauw Kiam-sut (Ilmu Pedang Suling Emas). Selalu bersaing dengan keluarga Cu penghuni Lembah Naga Siluman, mengingat suling emas sebenarnya merupakan salah satu pusaka milik mereka. Meski begitu, dia bersahabat baik dengan Sim Hong Bu (Pendekar Pedang Naga Siluman) dan bahkan mengangkat anaknya Sim Houw sebagai murid sekaligus calon mantunya, meski akhirnya perjodohan itu gagal karena Kam Bi Eng putrinya lebih memilih Suma Ceng Liong sebagai suaminya. Istri dari pendekar ini bernama Bu Ci Sian yang usianya jauh lebih muda. Meninggal dengan tenang di usia senja.

Sim Hong Bu

Sim Hong Bu mempunyai julukan Pendekar Naga Siluman, adalah keturunan keluarga pemburu yang beruntung mewarisi ilmu pedang naga siluman dari manusia yeti Ouwyang Kwan (yang juga masih keluarga Cu dari Lembah Naga Siluman). Senjatanya yang ampuh adalah Koai-liong-pokiam (Pedang Naga Siluman) dengan ilmu silatnya Koai-liong Kiam-sut. Menikah dengan salah satu wanita keluarga Cu dari Lembah Naga Siluman, dan berputra Sim Houw. Meninggal gugur dengan gagah berani saat terjadi pertikaian besar antara kalangan persilatan dengan tentara kerajaan.

Suma Hui

Suma Hui adalah puteri dari Suma Kian Lee dan Kim Hwee Li, kakak dari Suma Ciang Bun. Mewarisi banyak ilmu sakti pulau Es karena semasa kecilnya langsung mendapat gemblengan dari kakek-neneknya, Suma Han serta Nirahai dan Lulu. Sangat polos dan mudah terbawa, sehingga dengan mudah dibujuk hingga diperkosa oleh suhengnya sendiri. Meski akhirnya dia berhasil membalas dendam dan menikah dengan pria yang dicintainya, Kao Cin Liong, putra dari Naga Sakti Gurun Pasir Kao Kok Cu. Mempunyai seorang putri bernama Kao Hong Li.

Kao Cin Liong

Kao Cin Liong adalah putra satu-satunya dari Pendekar Naga Sakti Gurun Pasir Kao Kok Cu dan Wan Ceng. Dia menjadi Panglima Perang Mancu yang disegani setelah Milana, tetapi kemudian mengundurkan diri pasca pertempuran besar antara pihak tentara kerajaan melawan para pendekar. Menikah dengan putri Suma Kian Lee yang bernama Suma Hui dan mempunyai seorang putri, Kao Hong Li.

Suma Ciang Bun

Suma Ciang Bun adalah adik dari Suma Hui, putra pasangan Suma Kian Lee dan Kim Hwee Li. Semasa mudanya dia mengalami kelainan pada orientasi seksualnya, yang lebih menyukai pria ketimbang wanita. Sampai suatu saat ia berjumpa dengan seorang ‘pria’ yang disukainya, yang ternyata adalah seorang dara remaja yang menyamar. Dara itu adalah Gangga Dewi atau Wan Hong Bwee. Masalah ini menyebabkan dia hidup menyendiri dan memilih menggembleng murid tunggalnya Gu Hong Beng, hingga akhirnya sembuh dari kelainannya itu. Pada akhirnya dia menikah juga dengan Gangga Dewi setelah bersua kembali kendati keduanya sudah berusia lanjut.

Suma Ceng Liong

Suma Ceng Liong adalah putera tunggal pasangan Suma Kian Bu dengan Teng Siang In, yang dilahirkan ketika pasangan ini sudah bertahun-tahun menikah. Awalnya dia dan dua sepupunya dididik kakek dan kedua nenek di Pulau Es, bahkan dialah yang beruntung diwarisi sinkang super sakti milik kakeknya Suma Han. Setelah kakek dan kedua neneknya tewas, dia diculik dan akhirnya dijadikan murid tunggal datuk sesat sakti Hek-i-Mo-Ong. Dia akhirnya menyempurnakan pelajaran ilmu-ilmu Pulau Es dari ayahnya. Suma Ceng Liong menikah dengan Kam Bi Eng yang merupakan putri dari Kam Hong (Pendekar Suling Mas II) dan mempunyai seorang puteri, Suma Lian. Tokoh sentral dari episode KISAH PENDEKAR PULAU ES.

