Pedang Pusaka Dewi Sri Tanjung

“Dewi Sritanjung Mencari Ayah kandung” didahului oleh buku berjudul “Persekutuan Dua Iblis”.
Diceritakan terjadinya usaha peracunan yang dilakukan oleh dua orang murid Si Tangan Iblis, bernama Kaligis dan Sangkan, dan yang ingin diracun tokoh sakti bernama Julung Pujud. Tetapi usaha peracunan itu tidak berhasil karena tokoh itu tidak mempan diracun.
Namun celakanya tuduhan malah kepada gadis cantik cucu Si Tangan Iblis sendiri bernama Sarindah. Dan Julung Pujud menuntut agar cucu berdosa itu diserahkan kepadama untuk diadili.
Setelah Julung Pujud pergi, Sarwiyah tidak percaya apabila yang melakukan peracunan kakak perempuannya.
Ia menduga tentu orang dalam sendiri, dan perlu dicari. Alasan Sarwiyah dapat diterima oleh Si Tangan Iblis, dan kakek ini menjadi khawatir kalau Sarindah yang pergi sampai bertemu dengan Julung Pujud dan dihukum. Untuk itu Si Tangan Iblis bersama Sarwiyah lalu meninggalkan rumah, setelah semua murid diperintahkan mencari Sarindah, juga Sentiko (cucu laki-laki) yang sudah tiga bulan lebih pergi tanpa kabar.
Kaligis dan Sangkan yang merasa rahasianya tertutup karena tuduhan malah kepada Sarindah, gembira. Dalam perjalanan mencari Sarindah maupun Sentiko ini, mereka
bertemu dengan Dewi Sritanjung di sebuah warung. Gadis yang cantik, polos, lugu ini bisa ditipu oleh mereka. Di dalam hutan Dewi Sritanjung ditangkap oleh mereka dengan maksud yang tidak baik. Untung Dewi Sritanjung gadis perkasa, hingga Sangkan dan Kaligis dapat dikalahkan, tetapi dilepas tanpa disakiti. Di saat gadis ini akan melanjutkan perjalanan, ia kaget mendengar bentakan perempuan. Dewi Sritanjung lalu mengintip, dan melihat Sarindah berhadapan dengan Kaligis dan Sangkan. Gadis ini marah kepada dua pemuda tersebut, karena merasa difilnah meracun Julung Pujud.
Padahal yang berbuat malah Kaligis dan Sangkan sendiri. Apa yang terjadi dengan Sangkan dan Kaligis, maupun Dewi Sritanjung dalam ancaman Si Tangan Ibhs silakan Anda mengikuti cerita dalam buku ini

Downoad 5 seri lengkap Pedang Pusaka Dewi Sri Tanjung

About these ads
This entry was posted in Cerita Silat, Silat Indonesia and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s