Dendam Asmara

Dendam Asmara -(Yue Yi Xing Xei) Karya Khulung- OKT

 

Dendam Asmara sebuah cersil yang sangat menarik, dalam cerita ini dikisahkan mengenai “dendam dan cinta”. Kisah dimulai saat Tiang Keng yang masih kecil harus kehilangan kedua orang tuanya. Setelah dewasa dalam petualangannya dia bertemu dengan seorang wanita cantik bernama Un Kin.

Lambat laun terjalin cinta kasih kedua muda-mudi ini Tahukah mereka bahwa mereka berdua sama-sama harus mencari musuh ayah mereka?


akhirnya………….

Tiang Keng dan Un Kin saling mengawasi dan mereka raguragu. “Hai imam jahat!” teriak Tiong Teng dengan tiba-tiba. “Apa saat ajalpun kau hendak mencelakai orang lain?” Tiong Teng melompat dan menendang imam itu. In Hoan tak berdaya ia menjerit keras sekali. Tubuhnya terpental dari mulutnya keluar darah segar, la mati seketika. Tiong Teng mengawasi tubuh ln Hoan ini.

“Biarlah sejak saat ini tak ada yang tahu rahasia yang bisa merusak keberuntungan orang lain itu!” gerutu Tiong Teng. ln Kiam heran menyaksikan tindakan puteranya itu. “Apa katamu. Tiong Teng?” tanya sang ayah. Tiong Teng menghela nafas panjang. “Aku mengatakan roh Paman To di alam baka akan tenang….” kata Tiong Teng.

ln Kiam heran tetapi tak lama air matanya mengalir dari pipinya. Tiang Keng pun ikut menangis. Un Kin melongo keheranan, la awasi Siauw Kin dan Siauw Keng. keduanya juga sedang menangisi Un Jie Giok. Un Kin pun akhirnya tak dapat menahan gejolak hatinya, ia pun ikut menangis.

“Aneh?” kata Tiong Teng. “Mengapa kau juga menangis?” Tetapi tangisan itu tangis suci murni sejernih mutiara… Saat Tiang Keng menangis ia merasakan bahunya ada sang meraba dan sehelai sapu tangan telah disesapkan ke tangannya, maka ia bisa menepis air matanya. Tatkala Tiang Keng menoleh sinar matanya beradu dengan sinar mata Un Kin yang jernih, ia sedang mengawasi dengan tajam. Sedang sang fajar di luar sudah menampakkan cahayanya karena sang malam telah berganti dengan siang…. download

 

About these ads
This entry was posted in Cerita Silat, Khu lung, OKT, Silat Mandarin and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s