Kam Bi Eng

Kam Bi Eng adalah putri tunggal Pendekar Suling Emas II, Kam Hong, ibunya bernama Bu Ci Sian. Bersama mantan tunangan sekaligus suhengnya, Sim Houw, dia beruntung mewarisi hampir seluruh kemampuan ayahnya sekaligus ilmu langka dari Lembah Naga Siluman. Meski begitu, akhirnya pertunangan itu buyar karena dia memilih menjadi istri Suma Ceng Liong. Mempunyai seorang putri bernama Suma Lian. (Kemunculan: KISAH PENDEKAR PULAU ES, SULING NAGA, KISAH SI BANGAU PUTIH, KISAH SI BANGAU MERAH)

Gangga Dewi

Gangga Dewi atau Wan Hong Bwee adalah putri satu-satunya dari Si Jari Maut Wan Tek Hoat dan ibunya adalah putri mahkota kerajaan Bhutan Syanti Dewi. Sempat mengelana dengan menyamar sebagai pria ke daratan tengah dan terlibat cinta yang unik dengan Suma Ciang Bun semasa masih mengalami kelainan. Kecewa karena kejadian itu, dia memutuskan untuk pulang dan menikah dengan jenderal Kiang hingga mempunyai 2 orang anak (kisah pernikahannya ini tidak diceritakan rinci, hanya pernah sekali disinggung oleh Wan Tek Hoat dalam sebuah obrolan). Di usia lanjut, dia bertemu kembali dengan Suma Ciang Bun dan keduanya menikah. (Kemunculan: KISAH PENDEKAR PULAU ES, KISAH SI BANGAU MERAH)

Hek-i-Mo-Ong

Hek-i-Mo-Ong atau Raja Iblis Baju Hitam adalah seorang datuk sesat sakti yang memusuhi keluarga Pulau Es. Akan tetapi ia malah menculik dan mengangkat murid salah seorang keturunan Pulau Es, yaitu Suma Ceng Liong, cucu Pendekar Super Sakti Suma Han. Ilmu yang dimilikinya adalah menyemburkan hawa api lewat mulutnya, ilmu ini dilatihnya dengan berdiri di atas kepala secara terbalik di atas tumpukan-tumpukan tengkorak manusia. Ilmu lain miliknya yang tidak kalah mentereng adalah Coan-kut-ci (Jari Penembus Tulang)!. (Kemunculan: KISAH PENDEKAR PULAU ES)

Sim Houw

Sim Houw berjuluk Pendekar Suling Naga adalah anak dari Pendekar Pedang Naga Siluman Sim Hong Bu dan murid dari Pendekar Suling Emas II Kam Hong. Bersama Kam Bi Eng, dia mewarisi ilmu gabungan dari Kim Siaw Kiam sut dan Koai Liong Kiamsut. Dia juga secara beruntung mengalahkan Pek-bin Losian dan diwarisi Liong-siauw-kiam (Pedang Suling Naga), senjata pusaka suling sekaligus pedang yang berbentuk naga terbuat dari kayu yang kuat dan karena senjata inilah dia dijuluki Pendekar Suling Naga. Sempat patah hati karena perjodohannya ditolak oleh Kam Bi Eng yang lebih memilih Suma Ceng Liong dan membuatnya mengembara tanpa arah, dia akhirnya dicintai dan menikah dengan dara cantik berhati lurus, Can Bi Lan (berjuluk Siauw-kwi, murid dari Sam-kwi (3 Iblis) sekaligus suami istri Naga Sakti Gurun Pasir) yang terpaut 15 tahun dengannya. Tokoh sentral dari episode Suling Naga (Kemunculan: KISAH PENDEKAR PULAU ES, SULING NAGA, KISAH SI BANGAU MERAH, SI TANGAN SAKTI)

