Cerita Silat Mandarin Saduran Lepas

Cerita Silat Mandarin Saduran Lepas Lainnya
(Cersil dibawah ini dapat diunduh di Gallery80 )

Pahlawan Harapan (Liong Hong Kiam) -Tang Fei
Penyadur: OHG


 

Kisah Para Naga di Pusaran Badai

Bagian Pertama
Sim Todjin mengundurkan diri dari ruangan tersebut, diikuti Ciangbunjin Kun Lun Pay dan Wkl Ciangbunjin Tiam Jong Pay. Tak lama kemudian, Ciangbunjin Siauw Lim Sie juga mengundurkan diri dar ruangan tersebut dan meninggalkan kumpulan jago tersebut yang belakangan kebingungan untuk menentukan sikap apa. Bahkan belakangan, sebagian besar diantara mereka kemudian menyesali keteledoran mereka yang menyebabkan Dunia Persilatan kini malah kehilangan Bengcu. Karena Bengcu yang dimiliki sudah menyatakan mengembalikan mandatnya kepada Dunia persilatan Tionggoan, dan diantara mereka, tak satupun yang berani untuk memangku jabatan berat tersebut.
Demikianlah, manakala dunia persilatan menghadapi ancaman terbuka dari Thian Liong Pang, justru mereka kisruh dan kehilangan Bengcu. Bahkan Siauw Lim Sie, Bu Tong Pay, Kay Pang yang mereka harapkan memimpin, justru menolak karena segan dan masih mempercayai Lembah Pualam Hijau. Akibatnya, yang terjadi justru semua menjadi merasa seram dengan keadaan dunia persilatan. Dan terutama mereka, kelompok para pendekar yang memaksakan pergantian bengcu. Bukan hanya agenda tersebut gagal, malah harapan mereka untuk bersandar pada kekuatan tertentu dalam perjalanan turun dari Siong San justru pudar. Keadaan mereka bahkan menjadi lebih mengenaskan, karena sampai hari kelima ketika upacara perkabungan diselesaikan dengan perabuan jenasah Kian Ti Hosiang justru tak ada lagi percakapan soal bengcu dan soal dunia persilatan. Keadaan yang memburuk ini membuat banyak tokoh tua menjadi sedih, karena nampaknya badai dunia persilatan akan sangat susah ditanggulangi.
Meskipun demikian, tokoh-tokoh utama yang memang sudah siap atau menyiapkan diri lama, sudah memiliki pandangan sendiri, meskipun mereka juga menyesali insiden yang merugikan dunia persilatan itu sendiri. Percakapan lebih serius justru dilakukan diantara Keenam anak muda itu, beberapa kali bersama Sian Eng Cu dan tokoh-tokoh sepuh Siauw Lim Sie, Kun Lun Pay, BuTong Pay dan Tiam Jong Pay.
Bahwa tugas perlawanan itu kini diserahkan sepenuhnya kepada anak muda-anak muda yang disiapkan gurunya masing-masing.
Bagian kedua
Pertarungan antara Naga-naga muda dengan Thian Liong Pang yang mulai tersendat kemajuan dan teror mereka. Kemunculan tokohtokoh utama mereka dan tampilnya beberapa tokoh misterius yang tak terduga akan meramaikan Bagian ini. Mereka kehilangan seorang Hu-Hoat, dan diterjang oleh beberapa tokoh misterius yang tidak atau belum mereka kenal. Mereka juga mulai berhadapan dengan Naga-naga muda yang tidak mereka perhitungkan sebelumnya.
Dan masih banyak pertanyaan yang belum terjawab:
1. Dimanakah Kiang Hong dan rombongannya? Apakah masih hidup ataukah sudah mati?
2. Siapa sebenarnya Hu Pangcu Pertama dan Kedua dari Thian Liong Pang?
3. Siapa pula 3 Hu-Hoat Thian Liong Pang yang lainnya? baru Hu-Hoat ke-4 saja sudah demikian saktinya, siapa lagi tiga lainnya?
4. Siapa pula Pangcu Thian Liong Pang yang malah masih belum muncul itu? Bagaimanakah jati Dirinya?. Dan benarkah dia tokoh nomor satu dan terutama di Thian Liong Pang?
5. Bagaimana pula akhir drama teror misterius ini? Semuanya akan dilanjutkan dalam bagian kedua dengan judul yang masih tetap sama oleh penulis yang sama.

