Tutur Tinular

Tutur Tinular

Down load eBook Tutur Tinular di  Gallery 80

Tutur Tinular adalah salah satu film laga Indonesia yang ikut sukses mengikuti jejak pendahulunya, saur sepuh.
Tutur Tinular berkisah tentang seorang pemuda Kurawan bernama Arya Kamandanu putra dari mpu Hanggareksa yang mempunyai kisah cinta penuh cerita dan intrik yang beberapa kali mengalami kekecewaan justru karena ulah kakak kandungnya sendiri Arya Dwi Pangga.
Banyak sekali wanita yang tergoda oleh buaian puisi yang dibuat Arya Dwipangga, termasuk orang-orang yang disayangi oleh Kamandanu. Sehingga inilah merupakan awal dari permusuhan kakak beradik ini.

Sandiwara Radio
Awalnya Serial Tutur Tinular disiarkan tiap hari oleh stasiun radio swasta maupun RRI dengan . Sandiwara Radio ini diangkat dari Cerita S Tidjab . Tutur Tinular bersaing ketat dengan Saur Sepuh sehingga penyiarannya pun mempunyai jeda waktu dari stasiun radio yang lain. Dengan durasi kurang 30 menit
Seperti halnya Saur Sepuh, Tutur Tinular juga mampu membuat pendengarnya terkesima. Karena memang inilah sandiwara radio, hiburan rakyat sampai pelosok pedesaan , Sehingga pada masa kejayaannya para pemain sandiwara radiopun menjadi idola bagi para pendengarnya.

Tokoh Tutur Tinular:
Arya Kamandanu : Pemuda asal Kurawan, anak kedua dari Mpu Hanggareksa. Dalam kehidupan keseharian terutama dalam memikat wanita, Arya Kamandanu selalu tidak beruntung. Ketidak beruntungan ini justru terjadi karena ulah dari sang kakak sendiri Arya Dwipangga. Murid dari Mpu Ranubhaya yang mewarisi ajian Sati Angin yang bias meringankan tubuh seringan kapas dan secepat angin. Kelak ia menjadi pewaris dari pedang Naga Puspa yang menjadi rebutan.
Arya Dwipangga : Ahli membuat syair Putra sulung dari Mpu Hanggareksa di Kurawan, jago dalam memikat wanita terutama dengan menggunakan syair buatannya. Kerjanya sehari-hari hanya membuat syair, namun karena suatu kejadian dimana ia terjatuh kesumur tua akibat dihajar oleh Arya Kamandanu, ia bertemu dengan orang tua misterius yang mengajarinya ilmu kanuragan. Kelak ia akan keluar setelah matanya buta dan dikenal dengan nama pendekar syair berdarah.
Mei Shin : Mei Shin adalah istri dari pendekar Lo dari China. Merupakan pasangan pelarian dari Cina yang kemudian terdampar di tanah jawa dwipa. Mei Shin kemudian bertemu dengan Arya Kamandanu yang kelak memadu kasih namun terhalan goleh Arya Dwipangga.
Ketiga tokoh tersebut merupakan tokoh sentral yang menjadi nyawa dalam sandiwara Tutur Tinular.

Lanjutan Tutur Tinular adalah sandiwara Radio Mahkota Mayangkara. Bedanya Tutur Tinular berkisah tentang kerajaan Singasari, tapi mahkota Mayangkara berlatar belakang kerajaan Majapahit.

Karya s Tidjab adalah Sandiwara Radio Tutur Tinular , Mahkota Mayangkara , Kidung Keramat masing-masing 720 seri, dan menulis skenario Film Tutur Tinular I, Mahkota Mayangkara 52 Episode dan Mahkota Majapahit 26 Episode

Layar Lebar

Sukses yang dibuat oleh Saur Sepuh membuat Tutur Tinular dibawa ke Layar Lebar. Adalah PT. Kanta Indah Film yang memproduksi Film Pertama Tutur Tinular ke Layar Lebar. Buah karya dari S Tidjab ini di produksi sampai 4 Film.

