Pendekar Naga Putih

Pendekar Naga Putih , Tiga Iblis Bukit Tanndur
Karya T. Hidayat
Panji lalu melangkah, mendekati ketiga orang wanita yang masih berangkulan. Wajah mereka nampak pucat.
“Mereka sudah pergi semua,” Ujar Panji sambil terse-nyum.
Ketiga orang wanita itu mencoba untuk tersenyum sambil memandang kagum kepada Panji.
“Ah! Ternyata Tuan adalah seorang pendekar yang sangat sakti!” Kata gadis yang berambut sebahu.
“Benar. Sepak terjang Tuan tadi mirip seekor naga yang sedang mengamuk,” sambung gadis yang berwajah bulat telur dan berambut panjang sampai ke pinggang. Gadis yang paling cantik.
“Benar, Tuan. Tepatnya seperti seekor naga putih!” Ucap yang satunya lagi.
Panji berdebar dadanya, ketika melihat sinar keme-sraan dari pandangan ketiga orang wanita itu.
“Ayolah kita berangkat! Hari akan gelap!” Ajak Panji, untuk menyembunyikan kegugupannya.
Mereka lalu meneruskan perjalanan menuju desa tem-pat tinggal ketiga orang gadis itu. Panji berjalan agak jauh di belakang mereka karena merasa kikuk melihat tatapan penuh pesona kepadanya.
—————–
“Heh, Anak Muda! Engkaukah yang mempunyai julu-kan Pendekar Naga Putih?” Tanya orang berjubah abu-abu, yang berjuluk Laba-Laba Beracun itu. “Dan yang telah membunuh kedua orang muridku?” Sambungnya dengan suara dingin.
Memang, Laba-Laba Beracun telah mendapat penga-duan dari para pengikut Sepasang Harimau Terbang yang dilepaskan Panji waktu itu. Mereka menceritakan dua orang pemimpinnya telah tewas di tangan seorang pen-dekar yang memiliki gerakan bagai seekor naga dan me-ngeluarkan sinar yang berwarna putih keperakan dari tubuhnya. Pendekar Naga Putih, demikian kata mereka. Oleh karena itulah, mengapa si Laba-Laba Beracun pun menyebut Panji sebagai Pendekar Naga Putih.
“Hai, orang tua! Aku tidak tahu, siapa yang kau mak-sud! Dan siapa pula yang telah membunuh kedua murid-mu itu?” Ujar Panji balik bertanya. Memang pemuda itu tidak tahu, siapa
yang memiliki julukan Pendekar Naga Putih. Diakah? Dan dia pun ingin memastikan, apakah yang dimaksud dengan kedua orang muridnya adalah Sepasang Harimau Terbang. Meskipun telah diberitahu Ki Umbaran, namun ia ingin mendengarnya langsung dari mulut orang yang bersangkutan

Koleksi serial Pendekar Naga Putih 122 episode

About these ads
This entry was posted in Cerita Silat, Silat Indonesia, T Hidayat and tagged , . Bookmark the permalink.

One Response to Pendekar Naga Putih

  1. jenny says:

    your article helps me…thanks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s