Gu Hong Beng

Gu Hong Beng merupakan satu-satunya murid yang digembleng oleh Suma Ciang Bun, salah satu orang luar yang beruntung menjadi pewaris ilmu-ilmu pulau es. Santun, berjiwa riang, dan sangat lurus. Cintanya yang ditolak oleh Can Bi Lan menyebabkan salah paham berlarut-larut yang bahkan menyeret-nyeret gurunya dan Sim Houw Pendekar Suling Naga, meski akhirnya mereda. Perjanjian di ambang maut antara dia dan Teng Siang In (ibu Suma Ceng Liong) untuk mau menjadi suami cucunya Suma Lian malah membuat dia minder dan kurang percaya diri, meski pada akhirnya perjanjian itu benar-benar menjadi kenyataan.

Can Bi Lan

Can Bi Lan semasa kecilnya diberi julukan Siauw-kwi (Iblis Cilik) oleh gurunya Sam-kwi (3 Iblis), dia merupakan sumoi dari Bi-kwi (Iblis Cantik) Ciong Siu Kwi. Meski berada dalam gemblengan tokoh sesat, dia tetap berhati lurus dan penuh kejujuran, hal itulah yang mendorong Naga Sakti Gurun Pasir Kao Kok Cu dan istrinya Wan Ceng berkenan mengambilnya sebagai murid dan mewarisinya dengan ilmu-ilmu tangguh. Pernah menolak cinta Gu Hong Beng dan Cu Kun Tek sebelum jatuh cinta kepada perjaka parobaya Sim Houw Pendekar Suling Naga yang akhirnya menjadi suaminya.

Sam-Kwi

Sam-Kwi atau Tiga Iblis terdiri dari Hek-kwi-ong (Raja Iblis Hitam), Im-kan Kwi (Iblis Akhirat) dan Iblis Mayat Hidup. Ketiganya adalah datuk-datuk sesat yang pernah bertarung dengan Pendekar Super Sakti Suma Han dan kalah sehingga dipaksa berjanji untuk mengundurkan diri dari dunia persilatan. Salah satu ilmu andalan dari Iblis Akhirat adalah ilmu golok terbang yang aneh, dapat menyerang musuh akan tetapi kemudian kembali ke pelemparnya. Lain pula Raja Iblis Hitam, ia memiliki ilmu yang dapat mengulurkan anggota tubuhnya untuk menyerang. Sedangkan Iblis Mayat hidup memiliki sabetan jari-jari yang tidak kalah tajamnya dengan golok ataupun pedang. Untuk memuluskan balas dendamnya terhadap keluarga Pulau Es dan ambisinya merebut pusaka Liong-siauw-kiam(Pedang Suling Naga), mereka mengangkat 2 orang murid: Ciong Siu Kwi atau Bi-kwi (Iblis Cantik), dan Can Bi Lan alias Siauw-kwi (Iblis Cilik). Namun rencana itu berantakan setelah mereka bertiga ditumpas oleh keluarga besar Pulau Es dalam sebuah pibu. (Kemunculan: KISAH PENDEKAR PULAU ES, SULING NAGA)

Ciong Siu Kwi

Ciong Siu Kwi mempunyai julukan Bi-kwi (Iblis Cantik), murid pertama dari Sam-kwi (3 Iblis) dan suci dari Can Bi Lan. Pada mulanya, pergaulannya dengan kalangan sesat menyebabkan dia menjadi wanita yang culas, kejam, dan cabul. Namun setelah dia ditundukkan oleh sumoinya dalam sebuah pibu yang juga menewaskan guru-gurunya, pendiriannya terguncang dan akhirnya berubah total menjadi baik setelah jatuh cinta dan menjadi istri petani lugu berhati baja Yo Jin, yang uniknya tidak bisa silat sama sekali. Dia mempunyai seorang putra bernama Yo Han yang kelak menjadi pendekar besar berjuluk Si Tangan Sakti. Mati bunuh diri menyusul suaminya karena tidak mau ditawan oleh Siangkoan Lohan (Siangkoan Tek). (Kemunculan: SULING NAGA, KISAH SI BANGAU PUTIH)

