Pendekar Rajawali Sakti

Pendekar Rajawali Sakti dalam Darah Pendekar

“Berpencar…!” teriak laki-laki berjubah putih itu keras. Tanpa ada yang membantah, mereka berpencar membentuk kelompok sendiri-sendiri. Sedangkan laki-laki berjubah putih itu menghentikan laju kudanya, di ikuti seorang laki-laki tua lainnya. Sedangkan dua laki-laki lainnya terus berpacu bersama beberapa orang prajurit.
Seorang pemuda tampan dan gagah terlihat memacu kuda mendekati dua orang tua itu. Di belakangnya menyusul seorang gadis berwajah cantik dengan baju merah menyala. Di balik punggung mereka menyembul gagang pedang. Mereka menghentikan kudanya tepat di depan dua orang tua itu “Bagaimana, Paman?” tanya pemuda tampan itu.
“Ampun, Gusti….” laki-laki tua berjubah putih itu membungkukkan badannya memberi hormat. “Sampai saat ini kami belum berhasil” “Hm…, bagaimana awal kejadiannya?” tanya pemuda itu lagi. “Kakang Danupaksi, sebaiknya Kakang jangan banyak tanya. Yang penting orang itu harus segera ditangkap kembali,” selak gadis berbaju merah di sampingnya.
“Benar, Nini Cempaka. Dia memiliki ilmu yang sangat tinggi dan berbahaya. Gusti Prabu Rangga pasti murka bila mengetahui tawanannya berhasil melarikan diri.” sambung laki-laki di samping orang berjubah putih. Sesaat mereka terdiam membisu saling melemparkan pandangan. Kata-kata laki-laki tua yang memakai pakaian seorang panglima perang itu seolah-olah mengingatkan kalau raja mereka kini tengah tidak ada di istana.
“Paman Bayan Sudira, Eyang Lintuk…,” kata Danupaksi “Hamba, Gusti,” dua orang laki-laki tua itu membungkuk hormat.
“Teruskan pengejaran, sementara aku akan mencari Kanda Prabu,” kata Danupaksi. “Tunggu…!” tiba-tiba terdengar teriakan keras. Empat orang berkuda itu langsung menoleh ke arah sumber suara tadi. Tampak seorang gadis muda dan cantik sudah berdiri tidak jauh dari mereka. Gadis yang mengenakan pakaian seorang pendekar wanita berwama hijau muda itu melangkah mendekati. “Tidak boleh ada yang meninggalkan istana,” kata wanita itu tegas. “Kak Mayang…,” Cempaka mau membantah. “Jangan membantah, Adik Cempaka!” sentak wanita yang ternyata bernama Mayang itu “Kanda Prabu tidak mengizinkan seorang pun ke luar istana. Apa kalian sudah lupa?” “Tapi keadaannya genting, Adik Mayang. Seorang tawanan khusus Kanda Prabu yang sangat berbahaya telah melarikan diri. Tidak sedikit prajurit dan punggawa yang tewas,” kata Danupaksi mencoba memberi pengertian. “Itu bukan alasan yang tepat untuk meninggalkan Istana.”
“Nini Mayang! Jika demikian perintah Gusti Prabu, izinkan hamba yang mencari Gusti Prabu,” kata Eyang Lintuk menengahi. Dia tahu kalau tiga orang muda itu adalah orang-orang yang dekat dengan Prabu Rangga Pati Permadi. Danupaksi dan Cempaka adalah adik tiri Prabu Rangga. Sedangkan Mayang murid dari bibi mereka yang tewas tanpa diketahui sebab-sebabnya (Untuk lebih jelasnya tentang tokoh-tokoh itu baca serial Pendekar Rajawali Sakti dalam episode “Rahasia Kalung Keramat” dan “Perawan Rimba Tengkorak”). Mereka semua tahu kalau raja telah berpesan agar mereka jangan meninggalkan istana sampai tugasnya mengejar seorang panglima yang hendak memberontak selesai. Mereka sadar betul kalau raja mereka adalah seorang pendekar yang bergelar Pendekar Rajawali Sakti. Tidak ada seorang pun di Kerajaan Karang Setra ini yang mampu menyamai kepandaiannya.

Download Pendekar Rajawali Sakti, semua ada disini (212 seri)

About these ads
This entry was posted in Cerita Silat, Silat Indonesia, Teguh S and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s