Tutur Tinular 1 Pedang Naga Puspa

Film Produksi tahun 1989 ini menceritakan tentang awal mula masuknya Mei Shin ke Jawa Dwipa. Arya Dwipangga anak dari Mpu Hanggareksa kerjaannya hanya membuat Syair, sedangkan adiknya Arya Kamandanu lebih tertarik ke ilmu kanuragan. Ia mempunyai pacar Nala Ratih yang kemudian direbut oleh Dwipangga untuk diperistri.

Sementara dari daratan Tiongkok sepasang pelarian melarikan diri dan dikejar oleh prajurit Mongol hingga terdampar ke tanah jawa. Adalah Mei Shin dan Pendekar Lou yang membawa Pedang Naga Puspa yang menjadi rebutan di dunia persilatan.

Film Ini dibintangi oleh : Beny G Raharja sebagai Arya Kamandanu, Elly Ermawati sebagai Mei Shin, Baron Hermanto sebagi Arya Dwi Pangga. Pertama kali melihat film ini sungguh jauuuh banget dari khayalan tentang siapa diri Mei Shin. Dalam Khayalan Mei Shin adalah sosok perempuan, dengan pakaian tentunya sudah menyesuaikan dengan pakaian jawa. Akan tetapi di film tetap berpakaian layaknya pendekar China. Huuuuh.. jadi agak diluar dugaan juga sih…. Film ini di produksi oleh PT. Kanta Indah Film.

Tutur Tinular 2 Pedang Naga Kresna

Sukses dengan Tutur Tinular 1 atau agaknya gak terlalu sukses juga sih, PT. Kanta Indah film kembali memproduksi Tutur Tinular 2 dengan Judul Pedang Naga Kresna. Dalam Film Ini agaknya PT Kanta Indah Film tidak mempercayakan pada aktor dari Tutur Tinular 1. jadi memang kalau di tonton secara bersambung, secara tidak langsung kita akan membandingkan dengan pemain terdahulu yang memerankan tokoh yang sama.

Dalam Film keduanya Arya Dwi Pangga diperankan oleh Hans Wanaghi sedangkan Mei Shin diperankan oleh Linda Yanoman.

Film dengan durasi 84 menit ini menceritakan tentang perjuangan Mei Shin. Lanjutan dari Kisah pertamanya . Mei Shin mengubur suaminya, lalu berjalan bersama Kamandanu. Mei shin yang membawa pedang Naga puspa yang menjadi rebutan, bertemu dengan pasukan Kediri dan berperang. Kemudian terjadi bentrok dan berhasil menyelamatkan diri.

Melihat kemolekan tubuh Mei Shin yang bersama Kamandanu, agaknya Dwipangga tidak tahan. Terjadilah pemerkosaan yang membuahkan seorang anak. Akan tetapi meski sakit hati, dengan jiwa ksatrianya Kamandanu mau menikahi Mei Shin yang telah dinodai oleh Dwipangga. Kemudian Mei Shin memberikan Pedang Naga Puspa kepada Kamandanu.

Dasar memang culas, Dwipangga melaporkan ke Kediri bahwa pedang Naga puspa dibawa oleh Kamandanu, sehingga rumah mpu Hanggareksa di obrak abrik prajurit Kediri.

Tutur Tinular 3 Pendekar Syair Berdarah

Tutur Tinular 3 di produksi Elang Perkasa Film. Setelah tutur Tinular 2 memasang actor yang berbeda, di film inipun tokoh Arya Kamandanu masih mencari-cari actor yang tepat. Adalah Sandy Nayoan yang berhasil membintangi Tutur Tinular 3 sebagai Arya Kamandanu. Disandingkan dengan Devi Permatasari dan Baron Hermanto acting Sandy Nayoan di uji. Setelah sukses membintangi Sengsara Membawa Nikmat di TVRI agaknya masuk ke Film Laga bukanlah merupakan hal baru. Di film ini acting Sandy Nayoan lumayan berhasil memikat penonton.

Pendekar Syair berdarah (arya Dwipangga) yang menebar maut dimana-mana. Arya Dwipangga mengacau Majapahit dengan tujuan membalas dendamnya pada Kamandanu, namun pihak kerajaan mengira pengacaunya Mpu Bajil , yang sedang memperdalam ilmu Aji Segara Geni.Untuk menyempurnakan ilmunya Mpu Tong Bajil sudah mandi 7 anak satria. Untuk melengkapi menjadi 8, ia menculik Panji Ketawang yang akan digunakan sebagai korban berikutnya.