Kao Hong Li

Kao Hong Li adalah putri dari pasangan Kao Cin Liong dari keluarga Gurun Pasir dan Suma Hui dari keluarga Pulau Es. Semasa kecil pernah diculik oleh wanita sesat berjuluk Sin-kiam Mo-li sehingga menggegerkan dunia persilatan, meski kemudian berhasil dibebaskan Bi-kwi Ciong Siu Kwi dan Gu Hong Beng dengan bantuan suami istri Sim Houw-Can Bi Lan. Mewarisi sebagian besar keahlian gabungan dua keluarga sakti itu. Sempat menikah dengan Thio Hui Kong, putra jaksa Kotaraja. Namun pernikahannya berantakan karena tidak saling mencinta. Lalu berjodoh dengan murid terakhir kakek-neneknya yang juga belahan jiwanya, Pendekar Bangau Putih Tan Sin Hong. Mempunyai seorang putri bernama Tan Sian Li.

Suma Lian

Suma Lian adalah putri tunggal pendekar terkuat Pulau Es setelah era Suma Han, Suma Ceng Liong dan ibunya adalah generasi keluarga suling emas, Kam Bi Eng. Pernah diculik oleh Sai-cu Lama yang menyebabkan neneknya—Teng Siang In—gugur saat berusaha merebutnya, dia akhirnya berhasil diselamatkan oleh orang yang kemudian menjadi gurunya: Gak Bun Beng, yang masih terhitung kakeknya sendiri. Semakin hebat setelah digembleng ilmu silat sakti dan hoat-sut (sihir) oleh ayahnya sendiri, serta ilmu Koai-siauw Kiam-sut (Ilmu Pedang Suling Siluman) didikan ibunya. Kemampuannya hanya bisa ditandingi oleh Pendekar Bangau Putih Tan Sin Hong. Harapan neneknya agar dia berjodoh dengan Gu Hong Beng akhirnya menjadi kenyataan.

Tan Sin Hong

Tan Sin Hong bergelar Pendekar Bangau Putih, putra seorang piauwsu yang bernasib mujur menjadi murid dari 3 orang pendekar tua sakti sekaligus: Si Naga Sakti Gurun Pasir Kao Kok Cu, Si Jari Maut Tiong Khi Hwesio (Wan Tek Hoat) dan Pendekar Selaksa Racun Wan Ceng yang menciptakan ilmu gabungan mereka yaitu ilmu Silat Sakti Bangau Putih (Pek-ho Sin-kun). Pada akhirnya, Tan Sin Hong menikah dengan putri tunggal Kao Cin Liong yang bernama Kao Hong Li setelah sebelumnya menceraikan istri pertamanya, Bhe Siang Cun. Dari pernikahannya yang kedua dikaruniai seorang putri bernama Tan Sian Li. Tokoh sentral dari episode KISAH SI BANGAU PUTIH. (Kemunculan: KISAH SI BANGAU PUTIH, KISAH SI BANGAU MERAH, SI TANGAN SAKTI)

Pouw Li Sian

Pouw Li Sian adalah putri dari Pouw Tong Ki, menteri yang seluruh keluarganya terbantai akibat fitnah dari pendana menteri lalim Hou Seng. Dia adalah sumoi Suma Lian saat menjadi murid Bu-beng Lokai Gak Bun Beng dan diwarisi ilmu-ilmu sakti Pulau Es dan Pulau Neraka. Sempat dipermainkan dan dinodai oleh Siangkoan Liong sebelum akhirnya menemukan tambatan hatinya, Cu Kun Tek, pewaris Lembah Naga Siluman.