5 Jagoan-Tjho Tjioe Beng

Han Bu Kong
(21 Jilid..berikut cuplikan pada jilid ke21 Tammat)

Lalu ia mengeluarkan sepucuk surat kepada Lamkiong Peng. Tergetar hati anak muda itu, cepat ia tanya, “Ke mana dia?” Ban Tat menghela napas, katanya dengan menyesal, “Dia …. dia sudah ikut ke Kun-mo-to bersnma Sun-siau tocu.” Seketika kepala Lamkiong Peng mendengung, hampir saja ia jatuh pingsan.
“Nona Bwe sungguh perempuan hebat,” kata Ben Tat pula. “Justru dia rela berkorban demi kesejahteraan dunia persilatan umumnya. Dia yang minta pimpinan Kun-mo-to itu mencegah bargabungnya tokoh ketujuh aliran besar dengan Swe Thian-bang, Kukira sukar bagimu untuk membalas jasanya ini.”
Baru sekarang Lamkiong Peng paham apa sebabnya tokoh ketujuh aliran itu tidak muncul membela Swe Thian-bang, kiranya telah mendapat perintah pimpianan Kun-mo-to untuk mengundurkan diri atas permintaan Bwe Kimsoat.
Dengan berlinang air mata ia membaca surat Bwe Kim-soat yang antara lain tertulis: ‘”. . . hendaknya kaujaga adik Jing dengan baik, aku ini perempuan yang teramat jelek, semoga mengikat jodoh pada. jelmaan yang akan datang .
. . . “
“Semoga . . . . ” Laaikiong Peng mengulang kalimat itu, mendadak tercetus dari mulutnya, “Tidak, tidak, biarpun ke ujung tangit juga akan kutemukan dikau . . . . ” Tiba-tiba sebuah tangan halus memegang lengannya dan suara lembut mendesis di tepi telinganya, “Engkoh Peng!” Pelahan Lamkiong Peng berpaling, dilihat-nya Yap Man-jing sedang menatapnya dengan sorot mata yang penuh rasa kasih sayang, tanpa terasa ia pegang tangan si nona ….
Malam sudah hampir lalu, cahaya subuh mulai menerangi bumi raya ini

Lauw Pang vs Hang Ie
Roman ini mengisahkan kejatuhan Dinasti Cin yang dibangun oleh Kaisar Cin Si Ong.Maharaja yang membangun Tembok Besar dan telah menaklukan enam kerajaan di Tiongkok, hinga menjadi satu di bawah kekuasaannya.Jatuhnya Dinasti Cin yang besar, memang bukan di tangannya, melainkandi tangan putranya Ji-si Hong-tee.
Menjelang jatuhnya Dinasti Cin, Ji-si Hong-tee, Kaisar ke-2 dinasti Cin bertindak lalim seperti ayahandanya.Di mana-mana timbul pemberontakan besar dan kecil.
Di dalam kisah roman ini, kita bisa belajar bagaimana para politikus, negarawan yang bertikai.Mereka menggunakan berbagai siasat, tipu-muslihat.Baik itu di gelanggang politik maupun dimedanperang.

