Bangau Sakti

Bangau Sakti (Sin Hok Sin Cin) , karya Tjin Tung

Pada hari ketiga, burung-burung itu mendarat di satu hutan yang besar Si Hweeshio jubah merah membuka ikatanku, dan membiarkan burung-burung itu mencari makanan di hutan, Burung-burung itu makan burung-burung kecil dan kelinci-kelinci hutan, lalu aku diikat lagi, dan bersama si Hweeshio dengan burungburung itu4cita terbang lagi, Burung-burung itu berhenti beberapa kali untuk beristirahat meskipun burung-burung itu besar dan kuat, tapi menurut pendapatku, mereka tidak sehebat bangau putih kepunyaan kawan Koko.”

“Tentu saja!” sahut Bee Kun Bu sambil tersenyum, “Bangau putih itu adalah seekor bangau sakti yang telah berusia diatas seribu tahun, Burung-burung di dalam kuil Toa Ciok Sie tak dapat menandingi bangau sakti itu!”

Lie Ceng Loan meneruskan kisahnya: “Seterusnya kedua burung itu sebentar-sebentar berhenti untuk beristirahat Pada keesokan harinya, kami baru masuk ke daerah pegunungan Si Hweeshio jubah merah beritahukan aku bahwa di hari senja akan pasti tiba di tempat yang indah permai, dan ia beritahukan aku juga bahwa namanya ialah Hoat Lui.”

Dengan tak dapat menahan sabarnya, Bee Kun Bu mengutuk: “Hweeshio jahanam!” “Tapi kemudian ia dipukul jatuh dari atas burung oleh kawan Koko, Aku yakin ia jatuh hancur luluh!” kata Lie Ceng Loan.

“Setelah Pek Yun Hui menolong kau, ia segera membawa kau ke dalam gua baru tadi?” tanya Bee Kun Bu. Lie Ceng Loan mengangguk dan berkata: “Ketika si Hweeshio bicara kepadaku, kawan Koko sambil menunggangi bangau putih datang mengejar Hebat betul ilmu dan kepandaian nya! Dengan hanya mengangkat satu tangannya, Hweeshio itu dipukul jatuh, Lalu ia loncat ke atas burung yang segera terjun ke bawah, Satu jotosan membikin binasa burung itu. Burung yang lain dipatok mampus oleh bangau putih,

 

Dengan mudah sekali aku dijambret dan diangkat oleh kawan Koko, dan dengan menunggangi bangau putih itu, aku dibawa dengan selamat ke dalam tembah, ia menangkap seekor anak menjangan untuk menenami aku. Aku menanyakan tentang Koko, ia menjawabnya bahwa dalam beberapa hari lagi Koko pasti datang, Dan betul saja Koko telah datang!”

Bee Kun Bu terharu sekali atas budi yang besar dari Pek Yun Hui, Hanya dalam jangka waktu sebulan, Pek Yun Hui telah menolong ia serta Susiok dan Sumoynya, Bagaimanakah ia dapat membalas budi yang sangat besar

itu? …..

 

CHIN TUNG : unduh di Gallery80 

Bangau Sakti (Sin Hok Sin Cin)-TSL-Chin Tung
Badik Buntung-GKH
Istana Kemala Putih -Istana Di Rimba Keramat (Sin Kiam Hui Liong Toan)
Senjata Penyebar Maut (Tjit Kiam Mo Kiam)-Sin Tjie

About these ads
This entry was posted in Cerita Silat, CHIN TUNG, Silat Mandarin and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s