Liong Theng Kiam Hui

Liong Theng Kiam Hui
Judul lain : Pahlawan-Pahlawan Laut Selatan
Penterjemah : SD Liong
Jumlah buku : 6
Liong Theng Kiam Hui 1 2

Masa itu musimnya pohon-pohon bok bian (kapuk randu) berbunga. Pohon itu digelari orang sebagai pohon pahlawan. Kalau ada lain pohon yang tumbuh didekatnya , pohon bok bian akan tumbuh terus, sampai melampaui pohon tetangganya itu, barulah ia berhenti tumbuh. Begitulah kata orang.

Bunganya nan merah segar, menyilaukan tapi sedap dipandang mata. Kala itu seperti ada lomba kecantikan disepanjang tepi sungai Se Kiang yang dipagari dengan barisan pohon Bok Bian. Didalam permukan air sungai nan hijau bening seperti cahaya zsmrud itu, berkacalah sang bunga dalam kecantikannya yang gilang gemilang. Disana sini para anak gembala menggiring kerbaunya pulang sambil membawakan nyanyian seruling dipetang hari.

Sang surya sudah menuju ke tempat peristirahatannya dibalik gunung. Cakrawala mulai berselimut kegelapan. Lapat-lapat terdengarlah suara seruling di udik sungai. Sebuah perahu kecil mendayung menuju ke hulu. Tukang perahunya seorang tua yang tengah mendayung diburitan. sebentar-sgatur gerak dayungannya. dibagian tengah duduk seorang muda antara 18 – 19 tahun. Dialah yang meniup seruling itu. Parasnya cakap, sikapnya gagah dan memiliki perbawa.

About these ads
This entry was posted in SD Liong and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s