Sebelum Tiongkok disatukan di bawah kekuasaan dinasti Han, negeri Tiongkok terpecah-pecah menjadi tujuh negara besar.Di samping itu, masih ada negara-negara kecil yang tidak termasuk dalam hitungan.
Masing-masing negara besar itu diperintah oleh seorang raja.Ketujuh negara tersebut adalah negeri Cin (Cin Kok).Kemudian berturut-turut Tio (Tio Kok), Gui Kok, Han Kok, Cee Kok, Yan Kok dan terakhir adalah Couw Kok.Zaman ini disebut juga sebagai zaman negara-negara berperang (476-221 sebelum Masehi).
Dari ketujuh negara tersebut, negeri Cin diakui sebagai negara yang paling kuat. Negara-negaralain , apalagi negara kecil sangat takut pada kekuatan angkatan perang dari negeri Cin ini.Ketika itu negeri Cin diperintah oleh seorang raja yang bernama Cin Ciauw Ong.
Raja satu ini sangat berambisi menaklukkan negara-negara yang ada di daratan Tiongkok.Cin Ciauw Ong berniat mempersatukan Tiongkok di bawah kekuasaan dinasti Cin.
Setelah tekadnya bulat, Cin Ciauw Ong segera memanggil menteri dan para panglima untuk diajak berunding soal rencananya menaklukkan daratan Tiongkok.Akhir dari perundingan itu memutuskan negara Cin akan segera menyerang negara Tio sebagai sasaran pertamanya.

Serigala dari Kun lun – Long Cu Ya Sim
Setelah Tho Cin Hiong menutup mata, Hui Yan yang  tidak mempunyai anak telah ambil putusan pasti  mau pergi ka Kie-lian-san gowa Hui-in-tongakan  mengikutin gurunya Tiau-see Suthay, yang berbudi  besar, dan berkumpul lagi sama Beng-ji, biar pun satu  binatang buas, tetapi begitu baik dan berbudi malebihkan  manusia yang kabanyakan

Bayangan Darah -PHO

Golok Naga Kembar (Hong San Khek)*

Asmara Pedang dan Golok-Suma Leng

Pedang Bengis Sutera Merah-Tan Cheng In

Pendekar Gila-Cao Re Bing
Dari bentuk wajah orang yang dua matanya kaku dan memudar, besar kemungkinan orang ini adalah seorang yang idiot atau orang yang tertekan sehingga lupa ingatan, alias orang gila. Entah orang ini termasuk yang disebutkan didepan atau yang dibelakang, tidak ada seorang pun yang bisa menjawab
Siapakah dia?… mengapa dia bisa terjerumus hingga menjadi begini rupa?…
Orang ini bukan orang yang sama sekali tidak dikenal, di daerah Kanglam, dia termasuk seorang tokoh yang tersohor, dia seorang pendekar besar yang ilmu silatnya amat tinggi lagi kaya raya. Orang di dunia persilatan memanggil dia Pui Se-cin atau si “Ilusi bayangan pedang”
Kalau dia adalah seorang tokoh terkenal, mengapa sekarang rupa dan keadaannya menjadi begitu?
Banyak orang di dunia persilatan yang tahu keadaannya. Tetapi mereka sebenarnya hanya tahu kulitnya saja.

Walet Besi – Cu Yi

Dia segera mengangkat tangan yang memegang surat dan menyodorkannya pada Wie Kie-hong. Wie Kie-hong

langsung mengerti apa yang diinginkan oleh orang itu.

 

Wie Kie-hong mengambil surat. Di amplop surat tidak tertulis sepatah katapun, setelah surat dikeluarkan dari amplop, di atas kertas surat hanya tertulis: “Semua fitnah ada permulaannya, semua hutang pasti ada pemiliknya.

Tidak ingin menyulitkan orang yang tidak terlibat.

 

Juga tidak mengijinkan orang lain ikut campur tangan.

 

Aku mengharapkan anda tahu diri! Peringatan dari: Thiat-yan (Walet Besi).” Setelah selesai membaca surat ini, orang yang mengantarkan surat tidak segera pergi, tampak dia sedang

menunggu Wie Kie-hong untuk mengatakan sesuatu.

 

Cerita Silat Mandarin tersebut diatas dapat diunduh di  Gallery80

 

About these ads
This entry was posted in Cerita Silat, Karya Penyadur Lainnya, Silat Mandarin and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s