8 Jurus Penghancur Langit

8 Jurus Penghancur Langit
Tong Bu Ki adalah anaknya Tong Pouw yang berjuluk Leng Bin Sin Eng (Rajawali sakti berwajah dingin).

Suatu hari Tong Pouw pulang dengan tubuh yang berlumuran darah, sebelum meninggal ayahnya berpesan untuk menemui Kong Po Taysu di kuil Kie Ci meminta bantuannya untuk membalas dendam, Tong Bu Ki jadi melakukan perjalanan ke daerah selatan untuk menjumpai Kong-po taysu.

Kong Po Taysu adalah hweesio sakti juga berilmu sangat tinggi, saat itu terdengar kabar bahwa dia akan tutup usia. Saat Kong Po Taysu menemui Tong Bu Ki dia merasa heran atas pesan Tong Pouw sebab dia merasa tidak kenal dengan Tong Pouw, tapi karena sebentar lagi dia akan tutup usia maka dia memutuskan untuk mewariskan kehebatannya kepada Tong Bu Ki, melalui suara Lonceng Kesadaran dia menyalurkan tenaga dalamnya, menembus jalan darah Thian Bun Tong Bu-ki, sehingga tenaga dalam Tong Bu Ki meningkat sampai tingkat yang sangat tinggi.

Saat itu di dunia persilatan ada 4 keluarga besar (Sebenarnya 5) yang terkenal dari generasi ke generasi. Dalam perjalanan Tong Bu Ki dia terlibat dengan 4 keluarga besar itu malah jati diri Tong Bu Ki menjadi kabur, sebab beberapa pesilat tua mencurigai Tong Bu Ki mirip Tong Bun yang merupakan salah satu dari 4 keluarga terkenal di Tionggoan, 21 tahun yang silam telah terjadi sebuah peristiwa yang melibatkan beberapa keluarga besar itu dan Tong Bu Ki terlibat di dalamnya.

Dalam perjalanannya Tong Bu Ki terlibat dengan gadis-gadis cantik dari beberapa perkumpulan dan dari 4 keluarga terkenal, seperti nona Pek dari kampung hijau, Tiangsun Wan dari keluarga Tiangsun, Holan Siauyong dengan jurus Mo-ka-jiu, Suto Guo Bwee dari Thian Coan Pang, Lu Siauw-cie dari benteng tanpa bayangan, marga Lu, yang ginkangnya tiada tandingannya, mereka semua jatuh cinta pada Tong Bu Ki

Siapa yang akan menjadi jodoh Tong Bu-ki?
Berhasilkah Tong Bu-ki membongkar misteri pembunuhan ayahnya ?

Cerita lain dari Jurus Penghancur Langit

Kung Fu Mata Rantai Penghancur Langit
Kung fu ini berasal dari aliran lurus pada masa Dinasti Song, yaitu Perguruan Gong Dong (Kong Tong), diciptakan oleh seorang tokoh yang seharusnya menjadi ketua di aliran ini. Tian Can Lao Guai (si Tua Aneh Penghancur Langit) nama aslinya Wu Yai Zi murid perguruan Kong Tong yang saat itu berusia 50 tahun baru saja diangkat menjadi ketua generasi ke-3, dan diharuskan melatih kung fu pamungkas perguruan ini yaitu kung fu sakti Zong Heng Gong (Bergerak Bebas di Rasi Bintang Utara), tetapi karena terburu-buru maka sewaktu berlatih dia kerasukan, nadi ringannya hancur dan kung funya hilang sehingga dia menjadi cacat. Oleh karena semangat hidupnya yang kuat, dia mengulang paksa melatih kung fu ini lagi, selama 10 tahun jiwa raganya tersiksa, baru pada tahun ke-15 Wu Yai Zi berhasil menciptakan kung fu baru, kung fu itu bisa memulihkan fungsi organ tubuh yang rusak, menciptakan jalur nadi baruyang berbeda dari orang kebanyakan, yaitu kung fu Mata Rantai.
Ginjal, 8 nadi dan 12 pembuluh darah bisa disambungkan oleh kung fu mata rantai ini, nafas dalam menembus seluruh hambatan, kung fu berhasil tetapi emosinya terpengaruh, sehingga pola pikirnya agak berubah menjadi sesat. Dari kung fu ini Tian Can Lao Guai melatih 3 jenis jurus pendukung yang sesuai untuk tenaga dalam yang amat langka ini, Telapak Pendesak Jantung, Tinju 7 Luka, dan Tendangan Penghancur Langit, jurus yang paling hebat adalah Tendangan Penghancur Langit, orang yang melatihnya harus menghancurkan setiap sendi pada kakinya, sehingga memperbesar resiko cacat, tetapi dalam tehnik kung fu mata rantai ada cara unik yang akan memulihkan semua sendi tersebut, bahkan apabila pulih maka tendangan dari kaki itu akan mampu mengarah ke segala arah, seolah tidak mempunyai sendi pada kakinya, bahkan mempunyai daya lenting yang keras dan melampaui kewajaran.
Dengan jurus-jurus yang aneh ini Tian Can Lao Guai menjadi tanpa tanding di China pada usia 120tahun, kemudian pada jaman Dinasti Qing kung fu ini hilang dari peredaran, baru diketahui pada awal tahun 1970an ada seorang pewaris kung fu ini di Thailand, alasan dari menghilangnya kung fu ini karena orang-orang tidak ada yang berani mencoba menghancurkan sendi-sendi di kakinya karena takut akan cacat.

About these ads
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s