Panji ketawang adalah kemenakan dari Arya Kamandanu. Dengan dibantu istrinya Sakawuni, Kamandanu bertarung dengan Tong Bajil yang memang ditugaskan pula oleh Majapahit untuk membawa kepala Tong Bajil.

Sementara Arya Dwipangga dengan tidak mempunyai hati mencari adiknya Kamandanu untuk balas dendam.

Tutur Tinular 4

Tutur Tinular 4 Mendung Menggulung Di Atas Majapahit

Merupakan film terakhir dari Tutur Tinular. Masih di produksi oleh PT. Elang Perkasa Film, kembali menyandingkan Beny G Raharja untuk memerankan Arya Kamandanu. Agaknya Beny G Raharja memang lebih tepat untuk memerankan Arya Kamandanu di bandingkan dengan Hans Wanaghi dan Sandy Nayoan.

Film terakhir ini berhasil membuktikan siapa Ramapati, tokoh culas yang selalu memutarbalikkan Fakta. Remy Silado sebagai Ramapati berhasil membuat penonton geram melihat kelakuannya. Dari segi face memang Remy Silado sangat cocok memerankan Ramapati, karena memang memiliki muka yang culas dan licik.

Arya Kamandanu di tuduh membunuh Mpu tong Bajil oleh Ramapati yang merupakan pembunuh sesungguhnya. Agaknya dendam pribadi antara Ramapati dan Kamandanu yang menyebabkan Ramapati berlaku seenaknya, sampai memfitnah meracuni raja.

Keinginan utama Ramapati adalah agar Jayanegara naik tahta sehingga dengan mudah mengendalikannya. Kemudian pertemuan Kamandanu dengan Nyai Paniscara yang dulunya adalah Mei Shin akan tetapi setelah menjadi tabib, Mei Shin menggunakan nama tersebut. Dan Mei Shin pun sudah tidak mau kembali ke masa lalu, karena memang pahit sekali, sehingga kecewalah Kamandanu karena Nyai Paniscara tidak mau mengakui bahwa sebenarnya ia adalah Mei Shin.

Sukses menjadi sandiwara radio dan di layar lebar, Tutur Tinular kembali diangkat ke Layar Perak. Adalah PT. Gentabuana Pitaloka yang membuat Tutur Tinular versi sinetron laga yang kemudian ditanyangkan oleh ANTV dan Indosiar.

Versi Sinetron laga justru lebih menarik dibandingkan dengan versi film layar lebarnya. Agaknya teknologi sangat mempengaruhi dari trik-trik yang ditimbulkan.
sumber : http://jejakandromeda.wordpress.com

About these ads
This entry was posted in Cerita Silat, Film Silat Indonesia and tagged . Bookmark the permalink.

23 Responses to Tutur Tinular

  1. Adinda says:

    kisah tutur tinular yang lama dan versi 2011 sama bgus dan menariknya

  2. Ayu lestari dan adinda zanetta says:

    Sama2 . Baguz . Apalagi . Nari ratih .. . Cantik bgtz .. Salam dari ayyue sama netta

  3. p4mp4m says:

    yg versi 2011 g menarik sama sekali..kurang berekspresi..:-D

  4. eckho says:

    kalo bisa, film yang lama disiarkan lagi aja, karna lebih keren dan bagus. Kalo yang versi terbaru terlalu menggada ada. Gak jelas ceritanya.

  5. Admin says:

    cuman kalo disiarkan oleh TV Nasional ..kebanyaan iklannya

  6. arya says:

    versi 2011 jelek. mengada2!

  7. adietYa Ar. says:

    Enakan cerita yg versi radio…..
    Lebih seru dn. Menegangkn…..

    Cerita versi 2011 ne ngawuR dn g sesuai alur ceritanya…….

