Dyah Pitaloka – Korban Ambisi Politik Gajah Mada

Dyah Pitaloka karya Hermawan Aksan

Korban Ambisi Politik Gajah Mada

Laut tersibak , meninggalkan buih-buih putih memanjang, dikejauhan permukaan laut seperti kaca kelabum ,memantulkan warna matahari yang ber-siap siap bersembunyi, mengakhiri perjalanannya sehari
Mata Dyah Pitaloka menancap bundaran sang surya yang menyentuh garis cakrawala. Sendirian diburitan, berdiri dalam latar bidang langit yang makin temaram, dengan tangan bertumpu pada pagar perahu, membentuk siluet tubuh ramping yang sekilas mirip sosok Subadra Muda.
Di Bumi belahan timur, Dyah Pitaloka sedang menjemput takdir yang telah digariskan Sang Prabu Maharaja Linggabuana. ayahnya, kendati baginya belum pasti apakah esok hari matahari itu akan utuh atau terbelah
Dyah Pitaloka, dia bunga, sekaligus permata. Ditanah Sunda dia sekaligus menjadi sumber cahaya yang gemilang dan kelak ia pun akan menjadi permata siseluruh Dwipantara.

Selengkapnya baca Dyah Pitaloka sampai tamat di gallery80

About these ads
This entry was posted in Edisi Khusus, Novel and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s