Cu Kun Tek

Cu Kun Tek merupakan putra tunggal penguasa Lembah Naga Siluman Ban-kin-sian (Dewa Bertenaga Selaksa Kati) Cu Kang Bu, ibunya bernama Yu Hwi. Perawakannya tinggi besar seperti leluhurnya. Menguasai seluruh ilmu warisan keluarga Cu dan menjadi pewaris senjata sakti Koai-liong Po-kiam (Pedang Pusaka Naga Siluman) yang sebelumnya dipegang oleh Pendekar Suling Naga Sim Houw. Meski tahu bahwa Pouw Li Sian (murid Gak Bun Beng, sumoi Suma Lian) telah dinodai oleh Siangkoan Liong, namun dia cinta mati pada gadis ini dan tetap memperistrinya. (Kemunculan: SULING NAGA, KISAH SI BANGAU PUTIH)

Sin-kiam Mo-li

Sin-kiam Mo-li adalah keponakan kesayangan Kim Hwa Nio-nio, cucu murid Pek-bin Losian pemilik asli Suling Naga. Secara tidak langsung dia merupakan murid keponakan dari Sam-kwi (3 Iblis) dan suci dari Bi-kwi Ciong Siu Kwi dan Can Bi Lan yang juga musuh besarnya. Terbunuhnya Kim Hwa Nio-nio menyebabkan dia dendam kesumat terhadap keluarga Pulau Es serta Istana Gurun Pasir. Segala kelicikan dilakukannya dengan tujuan melenyapkan dua keluarga sakti ini. Dia pula yang menyerbu Istana Gurun Pasir hingga menyebabkan gugurnya Naga Sakti Gurun Pasir Kao Kok Cu, nenek selaksa racun Wan Ceng, serta Tiong Khi Hwesio Wan Tek Hoat. Namun akhirnya petualangan tebar mautnya berhasil dihentikan oleh Pendekar Bangau Putih Tan Sin Hong saat pertempuran antara pemberontak Tiat-liong-pang melawan tentara kerajaan Mancu. (Kemunculan: SULING NAGA, KISAH SI BANGAU PUTIH)

Yo Han

Yo Han bergelar Sin-ciang Tai-hiap (Pendekar Tangan Sakti) sejatinya merupakan murid dari Pendekar Bangau Putih Tan Sin Hong, namun karena suatu hal dia pergi dan pada akhirnya beruntung menjadi pewaris ilmu sakti Bu-kek Hoat-keng ajaran Ciu Lam Hok, orang termuda dari 3 serangkai pendiri Thian-li Pang. Dia adalah putra Yo Jin, petani berjiwa pendekar dan ibunya adalah Bi-kwi (Iblis Cantik) Ciong Siu Kwi, mantan tokoh sesat yang kemudian berbalik menentang kejahatan. Disebut sin tong (anak ajaib) karena kemampuannya menolak sihir dan racun saat pasrah kepada Tuhan YME, tidak suka kekerasan sehingga sempat menolak belajar ilmu silat yang dianggapnya sebagai alat untuk membunuh. Tokoh sentral dari episode SI TANGAN SAKTI. (Kemunculan: KISAH SI BANGAU PUTIH, KISAH SI BANGAU MERAH, SI TANGAN SAKTI)

Tan Sian Li

Tan Sian Li adalah putri dari Pendekar Bangau Putih Tan Sin Hong dan Kao Hong Li, berjuluk Si Bangau Merah karena pakaiannya yang selalu berwarna merah dan ilmu Pek-ho Sin-kun yang digubah oleh ayahnya menjadi Ang-ho Sin-kun (Silat Sakti Bangau Merah). Beruntung menjadi murid Suma Ceng Liong dan istrinya Kam Bi Eng serta ilmu pengobatan dari Yok-sian Lo-kai (Kakek Tua Dewa Obat). Sejak kecil sangat manja dan dekat dengan Yo Han, namun kurang begitu disetujui oleh kedua orangtuanya. Tokoh sentral dari episode SI BANGAU MERAH. (Kemunculan: KISAH SI BANGAU MERAH, SI TANGAN SAKTI)

(Source: Wikipedia Indonesia)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s