    Versi 2011 suka2 aja bwt cerita….
    Mending dibuang kesungai siak……

  8. rid1 says:

    Namun serial yang salah satu Sutradaranya berasal dari India ini banyak menuai kritik dan protes dari para pecinta fanatik sandiwara Tutur Tinular. Hal ini dikarenakan alur cerita yang banyak melenceng dari cerita aslinya yang sarat dengan kejadia-kejadian sejarah. Tutur Tinular versi 2011 lebih menonjolkan sisi fiktifnya saja seperti kisah percintaan dan konflik dalam keluarga, dengan selingan lagu dangdut seperti halnya film India, serta bermunculan tokoh-tokoh baru yang tidak ada dalam versi sandiwara radio, seperti, pahlawan bertopeng, Respati dan Laksmi, juga Pangeran Bentar yang sebenarnya merupakan tokoh dalam cerita Saur Sepuh ciptaan Niki Kosasih, Dan setelah beberapa episode muncul juga beberapa tokoh yang diambil dari kisah atau legenda yang berbeda, seperti Khanza, Little Krishna, dan Arimbi, yang notabane adalah tokoh dari karya besar Mahabharata, menyusul kemudian Mak Lampir dan Gerandong dari cerita Misteri Gunung Merapi. Di samping itu, kostum dan lokasi kerajaan yang digunakan juga tidak mencerminkan setting pada zaman Kerajaan Singhasari – Majapahit, melainkan lebih mirip seperti campuran Melayu, India, dan China.
    sumber: id.wikipedia.org/wiki/Tutur_Tinular

  9. ledy purba says:

    aku juga heran dengan tutur tinular versi 2011, melenceng dari cerita sebenarnya. siarkan lagi yang lama

  10. Dede says:

    Tutur tinular versi lama lebih bagus dibanding yg baru

  11. hasyim.munadi says:

    tutur tinular versi 2011 memang sangat jauh dari cerita aslinya yang sarat dengan sejarah,hal ini seolah2 hanya ingin mengambil keuntungan dari kepopuleran tutur tinular yang sudah ada,

  12. aku juga heran kenapa ada krishna,buto ijo,mak lampir,dan kansah? Kan itu ceritanya lain kenapa dicampur? Siarkan lagi yang lama! :(

    • Icinno says:

      itulah model sutra dara kita .. asal jadi.., padahal tutur tinular kan legenda/ sejarah Nusantara.. , yang ditayangkan sekarang numpang nama aja, untuk media iklan (waktu tayang 1 jam, iklannya 40 menit)

  13. asyrof fajar says:

    Tutur Tinular Versi Lama Ceritanya Bagus,,sedangkan Versi Baru Ceritanya Jelek,mengada-ngada dan Tidak ada manfaatnya sama sekali..

  14. ksatria bhima says:

    miris.. mlht versi ersi terbaru 2011.. geli dan muak melihat nya.. sungguh aku kecewa…

  15. bagusbali says:

    pada awalnya senang melihat iklan mau ada tutur tinular versi baru tapi setelah nonon…..wahh jadi muak banget…..cerita nya benar2 hancur lebur…….
    beda banget sama film legenda yoko yg dibuat versi terbaru tetep memikat dan cerita nya juga tidak melenceng dari cerita lama
    ….untuk pembuat tutur tinular dan indonesiar benar2 mengecewakan

  16. Egie clallu says:

    ku kira tutur tinular versi terbaru bagus ternyata malah bikin ku muak kembalikan cerita yang lama 1

  17. asy_ says:

    indosiar mah udah ga jelas acara2-nya…sinetron tutur tinular ko ada dangdutnya…ngawuuuurrrrrrrr________—bubaaaaaaaaaaaaaaaaaaarr

  18. rima says:

    ak sih lebih suka yg dulu, tapi yg sekarang ak juga suka kok…

  19. rima says:

    iya.. harusnya sutradara tutur tinular nyontoh sutradara return of the condor heroes, biar bisa disiarin di luar negeri….

    • is alva edison says:

      tutur tinular versi 2011 mendingan jangan dikasih judul tutur tinular,karena merusak citra sandiwara radio tutur tinular..muak aku melihat sinetronnya..

  20. Q sukA filem ini yg asli bkan yg versi kolo bisa di tayangin lgi y
    Bagusan tutur tinular yg lama dri pda yg versi q harap bisa di tayangin lgi di tv

  21. marlissa jewel says:

    Boleh nanya dikit..
    Ada gak yah,,tokoh yg nama Retno Merlangen di sandiwara radio Tutur Tinular..??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s